Nywuahaha~ tak Randz sangka~ banyak yang flame desu~ Kirain bakal adem anyem kayak Drunkness~ ^~^
Haruskah Randz balas review untuk para flamer tercinta ini?
Tokuse Ashigawa: Nyah~ sampahan mana ama sampah yang asli sampah? Nywuahaha~
Himechan: Namalu kagak enak di sebut Randz, mengingatkan pada seseorang yang telah meninggal.., dan SELAMAT! ANDA TELAH MENJADI ORANG BEGO+IDIOT KARENA TELAH MEMBACA FIC INI! Nywuahaha~
Sasu4Saku: Hati-hati tuh kalo mau namain anonym.., bisa-bisa nanti perang pair deh ama SasuSaku~ dan Randz cukup menyalahkan anda sebagai 'Oknum' dari pihak yang anda cintai~ Nywuahaha~
Dan pemenang poll pertama adalah…
Baca aja ndiri~ Nyahahaha~
Gymnastic?
Rated: M-MA
Naruto © Masashi Kishimoto
Erza Scarlett © Mashima Hiro
Nevan © Capcom? (DMC disclaimernya Capcom kan?)
Rated: M-MA
Pair:
Naruto X Kushina/Mei/Fuuka/Kyuubi/Nevan/Erza
WARNING: Fic ini masih mengadung Randomness. PWP, Smut, LIME, LEMON, dan mungkin INCEST di chapter selanjutnya. Dan ini adalah UNCENSORED!
DON'T LIKE DON'T EVEN FUCKING READ!
ENJOY~
"Aku menang!" teriak Mei sambil loncat-loncat dan melakukan tarian kemenangan. Para anggota lainya hanya menatap horror kearah Naruto lalu kearah Mei.
"Kenapa?" tanya Naruto sedikit khawatir dengan tatapan anggota yang lain karena mengandung unsur iri, kasihan dan sedih?
"Kaa-san senang telah membesarkanmu sampai 6 orang memperebutkanmu nak. Kaa-san kira.., Naru-chan tidak dapat melihat matahari terbit lagi." Dengan air mata menetes, Kushina pergi meninggalkan ruangan dengan nafas tersengal-sengal, di ikuti oleh Fuuka dan Erza.
"He? Ada apa ini? Kok kayak aku mau mati saja?" Naruto dengan wajah gugup menghampiri Erza dan menatapnya seakan memintanya menjelaskan.
"Mei-senpai… adalah salah seorang yang terbuas di atas kasur. Waktu dulu.., ada seorang pria yang meninggal karena berhubungan sex dengan Mei-senpai. Ada yang ekstrim sampai bilang kalo Mei-senpai itu Succubus.., tapi memang begitu Mei-senpai." Erza menatap Naruto dengan tatapan yang sama lalu ikut meninggalkan ruangan. Naruto menoleh kearah Kyuubi hanya mendapati Kyuubi berada di sampingnya.
"Naru-chan. Lihat, itu kamera," Kyuubi menunjuk suatu sudut ruangan. "Itu juga kamera, dan di sana juga. Jika Naru-chan tidak kuat, lambaikan tangan Naru-chan kearah kamera, dan salah satu dari kami akan menggantikan.." sampai di sini Naruto menghela nafas yang di tahanya, dan berniat agar sesegera mungkin melambaikan tanganya saat 'acara' di mulai. "Mei. Jadi nanti Naru-chan akan melanjuatkan apa yang Naru-chan perbuat sampai batas waktu yang di tentukan." Naruto sekarang menjadi menelan ludah setelah mendapat 'pengarahan' dan petunjuk dari Kyuubi sebelum melihat Mei sudah berjalan di belakangnya. Pakaian atasnya sudah menghilang dan hanya menyisakan training dan bra berwarna ungu.
"Naruto-kun~ Ayo mulai~"
"Suara Mei sudah terdengar, Naru-chan akan mencoba bertahan di sini sampai batas waktu yang di tentukan. Mampukah Naru-chan bertahan? Jangan kemana-mana.. tetap di.." belum selesai Kyuubi mengintro ala 'Masih Dunia Lain', Kyuubi sudah di tending keluar dari ruangan oleh Mei yang sepertinya sudah tidak sabar lagi.
WARNING! LEMON ADA DI SINI! JIKA ANDA TIDAK INGIN MEMBACANYA *YANG SEPERTINYA PECUMA KARENA INTI FIC INI ADALAH LEMON* MOHON DI SKIP KE BAGIAN SEPERTI INI DI BAWAH! KAU SUDAH DI PERINGATKAN!
"Mei-baa-chan?" sebuah urat nadi muncul di pelipis Mei dan senyum manis plus imej shinigami berada di belakangnya.
"Baa-chan? Panggil Mei.., Onee-chan~" dan Mei langsung menerkam Naruto.
Ruang 'control'
"Makjan.., Kushi-chan, apa kau gak pernah ngasih tau anakmu itu jangan pernah menyinggung perempuan dengan umurnya?" tanya Fuuka yang sweatdrop melihat Mei yang menyuruh Naruto memanggilnya 'Onee-chan'.
"Sering.., tapi Naru-chan memang sering begitu.., jadilah kena batunya. Kini kita hanya bisa berdoa untuk keselamatan Naru-chan agar bisa kembali dengan utuh dalam satu bagian." Kata Kushina dengan nada serius dan matanya menatap layar berharap banyak anaknya selamat kali ini.
Ruangan tempat 'uji nyali'
Naruto hanya dengan celana dalamnya. Celananya sudah di robek oleh Mei yang tidak sabaran. Karena ketakutan Naruto tidak menyadari ada sebuah barbell di lantai dan jatuh tersungkur karena tersandung barbell tersebut.
"Hehehe~ diamlah dan menjadi anak manis Naru-chan~" Mei mengunci tubuh bagian atas Naruto dengan posisi 69 dan tanganya sudah meraba-raba celana dalam Naruto yang memiliki tonjolan cukup besar.
"Ayo kita buka hadiahnya!" Mei dengan cepat merobek celana dalam Naruto dan ternga-nga dengan isinya. Sebuah penis berukuran 8inchi dengan lebar 2inchi sudah menegang seperti tiang bendera di lapangan upacara.
Ruang control
"HOLY SHIT!" semua anggota yang melihat termasuk juga Kushina berteriak karena melihat ukuran Naruto yang sama dengan bintang-bintang bokep yang sering mereka tonton. Tak terkecuali Kushina yang selama ini tidak tahu kalo Naruto mempunyai benda seperti itu.
"Ku-Shi-Na~" Kushina merinding lalu menoleh kearah para anggota yang lain yang mendeath-glarenya karena tidak pernah bercerita mempunyai anak seperti Naruto.
"Apa?" dengan gemetar Kushina menjawab
"Kenapa kau tidak pernah memberi tahu kami kalo Naru-chan punya 'benda' seperti itu?" dengan suara sangat 'manis' Kyuubi bertanya pada Kushina.
"Aku tidak tahu! Beneran! Suer." Kushina dengan jari membentuk huruf 'v' berusaha untuk mencoba menjelaskan.
"Minato juga gak segede gitu! Malah Cuma setengahnya juga enggak!" berusaha untuk lebih meyakinkan, Kushina tidak sadar kalo telah mempermalukan suaminya. Hukuman untuk menyembunyikan sesuatu dari anggota yang lain adalah; di rape oleh anggota yang lain sampai kelima anggota yang lain itu merasa puas. Dan dengan adanya Mei dan Kyuubi, tentunya itu adalah hukuman yang sangat parah, sedikit kurang parah dari hukuman mati.
"Baiklah. Kami ampuni kali ini karena energy kami akan terpakai untuk Naru-chan. Karena setelah Mei, kami berempat dan mungkin berlima jika Mei mau lagi akan merape Naru-chan sebagai ganti Kushi-chan. Dan Kushi-chan hanya bisa bergabung jika Kushi-chan yang ingin di rapenya bersama dengan Naru-chan." Kyuubi mengeluarkan ultimatum kepada Kushina dengan seringai jahat yang dapat membuat siapa saja ketakutan. Kushina hanya mengaguk pasrah dengan keadaanya.
"Dan sekarang, mari kita lihat bagaimana Naru-chan mencoba mempertahankan hidupnya."
Ruang 'uji nyali'
"Ahh~" Naruto mendesah saat Mei menjilati kepala penisnya sambil mengocok bagian bawah penisnya dan memainkan testis Naruto. Dimulai dari menelusupkan lidahnya ke dalam lubang kencing Naruto, lalu menjilati kepalanya sampai antara kepala dan batang penis Naruto yang membuat Naruto mendesah lebih keras akan sensasinya. Tangan Mei tidak henti-hentinya memainkan testis Naruto. Remas, pijat, pilin, atau cubit dengan pelan. Tangan terlatih Mei sanggup membuat Naruto cepat keluar.
"Onee-chan~" Naruto berteriak, kakinya gemetaran karena tidak kuat akan sensasi yang di berikan oleh Mei. Mungkin Naruto memang bukan perjaka karena keperjakaanya sudah di ambil oleh Mikoto, ibu Sasuke sekaligus teman akrab Kushina saat Naruto menginap di rumah Sasuke.
"Hm~ semen anak muda.., lebih segar dari biasanya~" Mei mengocok penis Naruto dengan kepala penis Naruto di dalam mulut Mei, seakan mencoba untuk memerah semen Naruto sampai habis.
"Hah hah.., memang beda dari yang biasa sama ahli." Naruto berguman yang sepertinya terdengar oleh Mei.
"He? Kau bukan perjaka toh? Sama siapa tuh?" terkejut dengan apa yang dia dengar, Mei bertanya kepada Naruto.
"Uchiha Mikoto." Naruto hampir saja tertidur lelap sebelum penisnya di remas oleh Mei yang mempunyai seringai pervert seperti author fic ini.
"Kita belum selesai.., Naru-chan~"
Ruang control
"HOLY SHIT!" untuk kedua kalinya, para anggota 'Red Heads' berteriak dengan kata yang sama dan berbarengan pula.
"Ku-Shi-Na~" dan lagi-lagi.., Kushina yang jadi sasaran..
"Ini beneran sumpah kagak tahu! Dan itu MIKOTO!" frustasi dengan apa yang terjadi, Kushina mulai mengamuk dan rambutnya bercabang menjadi 9 bagian.
"Dan kau Naruto…, awas nanti kalo bagian Kaa-san.. awas nanti karena gak ngajak-ngajak Kaa-san! Dan awas pula kau Mikoto! Gak ngajak-ngajak ngambil keperjakaan Naru-chan!" aura kehitaman keluar dari tubuh Kushina sambil mulutnya komat-kamit mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor yang membuat Tayuya.., anggota Red Head yang masih di mos memerah karena perkataan Kushina yang sangat terangat sangat tidak baik.
Ruang 'uji nyali'
"Ahh~ ahh~ terus~ terus~ lebih keras~" dengan posisi doggy-style, Naruto memaju-mundurkan penisnya di vagina Mei, desahan dan erangan terdengar jelas di ruangan ini. Naruto juga tidak tinggal diam, Naruto mencium leher Mei dan memberikanya hickey, suatu tanda 'cinta' yang memerah di leher sebelah kiri Mei. Dan Mei dengan senang hati 'mencurahkan' segala perasaan senang yang keluar dari dalam mulutnya dengan mendesah sensual yang membuat Naruto semakin bernafsu.
"Naru-chan~ chuu~" Mei memonyongkan bibirnya yang di mengerti oleh Naruto dan segera memulai silat lidah yang entah keberapa kalinya tersebut. Tangan kanan Naruto mulai menyusuri lengkuk tubuh Mei dari atas.., meremas-remas payudaranya dengan pelan dan memilin putingnya yang membuat Mei mendesah di mulut Naruto. Tangan kirinya memeluk dan memegangi Mei agar tidak jatuh, sesekali memilin putting payudaranya. Tangan kanannya lama-lama berpindah dan menyusuri lekuk tubuh Mei yang indah. Dengan perlahan yang membuat Mei menahan nafasnya karena sedikit geli, tangan kanan Naruto menemukan sasaranya. Sebuah lubang di atas paha dan di bawah pusar. Lubang mungkin kurang tepat, karena yang di carinya sekarang adalah sebuah tonjolan kecil di atas lubang tersebut.
"Hiie~ ahh~ ah~ ah~" gerakan maju mundur Naruto makin cepat, tangan kirinya kini memilin puting Mei dengan cepat seirama dengan tonjolan yang di bawah yang di permainkan oleh tangan terampil Naruto. Membuat Mei serasa terbang ke langit ke 7, cairan yang keluar dari vagina Mei makin lama makin banyak dan sekarang nyaris sampai di puncaknya.
"Naru-chan~ Onee-chan mau keluar~ ahh~ ah~ ah~ AIEEE~" cairan cinta Mei keluar berhamburan ke lantai ruangan, bersatu dengan keringat yang bercucuran di lantai. Vagina Mei yang menyempit membuat Naruto semakin kenikamata. Dekapan hangat dinding vagina di awal ronde tidak ada bandingannya dengan yang ini. Dinding vagina Mei seakan menahan dan mencekik penis Naruto agar ejakulasi di dalam Mei.., Naruto yang memang sudah hampir sampai pada batasnya, tidak bisa menahan lagi dan keluar di dalam vagina Mei, langsung menuju Rahim karena banyak dan kerasnya orgasme Naruto.
"Hah, hah, hah, cape sangat.." Naruto tersengal-sengal. Dengan wajah horror, Naruto merasakan penisnya yang mengecil karena sudah keluar barusan di remas dan di genggam oleh dinding vagina Mei yang sepertinya sudah sadar dan turun dari 'langit ke-7''nya..
"Kau pikir dua ronde akan cukup Naru-chan? Masih ada sekitar 3 ronde lagi~" dengan nada sensual, Mei mulai menaiki Naruto bak cowboy atau cowgirl menaiki sapinya. Naik turun dengan liar tanpa mengetahui di bawahnya merasakan kesakitan karena tertindih dan gaya cowgirlnya yang terlalu extreme, dan kenikmatan karena kali ini dirinya tidak bekerja untuk memuaskan Mei dan tidur sambil menghisap payudara Mei bak bayi baru lahir.
"Terus~ hisap Naru-chan~ bayangkan aku ini adalah Kushi-chan yang memberimu susu tiap hari tanpa mengenal tahun dan umur. Kamu bisa menghisap di sini kapan saja Naru-chan~" perkataan penuh nafsu dari Mei membuat gairah Naruto kembali, tanpa ragu ikut maju-mundurkan pinggulnya. Menyebabkan pinggul bertemu dengan pinggul dan kepala penis Naruto menyentuh mulut Rahim Mei yang membuat mata Mei nyaris berputar kebelakang.
"Naru-chan~" tatapan penuh nafsu dan rasa hormat terlihat di mata Mei karena pemuda ini bisa memuaskanya. Sesuatu yang sangat terangat sangat langka yang pernah di rasakan Mei.
Mei menunduk dan menggigiti pelan bagian belakang kuping Naruto sebelum menjilatnya dan berbisik dengan sexy di kuping Naruto yang membuat Naruto bisa merasakan panasnya nafas Mei yang sensual dan seperti aphrodisiac.
"Aku sekarang milikmu Naru-chan~ bisa digunakan dimana saja dan kapan saja~ Naruto-chama~" dengan insting, Naruto menggigit leher Mei sampai berdarah yang mengakibatkan dinding vagina Mei menyempit karena rasa terkejut dan sakit yang di rasakanya. Naruto mendengus di leher Mei karena mulutnya tertutup leher Mei yang sedang di gigitnya. Kehangatan yang lebih dari awal dan sempitnya vagina Mei sudah cukup untuk membuat Naruto mengeluarkan spermanya untuk yang ketiga kalinya hari ini. Rasa hangat dari sperma Naruto membuat Mei mendesah keras dan mempererat pegangan dinding vaginanya pada penis Naruto yang membuat Naruto mengeluarkan semua isi spermanya kali ini di dalam vagina dan Rahim Mei. Naruto melepaskan leher Mei dan melihat ada bekas tanda merah dengan taring yang sedikit lebih besar dan tajam dari gigi lainya terpampang di leher Mei agar semua orang tahu kalau Mei itu milik Uzumaki Naruto seorang.
"Mei… Miliku... Seorang..." guman Naruto setelah kecapaian dan jatuh pingsan. Tangannya melambai sekilas kearah kamera.
"Yeah milikmu seorang.." Mei yang biasanya sanggup 4-5 ronde kini hanya bisa tergeletak tak berdaya dengan apa yang baru saja di rasakanya.., rasa sakit dan nikmat yang di reguknya barusan mengalahkan lelaki lain yang pernah bercinta dengannya. Dan sekarang Mei sudah menetapkan akan menikah dengan Naruto. Kushina setuju atau tidak, selalu ada jalan. Dan para anggota Red Head akan membantunya, atau memperebutkanya kalau tau Naruto bisa hebat seperti ini. Mei hanya bisa menghela nafas dan tertidur di samping Naruto yang tidur karena aktivitas hari ini. Siapa yang tahu kalau nge-gym itu mengasikan, melelahkan dan Mei juga sangat menikmatinya.
LEMON SELESAI! BUAT YANG GAK BACA LEMON, BISA BACA DENGAN TENANG!
Ruang control
"Itu tandanya!" teriakan Erza membangunkan yang masih pada cengo yang tidak percaya bahwa ada seseorang yang bisa mengimbangi Mei dalam 'pertarungan' di atas ranjang. hanya Erza yang melihat kalau Naruto tidak sengaja melambaikan tanganya kearah kamera dan secara tidak langsung membuatnya 'memanggil' anggota yang lain.
"Semua maju!" teriak Kyuubi yang berlari dan mendobrak pintu ruangan tempat 'uji nyali' dilaksanakan.
Ruang 'uji nyali'
Sesampainya di sana.., mereka tercengang dengan posisi tidur Naruto dan Mei yang selayaknya seperti pengantin baru. Dangan marah, Kushina beraksi seperti layaknya pemimpin yang memerintah anak buahnya.
"Fuuka! Nevan! Bawa air satu ember!" teriak Kushina yang perintahnya langsung di laksanakan para 'bawahanya', dua buah ember yang di bawa masing-masing oleh satu orang akhirnya datang. Dengan sebuah anggukan kepada Kyuubi, Kushina dan Kyuubi mengangkat ember tersebut dan membanjur kedua insan yang tertidur itu.
BYUR!
"AHH! Tsunami! Banjir!" kedua orang yang barusan tertidur pulas terbangun dan mendapati sedang di tatap dengan glare dari anggota Red Head.
"Apa?" keduanya bertanya kepada anggota yang lain dengan muka teler dan masih ngantuk.
BYUR!
"AHH!" dengan muka terbelalak, Naruto dan Mei kini sudah sadar sepenuhnya dan mendapati sedang di kelilingi oleh anggota lain.
"BANGUN!" sahut Kushina.
"Kita rapat sekarang mengenai Naruto. Naruto, kau tidur lagi sana untuk keputusan akhirmu!" nada memerintah Kushina tidak berani di ganggu gugat oleh siapapun, dan dengan telanjang dan basah, Mei meninggalkan ruangan digiring anggota lain menuju 'ruang rapat.'
Naruto yang tertidur kembali, tidak sadar bahwa keputusan yang akan di buat oleh para anggota Red Head akan mengubah hidupnya.., selamanya.
Akhirnya jadi juga~
Etto.., ini cuma akan jadi plot jika bagian 7some.., jadi Randz tidak perlu bingung kalo bikin 7some. Chapter selanjutnya adalah Kushina. Dengan berbeda plot lagi seperti pada game-game Eroge~
Kalo gak ngerti, liat chapter depan pasti ngerti... ==d
SETIAP FLAME ANDA AKAN MEMBUAT LEMON SAYA SEMAKIN PANAS. DAN JIKA ANDA MEMANG BUKAN PENGECUT.. FLAME DENGAN AKUN RAWR! ==p
Dan poll masih terbuka untuk chapter 4~ ^~^
NB: Chapter depan.., Lemonya bakalan lebih panjang dan gak kepotong kayak gini.. PERCAYALAH!
R
E
V
I
E
W
?
II
V
