Jadi apa yang harus dilakukan Do Kyungsoo untuk menggapai cinta yang sempurna?

Apakah Kyungsoo harus melanjutkan perjodohannya dengan Park Chanyeol? Dan sedikit demi sedikit membangun ketertarikan bersama pria itu?

Atau ...

Apakah Kyungsoo harus menyatakan perasannya pada Kim Jongin? Kemudian secara terang-terangan mengejar cinta pemuda itu?

Atau ...

Apakah Kyungsoo harus mengajak Oh Sehun ke dalam hubungan percintaan -pacaran-? Lalu melakukan skinship lebih dengannya?

Semua itu mungkin saja dilakukan.

Dan mungkin tak akan terlalu sulit ...

Jika saja …

Park Chanyeol tidak memiliki Byun Baekhyun, kekasih yang sangat dicintainya.

Jika saja …

Kim Jongin bukanlah seorang yang phobia akan komitmen.

Jika saja …

Oh Sehun bukanlah seorang biseksual.

.

.

Jadi apa Do Kyungsoo harus menyerah, bahkan sebelum mencoba?

.

.

©Angelsoo Proudly Present

THE THEORY OF LOVE

(A month with Oh Sehun)

-Do Kyungsoo; Oh Sehun; Kim Jongin; Park Chanyeol-

Rated T

Warn : Kyungsoo genderswitch; full of hunsoo

Genre : Drama; romance


Seorang ahli Psikologi, Robert J. Sternberg, pernah mengemukakan sebuah teori yang dikenal sebagai Teori Segitiga Cinta. Menurut teori tersebut cinta yang sempurna terdiri atas tiga aspek, yaitu keintiman, gairah, dan komitmen.


Setelah menghabiskan waktu sekitar tiga hari untuk bersemedi di dalam kamar guna berpikir apakah ia harus menyerah atau memperjuangkan cinta sempurna yang diimpikannya. Dengan mempertimbangkan berbagai hal terutama kebahagiaan hati dan masa depannya, maka Do Kyungsoo memutuskan untuk mencoba memperjuangkan cinta sempurna yang diinginkannya.

Berdasarkan rencana yang telah disusun sang gadis Do, maka ia akan berusaha menghabiskan waktu satu bulan bersama salah satu pria, kemudian satu bulan berikutnya bersama yang lain, dan satu bulan berikutnya lagi dengan pria yang lain lagi.

Dan saat tiga bulan perkelanaannya bersama tiga pria berbeda berakhir, ia akan lebih mudah memutuskan pria mana yang ditetapkan hatinya, untuk bersama menggapai cinta yang sempurna dengannya.

Bukan rencana yang mudah memang. Tapi bukankah kebahagian butuh perjuangan?

Do Kyungsoo sempat berpikir, tidakkah rencana tersebut membuatnya terlihat seperti seorang playgirl atau bahkan jalang? Namun ia segera menepis pemikiran tersebut. Do Kyungsoo bukan playgirl apalagi jalang, ia hanya sedang dalam pencarian seseorang yang dari awal telah Tuhan takdirkan.

.

.

-x-o-x-o-

.

.

Pria yang dipilih Do Kyungsoo untuk menjadi objek pertama dari rencananya, adalah pria yang paling mudah diajak kompromi menurutnya. Siapa lagi kalau bukan sahabatnya, Oh Sehun. Kedekatan antara dirinya dan Sehun, dianggap sang gadis dapat memperlancar rencananya.

Tanggal 10 April 2016 dipilih Do Kyungsoo untuk menjadi hari pertamanya bersama Oh Sehun.

.

.

The 1st day with Oh Sehun

Hari minggu yang cerah saat Do Kyungsoo perlahan terjaga dari tidur lelapnya selama kurang lebih 15 jam. Setelah hampir seminggu kurang tidur karena masalah percintaan yang sedang di hadapinya, Do Kyungsoo pikir ia memang butuh istirahat cukup sebelum melaksanakan rencananya.

Diliriknya jam weker digital yang ada di atas meja nakas tepat di samping tempat tidurnya. Pukul 9:03; masih cukup pagi menurutnya. Ia berniat kembali tidur, tetapi dibatalkan karena ia teringat bahwa hari itu adalah hari Minggu, tanggal 10 April 2016, hari pertamanya menjalankan rencana.

Maka Kyungsoo segera mengambil ponsel miliknya yang juga berada di atas nakas. Dibukanya aplikasi chatting, kemudian dicarinya kontak bernama Prince Oh -Sehun sendiri yang mengubah nama kontaknya- kemudian mulai mengetik chat.

Oh Sehun, apa kau sedang sibuk? Mari kita bertemu, ada yang ingin ku bicarakan padamu.

Tapi Kyungsoo segera menghapus chat tersebut, terlalu kaku menurutnya.

Do Kyungsoo mulai mengetik kembali.

Oh, ayo keluar! aku bosan di rumah.

Setelah membaca berkali-kali apa yang sudah ditulisnya, Kyungsoo kembali menghapusnya. Terlalu sok asyik untuk ukuran mengajak bertemu guna membicarakan hal serius, pikirnya.

Do Kyungsoo mulai mengetik lagi.

Hari ini kau ada rencana kemana? aku akan ke LOTTO cafe, kita bisa pergi bersama jika kau mau.

Kurang berterus terang, bagaimana jika Sehun tidak mau pergi, karena menurutnya ajakan Kyungsoo hanyalah ajakan nongkrong biasa, tanpa ada urusan penting yang harus dibicarakan.

Kyungsoo kembali menghapus chat tersebut.

Gadis Do mulai berpikir bagaimana seharusnya ia mengirim chat pada Sehun.

"Arrgh! sejak kapan mengirim chat pada Sehun jadi sesulit ini?" Kyungsoo mulai frustasi.

Tiba-tiba terdengar suara notifikasi chat masuk dari ponselnya. Kyungsoo segera melihat, dan ternyata dari Sehun.

Panjang umur juga itu anak, pikir Kyungsoo. Ia segera membuka chat tersebut.


From : Prince Oh

Jangan mencariku dua hari ke depan Do! aku akan liburan di Jeju.


Kyungsoo hanya bisa melongos dan menghela nafas pasrah. Ia memutuskan untuk kembali tidur.

Hari pertama terlewati tanpa ada hal berarti yang terjadi.

.

.

The 3rd day with Oh Sehun

Kyungsoo sengaja menyetting alarmnya pada pukul 00:00. Hal ini ia lakukan karena tanggal 12 April adalah ulang tahun Sehun, sebagai sahabat yang baik ia berharap jadi orang pertama yang memberi selamat. Toh biasanya Oh Sehun juga jadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun padanya di tanggal 12 Januari -hari ulang tahun Kyungsoo-. Hubungan timbal balik menurutnya.

.


To : Prince Oh

Selamat ulang tahun Oh!

To : Prince Oh

Aku orang pertama yang mengucapkannya, benarkan?


Dua menit kemudian Oh Sehun membalas chat-nya.


From : Prince Oh

Terimakasih ms. Do..

From : Prince Oh

Sayangnya kau kalah cepat.


To : Prince Oh

Jadi siapa yang mendahuluiku? Aku tau kau tak punya kekasih yang mau repot-repot mengirimimu ucapan selamat ulang tahun tengah malam begini.


From : Prince Oh

Ibuku mengucapkannya tadi sebelum ia pergi tidur.

From : Prince Oh

Hehe


To : Prince Oh

Itu lucu Oh!

To : Prince Oh

kapan kau pulang?


Kyungsoo menautkan alis tebalnya, sebab hingga beberapa menit setelahnya Sehun belum juga membaca chat terakhirnya.

Mungkir Sehun tertidur, begitu pikirnya.

Ia beranjak dari atas kasurnya, hendak ke kamar mandi, karena tiba-tiba ia ingin buang air kecil.

Sekembalinya Kyungsoo dari kamar mandi, ia mendapati ponselnya berdering, pertanda ada panggilan masuk. Kyungsoo mengecek siapa yang meneleponnya malam-malam. Ternyata Sehun.

Kyungsoo menyamankan posisinya dengan duduk bersila di atas kasur sambil memangku bantal, kemudian menjawab panggilan Sehun.

Kyung : "Ada apa meneleponku Oh?"

Sehun : "Kau tidur Kyung? Lama sekali mengangkat teleponku."

Kyung : "Aku baru saja dari kamar mandi. Jadi ada apa?

Sehun : "Seharusnya aku yang bertanya.. kenapa kau menanyakan kepulanganku?"

Kyung : "Oh itu.. "

Sehun : "Kau menyiapkan kejutan ulang tahun untukku?"

Kyung : "In your dream, Oh!"

Sehun : "Hahahaha"

Kyung : "Jadi kapan liburanmu selesai?"

Sehun : "Kau percaya aku liburan?"

Kyung : "Maksudmu?"

Sehun : "Stupid!"

Kyung : "Oh!"

Sehun : "Do!"

Kyung : "Aku tutup teleponnya!"

Sehun : "Aku kembali besok pagi, mungkin sampai di rumah siang."

Kyung : "Not my business."

Sehun : "Oke. tidurlah Do! Aku tutup tele..."

Kyung : "Aku akan ke rumahmu besok. Ada yang harus ku bicarakan."

Kyungsoo menutup teleponnya, bahkan sebelum Sehun sempat menjawab.

.

Karena tidak ada jadwal kuliah, keesokan paginya Kyungsoo bangun sekitar pukul 9. Bermalas-malasan di atas kasurnya sebentar, kemudian bangun untuk mencuci wajah dan menyikat gigi sekenanya.

Lalu Kyungsoo turun untuk sarapan. Ibunya mengomel, karena hari sudah siang tapi anak gadisnya belum juga mandi, malah makan dengan nikmatnya.

Untuk menghindari omelan ibunya, Kyungsoo berjanji akan mandi setelah selesai makan. Padahal rencana sebelumnya, ia ingin bermalas-malasan di atas sofa ruang tengah, sambil menonton tv dan makan camilan. Tapi rencana tinggal rencana.

Selesai makan Kyungsoo naik lagi ke lantai dua, menuju kamarnya. Ia sempat mengecek ponselnya sebentar, kemudian beranjak mandi.

Setengah jam kemudian Kyungsoo keluar dari kamar mandi. Mengenakan bathrobe warna baby blue dan handuk yang disampirkan di kepala, untuk mengeringkan rambut sehabis keramas.

Namun ia dikejutkan oleh keberadaan Sehun di atas kasurnya. Pemuda Oh itu sedang asyik memainkan ponsel sambil tiduran dengan posisi tengkurap. Separuh kakinya menjuntai di pinggiran kasur.

"Ouh! Sehunah!" Kyungsoo segera membalik badan, membelakangi Sehun.

"Ooh.. akhirnya kau selesai juga Do!"

"Apa yang kau lakukan di kamarku huh?" Kyungsoo masih memunggungi Sehun.

"Bukankah sudah biasa aku ke sini? Dan kenapa kau terus membelakangiku?"

"Aku malu bodoh!"

"Kenapa? apa karena kau tidak memakai bra-mu?" Sini biar aku liat, hehehe." Sehun beranjak dari atas kasur dan berjalan mendekati Kyungsoo, sambil terkekeh.

Tidak ingin Sehun terus mendekatinya, Kyungsoo berbalik dengan menutupi bagian dadanya.

"Berhenti di situ Oh Sehun!" Kyungsoo menghentikan pergerakan Oh Sehun yang telah berada kira-kira dua meter di depannya.

Oh Sehun yang sempat berhenti sejenak, kembali melangkah mendekati Kyungsoo.

"Oh Sehuuuun! Berhentiiiiiii! Kyungsoo berteriak sangat keras.

"Hahahaha aku bercanda bodoh!" Sehun berbalik dan beranjak keluar kamar Kyungsoo.

Kemudian dari balik pintu kamar Kyungsoo, Sehun berteriak,

"Aku di teras belakang, kyungstupid!"

.

Do Kyungsoo turun dari kamarnya dengan mengenakan ripped jeans longgar sedikit di atas lutut, v-neck t-shirt berwarna abu-abu, serta handuk kecil di kepala untuk mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah. Menyempatkan diri pergi ke dapur untuk mengambil secangkir teh, kemudian ke ruang tengah mengambil koran pagi. Selanjutnya ia berjalan ke teras belakang, menemui Sehun.

Dari pintu menuju teras belakang, Kyungsoo melihat Sehun sedang asyik dengan poselnya.

"Kau tidak bekerja Oh?" Kyungsoo berjalan melewati Sehun dan duduk di kursi yang bersebelahan dengan kursi Sehun –dengan meja kecil sebagai pemisah.

"Aku baru saja pulang." Sehun meletakkan ponsel dipangkuannya.

"Maksudmu?" Kyungsoo meletakkan cangkirnya di atas meja.

"Aku tidak liburan bodoh! Ouh! Apa kau membawakan teh untukku?" Sehun mencomot cangkir teh dari atas meja.

"Tidak. Kalau kau mau ambil saja di dapur."

Sehun mulai menyesap tehnya.

"Itu sisaku Oh!" Kyungsoo mengucapkannya sambil mebelalakkan mata.

"Sejak kapan jadi masalah?" Sehun kembali menyesap tehnya, kali ini sampai habis.

Kyungsoo yang sempat tercekat karena kelakuan Sehun, kembali menormalkan ukuran pupil matanya dan membuang nafas yang tadi sempat ia tahan.

"Jadi kenapa kau ke sini Oh?" Kyungsoo meluruskan posisi duduknya setelah sempat menghadap Sehun.

"Kau bilang ada yang ingin kau bicarakan." Sehun kembali berkutat dengan ponselnya.

"Aku tidak memintamu ke sini, aku bilang aku yang akan ke rumahmu." Kyungsoo mulai membuka koran paginya.

"Apa bedanya sih?"

"Entah, aku menangkap adanya maksud tersembunyi dari keberadaanmu di rumahku." Kyungsoo sedikit mengangkat bahunya.

"Hahaha apa maksudmu? Aku ke sini murni karena kau bilang ada yang harus dibicarakan." Sehun menghadap ke arah Kyungsoo.

"Aku tau kau tidak sepeduli itu Oh!"

"Hahahahaha kau begitu mengenalku Kyung! Sebenarnya aku ke sini karena aku kelaparan.. sepulang dari Jeju aku tak menemukan ibuku di rumah, juga tidak ada makanan, jadi aku minta makan pada bibi Do ..."

"Itu maksudku Oh." Kyungsoo menyela penjelasan Sehun, sambil memutar bola mata jengah.

"… tapi mengingat tadi malam kau bilang ada yang harus dibicarakan, jadi aku menemuimu. So, aku tidak sepenuhnya tidak peduli Do!" Sehun mengarahkan ponselnya ke taman bunga yang ada di hadapan mereka.

"Jadi di mana ibuku sekarang?" Kyungsoo masih berkutat dengan korannya.

"Entah, tadi bibi Do bilang akan keluar sebentar. Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" Kali ini Sehun mengarahkan ponselnya ke Kyungsoo.

"Kau janji tidak akan menertawakannya?" Kyungsoo mengalihkan perhatiannya pada Sehun.

"Tergantung." Sehun menjawab enteng.

"Berjanjilah Oh.. ini masalah serius."

"Serius?"

Kyungsoo mengangguk sebagai tanggapan.

"Jika itu harus, maka aku janji."

"Ehm!" Kyungsoo melipat koran paginya dan meletakkannya di atas meja. Kemudian kembali berujar,

"Bisa kau berhenti memotretku dulu Oh? Aku merasa seperti selebritis jika harus bicara sambil dipotret."

"Hahaha bukankah kau memang Do-nna, Madonna."

"Itu lucu Oh!" Kyungsoo mendelikkan matanya.

Sehun mengalihkan fokus kamera ponselnya, kali ini ke kakinya atau mungkin ke sandal jepit yang sedang dikenakannya.

"Baiklah aku serius sekarang. Mulailah!" Sehun berujar datar.

"Ehm!" Kyungsoo berdehem sebelum mulai bercerita.

Do Kyungsoo menceritakan semua masalahnya pada Oh Sehun. Dari A sampai Z, dari awal sampai akhir. Selama Kyungsoo bercerita, Sehun terus bermain dengan kamera di ponselnya. Kadang ia memotret taman bunga, kadang kakinya, kadang Kyungsoo, bahkan semut di pinggiran cangkir sisa tempat teh tak luput dari keisengannya.

Kyungsoo menghembuskan nafas panjang saat mengakhiri ceritanya.

"Apa sudah selesai?"

"Ya..."

"Cerita yang menarik."

"Sehunah, apa kau serius mendengar ..."

"Jadi apa aku orang pertama?" Sehun memandang Kyungsoo dengan wajah serius.

Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, kemudian mengangguk takut-takut.

"Dan kau ingin aku jadi kekasihmu?"

Kyungsoo kembali mengangguk.

"Hanya satu bulan!" Kyungsoo mengacungkan jari telunjuknya di depan wajahnya yang tampak melas.

"Ehm! Let's make a deal!" Sehun kembali menghadap lurus ke depan, setelah tadi sempat menghadap Kyungsoo.

"Aku serius Sehunah.." Kyungsoo berujar dengan wajah serius.

"Aku juga serius." Sehun meletakkan ponselnya di atas meja.

"Sehunah.. "

Sehun tak menjawab.

Kyungsoo yang merasa tak ditanggapi serius oleh Sehun, beranjak dari tempat duduknya.

Kyungsoo melewati Sehun, hendak kembali ke dalam rumah, tapi tiba-tiba Sehun menarik tangannya. Kyungsoo jatuh di pangkuan Sehun dengan posisi menyamping.

Kemudian Sehun berbisik lirih di telinga Kyungsoo.

"Ayo pacaran, tapi jangan menyesal jika akhirnya kau benar-benar jatuh hati padaku."

"Apa maksud ... "

Belum sempat Kyungsoo menyelesaikan pertanyaannya, ponsel Sehun yang ada di atas meja berdering.

Sehun mengambil ponselnya, kemudian menjawab panggilan tersebut.

"Ya bu?"

...

Kyungsoo hendak bangun dari pangkuan Sehun. Tapi Sehun menahannya, dengan semakin mengeratkan lingkaran tangannya di pinggang Kyungsoo.

Kyungsoo mendelik. Sehun tersenyum tipis di sela-sela obrolan bersama ibunya.

"Aku di rumah Kyungsoo bu.."

...

"Ya, baiklah. Posisi Ibu dimana?"

...

"Ya aku akan sampai sejam lagi."

...

"Yaya setengah jam lagi."

...

"Oke oke baiklah. lima belas menit lagi."

Sehun menutup teleponnya.

"Ibu memintaku menjemputnya. Apa ibuku mengganggu momen kita?" Sehun mengucapkannya sambil memandang intens wajah Kyungsoo dari samping.

"Tidak sama sekali Oh!" Kyungsoo memalingkan wajah Sehun agar tak terus-terusan memandangi wajahnya.

Merasa tangan Sehun tak lagi erat melingkari pinggangnya, Kyungsoo memanfatkan kesempatan tersebut untuk bangun dari pangkuan Sehun, dan berlari ke dalam rumah.

"Cepat jemput bibi, Oh! atau ia akan mengomel!" Kyungsoo berteriak dari dalam rumah.

"Apa hari ini hari pertama kita?" Sehun juga berteriak.

"Ini hari ketiga Tuan Oh!"

Sehun menanggapi dengan berucap lirih pada dirinya sendiri.

"Ck! kenapa ia baru memberitahuku sekarang kalau begitu?"

.

.

The 4th day with Oh Sehun

Kyungsoo sibuk di kampus dari pagi hingga petang. Sehun sempat mengiriminya chat di waktu makan siang yang menanyakan keberadaan Kyungsoo. Kyungsoo membalas bahwa ia sedang sibuk di kampus. Dan Sehun hanya membaca chat dari Kyungsoo tanpa membalasnya.

.

.

The 6th day with Oh Sehun

"Ibu.. bukankah yang di taman belakang itu Vivi, anjing milik Sehun?"

"Ya.."

"Lalu di mana pemiliknya?"

"Entah, bibi Oh yang menitipkannya kemarin di sini."

"Ibu tidak tanya mereka akan ke mana?"

"Katanya mereka ada keperluan. Mungkin liburan?"

"Aa~"

.

Kyungsoo mondar mandir di depan pagar rumahnya, sambil sekali-kali melihat ke rumah sebelah -rumah Sehun. Tapi rumah Sehun tampak sepi, tak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Mungkin mereka benar-benar pergi liburan, pikir Kyungsoo.

.

.

The 7th day with Oh Sehun

Sebagaimana hari libur seperti biasanya, Kyungsoo bangun agak siang. Gadis Do itu turun dari kamarnya dengan masih menggunakan daster tidur selutut bergambar tokoh animasi dari film The Penguins Of Madagascar, serta rambut hitam panjangnya yang diikat asal.

Kyungsoo melihat ibunya sedang mengobrol dengan seseorang di meja yang biasa digunakan untuk makan. Setelah lebih dekat, barulah Kyungsoo tau kalau teman mengobrol Ibunya adalah Bibi Minsoek –Ibu Sehun.

"Pagi Bibi, bagaimana liburannya? Menyenangkan?" Kyungsoo menyapa Minsoek sambil menuangkan air putih ke dalam gelas.

Kyungsoo melihat Ibunya mengedip-ngedipkan mata ke arahnya. Tapi Kyungsoo tak mengerti maksudnya.

"Liburan? Siapa yang pergi liburan?" Minsoek bertanya balik.

"Ibu bilang Bibi sekeluarga pergi …"

Kyungsoo belum menyelesaikan kalimatnya, saat ibunya berujar…

"Mereka pergi ke rumah sakit Kyung, Sehun harus dioperasi."

Kyungsoo tersendak air putih yang sedang diminumnya.

"Uhukuhuk.. Sehun sakit apa Bibi Oh? Apa dia masih di rumah sakit sekarang? Bagaimana keadaannya?" Kyungsoo bertanya dengan suara tercekat dan raut wajah khawatir.

"Apendisitis, dia di rumah se…"

Sebelum Minsoek menyelesaikan kalimatnya, Kyungsoo telah berlari keluar rumah, dan pergi menemui Sehun.

.

Di rumah Sehun, Kyungsoo langsung naik ke lantai dua dan menuju kamar Sehun. Di depan pintu ia sempat ragu harus masuk apa tidak, ia takut mengganggu Sehun yang sedang istirahat. Akhirnya Kyungsoo memutuskan untuk mengetuk pintu.

"Masuklah!" Sehun menjawab dari dalam kamar.

Kyungsoo membuka pintu perlahan, saat melihat Sehun tengah bersender ke kepala ranjang sambil memainkan ponsel, ia berjalan cepat ke arah Sehun.

"Kau sakit apa Oh?" Kyungsoo meraba kening Sehun.

"Apa kau mengkhawatirkan aku Do?" Sehun mendongak mencari bola mata Kyungsoo.

"Tentu saja bodoh!" Kyungsoo meninju pelan lengan Sehun.

"Jadi kau sakit apa Oh?" Kyungsoo duduk di pinggiran ranjang Sehun.

"Apendisitis."

"Apa itu semacam kanker ganas?" Kyungsoo berujar pelan.

"Stupid!"

Kyungsoo melongo.

"Itu usus buntu, bodoh!"

"Aa~ syukurlah.. kenapa kau tak memberitauku kalau kau sedang sakit Oh?"

"Kau bilang sedang sibuk di kampus."

"Maaf… Lain kali jangan sungkan memberitauku, apapun yang terjadi padamu, oke?!"

Sehun mengangguk.

"Apa sekarang kau sudah merasa baikan?"

Sehun kembali mengangguk.

"Tapi wajahmu masih pucat dan bibirmu tampak kering, kau yakin baik-baik saja?"

"Apa bibirku sekering itu?" Sehun tak lagi bersender pada kepala ranjang, ia mencondongkan tubuhnya ke arah Kyungsoo.

Kyungsoo mengangguk pelan.

"Mungkin ia butuh vitamin…"

Sehun semakin mencondongkan tubuh ke arah Kyungsoo kemudian menarik tangan Kyungsoo agar mendekat juga ke arahnya. Detik berikutnya bibir Sehun telah menempel sempurna di bibir Kyungsoo, dikecupnya bibir sang gadis Do cukup lama.

Mungkin cium pipi kanan dan kiri adalah hal biasa mereka berdua lakukan. Tapi penyatuan dua bibir, adalah yang pertama kalinya.

Tak dapat dipungkiri, Kyungsoo menikmati kecupan lembut Oh Sehun di bibirnya, terbukti dari bagaimana ia menutup mata dan membiarkan Sehun mengecup bibirnya hingga beberapa saat lamanya. Meski akhirnya Kyungsoo memalingkan wajah dan mengakhiri sesi ciuman itu.

"Seepeertinyaa aaku harus pulang Oh, daa Seehun!" Kyungsoo terbata, tanpa sedikitpun menoleh ke arah Sehun, ia berdiri kemudian berjalan cepat ke luar kamar.

.

.

The 8th day with Oh Sehun.

Pukul 8 malam, Sehun ke rumah Kyungsoo. Menyapa paman dan bibi Do, kemudian meminta izin menemui Kyungsoo dikamarnya. Sehun mengetuk pintu kamar Kyungsoo beberapa kali. Karena tak ada jawaban, ia membuka pintunya perlahan kemudian menyembulkan kepala untuk melihat suasana dalam kamar. Dilihatnya Kyungsoo telah tidur nyenyak, dengan selimut yang menutupi hingga dadanya. Sehun membatalkan niat menemui Kyungsoo, ia menutup pintu perlahan kemudian berlalu pergi.

Yang mungkin Sehun tidak tau, sebenarnya Kyungsoo hanya pura-pura tidur.

Gadis Do itu perlu waktu untuk siap bertemu Sehun kembali.

.

.

The 9th – 11th day with Oh Sehun

Selama tiga hari itu Kyungsoo dan Sehun tak pernah bertemu. Selain karena keduanya sama-sama sibuk, Kyungsoo juga sengaja menghindari Sehun. Dan selama tiga hari itu pula Sehun terus mengirimi chat-chat aneh menurut Kyungsoo, seperti;

"Kyung, Ayah mengomeliku karena aku makan sambil bermain ponsel."

"Do! pagi ini BAB-ku tidak lancar."

"Kyung, aku memotong kuku jari manisku ku terlalu pendek, bahkan ia sampai berdarah."

"Kyung, hari ini modelnya sangat genit. Ia berkata "Oppa, kau sangat tampan kenapa tidak jadi Idol saja?". Kau tau, bahkan asistennya yang pria, tersenyum genit padaku. Itu menggelikan."

"Do, Ibu menanyakan kenapa kau tak pernah ke rumah?"

Kyungsoo hanya senyum-senyum membaca pesan-pesan tersebut, tanpa sekalipun membalasnya.

Tapi saat Sehun mengirim chat berbunyi;

"Xi ..."

Kyungsoo langsung membalasnya panjang lebar.

"Kau salah orang Tuah Oh Sehun! Aku Do Kyungsoo. Bukan pria mantan kekasihmu itu! Kalau kau merindukan pria itu kau bisa menghubunginya, kemudian pacaranlah lagi dengannya. Kita bisa mengakhiri hubungan di antara kita sekarang!"

Kemudian Sehun membalas,

"Hahaha aku sengaja melakukannya, agar kau membalas chat-ku. Selamat malam ms. Do Kyungsoo, mimpi indah :3 "

Kyungsoo tersenyum membaca balasan dari Sehun.

.

.

The 12th day with Oh Sehun

Do Kyungsoo sangat kesal karena pagi-pagi sekali ia telah mendapat teror telepon dari teman kuliahnya, yang ternyata ingin memberi tahu bahwa jadwal kuliah pukul 11 dimajukan jadi pukul 07.30; Saat itu pukul 7, artinya Kyungsoo hanya punya waktu 30 menit sebelum kelas di mulai.

Kyungsoo memutuskan untuk tidak mandi, karena jika ia mandi dipastikan ia akan telat. Jadi dia hanya mencuci wajah dan menggosok giginya. Kyungsoo mengenakan pakaiannya -skinny jeans hitam dan plaid shirt- dengan terburu-buru.

Kyungsoo turun dari kamarnya dan merasa bersyukur karena menemukan ayahnya belum berangkat ke kantor, dan masih menikmati sarapannya.

"Ayah… mobilku masih di bengkel, tolong antarkan aku ya.. ! Aku tunggu ayah di depan, jangan lama-lama." Kyungsoo mengucapkannya sambil mencomot roti bakar, mencium pipi ibunya, dan berlari ke luar rumah.

Kyungsoo mengambil sneakers hitam dari rak sepatu di dekat pintu masuk, duduk di teras rumah, kemudian memakai sepatunya. Selama memakai sepatu, roti bakarnya ia gigit.

"Kyung!"

Seseorang memanggil Kyungsoo. Kyungsoo reflek mendongak dari acara memakai sepatunya yang kebetulan sudah selesai.

"Ouh! Sehunah.."

Itu Sehun dengan running shirt abu-abu yang pas menempel di tubuhnya dan running pants warna hitam. Tampak sangat seksi menurut kyungsoo.

Sehun bersama Vivi –anjingnya- membuka pagar dan berjalan menghampiri Kyungsoo.

"Kau akan kuliah?"

Kyungsoo mengangguk dengan pupil mata yang terbuka maksimal dan roti bakar yang masih ia gigit.

Sehun mengambil roti bakar yang digigit Kyungsoo, kemudian meletakkannya di tangan kanan gadis itu.

"Makanlah."

Selanjutnya Sehun menarik tangan kiri Kyungsoo, dan mulai melipat lengan baju gadis itu.

"Sepertinya akan lebih baik jika kau melipatnya, agar tanganmu tak tampak hilang Do.." Sehun mengucapkannya sambil tersenyum manis.

"Berikan yang kanan.."

Kyungsoo memindahkan roti bakarnya ke tangan kirinya yang bebas, dan mengulurkan tangan kanannya ke arah Sehun.

"Ayo pergi berkencan, seperti pasangan kekasih lainnya." Sehun mengucapkannya sambil melipat lengan baju kanan Kyungsoo.

"Kapan?" kyungsoo bertanya dengan nada ragu bercampur malu.

"Akhir pekan ini, bisa?"

Kyungsoo mengangguk cepat.

"Apa perlu aku antar ke kampus?"

Tepat saat Sehun menanyakan pertanyaan tersebut, Ayah Kyungsoo keluar dari dalam rumah.

"Tidak, Ayah akan mengantarku. Itu dia." Kyungsoo menunjuk ke arah Ayahnya.

"Oh baiklah." "Pagi Paman Do.." Sehun menyapa ayah Kyungsoo.

"Pagi Sehunah, kau tidak pergi kerja?" Ayah Kyungsoo menepuk bahu Sehun pelan.

"Ya, setelah ini."

.

.

15th day with Oh Sehun

Hari kencan tiba. Oh Sehun menjemput Kyungsoo sekitar pukul 9 pagi. Pemuda Oh sengaja tidak membawa mobilnya, karena mereka sepakat untuk naik bus. Mereka duduk bersebelahan di atas bus sambil mengobrol ringan dalam suasana yang cukup canggung.

Mereka pergi ke taman bermain, memainkan berbagai wahana permainan. Bercanda, tertawa, bahkan sekali-kali bermesraan, berusaha menikmati setiap momen baik sebagai sahabat ataupun sepasang kekasih.

Sehun dan Kyungsoo mengakhiri kencan mereka di depan rumah gadis Do, dengan sebuah kecupan panjang di kening si gadis.

Dan semenjak hari itu mereka rutin berbalas chat untuk sekedar mengucapkan selamat pagi, mengingatkan makan, ataupun mengucapkan selamat tidur dan mimpi indah.

.

.

The 18th day with Oh Sehun

Oh Sehun mengajak Do Kyungsoo makan malam di sebuah restoran mewah. Pemuda Oh berpakaian rapi dengan mengenakan kemeja navy blue yang sangat pas di badannya, dipadukan celana bahan warna hitam, lengkap dengan sabuk kulit berwarna senada, sepatu pantofel hitam, dan jam tangan yang melingkar manis di pergelangan tangan kirinya.

Sedangkan Do Kyungsoo mengenakan Lace dress hitam selutut, navy blue flat shoes, dan dipermanis dengan pita navy blue yang mengikat rendah rambutnya, serta handbag berwarna hitam.

Tak ada kecupan apapun malam itu, hanya ada pipi keduanya yang tak berhenti merona serta tautan erat tangan yang seolah tak terlepaskan sepanjang perjalanan pulang.

.

.

The 22nd day with Oh Sehun

Oh Sehun dan Kyungsoo pergi piknik, dengan Do Kyungsoo yang memasak sendiri bekal makanan untuk mereka berdua.

.

Sehun tiduran dengan meletakkan kepalanya di paha Kyungsoo yang duduk berselonjor, kemudian berujar …

"Tiga puluh hari hampir berakhir, tidak bisakah kita terus seperti ini saja Kyung? Aku merasa nyaman."

Kyungsoo berpikir serius, kemudian menggeleng pelan.

"Akhir-akhir kini kita sudah sering membahas ini, dan jawabanku masih sama. Aku harus menjalankan rencana awalku Oh.."

"Baiklah, aku gagal membuatmu jatuh hati." Sehun berucap lirih.

Sehun menutup mata dengan lengannya.

"Aaah kenapa langitnya silau sekali."

Kyungsoo tau, Sehun menitikkan air mata.

.

.

The 24th with Oh Sehun

Sehun sedang ikut makan malam bersama keluarga Kyungsoo saat ibunya menelepon dan menyuruh segera pulang. Ibunya bilang Sehun kedatangan tamu.

Sehun pamit, dan berlari ke rumahnya.

.

Selesai makan malam Kyungsoo mengobrol bersama keluarganya di ruang tengah. Sejam kemudian ia pamit untuk naik ke kamarnya.

Di dalam kamar, Kyungsoo yang sedari tadi penasaran dengan tamu Sehun, bermaksud mengintip dari balkon kamarnya. Kyungsoo hanya melihat mobil sedan yang asing baginya, terparkir di depan rumah Sehun.

Hingga 30 menit kemudian, masih tak ada tanda-tanda tamu Oh Sehun akan pulang. Kyungsoo sempat ingin menyerah, namun detik berikutnya ia melihat dua sosok pria keluar dari rumah Sehun. Setelah melihat dengan memincingkan mata, Kyungsoo yakin bahwa kedua orang itu adalah Oh Sehun dan Xi Luhan.

Kyungsoo melihat semuanya, bagaimana Luhan memeluk Sehun dan menepuk pelan punggungnya beberapa kali, sebelum masuk ke dalam mobil. Sehun melambaikan tangan dan tersenyum untuk mengantarkan kepergian Luhan.

Kyungsoo segera masuk ke dalam kamar. Dan tanpa sadar air matanya menetes.

Malam itu berlalu tanpa ada ucapan selamat tidur dan semoga mimpi indah, baik dari Kyungsoo maupun dari Sehun.

.

.

The 25th day with Oh Sehun.

Pagi itu berlalu juga tanpa ucapan selamat pagi dari keduanya –Kyungsoo dan Sehun.

.

Siang itu, Kyungsoo yang sedang berada di perpustakaan kampusnya, mendapatkan pesan dari Sehun yang membuatnya tak kuasa lagi menahan derai air matanya.

"Kyung, aku harus pergi ke luar negeri untuk beberapa bulan ke depan. Maaf tidak bisa membantumu sampai akhir."

Setelah membaca pesan tersebut Kyungsoo berlari dari perpustakaan menuju tempat parkir. Dengan air mata yang terus mengalir, ia mengendarai mobilnya dalam kecepatan tinggi. Hanya satu tujuan si gadis Do, yaitu rumah Sehun.

.

Sesampainya di rumah Sehun, Kyungsoo telah terlambat. Karena ibunya –Ibu Sehun- bilang anaknya menelpon sekitar 10 menit yang lalu, dan mengatakan bahwa pesawat yang ditumpanginya akan segera lepas landas.

Saat Kyungsoo menanyakan ke negara mana Sehun pergi, Ibunya bilang bahwa ia juga tidak tau. Sehun hanya mengatakan pada ibunya bahwa ia akan pergi ke luar negeri selama beberapa bulan untuk urusan pekerjaan.

Mendengar kata 'pekerjaan', tanpa basa-basi Kyungsoo segera menghampiri kantor tempat Sehun bekerja. Meski hasilnya nihil, karena pihak kantor tidak akan sedikitpun memberi bocoran tentang kepentingan-kepentingan pegawainya.

.

.

Hari-hari selanjutnya Kyungsoo tak henti-henti mengirim chat pada Oh Sehun, meski tak ada satupun yang masuk. Kyungsoo juga mencoba mengirim email dan mengecek semua akun sosial media milik Sehun. Namun tetap saja, tak ada tanda-tanda dimana keberadaan Sehun.

.

Banyak pertanyaan-pertanyaan muncul di benak Kyungsoo …

Kemana Oh Sehun pergi?

Apa Oh Sehun sengaja pergi untuk menghindarinya?

Mungkinkah Oh Sehun pergi bersama Xi Luhan?

Dan…

Kenapa hatinya sakit saat Oh Sehun meninggalkannya?

.

.

.

TO BE CONTINUED…

.


.

A/N : Chapter ini hadir untuk melengkapi manisnya momen Hunsoo di konser SMTOWN Tokyo. Maaf, bagian akhir-akhir alurnya cepet banget. Dan juga momen sedihnya gak dapet sama sekali, saya gak cocok ama yang sedih-sedih.

.

Ada yang mau ketemu A month With Kim Jongin, dan A Month With Park Chanyeol?

Di tunggu ya.. (kalau ada yang mau). Momen mereka pasti gak kalah kok sama momen Hunsoo di chapter ini.

Saya kan suka Kyungsoo di kelilingi cowok-cowok ganteng.

.

Terimakasih sebesar-besarnya untuk penikmat The Theory Of Love . Review kalian selalu saya tunggu.

.

Salam kenal untuk semua reviewer The Theory Of Love

Ini balasan beberapa review di chapter lalu :

mdsdohksoo, belamsmwdreal : sudah dilanjut, setelah baca chapter ini semoga masih penasaran akhirnya Kyung sama siapa.

Kaisooship : Huhuhu jadi terharu karena ada kaisoo shipper tapi merelakan Hunsoo di cerita ini. Kamu memang kaisooship sejati.

Adeknya Kim Hanbin, dinadokyungsoo1, HeeKyuMin91, Eunmi88, tarifebrianti, rerudo95, kyung1225, dodyoleu : ikutin terus ya akhirnya Kyung sama siapa. Mungkin aja akhirnya sama Jongin seperti keinginanmu.

Kyungsooxeveryone : Hahaha jadi mending biasa jadi cinta dengan Sehun, apa benci jadi cinta dengan CY?

Kkoch11, kyungsoonia : Sehun ya? Kita liat aja kedepannya.

UnA Na : Ya disini Luhan cowok. Di tunggu ya, bakal semulus apa sih perjalan cinta kaisoo di sini.

Kdkdjk, bulatbulatmanis, guest : sudah di lanjut, makasih sudah me-review. Di tunggu review selanjutnya.

Ekyyeol : Susah ya sama Chanyeol? Jangan pesimis gitu dong, masih ada banyak kemungkinan akan terjadi.

EUNSOODOO : saya sih juga pengen jadiin Kyung sama ketiga-tiganya haahahaha..

Anaknya chansoo : Momen manis chansoo? Jangankan di cerita ini, di kehidupan nyata aja momen manis chansoo bertebaran di mana-mana.. hahaha

.

.

With Love,

.

Angel Soo

15082016