LESSON I: A LONELY LITTLE RABBIT

Disclaimer: Gintama isn't mine, Its Sorachi-Sensei's masterpiece.

Warning: Spoiler Alert! Cerita ini belum lengkap kalo ente belum nonton Gintama Movie 2; Yorozuya Ei En Nare. Jadi nonton dulu baru baca lol.

.

.

.

Satu hari dia menghilang, aku hanya menganggap dia mabuk setelah pulang berjudi dan tertidur entah dimana. Dua-tiga hari dia menghilang, aku dan 'megane' mulai khawatir dia ada dimana, tetapi aku percaya dia orang yang kuat dan mampu melindungi dirinya sendiri. Satu minggu dia tak kunjung kembali, aku mulai merasakan firasat buruk tentang ini.

Aku bergegas menelpon Tsukki untuk bertanya barangkali dia sedang melakukan permintaan dari Yoshiwara dan membuatnya tidak bisa pulang untuk sementara waktu. Tapi Tsukkidan Hinowa pun terkejut saat kujelaskan bahwa dia tak pernah pulang selama satu minggu ini. Aku tahu dia orang ceroboh dan pemabuk berat, tapi sangat mustahil dia melupakan dimana rumahnya sendiri.

Aaaaaaah, kusoooooo… Dimanakah kau Gin-chan?!

.

Merahnya senja nampak menumpahkan warnanya dalam aliran sungai dipinggiran Kabuki-cho, indah warna itu sepertinya mampu menghanyutkan pikiran seorang gadis yang sedang berdiri ditepi jembatan yang membentang diatas sungai tersebut. Seorang gadis dengan tatapan seakan terhipnotis oleh indahnya senja saat itu ditambah warna rambutnya yang makin berkilau diterpa kemilau cahaya senja.

Sayang, tak ada sedikitpun rona ceria dan bahagia seperti yang selalu dia kenakan dibalik payung ungu-nya itu, hanya tatapan kosong tanpa ekspresi yang dihadapkannya kearah 'cermin' dibawahnya. Entah apa yang dipikirkannya, imajinasinya runtuh seketika seseorang memanggilnya dari belakang.

"Kagura-sama, sudah saatnya anda pulang dan bersiap… Otose-samasudah mau menunggu anda sembari bersiap membuka kedainya." Sapa Tamadengan nada datar khas robotik miliknya.

"Katakan pada Baba, aku akan segera datang… Aku ingin beli sukonbudulu di Oedo-mart, tidak akan lama… Jaa ne." Balasnya dengan memaksakan sedikit senyuman dan membalikkan badan menjauh, Tamahanya membungkuk dan segera berpaling untuk kembali 'Kedai Snack Otose'.

Hari itu, Yorozuya tengah berbahagia saat mereka dipekerjakan di Bioskop Oedo, perilisan film "Kembalinya Si Anu" tengah menjadi perbincangan hangat dikalangan penduduk Edo (maunya sih), tugas mereka simple hanya memberikan tutorial menonton film yang baik dan benar, memutarkan film dan mencegah pembajak film beraksi. Pekerjaan yang sangat sempurna untuk pemalas seperti Gintoki.

Mereka tak menyangka kedatangan seorang pembajak film akan mengubah takdir Yorozuya bahkan hingga menyebabkan penyimpangan alur waktu, seakan-akan si pembajak film itu adalah seorang Okabe Rintarou yang nyebelah dari dunia Steins; Gate. Satu hal yang pasti terjadi pada hari itu... Gintoki menghilang!

Setelah seminggu Gintoki tak kunjung pulang, Shinpachi hanya menceritakan hal ini ke beberapa orang saja untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Otae, Otose, Tsukuyo dan Hinowa adalah orang-orang yang tahu bahwa Gintoki telah menghilang, setelah mereka dikumpulkan Shinpachi di kedai Otose dan berdiskusi akhirnya mereka mendapatkan beberapa kesimpulan.

Pertama, mereka setuju bahwa untuk sementara waktu mereka akan tutup mulut dan berusaha membantu Shinpachi dan Kagura untuk menemukan Bos mereka itu. Metode yang mereka tempuh juga berbeda-beda seperti halnya Otose yang bertanya kepada pelanggan kedainya, dengan dalih si Tennen Pama itu menunggak bayar sewa dan bersembunyi disuatu tempat di Kabuki-cho. Berbeda dengan Hinowa yang menugaskan Tsukuyo untuk membuat tim pencari dari pasukan Hyakka yang dipimpinnya. Ah dan untuk stalker setia Gin-san, Sacchan yang mulai merasakan sesuatu yang tidak beres karena ketidakberadaan idolanya, akhirnya dia mengetahui kebenaran dari mulut Tsukuyo dan memutuskan untuk membantu mencarinya.

"Kagura-chan, jangan bersedih seperti itu… Bagaimana jika kau menginap dirumahku saja sampai Gin-san ditemukan?" Tanya Otae sambil mengelus surai kagura dengan senyuman lembut khas-nya.

Kagura hanya terdiam, dia bingung apakah dia harus menerima tawaran Anego-nya atau menolaknya. Karena yang dia pikirkan adalah bagaimana jika Gin-chan tiba-tiba pulang dan tidak dapat menemukannya. Mungkin Gin-chan akan panik, dan berpikir yang tidak-tidak seperti dia akan dihabisi oleh Papi Umibozu karena telah meninggalkan Kagura. Tak terasa matanya terasa basah dan wajahnya memerah seakan menahan agar air tersebut tidak keluar dari matanya. Semua yang ada diruangan itu hanya dapat menatap kasihan terhadap gadis tersebut.

"A-aku ti-dak…"

"Dia akan tinggal bersamaku disini, aku juga sudah menganggap dia seperti putriku sendiri. Orang tua macam apa yang akan menelantarkan anaknya, ya kan Kagura?" Belum sempat kagura selesai berbicara, Otose sudah memberikan pernyataan itu.

Kagura menatap Otose dengan wajah penuh air mata dan menjawab setelah menarik ingusnya kembali.

"Urusai Baba, mami-ku lebih cantik dibanding dirimu.. Tapi aku tidak punya uang untuk menyewa dan melunasi hutang Gin-chan sebelumnya…" *Sluuurrrtt* Terdengar alunan melodi ingus yang tertarik merdu kembali kesarangnya.

"Yare-yare, Kuso Tenpa itu benar-benar... Kagura tinggal-lah disini, uang sewa untukmu akan kumasukan ke daftar hutang si 'bola bulu' itu, ne..." Sahut Otose tersenyum sembari membakar rokoknya.

Semua mulai tertawa dengan percakapan antara Otose dan Kagura, akhirnya mereka semua setuju bahwa Kagura akan tetap tinggal di Kontrakan Yorozuya dengan pengawasan Otose. Shinpachi juga memberikan laporan orang hilang pada Shinsengumi, berharap kemungkinan Gintoki ditemukan lebih besar.

.

.

.

[Sebulan setelah hilangnya Kuso-Tenpa]

"Terserah kau saja!"... Braaakkkk...

Sebuah pintu dibelakang plang "Yorozuya" bergetar dengan hebatnya. Suara kacama- ups, lelaki yang emosi menambah gelegar suasana ditengah keramaian Kabuki-cho pagi itu. Pandangan para pejalan langsung beralih pada sumber suara yang telah bergerak dan memasuki kedai dibawah TKP.

Sreeeekkk...

"Ohaiyo, Otose-san..." sapanya.

"Ah, Ohaiyo- Nanda, Shinpachi ka... Tte gimana keadaan diatas?"

"Sebelum itu boleh saya minta air putih? Saya sudah tidak tahan..."

Otose lalu berjalan untuk mengambilkan air yang diminta, tanpa menoleh dia lalu melempar sebuah perkataan, "Dari ekspresimu, sepertinya tidak berhasil juga ya..."

"Hn... dia bersikeras itu bukan pekerjaan, menjaga anak-anak itu hanya pekerjaan rumah tangga... Saya tidak masalah kalau dia tidak mau ikut, hanya saja menghina DT (perjaka) dari mulut JK (perawan) yang bahkan belum cukup umur itu sangat..."

"Hahahahaha... biarkanlah, setidaknya dia masih bisa bergurau, Shinpachi..."

"Tidak Otose-san, aku lebih mengkhawatirkan lamunannya. Dia lebih sering melamun sekarang, dia malah menjadi sejenis hikkikomori dan NEET."

"Yah, kurasa kau benar... Ma, akan kulakukan sesuatu padanya nanti. Kau cepatlah mulai pekerjaanmu, setidaknya jaga nama baik Yorozuya."

"Haik, ittekimasu Otose-san..."

"Itterasai..."

Saat Shinpachi membuka pintu Snack Otose, dia berpapasan dengan seorang polisi yang sangat familiar dimatanya, lelaki kemeja hitam itu langsung menatap wajah Shinpachi.

"Ah, Okita-san... Ohaiyo, apa yang sedang kau lakukan..."

"Apakah ada larangan untuk seorang polisi berjalan disekitar sini, megane? Aku hanya berpatroli pagi sebelum membunuh Hijikata." Jawab sang do-S tanpa ekspresi.

"Ah, begitu..." Shinpachi kehilangan minat meneruskan percakapan mereka, dia lalu melihat jam tangannya, "Kalau begitu, permisi..." dia lalu melangkah menjauh menuju tempat klien-nya.

Mata Sougo tertuju pada Shinpachi yang semakin menjauh, menghilang setelah berbelok dipersimpangan jalan. Dia tersenyum licik, sebenarnya dia tak sengaja mendengar pembicaraan Shinpachi-Otose sebelumnya. Mengapa tersenyum? Jelas saja, dia menemukan bahan untuk membully gadis cerewet yg dianggapnya sebagai rival bertarung.

Badannya langsung bergerak menaiki tangga yg mengarah kerumah seseorang yg dulu disebutnya "Danna" tersebut. Saat mendapati dirinya didepan pintu, tanpa basa-basi dan salam langsung dibukanya dengan paksa... Dia menemukan sesosok gadis terduduk dengan merangkul kedua lututnya didepan televisi.

Baju cheong-sam merah yang dia kenakan nampak lusuh, dia juga tidak menggunakan cepolan dikepalanya, sesaat dia menolehkan pandangannya pada orang asing yang mendobrak masuk kedalam kediamannya, nampak kantung mata dan tentunya mata berwarna kemerahan. Gejala jelas dari kurangnya tidur dan menangis secara berlebihan. Sougo tanpa merubah ekspresi langsung menegurnya.

"Tak kusangka seorang babi tidak berguna kehilangan semangat hidup setelah kehilangan induknya."

Kagura yang awalnya menoleh, langsung membalikkan pandangannya ke arah TV. Seakan tidak tertarik dengan provokasi Sougo. Tanpa memandang sang provokator, Kagura berucap.

"Apa hanya itu yang mau kau katakan? Ya, kau sudah mengatakannya, sekarang pergi dari sini."

"Hmm..." bukan Sougo namanya kalau puas bertemu Kagura tanpa adu jotos. "Orang yang lemah sepertimu tidak akan bisa berkembang, kau tidak akan bisa membunuhku... Bahkan jika kau mengemis dihadapanku, aku tak akan sudi meladenimu, melihat kondisimu seperti ini saja sudah sangat menjijikkan."

"Ohhh... Ya ya, aku paham... Sekarang pergi... Aku sedang tidak mood melihat wajah zeikin-dorobou sepertimu... Kembalilah saat kau sudah menemukan Gin-chan..." masih tak terprovokasi.

Mendengar itu, Sougo kesal... Keberadaannya tak dianggap, hanya dianggap alat untuk menemukan Bos si bocah, dengan kekesalannya tersebut dia membalas.

"Yah, kupikir ada baiknya Danna menghilang, kalau dihitungpun kepergian dia sebenarnya sudah mengurangi sampah masyarakat di Edo. Aku tidak menemukan hal baik apapun selain Bushido yang dipegangnya. Dia penjudi, pemabuk, sering terkait tindak krimi-"

Duaarrrrrrrr...

Pintu masuk kontrakan Yorozuya terlempar ke udara, kecuali lelaki dengan sikap bertahan mengeluarkan pedang dari sarungnya tetap berada menggantikan posisi pintu yang telah terlempar tadi dengan wajah memerah bekas pukulan yang lumayan dahsyat. Terbatuk dan meludahkan darah kearah kirinya dia merespon pukulan yang melayang padanya dengan kata-kata.

"Heh, apa hanya segini kekuatanmu, China... Dasar lem-" belum selesai dia berkata, teriakan suara cempreng setengah menangis membahana dari dalam ruangan.

"APA KAU TIDAK PUAS HANYA DENGAN MENGHINAKU, SADIS! Gin-chan... Gin-chan tidak seperti itu! Jika kau menghinanya lebih dari ini aku akan membunuhmu sekarang juga!" Jika Shinpachi berada disana, dia akan panik. Suasana ini, aura ini... Darah Yato-nya hampir aktif, sama seperti saat melawan Abuto dikastil Shogun. Sougo menyeringai puas, kejahilannya terbayar dengan apa yang dia inginkan.

"Hoo... cobalah kalau kau bisa, buta-yaro..."

Ditengah suasana domestic violance itu, jalanan didepan rumah tersebut kosong, para pejalan kaki menghindari aura pertempuran yang tersaji ditengah kota tersebut. Clakk clakk clakkk... Hanya terdengar langkah seorang pemberani mendekati jangkauan tempur mereka, seorang yang sudah dianggap veteran di Kabukicho.

"Yamenasai..." Sebuah suara serak seperti Orochimaru menghentikan kewaspadaan mereka tepat saat dia berada dibelakang Sougo... "Kagura, wanita macam mana yang menyambut tamu dengan badan berbau sukonbu seperti itu, dari sini saja aku bisa mencium kalau kau sudah tidak mandi beberapa hari, mandilah yang bersih, itu perintah!"

"Tch..." gumam Sougo.

"A-a-ap-" Kagura gelagapan mendengar perintah Otose yang baju saja datang, mode Yato-nya gagal aktif dan lalu segera berlari menuju kamar mandi. Dia merasa malu... Otose lalu melempar kata-katanya pada penyusup di Yorozuya setelah Kagura mandi.

"Dan kau... Aku tau kau sering 'bermain' dengan Kagura, aku tau kalau Gintoki itu seorang manusia gagal, tapi bagi Kagura dia adalah seseorang berharga yang sudah membesarkannya. Hanya saja kata-katamu itu sudah terlalu berlebihan, walau dia masih kecil dia juga seorang gadis... Kau harus meminta maaf padanya..."

Sougo menyarungkan pedangnya dan melangkah pergi, mengabaikan Otose dengan ekspresi kesal yang ditundukkannya kearah lantai. Entah perasaan apa yg ada didadanya, dia tidak terima dengan kondisi Kagura yang seperti ini, dia harus memperbaikinya, dia yakin. Disamping kepergian mantan Bakaiser do-S Sougo, Otose memasuki kediaman Yorozuya, membersihkan beberapa kekacauan dan berencana menenangkan Kagura saat dia selesai mandi nanti.

.

.

.

[Dua bulan setelah hilangnya Gintoki]

Perselisihan antara Shinpachi dan Kagura memuncak. Shinpachi ingin Yorozuya tetap berjalan seperti biasa, walaupun untuk pekerjaan kecil, Kagura hanya ingin pekerjaan Mercenaries, seperti membasmi penjahat dan menghajar preman untuk melampiaskan kekesalannya. Kagura menyebut Yorozuya seperti itu hanyalah permainan "rumah-rumahan" yang cocok dengan Shinpachi dan dia tidak ingin ikut Yorozuya seperti itu.

Hal ini tentu ini membuat mereka berpisah jalan. Shinpachi melanjutkan Yorozuya di Dojo Shimura dan tidak pernah kembali ke kantornya di Kabukicho. Kagura pun akhirnya mulai tinggal sendiri di kontrakan itu berharap sosok ayah keduanya itu akan segera pulang. Tak jarang Sacchan, Otae, Kyuubei dan Tsukuyo datang untuk mencoba menghibur Kagura.

Keterampilan household yang jauh berbeda dengan Shinpachi menyebabkan tempat tinggalnya lumayan tak terurus. Semakin lama Gintoki tak kunjung datang keceriaan Kagura semakin berkurang, dia makin kehilangan cara untuk ber-ekspresi. Bahkan sudah tidak terlihat kalau dia bisa tersenyum seperti dulu kala.

Melihat kondisi gadis 14 tahunan yang bermuram durja tersebut membuat sang pemilik kontrakan prihatin. Mantan Ratu Kabukichou tersebut menyempatkan diri untuk menghampiri Kagura yang pola hidupnya makin kacau dari hari ke hari. Duduk disofa yang agak berdebu (malasnya Kagura semakin meningkat) Otose mendapati Kagura ber-qipao sedang membaca Jump dikursi kebesaran manager Yorozuya tanpa ekspresi dan mengabaikan kehadiran sang Nyonya Tanah.

"Kagura... Kau sudah sarapan?"

"Mmh..." gumamnya malas menandakan jawaban 'iya'.

"Hmmh, sarapan apa tadi pagi nak?"

"Sukonbu..."

"Makan malam tadi?"

"Sukonbu..."

Otose mendengus, menutup wajahnya karena prihatin dengan keadaan Kagura. Dia juga prihatin, Kagura yang dulu kalau makan pasti sangat banyak, sekarang hanya seperti anak kos yang tidak punya uang untuk makan. Dia mencoba terus melanjutkan percakapan dengan suara serak khasnya.

"Kagura, kau tau kan, kalau makanan bergizi bagus bagi pertumbuhan menjadi wanita yang cantik?"

"Hmmm, tau... Trus?"

"Ano ne... Apa kau tidak punya uang untuk membeli makanan?"

"Iya, baba... Aku memakai uang yang disimpan Gin-chan untuk Pachinko... Tapi aku sudah membeli bekal sukonbu untuk satu tahun, jadi tenang saja."

Mendengar itu, Otose tersedak, antara ingin tertawa dan prihatin dengan tingkah lugu sang bocah Yorozuya yang beranjak dewasa dalam keadaan seperti ini. Terkadang Otose masih bisa mendengar tangisan dimalam hari, walaupun beberapa waktu ini sudah mulai jarang terdengar. Satu hal yang Otose tau, dia mencoba untuk kuat, dia ingin bertingkah layaknya orang dewasa dan mungkin ingin meniru tingkah Bos-nya yang menghilang.

"Sudah berapa lama kau menjadikan sukonbu sebagai makanan pokokmu?"

"Sudah sekitar 3 minggu yang lalu, tapi jangan khawatir baba... Anego, Sacchan dan Tsukki terkadang membawakanku makanan... Yah mungkin yang bisa kumakan cuma Nabe buatan Tsukki sih..."

"Hoooh..." Otose terdengar lega saat tau kalau kakak-kakak Diamond Parfume masih memperhatikan kondisi Kagura, "Nak, dengarlah permintaan dariku... Permintaan dari seorang nenek tua ini, apakah kau mau mendengarkannya sebagai Yorozuya?" Pertanyaan ini langsung membuat Kagura dari Jump yang dibacanya dan mengalihkan pandangan tanpa mengubah posisi Jump yang ada dihadapan wajahnya.

"Hm, boleh saja..."

"Jadi, Tama mengalami kerusakan dan harus dikembalikan pada si Tua Gengai*. Katanya perbaikan Tama akan memakan waktu yang sangat lama. Karena itu saat ini aku kekurangan karyawan untuk kedaiku..."

"Lalu?"

"Apa kau ingin membantuku nak? Kurasa akan menyenangkan, kita bisa sambil menggali informasi keberadaan Gin-san dari pelanggan, kau juga akan belajar hal-hal baru."

Kagura menurunkan Jump yang berada dibadapannya, menengadahkan kepalanya seraya menutup mata, dia hanya berpikir jika itu orang lain dia pasti akan langsung menolaknya, tapi Otose selalu membantunya, perhatian padanya semenjak hilangnya Gintoki bahkan memperbolehkannya tinggal tanpa membayar uang sewa, sungguh kasar mungkin jika dia menolaknya. Yah, kalau begitu hanya ada satu jawaban.

"Baiklah, nek... aku akan membantumu... Kapan aku mulai bekerja?"

Senyum Otose terpancar jelas setelah mendengar jawaban Kagura, dia menghembuskan asap rokok yang dihisapnya lalu mematikan bara api pada asbak portable miliknya. Bangkit dari duduknya untuk bersiap pergi.

"Kalau begitu, datanglah malam ini untuk makan malam dikedaiku, nak... Kita akan lanjutkan pembicaraan ini."

Langkahnya menjauh, suara langkah kaki wanita tua itu makin sayup terdengar setelah dia melewati Genkan. Kembali menuju kediamannya, untuk mempersiapkan pelatihan dan pendidikan terbaik untuk calon karyawan baru Snack Otose malam ini dan seterusnya.

-LESSON I END-

To be Continue.

.

.

.

Author Note:

Hi, minna-san...

Pertama-tama saya ingin mengucapkan...

HONTONI GOMENNASAI!

Ya, saya tau kalau ini saja tidak cukup. Setelah gelombang cobaan yang saya curhatin di-Bio saya, saya masih merasa sangat menyesal. Tapi ya udah lah, saya berusaha untuk kembali membuat cerita. Dengan media yang tidak menentu. (Nebeng laptop orang)

Lanjut... udah dulu curhatnya, Chapter ini membahas tentang beberapa saat pertama semenjak kehilangan Gintoki, kondisi yang dijelaskan disini seperti:

1. Asal mula Yorozuya terpisah.

2. Percikan-percikan awal Canon Okikagu.

3. Perubahan mental Kagura

4. Hmmm clue2 yang berkaitan dengan Movie 2.

Q: FF apaan nih, Okikagu kagak greget, penipuan

A: Ya saya tau, saya ga suka bikin ship langsung berlayar, silahkan nantikan di chapter selanjutnya.

Q: Kagura-Sougo nya OOC banget yak?

A: Untuk Kagura, saya udah jelasin kalau nih chapter ngejelasin tentang perubahan mental Kagura. Gak mungkin kan Kagura yang ceria, ga ada apa2 langsung jadi bengis di Movie. Untuk Sougo kalo OOC saya minta maaf. Gue, Madao itu lelaki jadi jarang perhatiin perubahan lelaki wkwkwkwk.

Q: Percikan canon Okikagu? Mana? Kagak ada tuh...

A: Kalau anda jeli bacanya, ada satu kalimat yang menunjukkan itu. Saya sengaja minimkan.

Q: Kok ada dialog yang dikasih tanda bintang?

A: Ah, itu ada kaitannya dengan Movie... Tama diambil Gengai setelah dia menerima permintaan dari Mr. X untuk membuat * , sehingga Gengai beralasan kalau Tama rusak dan perlu perbaikan dalam waktu yang lama.

Okay? Cukup? Doakan saja saya bisa update secepatnya. Demi kalian semua para hard-boiled ups hard-shipper Okikagu, maaf kalau chapter ini kurang sekali interaksi OkiKagu, tapi tenang saja, mungkin sekitar Chapter 3-4 saya akan buat interaksi khusus mereka. Ok?

Jadi tetap pantengin nih story ya, save ke library kalian, vote ceritanya dan share cerita ini ke teman2 kalian. Jangan sungkan untuk memberi kritik dan saran pada saya. Untuk hasil yang dapat memuaskan anda.

Arigatou Gozaimasu

~Justaway Madao