Moshi-moshi minna-san tachi! Nacchan kembali dengan Chapter baru nieh~! Thanks buat yang udah baca fic ini,Tanpa basa-basi lagi, ini dia...
JKT48: Yuuhi wo Miteiru ka?
Chapter: 2 - Kekuatan dari Liontin Melody
Rated: T
Genre: Fantasy, Adventure, Friendship
Disclaimer: Seorang manusia yang pastinya ^w^)v
WARNING(!): OOC, GAJE, ABAL, TYPO, GAK NYAMBUNG, DLL!
Siang yang cukup panas, bahkan SANGAAAATTT panas. Sepanjang lorong dipenuhi siswi yang meleleh(?) karena kepanasan.
"Adeuuhhhh! Puanas banget sih hari ini! Ada apa gerangan!?" tutur Shanju.
"Antah barantah, kemaren masih adem-adem aja!" seru Nabilah setuju.
Melody menggelengkan kepalanya, "kalian ini...ngomel saja terus! Sekali-kali panas dong, gak enakan kalau sejuk, adem-adem terus? Nanti masuk angin pula!"
"Iya sih..." keduanya bergumam, "tapi masalahnya satu!"
"Apa itu?" tanya Melody menoleh ke arah keduanya.
"Aku bingung, kenapa kamu gak kepanasan!" gumam Nabilah.
"Iya, kok bisa...!?" gumam Shanju berpikir.
"Hihihii..." Melody hanya tersenyum, "karena tadi aku menikmati es serut Reiko-baachan!"
"HEH!? BAGAIMANA BISA!?" teriak kedua siswi itu yang menggema disepanjang lorong.
"Hei, berisik!" seru Melody setengah berbisik.
"Go..gomen..." keduanya mengecilkan suara mereka. "Tapi, bagaimana bisa?" tanya Nabilah.
"Kebetulan tadi Sayaka-sensei (mantan AKB48―Sayaka Akimoto―ternyata menjadi guru disekolah ini ^w^)v) memintaku membelikan es serut di warung Reiko-baachan, kembaliannya buat aku! Nah, jadilah aku beli 2 es serut!" jawab Melody.
"Wihh...beruntung banget jadi dirimu, Mel!" puji Shanju.
"Iya, iya! Lucky Girl!" lanjut Nabilah.
"Hihihi...udah yuk, kita kembali ke kamar!" ajak Melody.
"Okey!" seru keduanya mengikuti ketua kamar mereka.
~{SKIP TIME}~
"Oke, gadis-gadis cantik, cukup sudah menontonnya! Waktunya makan malam" tegur Melody.
"Yah, bentar lagi dong!" tawar Shanju.
"Tidak bisa, Shanju sayang, ini sudah waktunya makan malam, mau kena hukum oleh Sayaka-sensei?" ujar Melody.
"Gak mau sih..." gumam Shanju.
"Tapi, bentar lagi dong! Lagi asyik-asyiknya bertarung tuh, si Meredy!" seru Nabilah.
"Iya, tuh! Sama si Juvia!" lanjut Shanju.
Melody meletakan kedua tangannya di pinggannya sambil menghela nafas, "baiklah...kalian yang meminta..."
"Huh?" Shanju dan Nabilah menoleh ke belakang karena mendengar Melody berbicara.
"Ayo, waktunya makan malam, gadis-gadis cantik! Sudahi dulu menontonnya, ya?" ujar Melody tersenyum manis sekali dengan wajah tanpa dosa.
"HII!" Shanju dan Nabilah bergidik ngeri, "i..iya Melody, ka...kami...segera pergi ke ruang makan...!"
"I..iya, sa...sampai nanti...!" seru Nabilah. Keduanya langsung kabur menuju ruang makan.
"Bisa mati kita kalau tetap diam disana!" ujar Shanju.
"Iya, masih ingat aku waktu 3 bulan yang lalu!" ucap Nabilah mengingat kejadian 3 bulan yang lalu.
Flashback On
Waktu itu, Shanju dan Nabilah lagi asyik-asyiknya nonton Naruto.
"Shanju, Nabilah, ayo! Sudah waktunya makan malam!" ujar Melody.
"Iya, bentar...!" ujar Shanju.
"5 menit lagi! 5 meniiittt lagi!" ujar Nabilah menunjukan 5 jarinya dan menoleh ke arah TV lagi.
"Ayo, dong! Nanti Sayaka-sensei bakal marah dan menghukum kalian!" seru Melody.
"Bentar lagi Teh Imel!" seru keduanya serempak.
"Hah..." Melody menghela nafas, "ayo, dong! Hukuman Sayaka-sensei kejam loh!"
"Ih, bising amat sih, bentar lagi..!" omel Shanju.
"Iya, 5 menit lagi, kok!" seru Nabilah menunjukan kembali 5 jari kaki(?) nya.
Keduanya kembali menikmati tayangan di Televisi. Melody menghirup nafas, lalu membuangnya. Ia berjalan menuju depan TV, dekat sakelar. "Ayo, Shanju cantik, Nabilah cantik, makan malam dulu, ya...?" ujar Melody dengan senyum indahnya.
"Iya, teh Imel, tapi, bentar lagi dong...please!" seru Nabilah.
CKLEK! Melody mencabut kabel dari sakelar. "Ih, apaan sih, Melody!? Kenapa di cabut!?" protes Shanju.
"Kan aku sudah bilang, makan malam dulu...~" ucap Melody dengan wajah tanpa dosa sambil memainkan kabel.
"Ih, bentar lagi dong, Mel! Please!" ucap Shanju memohon.
"Tidak bisa, Shanju, kalian harus makan malam dulu!" ucap Melody dengan ekspresi yang sama.
"Ih, kenapa sih dia!?" bisik Shanju melipat tangannya.
"Aku takut deh, Nju!" ujar Nabilah gemetaran.
"Kenapa takut!?" tanya Shanju menoleh ke arah Nabilah.
"Aku duluan ya, sampai nanti!" Nabilah langsung kabur menuju ruang makan.
"Eh, Nabilah! Yee...malah pergi...emang kenapa sih...?" gumam Shanju.
"Shanju..." panggil Melody.
Sebenarnya, Shanju tak mendengar panggilan Melody. Tapi, ia menoleh ke arah Melody karena merasakan hawa mematikan.
"Waktunya makan malam...!" ujar Melody dengan ekspresi yang sama dengan death glare luar binasa mematikan, ampe seluruh makhluk―kecuali Shanju―dikamar itu pada mati semua. Ia memegang garpu yang tajam dan pisau dapur yang super keduper luar biasa super tajam. Rambutnya menari-nari menjulur ke seluruh arah.
"HIII!" Shanju bergidik ngeri. Melody semakin dekat dengannya. "EMAK! NABILAH! VINY! TOLONGIN HAMBAMU YANG SANGAT BERDOSA INI!" teriak Shanju yang cetar membahana badai.
20 menit kemudian, di ruang makan...
Krek...! seseorang membuka ruang makan. Semua menoleh ke arah pintu. "Melody!" seru semuanya. "Kak Melo, dimana Kak Shanju?" tanya Cindivia. "Dia berada di belakangku!" jawab Melody duduk di sebelah gadis loli itu dan menyantap makan malamnya.
Semua menoleh ke arah pintu. "Too...looong...aa...kuuu...!" ucap Shanju ngesot dari kamar dengan baju yang compang-camping dan penuh darah.
"Shanju!" seru semuanya. Ke-7 temannya segera berjalan menujunya. "Kamu kenapa, Nju?" tanya Ve.
"Nyonya Killer nan Menawan itu..." ucapan Shanju terhenti ketika ia menoleh ke arah Melody yang memberinya tatapan kematian. Shanju bergidik ngeri, "ti...tidak ada...aku hanya...tadi terjatuh dari lantai berapa, entah, aku tak tahu,uhukk...uhukk..." Shanju batuk darah.
"SHANNJUUU-SAMAAA~!" teriak seseorang yang suaranya tak asing lagi di telinga ke-8 member JKT48 itu, "Viny!"
"Shanju-sama, Shanju-sama tidak apa...?" tanya Viny menggenggam tangan Shanju sambil menahan tangis.
Shanju tersenyum ke arah Viny, "terima...kasih...untuk...semua...selamat...tinggal...Viny..." dan, akhirnya Shanju menutup matanya.
"TIDAKK! SHANJU-SAMA! JANGAN TINGGALKAN AKU!" Viny mengeluarkan seluruh namida-nya sambil memeluk Tuan Putrinya.
Yang lain―kecuali Melody yang sibuk makan makan malamnya dan Haruka―hanya bersweatdrop ria. "Hiks...akhir yang menyedihkan...hiks...!" tutur Haruka mengusap namida-nya dengan sapu tangan pink nya. Yang lain sweatdrop menoleh ke arah Haruka. "Hei, Viny, dia hanya pingsan atau tertidur, tak mungkin ia sudah mati!" ujar Naomi memegang pundak salah satu sahabatnya itu. Tapi, Viny tak mendengarkannya dan terus menangis memeluk Tuan Putrinya. "Hah...lebaynya sahabatku yang satu ini..." ujar Naomi pasrah. "Kalau sudah yang berhubungan dengan Shanju!" ujar Ayen. "Yup, itu betul sekali!" lanjut Naomi.
Perlahan―tapi pasti―Nabilah mendekati Melody, "apa yang kau lakukan dengan Shanju?"
"Tidak ada, hanya memberinya sedikit hukuman!" ucap Melody dengan wajah tanpa dosanya sambil memainkan garpu yang ia pegang.
"Oh...sepertinya itu meninggalkan bekas..."
"Yup! Dan, kau tahu...?" Melody meletakan garpunya dan merogoh sakunya.
"Huh?" Nabilah menoleh ke arah Melody.
"Aku hampir memutuskan nadinya dengan garpu ini!" seru Melody memegang erat garpu yang berdarah itu sambil melototinya dengan death glare yang luar binasa.
"Hii!" Nabilah bergidik ngeri, "me...menyeramkan..."
Flashback Off
"Hah...beruntung aku masih hidup...!" ujar Shanju menghela nafas lega.
"Ya...dia sangat menyeramkan!" kata Nabilah.
"Sangat!" Shanju menyetujui perkataan Nabilah.
BRAK! Mereka membanting pintu ruang makan. Lalu, membelalakan matanya. "Hai, Shanju! Nabilah!" sapa Melody dengan senyum yang menawan sambil melambaikan tangannya.
"Ba...bagaimana...bisa...!?" keduanya tergagap-gagap karena mereka yakin tak melihat Melody tadi saat berlari menuju ruang makan, dan masih berada di dalam kamar.
"Hehehe...ayo, duduk! Atau tidak, Sayaka-sensei akan menghukum kalian...!" Melody tertawa kecil.
Shanju dan Nabilah hanya memandangnya penuh misteri dan duduk di sebelahnya. "Bagaimana..." bisik Shanju melongo melihat Melody. "Bisa...?" lanjut Nabilah cengo.
~{SKIP TIME}~
"Sore ini indah ya!" tutur Ayen. Sekarang, ke-10 member JKT48 itu sedang berada di taman belakang asrama. Menikmati sore yang hangat agak kesejukan gimana gitu, bersama kupu-kupu dan hamparan bunga.
"Aku setuju dengan Ayen!" ujar Natalia.
"Ih! Airnya dingin!" ujar Nabilah menyentuh air di air mancur.
"Masa'?" Shanju menyentuh airnya, "ih! Dingin!'
"BRRR! DINGIN BANGET!" seru Viny nyebur ke dalam kolam. Nabilah dan Shanju hanya sweatdrop melihat kelakuan Viny.
Melody tertawa kecil merasakan hangatnya sore ini, "jarang-jarang ya ngumpul bareng kayak gini!"
"Iya, Kak Melo betul!" ujar Naomi. Lalu, ia menoleh ke arah liontin Melody, "Kak Melody, kok, liontinnya bersinar sih?"
"Hah, masa'!?" Melody melihat liontinnya bersinar, "Eh, iya, kenapa ya?"
"Sinarnya semakin terang ya, kak, ugh...aku tak bisa melihat apa-apa..!" ujar Naomi menutupi kedua matanya dengan kedua lengannya.
"Begitu juga dengan kakak...!" Melody melakukan hal yang sama dengan Naomi.
Cahaya itu semakin terang,terang dan terang, lalu redup. Ketika redup, taman itu kosong, ke-10 member JKT48 itu menghilang dalam sekejab. Seseorang menoleh ke arah jendela sambil tersenyum, "jadi kalian yang dipilih Jurina, pergilah...selamatkan 48 Family!".
~{SKIP TIME}~
"Ugh..." Melody membuka matanya dan melihat sekeliling. Matanya terbelalak, "Hah!? Di...dimana kita...!?" ujarnya kaget bukan kepalang.
~{End of Chapter 2}~
Nacchan: Chap 2 akhirnya selesai! Hoaammm~ Sampai ngantuk nih!
Readers: WOY, NAC-CHAN!
Nacchan: Apa sih, bising banget jadi manusia!
Readers: Ituh, bidadari-bidadari ane pada kemana!?
Nacchan: Ah, bising! Liat aja nanti di Chap 3!
Readers: KASIH TAHU SEKARANG! *ngasih death glare yang luar binasa*
Nacchan: UWAA! *kabooorrr*
Readers: KASIH TAHU, NACCHAN! *ngejar Nacchan*
~|A|~|R|~|I|~|G|~|A|~|T|~|O|~|U|~||~|G|~|O|~|Z|~|A|~|I|~|M|~|A|~|S|~|U|~
