BAD BOY
CHANBAEK GS
Mature
Happy Reading
Disebuah klub di bagian gangnam yang cukup ramai,aroma wine bercampur dengan asap rokok dan juga keringat dari orang yang sibuk menggerakkan badan mengikuti aliran musik yang dimainkan oleh seorang DJ di atas panggung.
Sedangkan disisi lain tiga orang pria tampan tampak tak berminat untuk bergabung di tengah keramaian yang semakin padat,mereka hanya asik menyesap cairan merah pekat dan juga sesekali menyesap rokok yang bertengger manis di jari masing masing.
"Woah klub sekarang ramai sekali"Ucap pria tan setelah memandangi pemandangan yang masih sama yaitu orang yang masih menggerakkan badan mereka bahkan semakin gila.
Dan hanya dibalas dengan anggukan ringan dari kedua pria yang masih asyik dengan kegiatan mereka berdua menyesap wine.
Hingga kegiatan mereka terhenti ketika seorang wanita berpakain seksi mendekat ke arah mereka sambil memberikan tatapan menggoda,wanita tersebut masih berjalan dengan anggun hingga ia mendekati seorang pria dari salah satu mereka bertiga.
Pria tersebut memberikan tatapan datar ketika wanita tersebut meletakkan tangannya dibahu sang pria sesekali membelainya,dan setelah tersebut wanita tersebut dengan berani duduk di atas pangkuan sang pria sambil membisikkan sesuatu dengan suara yang dibuat sexy.
"Are you alone?" Ucapan wanita tersebut membuat pria tersebut mendecih dan tanpa banyak bicara ia langsung meraup bibir merah gadis tersebut membawanya ke ciumannya dengan melumatnya kasar hingga membuat wanita tersebut mengeluh dibuatnya,namun ia tak perduli ia tersenyum miring dan melumat wanita tersebut makin dalam dan melesakkan lidahnya,tangannya menyusuri pinggang sang wanita tersebut naik terus dan sampai di kedua payudara wanita tersebut ia langsung meremas kuat dan membuat wanita tersebut sedikit menjerit.
Sedangkan disisi lain kedua pria lain tersebut melongo dengan kejadian yang mereka saksikan dari tadi.
"Heol.."ucap pria berkulit putih pucat dan pria berkulit tan bersamaan.
Mereka berdua adalah Ooh Sehun dan Kim jongin dan yang sedang asyik berpagutan adalah Park Chanyeol, Mereka bertiga pergi ke klub untuk melepas penat setelah melakukan kegiatan panitia di kampus, namun nyatanya tujuan mereka yang hanya ingin minum sampai larut malam harus terhenti karena seorang wanita yang telah menggoda teman satunya,dan hal itu membuat mereka mendengus kesal.
"Hyung jika kau ingin melanjutkannya kami akan pergi"ucap sehun,ia sudah berdiri dari tempat duduknya
Dan pagutan itu terlepas helaan nafas dari keduanya,Chanyeol melirik temannya dan menganggukan kepala. "Kalian pulanglah,aku harus melayani kucing nakal yang telah membangunkan singa buas"ucapnya sambil seringan ditunjukkan diwajahnya.
Dan mereka berdua pun berlalu meninggalkan chanyeol dengan wanita tersebut yang sudah meletakkan tangannya di leher chanyeol,dan setelah itu chanyeol menunjukkan senyum miringnya dan berkata.
"Are you wanna play with me?" Suara deep voicenya seakan membuat wanita tersebut terpancing oleh gairahnya sendiri dan dibalas dengan anggukan mantap olehnya
Chanyeol tersenyum singkat dan langsung menarik wanita tersebut menuju lorong gelap klub dan setelahnya hanya suara erangan dan desahan nafsu gairah dari mereka berdua.
Dan begitulah malam yang mereka lewati~
Suara deru mesin mobil memasuki pekarangan rumah mewah,mobil hitam ferrari terpakir gagah di depan rumah yang cukup besar,di rumah tersebut terdapat sebuah kolam ikan kecil yang ditaruh di pinggir halaman rumah yang cukup luas,serta di depan rumah tersebut ada taman kecil juga tempat untuk bersantai,keadaan rumah tersebut cukup terawat dan bersih membuat orang yang datang di rumah tersebut menikmati pemandangan rumah yang cukup asri.
Langkah kaki memasuki pintu utama yang telah dibukakan oleh seorang lelaki tua yang memakai pakaian pelayan,dan lelaki tua tersebut merupakan kepala pelayan di rumah tersebut.
Derap langkah kaki tersebut menuju sebuah pintu dengan warna putih gading disertai ukiran sehingga membuat kesan megah,ia membuka pintu tersebut dan atensinya terpaku ketika pemandangan yang ia lihat. Adalah seorang pria yang berumur sedang memangku wanita seksi sambil bercumbu mesra sesekali mengeluarkan desahannya ketika ciuman tersebut makin menuntut, dan pria yang sedang menyaksikan hal tersebut hanya mendecih sebentar dan langsung membalikkan badannya menuju pintu untuk keluar dengan membanting pintu dengan keras hingga membuat dua orang tadi yang sedang bercumbu menghentikan kegiatan mereka dan langsung menoleh ke arah sumber suara.
Park Chanyeol,yap lelaki yang telah melihat pergulatan bibir yang dilakukan ayahnya kepada wanita yang ia tidak tahu sapa membuat ia menggeram kesal dan segera berlalu dari sana dan menuju dengan langkah cepat ke arah kamarnya yang berwarna merah hitam mencerminkan dirinya sendiri. Ia berteriak kesal dan mengacak rambutnya sendiri ia menatap marah terhadap cermin yang menampakkan matanya dengan kilat amarah,ia sungguh marah terhadap ayahnya.
Niatnya untuk mengatakan sesuatu harus terhenti. Ia menghela nafas beratnya dan melesakkan kakinya menuju kamar mandi menghabiskan waktunya dengan berguyur dibawah shower air hangat.
Setelah beberapa menit menghabiskan waktunya didalam kamar mandi,ia segera keluar dengab aroma khas sabunnya serta handuk yang melilit dipingganya hingga bagian dadanya terekspos begitu saja ototnya yang kekar dibaluri air yang menetes dirambutnya.
Namun ia merasa kalau dia tidak sendiri di kamarnya ini,ia membalikkan badannya dan mendapati ayahnya tengah duduk di sofa kamarnya sambil memangku kakinya dan bersedekap dada. ia hanya tersenyum miring dan seakan tidak peduli jika ayahnya masih berada disini, dan sebuah suara berat mengintrupsi langkahnya hendak menuju lemari pakaian.
"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya ayahnya dengan nada santai dan masih dengan gayanya.
Chanyeol hanya mendengus pelan dan menjawab pertanyaan dari ayahnya "Tidak ada" perkataanya dengan sedikit geraman didalam nadanya membuat lelaki tua yang masih duduk disana mengangkat alisnya dan mengangguk pelan.
"Begitu-- kalau begitu jangan lupa dengan undangan makan malam besok, kau harus datang."
Ucap final ayahnya sebelum beranjak dari tempat duduk dan menghilang dibalik pintu,meninggalkan chanyeol yang mengepalkan tangannya hingga menimbulkan uratnya di pergelangan tangan.
Pagi hari di kota bucheon sangatlah indah matahari yang bersinar terang seakan tak akan habis sinarnya yang terus menyinari langkah kaki mungil seorang gadis dibawah sinar matahari yang hangat, gadis mungil tersenyum manis ketika bertukar sapa dengan tetangga rumahnya ketika ia keluar dari rumahnya, Baekhyun berniat pergi ke kedai neneknya sebelum pergi kuliah, karena saat ia terbangun neneknya sudah tak ada di rumahnya, mungkin neneknya sudah berangkat lebih pagi.
Dengan langkah riang baekhyun menuju kedai sang nenek namun langkahnya terhenti ketika melihat sang nenek terduduk di jalan dan merintih kepada seseorang yang ia tidak kenal, orang tersebut memakai pakaian hitam dan tubuhnya yang besar, orang tersebut menyuruh dua orang yang dibelakangnya masuk kedalam kedai nenek, ia membulatkan matanya ketika orang-orang tadi tersebut mengeluarkan barang kedainya, ia berlari kencang menghampiri neneknya dan berjongkok untuk melihat wajah sang nenek yang menundukkan kepalanya.
"Nenek--nenek tidak apa apa?" Tanya baekhyun khawatir dan dibalas dengan anggukan lemah sang nenek dan tangan halus sang nenek yang mengelusnya.
"Ahjussi--apa yang ahjussi lakukan dengan kedaiku" ucap baekhyun kesal sambil mendelikkan matanya kepada orang yang memperhatikannya bahkan orang tersebut mendecih remeh dan terkekeh.
"Hey bocah, tanyakan itu kepada nenekmu" ucap orang tersebut sambil menatap tajam kearah baekhyun.
Baekhyun berdiri dan menghadap langsung dengan mata orang tersebut, ia tidak takut walaupun ia bertubuh kecil tapi dengan skill hapkidonya ia bisa membanting orang tersebut, namun hal tersebut harus terhenti karena sang nenek menggengamnya dan membisikkan sesuatu.
"Nenek tidak apa-apa jangan melawannya baekk--" ucapan neneknya tersebut membuat baekhyun menghela nafas dan menatap sang nenek dan menganggukkan kepalanya.
"Kami akan kembali lagi, dan bukan hal ini lagi yang akan kami berikan tapi lebih parah, jadi cepat bayar dan jangan menundanya lagi" ucap orang tersebut dan langsung melenggang pergi diikuti dengan kedua orang tadi.
Baekhyun memasuki kampus dengan keadaan murung ia melewati lorong kampus menuju fakultasnya, ia mengingat kejadian tadi pagi, ia tak menyangka neneknya terlilit hutang karena membangun kedai tersebut, ia hendak membantu namun sang nenek menolak dan menyuruhnya untuk meneruskan kuliahnya.
Hhh
Baekhyun menghela nafas berat, dan sebuah suara menggema di lorong kampus tersebut membuat ia menoleh kebalakang dan melihat sahabatnya yang sudah dua minggu ini menemaninya dikampus, dengan mata bulatnya yang lucu seperti burung hantu, menatap baekhyun dan tersengal lelah karena berlari
tadi.
Baekhyun dan kyungsoo berada di cafetaria kampus mata kuliah mereka akan mulai beberapa menit lagi jadi mereka memutuskan mengunjungi kantin kampus untuk membeli minuman segar dipagi hari ini. Mereka berdua mengambil fakultas yang sama yaitu fakultas desaigner,Yap mereka ingin menjadi seorang design, setelah dua minggu berlalu mereka telah melewati masa-masa pengenalan kampus dan mereka akhirnya menjadi bagian dari kampus besar ini dan mereka berdua juga mengambil jurusan yang sama.
"Hah.. Aku sangat lelah tadi" ucap kyungsoo sambil menyandarkan punggungnya dan menyesap jus jeruk yang ia pesan tadi.
"Kenapa kau berlari tadi?" Ucap baekhyun menatap sahabatnya yang masih memejamkan matanya, sambil menyesap susu strawberinya yang ia bawah dari rumah.
"Aku ketinggalan bis--dan berlari seperti orang gila,karena kukira aku terlambat" ucap kyungsoo dan dibalas dengan gelengan kepala dari baekhyun, sahabatnya ini memang selalu datang terlambat.
Hingga beberapa menit menghabiskan minuman masing-masing mereka berdua beranjak dari sana menuju ke fakultas mereka karena mata kuliah mereka akan segera dimulai.
"Hyung--kau akan pergi kesana?" Sebuah suara dari pria tan-membuat ia menoleh sebentar dan melanjutkan kegiatannya yaitu membaca buku.
"Bisa dilihat ia akan pergi, ia sudah tak bisa melawan" dan kali ini sebuah suara dari pria berkulit putih pucat yang tengah bermain ponsel. Dan kali ini sukses membuat pria yang sedang membaca buku mendengus dan melenpar asal bukunya ke meja dihadapannya.
"Aku tidak tahu" Ucapnya
Chanyeol,Jongin,dan Sehun
Mereka bertiga kini sedang bersantai disebuah ruangan yang dipenuhi dengan alat musik dan terdapat juga rak-rak buku, bisa dilihat ini merupakan tempat pribadi mereka bertiga di kampus ini, setelah menyelesaikan kegiatan mereka di fakultas masing-masing mereka bertiga pun berkumpul di sebuah ruangan yang terletak di ujung kampus dan sangat sunyi, seperti hanya mereka yang bisa datang diruangan tersebut.
Tempat ini merupakan tempat untuk menghilangkan penat mereka setelah club, mereka bisa bermain musik atau membaca buku atau bisa juga membawa minuman ber-alkohol untuk mereka minum dan tak akan ada yang marah, Kalian tidak lupa kan mereka bertiga merupakam primadona di kampus ini dan salah satu dari mereka adalah anak dari pemilik kampus disini, jadi tidak ada yang akan melarang mereka, kalaupun ada pasti orang tersebut akan menemui ajalnya nanti.
"Aku sudah tak bisa kabur" ucap chanyeol sambil menyandarkan kepalanya di sofa dan memejamkan matanya.
"Apa itu sungguh mengerikan?" Ucap jongin penasaran sambil mendekat kearah chanyeol.
"Apanya?" Tanya chanyeol
"Makan malam sebentar, apa itu sungguh mengerikan?" Ucap jongin antusias.
Dan yang terjadi ia mendapat jitakan dari sahabt pria pucatnya yaitu Ooh sehun
"Kau bodoh atau apa?apa kau lupa jika makan malam tersebut bukan makan malam biasa, itu adalah sebuah makan malam yang terjalin dihubungan bisnis kau mengerti?" Ucap sehun menjelaskan.
Dan dibalas dengan gelengan kepala dari jongin.
Dan chanyeol menghela nafas melihat kelakuan kedua temannya ini.
"Ayahku akan menjalin kerja sama dengan perusahaan kim, dan ayahku akan menikah dengan CEO perusahaan tersebut"
"Whaatt??" Suara jongin menggelegar dan sehun hanya memutar bola matanya malas,temannya ini sungguh payah.
"Kenapa?" Tanya jongin tanpa perduli dengan gerutuan sehun
"Aku tidak tahu,aku kesal dan sangat marah, aku selalu kabur dari acara makan malam tersebut,tapi kali ini aku tidak bisa kabur"
Ungkapan tersebut membuat keadaan hening seketika. Jongin dan sehun menatap iba terhadap temannya ini mereka mengetahui sesuatu mengapa chanyeol bertindak seperti ini dan menjadi seperti ini.
"Well- aku harus pergi ke perpustakaan" ucap chanyeol sambil berdiri dan dibalas dengan kerutan bingung oleh kedua temannya.
"Woah tidak biasanya?,kau akan melakukannya disana?" Ucap jongin disertai seringai aneh dibibirnya
Sehun? Ia hanya memutar bola matanya malas dan tak berniat menyambung pembicaraan kepada dua temannya ini.
"Well--itu menarik" ucap chanyeol dengan seringai anehnya dan segera berlalu dari sana.
Sore hari yang cerah warna jingga menghiasi langit dan dibawah langit seorang gadis dengan rambut pendek menyusuri langkahnya menuju suatu tempat. Ia menghampiri minimarket yang berada dipinggir jalan, ia memasuki minimarket tersebut dan pergi ketempat minuman untuk membeli sekaleng minuman bersoda untuk menemaninya berjalan disore hari ini.
Namun ketika ia hendak menarik cola yang tengah ia incar tersebut sebuah tangan lain juga menggenggam colanya ia menoleh dan seketika ia terdiam dengan pemandangan yang ia lihat. Wajah pria itu, putih bersih, hidungnya yang tinggi,matanya yang tajam,dan bibirnya yang merah seksi. Ia terus memandang pria tersebut hingga suara deheman membuat ia sadar.
"Lepaskan itu punyaku"suara berat dan dingin membuat ia membuyarkan fantasinya tentang pria ini , ia kira lelaki ini seperti di drama-drama yang ia sering tonton,ternyata tidak ia sangat dingin dan-tunggu--tadi dia bilang ini punyannya Hah? Ia tersenyum remeh dan mendelikkan matanya kepada pria yang masih menatapnya dengan dingin
"Maafkan aku tuan, Aku yang melihatnya duluan jadi Anda yang harus melepaskannya" ucapnya sopan dan senantiasa menggengam erat cola tersebut.
Dan lelaki tersebut mendecih dan menatap tajam pada gadis berambut pendek ini.
"Cepat lepaskan sebelum kau menyesalinya" ucapnya angkuh dan menatap tajam.
Dan akhirnya gadis tersebut merengut kesal, ada apa dengan orang ini? Ia yang pertama melihatnya duluan, kalaupun masih banyak cola yang ia incar ia tidak akan membuang waktunya untuk hal ini tapi cola ini tersisa satu jadi mau tidak mau ia harus mengambilnya dengan cara apapun.
"Tidak mau" ucap gadis tersebut dan langsung menginjak kaki pria tersebut dengan keras dan segera berlari dari sana menuju kasir membayarnya cepat dan berlari sekencang mungkin.
"YAAAKKK" dan pria tersebut berteriak marah kepada gadis berambut pendek yang tengah berlari terbirit sesekali menabrak seseorang.
"Awas saja kau" gumamnya kesal dan mengelus kakinya yang telah terinjak oleh gadis tadi.
Luhan sampai di kedai nenek heechul dengan nafas tersengal setelah berlari seperti orang gila, ia meneguk cola dengan rakus yang telah ia beli tadi di minimarket.
"Kau kenapa"suara sang nenek membuat ia menoleh dan menggelengkan kepala
"Kenapa kau berlari" ucap nenek lagi
"Aku mendapatkan Masalah" ucapnya menatap lurus kedepan membayangkan kejadian tadi sore.
"Apa?masalah apa kali ini? Astaga luhan kau ini selalu saja membuat masalah" ucap nenek sedikit meninggikan suaranya.
"Astaga nenek, itu bukan sepenuhnya salahku, kalau ia melepasnya tadi aku takkan menginjak kakinya.
"Kau menginjak kaki siapa?"
"Seorang pria tampan, tapi dia dingin"
"Pria tampan?dingin?"ucap nenek bingung.
"Iya, nenek tau ia tidak mau mengalah seperti di drama-drana yang aku tonton, tapi ia malah menatapku tajam dan menyuruhnya melepaskannya, membuatku kesal saja" ucapnya sambil mengerut kesal.
Sang nenek hanya menggelengkan kepalanya
"Ingatkan ini dunia nyata bukan seperti drama yang kau tonton"
"Sudahlah cepat bantu aku, kedai sudah mulai ramai"
Ucapan nenek dibalas dengan anggukan dari luhan, dan mereka berdua pun segera mempersiapkan bahan dan melayani para pelanggan yang sudah datang di kedai mereka.
"Kau duluan saja kyung, aku harus mampir di perpus dulu"
Perkataan baekhyun dibalas dengan anggukan kepala dari kyungsoo dan berlalu dari kelas mereka yang sudah berakhir.
Setelah kyungsoo pergi, baekhyun pun juga segera pergi setelah membereskan buku-bukunya.
Ia menyusuri lorong kampus yang sudah sepi menuju perpustakaan untuk mengambil buku yang akan ia baca.
Dia memasuki perpustakaan yang sudah sepi dan sunyi, tanpa rasa takut ia pun masuk dan segera menuju rak-rak buku dan melihat buku-buku tersebut.
Dengan tenang ia melihat buku yang ia cari, namun samar-samar ia mendengar suara seseorang, ia segera mengambil buku yang hendak ia cari dan segera pergi dari sana namun sebelum ia pergi ia tersentak kaget karena suara yang keras, ia segera berbalik dan melangkah pelan mendekati ujung rak, setelah sampai disana ia mengintip dan membolakan matanya ketika menangkap seorang manusi berbeda kelamin sedang berpagutan mesra dan panas, bahkan baju wanita tersebut sudah terbuka menyisakan branya dan rok wanita tersebut sudah tidak ada menyisakan celana dalamnya, wanita tersebut mengeluh dan mendesah dengan kuat ketika pria tersebut meremas kuat payudara wanita tersebut.
Baekhyun tak ingin berlama-lama dan menyaksikan pemandangan yang tidak senonoh untuk dilihatnya, ia segera berbalik badan cepat dan tak sengaja menyenggol buku di rak dan jatuh.
BUKK
suara buku jatuh tersebut membuat baekhyun menelan ludahnya susah payah, berharap dua orang tadi tidak mendengarnya.
Ia berusaha menetralkaan nafasnya dan melangkah pelan namun sebuah suara berat mengintrupsinya dari belakang sehingga membuat ia menegang.
"Kau mau kemana?" suara berat tersebut dan bunyi langkah kaki mendekat membuat ia bergetar takut dab membalikkan badanya perlahan dan mendapati tatapan tajam dari pria tadi.
"Su..sunbae aku tak sengaja, Aku akan pergi" ucap baekhyun pelan dan berhati-hati takut akan membuatnya marah.
"Kau sudah menganggu" ucapnya dingin
"Maafkan aku" ucap baekhyun membungkuk sopan dan segera pergi dari sana, namun tangannya tertahan dan ia meringis pelan ketika punggungnya tertabrak oleh rak buku yang disebabkan oleh pria yang menatap tajam.
"Kau sudah menganggu, dan kau akan pergi?"
Ia mendecih dan menunjukkan seringainya.
Baekhyun bergetar ketakutan
"Tidak bisa, Kau yang harus menggantikannya kalau begitu"
Dan yang terjadi adalah sebuah ciuman paksa yang didapatkan baekhyun, ia membolakan matanya ketika pria tersebut menciumnya kasar dan sesekali menggigit bibirnya, ia bergetar dan mengepalkan tangannya. Dan seketika pria yang menciumnya tersebut kini sudah jatuh di lantai memegangi pipinya ketika mendapat serangan dari gadis yang kini menatapnya benci dengan lelehan air mata
"KAU BRENGSEK" teriaknya dan segera pergo dari sana.
Dan pria tersebut hanya tersenyum miring dan mengusap sedikit luka disudut bibir kirinya yang mengeluarkan darah.
"Menarik" gumamnya setelah melihat darahnya di jarinya.
Baekhyun menangis di lorong kampus sambil terus menggosokkan bibirnya dengan tangannya berharap ciuman tadi hilang, ia tidak percaya jika pria yang selama ini ia kagumi sudah mencuri Ciuman pertamnya dengan paksa dan sekarang baekhyun membenarkan perkataan kyungsol sahabatnya kalau Chanyeol itu brengsek.
Dan yang telah mencuri ciuman pertamanya adalah chanyeol cowok Playboy dan brengsek.
Tbc..
Wushh hope you like it..
jika menyukainya jangan lupa reviewnya
