REVENGE

Pairing: Chanbaek

Cast: Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Jung Soojung, Oh Sehun, Xi Luhan, Do Kyungsoo, Kim Jongin, and other

Genre: Romance

Rating: T+

Disclaimer: hanya meminjam nama karena mereka hanya milik tuhan, orang tua dan agensi mereka dan Baekhyun hanya milik Chanyeol.

Warning! Yaoi, Shounen Ai, Boys Love, Boys X Boys.


Previous Chapter...

Mata Baekhyun membelalak menyadari rasa hangat bibir Chanyeol yang bergerak diatas bibirnya. Namun tak lama, Baekhyun justru memejamkan kedua matanya menikmati hisapan lembut Chanyeol pada bibirnya. Sebenarnya Baekhyun tahu bahwa ini salah, namun biarkan Baekhyun egois sekali ini saja. Egois karena telah menikmati ciuman panas seseorang yang telah ia tipu habis habisan.

.

.

.

Kedua tangan Chanyeol menyentuh pinggang ramping Baekhyun, yang merambat menuju payudara palsu milik Baekhyun. Baekhyun yang melihat Chanyeol mulai menyentuh payudara palsu miliknya segera mendorong pemuda itu.

"yak! Apa yang kau lakukan hah!" teriak Baekhyun. Baekhyun terlihat marah namun sebenarnya tidak, ia hanya sedang berakting agar Chanyeol merasa bersalah telah menyentuh payudaranya.

"ma-maafkan aku" Chanyeol menunduk dan memukul kepalanya sendiri "aku hanya terbawa suasana, sungguh aku tak bermaksud seperti itu" mata Chanyeol menatap iris mata hazel Baekhyun dengan tatapan bersalah.

"simpan saja rasa bersalahmu!"

"Soojung-ah" rengek Chanyeol dengan nada manja.

Baekhyun ingin muntah mendengar rengekan dan melihat aegyo Chanyeol. dengan kesal, ia pun mendeathglare Chanyeol "berhenti memanggilku seperti itu Park!" seketika itu pula pun Chanyeol bungkam.


"Soojung-ah dengarkan penjelasanku dulu" langkah kaki Chanyeol mengejar Baekhyun saat mereka telah turun dari bianglala. Baekhyun yang ceritanya masih dalam mode marah pun hanya mengabaikan Chanyeol dan mempercepat langkah menuju kamar mandi wanita agar Chanyeol berhenti mengikutinya lagi.

Baekhyun menatap pantulan dirinya didepan kaca. Jemarinya menyentuh bibirnya yang terlihat bengkak. Bayangan ciuman panas bersama Chanyeol terlintas dipikirannya. Pikiran Baekhyun mendadak kosong seketika, ia merutuki dirinya sendiri yang bisa bisanya menyukai ciuman hebat Chanyeol.

Rasa penyesalan kini hinggap didada Baekhyun. seharusnya ini tak terjadi! Bagaimana bisa jika ia menyukai Chanyeol sedangkan kenyataannya Chanyeol adalah objek bullynya semasa sekolah dasar dulu. "arghh" teriak Baekhyun meluapkan rasa frustasinya yang membuat sosok wanita disebelahnya menatapnya dengan wajah antara takut dan geli.

Tangan lentik Baekhyun mengepal. Hatinya kini terasa sesak, ia benar benar takut menyukai Chanyeol. Ia pun berjanji akan menghentikan kebohongan ini seepatnya.

Dilain sisi, Chanyeol sama saja terlihat berantakan karena ciuman di bianglala tadi. Ia bahkan seperti orang bodoh karena berdiri didepan toilet wanita dengan bibir yang terlihat bengkak dan basah. Beberapa wanita bahkan mencibir Chanyeol dan menyangka Chanyeol adalah anak mesum yang ingin mengintip.

Saat ini, Chanyeol merasa seperti orang terbrengsek didunia. Bagaimana bisa ia mengambil ciuman dari seseorang yang baru hari ini ia temui? Sebenarnya Chanyeol bukanlah seorang pria yang mesum seperti ini. Namun, Chanyeol tak bisa munafik karena sosok Baekhyun yang ia kira Soojung itu benar benar memikat sekaligus menggairahkan dibalik wajah polosnya.

Chanyeol tahu jika ia menyukai Soojung. Namun entah mengapa pertemuan kali ini justru meyakinkan Chanyeol bahwa ia bukan sekedar menyukainya, tapi lebih dari itu. ia mencintainya, mencintai sosok gadis imut, bermata puppy, pemilik bibir tipis nan lembut, dan memiliki tubuh mungil yang pastinya akan terasa nyaman direngkuh. Chanyeol benar benar telah terjatuh dalam pesona Byun Baekhyun, dan Chanyeol berjanji tak akan melepaskan Baekhyun.

Bibir apel Chanyeol mengembang saat melihat sosok yang ia tunggu tunggu keluar dari dalam toilet. Dengan semangat yang berlebih, Chanyeol menghampiri Baekhyun. namun senyumannya seketika lenyap saat Baekhyun justru melangkah mundur "jangan mendekat"

"kau kenapa Soojung-ah?"

"kumohon jangan mendekat" pinta Baekhyun dengan wajah memelas.

Chanyeol menatap Baekhyun sedih, tatapan matanya sendu "apa ini karena ciuman itu? kalau iya, aku minta maaf. Aku sungguh tak sengaja melakukan itu. kumohon jangan perlakukanku seperi penjahat seksual seperti ini"

"kau telah mengambil ciuman ku dihari kita pertama bertemu seperti ini, bukankah itu keterlaluan?" Baekhyun menatap Chanyeol seolah menghakimi.

Chanyeol menghela nafas panjang, ia menatap Baekhyun sedikit kesal "tapi kau juga menikmati ciumanku kan?"

"aku tidak!"

"kau iya!"

Mata mereka berdua beradu sengit. Baekhyun menggeram ketika tiba tiba Chanyeol menyeringai "aku tahu sebenarnya kau menginginkan lebih dari ciuman bukan? Maka dari itu kau marah seperti ini?"

"YAK! DASAR MESUM!" teriak Baekhyun dengan muka memerah layaknya udang rebus. ia benar benar kesal dengan pemikiran Chanyeol yang sangat dangkal. Sedangkan Chanyeol kini sibuk memegangi perutnya dan tertawa kencang yang dibuat buat mendapati wajah Baekhyun yang memerah seperti itu.

Baekhyun memilih untuk pergi dari hadapan Chanyeol. Chanyeol yang melihat itu pun berteriak tak rela "YAK! YAK! JUNG SOOJUNG JANGAN PERGI! AISSH" dengan sedikit berlari, Chanyeol pun mengejar Baekhyun.

Mungkin kali ini dewi fortuna sedang memihak Baekhyun. karena Chanyeol tak mampu mengejar Baekhyun karena ia kehilangan jejak sosok mungil ditengah keramaian. Chanyeol merutuki dirinya sendiri yang mengejek Baekhyun dan membiarkannya pergi.

Disisi lain, ternyata Baekhyun bersembunyi dibalik dinding toko untuk menghindari Chanyeol. Baekhyun melihat Chanyeol dari jauh yang sedang mencarinya hanya mampu tersenyum remeh. Namun tiba tiba, ponsel Baekhyun berdering. Tertera nama SOOJUNG-AH disana, ia pun mengangkatnya.

"YAK OPPA!" pekik Soojung keras ketika Baekhyun baru mengangkat panggilan.

Jemari Baekhyun mengorek telinganya kesal untuk mengecek gendang telinganya yang tak pecah mendapatkan pekikan nyaring Soojung "jangan berteriak bodoh!" maki Baekhyun.

"kau kemana saja oppa? Kenapa kau belum pulang? apa kau baik baik saja? Park Chanyeol tak menculikmu kan? Kita tak ketahuan kan?" Tanya Soojung beruntun membuat Baekhyun kesal. Demi apapun ingin rasanya Baekhyun membunuh sepupunya itu.

Bukannya menjawab, Baekhyun justru membicarakan hal penting yang harus Soojung ketahui tentang Chanyeol "soojung-ah aku harus memberitahukan ini padamu, kau mungkin berfikir ini mustahil tapi ini adalah sebuah kenyataan"

"kau ingin memberitahu apa?"

"Chanyeol menjadi tampan, kurus, dan keren" ucap Baekhyun cepat tanpa bernafas.

Tak ada jawaban dari Soojung beberapa menit, membuat Baekhyun berfikir mungkin saja Soojung terlalu kaget dengan kenyataan ini. Tapi semua pemikiran Baekhyun lenyap begitu saja ketika suara tawa meledak diujung sana.

"hahaha.. aku tak percaya dengan tipuanmu hahaha"

"YAK! AKU SERIUS"

"hahaha baiklah oppa aku percaya jika memang Chanyeol berubah sekalipun seperti yang kau ucapkan itu, aku tak peduli. Toh aku sudah mempunyai kekasih"

Entah mengapa Baekhyun merasa kesal Soojung terkesan menganggapnya berbohong "terserah kau saja. Tapi jika kau menyesal telah menolak Chanyeol yang sekarang, jangan salahkan aku!"

"apa kau menyukainya, oppa?"

Alis Baekhyun berkerut bingung "menyukai? Maksudmu menyukai apa?"

"Chanyeol"

Mendengar Soojung menyebut kata itu, dada Baekhyun serasa diremas. Ia menghela nafas panjang "semoga saja tidak" Baekhyun yang menyadari jawabannya sedikit aneh pun segera membahas topik pembicaraan "bagaimana dengan kamera yang ku minta? Sudah kau belikan?"

"tentu saja, aku sudah meletakkannya diranjang kamarmu"


Kaki mungil Baekhyun menaiki tangga menuju kamarnya dengan lesu, neneknya sepertinya sudah tidur dan ibunya pun sepertinya masih belum pulang sehingga Baekhyun tak perlu repot repot untuk melepas wig dan baju wanitanya.

Pintu kamar Baekhyun terbuka, senyuman kecil muncul dibibirnya tatkala melihat kamera yang ia impikan sejak dulu, kamera yang sama seperti milik ayahnya dulu. Jemari lentik milik Baekhyun mengambil kamera itu dan menerawang masa kecilnya dulu, dimana sang ayah selalu mengajarinya segala sesuatu tentang fotografi. Atensi Baekhyun pun teralih pada jendela rumah, terlihat disana taman bunga kecil yang selalu mengingatkannya pada sosok ayah tercinta.

Baekhyun kecil terpaku kagum menatap ayahnya yang sibuk membidik sebuah bunga dipelataran rumahnya. Pelataran yang tak begitu luas namun tetap terasa nyaman dan asri.

Ayah Baekhyun menolehkan kepalanya dan tersenyum ketika melihat anak semata wayangnya yang sedang menatapnya dengan penuh kekaguman. Pria berkepala tiga itu pun menghampiri Baekhyun dan berlutut menyamakan tingginya.

Baekhyun tersenyum lebar, menampakkam gigi susunya kepada sang ayah membuat ayahnya sedikit terkekeh. Tangan besar sang ayah mengusak lembut rambut Baekhyun "apa Baekki ingin ayah foto juga seperti bunga bunga tadi?"

Kepala Baekhyun menggeleng kecil "tidak, baekki justru ingin memfoto bunga bunga tadi seperti ayah"

"kalau baekki ingin begitu, ayo kita foto bunga bunga itu" tuan Byun menunjuk bunga. Baekhyun mengangguk antusias, tuan Byun pun menggendong tubuh mungil putranya yang masih saja kecil meski sudah berumur 10 tahun.

Mereka berdua membidik bunga itu dengan saling melempar tawa, sampai sampai terdengar bunyi bantingan gerbang rumahnya. Tuan Byun mengerutkan alis bingung, siapa yang memasukki rumah dengan membanting pintu gerbang?

Tuan Byun mendekati gerbang masih dengan menggendong Baekhyun, namun tubuhnya ia sembunyikan dibalik dinding. Matanya menatap sesosok wanita dengan tampilan mewah yang tak lain dan tak bukan adalah istrinya, dan sialnya disamping sosok wanita itu ada seorang pria berbalut jas dengan wajah sangat tampan yang memeluk pinggang wanita itu dengan mesra.

Dada tuan Byun terasa sesak melihat istrinya yang tampak bermanja manja dengan pria lain, wajahnya memerah dan matanya menatap penuh luka. Baekhyun yang melihat kesedihan ayahnya pun ikut bersedih, ia menatap objek penglihatan sang ayah dengan bingung

"apa ayah bersedih karena ibu berdekatan dengan pria itu?" Tanya Baekhyun polos.

Sang ayah yang ditanyai pertanyaan itu segera tersenyum "ayah tidak bersedih, ah lebih baik sekarang kita memfoto bunga lagi" mereka bedua pun berjalan menjauh dari sana.

Tanpa tuan Byun sadari, mata Baekhyun terarah pada sosok pria yang kini mencium pipi ibunya lembut. Matanya tersirat kebencian, kebencian karena pria itu telah membuat ayahnya bersedih.

Baekhyun tersenyum pahit memikirkan kejadian itu. dadanya seperti diremas, karena setelah kejadian itu ibu dan ayahnya bertengkar, ayahnya memilih pergi dan enggan menginjakkan kaki ke rumah lagi.


Malam semakin larut, namun mata Chanyeol enggan tertutup. Gemerlap malam kota seoul menjadi objek penglihatannya, namun objek pemikirannya terarah pada Baekhyun. Pandangannya menerawang membayangkan kejadian kemarin malam, dimana dia bisa tertawa dengan cinta pertamanya.

Lengan kekarnya memeluk boneka rilakkuma yang ia dapatkan saat bersama Baekhyun kemarin. Tubuhnya ia sandarkan pada sofa mewah yang tersedia dibalkon mansion mewahnya. Dan lebih parahnya, bibir Chanyeol mengurut lucu dengan tatapan matanya yang berkaca kaca.

"aishh.. seharusnya kemarin aku tak usah mencium dan menggodanya, sekarang dia pergi dan aku tak mampu melihatnya lagi" Chanyeol mengacak rambutnya frustasi.

"kau berlebihan Park! Masa hanya karena gadis itu kau bisa seperti ini" gerutu sepupu mungilnya yang bernama Luhan. Luhan sudah berada disamping Chanyeol selama satu jam yang lalu, sehingga ia merasa bosan karena hanya melihat sepupunya dalam mode patah hati seperti ini. "ya walaupun Jung soojung itu seksi dan cantik tapi kau tak usah berlebihan seperti ini"

"seksi? Yang benar saja? Tubuhnya itu sangat mungil dan ia sangat rata asal kau tahu" Chanyeol tersenyum membayangkan sosok mungil Baekhyun yang ia temui kemarin.

Luhan menghela nafas panjang "terserah kau saja lah, tapi asal kau tahu kalau Soojung itu telah memiliki kekasih" seringaian muncul dibibir Luhan membuat Chanyeol naik pitam.

Mata Chanyeol melirik tajam kearah Luhan "diamlah hyung, aku memanggilmu kemari hanya untuk menemaniku bukan untuk membuatku kesal seperti ini"

"habis wajahmu itu lucu kalau ku goda hahaha" tawa Luhan pecah seketika.

Chanyeol menggeram kesal "seharusnya aku memanggil Sehun saja"

"terus kenapa kau justru memanggilku? Tidak memanggil Sehun saja?"

Mendengar pertanyaan Luhan, Chanyeol pun tersenyum menggoda. "kau ingin tunanganmu itu datang eoh? Tenang saja, aku sudah memanggil pria albino kok. Mungkin dia akan datang beberapa menit lagi"

"yak! Siapa yang ingin dia datang hah?" mata Luhan membulat horror "kau jangan…"

Belum sempat Luhan melanjutkan perkataannya, pintu atap mansion diketuk seseorang. "sepertinya itu Sehun, aku akan membukanya hyung" Chanyeol yang sebelumnya sedang patah hati pun langsung bersemangat dan bangkit dari sofa untuk membuka pintu.

"YAK PARK CHANYEOL!" teriak Luhan frustasi. Dadanya serasa diremas ketika mendengar Chanyeol mengucapkan nama tunangannya. Ah salah, maksudnya tunangan Luhan karena Sehun tak pernah sekalipun menganggap Luhan sebagai tunangannya.

Chanyeol membuka pintu dan menemukan sosok Sehun disana, ia pun langsung tersenyum lebar "ayo masuk, aku sudah lama menunggumu"

"kenapa kau memanggilku Park? Kau ingin mengadakan pesta diatas atap?" Tanya Sehun yang mengekori Chanyeol dari belakang.

"tidak" Chanyeol menoleh kearah Sehun sebentar "aku hanya ingin kau menemaniku, tapi tenang saja kok aku sudah memanggil teman lain juga"

"siapa?"

"kau akan tahu sendiri" Chanyeol pun tersenyum misterius. Sehun hanya menaik turunkan bahunya dengan acuh, tak peduli dengan teman lain yang dimaksud Chanyeol.

Sehun tiba tiba menghentikan langkah ketika melihat sosok mungil bersurai coklat madu yang duduk disofa menatap Sehun dan Chanyeol. kedua mata Sehun dan Luhan saling beradu pandang dalam diam, sampai Chanyeol bersuara memecah keheningan diantara mereka.

"yak! Oh Sehun sampai kapan kau ingin berdiam diri seperti itu?" tangan Chanyeol menarik lengan Sehun, dan mendudukan pria albino itu di samping Luhan. Chanyeol tersenyum menggoda "yatuhan, pantas saja kakek menjodohkan kalian berdua, ternyata kalian berdua tampak serasi"

Sehun menghela nafas panjang dan menatap Chanyeol malas "kalau tak ada yang ingin kau bicarakan lebih baik aku pergi" Sehun pun bangkit dari sofa hendak pergi.

Luhan yang merasa tak enak pada Sehun pun segera menahan lengannya "biar aku saja yang pergi" Luhan menatap tangannya yang menyentuh lengan Sehun pun segera melepasnya "oh maaf"

Alis Chanyeol berkerut bingung melihat kecanggungan "kalian kenapa? Apa kalian memang canggung seperti ini jika di korea?"

"tidak" ucap Luhan.

"iya" ucap Sehun.

Mendengar jawaban berbeda, Chanyeol menatap keduanya kesal "jadi iya atau tidak?"

"kita memang selalu seperti ini" jelas Sehun. Ekor matanya melirik Luhan sekilas "tapi kita selalu berpura pura baik dan mesra jika didepan kakek" Sehun menatap Chanyeol malas "sudah jelaskan? Sekarang aku pergi" ia pun berjalan menuju pintu tanpa ditahan Luhan lagi.

Chanyeol pun mengalihkan atensinya pada sosok mungil disampingnya "kau berhutang penjelasan padaku, hyung"

"dia bersikap seperti ini karena menyukai orang lain, dia menyukai Byun Baekhyun" Luhan menatap pandangan didepannya dengan tatapan kosong, ia pun menghela nafas panjang lalu menatap Chanyeol malas "sudah jelaskan? Aku pergi" baru saja Chanyeol ingin bersuara namun Luhan sudah pergi.

Seringaian muncul dibibir Chanyeol ketika mengingat ucapan Luhan yang menyebutkan satu nama 'Byun Baekhyun'. ia mengepalkan tangannya dengan mata yang berubah tajam "jadi Baekhyun masih ada diseoul? Keberuntungan ada dipihakku kali ini, aku akan membalas dendamku"


Berkali kali Baekhyun menenggelamkan kepalanya pada bantal, bayangan ciuman panasnya dengan Chanyeol berputar putar dikepalanya seolah olah sedang mengejeknya. Jemari Baekhyun pun menggosok bibirnya dengan keras "aish sialan! Seharusnya dia tak usah menciumku seperti ini" Padahal ini sudah hari ketiga dimana Baekhyun dan Chanyeol bericuman namun rasanya bibir hangat Chanyeol masih menempel dibibir miliknya.

"bibirmu bisa berdarah jika digosok gosok terus seperti itu" sebuah suara menginterupsi. Segera saja Baekhyun menoleh kearah sumber suara dan menemukan sahabat mungilnya, Kyungsoo.

Mata Baekhyun berputar malas, lalu ia merubah posisinya menjadi duduk diatas ranjang "ingin apa kau kemari eoh? Liburan musim panas berakhir lusa"

"sepertinya ada hal yang aku lewatkan tentangmu" bukannya menjawab, Kyungsoo justru mengatakan hal ambigu yang membuat Baekhyun mengerutkan alisnya bingung.

"maksudmu?"

Kyungsoo tersenyum misterius, lalu ia berjalan mendekati Baekhyun dan duduk disamping Baekhyun. bibirnya bersuara lirih tepat ditelinga Baekhyun "siapa orang yang menciumu?"

"da-dari mana kau ta-tahu aku habis berciuman?" mata Baekhyun membulat horror, tenggorokannya terasa kering, ia meneguk ludahnya kasar.

Kyungsoo tak menjawab pertanyaan Baekhyun lagi "apa orang yang menciummu itu adalah Oh Sehun?" ia pun tersenyum menggoda Baekhyun membuat Baekhyun merasa sangat kesal.

"kenapa kau berfikiran orang yang menciumku itu Sehun?"

"karena satu satunya orang yang menyukaimu itu hanyalah adik kelas kita yang bernama oh Sehun, dan tak ada lagi" lemparan bantal pun terkena wajah Kyungsoo.

Baekhyun menatap Kyungsoo kesal. Ia hampir saja ingin memutilasi tubuh Kyungsoo jika saja membunuh orang tidak masuk kedalam penjara. "diamlah, atau ku robek mulutmu"

mendapatkan ancaman dari Baekhyun, Kyungsoo tak merasa takut sedikit pun. Ia justru menatap bingung objek penglihatannya sedari tadi, sebuah kamera yang Kyungsoo tahu bahwa itu adalah kamera impian Baekhyun yang sialnya harganya sangat mahal diatas nakas. "kau mendapatkan kamera itu dari mana baek?"

"ah kamera itu aku dapatkan dari sepupuku, Soojung"

Kepala Kyungsoo mengangguk kecil, "lalu nanti ingin kau apakan kamera itu?"

Mendengar ucapan Kyungsoo Baekhyun memutar bola matanya malas "tentu ingin ku gunakan untuk membidik foto lah, aku ingin melanjutkan karier ayahku, tak mungkin kan jika aku menggunakannya untuk menyumpal mulutmu"


Sejak sedari pagi sekali, Chanyeol mematut dirinya didepan kaca hanya untuk memeriksa penampilannya ke sekolah. Hari ini adalah hari pertama ia masuk sekolah, dan ia ingin memberikan kesan terbaiknya terutama untuk Baekhyun. ia ingin menunjukkan kepada sosok mungil yang membullynya dulu bahwa Chanyeol yang dulu bukanlah yang sekarang.

Jemari Chanyeol mengacak rambutnya frustasi, entah mengapa ia tidak puas dengan dirinya yang sudah sangat tampan seperti ini. Ia takut kalau ia tak mampu balas dendam kepada Baekhyun, atau lebih parah lagi ia menjadi bahan bullyan Baekhyun kembali.

Chanyeol melihat jam dipergelangan tangannya, ia kaget karena beberapa menit lagi sekolah akan dimulai dan dengan langkah cepat ia pergi menuju bagasi untuk mengendarai mobil audi mewah untuk berangkat sekolah.

Ditempat lain, terlihat Baekhyun masih bergerumul dengan selimut diatas ranjangnya. Mata hazel Baekhyun pun dengan perlahan terbuka, matanya menyipit melihat sinar matahari yang memasukki celah jendela tapi tak berapa lama matanya melebar dengan horror "sial aku terlambat lagi"

Dengan kecepatan kilat Baekhyun menghabiskan waktu sepuluh menit dalam bersiap termasuk mandi. Ia memilih menyemprotkan parfum aroma strawberry dahulu sebelum berangkat, ya ini adalah kebiasaan kecilnya yang tak bisa dihilangkan. Sebelum keluar kamar, iris mata Baekhyun mendapati kamera dinakasnya, ia tersenyum kecil dan jemari lentiknya pun mengambil kamera itu.

Kaki mungil Baekhyun menuruni anak tangga dan berlari menuju pintu. Namun langkah kakinya berhenti ketika mendengar suara omelan yang tak asing baginya, siapa lagi kalau bukan suara neneknya.

"Baekki! bawa bekalmu dulu nak, jangan terburu buru seperti itu" omel sang nenek, ia pun menghampiri cucu kesayangannya dengan membawa sekotak bekal.

Baekhyun menerima bekal neneknya dengan senyum manis "terima kasih nek, baekki berangkat dulu ya"

Belum sempat, Baekhyun keluar pintu rumah, neneknya menahannya lagi "tunggu baekki" nenek Byun pun mengeluarkan uang dari saku bajunya beberapa lembar won "ini pemberian dari ibumu, ia sudah berangkat sedari pagi"

Mendengar neneknya menyebut ibunya, Baekhyun mendengus kesal "simpan saja uang nya nek, aku tak butuh sepeserpun uang dari wanita itu, oh salah maksudku uang pemberian para pria hidung belang untuk wanita itu"

Baekhyun segera pergi sebelum neneknya bersuara lagi, sang nenek hanya menghela nafas panjang menghadapi kebencian Baekhyun kepada ibunya sendiri. Ia tak bisa melakukan apapun terhadap hubungan ibu dan anak itu. karena ini sudah jelas karena kesalahan ibunya Baekhyun bukan Baekhyun ataupun ayahnya.

Mungkin kali ini dewa keburuntungan sedang memihak pada Baekhyun. entah mengapa gerbang sekolah belum ditutup padahal jam masuk sudah lewat lima menit yang lalu. Langkah kaki Baekhyun melewati gerbang, dan matanya membulat ketika melihat banyak kerumunan para siswi berada ditempat Parkiran seperti ada orang besar datang.

"mengapa para siswi berjerit layaknya fangirl ya? Apa disana ada boyband terkenal?" tanya Baekhyun entah kepada siapa. Kaki mungil Baekhyun mendekati kerumunan para siswi yang kini sedang berteriak teriak layaknya fangirl, ia pun berjinjit karena tak mampu melihat orang yang menjadi pusat perhatian itu, dan tiba tiba dadanya bergetar hebat ketika melihat seorang lelaki tampan bak dewa yang sedang berdiri sok narsis disamping mobil audi putihnya.

Tenggorokan Baekhyun terasa tercekat ketika melihat wajah lelaki tampan tersebut, bukan karena lelaki itu sangat tampan namun wajah lelaki itu yang sangat tak asing sekaligus mengerikan bagi Baekhyun. "Park Chanyeol, tidak mungkin!" lirih Baekhyun.

Baekhyun hendak pergi dari sana secepat mungkin, tapi sialnya sepasang mata obisidan tajam itu telah menemukannya dan menatapnya duluan sehingga Baekhyun hanya mampu membatu. Baekhyun dan Chanyeol saling bertatapan dalam diam, sampai tak berapa lama sebuah seringaian muncul dibibir Chanyeol membuat Baekhyun begidik ngeri melihatnya.

"I got you, Byun Baekhyun"

.

.

.

TBC


ya ampun makasih reviewnya.. gak nyangka bakal ada yang nge favorite in, nge review in, plus nge follow in :))

btw ada yang bilang kalau ini ff kayak ff L3Y punya kak sayaka dini, hahaha enggak kok gak mirip mungkin hanya karakternya yang hampir mirip, tapi jujur aja kalo alurnya beda kok suerr hehehe. btw aku emang ngefans pake banget sama ff nya kak sayaka dini yang itu, dan ff nya menginspirasi banget.

terus juga ada yang bilang ff nya mirip drama.. yak bener banget gue bikin nih ff terinspirasi sama drama she was pretty wkwkwk.

btw makasih sekali lagi reviewnya, kasih saran dan kritik sepedas mungkin :) kritikan kalian justru menambah semangat nulisnya.

FIGHTING BUAT NUNGGU MV LOTTO.. :)) haha.. liat teasernya nyeri euy Chanyeol narik tangan perempuan hahaha. btw dance practicenya leaked lagi yaa :((

DIRGAHAYU INDONESIAKU :)