Title [ Let Me Love You ]
Author [ Takii_Yuuki ]
Genre [Angst, Drama, Hurt/Comfort, Yaoi – Shounen-Ai, Friendship ]
Main Cast [ Lay EXO]
Other Cast : All EXO Member
Han Jae Kyung [ OC ]
Kim Moo Young [ OC ]
Rating [T to M- M tidak selalu NC]
Length [sequel /chaptered]
Disclaimer : Mereka milik orang tua mereka dan SMEnt, saya hanya pinjam nama tapi ide cerita ini milik saya pribadi.
Warning : Cerita ini ada unsur Boys x boys, jika tidak suka tidak usah dibaca. Bukan juga bermaksud menjelekan salah satu character tapi ini semata-mata hanya demi kepentingan cerita. Banyak typo bertebaran. Mohon maaf.
E
X
O
SM Building Room - 11:00 PM
Malam itu member EXO berlatih untuk konser mereka di Gwangju.
" Lagu apa yang akan kita bawakan di konser besok di Gwangju?" tanya Suho selaku Leader EXO.
" First Snow, Miracles in December dan Wolf." Jawab Kyungsoo.
" Kalau begitu kita mulai latihannya dengan dance 'Wolf'?" ajak Suho. .." Jangan lupa, kita harus melakukan pemanasan dulu sebelum kita mulai." Suho-Tao-Chen-Luhan-Baekhyun-Chanyeol-Xiumin-DO-Kai memulai pemanasan lebih dulu, Sehun-Kris masih terlihat santai di sofa, mereka melakukan pemanasan dengan meluruskan kaki mereka dan digerakkan ke bawah dan atas sedangkan Lay duduk di pojok ruangan sambil memijat-mijat kakinya yang terasa agak nyeri. Rasa nyeri itu datang ketika malam tiba.
" Ayo kita berlatih dance 'Wolf' sekali dan selanjutnya 'Growl'. Korean version.. Ok?" Usul Baekhyun. Para member pun setuju dengan usulan Baekhyun dan mereka memulai latihannya. Mereka mulai dari 'Line Tree of Life-Wolf' dan mereka mulai bergerak.
Ditengah-tengah gerakan, " Nyuttt.." Lay merasakan sakit pada kakinya. Dia mencoba menahannya tapi pada akhirnya.../Brukk..!/ Lay terjatuh di tengah-tengah dance 'Wolf', saat ini kakinya terasa nyeri luar biasa dan sulit digerakan.
"Aarghh..." Lay merintih sambil memegangi kakinya. Member yang lain menghentikan dancenya dan melihat ke arah Lay. Mereka ingin menghampiri Lay tapi Tao sudah memberi deathglare pada mereka, hingga mereka hanya bisa terdiam.
" Lay kau kenapa?" tanya Suho diplomatis meskipun begitu dia tidak menghampiri Lay, hanya melihat saja.
" Kakiku sakit hyung, tidak bisa digerakan." Ucap Lay sambil merintih menahan sakit. Ia berusaha untuk berdiri tapi kakinya berdenyut sakit.
" Dasar pembohong, kau ingin menarik perhatian mereka kan?" Kata Tao sinis. "Jangan coba-coba merayu mereka untuk berbaikan denganmu, karena itu tidak berhasil, Zhang Yixing." Tao sudah tidak memanggil Lay dengan embel-embel Gege atau hyung lagi, rasa sakit hati membuatnya begitu membenci Lay.
" Sungguh aku tidak bohong Tao, kakiku sakit." Kata Lay dengan suara bergetar menahan tangis, sakitnya benar-benar tak bisa ditoleransi lagi.
" Mungkin dia sudah lelah Tao." Sela Kris mencoba meredam emosi Tao.
" Oh, mau membela dia? Mau menolong dia lagi? Cari perhatian? Gege masih mencintainya kan?" Tao mengeraskan suaranya. Kris tak bisa bicara, jika dia bicara maka Lay akan semakin dicaci oleh Tao.
" Lebih baik kita akhiri saja, sudah tengah malam rupanya. Lebih baik kita segera pulang ke dorm dan beristirahat" Suho melihat jam tangannya dan mengkomando teman-temannya untuk kembali. " Lay kau bisa berdiri? Butuh bantuan?" Suho mencoba mendekati Lay tapi Tao menahannya.
" Jangan ada yang menolongnya, dia hanya berbohong, bukankah dia memang PEMBOHONG. Bisa membohongi orang sebaik Suho Hyung dan berselingkuh dengan pacar temannya sendiri" Tao menatap sinis pada Lay yang masih merintih kesakitan. Dia mendekati Lay dan menendang kakinya.
" Arrghh.. sakit Tao. Sungguh gege tidak bohong." Katanya sambil terisak.
" Kau hanya berpura-pura Yixing. Aku tahu itu. Jika ada yang menolongnya, aku akan bunuh diri seperti waktu itu. Ayo kita pulang, tinggalkan dia disini."
" Tapi Tao.." Luhan mencoba membujuk Tao, tapi sepertinya gagal karena Tao tidak menggubrisnya.
" Tidak ada tapi-tapi'an, ayo pulang. Ppalli.."Tao menarik Kris dan Suho. Luhan beserta member lain,mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya mereka meninggalkan Lay yang kesakitan meskipun dengan sedikit berat hati terutama Luhan. Dia merasa Lay tidak berbohong tapi hatinya bingung akhirnya dia memilih untuk pergi.
/Blamm/ Pintu depan ruang koreo ditutup.
" Tolong aku, siapapun.. Kakiku sakit. Aku tidak berbohong. Arghh ... tolong" Lay kembali merintih,ketika merasakan kakinya begitu nyeri untuk digerakkan,ia kecewa karena tidak ada satupun dari member yang berbalik atau menolongnya. Tiba-tiba pintu samping ruang koreo terbuka, seorang namja tampan membawa tas selempang berlari menghampiri Lay. Namja itu menopang tubuh Lay dengan lengannya saat Lay akan terjatuh.
" Hei, kau baik-baik saja." Lay menggeleng, rasa sakit itu sudah tak tertahankan lagi.
" T-To-Tolong aku." Tubuh Lay tiba-tiba limbung dan kemudian dia pingsan.
" Hei. Lay.. Yixing.." Namja itu mengguncang-guncang tubuh Lay tapi Lay tidak sadar. " Aku harus segera membawamu ke rumah sakit." Namja itumenggendong Lay ala bridal style dan membawanya ke rumah sakit.
E
X
O
Hospital 12.30 AM
" Bagaimana keadaan Lay, Abeoji?" Seorang dokter yang dipanggil Abeoji oleh namja itu menghela nafas panjang dan melepas kacamatanya. Mereka duduk bersama di ruang 'Abeoji' nya namja itu sambil melihat hasil Scan milik Lay.
"Osteosarcoma." Jawab 'Abeoji' dari namja itu pelan.
" Osteosarcoma? Benarkah?" Namja itu terkejut dan mengusap wajahnya pelan.
" Gejala atau tanda yang ditimbulkan yang paling umum gejala osteosarkoma adalah rasa sakit dan bengkak di kaki atau lengan. Hal ini paling sering terjadi di lagi tulang dari tubuh - seperti di atas atau di bawah lutut atau di lengan atas dekat bahu. Sakit mungkin buruk selama bergerak atau di malam hari, dan benjol atau bengkak dapat mengembangkan di kawasan hingga beberapa minggu setelah mulai sakit. Sakit yang berlebihan dapat membangunkan di malam hari atau sakit saat istirahat menjadi perhatian khusus. Dalam beberapa kasus, pertama tanda penyakit itu yang rusak lengan atau kaki, karena kanker telah melemahkan tulang untuk membuatnya rentan untuk istirahat." Jawab 'Abeoji' yang memakai tag name dan tertulis Han Tae Won.
" Itu berarti Lay tidak bisa dance lagi?" tanya namja itu menegaskan.
" Sudah pasti, kakinya sangat rentan dan bisa saja patah. Dia harus segera mendapat perawatan, sepertinya Lay tidak beristirahat akhir-akhir ini, keadaannya dipaksakan dan ini sudah parah, dia tidak boleh menggerakkan tubuhnya lagi."
" Kapan perawatannya di mulai Abeoji?"
" Mulai hari ini, ini sudah stadium lanjut tidak bisa lagi dipaksakan untuk latihan dance. Lay harus tahu keadaanya, Jae Kyung. Daripada nanti nyawanya yang harus di korbankan."
" Berapa lama dia akan bertahan?"
" Appa tidak tahu, kemungkinan 60% tapi ternyata Lay juga menderita hemofilia dan blood disorder jadi mungkin, tidak akan lama lagi. Tapi Appa akan berusaha mencarikan dokter spesialis untuk Lay."
" Tapi Lay itu Lead dance-nya EXO. ½ hidupnya untuk dance dan jika dia tahu dia sudah tidak punya harapan lagi untuk dance, bagaimana dia bisa menerimanya?"
" Kau harus tetap menjelaskannya. Cepat atau lambat dia harus dia, Appa yakin dia sudah siuman. Jangan lupa beritahu keluarga dan teman-temannya."
" Baik Abeoji, maaf sudah merepotkanmu malam-malam begini."
" Ini sudah kewajiban Appa untuk menolong semua orang Jae Kyung. Chogi gaseyo.. Lay menunggumu." Namja yang bernama Jae Kyung itu menghela nafas panjang dan mengangguki permintaan ayahnya.
Dia berjalan menuju kamar kenapa saat ini tiba-tiba saja airmatanya menetes, 'Kenapa penyakit ini lagi?aku berharap hanya Moon Kyu yang mengalaminya ternyata Lay juga mengalaminya.' Bathin Jae Kyung pilu. Ia pun segera mengusap airmatanya.
/Kriettt.../ Pintu kamar no.207 terbuka, Jae Kyung tersenyum sambil berjalan menuju Lay yang sedang istirahat tapi tidak tidur, sepertinya dia baru saja bangun dari tidurnya.
" Annyeonghaseyo, maaf belum sempat mengenalkan diri, aku Han Jae Kyung. Kau pasti Lay, member EXO-M."
" Terima kasih sudah menolongku tadi, Jae Kyung ssi." Lay membungkuk berterima kasih pada Jae Kyung. Jae Kyung duduk di pinggir ranjang Lay dan menepuk bahu Lay.
" Sudahlah, sebagai sesama manusia kita kan harus saling menolong. Ah iya, jangan panggil aku dengan embel-embel –ssi, terlalu formal, cukup panggil aku dengan hyung saja dan maaf aku tidak terbiasa memanggil orang dengan embel-embel –ssi, tinggal lama di US membuatku agak lupa bahasa Korea." Lay hanya mengangguk, mengiyakan permintaan Jae Kyung.
" Hyung ada urusan apa ke SM?"
" Aku menemui adikku, dia jadi trainee disana. Setelah aku menemui adikku, aku melewati ruang koreo yang kalian pakai untuk latihan tapi aku terkejut saat melihatmu kesakitan tapi teman-temanmu tidak menolongmu, kau malah dibentak-bentak. Ada apa dengan kalian? Apakah kalian ada masalah?" Lay kembali tertunduk tapi untuk kali ini Jae Kyung merasa bahu Lay bergetar, dan ternyata Lay menangis.
Hiks...hiks...hiiks...Suara tangisan yang terdengar lirih masih bisa di dengar Jae Kyung.
" Hei, Lay. Kau kenapa? Kenapa menangis? Lay.." Jae Kyung mengguncang bahu Lay, tapi Lay tak bergeming, dia terus terisak. Jae Kyung memeluk Lay dan mencoba menenangkannya.
" Ceritakan padaku, percayalah aku akan menjaga rahasiamu." Lay melepaskan diri dari pelukan Jae Kyung dan setelah cukup tenang ia menceritakan masalahnya pada Jae Kyung.
" Aku menjalin hubungan dengan sesama member EXO, Wu Yi Fan panggilannya Kris. Sebenarnya aku dan dia sudah menyimpan perasaan saling suka sejak menjadi trainee dan hingga kami debut sebagai EXO-M pun perasaan kami pun tak berubah. Kami menjalin hubungan diam-diam dan akan memberitahu member lain jika waktunya tiba. Hanya Luhan, sahabatku yang mengetahui hubungan kami. Di EXO-M kami memiliki maknae, Huang Zi Tao, dia sangat manja, polos dan juga sangat disayang semua member EXO-M maupun EXO-K tak terkecuali Kris, Kris sangat memanjakan Tao, mungkin karena itu Tao mulai menyukai Kris, tapi Kris bilang padaku kalau dia hanya menanggap Tao sebagai adik. Hingga suatu hari Tao jatuh sakit karena mencari hadiah untuk hadiah ulang tahun Kris dan saat di rumah sakit Tao menyatakan perasaannya pada Kris, aku pun hanya bisa terdiam, Tao menangis dan dia mengatakan kalau dia rela melakukan apapun demi Kris, Kris melihatku dan saat itu hanya satu hal yang aku pikirkan, aku tidak ingin melihat Tao menangis, akhirnya aku mengangguk, menyetujui keinginan Tao walaupun hatiku sakit. Kris memintaku bersabar dan jika waktunya tepat dia akan menjelaskan pada Tao tentang hubungan kami, Kris bilang dia hanya menyayangiku, aku pun mengalah, meskipun Kris menjadi namjachingunya Tao tapi hubunganku dengannya tak berubah sedikitpun. Akhirnya EXO-M dan K disatukan, kami kembali ke Korea dan hal yang mengejutkanku, Suho menyatakan cintanya kepadaku dan demi menutupi hubunganku dengan Kris, aku menerimanya. Aku tidak pernah bermaksud menyakitinya, tapi Tao mulai mencurigaiku dan demi menghilangkan kecurigaan Tao, aku pun menerima Suho menjadi namjachingu ku. Aku mencari waktu yang tepat untuk memberitahu Suho tentang hubunganku dengan Kris tapi sebelum tiba waktunya Tao memergoki ku dan Kris berciuman, Tao marah dan mengamuk hebat, dia mencoba bunuh diri dengan menyayat tangannya tapi berhasil diselamatkan. Sejak itu Tao memberi peringatan pada member lain untuk menjauhiku dengan cara menghapus nomor telepon semua member di ponselku,kecuali nomor keluarga dan manajer, begitu juga di ponsel member yang lain, nomorku dihapus. Mereka hanya boleh bicara saat menghadiri acara di TV atau konser itupun secukupnya dan bahkan latihan pun, jika bukan untuk pengarahan mereka tidak boleh berbicara denganku. Aku melakukan semua tugas di dorm, bahkan sekarang kamarku pindah ke gudang, aku makan setelah mereka, dan aku hanya bisa pasrah. Aku tidak bisa menjelaskan hubunganku dengan Kris pada Tao ataupun member lain karena sekeras apapun aku mencoba mereka sudah menganggapku pengkhianat. Sebenarnya Luhan sudah memberitahuku agar aku menjelaskan hubunganku dengan Kris pada member lain saat kami debut tapi aku masih mengulur waktu dan sekarang sudah sangat terlambat." Kata Lay sesekali mengusap airmatanya yang terkadang menetes tanpa dia sadari, Jae Kyung pun ikut menangis mendengar cerita Lay, dan hal itu membuat Jae Kyung merasa berat memberitahu hal yang sebenarnya terjadi pada Lay.
" Bagaimana dengan Kris?"
" Kris? Aku menyuruhnya tetap berada di dekat Tao, aku memilih mengalah, aku memutuskan hubunganku dengan Kris dan saat itu pula Suho memutuskanku."
" Lalu bagaimana dengan Luhan? kenapa kalian jadi bermusuhan?"
" Entah darimana aku harus memulainya, tapi aku melakukan ini agar dia tidak disakiti Tao. Meskipun tidak secara terang-terangan tapi aku bisa merasakan jika Tao melakukan hal yang membuat Luhan sedih dan terluka jika dia terus berada di sampingku. Jadi aku terpaksa melakukan hal yang membuat Luhan kecewa padaku dan menjauhiku."
" Apa yang kau lakukan?"
" Aku melukainya saat dia akan mengikuti acara bersama idol favoritnya, Changmin sunbaenim. Karena cedera, Luhan batal mengikuti acara yang sangat dia inginkan dan impikan selama ini. Aku yakin Luhan pasti sangat kecewa juga marah kepadaku dan hal itu akan membuat Luhan menjauhiku beberapa saat, tapi perkiraanku salah, aku kira Changmin sunbaenim akan memilih orang lain untuk menggantikan Luhan tapi ternyata dia memilihku sebagai partnernya.. dan akhirnya.." Lay menghela nafas, " Para member mengira aku melakukan ini agar aku bisa ikut acara itu padahal bukan itu alasannya. Dan mereka semakin membenciku begitu juga dengan Luhan. Dia tidak menjauhi untuk beberapa saat tapi dia menjauhiku untuk selamanya"
" Kau melakukan semua ini agar sahabatmu tidak disakiti tapi kau sendiri harus kehilangan sahabatmu dan dijauhi para member karena kesalah-pahaman "
" Jika hal itu adalah cara yang terbaik, maka aku akan melakukannya hyung."
" Bersabarlah Lay.." kata Jae Kyung sambil mengelus punggung Lay.
" Untuk saat ini, inilah yang harus aku jalani."
" Ya.. aku tahu bagaimana perasaanmu sekarang."
" Hyung apa yang terjadi denganku? Kenapa sekarang kaki dan tanganku sering sakit?" tanya Lay dengan suara yang terdengar serak, sambil menatap Jae Kyung dengan tatapan polosnya. Tatapan polos Lay membuat Jae Kyung semakin berat untuk memberitahu penyakit yang di derita Lay.
" Aku tidak bisa Lay. Sulit menjelaskannya " Dia memunggungi Lay dan mencoba menahan tangisnya.
" Kenapa Hyung, katakan padaku." Lay memaksa Jae Kyung untuk memberitahu tentang keadaannya. Lay menarik-narik lengan baju milik Jae Kyung. Jae Kyung menggeleng tapi tarikan Lay semakin kuat.
" Osteosarcoma." Kata Jae Kyung tiba-tiba. Dalam posisi masih memunggungi Lay, akhirnya Jae Kyung menangis, airmatanya tidak bisa ditahan lagi.
" Ne..? a-a-apa itu?"
" Kanker Tulang.." jawabnya singkat tapi membuat hatinya sakit. Jae Kyung mengusap airmatanya.
" K-Kanker Tulang?" Lay melepaskan tangannya dari lengan baju Jae Kyung dan menelaah kata-kata Jae Kyung. Lay terdiam kemudian ia membuka selimutnya melihat kakinya.
" Kau tidak bisa dance lagi Lay. Sangat rentan untukmu, ini adalah puncak dari semua rasa sakit yang kau tahan selama ini, jika kau memaksa lagi, kakimu akan patah dan kau tidak akan bisa berjalan lagi. Kau harus di rawat dan menjalani kemoterapi, jika sel kanker itu sampai ke paru-paru kau bisa .. kau bisa..." kata-kata Jae Kyung terputus.
" Meninggal dunia.. " lanjut Lay, Jae Kyung mengangguk lemah, dia masih tetap di posisi yang sama, memunggungi Lay. " Tidak mungkin, aku mungkin hanya kelelahan hyung, kau bercanda kan hyung? Aku akan pulang ke dorm hyung,ini sudah hampir pagi." Lay turun dari bed, saat mencoba berdiri, dia merasakan kakinya terasa sakit dan dia terjatuh.
/Brukk.. / Suara debuman saat Lay terjatuh membuat Jae Kyung menoleh dan segera berlari kearah Lay untuk menolongnya.
" Kenapa..? Kenapa tidak bisa digerakan? Kenapa sakit sekali..A... Andwe..." Lay menggeleng panik dan memukul kakinya dengan kepalan tangannya tapi Jae Kyung memegangi tangan Lay dan menahannya. Tubuhnya menggigil hebat.
" Lay.. cukup. Jangan begini Lay. Itu bisa menyakitimu." Jae Kyung mencoba memegangi kedua tangannya, Lay kembali menjerit histeris.
" Aaarrrrggghhhh...Bohong, semua itu bohong kan hyung.. Aku tidak sakit. Aku tidak sakit." Ia mengamuk dengan airmata yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman Jae Kyung tapi tidak bisa, justru genggaman itu semakin kuat.
" Lay.. kau kuat Lay. Kau sangat kuat. Kau tidak akan kalah dengan penyakit ini." Lay meronta-ronta dan dengan sekuat tenaga Jae Kyung berhasil memeluknya dan mencoba menenangkannya.
" Lepasssss...Lepasssssss.." rancau Lay sembari menggelijang liar. Sesekali ia menjerit frustasi ketika Jae Kyung mendekapnya semakin erat. "Arrgghh... Lepaskan aku hyung. Aku tidak sakit. Semua itu bohong." Pelukan Jae Kyung terasa begitu erat, ia terus mencoba menggeliat di tengah getaran tubuhnya, wajah manisnya dibanjiri airmata.
" Lay, tenangkan dirimu. Lay sadarlah Lay." Jae Kyung mendekap Lay lebih erat, hatinya menjerit pilu. Dia teringat akan adiknya Moon Kyu yang meninggal akibat penyakit yang sama seperti Lay.
" Kenapa hyung? Kenapa aku? Apakah sakit hemofilia dan kelainan darah itu belum cukup untuk ku hingga Tuhan memberiku sakit ini? Kenapa hyung? Apa salahku?."
" Kau tidak salah Lay? Kau tidak salah.."
" Kenapa Tuhan menghukumku hyung? Apa salah jika aku mencintai Kris?Aku mencintainya hyung tapi aku sudah melepaskannya, aku sudah mengalah demi Tao, tapi kenapa Tuhan tetap memberiku penyakit ini." Lay menangis sejadi-jadinya. Jae Kyung terus memeluk Lay yang masih meronta hingga tangisan itu melemah dan Lay pingsan.
" Lay..?Lay?" Jae Kyung melihat Lay pingsan,kemudian dia mengangkatnya kembali ke bed dan memanggil suster untuk memberikan obat penenang pada Lay.
E
X
O
At Morning..
Lay membuka matanya terlebih dahulu, dia melihat Jae Kyung tidur dengan kepala di pinggir bed-nya. Hatinya sakit mendengar penuturan Jae Kyung tentang penyakitnya. Lay menangis pedih meratapi nasibnya. ' Tuhan, kenapa kau berikan aku penyakit ini? Apakah dosaku terlalu besar hingga Tuhan menghukumku seperti ini? Jika dengan ini Tuhan baru bisa memaafkanku, akan aku terima, tapi izinkan aku menghabiskan waktu sedikit lebih lama dengan keluarga dan sahabat-sahabatku.' Gumam Lay lirih. Lay menghela nafas,Meskipun agak berat menerimanya tapi akhirnya dia pasrah.
" Terima kasih sudah menjagaku hyung. Mungkin ini sudah takdir yang harus ku jalani." Lay mengusap airmata yang mengalir dari mata sayu nya kemudian dia mengambil handphone nya dan mengirim pesan pada manajernya. Tak lama kemudian Jae Kyung terbangun.
" Eungghhh.." Jae Kyung menggeliat, ia meregangkan tubuhnya dan mengusap-usap matanya.
" Hyung.."
" Eh Lay, kapan kau bangun?"
"Belum lama hyung. Eung.. Maaf kalau aku membangunkanmu.."
" Ah sudahlah..ini memang sudah saatnya bangun tidur Lay, ini kan sudah pagi."
"Eum... Hyung mengenai penawaranmu yang kemarin..."
" Ya.. kenapa?"
" Aku ingin ikut perawatan ini. Tapi aku tidak memiliki uang untuk membayar biaya rumah sakit dan perawatan hyung?"
" Ha? Sudahlah tak usah dipikirkan, aku akan membantumu."
" Kita baru berkenalan belum genap 12 jam hyung, bagaimana kau bisa percaya padaku?"
" Aku tahu dirimu lebih dari 12 jam Lay. Sebentar lagi suster akan kemari membawa sarapanmu dan obat, jangan lupa dimakan dan diminum obatnya, aku akan pergi sebentar, setelah itu kesini lagi." Lay mengangguk, Jae Kyung mengusap rambut Lay kemudian pergi meninggalkan kamar Lay. Lay tersenyum. Entah kenapa disaat dia hanya bisa melihat kegelapan ternyata masih ada cahaya untuknya.
1hour later...
/Tok..tok..tok.../
" Masuk." Ucap Lay dari dalam kamar.
" Lay.." sapa seseorang yang baru masuk itu dan tak lain adalah manajer mereka. " Lay kau sakit apa? Apakah teman-temanmu tahu kau disini?" tanya sang manajer menghampiri Lay. Lay menggeleng sambil tersenyum, dia mengambil hasil pemeriksaan kesehatannya dan di berikan pada sang manajer. Manajer Im mengambil amplop itu dan membacanya.
" Osteosarcoma? Kanker tulang? Apa ini? Kau bercanda kan Lay, tidak mungkin... ini hasilnya pasti salah." Kata manajer Im tidak percaya.
" Itu benar hyung, aku memang mengalami itu. Sekarang aku harus menjalani perawatan dan sudah pasti aku tidak bisa dance lagi. Dan satu hal lagi, aku akan mengundurkan diri dari EXO. Bukankah di kontrak ada pasal yang mengatakan bahwa kita bisa mengakhiri kontrak jika aku tidak bisa menjalankan kewajibanku sebagai member jika aku sakit dan tidak bisa disembuhkan juga jika aku meninggal dunia. Penyakit ini bisa membuatku meninggal jauh lebih cepat dari dugaan semua orang, ditambah penyakit hemofilia dan blood disorder ku, membuat penyakitku menjadi komplikasi dan mempercepat kematianku, aku bisa ikut kemoterapi, hal itu hanya menunda tapi tidak menyembuhkan. Hyung bisa tolong kau rahasiakan ini dari member yang lain, aku tidak mau mereka mengasihaniku, dan tolong urus surat pengunduran diriku, minta tolong pada CEO untuk tidak menceritakan pada siapapun."
" Tapi bagaimana dengan posisimu? Siapa yang akan menggantikannya?"
" Bukankah ada SM Rookies hyung, sahabat Kai juga ada yang bisa dance, aku yakin kau bisa mengaturnnya hyung. Maafkan aku jika memberitahumu secara tiba-tiba tapi inilah yang terjadi sekarang, keadaanku tidak memungkinkan lagi untuk dance jika dipaksa, kondisiku akan semakin buruk. Apalagi para member ingin aku keluar, jadi aku rasa saat ini adalah saat yang tepat."
" Tapi butuh waktu untuk mengurus semua ini Lay, nanti juga ada acara di TV bagaimana aku menjelaskan pada mereka tentang keadaanmu?"
" Katakan saja aku pulang ke China karena ada urusan mendadak dan tidak sempat memberi kabar."
" Lay.." airmata manajer Im tak kuasa mengalir.
" Hyung, aku yakin semua akan baik-baik saja." Lay menepuk bahu manajer Im, jauh dari dalam lubuk hatinya, dia merasa amat sakit tapi keadaan memaksanya untuk bisa lebih tegar menerima semua cobaan itu.
E
X
O
At Dorm..
Beberapa member tidak konsentrasi saat makan, Luhan, Kyungsoo, Chen dan Xiumin, mereka lebih banyak melamun tapi yang lebih kelihatan adalah Kyungsoo hingga Kai menyenggol bahu Kyungsoo dan Kyungsoo pun segera tersadar.
" Eh iya Kai, ada apa?"
" Hyung kau kenapa? Kenapa melamun? Luhan hyung, Xiumin hyung dan Chen, kalian memikirkan apa?"
" Oh tidak, hanya nerveous nanti kan kita ada acara di TV." Jawabnya bohong padahal Kyungsoo mengkhawatirkan keadaan Lay yang tidak ada kabar.
" Santai saja hyung, hanya acara biasa kok." Jawab Kai sambil mengunyah sarapannya. Kyungsoo hanya mengangguk dan melanjutkan makannya. 'Lay hyung kau dimana?' tanya Kyungsoo dalam hati. Meskipun mereka marah pada Lay tapi tak bisa dipungkiri mereka juga masih peduli pada Lay,persahabatan mereka selama beberapa tahun ini tak mungkin dilupakan begitu saja walaupun saat ini mereka sedang bermasalah.
/Kriet.. /pintu dorm dibuka oleh manajer Im, dia menghampiri member EXO untuk menjelaskan acara yang akan mereka jalani pagi ini.
" Selamat pagi semua." Sapa manajer Im sambil membawa tabletnya.
" Pagi hyung." Jawab mereka serempak.
" Jadwal kalian hari ini, tampil bersama di KBS pukul 09.00 lalu pukul 11.00 kalian akan dibagi 3 kelompok, Chen-Baekhyun-Chanyeol-Sehun akan ke Sukira, Suho-Luhan-Kyungsoo kalian ke MBC, Tao-Xiumin-Kris-Kai kalian ke SBS. Setelah dari acara, kalian free sampai pukul 18.00 dan kalian latihan untuk persiapan konser di Gwangju. Tapi sepertinya ada yang kurang?" manajer Im mencoba memberi kesempatan pada member lain untuk menanyakan tentang Lay tapi setelah agak beberapa lama tidak ada yang menjawab akhirnya dia menyimpulkan kalau memang member lain benar-benar melupakan Lay.
" Oh iya, Lay..ada yang tahu dia dimana? Seseorang mengirimiku pesan tadi malam dia melihat Lay pingsan di ruang koreo dan sekarang Lay tidak ada di ruang makan? Apakah dia masih istirahat?" tanya manajer Im untuk menguji para member padahal dia tahu kalau Lay ada di rumah sakit. Member yang lain saling menatap satu sama lain, mereka terkejut mendengar bahwa Lay pingsan di ruang koreo dan tidak ada satupun dari mereka yang tahu.
" Lay-Lay sedang keluar hyung, membeli sesuatu. Benarkan memberdeul?" jawab Suho sedikit kebingungan dan member lain hanya mengangguk bingung setelah mendapat tatapan dari Suho, jawab-saja-sebelum-manajer-menanyakan-hal-yang-lain.
" I-Iya hyung, tadi Lay hyung ingin membeli, obat-ya obat, katanya kakinya sakit." Jawab Baekhyun dengan sedikit gugup tapi dia tutupi dengan candaan khasnya.
" Oh keluar membeli obat? Kenapa dia sendiri, tidak ada yang menemani dia?"
" Dia ingin sendiri, sekalian menemui sahabatnya. Memang jadwal Lay hari ini apa? Kenapa dia tidak ikut acara salah satu dari acara yang hyung sebutkan tadi." Tanya Suho mencoba mengalihkan perhatian manajer Im nya.
" Jadwal Lay hari ini, sebentar aku lihat." Manajer Im berpura-pura serius melihat ipad nya, dia merasa sangat kecewa dengan para member yang benar-benar ingin melupakan Lay, meskipun dia juga sempat marah atas perbuatan Lay tapi dia tidak bisa menerima Lay diperlakukan seperti itu.
" Jadwal Lay hari ini, dia free karena tadi pagi dia berangkat ke Changsa setelah keluar dari rumah sakit. Tadi malam dia di rumah sakit, dibawa oleh seseorang yang menolongnya dan pagi tadi dia mendadak harus pulang ke Changsa karena urusan keluarga. Dia tidak menelpon kalian? Mungkin dia terburu-buru jadi lupa menghubungi kalian atau memang dia tidak bisa menghubungi kalian?, Ok, kalian bersiap-siaplah, maaf aku tidak bisa mendampingi kalian, aku ada urusan, mungkin aku akan menemui kalian saat latihan. Satu lagi jika kalian tidak bisa berbohong lebih baik kalian bilang kalian tidak tahu itu lebih baik. " Jawab manajer Im sambil tersenyum miris kemudian dia pergi setelah mengucapkan salam.
Betapa terkejutnya semua member mendengar jawaban manajer Im tentang Lay. Mereka saling bertatapan dan tak bisa berkata apa-apa. Manajer tahu tentang kebohongan mereka dan dengan santainya menjawab tentang keberadaan Lay.
" Sudah puas kalian? Kalian percaya Lay berbohong dia sakit untuk menarik perhatian kita? Kalau dia mau sudah dia lakukan sejak kita 'DIPAKSA MENJAUHINYA'." Luhan menekankan kata dipaksa menjauhinya dan menatap Tao tajam, Tao tidak menjawab dia melanjutkan makannya tapi tidak berani menatap Luhan.
"Aku kenal Lay, kita tahu Lay bagaimana, aku tahu dia bersalah dan berbohong pada kita tapi bukan berarti semua yang dia lakukan juga sebuah kebohongan. Aku juga pernah kecewa padanya dan bodohnya aku ikut menjauhi dia. Dia sakit, dan kita meninggalkannya karena kita percaya pada seseorang yang bilang dia hanya berpura-pura padahal saat itu dia benar-benar kesakitan dan meminta pertolongan kita." Luhan mengatakan hal itu sambil menahan airmatanya, Kyungso yang berada disampingnya mencoba menenangkannya dengan memeluknya.
" Luhan hyung benar, aku tahu Lay tidak berbohong tentang sakitnya, Lay hyung bukan orang yang suka mencari perhatian kita. Dia lebih suka menyelesaikan masalahnya sendirii dan tadi malam adalah puncaknya, hingga dia meminta tolong pada kita yang dipaksa menjauhinya. Meskipun kita marah padanya tapi tak seharusnya kita meninggalkan dia, dia bagian dari EXO juga" Kyungsoo menambahkan.
" Masih kurangkah penderitaannya, dia sudah kehilangan Suho, dan dia juga sudah melepaskan Kris. Kita sudah menjauhinya, berpura-pura Lay tidak ada disamping kita. Apakah masih kurang? Setiap hari dia dicaci maki, dihina, hatiku sakit tapi aku bisa berbuat apa? Dan aku yakin kejadian itu Lay sengaja melukaiku agar aku menjauhinya. Perihal Changmin sunbae yang memilih Lay, itu pilihan dia sendiri bukan Lay yang memintanya. Sungguh bodohnya aku, jika aku percaya Lay merencanakan semua itu hanya demi mengikuti acara itu. Aku tidak peduli jika Tao akan bunuh diri lagi, aku akan mencari Lay, dia sahabatku dan aku ingin minta maaf padanya." Luhan meninggalkan meja makan, diikuti Kyungsoo dan Baekhyun.
Luhan membanting pintu kamarnya dan membuat member yang lain terkejut, Kris menghentikan makannya dan berinisiatif meninggalkan meja makan untuk bersiap-siap.
" Gege kau mau kemana?" tanya Tao menahan kepergian Kris.
" Bersiap-siap, kita sudah ditunggu."
" Gege tidak akan mencari Lay kan?"
" Apakah kau mengijinkannya? Aku tidak akan melawanmu Tao, semua yang kau katakan padaku adalah perintah dan aku tidak akan melawannya. Kalian semua bersiaplah, 15 menit lagi kita berangkat." Kris mengalihkan pandangannya ke member lain dan meninggalkan meja makan. Hal itu diikuti member lain, kecuali Suho dan Tao.
" Habiskan makanmu Tao, setelah itu kita bersiap-siap." Suho menemani Tao hingga Tao selesai makan dan mereka pun segera bersiap.
E
X
O
At Luhan room..
Luhan mengambil ponselnya dan segera menelpon keluarga Lay.
Tuut..tuut.. " Olliseyo.. " Luhan terlihat tak sabar /cklekkk../
"Annyeonghaseyo Omoni, ini aku Luhan, Omoni, apakah Yixing sudah sampai disana?" tanya Luhan langsung pada ibunya Lay.
" Oh Luhan, Yixing? Sampai dimana maksudmu?"
" Apakah Yixing sudah sampai di Changsa, dia kan pulang pagi ini?"
" Dia tidak menghubungi kami, ada apa dia pulang ke Changsa?"
' Lay tidak pulang ke Changsa, lalu dimana dia?' bathin Luhan.
" Luhan, ada masalah apa dengan Yixing?"
" Oh tidak ada apa-apa Omoni, ah sepertinya Lay mengerjaiku, awas nanti kalo dia pulang ke dorm akan aku hukum." Jawab Luhan sambil berpura-pura bercanda.
" Anak itu, maafkan dia ya ya Luhan tolong jaga Yixing ya, akhir-akhir ini dia mengeluh sakit pada kakinya, dia terlalu bersemangat jika sudah latihan dance. Tolong bilang padanya untuk istirahat."
" I-iya Omoni, nanti akan aku sampaikan. Maaf Omoni jika mengganggumu. Terima kasih Omoni, sampaikan salamku untuk Abeoji dan halmoni. Annyeong..." Luhan menutup ponselnya dan tertunduk.
" Hyung ada apa? Lay hyung sudah sampai kan? Dia baik-baik saja kan?" tanya Baekhyun.
" Di tidak pulang ke Changsa."
" A-apa? Lalu dimana dia?" tanya Kyungsoo panik. Luhan menggeleng.
" Omoni bilang akhir-akhir ini Lay mengeluh sakit pada kakinya. Ya Tuhan, sahabat macam apa aku ini? Selama ini Lay sakit tapi aku tidak tahu."
" Manajer pasti tahu dimana Lay hyung, bagaimana kalau kita tanya padanya. Nanti saat latihan kita tanya padanya, jika kita menelpon sekarang, aku rasa dia tidak akan menjawabnya." Kata Baekhyun memberi saran.
" Benar kata Baekhyun, nanti saat latihan kita tanya pada manajer dimana Lay, sekarang kita bersiap-siap saja, sebentar lagi kita akan berangkat." Ajak Kyungsoo. Luhan pun mengangguk dan mereka memutuskan untuk bersiap-siap.
E
X
O
TBC...
Mind To Review, mohon koreksi jika ada kesalahan. Buat semua yang udah me-review terima kasih...maaf gak bisa balas 1/1.. #deepbow
