#FanfictFES #TheGodDarkKingandTheRedQueen #MikanGeunSuk

||Fict OOTD || The God, Dark King and The Red Queen | chapter 3 | HashiMiMada | Naruto by Masashi Kishimoto | M for Lime | Drama, Hurt/Comfort| semi-Canon| Original story by Mikan desu .

.

.

.

- Pria yang menyebalkan dan membosankan. Pria yang liar dan penuh kejutan. Dan aku terperangkap diantata keduanya...-

.

.

.

Mito bersumpah, jika tidak sedang berada di ruangan ini dengan kedua orangtuanya, dan juga para pembesar klan Uzumaki, gadis dengan suraian merah menyala itu akan dengan senang hati menghajar lelaki menyebalkan itu!

Siapa lagi jika bukan dia, Hashirama Senju. Sang ketua klan Senju dari hutan yang disegani dan dihormati seantero dunia Shinobi. Shinobi yang disebut sebagai "Dewa" itu memang memiliki segala pesona dan kharisma seorang pemimpin. Sayang Mito tidak tertarik padanya.

Bagi gadis itu Madara Uchiha sang rival dari Hashirama Senju terlihat lebih menarik dan memikat. Liar, penuh kejutan, juga tampan. Tak ada yang bisa menebak apa yang dipikirkan sang Raja Kegelapan tersebut. Mungkin hanya gadis itu yang tertarik dengan apa yang dipikirkan ketua klan Uchiha yang terkenal dingin dan tanpa perasaan.

Berkali-kali Mito meruntuk nasibnya bertemu dengan Hashirama di hutan. Selain karena merusak pertemuannya yang mendebarkannya dengan Madara, Hashirama dengan entengnya menyeretnya -ralat, menggandengnya- pulang ke rumah setelah upaya kabur yang sudah susah payah dia lakukan.

Hashirama sendiri, memasang wajah tenangnya di depan orangtua Mito dan para tetua klan Uzumaki. Namun di saat yang sama, saat matanya beradu pandang dengan sapphire milik Mito, Hashirama akan menyunggingkan senyum nakalnya.

Darah Mito terasa mendidih naik ke kepala saat melihat seringai mesum pria menyebalkan itu. Bisa-bisanya orang-orang itu tertipu dengan rupa tenang seorang Hashirama Senju.

"Aku ingin pernikahanku dan Mito dipercepat karena aku harus melakukan berbagai kunjungan ke desa tetangga. Aku harap... esok semua sudah siap."

Perkataan tenang Hashirama nyaris membuat Mito tersedak dan terpaksa harua mengatur nafasnya. Menikah? Besok? Pria itu pasti sudah GILA!

"Tidak ada masalah. Kami sudah menyiapkan semuanya. Ini memang sudah menjadi hari yang telah lama kami tunggu sejak lama." Ayahanda Mito Uzumaki mengiyakan permintaan calon menantunya. Pria paruh baya itu memang sudah sangat kewalahan dengan tingkah laku putri tunggalnya tersebut.

Tatapan dengan hawa membunuh terasa mengintimidasi kuat ke arah Hashirama, namun pria yang juga dikenal sebagai Dewa Shinobi itu hanya berusaha menyembuntikan senyum simpulnya. Karena tanpa harus repot menoleh pun Hashirama sudah tahu siapa pelakunya.

"Siapkan kamar terbaik bagi Tuan Hashirama dan para tamu terhormat kita!" Seru Ayah Mito sambil tersenyum puas.

"Mito, kau tunjukkanlah kamar bagi calon suamimu." Mito bersumpah dia melihat si menyebalkan Hashirama tersenyum puas tanda senang dengan semua rencana yang disusunnya.

Mito memberenggut kesal. Kemudian dengan sikap manis yang dibuat-buat, gadis yang telah menjadi primadona dan kembang desa klan Uzumaki itu mengantar pria yang nyaris membuat hidupnya berantakan ini dengan menahan diri untuk tidak membunuhnya segera.

"Disini. Kamarmu. YANG MULIA HASHIRAMA SENJU." Ketus Mito langsung sambil beranjak pergi setelah menunjukkan kamar pria menyebalkan itu.

Hashirama menatapnya dalam diam. Intens dan juga... entah bagaimana Mito merasa ini pertama kalinya dirinya ditatap sedemikian rupa oleh seorang lelaki. Dan itu membuat sesuatu di dalam dadanya berdesir aneh.

'Ada apa dengan jantungku!?' Runtuk Mito kesal. Namun baru saja akan melangkah keluar kamar, Hashirama menahan kepergian Mito dengan sebuah pelukan . Pria itu menempel erat di punggung belakang Mito hingga gadis cantik dengan suraian serupa mentari jingga itu dapat merasakan deru hangat nafas Hashirama di tengkuk bagian belakangnya.

"A-apa yang kau lakukan, mesum!?" Teriak Mito, namun entah mengapa suaranya tak terdengar sekeras yang dia harapkan.

"Mito...Uzumaki Mitoru..." Desah Hashirama. Begit sensual dan membuat Mito merasa melayang. Ini pertama kalinya seorang pria mendesahkan namanya dengan sedemikian menggoda.

Pria itu dengan berani menyesap aroma khas yang menguar dari tubuh calon istrinya. Lekuk tubuh Mito yang sempurna dan tercetak jelas dibalik kimono sutra indah yang dikenakannya membuat sang pemimpin klan Senju itu harus mati-matian menahan hasratnya.

Tapi rasanya dia sudah tak sabar menunggu esok tiba. Hari dimana dia dan Mito akan resmi menjadi sepasang suami istri.

Tangan Hashirama dengan berani menyusuri lekuk pinggul sempurna Mito. Kemudian merambat naik, terus naik dan...

GREP-

Tangan Hashirama menyentuh sesuatu yang terlarang.

"SHAAANAAAROOOO-"

Sang Dewa Shinobi terjengkang dengan tidak elitnya di sudut kamar.

.

.

.

Hari ini adalah hari yang paling ditunggu di Uzugakure. Hari pernikahan putri pemimpin klan mereka dengan seorang pemimpin klan paling disegani tidak hanya di negara Hi, namun juga di seantero dunia Shinobi. Hari pernikahan Uzumaki Mitoru dengan Hashirama Senju.

Pesta pernikahan tersebut digelar sederhana namun sangat elegan dan indah. Benar-benar pesta pernikahan khas klan ternama. Di pernikahan tersebut diundang pula para ketua klan yang merupakan sahabat dari kedua desa.

Termasuk Madara Uchiha. Tentu saja.

Kedatangan pria berhelai raven memanjang itu membuat Mito menahan nafas agar menjaga degup jantungnya tetap stabil. Madara datang dan memberi selamat atas pernikahan keduanya. Hashirama memeluk Madara layaknya 2 sahabat yang sudah lama tak bersua.

"Selamat atas pernikahanmu." Suara berat itu terdengar begitu dekat di telinganya. Hashirama menyunggingkan sebuah senyuman terimakasih.

"Selamat." Hanya itu yang diucapkan Madara saat menyalami Mito sambil menggenggam tangannya dan gadis itu merasa jantungnya berpindah tempat.

Mito tidak dapat mencegah wajahnya untuk tidak tersipu malu saat jemarinya digenggam oleh Madara. Mito bahkan lupa untuk melepas jabat tangan mereka.

Hingga tiba-tiba sebuah tangan memisahkan tautan mereka dan dengan santai Hashirama menggenggam tangan gadis yang kini resmi menjadi istrinya tersebut.

Madara menyunggingkan sebuah senyuman, yang tak terbaca maknanya.

"Pilihan tepat untuk sebuah pernikahan politik, Hashirama. Gadis itu tampak tak tahu apa-apa." Ujar Madara sambil melangkah pergi diiringi seringai seksi di wajah tampannya.

"Apa maksudnya? Pernikahan politik? Apa maksud Madara, SUAMI-ku?!" Tanya Mito dengan nada mengintimidasi.

Hashirama tahu, malam pertamanya terancam gagal...

====ooooooo========

TO BE CONTINUE

.

.

.

Terimakasih sudah menunggu cerita ini. Real commentnya sllu Mikan tunggu.