An EXO Chanbaek Fanfiction
Author: Arco Iria
Cast: Chanbaek, Krisho and others EXO members.
Disclaimer: author cuma punya ide cerita. :*
Warn: Male x male relationship, sedikit BDSM dan sedikit kekerasan, Gay, Sex Scene, bahasa kasar dan nyeleneh, dapat menyebabkan pusing dan muntah-muntah.
A/N: Chapter ini hampir 70%nya enceh, jadi siapkan tissuenya yaa.. wkwkwkwk
Baekhyun menatap datar dayang-dayang yang sedang sibuk kesana-kemari di sekitarnya─ entah apa yang mereka lakukan. Manik cantiknya kemudian jatuh ke tubuh telanjangnya yang duduk rapi di bak mandi yang cukup besar.
Baekhyun menghela nafas. Setelah menempuh perjalanan selama 60 jam dari Persei, Baekhyun akhirnya sampai di Exordium, sebuah kerajaan yang benar-benar besar dan kaya. Rahang Baekhyun hampir saja lepas saat mereka memasuki wilayah ibu kota Exordium, Mama.
Mama benar-benar kota yang sangat cantik, rumah-rumahnya besar dan tertata, orang-orang tampak sangat berkelas juga berpendidikan dengan gaun dan pakaian mahal. Sangat berbeda dengan Persei dimana hampir seluruh penduduknya adalah petani dan nelayan yang melakukan semuanya dengan sederhana.
Di dalam gerobaknya, Baekhyun melihat bahwa Raja mereka ─ yang bertarung dengan Baekhyun adalah sosok yang sangat dipuja. Sepanjang jalan mereka ke istana, sang raja dilempari banyak kelopak bunga dan padi untuk menunjukan kebesarannya. Jalan yang mereka lewati pun dibubuhi dengan minyak wangi yang mahal.
Tcih. Tak sadarkah mereka bahwa raja mereka adalah seorang penjajah yang kejam?
Saat sampai di istana kerajaan Exordium, Baekhyun hampir tak bisa menyembunyikan muka takjubnya. Sungguh, Baekhyun tak pernah menemukan istana semegah istana Exordium─meskipun kenyataannya dia tak pernah melihat istana lain selain di kerajaannya. Namun, Istana Exordium benar-benar menakjubkan, tampak begitu kuat dan kokoh, seolah tak ada apapun yang dapat meruntuhkannya. Di sekeliling istana, ada saluran air besar yang diisi dengan ratusan buaya siap untuk memangsa siapa saja.
Dalam hati, Baekhyun merasa sedikit mengerti, mengapa kerajaannya bisa sebegitu mudahnya kalah dari Exordium. Membicarakan hal membuat Baekhyun tiba-tiba mengingat nasib kerajaannya. Apa rakyatnya baik-baik saja? Apa Jongdae menjaga mereka dengan baik? Bagaimana jika─
PRAK!
Baekhyun terlonjak kaget dan sadar dari lamunannya saat ia menyadari bahwa ada empat orang dayang-dayang yang sedang memasukan susu segar dari dalam bejana besar ke bak mandinya. Tak lama, bak itu pun penuh dengan susu dan Baekhyun di dalamnya. Baekhyun tak mampu berkata-kata, ia tak menyangka akan dimandikan dengan memakai susu. Yang benar saja, susu sebanyak ini cukup untuk diberikan kepada 200 orang anak-anak yang membutuhkan di kerajaannya.
Sepertinya salah satu dayang-dayang mengerti wajah kebingungan Baekhyun, "Tuan, ini susu kambing murni, sangat baik untuk kulitmu." Ujarnya lembut, sambil mengeluarkan tiga buah botol berisi minyak, Baekhyun hanya mengikuti saja pergerakan dayang itu yang menuang beberapa tetes ke bak mandinya. "Ini minyak zaitun, biji rami, dan rosemary. Minyak ini juga sangat baik untuk kulitmu yang sedang di masa penyembuhan tuan, baunya pun harum," tambahnya lagi sambil menunjuk luka tusuk di tangan Baekhyun.
Baekhyun menganguk kaku. Benar-benar tidak mengerti apa yang akan terjadi pada dirinya hingga ia harus dimandikan seperti ini. Apa ia akan dijual kepada para bangsawan? Apa ia akan dijadikan seorang pelacur? Atau apakah dia akan langsung dibunuh? Baekhyun menelan ludah memikirkan nasibnya ke depan.
Baekhyun terduduk kaku di tempatnya. Jemarinya bermain bertaut-tautan karena ia sedang panik. Maniknya jatuh pada sebuah cermin besar yang memantulkan bayangannya. Di sana, berdiri Baekhyun yang tampak benar-benar cantik. Setelah dimandikan dengan waktu cukup lama, rambutnya dipijat dengan minyak kemiri, tubuhnya diolesi minyak-minyak lainnya yang membuat kulitnya jadi sangat lembut, selain itu Baekhyun juga diasapi dengan dupa wangi, tubuhnya jadi menguarkan bau harum yang tak hilang-hilang.
ia dipakaikan pakaian mahal yang terbuat dari sutra dan satin, yang tampak cantik di tubuhnya, dayang-dayang itu juga memasangkan banyak perhiasan yang terbuat dari batu mulia pada Baekhyun. Dan setelah semua itu, Baekhyun kemudian digiring ke sebuah ruangan. Sebuah ruangan yang sangat mewah. Hiasan-hiasan dinding dan lukisan menghiasi dinding kamar itu, sebuah kursi emas panjang dengan karpet kulit beruang di bawahnya. Dan yang paling mencolok adalah ranjang berukuran super besar yang bertengger di ujung ruangan.
Baekhyun pun memberanikan dirinya untuk duduk di ranjang itu. Wajahnya muram dan pikirannya menerawang kembali? Dugaannya tampaknya tidak meleset. Sepertinya ia harus memuaskan seseorang yang sangat kaya. Mungkin seorang bangsawan, atau pejabat di istana. Baekhyun hampir menangis memikirkan hal itu.
CKLEK─dan suara langkah kaki pun lagi-lagi menarik Baekhyun kembali ke kenyataan.
Oh tidak.
Baekhyun menahan nafasnya saat raja Exordium melangkahkan kakinya masuk ke ruangan. Wajah tampannya yang angkuh itu menatap Baekhyun tajam. Baekhyun menelan ludah. Apa. Dia. Akan. Memuaskan. Orang. Ini? Yang benar saja!
Pemuda yang menjajah kerajaannya itu mendekat ke arahnya. Matanya memandang Baekhyun lekat-lekat, menilai penampilannya dari ujung kaki hingga ujung kepala. Saat jarak mereka cukup dekat, pemuda itu menarik lengannya. Dada mereka bersentuhan dan mata mereka berdua terkunci satu sama lain, Baekhyun kehilangan akal sehatnya saat mata tajam itu menatapnya lembut dan buas di saat bersamaan.
Perlahan, tangan yang lebih besar naik mengelus pipi dari yang lebih mungil. "Dayang-dayang itu rupanya mengerjakan tugasnya dengan baik."
Baekhyun yang tersadar langsung membuang mukanya dan menjauhkan diri. Sedikit pun ia tidak sudi disentuh kembali oleh pemuda di depannya. Sang raja Exordium pun mendecak kesal, matanya memicing tajam mengintimidasi Baekhyun.
"Ingatlah, kau punya lima belas juta jiwa yang nyawanya berada di tanganku." Ancamnya kemudian sangat picik.
Baekhyun menggeram tertahan. Ya, rakyatnya. Bukankah semua yang dia lakukan sekarang untuk rakyatnya. Baekhyun menjadi gundah gulana, bagaimana pun, Baekhyun mempunyai harga diri apalagi dirinya adalah seorang lelaki. Namun di sisi lain rakyatnya adalah hal utama yang harus Baekhyun lindungi. Dengan tangan sedikit gemetar, Baekhyun bertanya, "apa kau akan membunuhku?"
Pemuda itu hanya mendengus, ia menggeleng pelan sambil jemarinya membuka jubah kebesarannya yang kemudian terongok ke lantai, melepaskan perhiasan emas yang bertengger di kepalanya. Baekhyun melanjutkan kemudian, "apa kau akan menjadikanku seorang budak?"
Raja Exordium terkekeh, "Kau tahu, itu bukanlah kata yang tepat." Jawab pemuda besar itu lagi. Kali ini tangannya sibuk membuka rompi mahalnya juga melepaskan alas kakinya. "Tugasmu hanyalah harus menyambutku dengan kakimu yang dibuka lebar-lebar."
Baekhyun meneguk ludahnya kasar, mengerti kemana arah pembicaraan ini. Matanya memanas, ia tak pernah merasa benar-benar dipermalukan. Ini benar-benar persis seperti apa yang ditebaknya, "jadi─kau akan menjadikanku seorang p-pelacur?" sahutnya dengan suara parau.
Raja yang menghancurkan kerajaannya itu tidak menjawab. Pemuda tinggi itu hanya diam menunggu sambil menatap datar yang lebih kecil, pakaiannya hanya tinggal kemeja dan celananya saja. Dan kemeja itu pun sama sekali tak terkancing, memamerkan perut yang berotot dan seksi milik Raja Exordium tersebut.
Mendengar tak ada jawaban dari lawannya. Baekhyun menelan ludah kasar sambil mengusap tengkuknya. Raja mungil itu sedang menguatkan hatinya yang benar-benar hancur. "Siapa namamu, tuan?" tanyanya dengan suara bergetar hampir menangis.
Pemuda itu menyunggingkan senyum tipisnya. Sangat tampan sebenarnya, namun Baekhyun tidak peduli. Karena pemuda ini brengsek. "Apa sebuah nama diperlukan?"
"Aku perlu namamu untuk kudesahkan." Jawab Baekhyun kemudian. Sedangkan pemuda di depannya hanya sibuk terkekeh sambil mengusap rahangnya.
"menarik."
BRUUKK!
"YA!" dan hanya dengan beberapa kedipan mata. Baekhyun merasakan tubuhnya melayang dan mendarat di sebuah tempat yang empuk─ranjang. Pemuda kecil itu terkesiap kaget, apalagi saat tubuh mungilnya merasakan sesuatu yang berat menindih dan mengukung seluruh tubuhnya.
"Chan. Yeol!" sebuah bisikan rendah yang seksi sukses membuat syaraf-syaraf tubuh Baekhyun berkontraksi dan memberikan sensasi seperti disetrum pada Baekhyun. "namaku Chanyeol."
Belum juga Baekhyun sempat menghirup nafasnya dan memproses segala kejadian yang terjadi. Ia kembali dikejutkan dengan kecupan-kecupan basah yang menyerang leher jenjangnya. Baekhyun meremas tubuh diatasnya kegelian, merasakan kulit lehernya dijilat, dikecup dan dihisap membuatnya kehilangan akal.
Chanyeol─raja Exordium itu benar-benar mempunyai tangan yang gesit. Entah bagaimana, Baekhyun sudah merasakan tubuh bagian atasnya tidak memakai apa-apa lagi. bibirnya juga tak kalah cepat, beberapa detik yang lalu, Baekhyun disibukan dengan bibir Chanyeol yang melumat bibirnya dengan kuat. Bertarung dengan lidahnya seperti saat pertarungan mereka di Persei dan menghisap-hisapnya seduktif sampai Baekhyun mendorongnya kehabisan nafas.
Belum sampai Baekhyun mengambil nafasnya cukup banyak, ia kembali dikejutkan dengan kecupan dan kuluman di nipple sebelah kirinya. "Oh! Ahh!" suara desahan Baekhyun keluar dengan bebas, mengingat nipple adalah salah satu bagian tersensitif di tubuhnya, tangan Baekhyun memukul-mukul punggung lebar di atasnya tanpa sadar.
Puas dengan yang di sebelah kiri, Chanyeol kembali melanjutkan kegiatannya pada nipple Baekhyun di sebelah kanan. Baekhyun bergerak gelisah tanpa sadar, matanya ditutup rapat-rapat dan tangannya bermain bebas pada kepala Chanyeol. Tak berapa lama, pemuda mungil itu kembali dikejutkan dengan kuluman menuntut di bibirnya, dan tangan besar yang menarik celananya hingga terlepas.
Baekhyun tersedak air liurnya sendiri saat sebuah tangan besar mengocok penis. "Uaaa! Ahh! Chan─haa!" rintih Baekhyun berusaha melepaskan bibirnya dari bibir Chanyeol. Kocokan di penisnya semakin cepat dan itu membuat Baekhyun gila, cairan precumnya membasahi tangan Chanyeol memudahkan pria itu memainkan penis submissive-nya. Tak lama Baekhyun mengelinjang dan perutnya berkontraksi tanda sebentar lagi dia akan keluar, desahan terdengar dengan cantik dari mulut mungilnya.
"AAAHHH! ARGHH!" Baekhyun mengejang, kaki-kakinya yang jenjang menekan kasur di bawahnya kuat-kuat saat cairan sperma tertembak keluar dari penisnya, membasahi perut dan dadanya selama beberapa menit. Chanyeol yang sudah melepaskan bibirnya menikmati semua pemandangan yang disuguhkan Baekhyun.
Wajah yang memerah dengan mulut yang terbuka, tubuh mungil mulusnya yang terkulai lemas dengan sperma yang berceceran di dadanya. Baekhyun benar-benar seksi sekarang. Baekhyun mengeliat gelisah, tubuhnya panas tak karuan dan setelah beberapa saat dan nafas Baekhyun mulai tenang, Chanyeol menarik lengannya pelan agar Baekhyun mengambil posisi duduk.
Baekhyun sendiri hanya pasrah dengan apa yang dilakukan Chanyeol, apalagi saat pemuda itu mengusap-usap bibirnya dengan wajah yang sulit tertebak. Baekhyun menatap sayu tangan Chanyeol yang sedang berusaha membebaskan penisnya. Baekhyun meneguk ludahnya kasar, melihat penis Chanyeol yang setengah ereksi.
"Lakukan dengan mulutmu." Perintah Chanyeol sambil menuntun kepala Baekhyun pada selangkangannya. Baekhyun tak menjawab, namun dirinya berdebar-debar saat penis Chanyeol yang setengah ereksi itu menyentuh bibirnya. Dengan ragu, Baekhyun membuka mulutnya dan memasukan penis itu pelan-pelan. Namun, Chanyeol yang tak sabar malah langsung menghentakan penisnya masuk, hingga menyentuh pangkal kerongkongan Baekhyun.
"Uhuk! Uhuk!" Baekhyun tersedak namun dia berusaha mencoba tetap mengulum penis Chanyeol. Dengan penuh usaha, Baekhyun mulai memaju mundurkan kepalanya pelan-pelan. Merasakan tangan besar Chanyeol mengelus-ngelus kepalanya. Sesekali tangan besar Chanyeol berbuat nakal dengan menyusup ke dada Baekhyun dan mencubit nipplenya. Hal itu membuat kuluman Baekhyun menjadi tidak beraturan.
"Ah! Sssh! Lebih cepat." Perintah Chanyeol pada Baekhyun untuk mempercepat kulumannya. Baekhyun sendiri hampir kehilangan tempo karena Chanyeol mulai menghentak-hentakan penisnya di dalam mulut Baekhyun. Baekhyun sendiri merasakan mulutnya luar biasa penuh, dan penis Chanyeol saat itu benar-benar sangat keras menandakan bahwa penis itu sudah ereksi sempurna.
"Ah! Umm!" Baekhyun menjerit dalam hati saat sebuah tangan mengusap-usap daerah pantatnya dan meremas-remasnya nakal. Baekhyun mengernyit menatap mata Chanyeol.
"Sudah cukup. Kau sudah memabangunkan milikku sepenuhnya," Sahut Chanyeol cepat, melepaskan penisnya dari mulut Baekhyun segera. Baekhyun dengan polos menatap sang raja yang sedang mengambil sebuah botol. "Berbaring lah!" perintah Chanyeol.
Saat Baekhyun berbaring, lelaki mungil itu merasakan dua buah tangan membuka kakinya lebar-lebar dan sesuatu yang dingin memasuki lubangnya. "Uh!" pekik Baekhyun kecil. Menyadari Chanyeol sedang asik memainkan dua jarinya di dalam anus Baekhyun, dengan tambahan minyak sebagai pelumas, kedua-jari Chanyeol masuk tanpa hambatan. Baekhyun menahan nafas saat jari-jari Chanyeol tak sengaja menyentuh titik-titik sentitif dalamnya, membuat tubuhnya bergetar dan merinding.
"AA─aaa! Ah!" Baekhyun mengelinjang dan bergerak-gerak seperti seekor ikan yang diangkat dari air saat jari-jari Chanyeol menggoda anus dan titik-titik sensitifnya. Jari-jari Chanyeol berusaha melebarkan anusnya dengan gerakan mengunting membuat Baekhyun merasa lubangnya berdenyut-denyut melawan pergerakan Chanyeol. Baekhyun pun akhirnya bisa bernafas lega merasakan kekosongan di dalamnya saat Chanyeol menarik kedua jarinya.
"Kupikir kau sudah siap."
Baekhyun menelan ludahnya khawatir, menatap penis Chanyeol yang tegang dan besar itu. Chanyeol menyeringai, mengarahkan penisnya pada lubang baekhyun, lalu menampar-nampar penisnya pada pintu masuk Baekhyun seolah mengucapkan salam. Sambil bermain-main Chanyeol memasukan sedikit penisnya dan mengeluarkannya lagi, begitu terus berkali-kali sampai akhirnya tanpa aba-aba Chanyeol memasukan kemaluannya sepenuhnya.
"OOHH! CHAN!HAAA!" Laki-laki mungil yang tubuhnya diterobos itu menjerit dan mendesah dalam-dalam. Merasakan bagian selatannya hampir robek. Chanyeol menjilat bibirnya penuh nafsu dan mulai menggerakan penisnya. Kaki-kaki Baekhyun ia sampirkan pada pundaknya. Chanyeol sendiri menahan nafasnya dan menggeram nikmat saat penisnya dijepit kuat-kuat oleh anus Baekhyun.
Sambil menyodok Baekhyun kuat, dan menikmati nyanyian-nyanyian namanya yang keluar dari bibir mungil Baekhyun. Chanyeol mengecupi tubuh di bawahnya, memainkan lidah dan bibirnya pada kulit lembut dan harum itu. Chanyeol senang bermain-main pada jakun kecil Baekhyun yang naik turun tak karuan karena perlakuannya.
"Ah! Ah! Uu aa! Chanyeol! Ahh! Lebih keras!" Baekhyun merasakan tubuhnya memanas dan suara hentakan daging membuatnya gila, belum lagi ranjang keduanya yang menghentak-hentak dinding membuat Baekhyun malu setengah mati, air matanya meleleh membasahi pipinya.
Baekhyun, ia adalah seorang raja yang terhormat, jutaan rakyatnya menghormatinya. Dan sekarang ia bagai pelacur di bawah tubuh orang yang mengambil alih kerajaannya. Betapa harga dirinya sebagai seorang lelaki hancur lebur.
Baekhyun kembali mengejang dan tembakan sperma dari penisnya membuatnya tak dapat berpikir jernih lagi. Chanyeol mendesah dan menggeram, pasalnya Baekhyun yang klimaks membuat anusnya sempit luar biasa dan melumat penisnya tanpa ampun. Dan hanya beberapa detik setelah Baekhyun keluar, Chanyeol pun melepaskan benihnya di dalam Baekhyun.
Untuk beberapa menit, Baekhyun dan Chanyeol hanya terdiam menenangkan tubuh mereka berapa lama, Baekhyun menggeliat tidak senang di bawah Chanyeol karena Chanyeol sangat berat. Belum lagi penis Chanyeol yang masih nyaman bersarang di lubangnya membuat Baekhyun merasa punggung dan pinggulnya ngilu luar biasa.
Chanyeol pun bangkit, dan mengeluarkan penisnya. Bunyi PLOP pelan membuat Chanyeol menelan ludahnya kepayahan. Ini seks yang hebat, desis raja Exordium itu dalam hatinya. Mengelus surai hitam pemuda mungil di depannya yang mendekur tenang di sebelahnya. Chanyeol mendengus, menarik sebuah selimut besar dan tebal padanya dan Baekhyun, dan kemudian menyusul pemuda mungil itu ke alam mimpi.
Baekhyun membuka matanya pelan, menggeliat cantik di atas ranjang besar tempatnya memadu tubuh dengan Chanyeol. AH YA. Chanyeol?! Di mana si bedebah itu? Baekhyun refleks segera bangkit dari tidurnya dan untuk sesaat meringgis ngilu karena tubuh bagian bawahnya benar-benar tak karuan.
Baekhyun bersusah payah berdiri dari ranjangnya,dan dengan tertatih-tatih meraih jubah kebesaran Chanyeol karena pakaian itu yang paling dekat dengan dirinya. Bau sperma yang menyengat masuk ke indra pembauan Baekhyun, menyadarkannya betapa panasnya malam mereka kemarin.
CKLEK!
Baekhyun nyaris berteriak seperti seorang anak gadis saat beberapa dayang memasuki ruangannya dengan langkah ringan mereka. Baekhyun memberikan pandangan menyelidik pada dayang-dayang itu. "Tuan, kemarilah, kami akan membasuh tubuhmu." Sahut salah seorang dayang yang terlihat paling tua diantara yang lainnya.
Beberapa dayang juga ada yang berjalan membenahi pakaian Chanyeol dan Baekhyun yang berserakan. Yang lainnya tampak melepas sprai ranjang untuk menggantinya dengan yang baru.
"Bisakah aku membersihkan tubuhku sendiri?" Tanya Baekhyun. Sebab dia seorang laki-laki dan dimandikan oleh wanita membuatnya malu. Sudah cukup dengan yang kemarin.
Dayang itu menggeleng, "ini sudah perintah Yang Mulia."
"Dimana Rajamu?" sahut Baekhyun.
"Beliau sedang rapat bersama mentri-mentri dan penasihatnya."
Baekhyun mendesah pasrah dan akhirnya menurut saja saat dirinya kembali lagi dituntun oleh para dayang. Menuju ruang mandinya, Baekhyun dapat melihat bahwa istana Exordium tidak hanya indah di luar namun juga menakjubkan di dalam. Berbagai perabotannya terbuat dari emas dan batu mulia, tamannya asri dan sangat cantik dipandang mata, belum lagi luasnya istana itu membuat Baekhyun mengira bahwa istana itu seperti kota kecil.
Bagaimana bisa kerajaan megah seperti ini dipimpin oleh Chanyeol yang tampak tak berperasaan itu?
Manik hitam baekhyun bergerak-gerak mengelilingi kamar sebelumnya. Kali ini pakaiannya nampak normal bila dibandingkan dengan saat ia diserahkan kepada sang raja kemarin. Kemeja satin berwarna hijau muda dan celana coklat tua, dipadukan dengan ikat pinggang dan sepatu boots membuat penampilannya sedikit lebih laki─yeah sedikit, karena Baekhyun masih tetap terlihat manis.
Baekhyun menghela nafasnya penuh kebosanan, kakinya melangkah mencoba membuka pintu kamarnya.
CKLEK─ Baekhyun mengedipkan matanya lucu saat pintu kamarnya ternyata tidak terkunci sedikitpun. Berbeda sekali dengan dugaannya─bukankah dia adalah tawanan? Pelan-pelan, Baekhyun melongokan kepalanya, dan mendapati bahkan tak ada seorang prajurit pun yang menjaga kamarnya. Setelah menimbang-nimbang sebentar, Baekhyun pun memutuskan untuk berjalan keluar kamarnya. Tanpa penjaga, tanpa dayang-dayang. Bisa dibilang, Baekhyun sedang mencari masalah baru.
Kaki-kaki Baekhyun berjalan tak tentu arah saat menyusuri istana megah tersebut. Terkadang ia sedikit bersembunyi saat beberapa penjaga berjalan mendekat ke arahnya. Di dalam perjalanannya, Baekhyun menemukan ruang makan dan dapur, di dalam dapur tersebut Baekhyun mendapati puluhan tukang masak sedang sibuk menyiapkan makanan. Seseorang yang tampak seperti ketua juru masak itu menyadari keberadaan Baekhyun dan tampak kaget dengan keberadaannya. Dengan tergopoh-gopoh ia menghampiri Baekhyun.
"Tuan, apa kau lapar?" Tanya pemuda itu lembut, sambil membawa piring berisi kue-kuean yang tampak sangat cantik. Baekhyun menatap kue-kue itu dengan tergoda, namun dia tidak tahu apakah dia bisa memakan kue-kue ini.
"Kau bisa memakannya tuan. Kau bisa mempercayaiku, tentu saja aku tak memasukan apapun di dalamnya." Pemuda itu mengambil satu kue dan melahapnya.
Baekhyun menatap pemuda di depannya dengan tatapan polos, dan mengambil acak kue-kue itu. Setelah memasukannya ke mulut, Baekhyun tak henti-hentinya tersenyum karena kue-kue itu sangat nikmat.
"Saya senang jika tuan menyukai kue buatan saya, nama saya Kyungsoo tuan Baekhyun." Jawab pemuda itu memperkenalkan diri, mata bulat dan alisnya yang tebal membuatnya terlihat menarik.
"Kau mengenaliku?" Tanya Baekhyun kaget.
Kyungsoo menganguk, "kedatangan tuan ke istana menjadi pembicaraan hangat di seluruh penghuninya." Jawab pemuda itu dengan senyum teduh.
Baekhyun menganguk kaku, merasa tak nyaman mengetahui bahwa ia terkenal di seisi istana itu. Menjadi mainan raja sudah cukup buruk baginya. Karena hal itu akhirnya Baekhyun cepat-cepat pamit dari pemuda bernama Kyungsoo itu.
Baekhyun kembali melangkahkan kakinya,ia menemukan tempat-tempat baru seperti perpustakaan dan ruangan-ruangan lainnya, Baekhyun berjalan tak tentu arah sampai akhirnya ia mendengar suara cekikikan wanita dan sedikit ribut-ribut. Hal ini menarik minat Baekhyun untuk mencari asal suara. Kaki-kakinya berjalan pelan dan hati-hati agar tak seorang pun menyadari keberadaannya. Saat Baekhyun sampai ke sebuah gerbang yang agak besar namun tak terkunci, Baekhyun mencoba melongokan kepalanya sedikit.
Dan kedua matanya membulat sempurna dengan pemandangan yang dilihatnya. Ada banyak wanita cantik, puluhan mungkin seratusan yang sedang mandi bersama-sama di dalam sana. Beberapanya telanjang bulat, dan yang lainnya memakai jubah mandi yang transparan, wanita-wanita itu tampak bercengkrama sambil membersihkan badan mereka. Baekhyun meneguk ludahnya gelisah. Wanita-wanita apa ini? Dayang-dayang kah? Pelayan istana? atau─
"Hei! Apa yang kau lakukan di sini?" suara berat dan tangan yang meremas bahu Baekhyun membuat pemuda mungil itu terlonjak. Dengan hati berdebar-debar Baekhyun menoleh dan mendapati Kai, jendral kepercayaan Chanyeol menatapnya dengan tatapan tajam. Baekhyun menelan ludahnya, dia pasti akan mendapat masalah. Oh matilah dia.
To be continued.
A/N: YEEEE! Chapter 1 selesai. Saya senang sekali, ternyata ff saya dapat feedback yang baik (karena itu saya fast update).Makasih ya, untuk yang sudah favorit, follow dan review. Makasihhh.. #terharu. Saya balas review kalian di sini aja ya. Soalnya ffn susah dibuka di kompie.
Lussia Archery: Makasih ya sudah Review. Iya, ide ff ini memang sudah menghantui hidup saya saat saya tahu ternyata ada tradisi di mana gitu, kalau rajanya kalah di peperangan akan diperkosa di depan rakyatnya. Mpreg? Wah, saya ngak ada rencana itu sebelumnya, tapi bolehlah idenya. Hehe.
Byunbee17: iya, ini multichaptered, doakan semoga saya bisa selesain ye. Iya, saya suka Baekhyun yang kuat tapi cantik. Persei? Saya kasih nama itu karena kedengarannya bagus aja sih. Wkwkwk. #plakk
Thatxx94: iya, terima kasih reviewnya.
Egatoti: Kenyataannya tradisi konyol itulah yang memberikan ide cerita ini di kepala saya. Huahahaha. A. Makasih ya sudah review. Pertanyaannyasudah terjawab di chapter ini kan?
Anggiebyun: sudah next. Makasih reviewnya. ;*
Inspirit7starlight: iya ini sudah next, terima kasih reviewnya.
Vava1487: iya, sudah next. Makasih ya sudah review.
Nurfadillah: iya, hehe, saya juga suka Krisho. Makanya saya masukin si cerita ini. Semoga suka, terima kasih reviewnya ya.
Dewi18: oke, sudah next.
Ming cantik: sudah lanjut, makasih reviewnya.
Sparklazura: iya, memang ff yang bertema kerajaan/kolosal agak jarang dan memang kebanyakan orang lebih suka setting yang zaman sekarang. Kalau ff ini karena ide awalnya memang pas pake setting kerajaan. Makasih reviewnya.
Cici fu: makasih sudah review, ini sudah lanjut.
Park Beichan: fast update! Makasih udah review
LittleJasmine2: Makasih ya reviewnya. Diusahakan cukup sih sama panjang ceritanya, takutnya kalau panjang-panjang readernya bosan.
Gyupal: Iya, makasih ya atas reviewnya. Tolong terus baca dan kasih semangat. Hehe.
Yayahunnie: Yup. Chanyeol. Mkasih reviewnya.
Hyu luv Chanbaek: Sip. Makasih sudah review ya.
Cheonsa528: iya, Baekhyun juga sebenarnya harusnya dibunuh setelah diperkosa, tapi yak arena ceye luluh sama kecantikan Baekhyun jadinya dibawa deh ke istana. Hhehe. Penyebab peperangannya di chaper-chapter berikutnya ya. Terima kasih atas reviewnya.
Fangirexoxo:iya, memang tujuan tradisinya untuk mempermalukan raja yang sudah kalah. Makasih reviewnya ya.
Ssuhoshnet: ok, lanjut ini. Makasih reviewnya.
Byunkkaebb: lhaaa.. kok nangis? Perasaan ngak ada yang sedih. Hehe. Ngomong-ngomong Makasih ya sudah review.
M2qs & sekaaaaaai: sudah lanjut, makasih ya reviewnya.
Guest: horee, makasih udah suka. Kalau masalah ceye udah ada pendamping atau ngak…..hmm, liat aja di chapter selanjutnya ya chingu. :*
Chanyeol love: iyee ni si Chanyeol. Wkkk, main sodok sembarang. Ckckckc. Makasih ya sudah review.
Vava, gita9393, wind: sudah lanjut, Makasih ya sudah review.
Anson: iya, chan kejamm, tradisinya jugaa kejam. Ini sudah diupdate ya. Tapi sayang sekali ya, authornya ngak bisa ngilangin krisho dan karena authornya juga suka sama couple ini, (author suka banget sama pasangan yang height differencenya jauh, uhuk.) jadi nikmatin kalau anson sulay shipper nikmatin Chanbaeknya aja ya. Terima kasih sudah review.
Makasih ya yang sudah review. Ayo-ayo, saya tunggu tanggapannya untuk chapter yang ini! Yang sider ayo review biar saya semangat! Ehehehe.
