Getaranpun terjadi! Dan itu meruntuhkan jalan keluar kami! Astaga! Jalan keluarnya sudah tidak ada! Bagaimana kita bisa pulang?

"Aniki, bagaimana ini?" tanyaku cemas.

"Hm…," dan Kakak sedang berpikir keras untuk jalan keluar kami.

An Eyeshield 21 Fanfiction

Disclaimer:

Eyeshield 21: Riichiro Inagaki and Yuusuke Murata

Aladdin: Walt Disney

Story: Iin and Pichi

Warning: Gaje-ness, Ooc-ness, Sangat beda dengan cerita Aladdin yang asli, AU, sisanya kalian yang nilai dah…

Don't like? Don't read.

"AHA!" kata Kakak sambil menjentikkan jari.

"Ada apa Aniki?" tanyaku.

"Kita akan keluar dengan cara menghancurkan ini semua!" kata Kakak sambil menyeringai.

"Heh?" aku pun bingung dibuatnya.

"Mana lampu itu?" kata Kakak.

"Ini," aku memberikannya.

"YA-HA!" Kakak melemparnya hingga membentur dinding.

Syu… Syu… Syu…

Keluarlah jin berbadan besar. Aku sedikit terkejut dan… ekspresi Kakak biasa saja.

"Aduuh… siapa yang melemparku tadi?" kata Jin itu lembut. Besar dan lembut. Heeem?

"Aku, kenapa?" kata Kakak dengan tampang 'biasa saja'

"KYAH! Tuanku! Permintaanmu adalah perintah bagiku," kata sang Jin sambil memberi hormat kepada Kakak. Sepertinya dia mengira Kakak adalah tuannya. Haduuu…

"Ano, uhm… Anda siapa?" tanyaku sopan.

"Yah, panggil saja aku Kurita, Ryoukan Kurita. Senang berkenalan dengan kalian. Uhm… siapa nama kalian?" tanya Jin yang bernama Kurita itu.

"Aku Hiruma Sena dan dia Hiruma Youichi," kataku sambil memperkenalkan diri dan juga Kakak.

"Hoo, Sena-kun dan Youichi-san. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Kurita.

"Hem, apa yang bisa kau lakukan Jin sialan?" tanya Kakak.

"Aku bisa menuruti semua permintaan kalian! Kecuali…," kepalanya menunduk.

"APA?" tanya Kakak dengan suara yang hem… seperti membentak.

"Aku tidak bisa membuat orang meninggal!" kata Kurita.

"Hanya itu?" tanyaku.

"Ada lagi! Aku tidak bisa menghidupkan orang yang telah meninggal!" kata Kurita, "ditambah lagi… aku juga tidak bisa membuat orang jatuh cinta."

"Jadi hanya tiga?" kataku.

"Hem!" dia mengangguk pasti.

"Berarti… kau bisa mengeluarkan kami dari sini 'kan?" Kakak menyeringai.

"Iya dan kalian hanya memiliki tiga permintaan!" katanya penuh semangat dan wajah yang berseri-seri.

"Tapi… aku perlu menguji kehebatanmu," kata Kakak dengan seringai makin lebar.

"Baiklah! Bagaimana caranya?" tanya Kurita lagi dengan raut wajah cemas.

"Mungkiiin, mengeluarkan kami dari sini," kata Kakak.

"Baiklah jika itu ujiannya! Lebih mudah dibandingkan ujian matematika!" kata Kurita.

"Heh?" sekali lagi aku bingung dibuatnya.

"AYO BERANGKAT!" serunya sambil mengayunkan tangannya.

SWING!

BRUK!

Aduuuhh… sakiiit…. Ah? Aku ada dimana ini?

"Hoo, Jin sialan yang pintar ya?" kata Kakak yang masih berdiri.

Wush… wush…

Terlihat karpet ajaib terbang dengan bebas dan menari-nari di udara.

"Waaah, kenapa kita bisa ada disini? Ini… kenapa ada rumput disini?" tanyaku sambil memegangi rumput itu dan mencabutnya.

"Kita mendarat di sebuah mata air di gurun pasir! Memang terdengar aneh. Tetapi sebelum kita mendarat aku menyihir supaya kita berada di daratan yang ada penghuninya!" kata Kurita.

"Jadi, permintaanku tinggal berapa?" tanya Kakak sambil tersenyum licik.

"Dua," jawab Kurita polos.

"Kapan aku menggunakan permintaanku yang pertama?" tanya Kakak sambil menyeringai lagi.

"Tadi. Baru saja," kata Kurita.

"Yang tadi itu cuma ujian 'kan?" inilah Kakakku. Licik!

"Eh? Eh? Ya sudahlah. Baik apa permintaanmu?" tanya Kurita.

"Hem… aku ingin menikah dengan Putri sialan…," kata Kakak.

"Sudah kukatakan aku tidak bisa membuat seseorang jatuh cinta!" kata Kurita.

"AKU BELUM SELESAI! Jadi, aku harus menjadi pangeran!" kata Kakak lagi.

"Intinya?" tanya Kurita.

"Aku ingin aku menjadi pangeran!" kata Kakak.

"Baiklah! Permintaanmu adalah perintah bagiku! Seorang pangeran tampan akan datang!" lalu Kurita mulai menyihir-nyihir.

Keluarlah emas, platina, perak, perunggu, mutiara, dan perhiasan-perhiasan lainnya. Ada kimono berkain sutra yang direndam oleh emas cair, ada kipas kertas dilapisi platina, patung Kakak dari platina, ada patungku dari emas dan yang lainnya yang sangat memukau.

"Wow," desisku.

"Ini belum selesai Sena-kun! Ayo Youichi-san. Kita ubah penampilanmu! Lebih tepatnya, bajumu!" lalu Kurita menyihir Kakak.

Shing!

Astaga! Ini… Kakakku? Dia terlihat sangat tampan! Gagah, berani dan hem… seharusnya ada sedikit permakan pada giginya.

"Dan sekarang giliranmu, Sena-kun!" Kurita mengatakan sekarang adalah giliranku. Apa katanya? Giliranku?

Shing!

Aku juga berubah! Menjadi lebih keren! Dan, aku adalah seorang penasihat!

"Hoi! Siapa kalian?" teriak seseorang. Eh, sekelompok orang! Yang satu berbadan tinggi dengan rambut dark blue, yang satu tinggi dengan rambut merah, satu lagi dengan membawa sisir, seorang wanita berambut orange dan satu lagi berbadan kecil dengan hidung yang ukurannya besar.

"Kami… hanya menumpang di sini kok! Tidak lebih!" kataku sambil memasang tampang memelas.

"Siapa kalian?" tanya yang memiliki rambut dark blue sangat dingin dan juga mengulangi pertanyaan yang tadi.

"Aku Hiruma Sena dan dia Kakakku Hiruma Youichi. Ditambah lagi ini karpet ajaibku dan juga jin Kurita yang berasal dari lampu ajaib!" sahutku, "lalu kalian?"

"Aku Shun Kakei, yang rambutnya merah Hayato Akaba, yang memegang sisir Sasaki Kotarou, yang perempuan Shibuya Maki dan berbadan kecil Komusubi Daikichi," katanya memperkenalkan temannya satu per satu.

"Kekeke, apakah kalian mau menjadi bagian dari kerajaanku hah?" tanya Kakak sambil menyembunyikan katananya.

"Fugo!" teriak yang bernama Komusubi.

"Oh, katanya dia mau Youichi-san!" kata Kurita yang sepertinya mengerti bahasa orang itu.

"Hoo? Baiklah! Kalian akan kurekrut menjadi bagian dari kerajaanku!" kata Kakak.

"Baiklah!" dan Kurita mulai bersiap-siap.

Shing! Shing! Shing! Shing!

Dalam sekejap mereka berubah!

Kakei menjadi Penasihat bersama Akaba, Maki menjadi dayang, Kotarou menjadi penata rambut dan Komusubi menjadi Pengawal!

"Waaa, semuanya sudah lengkap ya?" kataku sambil melihat karya Kurita.

Hm… sepertinya kekurangan bodyguard dengan kecepatan yang bisa menandingiku dan kuat. Dimana ya kami bisa menemukannya?

GUSRAK!

Kami menoleh ke asal suara.

"Maaf, kenalkan aku Shin Seijurou. Panggil saja Shin," kata Shin sambil memasang wajah coolnya.

"Fuu, kami maafkan. Oh ya, Youichi-san. Bagaimana kalau Shin menjadi bodyguardmu?" tanya Akaba.

"Boleh juga. Kekekekeke," kata Kakak sambil tertawa.

Shing!

Dan walla! Shin berubah menjadi seorang bodyguard!

"Hem, penasihat sudah ada, penata rambut juga sudah ada, bodyguard ada yang kurang cuma satu!" kataku, "Kendaraan kita menuju istana!"

Semua tertegun saat aku mengatakan itu. Lalu tiba-tiba ada sesuatu di atas pohon pisang.

"MUKI!" teriaknya.

"Eh?" aku melihat ke atas. Disana terlihat seperti seekor monyet yang berwujud manusia.

"Kekekeke! Ada monyet sialan di pohon pisang sialan!" kata Kakak.

"Mukya! Aku bukan monyet MAX!" kata makhluk itu.

"Lalu… kau siapa?" tanyaku.

"Raimon Tarou, panggil saja aku Raimon," kata makhluk yang bernama Raimon.

"Monta, MONyeT siAlan! Kekekekeke!" tawa Kakak sambil menekat beberapa huruf disetiap perkataannya.

"HAHAHAHAHA!" tawa kami semua pun pecah.

"Mukya! Sialan MAX!" teriak Monta.

"Yang sabar ya Monta," kataku.

"Fuu, nama yang lebih singkat. Jadi aku panggil kau Monta saja," kata Akaba.

"Monta-kun," kata Maki.

"WAAAA!" mata Kurita berbinar.

"Ada apa Jin sialan?" tanya Kakak.

"Kita kekurangan kendaraan 'kan?" tanya Kurita.

"Lalu?" aku balik bertanya.

SHING!

Monta berubah menjadi monyet besar daaan…

"Kuberi nama kau 'Montakong!' Kekekekeke!" Kakak tertawa lagi sambil memegangi perutnya yang sepertinya terlihat sakit karena banyak tertawa.

"Ahahahaha!" kami semua tertawa.

"AYO KITA BERANGKAT ANAK-ANAK SIALAN! YA-HA!" dan kami memulai perjalanan kami.

[Di Tempat Lain]

"Yang mulia Yuki-sama, kami memiliki beberapa pemberitahuan dan pengubahan peraturan!" kata Penasihat Agon sambil membawa surat gulungan kerajaan.

"Ada apa Penasihat senior? Apakah ada yang salah?" tanya Raja Yukimitsu sambil melihat ke sekitar Penasihat Agon, "oh iya, Cerberus mana?"

GAFOO!

Datanglah Cerberus menyusul Penasihat Agon. Cerberus adalah binatang peliharaan Agon.

"Hahaha, Cerberus! Makan ini!" kata Raja sambil menyuapi Cerberus kue basi. Dan kue basi bukanlah makanan anjing bukan?

GAFOOO!

Cerberus menggelengkan kepalanya tetapi Raja tetap memaksa hingga kue basi tersebut sukses masuk ke mulut Cerberus.

"Baiklah Raja. Akan saya bacakan. Peraturan pertama, Tuan Putri harus menikah dengan seorang pangeran, itu adalah aturan yang kau buat 'kan?" tanya Penasihat Agon sambil tersenyum menyeringai.

"Iya," Raja Yuki mengangguk.

"Peraturan barunya, jika Sang Putri tidak menerima pelamarnya sehingga ber-umur delapan belas tahun, maka dia harus menikah dengan Penasihat Raja yang paling senior, oh… sepertinya Penasihat Raja yang paling senior adalah aku dan Mamori-sama akan berumur delapan belas tahun sebentar lagi. Kukukuku," kata Penasihat Agon sambil tertawa licik.

"Tidak, tidak… Kau terlalu tua untuk Mamori! Lagipula faktor genesisnya berbeda fisiknya juga berbeda. Mamori berambut lurus sedangkan Anda berambut gimbal. Aku tidak ingin cucuku berambut gimbal nantinya. Aku juga akan menunggu hingga Mamori besar nanti, karena kalau kita jodohkan dia atau menikahkan dia sekarang pasti psikologisnya akan sedikit terguncang nantinya. Apalagi kalau memiliki pasangan yang wajahnya garang, Ieuh... Selain memikirkan kepemerintahan aku juga memikirkan masa depan Mamori, karena kalau dia menikah terlalu cepat, psikologisnya terganggu dan juga ada ketidak cocokan, kurasa itu akan menghancurkan kerajaan kita. Jika memiliki pasangan terlalu tua sejenismu, apakah kalian akan hidup bahagia? Bahkan terkadang aku agak ragu, apakah anda satu spesies dengan Mamori? Dengan alasan yang logis, aku tidak ingin cucuku akan berwajah horor sepertimu. Dan juga masalah DNA kalian. DNA terdiri dari gugus fosfat dan gula. Mamo-chan memiliki kedua gugus itu, sedangkan yang kau punya adalah fosfat dan basa. Akankah DNA berbeda itu dapat bersatu? Kurasa tidak. Maaf, maaf. Mungkin kalau Mamori dengan Penasihat Yamato aku lebih setuju. Oh tidak-tidak Penasihat Yamato sudah punya Penasihat Karin. Jadi mungkin Penasihat Riku dan Taka. Kelihatannya mereka berdua cocok. Sedangkan Takami juga sudah tua, " kata Raja Yuki innocent dan panjang lebar. Raja Yuki berpikir DNA Agon terbuat dari fosfat dan Basa. Perbedaannya terletak pada Basa dan Gula. Itu karena menurut Raja Yuki, Agon adalah pahit sehingga terbuat dari basa dan Mamori manis, sehingga terbuat dari gula.

"APA!" dan Penasihat Agon mengambil suatu tongkat yang ia gunakan untuk menekan-nekan dinding saat itu dari kantongnya. Tongkatnya berbentuk layaknya ular, seperti rambutnya. Tetapi ini berbentuk ular kobra. Mata ular itu terbuat dari batu 'Ruby' yang dapat menghipnotis siapa saja yang melihatnya. Sambil memutar-mutarkan tongkat itu dan berkata, "anakmu akan menikahiku dan kekayaanmu menjadi milikku!"

"A… A…," Raja Yuki tergagap sebelum ia menyelesaikan kata-katanya.

"Fugo!"

"Apa itu?" kata-kata Raja terpotong karena mendengar suara teriakan Komusubi.

Saat Raja berlari keluar, ia melihat seorang pangeran yang menaiki 'Gorila Raksasa' sambil membawa-bawa anak buah. Salah satunya adalah Komusubi yang berteriak penuh semangat sehingga mematahkan hipnotis Penasihat Agon.

"Dasar sampah!" kata Penasihat Agon sambil mencak-mencak.

"Lihat Penasihat! Dia adalah pelamar putri! Jika ia diterima, ia tidak perlu menjadi istri anda! Selain anda sudah tua, kurasa putriku juga akan keberatan! Haha, aku akan melihat keluar!" dan Raja Yuki berlaru keluar.

[Di Luar]

Terlihat Sena duduk disamping Youichi sambil berlagak ala Penasihat yang berwibawa. Kakei dan Akaba hanya tersenyum seperti biasa, Maki sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai dayang, Kurita melempar-lemparkan uang, dan Kotarou yang sibuk menjaga agar rambut Youichi tetap rapi. Komusubi dan Shin hanya berdiam sambil berjalan santai. Terdengar banyak bisikan-bisikan dari para rakyat.

"Hei, pangeran itu tampan ya?" tanya seorang perempuan bernama Sara.

"Iya, kalau Mamori-sama menolak, pangeran itu untukku saja," sahut temannya yang bernama Ako.

Lalu Youichi pun nyengir dan menunjukkan sederet giginya yang tajam, putih dan cemerlang. Semua wanita yang melihatnya menjadi pingsan dibuatnya. Entah karena terpesona, terkejut atau ketakutan. Itu semua belum dapat dipastikan.

"Inilah pangeran Clifford!" teriak Kurita.

"Waaaa!" semua wanita pun pingsan dan nosebleed mendengar nama itu disebutkan.

"Dengan Penasihatnya yang bernama Bud, Tantaka, Panser, Mr. Don, Hommer, Watt dan seorang dayang yang bernama Makky!" teriak Kurita ngarang.

Disini Sena sebagai Bud, Kakei sebagai Tantaka, Akaba sebagai Panser, Shin sebagai Mr. Don, Komusubi sebagai Hommer, Kotarou sebagai Watt, Maki sebagai Makky dan Youichi sebagai Clifford.

"KYA!" teriak para wanita dan kembali pingsan.

"Kami dari kerajaan U.S.A!" kata Kurita lagi, "dengan kendaraannya yang bernama Montakong!"

"MUKYA!" Monta hendak protes, tetapi saat sadar siapa yang sedang duduk di atasnya, Monta lebih memilih diam.

BRAK

Pintu sudah hancur.

Mereka menuju istana dan membuka pintu istana dengan kasar sehingga sekarang telah hancur berantakan. Terlihat seorang perempuan cantik dan seseorang yang mirip bunglon.

"Hoi, apa yang kalian lakukan disini? Ingin melamar putri atau menghancurkan pintu?" tanya sang perempuan.

"Dasar penghancur," sambung yang laki-laki.

"Musashi! Cepat perbaiki pintu ini!" kata yang perempuan.

"Ayo cepat!" paksa yang laki-laki.

"Iya, iya. Habashi-san, Megu-san," sahut seseorang yang dipanggil Musashi lalu memperbaiki pintu yang rusak dengan sangat mudah.

"Terima kasih," kata Rui.

"Yap," lalu Musashi pergi begitu saja.

"Fuu, nama kalian siapa?" tanya Akaba.

"Aku Tsuyumine Megu dan dia Habashira Rui," kata Megu sambil mengenalkan laki-laki yang bernama Rui itu.

Youichi turun dari 'Montakong' dan berjalan ke dekat Megu. Rui sedikit menggestur tubuhnya untuk melindungi tunangannya.

"Aku pangeran Clifford ingin melamar putri Mamori," kata Youichi sangat OOC.

"Baiklah Clifford-sama. Silahkan masuk," lalu Rui pun membuka jalan.

"Auranya," kata Megu.

"Heh?" Rui memasang tampang heran.

"Lebih jahat darimu!" seru Megu.

"Apa kau ingin aku seperti dia?" tanya Rui, "sebenarnya aku juga tidak keberatan sih."

"Jangan bercanda!" Megu menjadi marah.

"Maaf," Rui menundukkan kepalanya.

Youichi berjalan ke dekat raja diikuti karpet ajaib dan teman-temannya.

"Wuah, pangeran Clifford tercinta! Anda datang tepat waktu!" kata Raja Yuki.

"Benarkah?" kata Youichi.

"Iya! Seandainya kau datang satu koma enam tiga tujuh delapan tahun sebelumnya, pasti aku sudah pensiun sekarang. Hahaha," kata Raja Yuki.

"Tapi yang lebih pantas menjadi suami putri hanya aku!" kata Penasihat Agon.

"Tidak, tidak! Kau sudah tua Penasihatku!" kata Raja Yuki innocent.

"Kalian…," terdengar suara lirih seorang perempuan.

Serempak mereka semua menoleh ke asal suara.

"Mamo-chan," kata Raja Yuki.

"Kenapa kalian yang menentukan masa depanku hah? Aku sudah bisa menentukan masa depanku tanpa kalian semua! Apa kalian mengerti perasaanku?" sentak Mamori kecewa.

"Cih," Youichi mendecih.

"Kembalilah ke kamarmu Mamo-chan!" bentak Raja.

"Ayah sama sekali tidak mengerti aku!" dan Mamori pergi dengan berurai air mata menuju kamarnya.

"Maaf, putri Mamo memang begitu. Bagaimana kalau kalian minum dulu? Marco! Himuro! Bawakan kami minuman untuk teman-teman pangeran Clifford!" suruh sang Raja.

"Baik tuan," sahut Himuro.

Beberapa lama kemudian. Datanglah Himuro sambil membawa beberapa cangkir minuman dengan Marco disampingnya.

"Maria, lain kali aku berharap kita menjadi sepasang kekasih yang kaya raya. Aku berjanji kepadamu Maria, atau perlu kupanggil Maria-nee chan?" goda Marco.

"Sudahlah! Lihat situasi dong!" lalu Himuro mengalihkan pandangannya kepada sang Raja, " uhm, Yukimitsu-sama, bolehkah saya meminta bantuan dari penasihat putri untuk membagikan minuman?" tanya Himuro sopan.

"Silahkan. Suzuna, Julie, Wakana! Tolong bantu Himuro membagikan minuman," kata Raja Yuki.

"Maaf, mungkin saya bisa membantu," tawar Maki.

"Oh, tentu saja," kata Raja Yuki.

"Terima kasih, Yukimitsu-sama," dan Maki membantu membagikan minuman.

"I… ini, uhm… Mr. Don," kata Wakana sambil menyerahkan minuman.

"Shin, panggil aku Shin. Wakana, terima kasih," kata Shin sambil menyambil cangkir itu. Ia memanggil nama Wakana karena barusan raja menyebutnya saat memanggil para Penasihat satu-satu untuk membagikan minuman.

"Baiklah, Shin-san. Douitashimatshite," kata Wakana sambil membungkuk kecil.

"Hm," Shin hanya mengangguk, "kau, dari Kerajaan Ojo 'kan?"

"Iya, tapi Saya kemari berkat tugas yang mengharuskan saya pindah dan mendiami Kerajaan Deimon," jawab Wakana sopan.

"Oh," hanya itu respon Shin.

'Dia perhatian sekali...' pikir Wakana.

"Selamat menikmati Bud-san!" kata Suzuna riang.

"Terima kasih, tapi…," Sena menarik Suzuna hingga telinga Suzuna tepat berada di sampingnya, "aku Sena, tolong jangan bilang siapa-siapa ya," bisik Sena.

"Iya," Suzuna mengangguk pelan.

"Ini minumannya Watt-san," kata Julie sembari menyerahkan secangkir minuman untuk Kotarou.

"Ya… Arigatou Julie-san. Kau boleh memanggilku Kotarou, hehehe," kata Kotarou sambil menyisir rambutnya ke belakang.

"Baiklah Katarou-san. Douitashimatshite," kata Julie sambil tersenyum manis.

"Smart!" kata Kotarou tanpa sadar.

"Hahaha, kau lucu ya Kotarou-san," kata Julie sambil tertawa kecil, wajahnya sangat manis saat tertawa.

"Eh? Ah? E… eh!" Kotarou menjadi salah tingkah dibuatnya.

"Baiklah, saya mau menyusul Mamori-sama ke kamarnya dulu ya," Julie pergi sambil melambaikan tanganya.

"Tunggu, nama lengkap Anda?" tanya Kotarou sambil menggaruk-garuk pipinya.

"Sawai Julie, salam kenal. Ah, aku harus pergi. Ja!" lalu Julie pergi.

"Ja," kata Kotarou sambil melambaikan tangannya.

"Ini Kakei-kun," kata Maki kepada Kakei.

"Thanks," hanya itu yang diucapkan Kakei, si pria dingin bermata tajam dan sedikit berbicara, padahal yang sebenarnya dia menembunyikan senyuman kecil di wajahnya.

"Douitashimatshite," Maki membungkuk.

"Tidak usah membungkuk," kata Kakei, "aku bukan tuanmu."

"Iya, hahaha," Maki tertawa garing sambil berjalan menuju Akaba.

'Huuh... untung aku masih bisa bersandiwara di depannya' kata Kakei dalam hati.

"Ini Akaba-kun," kata Maki lagi.

"Fuh, terima kasih Maki-chan," kata Akaba. Disini akaba tidak memainkan alat music melainkan pintar menyanyi.

"Ini Hommer-san," kata Himuro sambil tersenyum dan membungkukkan badannya.

"Hm," sedangkan Komusumbi hanya balas mengangguk.

Semua sudah mendapatkan minuman dan mungkin akan ada beberapa yang mendapatkan pasangan.

"Permisi Yuki-sama. Bolehkah saya meminta sesisir pisang untuk kendaraan kami?" tanya Maki.

"Tentu saja, Pelayan Taki! Tolong bawakan Makky-chan sesisir pisang! Jangan lupa panggil Penasihat Karin dan Penasihat Yamato untuk menemani mereka keliling kerajaan!" suruh Raja Yuki.

"Okay, Yuki-sama! Ahahaha!" Pelayan Taki berputar-putar sambil mengambil pisang dan juga memanggil Penasihat Karin dan Penasihat Yamato untuk berkeliling.

"Yang mulia Yukimitsu-sama, kami menghadap," kata Penasihat Karin dan Penasihat Yamato sambil membungkukan badannya.

"Ini pisangnya Montakong!" kata Pelayan Taki sambil berputar-putar di hadapan Monta.

"Baiklah, sekarang kalian boleh berkeliling dengan Yamato dan Karin. Sedangkan, Montakong akan diurus oleh pengurus binatang kerajaan. Masuklah Pengurus Ikkyu, Pengurus Unsui!" kata Raja Yuki.

"Kenapa kita hanya menjadi pengurus hewan?" tanya Ikkyu tidak terima.

"Kau maunya jadi apa Ikkyu?" tanya Unsui.

"Inginnya menjadi pangeran, agar bisa menikahi Mamori-sama. Kyaaa Mamori-sama~," Ikkyu mulai mengkhayal.

"Sudah, jangan mengkhayal ketinggian loh, nanti jatuhnya sakit. Tenangkan pikiran seperti air yang memantulkan bulan purnama," Unsui mulai menutup mata.

"Membosankaaaann," Ikkyu berlari kearah Monta.

"Dasar Ikkyu," Unsui menyusul.

"Baiklah, ayo kemari. Kita berkeliling," kata Penasihat Yamato.

"Biar kami yang memimpin jalan," kata Penasihat Karin.

"HAI!" mereka semua mengekor di belakang Karin dan Yamato.

Mereka mengelilingi istana sambil tertawa bersama. Kakei dan Maki berjalan di barisan paling belakang. Dan tanpa ada satu orang pun yang menyadari, mereka tengah berpegangan tangan. Dan juga di barisan paling depan terdapat Yamato dan Karin yang tanpa sadar berpegangan tangan dan juga berdampingan. Mereka terlihat begitu kompak. Hingga akhirnya mereka selesai berkeliling. Mereka keluar istana dan mencari tempat untuk tidur.

[Di Tempat Mamori]

"Hiks, hiks, hiks," Mamori menangis sendirian di kamarnya.

"Mamo-nee, ada apa?" Suzuna tiba-tiba masuk dan melihat Mamori yang sedang menangis.

"Mereka begitu lancangnya menentukan masa depanku. Aku juga bisa menentukannya sendiri!" kata Mamori.

"Sudahlah Mamo-nee, aku yakin kalau mereka bermaksud baik," Suzuna berusaha memberi semangat pada Mamori.

"Terima kasih Suzuna-chan. Kau memang sahabatku!" Mamori memeluk Suzuna.

"Iya, tentu saja," Suzuna mengangguk pelan.

"Putri Mamori," kata seseorang dari balkon kamar Mamori.

"Siapa?" tanya Mamori.

"Clifford," kata orang itu.

"Pangeran Clifford dari kerajaan U.S.A. ya?" tanya Mamori menggoda.

"Hm," sahut Youichi santai.

"Apa yang akan kau lakukan Clifford-sama?" tanya Mamori lagi.

"Apapun untukmu," kata Youichi dengan ekspresi datar.

"Mau kah kau terjun dari sini SEKARANG?" tanya Mamori jahat. Atau mungkin suruh Mamori.

"Baiklah, kurasa aku telah diusir," Youichi melangkahkan kakinya dan terjun dari balkon.

"TUNGGU! AKU HANYA BERCANDA HEI! HENTIKAN!" tapi Mamori terlambat.

"Apa? Apa? Apa?" Youichi terlihat seperti orang bodoh.

"Kau…," Mamori terheran-heran karena barusan Youichi terjun tetapi dia baik-baik saja.

"Yap, karpet ajaib," Youichi terbang bersama karpetnya.

"Wow," mata Mamori langsung berbinar.

"Bolehkah?" tanya Youichi sambil mengulurkan tangannya.

"Thanks," Mamori menerima uluran tangan Youichi dan naik ke karpet.

Tetapi, karena kurang terbiasa Mamori kehilangan keseimbangannya. Mamori akan jatuh jika tak ada seseorang yang memegang tangannya.

"Dasar ceroboh," desis Youichi.

"I… iya, gomen," kata Mamori.

"Baiklah… sekarang kita akan menjelajahi dunia yang baru!" kata Youichi sambil memulai perjalanan.

"A… apa?" terlihat mata Mamori berbinar.


I can show you the world
Shining, shimmering, splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide?

I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride

A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we're only dreaming
( Kata Youichi)

A whole new world
A dazzling place I never knew
But when I'm way up here
It's crystal clear
That now I'm in a whole new world with you
(Sambung Mamori)

Now I'm in a whole new world with you (Tambah Youichi)

Unbelievable sights
Indescribable feeling
Soaring, tumbling, freewheeling
Through an endless diamond sky
(Kata Mamori)

A whole new world (Mamori menutup matanya dengan tangan)
Don't you dare close your eyes
(Youichi membuka mata Mamori)

A hundred thousand things to see (Mamori tersenyum)
Hold your breath - it gets better(Youichi menahan nafasnya)

I'm like a shooting star
I've come so far
I can't go back to where I used to be
(Mamori merentangkan tangannya)

A whole new world (Youichi hanya tersenyum)
Every turn a surprise (Mamori menyanyi dengan serius)
With new horizons to pursue
(Youichi melanjutkan)
Every moment red-letter (Mamori tersenyum)
I'll chase them anywhere
There's time to spare
Let me share this whole new world with you
(Bernyanyi bersama-sama)

A whole new
world (A whole new world)
That's where we'll be (That's where we'll be)
A thrilling chase (Youichi menatap Mamori)
A wondrous place (Mamori balas menatap Youichi)
For you and me (Tersenyum sambil menyanyi bersama)


Mamori berasandar di bahu Youichi dengan santai.

"Kekekekeke," tanpa sengaja, tawa khas Youichi keluar. Dan sang putri jenius, Anezaki Mamori mengetahuinya.

"Hei, bukankah kau pemuda yang membawa katana di pasar itu?" Putri memastikan bahwa Youichi bukanlah pangeran Clifford.

"Kekeke, saat itu aku hanya mengumpulkan bahan ancaman untuk bukuku kok," Youichi berkelit dengan mudahnya.

"Oh begitu. Untuk apa kau mengumpulkan ancaman?" sekarang Mamori tersenyum penuh kemenangan.

"Tentu saja untuk mengancam rakyatku yang melanggar agar tidak mengulanginya lagi," Youichi menyeringai.

"Oh begitu. Baiklah, aku percaya," Mamori kembali bersandar di bahu Youichi.

[Di Tempat Lain]

"Penasihat Bud, anda sedang apa?" tanya Suzuna dari atas balkon.

"Aku menunggu Kakakku," kata Sena.

"Ayo ke sini!" Suzuna menurunkan kain yang diikat menjadi satu agar Sena bisa naik.

"Baiklah," Sena memanjat dengan kain itu. Entah kenapa sifat penakutnya hilang.

"YA! SENA!" Suzuna memeluk Sena dengan riangnya.

"Haha," Sena hanya tertawa garing.

"Aku merindukanmu Sena. Kukira kau masih di penjara bawah tanah," terlihat Suzuna sangat khawatir dengan Sena.

"Tenang saja. Aku pasti bisa lolos kok," kata Sena dengan wajah meyakinkan.

Syu…

Terlihat Youichi dan Mamori telah pulang.

"Suzuna-chan!" Mamori datang sambil memeluk Suzuna.

"Mamo-nee, ada apa?" tanya Suzuna.

"Kekeke," Youichi tertawa.

"Hoi!" tiba-tiba Penasihat Agon datang dengan Raja Yuki.

"Uh?" Suzuna terkejut dengan kehadiran mereka.

"Mamo-chan, kau akan menikah dengan Penasihat Agon," kata Raja Yuki.

Ada yang aneh padanya. Di matanya terbentuk lingkaran spiral. Seperti dihipnotis.

"Tapi ayah, aku sudah menerima Pangeran Clifford!" Mamori meyakinkan Raja Yuki bahwa ia telah menerima pelamarnya.

"Tidak-tidak. Raja, aku yang akan menjadi pendamping putrimu 'kan?" Penasihat Agon mendekatkan tongkatnya kearah Sang Raja Yuki.

"TIDAK AKAN!" tolak Youichi sambil mengambil tongkat Penasihat Agon, "aku tahu, pasti ini yang menyebabkan Raja tunduk padamu 'kan?" Youichi tersenyum sambil membantingkan tongkat itu hingga hancur.

"APA!" Penasihat Agon murka, dia memerintahkan anjing kesayangannya untuk menyerang Youichi.

Youichi berhasil menghindar. Tetapi, jubahnya sedikit tergores dan memperlihatkan lampu ajaibnya.

'Dia, pasti Hiruma bersaudara' pikir Penasihat Agon.

"Cih," decih Youichi tetapi tidak menyadari lampu ajaib itu sudah terlihat.

"Baiklah aku mengalah," kata Agon.

"Kisaragi! Gaou! Tangkap penghianat Agon!" perintah Raja Yuki setelah tahu bahwa yang menghipnotisnya adalah Agon.

Drap drap drap

Grep.

Agon pun dibawa ke penjara bawah tanah untuk ditahan.

"Gaou-san, kurasa kita bisa disebut tangan kiri dan tangan kanan," kata Kisaragi.

"Hm?" Gaou sama sekali tidak fokus.

"Itu karena, sekarang aku memegang tangan kiri Agon-san dan kau memegang tangan kanan Agon-san," kata Kisaragi.

"Oh begitu. Lain kali kita akan disebut tangan kiri dan tangan kanan karena kerjasama kita," Gaou berkata dengan yakin.

"Rasanya senang bisa berkerjasama dengan orang kuat sepertimu," Kisaragi sangan mengagumi Gaou.

"Aaah, sampah macam apa kalian!" kata Agon.

"Aku lah yang sampah bukan Gaou," kata Kisaragi.

"Kalian berisik!" kata Gaou.

'Hoo, aku punya rencana untuk mengungkap siapakah Clifford itu yang sebenarnya adalah Hiruma bersaudara sampah! Kukuku' pikir Agon licik.

Tsuzuku…

Balas Review...

Mayou Fietry, Mozzarella Cheese, HirumaManda, Yuuzuka Yumeina,Salmahimahi, D'Akou'Chan, Mitama134666. Sudah Iin bales lewat PM yah!

Pichi: Oookeh, yang ngga login:

DEVIL'D: Sudah update! XD Makasih reviewnya :D

ToscaTurqoise malas login - 3: YA! Salam kenal juga. Eheh... jangan panggil saya Senpai, panggil Iin-chan ajah ya... :3 Segala jenis review diterima disini kok :D Iya, Di sini HiruSena jadi gelandangan elit [?] Udah Update! Makasih reviewnya :D

Undine: Iya, tadinya udah nulis Katana tapi karena ada auto correction jadi berubah. Dasar leppie aneh! *nabok leppie* Ahaha, sudah Update, makasih reviewnya. :D

Fun Quiz:

Apakah rencana Agon?

Apakah penyamaran Youichi akan terungkap?

Akankah banyak pair yang bermunculan?

Saksikan chap berikutnya!

Mind To Review?