The Provide Shelter For Clan Uchiha
Genre: Action (?), Romance (maybe), humor
Pair: SasuNaru
Author: Uzumaki Prince Dobe—Nii (Kina)
WARNING! OOC, TYPO, EYD ERROR, SHONEN-AI, BOYS LOVE Dan masih banyak yang jeleknya jadi…
DON`T LIKE DON`T READ
.
Happy Ready Minna-san ^^
.
.
Previous Chapter:
Utakata mengangguk mengerti, "Hm, baguslah kalian berniat baik. Tapi kudengar bahwa Uchiha Itachi terluka, apa kalian yang melakukannya?"
"Tidak! Itu bukan perbuatan kami! Kami... Tidak tau siapa yang melakukannya, karena itu kami masih menyelidikinya." sekilas Utakata melihat kemarahan Naruto saat mendengar pertanyaannya, namun ia tau bahwa apa yang dikatakannya bukanlah kebohongan.
Tapi masih terbersit pertanyaan dalam benaknya, "Lalu apa rencana yang akan kalian lakukan selanjutnya?"
.
.
Sontak dua pemuda spike—Naruto dan Kiba—menyeringai senang mendengar pertanyaan Utakata. Seolah otak mereka terhubung, secara bersamaan mereka berteriak serempak menjawab pertanyaan dari Utakata.
"Kami akan masuk Konoha High School!"
"APA!?" ah... Meskipun mereka sudah menduga sejak melihat seringai mencurigakan Naruto dan Kiba tetap saja pernyataan tersebut membuat semuanya terkejut dan ingin memukul kepala pemuda spike yang tengah tersenyum tanpa dosa. Mengetahui keadaan yang kacau, seorang ahli empat pedang mini—Killer Bee—langsung menengahi dengan nyanyian rape disertai ejekan khas dirinya.
"Yo~ Omae wa baka yarou kono yarou oh yeahh~"
"Paman Bee! Kenapa kau bilang seperti itu hah?!" teriak Naruto. Dengan ibu jari, telunjuk dan kelingkingnya Killer Bee mengangkatnya ke udara sambil berteriak, "Wiii~ apa kau tak sadar perbuatanmu baka yarou kono yarou~".
Naruto dan Kiba semakin gugup saat seluruh pasang mata menatap mereka namun tak lama kemudian mereka saling tatap kemudian mengangguk.
"M-maksud kami itu, k-kalau kami memasuki Konoha High School kemungkinan besar polisi atau FBI mengetahui bahwa kita semua berada disana." semua saling tatap—tidak mengerti maksud dari perkataan Naruto.
Naruto yang mengerti akan kebingungan temannya menghela nafas dan berkata, "Ck, masa kalian tidak mengerti juga? Jika polisi dan FBI mengetahui hal itu maka sudah pasti dia—Sasuke—akan ke Konoha High School dan itu bisa mempermudah rencanaku untuk melindungi klan Uchiha." penjelasan panjang lebar Naruto pada seluruh orang yang ada disana dalam satu tarikan nafas membuat mereka tidak tau harus berkata apa selain—
"APA!?"
—dejavu
\^°^/TPSFCU\^°^/
"Kyaaa~ pangeran~"
"Yaampun, aku merasa sedang berimpi."
"Kyaaa~ manisnya~"
"Eh, anak kecil itu seumuran kita nih?" ucapnya tak percaya sambil menunjuk ke Yagura.
Twitch
'Sial, kenapa aku harus bertubuh kecil seperti ini ya Kami-samaaa. Dan lagi, aku bukan anak kecil!' rutuknya dalam hati.
Teriakan dan bisik-bisik entah dari laki-laki maupun perempuan memenuhi koridor gedung Konoha High School karena saat mereka datang ke sekolah mereka melihat murid baru yang keren, tampan dan manis. Apalagi saat beberapa perempuan dan tak sedikit laki-laki melihat tiga pemuda manis yang menarik perhatian mereka. Sayangnya dua diantara tiga pemuda itu hanya menatap bingung sekeliling mereka.
Yeah, mereka adalah anggota organisasi Jinchuriki. Dengan bantuan Yagura yang ahli meretas komputer mereka bisa terdaftar dalam sekolah ini dengan identitas palsu. Mereka semua adalah anggota Jinchuriki yang berjumlah sembilan orang.
"Ooh... Jadi ini yang namanya sekolah?" ujar Sora. Bukan hal asing lagi bagi para anggota Jinchuriki karena sejak kecil mereka tidak pernah merasakan duduk di bangku sekolah normal seperti anak pada umumnya. Karena sejak kecil mereka sudah mengenal dan mempelajari tentang beladiri, menembak dan hal-hal yang biasanya dilakukan para anggota militer. Dan saat berumur 7—10 tahun mereka diberi sedikit materi tentang sekolah normal, walaupun kepintaran mereka tak kalah dengan anak sekolah normal diluar sana.
"Psst Kiba, sekolah ini aneh ya?" bisik Naruto. Kiba mengerutkan dahinya dan menatap sekeliling dengan bingung lalu mengangguk.
"Umm, kau benar. Aku bahkan awalnya sempat bingung disuruh memakai pakaian ini. Tapi bukankah itu wajar? Kita kan tak pernah sekolah normal, mungkin saja akan ada beberapa materi yang sama dengan sekolah normal pada umumnya." sahutnya pelan, dan Naruto hanya mengangguk membenarkan ucapan Kiba.
Utakata yang berada di barisan terdepan memasang wajah datar dan dingin menuntun kedelapan temannya menuju ruang kepala sekolah dan tentu saja ia telah mengetahui denah sekolah tersebut dari komputer miliknya.
Mereka terus berjalan melewati koridor dan ruang kelas. Setiap langkahnya ditemani dengan jeritan kagum yang terus menyapa gendang telinga mereka. Tanpa sadar kini mereka telah sampai di depan pintu dengan papan kecil diatasnya yang tertulis Headmaster's Room. Utakata yang memimpin didepan mengetuk pintu dengan cat berwarna cokelat muda tersebut.
"Masuk."
Tak lama terdengar balasan dari dalam ruangan tersebut. Saat langkah kesembilan orang tersebut masuk kedalam ruang kepala sekolah secara serentak mereka berucap,
"Konichiwa, Tsunade—taichou!"
Dua orang yang merupakan kepala sekolah dan sekretaris—Shizune—tersentak dan membelalakan mata seakan tak percaya dengan apa yang mereka ucapkan. Karena hanya mereka yang memanggilnya dengan sebutan 'Taichou'.
Ctak
Pensil yang digenggam Tsunade terbelah menjadi dua bagian hanya dengan dua jari. Tanpa mengalihkan mengalihkan pandangan dari dokumen yang baru saja ia tanda tangani, ia bertanya.
"Siapa kalian berani memanggilku Taichou hm?" ucapnya dingin. Namun hal itu tak membuat anggota Jinchuriki menjadi gentar, justru mereka semua tersenyum. Lain halnya dengan Shizune yang sudah pucat pasi. Salah satu anggota bernama Sora bicara dengan nada mengejek yang membuat teman-temannya terkikik geli.
"Aah~ ternyata Tsunade si nenek tua ini pikun ya? Ckckck kasihan sekali..." nafas Tsunade tercekat. Ia sadar, bahkan Shizune pun tau bahwa orang yang berani bicara seperti itu hanya anak-anak didik kesayangannya. Ya, kesayangannya yang telah ia lupakan sejak 13 tahun lalu karena sebuah kejadian.
Tsunade mengalihkan perhatian dari dokumen diatas mejanya dan menatap kedepan, saat melihat siapa yang kini berada dalam ruangannya tanpa sadar matanya berkaca-kaca . Dihadapannya terlihat Naruto yang tersenyum lebar, Sora yang tersenyum mengejek sedangkan yang lain tersenyum kecil. Ah, merka benar-benar merindukan anak-anak didepan mereka.
"K-kalian semua... S-sudah bes-sar..." ucap Tsunade, tanpa bisa menyembunyikan kebahagiaannya secepat kilat ia memeluk mereka semua.
"Tsu-Tsunade baa-chan... S-ses-sak ttebayo.", "Oh! Gomen Naruto."
Lalu Tsunade menatap Utakata selaku anak tertua dan bertanya, "Kenapa kalian bisa disini? Jika kalian disini akan sangat berbahaya, kalian tau itu 'kan?".
Ucapan Tsunade membuat mereka terdiam, karena sejak awal mereka sudah sadar akan resiko yang menanti di depan mata mereka. Tapi mau bagaimana lagi? Hanya ini satu-satunya cara untuk bisa mengawasi Uchiha. Dan mereka juga sadar bahwa apa yang dikatakan Tsunade itu benar. Namun suara yang terasa familiar membuyarkan lamunan mereka.
"Maa... Maa... Sudahlah Tsunade-sama, mereka juga pasti sudah tau sebab akibat apa yang akan terjadi nanti. Lagipula saya yakin mereka punya tujuan tertentu." ucap Hatake Kakashi yang sedang membaca buku kecil berjudul 'Icha-icha Paradise' dan hal itu membuat anggota Jinchuriki terkejut dengan kedatangan seseorang yang pernah mengajari mereka tentang senjata.
"Ck, Kakashi! Bisakah kau tidak muncul dengan tiba-tiba seperti itu!?" ketus Tsunade pada Kakashi yang masih fokus membaca 'Icha-icha Paradise' dengan bersandar pada dinding di belakangnya.
"Sudahlah, yang terpenting adalah kalian tidak boleh membocorkan identitas kalian. Mengerti?" mendengar perintah Tsunade semua tersenyum lalu ber-ojigi.
"Arigato Tsunade—taichou." Tsunade menghela nafas mendengar panggilan mereka padanya. "Dan jangan memanggilku 'Taichou' saat di sekolah, kalian harus memanggilku seperti Kakashi. Mengerti?", "Mengerti Tsunade-sama."
Tsunade hanya tersenyum maklum dengan tingkah anggota Jinchuriki, "Wali kelas kalian adalah Kakashi. Yahh sekaligus untuk menjaga kalian dan berusaha agar tidak ada hal buruk yang akan terjadi." mendengar itu Yuukimaru menatap Kakashi tajam seolah memberitahu untuk tidak macam-macam dengan mereka tentu saja hal itu sukses membuat Kakashi bergidik ngeri dan diam sepanjang jalan menuju kelasnya—kelas X A.
.
.
.
To Be Continue
Oshh! Chapter two was update ~ mkasih buat smua dukungannya, phew dah setaon nih fic trlantar ^^" heheheh~ dan maaf g bsa bgus, susah soalnya ngetik sma update lwat HP :')
Thank to: TanpaNama, cinya, sasunaru4ever, johjgfffg, Miyu Mayada, UchihaNaruto, Classical Violin, NaYu Namikaze Uzumaki, Indah605, Yukari Clarisha-chan, hanazawa kay, Afh596, Aprieelyan, Evangeline039, Tts970, kyuubi no kitsune 4458, blank
A/N: Untuk beberapa alasan Kina emang sengaja nggak masukin semua tokoh yg mrupakan Jinchuuriki sebagai anggota organisasi Jinchuriki ^^
Ekhem, dan ini catatan umur anggota Jinchuriki:
NaruGaaKiba: 17 tahun (dalam data sekolah umur mereka 16 tahun)
YugitoUtakataBee: 20 tahun (dalam data sekolah umur mereka 17 tahun)
YuukimaruSora: 14 tahun (dalam data sekolah umur mereka 16 tahun)
Gomen klo mlah bkin kalian bingung ya ^^/ salam kenal juga semuaa~
Mind To Review
