4D B

"Bad Tutor"

Main Casts : Park Chanyeol and Byun Baekhyun (GS)

Other Casts : Find it by yourself

Genre : AU, Fluff, Humor, Romance, School Life

Length : Ficlet Collections

2016©Summerlight92


Wajah Baekhyun terlihat tenang ketika harus menghadap Shim Changmin, guru Matematika sekaligus wali kelasnya yang terkenal jenius. Sebenarnya Baekhyun sudah bisa menebak alasan ia dipanggil untuk menghadap pria berusia 30 tahun itu—catat, Changmin termasuk guru termuda di Seoul Senior High School.

Apalagi jika bukan karena nilai mata pelajaran Matematika Baekhyun yang bermasalah.

"Ini apa?"

Baekhyun mengerjapkan matanya bingung, kemudian tertawa kecil. "Ini 'kan grafik nilai. Masa Pak Guru tidak tahu," jawabnya sambil tergelak.

Changmin mendesah pelan, "Perhatikan grafiknya."

"Wow, bagus sekali. Warnanya merah seperti buah stroberi kesukaanku. Pak Guru mau memberikan buah stroberi untukku?" Baekhyun justru memasang puppy eyes andalannya dengan topik yang melenceng dan kembali membuat Changmin mati-matian menahan emosinya.

"Kita tidak sedang membicarakan buah stroberi, Baekhyun. Kita sedang membicarakan nilai Matematikamu," tutur Changmin.

"Hush! Pak Guru tidak sopan! Kita tidak boleh membicarakan orang lain."

"BUKAN ORANG LAIN TAPI NILAI MATEMATIKAMU!"

"Ish, Pak Guru jangan berteriak! Nanti telingaku sakit!" Baekhyun mengusap-usap telinganya sambil memasang wajah kesal yang terlihat imut.

Ingin rasanya Changmin membenturkan kepalanya pada meja. Dosa apa dia sampai memiliki siswi berkepribadian absurd seperti Baekhyun?

SRET!

Perhatian Changmin teralihkan pada sosok pemuda jangkung yang baru saja membuka pintu dan masuk ke ruang guru.

"Ah, kebetulan kau sudah datang, Chanyeol. Ke mari," wajah Changmin yang terlihat kusut seketika berubah cerah berkat kedatangan salah satu siswa terbaiknya.

Sesuai dugaan, mendengar nama yang disebutkan Changmin, Baekhyun langsung menengok ke belakang dengan senyuman lebar. "Yeollie!"

Chanyeol masih dilanda syok begitu mengetahui keberadaan Baekhyun di ruang guru. Ia tersenyum kikuk. Untung saja hanya ada Changmin di sana. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika ada guru lain yang mendengar Baekhyun memanggilnya dengan panggilan masa kecilnya.

"Pak Guru memanggilku?" tanya Chanyeol memastikan.

"Ya," Changmin melirik Baekhyun yang sedari tadi memandangi Chanyeol, "Aku ingin meminta pertolonganmu."

Kedua alis Chanyeol tertaut sempurna. "Pertolongan?"

"Nilai Matematika Baekhyun berada di bawah rata-rata nilai standar kelulusan. Jika dia tidak bisa memperbaikinya, aku khawatir Baekhyun tidak akan lulus dalam mata pelajaran Matematika. Karena itu aku menyuruhmu datang ke sini. Kuharap kau bisa mengajarinya agar nilainya membaik dan mengalami peningkatan. Aku percaya kau mampu melakukannya. Kau termasuk siswaku yang paling pandai, khususnya dalam mata pelajaran Matematika," jelas Changmin panjang lebar.

"Tunggu ..." Chanyeol masih berusaha mencerna rentetan kalimat Changmin, "Pak Guru ingin aku menjadi tutor Baekhyun?"

"Iya."

"YEAY!"

Teriakan keras Baekhyun membuat Changmin dan Chanyeol melonjak kaget. Belum hilang kekagetan mereka, sekarang keduanya malah mendapati Baekhyun menari di atas kursi sambil menggoyang-goyangkan pantatnya. Changmin melongo, sementara Chanyeol hanya menutupi wajahnya dengan salah satu tangan.

"Byun Baekhyun, turun!"

Sayangnya, peringatan Changmin diabaikan gadis itu.

"Maaf, Pak Guru. Kurasa aku tidak bisa menjadi tutor Baekhyun."

"APA?!"

Itu bukan Changmin yang menjawab, melainkan Baekhyun. Oh, sepertinya jawaban Chanyeol yang mengejutkan tadi sukses membuat Baekhyun berhenti melakukan selebrasi konyolnya.

"Kenapa tidak bisa?!" tanya Baekhyun galak sambil berkacak pinggang. "Yeollie tidak mau mengajariku?"

Oh, shit! Kenapa harus ekspresi itu lagi?!—batin Chanyeol merana. Bagaimana bisa ia tahan, bila harus dihadapkan wajah Baekhyun yang sangat menggemaskan ketika bibir gadis itu mencebil imut.

"Bukan begitu, aku—"

"Hiks ... Yeollie tidak mau mengajari Baekkie belajar Matematika. Huwaaaa ... Pak Guru ... Yeollie jahat!"

Chanyeol kelabakan melihat sisi childish Baekhyun tiba-tiba muncul, sementara Changmin langsung menutup kedua telinganya rapat-rapat.

"Cepat lakukan sesuatu pada kekasihmu ini, Park Chanyeol!" teriak Changmin mulai frustasi. Ia menyerah menghadapi sikap Baekhyun, karena menurutnya hanya pawangnya saja yang bisa menjinakkan gadis itu.

Siapa lagi jika bukan Chanyeol.

Well, status hubungan Baekhyun dan Chanyeol memang sudah diketahui seisi sekolah. Tidak ada yang tidak tahu bagaimana dua orang dengan kepribadian bertolak belakang itu bisa berakhir menjadi pasangan kekasih yang sangat fenomenal.

"Baekkie, aku mohon berhenti menangis, hm?" Chanyeol sebenarnya ingin memeluk gadis itu, tetapi dia sadar tempat. Tidak mungkin dia memeluk Baekhyun di hadapan Changmin.

"Baiklah, aku bersedia menjadi tutormu."

"Sungguh?"

Chanyeol terkesiap kala mendapati tangisan Baekhyun langsung berhenti. "Iya," jawabnya sambil mendesah pelan.

"Kalau begitu, ayo kita belajar sekarang!" Baekhyun dengan semangat menarik Chanyeol keluar dari ruangan, "Pak Guru kami pulang dulu! Sampai jumpa besok!"

Changmin menggelengkan kepalanya melihat perubahan sikap Baekhyun yang sangat drastis, lalu tersenyum tipis mengingat sikap Chanyeol sebelumnya.

"Memang hanya dia yang mampu menjinakkan Baekhyun," Changmin mengangguk-angguk, "Aku penasaran bagaimana dia bisa sangat sabar menghadapi gadis itu? Aku saja sebagai wali kelasnya selalu putus asa tiap kali berhadapan dengan Baekhyun. Hah ... Chanyeol benar-benar hebat."

Seharusnya Changmin ingat bahwa kekuatan cinta mampu mengalahkan segalanya.

..

..

..

Setelah berdebat menentukan lokasi untuk belajar bersama, akhirnya diputuskan bahwa mereka akan belajar di rumah Chanyeol. Kebetulan orang tua Chanyeol belum pulang, sementara kakak perempuannya—Yoora—sedang di luar kota karena urusan pekerjaan. Jadi sore ini, mereka bisa belajar bersama di rumah Chanyeol tanpa ada yang mengganggu.

Meja ruang tengah sudah dipenuhi dengan beberapa buku Matematika dan lembaran-lembaran soal yang harus dikerjakan Baekhyun. Tak lupa ada dua gelas orange juice dan beberapa camilan untuk mengisi perut mereka.

Dengan penuh kesabaran, Chanyeol mengajari Baekhyun beberapa materi yang dirasa paling sulit.

"Jadi, bentuk persamaan ini ..." kalimat Chanyeol menggantung kala merasakan ada yang sedang mengawasinya. Benar saja, ketika pemuda itu melihat ke depan, ia mendapati Baekhyun tengah memandanginya dengan dua tangan menopang dagu dan mata yang berbinar-binar.

"Baekkie, kau tidak mendengarkan penjelasanku?"

Gadis itu menggeleng, "Aku mendengarkan penjelasan Yeollie."

"Lantas kenapa kau memandangiku?"

"Ehehe ... itu karena wajah Yeollie sangat tampan."

BLUSH!

Wajah Chanyeol memerah. Pemuda itu menghela napas panjang, kemudian meletakkan pensil, dan menyandarkan punggungnya pada bagian bawah sofa ruang tengah.

"Inilah alasannya kenapa aku tidak bisa menjadi tutormu."

Senyuman Baekhyun luntur, berganti dengan wajah murung dan mata yang berkaca-kaca. "Kenapa?"

Chanyeol buru-buru melempar senyuman. Takut jika gadis itu kembali menangis, "Mungkin untuk orang lain, aku tutor yang baik. Tapi jika untukmu, aku tutor yang buruk, Baekkie."

Kerutan samar muncul di dahi Baekhyun. Gadis itu sedikit merangkak mendekati Chanyeol. "Aku tidak mengerti," ucapnya sambil menggeleng imut.

Tawa renyah meluncur dari Chanyeol. Pemuda itu menangkup wajah Baekhyun, "Karena wajah Baekkie yang cantik dan juga menggemaskan ini, selalu membuatku gagal untuk berkonsentrasi. Aku jadi kesulitan mengajarimu," ujarnya lancar tanpa jeda.

Giliran wajah Baekhyun yang merah padam. Gadis itu buru-buru menundukkan kepala untuk menyembunyikan wajahnya yang berubah seperti tomat. Sebenarnya kalimat yang diucapkan Chanyeol terdengar sederhana, tetapi bagi Baekhyun itu seperti rayuan maut yang amat disukainya.

"A-aduh ... Yeollie semakin pandai menggombal," Baekhyun berseru gembira sambil menepuk punggung Chanyeol. Sayangnya, ia tidak tahu jika Chanyeol tengah meminum orange juice untuk menghilangkan rasa gugup usai memuji kecantikannya. Alhasil, pemuda itu tersedak karena kaget dengan tepukan Baekhyun yang sangat keras. Lebih tepatnya seperti pukulan.

"Yeollie!" Baekhyun panik mengetahui Chanyeol masih terbatuk-batuk. "Huwee ... Baekkie minta maaf. Gara-gara Baekkie, Yeollie jadi tersedak ... huweee ..."

Chanyeol mengatur napasnya yang masih tersengal-sengal. Perlahan batuknya mulai mereda, tidak dengan tangisan Baekhyun yang semakin menjadi. Ia tersenyum, lantas memutar tubuhnya agar mereka bisa saling berhadapan. Tangan Chanyeol terulur ke depan, menangkup wajah Baekhyun sekali lagi untuk menghapus jejak aliran air mata di pipi gadis itu.

"Berhenti menangis, aku baik-baik saja, Baekkie," Chanyeol tersenyum lega mengetahui isakan Baekhyun melemah. Gadis itu tampak mulai stabil. "Aku tidak akan pernah bisa marah padamu. Kau tahu kenapa?"

Baekhyun menggeleng sambil mengusap kedua matanya.

Chanyeol menahan diri untuk tidak berteriak saat melihat ekspresi wajah Baekhyun yang sangat menggemaskan. Entah muncul dorongan dari mana, pemuda itu mendekatkan wajahnya dan—

Cup!

—mencium bibir mungil Baekhyun.

"Karena aku sangat mencintaimu, Baekkie."

Kebahagiaan membuncah dalam diri Baekhyun. Saking senangnya mendengar ucapan cinta Chanyeol, Baekhyun menerjang tubuh pemuda itu hingga terjungkal ke lantai. Untung saja dilapisi karpet tebal, jika tidak punggung Chanyeol pasti terasa sakit.

Baekhyun memeluk Chanyeol dengan erat, "Aku juga sangat sangat sangaaaaaat mencintaimu, Yeollie," katanya dengan nada riang gembira.

Chanyeol terkekeh pelan. Tangannya bergerak mengusap punggung Baekhyun. Gadis itu masih betah menindih tubuhnya, entah kapan akan berhenti karena sekarang Baekhyun justru bertingkah layaknya anak kucing. Mengusap-usap wajahnya pada dada bidang Chanyeol.

"Ugh, aku suka sekali aroma parfum yang dipakai Yeollie," Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata mengerjap polos. "Boleh tidak jika malam ini aku menginap di rumah Yeollie? Aku ingin memeluk tubuh Yeollie sepanjang malam."

Pemuda itu membeku di tempat usai mendengar permintaan ajaib Baekhyun. Seketika otaknya blank, ia tidak tahu harus menjawab. Tetapi ada satu pemikiran yang terus memenuhi kepala Chanyeol.

Hah, aku memang tidak cocok menjadi tutor Baekhyun.


THE END

07 Oktober 2016


A/N : Untung Chanyeol nggak mimisan lagi ya kkkk~

Terima kasih untuk respon chapter sebelumnya, dan juga buat kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca, favorites/follow, dan review FF ini (^_^)

Konsep FF ini semacam kumpulan ficlet. Jadi nanti tiap chapter memiliki sub-judul yang berbeda, namun tetap mengacu pada judul utamanya "4D B"

Tunggu kisah mereka selanjutnya ya ;)