Chapter 1: Murid yang Misterius

Suatu malam di Pulau Rintis...

"Akhirnya hasil curi aku pun banyak juga. Hahaha..." seorang pria tertawa sambil menghitung hasil curiannya di rumah kaya dekat sebuah taman.

"Heh... jadi kau seorang pencuri ya" orang yang diyakini pencuri pun terkejut dan menoleh kiri-kanan setelah mendengar suara perempuan.

"Siapa itu?! Keluar kau!" teriak pencuri sambil memegang harta curiannya.

Datanglah seorang gadis bermata merah berjalan menghampiri pencuri itu. Tak lupa dua buah pedang yang terbuat dari kristal merah berada dalam genggaman tangannya.

"Ka..kau?!"

"Hihihi...pencuri nakal~ terimalah hukuman dariku ya~~"gadis itu langsung melayangkan pedang kanannya pada sang pencuri yang sudah ketakutan dan-

"TIDAKKK!"

JLEB!

-ia pun tewas di tangan sang gadis pembunuh tersebut.

"Ingatlah suatu hal, Tuan"gadis itu memandang tubuh tak bernyawa itu dengan pandangan kosong.

"Jangan pernah menyebut namaku sebelum kematianmu berada di tangan seorang Yasha"


Di sekolah rendah Pulau Rintis, lebih tepatnya di kelas 5 Jujur

"Woi, kalian tahu kalau ada pembunuhan di dekat taman tadi malam"

"Hah? Benarkah?"

"Iya. Dan kalian tahu, orang yang menjadi korban adalah seorang buronan polisi beberapa bulan yang lalu"

"Wah, hebatnya"

"Apa hebatnya, pembunuh itu berkata siapa yang menyebut namanya...silahkan lihat di berita kalau kalian akan menjadi korban"

"Ih, kejamnya"

"Hhh... apa yang mereka bicarakan tuh" tanya seorang anak lelaki dengan topi yang dimiringkan, Taufan.

"Haiya... kau tanya ke mereka lah. Aku mana tahu" jawab gadis itu, Ying.

"Hmm.. nampaknya mereka membicarakan pembunuhan tadi malam" ucap gadis berhijab pink sambil menoleh ke Taufan, Yaya.

"Benarkah? Ada pembunuhan lagi?" tanya lelaki bertubuh gempal, Gopal

"Sepertinya. Saat menolong Tok Aba tadi pagi, aku melihat berita itu bersama Gempa" balas lelaki yang mirip dengan Taufan yang perbedaannya hanyalah topi yang sedikit diangkat bagian depannya, Blaze.

"Eh, kau melihat berita itu bersamaku? Aku tak melihat kau tadi" Gempa, lelaki dengan topi yang dibalikkan bertanya pada Blaze.

"Kau terlalu sibuk sampai tak ingat ada aku di samping kau tadi" balas Blaze.

"Ehehe..."

"Woi! Cikgu Papa datang!" seorang anak bernama Stanley berlari ke dalam kelas sambil berteriak pda teman-temannya. Mereka yang asyik membicarakan berita langsung duduk setelah seorang guru yang dipanggil 'Cikgu Papa Zola' sudah memasuki kelas.

"Bangun! Selamat pagi cikgu, Kebenaran!" pimpin Yaya.

"Selamat pagi cikgu, kebenaran!"

"Selamat pagi murid-murid. Hari ini, kita kedatangan murid baru" ucap Papa Zola.

"Siapa cikgu? Perempuan atau lelaki?" tanya Gopal.

"Kau lihat sendiri"

Disaat yang bersamaan, muncul seorang gadis bersurai hitam sebahu masuk ke dalam kelas dan menatap para murid yang akan menjadi teman sekelasnya.

"Ha! Inilah murid baru di kelas kalian semua. Perkenalkan dirimu, murid baru" perintah Papa Zola.

"Namaku Karin. Salam kenal" ucap gadis yang bernama Karin dengan nada datar dan tanpa ekspresi.

Setelah mendengar perkenalan dari Karin, murid-murid yang lain langsung bisik-bisik/?/.

"Ih, sepertinya dia sombong ya"

"Kau benar. Dia sepertinya tak pernah senyum pada orang lain"

Mendengar bahwa ia dibicarakan, Karin pun langsung membuka mulutnya.

"Ehem, kalau kalian membicarakanku, bisakah kalian mengatakannya langsung daripada seperti ini?" semua langsung diam setelah mendengar ucapan/pertanyaan dari Karin.

"Eumm...Karin" Karin pun menoleh dan melihat Gempa mengangkat tangannya.

"Ada apa?"

"Kau ini berasal dari mana?" tanyanya.

"Apakah itu perlu dipertanyakan?" langsung Gempa menurunkan tangannya dan diam setelah mendengar perkataan dari Karin yang menusuk.

"Cih, sombong sekali kau" semua menoleh ke arah seseorang yang mirip dengan Blaze yang perbedaanya topi yang didepankan pada umumnya, Halilintar.

"Kau tidak boleh bicara seperti itu, Hali" ucap Yaya.

"Ha'ah. Tak baik ma.." sambung Ying.

"Sudah-sudah! Kalian jangan berisik. Karin, silahkan kau duduk di kursi belakang sana" Karin langsung mengangguk dan duduk di kursi belakang lelaki berambut ungu landak/ditamparFang/.

"Baiklah, mari kita lanjutkan pelajaran"


Pada jam istirahat, semua murid langsung berhamburan keluar kelas menuju kantin. Kecuali dengan 4Boboiboy, Yaya, Ying, Gopal, dan lelaki berambut ungu yang diketahui bernama Fang langsung menghampiri Karin yang duduk sambil menatap langit.

"Karin.." Karin menoleh dan melihat 8 orang menghampirinya.

"Hai, namaku Boboiboy Gempa. Dan ini Taufan, Halilintar, Blaze, Yaya, Ying, Gopal, dan Fang. Salam kenal" ucap Gempa sambil tersenyum.


Author: Kyaa~~! Gempa tersenyum! *pingsan*

Narator: Darurat! Author pingsan!


"Hmm, salam kenal" balas Karin tanpa tersenyum.

"Kalau orang senyum itu tolong dibalas. Dasar murid baru sombong" sindir Halilintar.

"Apa urusanmu? Emangnya kau itu Ayahku?" Karin pun membalas ucapan Halilintar dengan sindiran.

"Apa kau bilang?!"

"Sudahlah. Kalian jangan bertengkar disini" Yaya pun menenangkan emosi Halilintar yang akan meledak kalau dilanjutkan.

"Haiya... Kau harus menenangkan emosimu, Hali. Tak baik marahmarah terus ma..." saran Ying.

"Apa sudah selesai? Aku harus pergi sekarang" Karin pun beranjak dan berjalan melewati mereka menuju keluar kelas.

"Apaan dia itu? Tak bersahabat sekali" kesal Fang.

"Ha'ah. Aku setuju dengan Fang" sambung Gopal.

"Sudahlah. Kita tak perlu memikirkannya. Biarkan dia sendiri dulu" ucap Gempa.


Karin POV

"Kenapa kau tak melawan dengan Halilintar tadi? Kalau kau menang, kau bisa bertambah kuat"

"Sudah kubilang, aku tak mau menggunakan kuasamu itu kan?"

"Hei, kau bisa menggunakan kuasa pertamamu kan?"

"Apa maksudmu?

"Kau ini bodoh atau pura-pura bodoh. Kuasamu itu kan..."

"Sudahlah. Aku tak mau menggunakan kuasaku hanya untuk masalah seperti itu"

"Hmm~~"

"Sebaiknya kau diam dan tetaplah tenang seperti anak yang baik-

-Yasha"


To Be Continue


Narator: Thor, bangunlah!

Author: *bangun* oh, sudah selesai ya?

Ya, semuanya! Kembali lagi dengan Author di cerita "The Legend of Crystal Element"! Yeey! Tepuk tangan!

Readers: *diam*

Ehem! Bagaimana ceritanya? Hancur ya? Biasa author baru di fanfic 'Boboiboy'. Jadi ceritanya udah biasa aneh dan gagal...Hiks.

Thorn: Thor, kapan kita keluar lah?

Author: Kau, Solar, dan Ice akan keluar di chapter depan.

Oke, sampai disini dulu ya! Sampai jumpa!