Second Hot Night?
Cast : Jung Taekwoon, Cha Hakyeon
Rate : M (again hoho)
DLDR, NO BASH
CAST PUNYA SAYA EH PUNYA DIRI MASING-MASING, ORANG TUA DAN MANAGEMENT
At Apartment, Gangnam
Seminggu setelah menghabiskan honey moon di Jeju akhirnya Taekwoon dan Hakyeon sampai di apartment yang telah disiapkan oleh orang tua mereka sebagai hadiah pernikahan. Apartement berdesain minimalis tersebut hanya akan di tinggali oleh mereka berdua. Sesekali akan ada maid yang di kirim untuk membersihkan apartment tersebut. Dan untuk urusan memasak sang 'nyonya' rumah berkeras akan belajar memasak dengan baik, tetapi tetap akan ada maid yang membantunya nanti. Kenapa tidak ada maid yang ikut tinggal di apartment luas tersebut, silahkan tanyakan saja pada Jung Taekwoon yang beralasan tidak terlalu nyaman dengan adanya banyak orang di tempat tinggalnya dengan sang istri. Eish padahal di rumahnya bahkan ada lebih dari satu maid yang bekerja ckckck -.-
Terlihat di sebuah sofa panjang nyaman sang tuan rumah, Jung Taekwoon sedang berbaring memejamkan matanya. Hmm sepertinya agak sedikit jetlag eoh? Lalu dimana namja manis yang sudah menjadi istrinya itu?
Ah rupanya yang dicari sedang membuat kopi untuk sang suami setelah berganti baju. Ini salah satu hal yang bisa dikerjakan dengan benar oleh namja manis ini, selain dengan N-Toast nya tentu saja Hakyeon sudah biasa membuat kopi mengingat kopi merupakan minuman yang tidak bisa dihindari oleh Taekwoon. Taekwoon itu penyuka kopi dan makanan kalau kalian mau tahu kkkk
Setelah selesai membuat kopi dan menyiapkan snack, namja manis itu beranjak ke tempat sang suami tengah mengistirahatkan tubuhnya dan meletakkannya di meja tepat dihadapan sofa.
"Taekwoon, kopinya sudah jadi. Kau tidak mandi atau ganti baju dulu?" ujar Hakyeon yang mendudukkan dirinya di pinggir sofa.
"Hmm nanti saja. Aku mau meminum kopi buatanmu dulu." Ucap Taekwoon sambil mendudukkan dirinya dan mulai menyesap kopi buatan Hakyeon dan memakan snack yang sudah di siapkan.
"Bagaimana? Enak tidak kopinya?" tanya Hakyeon sambil membenahi duduknya menghadap Taekwoon dan menumpukan dagu pada lututnya.
"Enak seperti biasanya, Hakyeon. Kau memang pin-" ucapan Taekwoon terhenti saat melihat pada Hakyeon yang duduk di sampingnya. Apa yang membuatnya langsung berhenti? Oh, tentu saja pemandangan yang sangat sangat sangat dia sukai.
Namja manis itu hanya mengenakan sweater yang terlihat agak kebesaran ditubuhnya, panjangnya tidak sampai menutupi seluruh pahanya dan ditambah celana pendek yang hanya menutupi setengah pahanya. Berniat menggoda singa lapar dihadapannya? Eummm tidak, hanya terlalu malas membongkar kopernya yang berat itu. Tapi justru pemandangan seperti itulah yang menghasilkan tatapan tak terartikan dan seringan di bibir namja tampan pewaris Jung Coorporation itu.
"Waeyo Taekwoonie? Ada yang salah?" tanya Hakyeon yang melihat namja tampan di depannya diam seketika.
"Kau berniat menggodaku dengan berpakaian seperti itu, Hakyeon-ah?" ucap Taekwoon dengan suaranya yang berat karena efek pemandangan di depannya.
"Mwo? Menggoda? Aku tidak-" seketika Hakyeon melihat penampilannya sekarang. Sadarlah dia apa yang di maksud oleh Taekwoon. Entah kenapa rasanya tenggorokannya kering sekali sekarang. Dan dengan cepat namja manis itu beranjak dan berlari ke dalam kamar mereka. Oh, bukankah itu pilihan yang salah? Bukannya ia malah memancing singa lapar untuk menyantap mangsanya? Kkkk
Sementara itu Taekwoon hanya terkekeh melihat kelakuan namja manisnya. Segera dihabiskannya kopi yang baru terminum setengah tadi lalu menyusul Hakyeon ke kamar mereka.
Ups sepertinya sang singa sudah tidak sabar untuk menyantap mangsanya yang manis itu kkkk
Di kamar
Terlihat namja manis yang tadi masuk dengan berlari sedang berusaha menyembunyikan tubuhnya di balik selimut, menciptakan gundukan di atas tempat tidur besar itu. Terdengar gumaman kecil dari mulut namja manis itu.
"Aish mati aku aaaa Hakyeon kenapa kau memakai baju seperti ini? Aish jinjja pasti kalau sudah begini Taekwoon tidak akan berhenti sampai pagi." Rutuk namja manis itu.
Tiba-tiba ada yang menarik selimut yang menutupi tubuhnya dan melemparnya ke bawah dan pelakunya siapa lagi kalau bukan seorang Taekwoon.
"Mencoba kabur dariku, eum Jung Hakyeon?" ucap Taekwoon dengan seringai menghiasi bibirnya.
GLUP
"A-aniya. Eungg sebaiknya kau mandi dulu Taekwoonie. Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu mandi, nanti keburu dingin hehehe" ujar Hakyeon sambil bergerak mundur ke pojok tempat tidur dengan senyum aneh bertengger di bibirnya. Kkk percuma sebenarnya usaha menghindanya itu hihihi
"Hmm ani. Percuma kalau aku mandi sekarang, toh nanti aku harus mandi lagi setelah memakanmu. Jadi sekalian saja." Dan dengan gerakan cepat Taekwoon berhasil menahan gerakan Hakyeon dan memenjarakan tubuh kecilnya di bawah tubuh kokoh namja tampan itu.
"Err... Taekwoonie k-kau mau apa?" ucap Hakyeon dengan suara tersendat karena gugup? Wajahnya bahkan sudah mulai memerah. Salah satu pemandangan yang menjadi favorit namja tampan diatasnya itu.
"Hmmm... aku? Aku ingin memakan snack favoritku." Ujar Taekwoon sambil mengendus leher namja dibawahnya. Membuat namja manis itu memejamkan mata dan menggigit bibirnya agar tidak mengeluarkan desahan.
"T-tapi kita baru saja sampai. Apa kau tidak lelah?" tanya Hakyeon berusaha menghentikan usaha suaminya. Oh percuma saja Hakyeon, seorang Jung Taekwoon tidak akan melepaskan mangsa favoritnya begitu saja.
"Hmm aku tidak akan pernah lelah kalau itu berkaitan denganmu, Hakyeon slurppp" ucap Taekwoon sambil mulai menjilat titik sensitif namja manis itu.
"Ssshh T-taekwoonieh~" dan meluncurlah satu desahan dari bibir Hakyeon yang membuat Taekwoon semakin menyeringai senang, menandakan dia bisa mulai menikmati sensasi bercinta dengan namja tercintanya.
"Mmm.. ya, Hakyeon.. slurppp kau begitu manis, sayang. Wangimu juga manis, aku menyukai semua yang ada padamu slurppp chup tidak hanya tubuhmnu, aku juga menyukai segala sifatmu slurpp chup." Ucap Taekwoon sambil menjilat, menggigit dan mengecup leher sang 'istri', menciptakan tanda yang tidak akan menghilang dalam beberapa hari ke depan.
"Akhh sshh nghh Taekwoonieh~ sshhh" rintih Hakyeon saat mendapat perlakuan seperti itu dari Taekwoon. Wajahnya pun bertambah merah, bukan hanya karena apa yang Taekwoon lakukan padanya tapi juga karena perkataan namja itu yang tidak henti-hentinya membuat ia bersyukur bisa mendapatkan namja tampan itu.
Dengan perlahan Taekwoon bergerak turun dan menelusupkan tangannya kebalik sweater Hakyeon. Meraba dan mengusap dengan lembut tubuh namja itu, membuatnya menggelinjang dan mendesah nikmat.
"Ssshh nhhh Taekwoonhh sshh auchh ngghhh" pekikan kecil meluncur dari mulut Hakyeon saat Taekwoon mencubit gemas kedua nipple mungilnya. Membuat kedua nipple itu semakin mengeras dan membangkitkan gairah keduanya. Hakyeon karena sentuhan tangan ahli milik Taekwoon dan Taekwoon semakin bernafsu saat mendengan desahan dan rintihan Hakyeon. Bayangkan, dengan suaranya saja Taekwoon sudah bernafsu dan keras. Bagaimana jika junior besarnya itu sudah berada dalam lubang hangat dan sempit milik Hakyeon? Ugh Taekwoon sungguh tidak tahan!
Dengan cepat di lucutinya semua kain yang melapisi tubuh mereka, membuat keduanya kini benar-benar polos tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuh mereka. Di pandanginya tubuh mulus milik namja dibawahnya dengan pandangan penuh nafsu dan cinta. Tanpa menunggu lagi Taekwoon kembali menyerang namja manis itu.
"Ughh kau benar-benar menggoda Hakyeon. Kali ini aku slurrpp chup benar-benar akan membuatmu tidak bisa berjalan beberapa hari bahkan sampai seminggu slurppp chup" ucap Taekwoon sambil kembali memberikan tanda diseluruh tubuh Hakyeon.
"Ssshh ahh Taekwoonhh sshh nghhh akhh sshhh" desahan dan rintihan Hakyeon terdengar lebih keras dari sebelumnya ketika Taekwoon mulai menggigit dan menghisap nipple sebelah kanannya.
"Mmm slurrppp kau sangat slurrpppp mhh manis Hakyeon" Taekwoon semakin menghisap nipple mungil itu dengan kuat, seolahh cairan berwarna putih akan keluar dari nipple itu. Kedua tangannya tentu saja tidak tinggal dia. Tangannya yang mulai mencubit dan memelintir nipple sebelah kiri Hakyeon, menciptakan desahan dan rintihan yang lebih keras lagi.
"Akhh ouhhh sshhh Taekwoonhh jangan keras-kerasshh ahhh" desah Hakyeon yang tubuh dan perkataannya sungguh tidak selaras. Bukannya menjauhkan Taekwoon dari nipplenya, namja itu malah semakin menekan kepala Taekwoon agar semakinmenghisap nipplenya. Oh kau juga menikmatinya bukan, Hakyeon? Kkk
Tanpa Hakyeon sadari, tangan Taekwoon yang menganggur mulai mengusap pahanya dan menyentuh juniornya yang bahkan sudah menegang sempurna walau hanya dengan sentuhan Taekwoon di bagian sensitifnya. Ah, benar-benar masuh sensitif eoh?
Tangan namja tampan itu mulai mengelus dan bergerak naik turun, membuat junior yang sudah tegang itu jadi semakin tegang.
"Ahhh sshh ahhh Taekwooniehh ahh sshhh l-lebih cepathhh sshhhh ahhh"
Mendengar permintaan 'istri'nya, Taekwoon mempercepat gerakan tangannya pada junior yang tidak lebih besar dari miliknya. Mulut dan satu tangannya tak berhenti mempermainkan nipples milik Hakyeon, membuat sang empunya semakin menggelinjang nikmat.
"Ouhhh hhh sshhh ahhhh Taekwooniehhh ahhh a-aku mau k-keluarhh asshh nghhh" ucap Haakyeon yang hampir saja mencapai puncaknya kalau saja Taekwoon tidak menghentikan gerakan tangannya dan melepaskan tangan dan mulutnya dari nipples mungil namja manis itu.
"Tidak sekarang, sayang. Aku ingin kita datang bersama. Dan aku ingin kau mencapai puncakmu karena genjotan juniorku di lubang hangat dan sempitmu, bukan hanya karena tangan dan mulutku chup.." dirty talk yang meluncur dari bibir Taekwoon membuat Hakyeon semakin memerah.
Taekwoon mulai melumat bibir namja manis itu. Di awali dengan lumatan lembut yang semakin lama semakin 'panas'. Perlahan tangannya bergerak menuju lubang sang 'istri'. Seingin apapun Taekwoon untuk langsung memasuki lubang namja manisnya, dia tetap tidak mau melakukannya tanpa peersiapan yang akan membuat Hakyeon merasa lebih sakit lagi nanti. Dan dengan bibirnya yang maasih melumat bibir Hakyeon, satu persatu jarinya mulai bergerak masuk ke dalam lubang hangat dan sempit milik Hakyeon, berusaha membuatnya sedikit merenggang.
"Ngghhh hngghhh mnghhhh ahhh sshhh ughh Taekwooniehh jangan menggodakuhh ahhh sshhh cepat masukkanhhh" desah Hakyeon setelah melepas tautan bibir mereka.
Tanpa mendengarkan permintaan Hakyeon kali ini, Taekwoon tetap menggerakkan jari-jarinya, mencoba menemukan titik yang akan membuat Hakyeon merasakan kenikmatan.
"AHHHH THEREHHH! Ssshh ahhh Taekwoonieehhh lagihh ahhh"
'Gotcha!' batin Taekwoon disertai seringai yang kembali menghiasi bibirnya. Taekwoon menarik jari-jarinya perlahan, menciptakan desah kecewa dari bibir Hakyeon.
"Aku akan masuk sekarang, sayang. Aku akan masuk sekaligus, jadi tahan sedikit." Ucap Taekwoon dan tanpa aba-aba junior besarnya langsung melesak masuk ke dalam lubang sempit dan hangat milik Hakyeon, membuat namja itu memekik keras merasakan lubangnya seakan terbelah dua walaupun Taekwoon sudah melakukan persiapan sebelumnya.
"AAKKHHH! Akhh sshhh ughhh Taekwoonhhh hhh" rintih namja manis itu.
Taekwoon yang mengerti bahwa Hakyeon masih merasa sakit memilih mendiamkan juniornya di dalam lubang sempit itu. Merasakan pijatan otot-otot lubang Hakyeon yang serasa mencengkeram juniornya. Saat dirasa Hakyeon sudah merasa rileks, Taekwoon mulai menggerakkan juniornya perlahan. Sepertinya kali ini dia ingin sedikit mengerjai sang 'istri' kkk
"Ssshhh kau begitu sempit, sayang. Juniorku rasanya seperti di pijat oleh lubang sempitmu" ujar Taekwoon memulai dirty talknya kembali.
"Aahh shhh nghhh Taekwoonhh ahhh le-bih cepathh sshh ahhhh"
"Tidak, Hakyeon. Aku ingin melakukannya dengan lambat, perlahan namun pasti sshhh ughhh aku ingin kau merasakan setiap inci juniorku yang bergerak didalam lubangmu, sayang"
Taekwoon benar-benar bergerak dengan perlahan. Dan saat menemukan titik kenikmatan milik Hakyeon, dengan sengaja namja tampan itu menghentakkan juniornya dengan keras namun tetap menjaga ritme gerakannya.
"OUHHHH DISANA! Aahhh Taekwoonnhhh ahhh morehhh sshhh ahhhh"
"Kau suka, sayang? Sshhh ouhhhh lubangmu sungguh nakal, Hakyeon sshhh dia mengisap juniorku begitu kuat sshhh ouhhh ini nikmat, sayang" ucap Taekwoon tanpa menghentikan hentakan juniornya yang terus menerus mengenai titik kenikmatan milik Hakyeon. Membuat namja itu menggelinjang dan mendesah frustasi karena gerakan Taekwoon yang benar-benar perlahan namun ia akui sangat sangat nikmat, lebih dari biasanya.
"Ouhhh yahhh aahhhh shhh terus Taekwoonhh sshhh ahhhh ouhhh a-aku mau ke-luarhh ahhh shhhh"
Mendengar Hakyeon hampir mencapai puncaknya, bukannya mempercepat gerakannya Taekwoon malah semakin memperlambnat gerakannya namun semakin menghentakkan juniornya mengenai titik kenikmatan Hakyeon.
"AAAHHHH FUCK! OHHHH TAEKWOOONNNHHHHHH~~~" teriakan keras Hakyeon menandakan bahwa namja manis itu akhirnya mencapai puncak kenikmatannya yang tadi sempat tertunda.
"Ssshhh bahkan dengan aku bergerak perlahan pun kau bisa keluar sebanyak ini, sayang. Bagaimana jika aku bergerak cepat dan lebih cepat lagi, hm?" ucap Taekwoon yang ternyata sama sekali tidak menghentikan gerakannya.
"Aaahhh sshhh nghhh Taekwoonhhh sshhh jebalhhh jangan menggodaku terushh"
"Baiklah, kali ini aku akan bergerak cepat dan keras, sayang. Jangan salahkan aku kalau kau benar-benar tidak akan bisa berjalan selama seminggu."
Dan tanpa menunggu jawaban dari Hakyeon, namja tampan itu menarik keluar juniornya dan melesakkannya langsung dengan keras dan cepat, tanpa menunggu lagi namja itu langsung menggenjot lubang sempit milik Hakyeon, membuat namja manis itu semakin tidak bisa menahan suaranya untuk keluar.
"ARRGGHHHH akhhh ahhhh shh ouhh Taekwoonhhh shhh ahh hhh fasterhh ahhh deeperhhh"
"Ohh sayanghh sshhh ahhhhh aku begitu nikmat arghh ahh sshhh dan sempithhh sshh ahhhh"
"Aaahh ahh Taekwoonnhh sshh ahhhh ohhh morehhh shhh fasterhhh"
"Oh shit! Lubangmu benar-benar meremas juniorku, Hakyeon. Ssshh ahhh ini nikmat, sayang ouhh sshhh"
"Aaahhh ahhh ohhh sshhh damnhh ahhh Taekwooniehh shhh ughhh ahhhh harderhhh ahhh"
"Ughhh kau nakal, sayang PLAKK sshh ughhh sshhhh ouhhh lihat sshhh lubangmu semakin meremasku saat aku menampar bokong sexymu sshh uhhh" ujar Taekwoon yang bergerak semakin cepat, kasar dan dalam dengan sedkit memberikan tamparan kecil pada bokong Hakyeon. Bukannya merasa sakit, hal itu justru membuat Hakyeon semakin mendesah keras.
"GYAHHH aahhhh Taekwoonhh shh ahhhh aku ahhh tidak kuat lagihh hh ahh ohhh" ucap Hakyeon yang sepertinya sudah hampir mencapai puncak kenikmatannya lagi.
"Aaahh ohh sshhh shithh ahhhh bersama, sayanghh sshh ahhh ohhh" dan Taekwoon pun semakin manambah ritme geraknya. Membuat kamar mereka semakin penuh dengan suara desahan dan derit ranjang di bawah mereka.
"AAAHHHH TAEKWOONNHHHHH/HAKYEOONHHHH"
Dan teriakan keras menggema keseluruh kamar, menandakan pergulatan panas yang ternyata sudah berlalu hampir tiga jam itu telah mencapai puncaknya.
"Hhh hhhh kau benar-benar nikmat. Sayang. Gomawo, saranghae Jung Hakyeon. CHUP" ucap Taekwoon setelah mengeluarkan semua cairannya di dalam perut Hakyeon lalu memberikan ciuman lembut tanpa napsu untuk namja manis pemilik hatinya itu.
"Mmnhh nado saranghae, Jung Taekwoon. Sekarang bisakah kita tidur? Aku sungguh lelah sekali." Rengek Hakyeon dengan puppy eyesnya. Oh Hakyeon, sungguh kau salah menunjukkan wajah seperti itu pada suamimu disaat sepeerti ini.
"Hmmm sepertinya tidak, sayang. Ekspresimu itu justru membuatku ingin mengulanginya lagi. Jadi bersiaplah." Ucap Taekwoon disertai seringai di bibirnya.
"T-tapi- AAHHH TAEKWOONHHH"
Mari kita tinggalkan mereka untuk menyelesaikan kegiatan 'panas' yang entah kapan akan berakhir...
END
Epilog
Matahari sudah hampir berada di tengah saat terlihat pergerakan dari namja manis yang mulai membuka matanya perlahan, menciba menyesuaikan matanya dengan cahaya yang masuk melalui jendela yang ternyata tidak sepenuhnya tertutup sejak semalam. Setelah matanya mulai terbiasa, di tatapnya wajah namja yang tertidur dihadapannya. Entah jam berapa mereka benar-benar menghentikan aktifitas 'panas' mereka semalam.
Mengingat hal itu membuat wajah Hakyeon, namja manis itu kembali memerah dengan mata yang masih belum berpaling dari wajah namja tampan dihadapannya.
"Apa aku begitu tampan sampai kau tidak berhenti memandangiku seperti itu? Dan wajah memerahmu itu sangat menggodaku, Hakyeon." Ucap namja tampan bernama Jung Taekwoon itu seraya membuka matanya dan balas menatap namja manis dihadapannya yang kini semakin merona karena tertangkap basah sedang memandangi wajah suami tampannya tanpa menyadari bahwa kini Taekwoon kembali mnegeluarkan seringaiannya.
Saat sadar dengan arti tatapan dan seringai dari sang suami, barulah namja manis itu sadar bahwa sesuatu, yang ternyata junior sang suami, masih berada didalam lubangnya dan kembali mengeras hanya dengan melihat ekspresi malu-malunya. Oh habislah kau Jung Hakyeon.
"T-taekwoonie, j-jangan bilang kalau kau ingin melakukannya lagi" ujar Hakyeon dengan mata terbelalak meradsakan junior suaminya semakin mengeras di dalam lubangnya.
"Hmm tidak masalah bukan? Jadi, bersiapla untuk menambah beberapa ronde lagi. Sayang." Ucap Taekwoon yang dengan cepat sudah kembali berada di atas namja manis itu.
"T-tapi, Taekwoon aku AAHHHH OHHH SSHHH AHHHH..."
Dan sekarang benar-benar kita tinggalkan mereka. Author sudah tak kuaaaaatttt *lambai tangan ke kamera/?*
REAL END!
AAAA AKU BIKIN APA LAGI INIIIIIIIIIIIIII
Semoga sesuai utkmu jung aigooooo habislah aku/?
hemmm sepertinya silent reader tetap bnyk ya? atau karena ffnya gak bagus? di awal udh di kasih warning utk gak baca lho kl gak suka
setidaknya hargai usaha author"nya lah yang udh ngetik dan berusaha ngeluarin imajinasinya, gak gampang lhooo
at least...
DON'T FORGET TO REVIEWWWWWWW *cari tempat sembunyi*
