Halo lagi..

Maaf di chapter lalu aku lupa ngasi footernya..

Masih baru jd belum tau apa-apa..

Sekali lagi, GOMEN NE !

Aku janji deh mulai sekarang nggak lupa lagi..

Uhuhuhu T.T

This is the second chapter of SasuSaku : MY LAST PRESENT

ENJOY !

NARUTO

Disclaimer : Masashi Kishimoto

MY LAST PRESENT : CHAPTER 2

SASUKE'S POV ~

Mentari pagi membangunkanku. Namun, seberapapun kerasnya niatku untuk tidur kembali, cahaya mentari tetap saja bersinar menusuk-nusuk mataku. Kuputuskan untuk bangun dan dengan cepat menuju kamar mandi. Kulirik foto Sakura yang memang kutempel dikaca kamar mandiku. Aku sedikit tersenyum.

'Ahh ~ Tidak sabar rasanya melihat wajah menggemaskan itu lagi..', batinku sambil tersenyum. Senyum yang jarang dilihat olehnya, oleh cewek-cewek lain. Mengabaikan itu, aku cepat masuk dan segera mandi. Hari ini aku berniat menyatakan perasaanku padanya.

"Hei, otoutou, kau tidak makan dulu ?", tanya Itachi-nii, kakakku.

"Hn.", jawabku pendek, tidak perduli itu artinya apa.

"Haaa ~ Kau ini.. Yasudah lah.. Sana kalau mau berangkat.. Jaa ~", dia mengoceh sementara aku sudah menstarter motor duluan. Aku mulai mengendarai motorku menuju sebuah rumah. Yap, rumah siapa lagi kalau bukan rumah Haruno Sakura ? Kuhentikan motorku dan memencet bel rumahnya.

END OF SASUKE'S POV ~

'Duuh.. Lama sekali Sasu ! Ingin rasanya kuremukkan kau !', batinku berkata tajam, walaupun hati kecilku menyangkal. Sambil terus melamunkan pemuda raven sahabatku itu, aku terus memikirkan debar-debar tak jelas yang sering kurasakan ketika bersamanya. Lamat-lamat kudengar bel rumah berbunyi.

"AHA ! ITU PASTI DIA ! BYE, KAA-SAN !", seruku riang ketika membuka pintu. Kulihat dia duduk diatas motornya. Tampan sekali. Dia melambai padaku. Aku cepat berlari menghampirinya.

"Hei ! Menunggu lama yah ?", tanyaku berbasa-basi.

"Hn.", hanya itu jawabnya. Kuputar bola mataku, lalu segera naik ke motornya, bersiap menghadapi angin yang sedang ngambek hari ini.

"Pagi Uchiha !", seru Inuzuka Kiba, teman sekelas kami saat kami sampai ditempat parkir. Dia sedang menyikati bulu Akamaru, anjing kesayangannya yang besarnya hampir seperti mobil, walaupun sebenarnya anjing itu cukup imut.

"Hn.", jawabnya, yang langsung kusela.

"Pagi, Kiba, Akamaru!"

"Woof!", gonggong Akamaru padaku, sambil bersiap menjilatiku. Aku menghindar lebih dulu sebelum lidah Akamaru yang besar menyentuh wajahku. Jadilah wajah Sasuke yang terkena jilatan Akamaru. SLURP !

"Cih ! Dasar anjing nakal !", bentak Sasuke yang membuat Kiba naik darah, tidak rela anjing kesayangannya dihina.

"Hei ! Kau, Uchiha ! Apa maksudmu dengan anjing nakal ?", bentak Kiba sambil memamerkan taringnya, bersiap menerkam. Sementara Sasuke hanya melengos pergi.

"Sudah, Kiba.. Sasuke kan memang dingin..", hiburku sambil tersenyum. Kiba mengelus moncong Akamaru.

"Haaa ~ Kau benar, Sakura.. Mungkin aku saja yang terlalu emosi.. Kau tahu kan, aku sangat menyayangi Akamaru..", balasnya. Aku hanya tersenyum sambil berusaha mengejar Sasuke.

"Sasu… Sasu…", seruku. Sasuke hanya menoleh.

"Hah… Hah…", nafasku tersengal-sengal. Kurasakan kepalaku sangat sakit. Aku merintih pelan, berusaha supaya Sasuke tidak mendengarnya. Namun, sial. Dia bisa mendengarnya.

"Kau tak a…..", hanya itu yang kudengar dan aku sudah keburu pingsan.

SASUKE'S POV ~

Sebal melihat Sakura bersama Kiba, aku melengos pergi. Tak kusangka Sakura bakal menyusulku secepat ini. Kulihat nafasnya terengah. Aku pura-pura tak mendengar. Namun, begitu mendengar rintihannya, kucoba sedikit peduli, namun dia sudah keburu pingsan. Aku panik dan kaget didalam batinku.

'Gawat ! Apa yang terjadi padanya ? Oh, Kami-sama ! Jangan biarkan terjadi sesuatu padanya ! Aku mohon !', batinku menangis. Cepat-cepat kugendong dia dan kubawa ke UKS. Kudobrak pintu UKS.

"Ayame-san ! Tolong aku !", teriakku panik-yang bukan merupakan ciri khas seorang Uchiha-. Sejenak, kulirik Sakura. Oh ! Aku tak tahan melihatnya. Bibirnya membiru dan nafasnya tersengal-sengal. Kuletakkan dia ditempat tidur dan untungnya Ayame-san segera tanggap. Aku hanya bisa berharap yang terbaik untuk Sakura sekarang.

"Uchiha-san, dia tak bisa ditangani disini. Kita harus membawanya ke Rumah Sakit !", terang Ayame-san.

"Tidak usah ! Aku bawa pulang saja. Ibu Sakura adalah seorang dokter! Aku pinjam mobilmu, Ayame-san.", kataku agak ketus. Dengan cepat, aku menggendongnya lagi dan membawanya ke mobil yang telah kupinjam. Kutidurkan Sakura dibangku belakang dan kubawa pulang kerumahnya.

"Asuma-san ! Kabuto-san ! Bantu aku !",seruku begitu sampai dirumah Sakura. Aku menggendong Sakura, sedangkan Kabuto dan Asuma membuka pintu untukku. Ibu Sakura menyambutku dirumahnya. Menyambut dengan kaget, lebih tepatnya.

"Astaga, Kami-sama ! Sasuke, apa yang terjadi ?",

"Aku nggak tahu, Bibi.. Tadi, tiba-tiba dia pingsan.."

"Sini.. Biar kuperiksa dulu.. Kau tunggu disini, Sasu.. Kalau memerlukan sesuatu, mintalah pada Konan. Dia kepala pelayan disini.", pesan Bibi Tsunade padaku.

"Kami-sama… Apa yang terjadi padamu, Saku?", gumamku pelan.

END OF SASUKE'S POV ~

To be continued

Naaaaah ! Tuh kan ^^

Celi ngga lupa lagi sama footernya !

Hehehe

Maaf yaa di chappie yang lalu Celi lupa..

Masih gugup soalnya. :p

Memohon review dong..

Bagus apa nggak ?

Lanjut apa ngga ?

Thank you ^^