Loving You

Cast :: Do Kyungsoo – Kim Jongin

Support Cast :: Exo Member, Krystal f(x)

Genre :: Romance - Friendship

Disclaimer :: Kai milik Kyungsoo, Kyungsoo milik Kai dan saya #plak# dan cerita ini murni ide saya

Warning :: Yaoi, pergantian marga untuk kepentingan cerita, gaje, aneh, typo

No Bash! No Plagiat! No Silent Readers!

Don't Like Don't Read

RnR Juseyo

Chapter 1

AUTHOR POV

Di pagi yang cerah di gerbang SM School, terlihat seorang namja yang sedang berjalan memasuki SM School. Dia terus berjalan menelusuri koridor sekolah hingga sampai di depan pintu sebuah ruangan yang bertuliskan OSIS. Dia pun membuka pintu tersebut dan masuk ke dalamnya. Di dalam ruangan tersebut terlihat seorang namja tinggi berambut blonde sedang duduk di belakang meja bertuliskan Ketua OSIS. Namja tersebut adalah Ketua OSIS SM School, Wu Yi Fan a.k.a Kris. Mendengar suara pintu terbuka, Kris mengalihkan pandangan dari berkas-berkas di hadapannya ke arah pintu.

Kris pun tersenyum melihat siapa yang datang. "Ah, rupanya kau, Soo. Kemarilah" kata Kris kepada namja tersebut.

"Hyung, kenapa kau meninggalkanku, eoh? Chanyeol hyung juga meninggalkanku. Aku kan belum tau di mana kelasku, hyung. Hyungdeul jahat" namja itu mempoutkan bibirnya yang kissable itu.

"Mianhae, Soo. Tadi hyung ada urusan, jadi hyung pergi duluan. Chanyeol juga pasti menjemput namjachingunya. Jangan ngambek, ne" bujuk Kris agar namja itu tidak ngambek dan marah padanya.

Namja itu pun menyunggingkan senyum manisnya "Aish, arraseo hyung. Aku kan sayang hyung. Cuma hyung dan Yeolie hyung keluarga yang aku punya " Ah, rupanya namja tersebut adalah Wu Kyungsoo, namdongsaeng Kris. Orangtua mereka sudah lama meninggal karena kecelakaan saat mereka akan pulang ke Seoul. Kris sangat menyayangi Kyungsoo dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti adiknya. Maka dari itu dia menyuruh Kyungsoo pindah ke SM School yang merupakan milik keluarga Wu. Kris melakukan itu agar dia dan Wu Chanyeol, namdongsaengnya bisa menjaga Kyungsoo.

"Hahaha, gomawo nae dongsaeng. Jadi ada apa kau kesini?"tanya Kris.

Kyungsoo mendelik mendengar pertanyaan Kris. "Aigoo, hyung. Kan hyung belum memberitahukan kelasku dimana. Kalau aku salah masuk kelas, gimana? Nanti aku malu hyung, kalau salah masuk kelas."

"Ah, hyung lupa. Mian Soo. Baiklah, hyung akan tunjukkan dimana kelasmu. Kkaja" Kris bangkit dari kursinya dan berjalan menuju pintu.

Kyungsoo menarik tangan Kris "Chakaman hyung." Kris pun berhenti.

"Waeyo, Soo? Katanya kau tidak tahu dimana kelasmu, makanya hyung mengantarmu. Nanti kau terlambat masuk kelas" Kris berbalik dan memandang Kyungsoo.

"Hyung tidak usah mengantarku. Aku bisa sendiri, Lagipula, aku tidak mau orang lain tahu kalau aku adik hyung dan Yeolie hyung" Kyungsoo menundukkan wajahnya, membuat matanya yang bulat tersembunyi.

Kris terkejut mendengar perkataan KyungSoo. "Mwo!? Waeyo, Soo?" Ada apa dengan adiknya ini?

Kyungsoo memelintir ujung blazer sekolahnya "Ehm... Itu hyung..."

"Ada apa, hum? Kenapa kau tidak mau orang lain tahu kalau kau adik hyung dan Chanyeol?" Kris mendekati Kyungsoo dan mengangkat dagu Kyungsoo agar dia bisa melihatnya.

"Ehm,,, itu hyung. Aku ingin punya teman yang benar-benar ingin berteman denganku. Bukan karena aku adik hyung dan Yeolie hyung. Aku tidak mau mereka mendekatiku hanya untuk bisa dekat dengan kalian berdua. Aku tidak mau seperti kejadian di sekolahku dulu terulang lagi. Hyung... a-aku takut hyung... hiks... aku takut kejadian itu terulang kembali. Hiks..." tubuh Kyungsoo mulai bergetar. Airmata sudah menumpuk dipelupuk matanya dan bersiap untuk jatuh jika tidak ditahan oleh Kyungsoo. Kris yang tau bahwa dongsaeng kesayangannya akan menangis, langsung memeluk Kyungsoo.

"Sstt... Uljimayo, Soo. Ada hyung dan Chanyeol. Jangan takut, ne? Hyung dan Chanyeol akan melindungimu. Dan hyung janji kejadian itu tidak akan terulang lagi." Ucap Kris lembut menenangkan Kyungsoo. Pelukannya pun semakin erat ketika dia merasa seragamnya basah oleh airmata Kyungsoo. Kris mengusap lembut punggung KyungSoo dan memeluknya seakan-akan ingin melindungi Kyungsoo. Disaat Kyungsoo masih terus menangis di pelukan Kris, tiba-tiba pintu dibuka dengan keras dan mengejutkan mereka berdua. Terlihat dua orang namja yang berbeda ukuran #plak# sedang berdiri di depan pintu.

"A-yo what's up, bro. Wu Chanyeol, a handsome namja is here" namja yang tingginya hampir menyaingi Kris berteriak sambil menunjukkan deretan giginya yang putih dan tak lupa dengan senyum lima jarinya. Dia adalah Wu Chanyeol, dongsaeng Kris yang mengaku dirinya tampan (#emang lu tampan oppa? Kayaknya kagak deh #dilempar oleh readers dan dideathglare ChanYeol)

Namja cantik bereyeliner di samping namja tersebut menutup telinganya"Yeolie, jangan berteriak di dekatku. Kau mau membuatku tuli, eoh?" bentak namjacantik itu. Dia adalah Byun Baekhyun, namjachingu Wu Chanyeol. Sudah hampir setahun mereka berpacaran. Dan Baekhyun tahu kalau Kyungsoo adalah adik dari Kris dan Chanyeol. Saat pertama kali Baekhyun melihat Kyungsoo, dia langsung histeris dan terus mencubit pipi Kyungsoo hingga merah dan membuat seorang Wu Chanyeol merasa cemburu. Sejak saat itu, Kyungsoo dan Baekhyun menjadi dekat dan bersahabat.

"YA! Tidak bisakah kalian tidak ribut di sini? Kalian berdua tidak melihat situasi. Dasar!" teriak Kris kepada kedua namja tersebut sambil terus memeluk Kyungsoo yang mulai tenang.

Chanyeol yang melihat adiknya, Kyungsoo, menangis di pelukan Kris, membelalakkan matanya. "Omo~~ Kyungie. Kau kenapa? Apa ada masalah? Ada yang mengganggumu? Siapa dia? Beritahu hyung. Akan hyung habisi dia karna telah membuat dongsaengku menangis. Akh, atau ku kerjai saja dia. Khukhukhu" Chanyeol menyeringai dan membayangkan apa yang akan dilakukannya kepada orang yang telah membuat Kyungsoo menangis. Baekhyun yang tidak tahan melihat seringaian namjachingunya yang gagal, mengambil buku yang ada didekatnya dan

BUAGH

"YA! Wu Baekie. Kenapa kau memukulku, eoh?" tanya Chanyeol sambil mengusap kepalanya yang dipukul Baekhyun menggunakan buku yang tebal.

Baekhyun mendelik mendengar perkataan Chanyeol. Dia pun menatap Chanyeol dengan tatapan tajam. Andaikan tatapannya bias membunuh, mungkin sekarang kita akan menjumpai mayat seorang Wu Chanyeol. "Hentikan seringaianmu itu, Yeolie. Kau mau Kyungsoo ketakutan melihatmu, hah? Dan margaku BYUN bukan WU," Chanyeol pun menghentikan kegiatan mengusap kepalanya dan mendekati Kris dan Kyungsoo. Ketika sudah berada disamping Kyungsoo, Chanyeol mengelus pelan punggung Kyungsoo dan tersenyum lembut kepada Kyungsoo.

"Ada apa, Soo? Apa kau menangis karna mendengar suaraku yang seksi? Hyung tau kok suara hyung seksi." kata Chanyeol narsis.

PLETAK

"Jangan bercanda pabbo" Kris menjitak kepala Chanyeol dengan keras.

Chanyeol yang kepalanya sudah dua kali dianiaya hanya bisa meringis. 'Dasar naga jelek. Bilang aja iri' batin Chanyeol.

"Aku tidak apa-apa, hyung. Nan gwenchana" Kyungsoo menghapus bekas airmata dan tersenyum kepada kedua hyungnya.

"Yakin kau tidak apa-apa, Soo Baby?" kali ini Baekhyun yang bertanya dan menatap Kyungsoo dari atas sampai bawah. Takut ada yang tidak beres.

"Ne, hyung tenang saja. Akh, Baekie hyung. Bogoshippo~~~" Kyungsoo langsung memeluk Baekhyun sedangkan yang dipeluk hanya tertawa dan membalas pelukan Kyungsoo.

"Aigoo, kita kan baru ketemu seminggu yang lalu, Baby. Masa sudah kangen"

Kyungsoo melepaskan pelukannya. "Jadi hyung tidak rindu padaku?" KyungSoo mengembungkan pipinya membuat Baekhyun mencubit pipinya. "APPO~~~YA! HYUNG! Jangan dicubit. Sakit tau" Kyungsoo mengusap pipinya yang menjadi korban tangan Baekhyun yang ganas.

"Hahaha, mianhae. Aku gemas liat pipimu itu." Baekhyun mengusap rambut Kyungsoo lembut.

"Ya, terus saja kalian menebar aura seperti itu. Lupakan kami dan lanjutkan kegiatan kalian" ujar Kris sambil melipat kedua tangannya di dada.

"Ya, Kris hyung benar. Lanjutkan kegiatan kalian. Anggap kami tidak ada" lanjut Chanyeol.

Ah, mereka melupakan keberadaan dua tiang listrik yang berada di dekat mereka. Kyungsoo pun menoleh. "Jangan marah hyung. Mianhae" Kyungsoo menatap kedua hyungnya dengan mata bulatnya yang menggemaskan.

"Ukh, tolong jangan menatapku seperti itu, Soo" –ucap Kris.

"Ne, jangan menatap kami dengan tatapan itu"-ucap Chanyeol.

"Waeyo OPPA?" goda Kyungsoo, dengan memanggil kedua hyungnya dengan sebutan oppa. Kyungsoo tau kalau kedua hyung tiang(?)nya itu lemah dengan tatapannya itu.

"Aish, jinjja. Cukup Kyungsoo-ya. Tolong kau hentikan aegyo-mu itu. Kau bisa membuat dua tiang berjalan itu mematung" Baekhyun menunjuk Kris dan Chanyeol yang mematung ketika melihat aegyo Kyungsoo.

"Kris hyung, Chanyeol hyung kenapa? Kok diam aja?"tanya Kyungsoo. Tanpa sengaja dia memiringkan kepalanya dan terlihat sangat imut. Andai saja Kyungsoo bukan adik mereka, pasti mereka akan langsung menerkam(?) Kyungsoo.

"A-aniya Kyungie. Hyung gwencahana" ucap Kris sambil memegang hidungnya yang mancung #yakin oppa? Hidung lu mancung? Sepertinya ndak deh# agar tidak mimisan karna melihat aegyo seorang WU KYUNGSOO.

"Jinjja?"

"Ne, nae dongsaeng yang paling imut dan manis" jawab Chanyeol dan mengacak rambut Kyungsoo.

"YA! Hyung~~ jangan merusak tatanan rambut indahku. Bilang aja hyung iri dengan rambutku yang bagus ini kan? Sampai hyung mengacak-acak rambutku. Dasar WU DOBI. Mehrong~~~"

"YA! Siapa juga yang iri sama rambutmu, eoh? Rambutku lebih berkilau darimu tahu. Dan atas dasar apa kau memanggilku Wu Dobi, hah? Dasar burung hantu"

"YA~~~ Aku bukan burung hantu. Dasar pepsodent berjalan"

"MWO? Awas kau Wu Kyungsoo. Ke sini kau. Biar ku Ttakbam kau" akhirnya terjadilah acara kejar-kejaran antar si pepsodent berjalan dan burung hantu yang imut. #plak :p

"Aish, bisa tidak kalian diam? YA WU CHANYEOL! Berhenti kau. Jangan membuat ruanganku berantakan. Awas kau" teriakan Kris menghentikan aksi-mari-kita-kejar-kejaran. "Sebentar lagi bel akan berbunyi. Baekhyun, tolong antar KyungSoo ke kelasnya. Dia akan sekelas denganmu. Dan Chanyeol, rapikan kekacauan yang telah kau buat. Jangan membantah! Kyungsoo, istirahat nanti hyung tunggu di kantin khusus. Kita akan makan bersama. Ada Luhan juga di sana. Jangan lupa, ne?

"Ne hyung. Arraseo. Bye-bye Kris hyung. Titip salam untuk Luhan hyung, ne?" Kyungsoo mengecup pipi Kris.

"YA~~~ Kris hyung kau cium, sedangkan aku tidak. Kejam sekali, kau Soo." Chanyeol memasang wajah memelas yang sangat tidak cocok sekali.

"Kasian sekali kau Chanyeol" ejek Kris. "Dan hentikan memasang wajah seperti itu. Kau tidak cocok memasang wajah seperti itu. Membuatku ingin muntah saja" ucapan Kris membuat dia dihadiahi tatapan tajam dari Chanyeol yang sama sekali tidak mempan untuk seorang Wu Kris.

"Diam kau naga bule. Bilang aja kau iri karna kau tidak bisa memasang wajah seperti ini. Aku masih cocok memasang wajah seperti ini, walaupun sedikit. Daripada kau, tidak cocok sama sekali." Balas Chanyeol. Dan terjadilah perang tatapan antara Duo Tiang Wu(?).

"YA! Bisakah kalian berhenti melemparkan tatapan seperti itu? Kepalaku pusing melihat kalian berdua. Kalau kalian terus seperti ini, kapan kami akan masuk ke kelas, hah? Lebih baik kita pergi, Soo Baby. Tinggalkan saja kedua tiang itu" kesal Baekhyun sambil menarik tangan Kyungsoo dan keluar dari ruangan Kris.

"YA! Tunggu aku, Baekie, Kyungie. Gara-gara kau, naga jelek" kesal Chanyeol.

"YA! Kenapa kau menyalahkanku? Dasar pepsodent berjalan" balas Kris.

"Aish, sudahlah. Capek ribut denganmu. Lebih baik aku menyusul kedua makhluk mungil itu. Bye" Chanyeol pun menyusul Duo Mungil(?) tersebut.

"YAK! CHANYEOL! BERESKAN DULU RUANGANKU! YAK! Aish, dia sudah pergi. Dasar tiang listrik. Untung kau adikku. Kalau tidak, habis kau. Hah" Kris pun membereskan ruangannya yang berantakan karena aksi kejar-kejaran antara pepsodent berjalan a.k.a Chanyeol dan burung hantu a.k.a Kyungsoo. Poor Kris...

KyungSoo POV

"Aish, tidak bisakah mereka itu tidak bertengkar? Lama-lama aku kuliti juga mereka. Liat aja nanti, akan aku omelin mereka berdua. Seenaknya aja bertengkar di depanku" oceh Baekhyun hyung. Sekarang kami sedang berjalan di koridor menuju kelas. Aku hanya tersenyum mendengar ocehan Baekhyun hyung. Aku sudah terbiasa melihat kedua hyung-ku selalu bertengkar. Mereka selalu bertengkar meskipun karna masalah kecil.

"Sudahlah, Baekie hyung. Seperti tidak tau saja kebiasaan mereka. Percuma sama mengomeli mereka. Pasti mereka akan bertengkar juga" jawabku.

"Tapi Soo Baby. Mereka itu tidak tau tempat kalau mau bertengkar. Untung aja cuma kita berdua saja yang melihatnya. Kalau orang lain gimana? Malu-maluin aja. Dasar tiang listrik berjalan" Baekhyun hyung terus mengoceh di sampingku. Aku hanya diam, tanpa mau menghentikan ocehannya. Samar-samar aku mendengar seseorang memanggil kami. Aku pun menoleh ke belakang dan melihat Chanyeol hyung berlari ke arah kami.

"hosh... hosh.. hosh.. aigoo, kenapa jalan kalian cepat sih? Aku capek mengejar kalian" ucap Chanyeol hyung dengan napas yang terengah-engah.

"Siapa suruh kau lambat, Yeolie" ejek Baekhyun hyung.

"YA! Aku tidak lambat, Baekie. Jalanmu saja yang cepat. Dan tega sekali kau meninggalkan namjachingumu yang tampan ini" aigoo, masih aja Chanyeol hyung narsis. Nasib-nasib punya hyung narsis seperti dia. Apa salahku Tuhan?

Sementara Chanyeol hyung dan Baekhyun hyung adu mulut, aku melihat sekelilingku. Dan pandanganku berhenti pada seorang namja yang tengah duduk di tangga yang tak jauh dari tempat kami sekarang. Kuamati namja itu dengan seksama. Kulitnya yang tan, matanya yang tajam, bibirnya yang seksi... chakaman! Apa aku bilang bibirnya seksi? #Author: ne Soo baby #ditimpuk Kai. Ku akui bibirnya memang seksi, tapi masih seksian bibirku ini. ah, lupakan saja.

Deg...

Mata namja itu tepat mengarah padaku. Tatapannya tajam dan mengunci mataku. Aku tak bisa mengalihkan tatapanku darinya. Matanya seolah-olah menghipnotisku untuk terus menatapnya. Dadaku berdebar-debar. Ya Tuhan, kenapa ini? Tanpa sadar aku berlindung di balik tubuh Chanyeol hyung yang besar. Sadar akan tingkahku yang aneh, mereka berdua berhenti bertengkar.

"Soo baby, kau kenapa?" tanya Baekhyun hyung.

"A... ani hyung. Nan gwenchana" ucapku. Tapi sepertinya mereka tidak mempercayaiku.

"Kau melihat apa, Kyungie? Tanya Chanyeol hyung. Dia pun mengikuti arah pandangku. "oh, kau melihat Kai, ne?" tanya Chanyeol hyung. Aku menoleh ke arah Chanyeol hyung.

"Kai?" beo ku.

"Ne. Nama aslinya Kim Jongin. Tapi dia sering dipanggil Kai oleh teman-temannya" jawab Chanyeol hyung. Aku mengangguk mendengarnya. Kualihkan pandanganku ke Kai, tapi dia sudah pergi.

"Kkaja. Sebentar lagi bel akan berbunyi. Sebaiknya kita cepat-cepat masuk ke kelas" Baekhyun hyung langsung menarikku menuju kelas. Kami pun sampai di kelas tepat sebelum sonsaengnim masuk. Baekhyun hyung menarikku untuk duduk di sampingnya, sedangkan Chanyeol hyung disuruh untuk duduk di belakang meja kami. Kulihat muka Chanyeol hyung yang tidak rela duduk di belakang.

"Ya, Baekie. Kenapa aku duduk di belakang?" protes Chanyeol hyung.

"Terserah aku. Apa kau mau Soo Baby duduk dengan namja lain, eoh?" Baekhyun hyung menoleh ke belakang dan memandang Chanyeol hyung dengan tajam. Chanyeol hyung terdiam. Pasti dia berpikir yang tidak-tidak. Aku menatap Chanyeol hyung dengan malas. Setelah lama terdiam, tiba-tiba dia mengagetkan kami dengat teriakannya.

"MWOOO!? ANDWAEYO! " teriakan Chanyeol hyung membuat kami menjadi perhatian seluruh keras.

"YA! Jangan berteriak di dekatku. Kau mau membuatku tuli, eoh?" Baekhyun hyung membentak Chanyeol hyung karena dia berteriak tepat di dekat telinga Baekhyun hyung.

"Mi mian... Aku refleks berteriak, Baekie" Chanyeol hyung menggaruk tengguknya dengan canggung. Dia menatapku dengan tajam "Kyungie, kau harus berjanji padaku. Jangan biarkan namja-namja mendekatimu. Dan kalau ada yang macam-macam denganmu, lapor saja kepadaku atau Kris hyung"

"Aish, hyung. Aku bukan anak kecil lagi. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Jangan berlebihan" aku memutar mataku dengan malas.

"YA! Aku tidak berlebihan. Kami ingin melindungimu, Kyungie" ucap Chanyeol hyung.

"Aku tahu, hyung. Sangat tahu. Tapi bisakah kalian mempercayaiku? Aku bisa menjaga diriku sendiri" ucapku lirih. Mereka berdua terdiam mendengar ucapanku. Aku bukannya tidak senang dengan perhatian mereka. Tetapi aku merasa seperti anak kecil.

"Kami mempercayaimu, Kyungie. Tapi, kami takut sesuatu terjadi padamu. Kami tak ingin kau tersakiti lagi, Kyung" Chanyeol hyung menatapku sendu. Melihatnya seperti itu, aku jadi merasa bersalah. Selama ini Kris hyung dan Chanyeol hyung sangat perhatian. Mereka melindungiku dan memberiku kasih sayang ketika orang tuaku telah tiada.

"Hyung..." ucapanku terputus oleh kedatangan seonsaengnim.

"Selamat pagi semua" ucap seonsaengnim.

"Selamat pagi Hwang seonsaengnim..." ujar satu kelas.

"Sepertinya kita kedatangan murid baru. Kamu.." seonsaengnim menunjukku "silahkan maju ke depan dan perkenalkan dirimu" aku pun maju ke depan. Kurasakan pandangan semua tertuju padaku. Aku menarik napas dan menhembuskannya pelan-pelan.

"Annyeonghaseyo, Do Kyungsoo imnida. Bangapseumnida yeorobun" bisa kurasakan Baehyun hyung dan juga Chanyeol hyung menatapku tidak percaya. Ya, aku tau kenapa mereka menatapku seperti itu. Karena aku memperkenalkan diri bukan dengan marga WU tapi dengan marga DO. Setelah itu, seonsaengnim mempersilahkan aku untuk duduk dan memulai pelajaran hari ini. Aku menatap mereka berdua dengan tatapan-nanti-akan-aku-jelaskan-. Akhirnya mereka tidak bertanya apa-apa. Tapi aku yakin, mereka akan menanyaiku sampai aku menjawab mereka.

KyungSoo POV END

Author POV

Bel istirahat berbunyi dengan nyaring. Kyungsoo yang masih mencatat pelajaran tadi, ditepuk pundaknya oleh Chanyeol.

"Kyungie, kkaja. Kita ke kantin" ajak Chanyeok.

"Ani hyung. Aku di kelas saja" tolak Kyungsoo. Dia masih terus mencatat di bukunya.

"Eh? Wae?" Chanyeol terkejut mendengar penolakan Kyungsoo.

"Kyungie masih mencatat hyung. Kalian pergi saja duluan"

"Aish, ayolah. Kita ditunggu oleh Kris hyung. Kalau kami datang tanpa bersamamu, kau mau Kris hyung marah, eoh?" kali ini Baekhyun yang membujuk Kyungsoo agar ikut ke kantin.

Chanyeol mengangguk setuju mendengar perkataan namjachingunya"Iya Kyungie. Kau bisa meminjam catatan hyung dan Baekie"

Kyungsoo menoleh "Ani"

Chanyeol mendesah "Hah, baiklah. Kau keras kepala. Kyungie, hyung mau bertanya. Kenapa kau memperkenalkan dirimu bukan dengan marga Wu?"

Deg...

Kyungsoo terdiam mendengar pertanyaan Chanyeol. Dia pun berhenti mencatat. "Ehm... Itu..."

neoui misoe nae maeumi noganaeryeo

nuni majuchyeosseul ttaen

dugeungeoryeo

Ponsel milik Baekhyun berbunyi. Ternyata Kris menelpon. Baekhyun segera mengangkat telpon dari Kris. "Yeoboseyo"

"YA! Kalian di mana? Kami menunggu kalian" terdengar suara Kris yang berteriak.

Baekhyun menjauhkan ponselnya. Telinganya berdenging mendengar teriakan Kris. "Aish hyung. Jangan berteriak. Kami masih di kelas. Kyungsoo tidak mau ke kantin"

"MWO!? Wae?"

"Dia masih mencatat pelajaran hyung"

" Aku tidak mau tahu. Kalian harus ada di kantin sekarang juga"

"Aish, baiklah. Bye hyung"

"Hn. Jangan lama"

"Aish, ne" Baekhyun pun menutup telponnya. "Kau dengar Soo Baby? Kris hyung menyuruh kita ke kantin sekarang"

Kyungsoo menatap Baekhyun "Tapi hyung…"

"Tidak ada tapi-tapian. Kkaja"Baekhyun dan Chanyeol segera menyeret Kyungsoo ke kantin khusus. Kantin khusus adalah tempat yang hanya bisa didatangi oleh Wu bersudara dan orang-orang terdekat mereka saja. Selain mereka, orang lain tidak boleh masuk tanpa izin dari Kris. Kris sengaja membuat kantin khusus karena dia tidak mau waktu istirahatnya diganggu oleh yeoja-yeoja atau namja-namja yang menatap mereka lapar. Chanyeol dan Baekhyun mengabaikan murid-murid lain yang melihatnya menyeret seorang murid baru. Tentunya mereka tidak tahu kalau murid baru itu adalah adiknya Chanyeol. Selama perjalanan mereka diam saja. Tak ada satu kata pun yang keluar. Akhirnya mereka sampai di kantin khusus.

"KYUNGSOO-YA!"

TerongBawangCabe

Keterangan:

Kris, Luhan, Minseok, Suho kelas 3

Kyungsoo, Chanyeol, Baekhyun, Jongdae, Yixing kelas 2

Sehun, Kai, Tao, Krystal kelas 1

Annyeong, perkenalkan aku Kang Hyun Yoo. Masih newbie jadi maklum kalau agak gimana-gimana gitu ceritanya. Hahah #abaikan

Sebelum itu, MINAL AIDIN WAL FAIDZIN YEOROBUN~~~ Mianhae baru update sekarang. Hyun datang bawa Loving You Chapter 1 nih. Semoga pada suka ya? Lalu, jangan panggil Hyun Author. Hyun masih newbie. Panggil aja Hyun ne? Sebenarnya ff ini udah lama ngerem di laptop tapi belum sempat di publish jadi baru sekarang deh publishnya. Awalnya ff ini Hyun buat untuk adik yang request couple KyuSeo tapi karna ndak dapat feel couple itu jadi castnya aku ubah deh jadi Kaisoo. Sempat ndak ada mood buat lanjutin. Apalagi sejak berita Kris dan Luhan yang out dari EXO. Namun aku merasa harus ngelanjutin ff ini. Jadi aku putuskan untuk ngelanjutin ff ini deh.

Gimana? Gimana? Sudah bagus kah? Hyun udah kasih Kaisoo moment nih. Walau dikit dan sebentar sih. Untuk Hunsoo dan Hansoo momentnya, yang sabar ya? Hyun masih mau nyembunyiin Sehun dan Luhan dulu di lemari. Ada yang bingung kenapa Kyungsoo bisa satu sama-sama kelas dua seperti Chanyeol dan Baekhyun? Alasannya karna Kris yang mengaturnya. Kris tidak ingin adiknya didekati dan diganggu oleh namja dan yeoja sehingga membuat Kyungsoo satu kelas dengan Chanbaek couple deh. Terakhir…

Review juseyo~~~ Hyun butuh saran atau kritik yang bisa buat Hyun lebih baik lagi. Oke?

Thanks to:

SooieBabyUke, Baby Crong, ViraHee, kyungsooxeveryone, Nurfadillah, Taufikunn9, kaisooship, JongInDo, Guest1, dan silent reader yang telah menyempatkan membaca ff ini.