Title: Forever?
Main Cast: Sehun (yeoja), Kai, Kris, Luhan dan member lainnya
Pairing: KaiHun/Sekai, KrisHun, HanHun
Rated: T
Genre: Drama, romance, friendship and angst (?)
Warning: Genderswitch, Typo(s), gaje, dll
Disclaimer: semua cast milik tuhan dan dirinya masing-masing. Tapi sehun dan ff ini punya saya #digampar
Btw, chapter ini lumayan panjang lho. Eh, 2k word itu termasuk panjang gak sih? #plakk
.
.
Sehun sudah sangat lelah, dia buru-buru menuruni tangga. Tapi saat dipertengahan anak tangga dia tidak sengaja menabrak orang.
"Maaf" sehun membungkukan badannya.
"ne gwencha- HEI! KAU YANG TADI MENGINJAK KAKI KU KAN?"
Chapter 2
Suara berat itu membuat kepala Sehun mendongak. Ternyata itu adalah si tower yang tadi kakinya sehun injak.
Sehun kesal, sebenarnya ia malas meladeni orang ini. "bisakah kau minggir?
Raut wajah orang itu memerah seperti menahan amarahnya. "KAU BELUM MENJAWAB PERTANYAANKU, PUCAT!"
"YA! SIAPA YANG KAU SEBUT PUCAT? TOWER!..Iya, memang aku yang menginjaknya! Itu semua salahmu! Mengapa kau menertawakanku dan bilang aku ini anak TK, huh?!" sehun menatap berani wajah yang ada dihadapannya saat ini.
Namja itu melihat dasi sehun yang terdapat satu garis dibawahnya pertanda kalau sehun masih tingkat dua. Ya, di kyunghee HS membedakan dasi para murid sesuai dengan tingkatannya.
Murid Tingkat pertama memakai dasi warna hitam polos, murid tingkat dua memakai dasi warna hitam dengan satu garis melintang berwarna merah dibawahnya, dan murid tingkat akhir memakai dasi hitam dengan dua garis melintang berwarna merah dibawahnya.
"YA! DASAR HOOBAE TIDAK SOPAN! AKU INI SUNBAEMU!" lalu tower itu menunjuk dasinya sendiri yang berwarna hitam dengan dua garis melintang dibawahnya.
Sehun menautkan alisnya "MEMANGNYA KENAPA KALAU KAU SUNBAEKU?!" ucap sehun tanpa rasa takut.
Manusia tower itu menggertakan giginya, terlihat dia sedang marah besar "YA! KAU...! AKU AKAN MEMBALASMU!"
kaki namja itu berusaha menginjak kaki sehun, tapi sehun menghindar. Dan sehun juga berusaha untuk menginjak kaki namja itu. begitu seterusnya.
Namja yang dipanggil tower oleh sehun, memegang pundak gadis itu. dan sehun juga memegang pundak namja itu. Mereka saling mendorong bahu satu sama lain ditengah-tengah tangga sambil melemparkan cacian. Dengan jarak mereka yang sangat dekat, orang-orang pasti menyangka mereka sedang bermesraan. Sampai sebuah suara
"YA! APA YANG KALIAN LAKUKAANN?!"
Teriakan tersebut membuat kedua orang yang sedang dorong-mendorong bahu itu pun berhenti, lalu mereka menoleh kearah sumber suara tanpa melepaskan pegangan yang ada di bahu lawannya.
Mata mereka berdua membulat dan mereka menarik tangan mereka sendiri yang ada di bahu lawannya, begitu tahu bahwa wanita tua yang ada dihadapan mereka adalah seorang guru. Ya, terlihat dari pakaiannya.
Sehun bergidik begitu melihat wanita yang ada didepannya. Wanita itu berwajah galak dan membawa sebuah penggaris panjang yang terbuat dari kayu. Sudah bisa ditebak, pasti dia adalah salah satu guru killer disekolah ini.
Tiba-tiba guru itu menatap tajam kearah namja tower yang ada disamping sehun "HEY, KRIS WU! Kenapa kau masih disini?! Bel masuk sudah berbunyi dan aku yakin kau tidak tuli, tuan WU! -" Ucap si guru killer sambil menunjuk-nunjuk kris –namja tower- menggunakan penggaris yang ia bawa. "-Sebagai anggota osis, kau seharusnya memberi contoh yang baik... blablabla"
Sehun memasang wajah jijik melihat sang guru memarahi Kris dengan salivanya yang muncrat kemana-mana. Dan sehun yakin, wajah kris si tower sunbaenya itu sudah berlumuran saliva dari guru itu. Euwwhh...
"Dan KAU!" sehun terlonjak dan menoleh karna merasa guru itu memanggil sehun.
"N-ne sonsaengnim?"
"Aku belum pernah melihatmu! Apa kau murid baru itu?" guru itu menunjuk-nunjuk sehun menggunakan penggarisnya tepat di depan hidung sehun, membuat sehun sedikit memundurkan wajahnya.
"Benar sonsaengnim"
"lalu mengapa kau tidak keruang kepala sekolah?! Kepala sekolah sudah menunggumu dari tadi, kau tahu?!"
Sehun tersenyum penuh arti, lalu memasang puppy eyes andalannya "ini semua karna sunbae ini sonsaengnim! Dia menghalangi jalanku!" sehun menghentak-hentakan kakinya dengan imut, dan jangan lupakan bibirnya yang dipoutkan.
Tingkah imut sehun membuat dua orang itu –Kris dan lee sonsaengnim- terdiam selama tiga detik. Mereka terpesona dengan keimutan sehun.
Lee sonsaengnim berdehem "Apa benar begitu kris wu?!"
Mulut kris sudah terbuka ingin menjawab, tapi sehun buru-buru menyelanya
"benar sonsaengnim! Bahkan sunbae ini berusaha menginjak kaki ku" sehun memasang wajah sedih yang dibuat-buat membuat kris mendecih.
"YA! Sebagai anggota osis, seharusnya kau mengantar yeoja ini ke ruang kepala sekolah! Bukan menghalanginya!-"
Sehun terkikik kecil melihat kris hanya menunduk. "-kalau begitu kau harus dihukum kris wu! Setelah ini kau harus keruanganku!"
"M-MWO?! T-tapi ... tapi.." Mata kris membulat sempurna, seumur hidupnya selama ia menuntut ilmu, kris tidak pernah di hukum karna kris adalah siswa yang disiplin dan menaati peraturan.
"tidak ada tapi-tapian tuan wu!" lee sonsaengnim pun menuruni tangga. Sehun segera menyusul guru itu setelah menjulurkan lidahnya kearah kris, berniat untuk mengejek namja itu.
Astaga! Kris sangat kesal kepada yeoja yang mirip mini mouse –karakter kartun disney- tadi. Ya,menurut kris yeoja itu seperti mini mouse karna tatanan rambutnya. Hanya bedanya, yang terdapat di kedua sisi kepala mini mouse itu adalah telinganya, sedangkan yang ada di kedua sisi kepala yeoja tadi adalah rambutnya. Kris menggerutu sambil menggertakan giginya.
Dan Akhirnya ia melampiaskan kekesalannya dengan cara menggigit pegangan tangga (?)
.
.
Sehun sudah bertemu dengan siwon sonsaengnim –kepala sekolah kyunghee HS- . dan sekarang Sehun mengekor dibelakang seorang guru yang sedang berjalan kedalam sebuah kelas. guru itu bilang ia adalah wali kelas sehun. Sehun berhenti berjalan karna sang guru juga berhenti. Sehun menoleh, dia mendapati dirinya sedang berada didepan kelas.
Matanya melihat ke seluruh isi dari kelas ini. Mengamati satu persatu murid yang mulai sekarang jadi teman sekelasnya. Sehun kesal begitu tahu murid-murid yang ada dikelas ini terkikik, ada yang menahan tawa, bahkan ada yang tertawa terang-terangan. Mengapa mereka seperti itu? Kalian pasti sudah tahu jawabannya. Gaya rambut sehun.
Tiba-tiba mata sehun berhenti di satu titik. Manik mata sehun langsung menatap ke wajah seorang namja yang sangat amat ia rindukan. Namja itu pun menoleh dan sedikit tersentak. tapi namja itu buru-buru memasang wajah datar. namja itu membalas menatap sehun sehingga mata mereka bertemu.
Waktu seakan terhenti, sehun masih menatap mata itu dalam-dalam. Ia ingin berlari menghampiri namja itu dan berkata bahwa ia sangan merindukan namja itu. Tapi, bagaimana bila namja itu tak mengingat sehun? Tidak! Pasti namja itu mengingat sehun, ya sehun yakin.
Sehun bersyukur karna akhirnya ia bertemu dengan namja itu, setelah bertahun-tahun mencarinya. seperti kata seorang tokoh terkenal 'Jika kau sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka kau akan menemukannya'- Oscar Wilde (saya edit sedikit)
Masih dengan kontak mata yang terjalin, sehun mengangkat sudut bibirnya sehingga membentuk sebuah senyuman. Lalu ia berbisik
"Aku menemukanmu, Kkamjongie!"
.
.
.
.
Sehun mendengus melihat papan tulis yang penuh berisikan rumus trigonometri. Sehun melihat sekelilingnya, hampir semua murid mencermati seorang guru yang sedang menjelaskan rumus, sesekali murid itu mencatat apa yang dikatakan gurunya.
Tapi sehun tidak seperti itu. Untuk apa mencatat jika kau sudah mengerti dan sangat memahami pelajaran itu. Ya, sehun sudah mengerti dan memahami semua pelajaran yang dipelajari di sekolah menengah atas. Nampaknya, sehun harus berterima kasih kepada oh baekhyun kakaknya yang super jenius itu, dan jangan lupakan mantan guru privatnya yang sangat tegas.
Sehun melirik jam tangannya. Dia bahagia saat mengetahui bel istirahat pertama sebentar lagi akan berbunyi. Sehun sudah tidak sabar ingin berbicara dengan jongin.
Nengnengnongneng~ (anggap aja suara bel)
Sehun dan murid-murid lainnya bersorak gembira. Gadis berkulit pucat itu buru-buru merapihkan buku-bukunya dan memasukkannya kedalam tas.
Sehun melirik jongin, dan dia melihat jongin berjalan keluar dari kursinya. Sehun panik, ia ingin keluar tapi tidak bisa karna ada xiumin. Ya, Sehun duduk dipojok dekat jendela sehingga jika ia mau keluar dari tempat duduknya, ia harus menunggu xiumin keluar.
"Xiumin? Bisakah kau minggir sebentar?" sehun bertanya dengan hati-hati
"sebentar sehunna" xiumin masih menulis sambil matanya sesekali melihat kepapan tulis. Sehun melirik jongin yang ternyata sudah berjalan tepat di pintu kelas. Sehun panik, ia harus berbicara dengan jongin!
"xiuminiie.. jebal!"
"sebentar lagi sehunna" xiumin masih tak beranjak.
Satu lagi fakta yang sehun ketahui tentang xiumin, selain yeoja itu sangat mencintai bakpao (?), dia juga tidak bisa di ganggu saat sedang menulis.
Sehun menggigiti kukunya sambil berpikir. Tiba-tiba sehun berjongkok dan merangkak di kolong meja untuk berusaha keluar, dan itu menyebabkan meja yang bergoyang dan xiumin yang memprotes. Setelah sampai diluar tempat duduknya, sehun berdiri dan berlari keluar kelas.
"KIM JONGIN!" mata sehun mencari-cari namja berkulit eksotis itu di tengah koridor yang berisi lumayan banyak siswa.
"Kim jongin!"
"Kim Jong-" tiba-tiba sehun tersentak saat ada yang menyentuh bahunya.
Sehun berpikir yang menepuknya adalah jongin. Dia pasti mengingat sehun dan ingin mengajak sehun ke kantin bersama. Sehun tersenyum lebar lalu berbalik. Seketika senyumannya luntur beralih menjadi tatapan bingung saat seorang namja dengan senyum malaikat berdiri di hadapannya.
"Apa kau oh sehun si Murid baru?" namja itu bertanya dengan ramah.
"ne. Kau siapa?" sehun menatap namja itu bingung.
"aku ketua osis, namaku kim jun myeon atau suho. aku dari kelas dua belas" suho menjulurkan tangannya dan sehun menjabatnya.
"kepala sekolah menyuruh ku untuk mengajakmu berkeliling kyunghee HS, dan menjelaskan ruangan-ruangan yang ada di sekolah ini. Kajja!"
Sehun ingin memprotes tetapi tangan namja itu sudah terlebih dahulu menarik sehun untuk mengikutinya.
.
.
Sekarang Sehun dan suho berada di lantai lima yang terdapat lapangan indoor, labolatorium, ruang tari, ruang musik dan kolam renang.
Sehun akui, sekolah ini memang besar. Di lantai satu terdapat ruang kepala sekolah, ruang guru, tata usaha dan lain-lain. Di lantai dua terdapat kelas-kelas dari murid tingkat satu. Di lantai tiga terdapat kelas-kelas dari murid tingkat dua. Lantai empat terdapat kelas-kelas dari murid tingkat tiga. Dan di lantai lima terdapat ruangan-ruangan yang mendukung kegiatan ekskul. Sementara kantin memiliki gedung sendiri.
Sehun melihat mendengarkan suho yang sedang menjelaskan tentang ruangan musik.
"YA! SUHOOO!" teriakan itu membuat kedua orang itu menoleh. Sehun menatap bingung seorang yeoja yang sedang berjalan cepat dengan jarak lumayan jauh darinya. Dan suho menegang.
"SUHOO! MENGAPA KAU TIDAK MENANDANGI KERTAS DARI KEPALA SEKOLAH, HUH?! KAU TAHU? AKU YANG DIMARAHI GURU-GURU MENYEBALKAN ITU. MENTANG-MENTANG KAU KETUA OSIS DAN AKU WAKILNYA!" yeoja itu berjalan sangat cepat sambil menggerutu.
"Y-Yixing!... err.. a-anu .. aku-"
"KAU APA?! DIAM DISITU, KARNA AKU AKAN MEMATAHKAN LEHERMU!"
Sehun dapat mendengar suho menelan salivanya dengan susah payah.
"aku harus kabur!" suho berlari sambil menarik tangan sehun. Sehun menggerutu.
"YA! JANGAN LARI KAU KIM JUNMYEON"
.
.
Sehun berdiri di depan sebuah pintu bertuliskan 'lapangan indoor' . tadi sehun diajak berlari oleh suho dan setelah suho merasa yixing tidak mengejarnya lagi, suho menghentikan acara berlari mereka. Lalu suho meminta maaf kepada sehun dan meninggalkan sehun dengan alasan bahwa ia harus menemui kepala sekolah untu menandatangani sebuah surat yang sehun tidak tahu apa itu.
Sehun merasa kepalanya berdenyut lagi, ini pasti karna ia telat meminum obatnya, karna suho yang beberapa menit kebelakang selalu menempel pada sehun sehingga sehun tidak bisa meminum obatnya. Ya, sehun tidak bisa meminum obatnya sembarangan jika tidak ingin penyakitnya di ketahui orang lain yang ada disekolah ini.
Sehun membuka pintu itu dan melangkah masuk ke dalamnya, sepertinya tidak ada orang. Sehun mengeluarkan pil nya dan bersiap meminumnya, tetapi..
"AWASSS!"
JEDUAGH (?)
BRUKKK
"Akh..."
.
.
.
Namja bermata rusa itu terus berlari dengan sebuah botol kecil berisikan pil-pil yang katanya adalah sebuah vitamin dan air minum kemasan di tangan kirinya menuju lantai lima. Dasi berwarna hitam dengan dua garis di bawah yang ia pakai ikut bergoyang seiring dengan langkah kaki itu. Dalam hati dia meruntuki dirinya sendiri, mengapa bisa ia menendang bola kaki itu ke arah seorang yeoja sampai yeoja itu tersungkur sampai pil-pil -yang kata yeoja itu adalah vitamin- berserakan dilantai.
Namja bermata rusa itu sedikit bingung. Kenapa yeoja itu merintih sambil memegang kepalanya? Hey, bola itu mengenai bahunya. Bukan kepalanya.
Tapi luhan merasa bertanggung jawab. Maka luhan menuruti yeoja itu pada saat sang yeoja meminta tolong kepada luhan untuk mengambil obat –yang katanya vitamin- lain yang berada di dalam tas si yeoja. Luhan segera berlari keluar lapangan indoor setelah sang yeoja memberi tahu letak kelas dan tempat duduknya.
Luhan telah memasuki lapangan indoor itu dan segera mendekati seorang yeoja dengan tatanan rambut lucu yang sedang duduk di kursi penonton, yeoja itu memegang kepalanya sendiri dengan kedua tangan. Luhan menyerahkan obat dan air minum itu kepada yeoja yang ia tidak ketahui namanya. Yeoja itu mengambil obat dan air mineral yang luhan berikan setelah berterima kasih, lalu ia meminumnya.
Luhan duduk disamping sehun dan memandangi sehun yang sedang menutup matanya itu agak lama. mereka terdiam cukup lama sampai si yeoja memecah keheningan.
"sunbae, bolehkah aku pinjam pahamu?" ucap sehun dengan suara serak sambil masih memejamkan matanya.
Luhan tersentak. ini salahnya juga karna telah menemper sehun dengan bola. Walaupun tidak sengaja.
"s-silahkan".
Sehun langsung menidurkan dirinya dengan kepala yang berada di paha luhan dan sehun meluruskan kakinya di kursi penonton. Sedangkan kedua tangannya berada di atas perutnya sendiri.
Sehun masih memejamkan matanya, menunggu rasa sakit di kepalanya menghilang.
Dan luhan memandangi sehun dengan debaran aneh yang muncul dari jantungnya. Luhan tersenyum melihat wajah damai itu.
Tetapi entah mengapa luhan merasa wajah itu seperti wajah seseorang. Seseorang yang sangat luhan sayangi. Tanpa sadar mulut luhan terbuka, berusaha menggumamkan sebuah kata dengan sangat lirih
"eomma..."
.
.
.
TBC
A/N
Hallo, bertemu lagi dengan deb wkwk
Terungkap sudah siapa itu si tower. Abang kris wu, aaaa~
Maaf untuk para penggemar kris, disini dia deb bikin aneh. Karna di ff lain, kris selalu bersifat dingin, keren, mempunyai banyak fans. Tapi disini berbeda.
Mari kita bayangkan kris yang memakai behel, dengan rambut nya yang klimis dan dibelah tengah, celananya yang dipakai diatas pusar, kemeja yang di kancing sampai atas, dan sebuah blazer melekat ditubuhnya. #dibunuhpenggemarKris
Tapi tenang aja, karna saya fansnya kris juga, maka kris bakal saya ubah jadi keren kok hehehe
akhirnya sehun ketemu kkamjong.. yeay~
Dan Astaga! sehunna kasian banget ke temper bolanya luhan. #deblebay
Ngomong-ngomong fanfic ini ot12 yaa
Untuk yang sudah memfollow, memfavorit dan mereview, saya ucapkan terima kasih. Dan saya juga terima kasih kepada siders, kalau ada kesempatan tolong tinggalkan jejak yaa^^.
Maaf jika ceritanya aneh dan membosankan. Saya masih belajar :-D
Sampai jumpa di chapter depan^^ . /lambailambaitangan
Balasan review:
Arcan'sGirl : kita liat nanti ya hehehe..
Urikaihun : hunnie sakit karna cintanya gak aku balas /ga. Doain aja mudah-mudahan kainya inget
: sekarang udah tau kan? Ini udah dilanjut
: pingin cubit pipi thehun rasanya, ugh. Terlintas gitu aja di otak saya, jadi mereka saya pasangin aja wkwk. Mudah-mudahan aja enggak
Daddykaimommysehun : ini udah lanjut ya
Nagisa Kitagawa : rambutnya sehun lucu, jangan dibayangin wkwk. Ini udah lanjut ya
Kihae forever : ini udah lanjut ya
Mr. Jongin albino : maaf, itu bukan jongin hehe. Ini udah lanjut ya
Maaf jika ada yang tak tersebut
Sekali lagi...
Review ?
