The Chance…

.

"Kyungsoo ahjussi~!" Zhuyi berlari menuju pemuda bermata besar itu sambil merentangkan kedua tangannya.

"Aaa~ Zhuyi!" Pemuda bernama Kyungsoo itu berjongkok agar mensejajarkan tingginya dengan tinggi Zhuyi. Dengan cepat Zhuyi memeluk tubuh Kyungsoo dengan erat.

"Ahjussi, Zhuyi rindu sekali dengan Kyungsoo ahjussi." Ujar Zhuyi dengan nada manjanya.

"Jinjja? Ahjussi juga sangat merindukan Zhuyi." Kyungsoo juga memeluk erat Zhuyi dan mencium gemas pipi Zhuyi. Kyungsoo melepaskan pelukannya dan beralih memeluk seorang pemuda bertubuh tinggi.

"Aku merindukan mu Tao-ya." Kyungsoo memeluk erat tubuhnya.

"Aku juga merindukan mu hyung." Tao membalas pelukan Kyungsoo.

"Sudah lama kau tidak kemari."

"Aku sibuk mengurus café ku hyung. Hyung juga sudah lama tidak mampir ke tempatku."

"Hehehe iya juga ya,… Ayo masuk." Kyungsoo mempersilahkan mereka untuk masuk ke rumahnya.

Tao dan Zhuyi telah sampai di kediaman Kyungsoo, sahabat baik sekaligus hyung bagi Tao. Akhir-akhir ini mereka jarang bertemu karena kesibukan masing-masing, Tao yang mengurus cafenya dan Kyungsoo yang sibuk kuliah sekaligus mengurus toko kue eommanya. Awal persahabatan mereka adalah saat Tao dan Zhuyi sering mampir ke toko kue milik eomma Kyungsoo. Tetapi karena Tao yang hampir selalu sibuk dengan urusannya membuat Tao terkadang sering meninggalkan café karena rengekan Zhuyi yang selalu meminta Tao untuk pergi ke toko kue tersebut, padahal saat itu café Tao masih kekurangan pegawai dan mengharuskannya juga ikut mengambil bagian di café. Dan pada saat itulah Kyungsoo dengan senang hati memberikan nomor ponselnya kepada Tao, karena Kyungsoo telah tahu masalah Tao saat itu. Dan pada saat itulah Tao sering delivery kue. Tapi lama-kelamaan mereka tidak hanya membicarakan tentang 'delivery' saja, mereka juga saling mengobrol tentang kehidupan mereka masing-masing dan menjadi sangat dekat. Dan Kyungsoo adalah satu-satunya orang yang paling mengetahui kehidupan Tao dan Zhuyi selama ini.

Kini mereka bertiga tengah berada di dapur untuk membuat kue yang diinginkan Zhuyi.

"Zhuyi dapat nilai A ya di kelas?"

"Hehehe, iya ahjussi."

"Waah, daebak! Nanti ahjussi buat kue cokelat yang paaaaling…. Enak untuk Zhuyi."

"Yeeee! Yang banyak ya cokelatnya."

"Iya, nanti ahjussi kasih banyak cokelat di kuenya Zhuyi"

"Yeeee! Banyak cokelat!" Riang Zhuyi.

"Zhuyi tunggu di depan dulu ya. Mommy mau bantu kyungsoo ahjussi buat kuenya."

"Oke mom." Zhuyi berlari kecil ke depan menuju ruang tengah yang terdapat sebuah televisi berukuran besar yang sedang menayangkan kartun pororo, salah satu kartun favorit Zhuyi.

"Maaf ya hyung, kalau kedatangan kami membuat waktu mu jadi terganggu"

"Hei, jangan bilang seperti itu. Aku senang sekali bisa membuatkan kue cokelat untuk Zhuyi. Lagi pula ini adalah hadiah untuk Zhuyi karena telah rajin belajar."

"Gomawo hyung… Zhuyi suka sekali dengan kue cokelat buatanmu. Dia ketagihan saat hyung memberikan kue cokelat pada ulang tahunnya yang ke lima dulu.

"Waaah.. Jinjja? Aku senang sekali jika Zhuyi suka dengan kue buatanku. Biasanya aku hanya membuatnya jika aku ingin, dan hanya aku sendiri yang memakannya sampai habis. Dan sekarang aku senang jika Zhuyi menyukainya." Pria bermata besar itu mulai mengambil bahan-bahan untuk membuat kue cokelat.

"Aku boleh bantu hyung? Aku ingin belajar membuat kue." Sepertinya Tao mulai tertarik untuk membuat kue.

"Tentu! Tolong ambilkan telur dan tepung di sana." Kyungsoo menunjukkan arahnya.

"Hem." Tao mengambil bahannya dan mulai memasukkannya ke dalam wadah.

.

.

"Zhuyi…! Kuenya sudah siap!" Teriak Kyungsoo yang berjalan ke arah ruang tengah sambil membawa sebuah kue yang cukup besar.

"Waaah! Kuenya besar sekali!" Zhuyi kegirangan saat kue cokelat lezat yang berukuran besar itu ada di hadapannya.

"Bilang apa pada Kyungsoo ahjussi?"

"Kamsahamnida Kyungsoo ahjussi!"

"Ne, cheonmaneyo. Zhuyi juga harus berterimakasih pada mommy, dia juga membantu ahjussi membuat kue cokelatnya loh."

"Jinjja! Xie xie mom!" Zhuyi memeluk ke dua paha Tao yang sedang berdiri di samping Kyungsoo.

"Heem.. Cha! Ayo di makan kuenya." Tao mengelus surai hitam halus milik Zhuyi.

"Hanya Zhuyi yang makan kuenya? Mommy dan Kyungsoo ahjussi juga harus makan kuenya. Kue cokelatnya besar sekali. Zhuyi gak bisa makan kuenya sendiri."

"Hahaha iya Zhuyi, kita makan kuenya bersama-sama. Biar ahjussi yang memotong kuenya ya?" Dengan cepat Zhuyi menganggukkan kepalanya. Mereka segera duduk di sebuah sofa yang berada di depan televisi. Kyungsoo memotong kue cokelat itu menjadi potongan yang kecil dan menaruhnya di piring. Zhuyi adalah orang pertama yang mendapatkan potongan kue. Setelah mendapatkan kuenya, Zhuyi berjalan ke arah depan dan duduk di sebuah karpet berbulu cokelat. Zhuyi menyantap dengan lahap kuenya sambil menonton kartun pororo yang masih tayang.

.

"Tao-ya"

"Ne hyung?" Tao melirik ke arah Kyungsoo.

"Hmm… Apakah.. Zhuyi masih bertanya tentang daddy nya?" Bisik Kyungsoo agar tidak di dengar oleh Zhuyi.

"Ani." Tao menggelengkan kepalanya.

"Dia jarang bertanya tentangnya lagi." Lanjutnya.

"…Jika dia bertanya tentang daddy nya lagi,… Apa yang akan kau katakan?"

"Seperti biasa, aku akan bilang kalau dia pergi jauh untuk bekerja."

"Kau hanya bilang seperti itu padanya? Aku yakin dia masih bertanya banyak denganmu."

"Hem, tentu saja. Dia cerewet sekali jika bicara tentang daddy nya. Kadang-kadang dia sering membuatku pusing karena tidak bisa berkata apa-apa lagi padanya." Tao hanya tersenyum miris saat mengingat Zhuyi yang tak bisa diam jika bertanya tentang keberadaan 'daddy'nya

"Apa kau tahu… dia pergi ke mana?" Tanya kyungsoo penasaran.

"Aku tidak tahu." Tao menatap kosong ke arah depan. Kyungsoo bisa melihat dengan jelas mata Tao yang menyiratkan rasa rindu yang mendalam kepada sosok laki-laki itu.

"Sudah lima tahun lamanya, kami tidak pernah berjumpa lagi. Jujur aku sangat merindukannya, begitu pun dengan Zhuyi. Bahkan setiap malam, saat sebelum dia tidur. Zhuyi tidak pernah lupa berdoa untuk daddy nya." Lanjut Tao yang kini menatap Zhuyi yang masih asyik menonton.

.

"Kau… Masih mencintainya?" Tao menatap mata besar Kyungsoo, lalu dia tersenyum lembut kepadanya.

"Ya, aku masih mencintainya. Setiap hari rasa cinta itu semakin tumbuh walaupun dia tidak berada di sampingku dan Zhuyi. Aku sangat yakin kalau dia masih mencintai aku dan Zhuyi. Dan aku yakin dia akan kembali, karena dia telah berjanji padaku." Ujar Tao dengan sangat yakin. Kyungsoo menepuk pelan bahu Tao.

"Aku akan berdoa agar dia cepat kembali kepada kalian berdua."

"Gomawo hyung." Kyungsoo menganggukkan kepalanya. Mereka berdua terdiam dan melihat acara televisi yang sekarang menayangkan promosi iklan.

"Tao-ya." Kyungsoo mulai memecahkan keheningan di antara mereka.

"Ya?"

"Namja yang sering kau ceritakan itu… Masih sering mengganggu mu?"

"Oh~ Anak itu. Ya seperti biasa hyung. Padahal sudah ku bilang beberapa kali padanya untuk berhenti mengganggu ku dan lebih baik urusi saja sekolahnya. Dia sungguh menyebalkan." Rengut Tao.

"Apa kau tidak berpikir untuk… Mencari 'daddy baru' untuk Zhuyi?" Goda Kyungsoo.

"Haha! Maksud hyung anak ingusan itu yang hyung maksud? Ha! Yang benar saja! Bahkan dia masih sering bersikap kekanak-kanakan. Aku tak mau." Tao menyilangkan kedua tangannya sebal.

"Hahaha~! aku hanya bercanda Tao ya~" Kyungsoo memeluk leher Tao dari samping dan mengelus lembut rambut cokelat Tao sayang. Kemudian mereka kembali mengobrol sambil menikmati kue cokelat buatan mereka.

"Hei, lihat Zhuyi." Tunjuk Kyungsoo pada Zhuyi yang tiba-tiba telah tertidur pulas di depan televisi. Tak terasa jika waktu telah lama berlalu hingga langit mulai gelap.

"Aigoo… Dia sampai ketiduran." Dengan sigap Tao menggendong Zhuyi ala koala dan membiarkan Zhuyi tertidur dalam gendongannya.

"Biar aku yang membungkus sisa kue cokelatnya." Kyungsoo mengambil sisa kue cokelatnya dan membawanya ke belakang untuk membungkusnya agar bisa Tao bawa pulang ke rumah.

"Ini." Kyungsoo memberikan bungkusan itu kepada Tao yang masih setia menggendong Zhuyi yang masih tertidur.

"Gomawo hyung. Aku pulang dulu ya hyung, besok Zhuyi sudah harus pergi ke sekolah dan aku harus segera menutup café."

"Hem, baiklah hati-hati." Kyungsoo mengantarkan Tao dan Zhuyi sampai ke depan pintu rumah.

"Pelan-pelan saja bawa mobilnya, kasihan Zhuyi sudah tertidur pulas."

"Baik hyung. Bye hyung!"

"Bye Tao."

Tao dan Zhuyi memasuki mobil mereka. Tao menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang dan meninggalkan Kyungsoo sendiri di rumahnya.

.

.

.

.

"Zhuyi.. Zhuyi...Bangun sayang." Tao menepuk pelan pipi Zhuyi. Mereka telah sampai di café mereka atau rumah mereka. Café mereka telah sepi pengunjung karena terdapat tulisan 'close' di depan pintu café.

"Ekhhmm… Hoam~ Kita di mana mommy?" Zhuyi mengucek matanya lucu.

"Kita sudah sampai di depan rumah sayang."

"Oooh…Kue! Kue cokelat nya mana mom?!" Zhuyi memasang wajah paniknya sambil mencari-cari kue itu di sekitarnya.

"Mommy bawa kok sayang, kue cokelatnya ada di belakang."

"Haaah~ Zhuyi kira kue cokelatnya gak di bawa. Hehehe." Lega hanya tertawa kecil saat melihat Zhuyi yang memasang ekspresi lucunya tadi.

"Ayo turun, Zhuyi harus segera tidur, besok kan Zhuyi sekolah. Zhuyi masih mengantuk? Mau mommy gendong sampai ke kamar?"

"Gak usah mom, nanti mommy capek."

Hmm.. mommy yang bawa kuenya."

"Ya mom." Zhuyi membuka pintu mobil dan berjalan masuk ke pintu café. Tao segera menyusul sambil menenteng bungkusan sisa kue cokelatnya Zhuyi. Saat mereka membuka pintu café, pegawai café Tao, Jungkook menyambut kedatangan mereka.

"Waah~! Zhuyi dan Hyung sudah pulang."

"Hehehe nde~ Melelahkan sekali. Mana yang lain?" Tao melihat sekeliling café yang telah sepi dan hanya meninggalkan Jungkook sendiri di café.

"Yang lain sudah pulang. Mereka sudah menyiapkan tugas mereka. Aku menunggu kalian pulang."

"Haah~ Jungkook-ah, maafkan aku jika kau menunggu lama."

"Tidak kok hyung, mereka baru saja pulang. Aku juga baru menunggu mu pulang hyung."

"Terimakasih banyak Jungkook-ah."

"Ya, sama-sama hyung… Zhuyi-yah~ Ada yang memberikan Zhuyi hadiah loh.." Jungkook sedikit menundukkan tubuhnya saat berbicara dengan Zhuyi.

"Jinjja?! Mana hyung?" Zhuyi kegirangan saat dia mendapatkan hadiah lagi.

Jungkook berjalan ke arah meja dan mengambil sesuatu di laci.

"Ini dia, Spiderman!" Jungkook memberikan miniatur spiderman tersebut kepada Zhuyi. Zhuyi mengambil benda itu dengan tatapan yang berbinar-binar.

"Dari siapa Jungkook? Dari mu?" Tanya Tao penasaran.

"Bukan dari ku."

"Jadi dari siapa Jungkook hyung?" Tanya Zhuyi yang penasaran.

"Dari….." Jungkook menatap Tao dengan seringainya.

.

.

.

"Sehun ahjussi!"

Setelah mendengar jawabannya Tao memasang wajah masamnya.

"Waah… Sehun ahjussi baik sekali! Besok Zhuyi harus bilang terimakasih pada Sehun ahjussi. Terimakasih Jungkook hyung! Udah jaga spidermannya sampai Zhuyi pulang."

"Sama-sama Zhuyi."

"Mommy, Jungkook hyung. Zhuyi tidur dulu ya." Sebelum Zhuyi akan pergi ke kamarnya, Zhuyi mencium sebelah pipi Tao, ritualnya sebelum tidur malam. Karena ada jungkook juga, Zhuyi tak segan-segan juga mencium sebelah pipi tembam Jungkook, Jungkook hanya tertawa kecil saat mendapatkan kecupan manis dari Zhuyi. Dengan cepat Zhuyi berjalan menuju kamarnya sambil memainkan miniature spiderman yang merupakan pemberian dari Sehun, pemuda yang kemarin mengunjungi café Tao.

"Dia ke sini lagi?" Tanya Tao gerah.

"Hem! Bahkan dia ingin mengajakmu kencan hyung." Jungkook menyikut bahu Tao, mencoba menggoda Tao.

"Haish! Anak itu benar-benar. Membuatku sakit kepala saja."

"Jangan bilang seperti itu hyung. Zhuyi saja suka dengan Sehun hyung. Kenapa mommy nya tidak suka?" Jungkook kembali menggoda Tao. Tao hanya menggembungkan pipinya menahan rasa kesal di hatinya.

"Diam atau aku potong gaji mu!" Ancam Tao

"Hei hei hei, jangan bilang seperti itu hyung, aku kan hanya bercanda." Potong gaji adalah hal yang paling menyeramkan bagi Jungkook.

"Pulanglah! Kau hanya membuat kepalaku semakin pusing."

"yaa hyung jangan marah padaku~"

"Haish! Pulang lah! Kau harus cepat tidur. Jam 7 kita sudah harus buka."

"Arraseo arraseo, aku akan pulang." Jungkook mengambil tas punggungnya dan segera pamit pulang.

"Bye Tao hyung~ Jangan lupa mengunci café dan rumah."

"Iya, aku sudah tahu." Ujar Tao ketus dan hanya dibalas cengiran oleh Jungkook.

Jungkook berjalan menuju pintu café dan berniat untuk keluar dari café sebelum-

"Hyung, kau harus bersiap-siap hyung." Ujar Jungkook tiba-tiba.

"Bersiap-siap?" Tanya Tao heran.

"Karena…"

.

"Besok pagi Sehun hyung akan datang! Jadi hyung harus berdandan yang cantik. Sampai jumpa hyung! Bye~!" Jungkook keluar dari café dengan sangat cepat sebelum pemuda itu mengamuk padanya.

"Ya Jungkook! Awas kau!"

.

.

.

.

Jam 6 pagi, hari mulai sedikit cerah dan orang-orang yang masih bersekolah dan bekerja harus bersiap-siap untuk pergi. Hal ini juga terjadi di sebuah café mungil itu. Para pegawai café itu mulai memakai baju kerjanya, setelah itu mereka mulai menyusun meja, kursi dan peralatan di dapur. Ada 7 pegawai café yang diantaranya ada 4 perempuan dan 3 laki-laki. Mereka sibuk melakukan persiapan untuk para pengunjung café yang akan datang. Sang pemilik café juga sibuk dengan kegiatannya kini.

"Zhuyi, ayo bangun sayang. Nanti Zhuyi bisa terlambat." Tao menarik pelan selimutnya yang bergambar spiderman itu.

"Zhuyi masih ngantuk mom~" Anak mungil yang masih memakai piyama itu menarik kembali selimutnya hingga menutupi semua tubuhnya.

"Zhuyi ayo bangun sayang, nanti Zhuyi ketinggalan bus lagi."

"Mommy kan bisa anterin Zhuyi dengan mobil. Zhuyi masih mengantuk mom…"

Tao hanya bisa menghela napasnya. Inilah salah satu kebiasaan buruk Zhuyi, susah sekali membangunkannya. Tao tak mungkin mengantarkan Zhuyi menggunakan mobilnya lagi. Karena sudah jelas-jelas Zhuyi selalu diantar-jemput dengan bus sekolah. Dan anak nya tetap bersikukuh untuk diantar dengan mobil pribadinya, dan hal itu membuat kepala Tao semakin pusing, apalagi Tao sudah mengeluarkan biaya untuk urusan bus sekolah.

"Zhuyi mommy sedang sibuk sekali. Mommy harus mengurus café. Jadi mommy tidak bisa antarkan Zhuyi ke sekolah. Zhuyi naik bus sekolah saja ya."

"Gak! Zhuyi gak mau naik bus sekolah!" Rewel Zhuyi.

Tao bingung dengan anaknya yang tidak mau naik bus sekolah. Dia tidak tahu apa masalahnya. Dan begini lah kegiatan Tao pada pagi hari, membangunkan pangeran kecilnya yang susah dibangunkan.

"Zhuyi bangunlah~"

.

.

"Tao-ya! Aku datang! Zhuyi masih belum bangun ya? Ya! Jungkook! Jangan halangi jalanku! Aku ingin menemui Zhuyi!"

"Ja-jangan hyung! Jangan masuk." Jungkook mencoba menahan langkah pemuda yang memakai seragam sekolah itu, tetapi pemuda yang tiba-tiba memasuki kamar Zhuyi, dia tetap keras kepala dan ingin menemui anak kecil berwajah tampan itu. Dengan cepat pemuda itu membuka pintu yang ada di hadapannya.

'Kriet…'

"Zhuyi…"

"Sehun Ahjussi!" Zhuyi langsung bangun dari tempat tidurnya dan berlari ke arah pemuda berkulit putih susu itu. Pemuda itu langsung mengangkat tubuh mungilnya .

"Sehun ahjussi~ Zhuyi rindu sekali dengan Sehun ahjussi. Ahjussi kemana saja? Kenapa ahjussi jarang datang ke sini?" Zhuyi bertanya kepada pemuda tampan bernama Sehun yang kini tengah menggendongnya.

"Hehehe…Ahjussi sekarang sibuk belajar. Jadi ahjussi jarang datang ke sini." Bohong, ya Sehun berbohong. Padahal setiap pagi dan setiap sore dia menyempatkan diri datang ke sini. Tapi Zhuyi tidak tampak olehnya. Sehun yakin jika sang 'mommy' melarangnya untuk menemui Zhuyi.

"Kenapa kau kesini lagi?" Desis Tao pada pemuda albino itu.

"Aku kan pernah bilang padamu kalau aku ingin mengantar Zhuyi hari ini. Iyakan Zhuyi? Zhuyi mau pergi ke sekolah bersama ahjussi kan?" Zhuyi menganggukkan kepalanya cepat.

Kemudian Tao menatap Jungkook dengan pandangan yang… Sedikit menyeramkan. Seolah-olah matanya mengatakan. 'Kenapa dia bisa masuk ke dalam?' Dan Jungkook menatap boss nya itu takut seolah-olah menjawab 'Aku sudah beruaha mencegahnya hyung.' Tao kembali menghela napasnya dan mencoba bersabar. Dan Tao harus mencari alasan agar anaknya tidak dibawa pergi oleh Sehun.

"Zhuyi, Biar mommy saja ya, yang antarin Zhuyi ke sekolah."

"Tapi kata mommy, mommy sibuk ngurusin café."

Skak Mat! Kau tidak bisa berkata apa-apa lagi panda~ Anak mu terlalu cerdas.

Pemuda yang tengah menggendong Zhuyi memandang Tao dengan menaikkan sebelah alis matanya. Dan sedikit tertawa saat mengetahui Tao mencoba mencari alasan agar dia tidak bisa membawa Zhuyi

"Zhuyi harus cepat mandi dan sarapan. Nanti ahjussi akan antarkan Zhuyi sampai ke depan kelas, setelah itu kita-" Tiba-tiba Sehun membisikkan sesuatu kepada Zhuyi.

"Oke?" Tanya Sehun.

"Oke ahjussi! Tunggu Zhuyi ya~!"Zhuyi cepat pergi ke kamar mandi setelah lepas dari gendongan Sehun. Tao langsung memandang sengit ke arah Sehun.

"Apa yang kau bisikkan padanya ha?"

"Rahasia~ Tenang saja Tao-ya nanti aku akan membelikan sesuatu padamu."

"Tak perlu!" Tao langsung pergi dari kamar Zhuyi dengan perasaan kesal yang teramat sangat. Sehun yang melihat Tao yang tidak menyukai nya hanya bisa menghela napas panjang.

"Kapan kau akan menganggap ku tao?"

.

.

.

"Mommy Zhuyi pergi ke sekolah ya mom."

"Ya, Belajar yang baik di sekolah."

"Baik mom. Bye mom!"

Chup. Tao mengecup pipi tembam anaknya.

"Bye." Tao melambaikan tangannya pada Zhuyi yang telah memakai helm kecilnya. Zhuyi tetap pada pendiriannya untuk pergi ke sekolah bersama Sehun dan lagi-lagi Zhuyi tidak berangkat dengan bus sekolahnya.

Tiba-tiba Sehun mengarahkan pipinya di depan wajah Tao.

"Apa?" Tanya Tao heran.

"Aku tidak mendapatkan kecupan juga?" Tanya Sehun polos.

Tao membalasnya dengan pandangan horornya.

" Ck! Cepatlah bawa Zhuyi ke sekolah! Aku tidak mau dia terlambat gara-gara dirimu!"

"Baiklah baiklah… Aku pergi dulu Zitao~ Jaga dirimu baik-baik." Sehun mengangkat tubuh mungil Zhuyi untuk duduk di motor maticnya.

"Hati-hati, kau akan tahu akibatnya jika terjadi apa-apa dengan Zhuyi!" Ancam Tao.

"Tenang saja Tao-ya. Aku akan hati-hati membawanya." Sehun mulai menghidupkan motornya.

"Zhuyi-yah, pegang erat ahjussi nde~" Dengan cepat Zhuyi memeluk erat tubuh Sehun dari belakang. Sehun menjalankan motornya sebelum-

"Zitao!" Teriak Sehun tiba-tiba.

.

.

"SARANGHAE!" Dengan cepat Sehun menjalankan motornya, dia tertawa bahagia setelah mengucapkan kata itu yang sudah dia ingin katakan sedari tadi.

"Ya!" Terlambat sudah, Sehun sudah pergi jauh darinya. Wajah Tao langsung memerah setelah sadar jika Sehun mengucapkan kata menggelikan itu(bagi Tao) di depan banyak orang. Orang-orang yang berlalu lalang disana tertawa kecil dan bersiul mencoba menggoda Tao.

'Anak itu benar-benar!' Tao langsung masuk ke dalam café untuk menutupi wajah merahnya karena malu sekaligus marah pada pemuda berkulit putih pucat itu.

.

.

.

.

.

TBC~!

.

.

Author mau ngucapin selamat hari Lebaran bagi para Readers yang muslim…

Gimana nih lebarannya? Seru gak? Sekarang aku lagi ada di Bukit Tinggi nih~ Para readers tercinta mudik kemana? Semoga lebaran tahun ini membawa berkah bagi semuanya yaaa ~Amin~

Udah agak panjang nih ceritanya.. Sebenarnya gak panjang juga sih…#plak!

Ada reader yang nanya namanya 'buttaao. Nanya tentang umur Tao.. Tunggu di chap selanjutnya~ Mungkin bakal aku kasih tahu berapa umur semua pemain nya. Sorry ya aku gak bisa balas review kalian semua… Aku sangat menghargai review kalian. Review para readers tercinta adalah penyemangat author untuk melanjutkan fanficnya~!

Author pamit dulu ya… Sampai jumpa di chap selanjutnya! Bye!