SWEET ESCAPE
(Meet The Shoujo Manga' Ikemen)
.
.
.
TAEKOOK
Warn: BL, Cute Kookie, Ey(T)D, Typo(s)
.
.
.
Seokjin benar-benar menuruti kehendak adiknya hari itu, sepanjang hari mereka berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain sesuai keinginan Jungkook. Dengan kamera yang terkalung di leher, Jungkook sibuk mengabadikan sekitarnya dalam video maupun foto. Jungkook memang sedang sangat menggemari fotografi maupun video editing karena itu Seokjin mengirimkan hadiah sebuah kamera untuk ulang tahun Jungkook.
Seokjin rela hari liburnya ia habiskan di luar daripada mendekam di apartemennya dengan film dan satu tube es krim asalkan adiknya senang, sejujurnya dia sangat merindukan momen seperti ini. Sudah sangat lama sekali semenjak ia menemani adiknya pergi jalan-jalan, semenjak ia mulai bekerja Seokjin memang tak bisa lagi meluangkan banyak waktu untuk mengunjungi adiknya.
"Hyung, lapar." Seokjin mengecek arlojinya, ternyata sudah jam tujuh apalagi tadi siang mereka hanya makan di mini market untuk mengganjal perut pantas saja adik kelincinya itu sudah mengeluh lapar.
"Restoran tempat kerja hyung ada di dekat sini, masih kuat jalan kan?" Dengan semangat Jungkook mengikuti Seokjin dan setelah sepuluh menit berjalan mereka sampai di sebuah restoran Italia yang merupakan tempat kerja Seokjin.
"Oh, Seokjin-ssi selamat datang! Meja untuk dua orang?" Jungkook mengikuti Seokjin yang masih berbincang dengan hostess yang mengantarkan mereka ke area yang lebih privat. Seokjin bilang jika itu adalah tempat favoritnya saat berkunjung sebagai tamu.
Setelah memesan makanan, Jungkook sibuk memakan soft roll yang disediakan sembari menunggu pesanan minuman dan minuman mereka datang. Restoran Italia ini termasuk restoran yang sangat terkenal dan mempunyai pelanggan tetap yang cukup banyak, dan untuk bekerja di sini Seokjin bilang tidak mudah.
Jungkook tak dapat menutupi kekagumannya pada kakaknya. Seokjin sangat mandiri dan dewasa, figur kakak yang sangat ideal terlebih Seokjin memiliki sifat penyayang. Berbeda sekali dengan dirinya yang manja dan masih sangat bergantung dengan kakaknya maupun orangtuanya.
"Wah, apa ini Jungkook?" Jungkook yang baru saja mengoleskan butter ke potongan soft rollnya mendongak, mendapati seorang pria tinggi berdiri di sisi kakaknya.
"Kookie, kenalkan ini Namjoon." Namjoon? Sepertinya Jungkook pernah mendengar nama ini sebelumnya, tapi dimana ya? "Namjoon ini pemilik restoran ini." Ah!
"Pacar Seokjin hyung kan?" Seokjin hampir saja menyemburkan air mineralnya yang justru membuatnya tersedak, Namjoon sendiri justru tertawa sembari menepuk-nepuk punggung Seokjin.
"Kookie, jangan keras-keras!"
"Nanti aku akan mampir ke apartemen, Jungkook ingin dibawakan sesuatu?" Mata Jungkook berbinar-binar ketika Namjoon mengelus surai kepalanya, satu lagi figur kakak yang ideal.
"Namjoon, jangan manjakan Kookie begitu."
"Eyy, kau kan juga memanjakannya sayang. Lagipula Jungkook baru saja datang kan?" Seokjin tidak bisa membantahnya lagi, memang kenyataannya seperti itu mungkin tak apa memanjakannya hari ini.
"Mau chicken hyung!"
"Half and half?"
"Half and half!" Ah, black hole yang tak kenal kenyan memang.
"Baiklah, nikmati makan malam kalian. Aku masih harus menunggu Taehyung dulu." Dengan anggukan Seokjin, Namjoon akhirnya meninggalkan meja mereka bertepatan dengan makanan mereka yang datang. Well, bon appétit!
- 태국-
Pukul setengah sembilan malam mereka baru sampai di apartemen Seokjin, kaki Jungkook rasanya capek sekali setelah berjalan seharian apalagi dia tak istirahat sama sekali setelah perjalanan dari California ke Seoul.
"Jungkook, mandilah dulu biar hyung bereskan kamar untukmu nanti."
"Terima kasih hyung." Setelah melepas sepatu dan kamera yang masih terkalung di lehernya, Jungkook segera mengambil pakaian ganti dan peralatan mandinya. Mungkin berendam sebentar dengan air hangat bisa mengurangi penat tubuhnya.
"Hyung, aku mau berendam, hyung tak mau ikut?"
"Nanti hyung mandi shower saja. Hyung akan menyusul." Maka Jungkook yang selesai mengisi bathtub segera menenggelamkan badannya dengan air hangat yang sudah ia campur dengan lavender bath salt. Ah, berendam air hangat dengan bath salt memang yang terbaik untuk mengendurkan otot.
Jungkook menyandarkan badannya, merasa rileks ia jadi terpikir bagaimana keadaan sahabat coconut-headnya. Tapi seingatnya Yugyeom adalah jenis anak yang menikmati acara summer camp seperti itu, apalagi Yugyeom beberapa bulan lalu sudah menyinggung summer camp yang kini diikutinya itu jadi setidaknya Jungkook tidak terlalu merasa bersalah.
Masalahnya adalah orangtuanya. Jungkook memang meninggalkan ponselnya di rumah seperti yang dikatakannya dan ia hanya membawa ponsel yang dibelinya secara diam-diam tanpa sepengetahuan orangtuanya. Semoga mereka memang tak menghubungi pihak perkemahan musim panasnya seperti permintaannya, walaupun Jungkook sendiri ragu apakah kedua orangtuanya punya waktu untuk mengkhawatirkannya.
Dengan sebab itulah Jungkook memutuskan untuk kabur ke Seoul dan menemui hyungnya. Seokjin keluar dari rumah mereka saat selesai sekolah menengah dan memutuskan untuk meneruskan sekolah di Seoul dan tinggal bersama Kakek dan Nenek dari pihak ibu mereka. Jungkook tak bisa seperti Seokjin yang mandiri, saat ia merengek ingin ikut dengannya pun Seokjin melarangnya. Seokjin bilang ia harus tinggal dengan orangtua mereka karena orangtuanya sangat menyayangi Jungkook.
Tapi apa itu benar? Jungkook selalu menanyakan hal itu berulang kali, orangtuanya menyayanginya dan memperhatikannya tentu saja, tapi Jungkook juga menyadari hal lain semenjak kepergian kakaknya.
"Kookie, jangan berendam terlalu lama, kau bisa pusing."
"Eh, hyung kapan masuk? Hyung sudah selesai mandi?" Seokjin yang sudah mengenakan bathrobe putihnya hanya menggeleng kecil sembari mengelus surai kecoklatan adiknya.
"Kau terlalu sibuk melamun sampai tidak dengar hyung masuk, eoh?" Mungkin Jungkook memang terlalu larut dalam lamunannya hingga tak menyadari sekitarnya, air di bathtubnya pun sudah berubah dingin. "Cepat selesaikan mandinya, nanti kau bisa kena flu. Oh ya Kookie, nanti teman hyung yang lain juga akan datang, tak apa kan?"
"Ya hyung."
Buru-buru Jungkook mandi dan mengeringkan badannya, setelah selesai ia segera menuju kamarnya untuk berganti baju. Berbenah-benah sedikit ia pun keluar kamar sepuluh menit kemudian, saat ia keluar ternyata Namjoon sudah datang dan tengah duduk di pantry dapur.
"Hey Kook, pesanannya sudah ku bawakan." Namjoon menunjuk beberapa kotak chicken dan pizza yang diletakkan di meja ruang tamu Seokjin.
"Yeay, terima kasih Namjoon hyung."
"Kookie, tunggu teman hyung lainnya dulu ya!"
"Ya hyung!" Sebenarnya Jungkook sudah tak sabar, apalagi dengan aroma ayam berbumbu dan pizza yang jelas-jelas menguar di depannya. Dengan meneguk liur, Jungkook akhirnya memilih untuk menyalakan TV sembari mengambil kameranya. Ia harus melihat hasil jepretannya.
Baru saja Jungkook melihat-lihat beberapa foto bidikannya, bel apartemen Seokjin berbunyi nyaring. Dengan semangat Jungkook meletakkan kameranya dan melesat menuju pintu depan bahkan sebelum Seokjin sempat berteriak untuk memintanya membuka pintu. Ayolah, Jungkook sudah tidak sabar menunggu sebenarnya.
"Loh bukan Seokjin hyung?" Jungkook yang memang langsung membuka pintu tanpa melihat intercom terkejut begitu mendapati seorang pria dengan balutan jas yang rapi. Uh-oh, Jungkook tak dapat menahan dirinya terbengong di depan pria bersurai ash grey yang masih berdiri di depannya.
"Adik manis, Seokjin hyung ada?"
"Siapa Kookie? Oh, Taehyung ayo masuk." Pria bersurai ash grey tadi tersenyum pada Jungkook yang masih terpaku di depannya. Ya Tuhan, senyumnya, tolong Jungkook!
'Ikemen dari mana ini? Kookie tidak nyasar ke shoujo manga kan? Apa jangan-jangan ini shounen ai manga?' Yah mari kita doakan Jungkook segera keluar dari mode 'Jung-shook'nya.
.
.
.
TBC
a/n: Untuk siapapun yang baca work ini, MAAF BERIBU MAAF aku lama banget ga update work ini
Profider di rumah ga memperbolehkan laptop buka ffn, jadi aku lebih sering update di WP
Maaf sekali ya *bow, kalau ada yang mau cari Sweet Escape di WP bisa search id decaf_cama
Last, give me ur review please
