My Wife, My Husband, or My Enemy?

Chapter 2: Perjanjian

Author : aya-kuchiki chan

Disclaimer : punya Ay lah, tolong… digebukin fansnya om tite

Iye-iye.. Ni punya om tite kubo, Ay cuma author imut yg minjem tokoh-tokohnya

ditimpuk sandal ma om tite

Pairing : IchiRuki, slight HitsuRuki n HitsuHina

Hehe.. Maaf ya kalo Ay malah bikin fic baru ditengah-tengah fic lain yang belum selesai..

Oiya, ini adalah ICHIGO'S POV..

Okkkkkk!! R&R ok!

.: Chapter Two :.

Perjanjian

"Yang benar saja?!" aku benar-benar tidak habis fikir apa sih yang difikiran tua bangka ini?! Memutuskan pernikahanku dua hari lagi tanpa persetujuanku, aku sendiri tidak tahu siapa yang akan menjadi istriku. Gila..

"Benar Ichi nii. Dua hari lagi Ichi nii akan menikah dengan Rukia nee san." Sekarang giliran Yuzu yang membuatku terkejut. Siapa pula itu Rukia nee san? Aku sama sekali tidak mengenalnya.

"Rukia?"

"Betul Ichigo, kau akan menikah dengan Rukia chan. Ah…Misaki anak kita akhirnya menikah." Ayahku langsung menghampiri poster ibuku dan berjingkrak-jingkrak di depan poster ibuku. Aku, Yuzu, dan Karin hanya bisa kembali sweatdrop melihatnya.

"Yuzu, darimana kau tahu tentang pernikahan ini? Dan siapa itu Rukia?" tanyaku.

"Aku sudah membaca buku harian Ibu bersama ayah dan Karin. Disitu jelas tertulis bahwa anak ibu akan menikah dengan anak dari tante Hisana. Dan Rukia nee san adalah adiknya tante Hisana." Jelas Yuzu yang malah membuatku semakin tidak mengerti. Rukia adiknya tante Hisana, tante Hisana seumuran dengan ibuku. Adiknya berarti? Apa itu berarti aku menikah dengan tante-tante?! Tidak!!

"Tapi kenapa aku harus menikah dengan Rukia? Kau bilang aku harus menikah dengan anaknya tante Hisana kan?Bukan adiknya kan?"

"Tentu saja harus dengan Rukia chan Ichigo." Tiba-tiba saja ayahku sudah berada di sampingku.

"Kenapa harus dengan dia?"

"Karena Hisana meninggal sebelum mempunyai anak."

"Tapi itu tidak ada dalam perjanjian konyol antara ibu dan tante Hisana kan?"

"Siapa bilang?" ayahku lalu mengeluarkan sebuah buku harian yang ternyata adalah buku harian ibuku. Aku membaca buku harian itu. Glek…

" Rabu, 12 januari 1985

Hari ini aku membuat perjanjian dengan Hisana, sahabatku. Kau tahu diary, aku dan Hisana berjanji bahwa anak kami nanti akan menikah. Ahhh…senangnya. Kami nanti akan menjadi satu keluarga. Tapi seandainya salah satu dari kami dari kami meninggal sebelum mempunyai anak, maka anak salah satu dari kami yang masih hidup akan dinikahkan dengan orang yang dipilih oleh salah satu dari kami yang sudah meninggal. Aku mengusulkan Isshin pacarku dan Yoruichi adikku sebagai referensi. Dan Hisana mengusulkan Byakuya pacarnya dan Rukia adiknya sebagai referensi. Jadi begini hitungannya..

Misaki Hisana

anak laki-laki menikah anak perempuan

anak perempuan menikah anak laki-laki

anak laki-laki menikah Rukia

anak perempuan menikah Byakuya

Isshin menikah anak perempuan

Yoruichi menikah anak laki-laki

Begitulah hitungannya. Dan bila kami berdua meninggal saat sama-sama belum memiliki anak, maka pernikahan yang kami rencanakan tidak bisa terjadi. Tapi aku yakin, kami pasti akan menjadi keluarga. Whua… senangnya!!

Sudah dulu ya diary, aku sudahmengantuk.. Selamat malam diary.."

Aku shock membaca diary ibuku. Aku sama sekali tidak menyangka ibuku telah melakukan hal konyol seperti itu! Dan aku yang akan menjadi korban kekonyolan antara ibuku dan Tante Hisana. Gila! Benar-benar gila! Tapi tunggu, bukankah ibu memiliki anak laki-laki dan perempuan? Itu berarti aku masih bisa selamat dari pernikahan konyol ini.

"Ayah, bukankah ibu mempunyai anak laki-laki dan perempuan? Itu berarti aku tidak perlu menikah dengan Rukia," aku mendapat pukulan yang cukup telak di wajahku setelah mengucapkan hal itu dari Karin.

"Baka kau Ichi nii! Apa maksudmu aku atau Yuzu yang akan menikah dengan om Byakuya?!" ucapan Karin membuatku sedikit bergidik karena hawa membunuh yang tiba-tiba terpancar darinya mengelilingiku.

"Ichi nii, benarkah kau berfikiran seperti itu?Hiks..hiks.." kali ini giliran Yuzu yang mulai menangis karena ucapanku.

"Eh, tunggu.. bbuu..bbukan begitu maksudku, maksudku.."

"Kau menerima pernikahan ini Ichigo?" ayahku yang konyol mengambil kesempatan dalam kesempitan.

"Huh, baiklah. Aku menerima pernikahan ini," aku benar-benar kalah. Aku tidak bisa mengelak lagi.

"Huah… Misaki, Ichigo menerimanya," ayahku lagi-lagi berlari menuju poster ibuku dan berbicara yang tidak-tidak.

"Wah Ichi nii selamat ya!" Yuzu memberikan ucapan selamat padaku. Dia tidak tahu bahwa aku sedang meratapi nasibku yang harus menikah dan menyerahkan keperjakaanku pada tante-tante yang bernama Rukia itu.

"Tenang saja Ichi nii, Rukia nee san wanita yang cantik ko. Aku pernah melihat fotonya," ucapan Karin sedikit membuatku lega. Tapi tetap saja, Rukia itu tante-tante.

"Kau pernah melihat fotonya? Cepat ambilkan, aku ingin melihatnya!" setidaknya aku mengetahui wajahnya dulu sebelum benar-benar harus berhadapan langsung di hari pernikahanku.

"Whuaahh, tidak boleh Ichigo!" lagi-lagi si tua bangka ini muncul mendadak di hadapanku. Ayahku sudah menempati kursinya kembali.

"Kenapa tidak boleh? Apa salah aku melihat lebih dulu foto calon istriku?"

"Tentu saja tidak boleh," ucap ayahku.

"Kenapa?"

"Karena ibumu dan Hisana begitu mengidolakan suku Antu Michu di pedalaman Amazon, jadi pernikahanmu dan Rukia akan menggunakan adat itu," ucapan ayahku membuatku semakin gila! Perjanjian apa lagi ini!? Dan apa itu suku Antu Michu!? Aku sama sekali tidak pernah mendengarnya dalam sejarah manapun.

"Apa hubungannya melihat foto Rukia dengan adat pernikahan suku Antu Michu?!" aku benar-benar kehilangan kesabaranku.

"Tentu saja ada. Bahkan sangat berhubungan. Karena menurut adat suku Antu Michu, kedua mempelai tidak boleh bertatap muka ataupun melihat wajah calon pasangannya baik dari lukisan maupun foto sebelum malam pertama," ayahku mengucapkan hal itu dengan diakhiri senyuman yang membuatku muak. Bagaimana tidak?! Aku akan menikah dengan tante-tante dan aku sama sekali belum dan tidak boleh mengetahui wajahnya sebelum malam pertama. Itu berarti aku akan bertatap muka dengannya tepat pada saat malam pertamaku? Benar-benar gila!!

"Wah, romantis sekali!" Yuzu memberikan komentar yang membuatku semakin gila. Apanya yang romantis??!

"Benar! Misaki dan Hisana memang tepat sekali memilih adat pernikahan yang romantis milik suku Antu Michu.." ucapan ayahku menambah gila keadaan.

"Sudahlah, aku mau tidur," ucapku lalu meninggalkan mereka semua yang masih berada di meja makan. Aku lalu masuk ke dalam kamarku.

Aku merebahkan tubuhku di atas ranjangku. Aku tidak habis fikir, dalam waktu 30 menit aku sudah menghadapi kenyataan baru. Kenyataan dimana dua hari lagi aku akan mengakhiri masa lajangku. Ya, dua hari lagi sudah dipastika bahwa aku akan menikah. Menikah dengan wanita yang sama sekali tidak ku kenal. Lengkap dengan adat gila suku Antu Michu yang membuatku semakin gila menghadapi kenyataan ini.

Aku lalu memikirkan calon istriku, Rukia. Apa dia juga kaget dan setengah gila sepertiku saat mendengar kabar ini? Atau.. Ah sudahlah, untuk apa aku memikirkannya. Aku hanya berharap bahwa Rukia adalah wanita normal yang mempunyai sikap normal. Aku jadi teringat perkataan Karin, dia bilang Rukia wanita yang cantik. Semoga saja penilaian Karin tidak salah. Setidaknya walaupun dia tante-tante, aku masih bisa berharap dia tante-tante yang cantik. Huh, dua hari lagi ya?

To be continue

Huah.. Akhirnya Ay bisa menyelesaikan chap2 fic ini..

Terima kasih ya buat semua yang udah ripiu fic ini..

Ada yang penasaran ga ma suku Antu Michu?? Hehe..

Buat HanaLala, ini Ay udah update.. R&R teruz ya. Hehe..

Yupz, Sora Chand.. Akan Ay percepat pernikahan mereka.

Haduh...Kurang jelas ya Ichikawa Ami, bagaimana dengan chap ini?? Udah lebih jelas kan?*penuh harap*

Hehe... Zabaku_Soza29, udah tau kan pake adat apa??

Iya, 2 hari lagi IchiRuki meniKAH. hORE... tapi gomen ya Ichirukiluna gituloh, Ay rada susah bikin chap yang panjang. Maklum ide di otak masih buntu. Hiks..

Ruki_ya, ga kecepatan koq. Heheh.. Emmm.. Rukia ngikut siapa ya maunya??*ditabok gara-gara sok rahasia*

Gomen mss Dhyta kalo chapnya kurang panjang. Makasih ya udah mau ripiu.. Ehm.. yang tinggal ma Rukia ntu...ntu... rahasia..*digampar mss Dhyta*

Nah sekarang ripiu lagi ya..

Please, supaya IchiRuki cepet nikah. Hehe..

Arigato