Haaayyy.... berjumpa lagi degan saya.
saya mau ucapin makasih banyak buat yang udah membaca dan bersedia merivu fic ini di chapter sebelumnya.
Ok , saya mau balas satu persatu dulu::
.lost : hehe, iya sakura kasihan ya digituin ma sasuke. dasar pantat ayam -di amaterasu- salam kenal juga. Riviu lagi ya
-Kasumi luph Deidara- : Hn, sebenarnya saku mau, cuma gengsi aja,, hahaha -di shanaro- riviu lagi ya
Naru-mania : Iya, sasuke mang pantes jadi anak brandalan wkakaka, Ok, riviu lagi ya
Murazaki hana :Makasih atas infonya. salam kenal ya. riviu lagi ya
Princess Mikaia : Makasih ya atas infonya. Oke diusahain. riviu lagi ya.
Sora Chand : Oke, makasih atas infonya. Uah di apdet ni. Riviu lagi ya
angga uchiha Haruno : Iya heboh banget !!! Riviu lagi ya
Ruki_ya : Ok makasih atas infonya. saya akan berusaha memperbaikinya. Riviu lagi ya
sasusaku forever :: Makasihh. riviu lagi ya.
Melody-cinta : Beneran? waa kita sama dong!! -jinkrak jingkrak- . nggak, disini hinata bukan jadi yang centil, tapi sahabatnya siapa itu... saya juga lupa namanya... hehe riviu lagi ya
Ricle-coe : Oh kecepetan ya? Maap dehh... riviu lagi ya
dakiesdakies: makasih, authornya juga cantik -kubured- riviu lagi ya
nakamura kumiko-chan : Makasih. riviu lagi ya
Hikari 'Sakura' Sakuragi : Iya, maunya sih sasusaku, saya akan usahakan. Riviu lagi ya
Sasusakuslamanya: hee, iya bingung sasusaku ato gaasaku. makasih atas sarannya. riviu lagi ya
Veiza Kazu : Salam kenal!!! anggotanya Sasuke, Naruto, Sai, Neji dan Deidara. Riviu lagi ya....
Okk,, selesai balas riviunya. makasih y semua. mari kita eja, eh baca bersama-sama chapter selanjutnya Happy Reading
The Devil's Falling In Love
disclaimer ;; Masashi Kishimoto
Rated ;; T
Pairing;; antara Sasusaku & Gaasaku –author masih bingung-
Genre : Romance
-previously on The Devil's Falling In Love-
"Apa minta maaf? Aku tidak mau"
"Pokoknya harus minta maaf!" Bentak Sakura
"Haahh, kau ini lucu juga ya. Hn, kau menginginkan waffle ini ya? Kalau begitu ambil saja langsung dari mulutku (menggigit waffle)"
"Apa! ihhh, menjijikkan!"
"Ya sudah kalau tidak mau" Ucap sasuke kemudian bergabung dengan teman-temannya yang sedang ngerayu gadis-gadis.
"Hey jangan pergi kau!"
"Sakura?" Ucap Hinata "Ada apa?"
"Hinata, kau lihat cowok aneh tadi. Dia dan temannyalah yang tadi pagi mengerjaiku" Ucap Sakura
"Hn, sudah kuduga"
"Maksudmu?"
Chapter #2
'They are d'deVilz'
"Iya, aku telah menduganya, pasti d'devilz yang melakukannya"
"d'devilz? Siapa lagi itu?"
"Hn, aku ceritakan dikelas saja"
.
.
.
-Dikelas-
Sakura langsung mendudukkan diri dibangkunya.
"HInata, ayo ceritakan padaku... apa itu d'devilz!" Ucap Sakura
"Iya. Hn.... mulai dari mana dulu ya? Ok baiklah. d'devilz, itu adalah nama sebuah geng paling terkenal disekolah kita. Dimana anggotanya ada 5 orang, yang pertama Sasuke Uchiha sekaligus menjadi leader geng itu. Kemudian, Naruto uzumaki, Sai, Deidara dan..... Hyuuga neji." Ucap Hinata "Yang tadi mengganggumu itu namanya Sasuke"
"Oh, jadi Sasuke namanya, aku tidak menyangka dia itu ketua geng. Oh iya, mereka itu anak-anak nakal kan? Pasti nilai rapot mereka jelek-jelek!"
"Hn, kau jangan salah sangka dulu, meskipun mereka itu sering membolos atau melawan guru, tapi mereka itu termasuk anak-anak yang pintar"
"Oh begitu. Lalu, kalau mereka nakal seperti itu, mengapa mereka tidak dikeluarkan dari sekolah ini?"
"kenapa ya, mungkin karena ada dua faktor, yang pertama mereka semua berasal dari keluarga kaya raya yang berpengaruh dikonoha. Dan yang kedua, Sasuke leader geng itu adalah anak pemilik sekolah ini"
"Hnnnnn.... pantas saja, ternyata dunia ini masih diperbudak oleh uang!" Ucap Sakura
"Yahh, begitulah.."
"Eh Hinata, bagaimana kau bisa tahu banyak tentang mereka? Apa jangan-jangan, kau ini penggemar mereka ya?"
"Enak saja! tentu saja tidak, aku bisa tahu banyak begitu karena, salah satu anggota d'devilz itu, kakakku"
"Siapa? Jangan bilang Sasuke!"
Hinata tertawa kecil
"Memangnya kenapa kalau Sasuke?"
"Jadi benar, kau adiknya?"
"Tidak Sakura, aku ini adiknya Neji"
"Oh... Pantas saja kalian memiliki mata yang sama"
"KKRRIINNGGGGG" Bel masuk berbunyi.
-Pulang sekolah-
Sakura dan Hinata bersama-sama berjalan keluar dari gerbang Forks High School.
"Ehn, Sakura, kau pulang naik apa?" tanya Hinata
"Aku pulang naik taxi. Kau sendiri?"
"Aku naik- "
"Tiiit Tiiit"
"Hinata ayo cepat!" Ucap Neji dari dalam mobil
"Ehn iya. Sakura aku pulang duluan ya, bye" Ucap Hinata sambil berlari ke mobil
"Bye"
'Senangnya jika pulang sekolah dengan mobil sendiri' batin Sakura.
Sakura merenung meratapi -?- mobil hinata atau lebih tepatnya mobil Neji yang bergerak semakin jauh. Sampai-sampai dia tidak menyadari dari tadi mobil yang berhenti dibelakangnya terus membunyikan klackson. Sakura memutar tubuhnya dan...
"Bukkhhh" Sakura menabrak mobil yang diam dibelakangnya itu. diapun jatuh terduduk.
"Aduh!" Sakura mengaduh
Sang pemilik mobil bergegas keluar dari mobilnya.
"Kau tidak apa-apa?"
"Aku- Hei! Kau rupanya? Huuuuuhhhh menyebalkan, setiap bertemu denganmu, pasti aku ingin meledak!" Teriak Sakura
"Oh, ternyata kau gadis pink? Bagaimana, ada yang terluka tidak?"
"Tubuhku tidak ada yang terluka, tapi hatiku sakit sekali! Ini semua gara-gara kau! Kau harus minta maaf!"
"Apa, minta maaf? Enak Saja. Itu semua kan salahmu. mengapa termenung ditengah jalan, lagipula aku sudah meng-Klacksonmu berkali-kali, tapi kau tidak mendengarnya"
"Pokoknya kau harus minta maaf!"
Sasuke tersenyum.
"Ini untukmu" Sasuke melemparkan sebungkus waffle ke arah Sakura. Dan Sakura berhasil meraihnya.
"Aku tidak membutuhkan waffle bodoh ini. Yang aku mau, kau minta maaf!" Teriak Sakura. Tapi terlambat, Sasuke telah melaju dengan mobilnya.
"Huh, menyebalkan!!!!!" Teriak Sakura
Tiba-tiba
"Kau tidak apa-apa?" Suara lelaki yang mengejutkan Sakura. Sakura pun melihat kearah orang itu.
"Iya, aku tidak apa-apa.... kau siapa ya?"
Lelaki itu tidak langsung menjawab. Dia malah memegang tangan Sakura kemudian membantunya berdiri.
"Terimakasih" Ucap Sakura
"Ya"
"Perkenalkan, aku Sakura Haruno" Ucap Sakura sambil menjulurkan tangannya ke arah lelaki yang membantunya berdiri tadi.
"Sabaaku no gaara" Ucap lelaki itu singkat sambil menjabat tangan Sakura "Lebih baik kau pulang, dan jangan melamun di tengah jalan seperti ini, terlalu berbahaya"
"Ehn... i-iya, terimakasih"
Kemudian lelaki bernama gaara itu melaju dengan motor Cs1-nya. -anggap aja itu motor terkeren saat ini-
Sakura melanjutkan perjalanannya dan sampai akhirnya dia pulang naik taxi.
-Sesampainya dirumah-
Sakura membuka pintu rumahnya yan masih terkunci dengan kunci yang sedari tadi menghuni saku seragamnya.
"Clek" Pintu itu terbuka.
Sakura menutupnya kembali, kemudian langsung kearah kamar tidurnya.
"Haaahhh" Sakura menjatuhkan tubuhnya diatas kasur sambil melempar tasnya asal-asalan.
"Menyebalkan!!!!!" Teriaknya "Mengapa hari pertama sekolah sudah seperti ini? Menyebalkan, benar-benar menyebalkan! Ini semua karena d'devilz, aku benci mereka!" Ucap Sakura. Dan karena kelelahan Sakura tertidur dan lagi-lagi dia melewatkan jam makan malamnya.
-Pagi harinya-
"Hah!" Sakura bangun dari tidurnya
"Ya tuhan jam berapa ini?" Ucapnya kemudian melirik jam bekernya "Hahhh, jam 6.30? Oh tidak tamatlah riwayatku!" Ucapnya kemudian berlari kekamar mandi.
Karena sudah kesiangan Sakura mempersingkat waktu mandinya yang biasanya memerlukan waktu puluhan menit, menjadi 3 menit saja.
"haaaduh, tasku mana yaa?" Sakura sibuk mencari-cari tasnya yang kemarin dilempar entah kemana saja. "akhirnya ketemu juga"
.
.
Sakura berlari kearah meja makan. Disana sudah tersusun roti yang sudah dihiasi dengan selai stroberi, segelas susu dan sepucuk surat-?- . Sambil mengunyah roti, Sakura membaca memo yang ditinggalkan ibunya.
"Sakura, tadi ibu sudah berusaha mati-matian membangunkanmu dari tidur, tapi tidak berhasil. jadi ibu minta maaf kalau kau terlambat. Ibu janji lain kali tidak akan membuatmu kesiangan lagi. Dan jangan lupa sarapan, sebaiknya sekarang kau cepat berangkat sekolah. Ibu menyayangimu"
"Huuuh, apa aku sangat sulit dibangunkan ya?" Sakura bertanya pada dirinya sendiri.
.
Sakura berlari keluar rumah. Setelah mengunci pintu, dia langsung berlari keluar dari gang, menuju jalan besar, berharap taxi segera lewat.
-20 menit kemudian.-
"Akhirnya aku sampai juga disekolah. Benar-benar melelahkan" Sakura kemudian memasuki sekolah megahnya itu. Suasananya sangat sepi, karena proses belajar mengajar telah dimulai. Dengan hati-hati Sakura menyusuri lorong sekolah itu. Dan saat dia tinggal beberapa langkah lagi menuju kelasnya...
"Ekhm ekhm" Suara lelaki dewasa mengagetkannya. Sakura pun berbalik.
"Kau tahu sekarang jam berapa?" Tanya Orang tadi dan bisa dipastikan kalau dia adalah salah satu dari guru di Forks High School.
"Ma-maaf pak, aku tidak memakai jam tangan, jadi aku tidak tahu sekarang ini jam berapa" Ucap Sakura
"Siapa namamu?"
"Sakura Haruno"
"Mengapa bisa terlambat?"
"A-aku kesiangan dan rumahku jauh pak"
"Kalau begitu, ikut aku kekantor!"
"Sudahlah Pak Asuma, biarkan saja gadis ini masuk" Ucap Seseorang dari arah belakang Sakura
"Ta-tapi Sasuke-"
"Bapak tenang saja, dia tidak akan terlambat lagi, aku jaminannya"
'Apa? Sasuke?' Batin Sakura. Sakura membalikkan tubuhnya, dan benar saja. Dapat dilihatnya Sasuke tengah menyandar didinding sambil melipat tangan didadanya. Sasuke langsung tersenyum ketika Sakura melihatnya, sedangkan Sakura, membalas senyuman Sasuke dengan tatapan jijik.
"Ba-baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu" Ucap Guru Asuma kemudian meninggalkan Sasuke dan Sakura
Sasuke berjalan mendekati Sakura. Kemudian merangkul Sakura seenaknya
"Hey lepaskan aku!" teriak Sakura sambil berusaha melepaskan dirinya dari Sasuke.
"Jadi itu ucapan terimakasihmu?"
"Terimakasih? Untuk apa?"
"Aku'kan telah menyelamatkanmu. Seandainya tadi aku tidak ada, kau pasti sudah dijemur dilapangan bola"
"Benarkah?"
"Ya, benar"
"Kalau tahu begitu lebih baik aku dijemur saja dari pada harus ditolong oleh orang sepertimu!" Ucap Sakura kemudian berlari meninggalkan Sasuke. Sasuke hanya tersenyum melihat tingkah Sakura.
"Hoi Sasuke, dari mana saja kau?" Tanya salah satu anggota d'devilz yang bernama Deidara.
"Hn? tadi aku mengurus hal kecil" Ucap Sasuke
"Hal apa?" tanya Naruto
"Hn... seorang wanita"
"Apa....!! Wanita? Kau serius Sasuke?" Tanya Neji
"Kau fikir aku bercanda?"
"Baru kali ini aku dengar dia ikut campur dalam hal wanita" Ucap Sai
"Iya, ini benar-benar..... mengejutkan" Ucap Naruto
"Sudahlah, santai saja"
"Siapa wanita itu?" Tanya Deidara
"Aku tidak bisa mengatakannya"
"Ayolah teman" Ucap Naruto sambil merangkul Sasuke "Kami ini 'kan temanmu sejak dulu. Kau harus memberitahu kami, siapa wanita itu.... apa jangan-jangan kau menyukainya ya?"
"Entahlah..." Sasuke mengangkat pundaknya "Mungkin ya, mungkin juga tidak"
anggota d'devilz yang lain hanya saling berpandangan.
"Hah sudahlah, aku mengantuk, kita tidur dibasecamp aja" Ajak Sasuke
Keempat devilz yang lain mengangguk.
"TOK TOK TOK" suara tangan Sakura yang beradu dengan pintu yang terbuat dari kayu.
"CLek" Pintu itu dibuka oleh guru wanita yang rambutnya dikuncir dua kebelakang.
"Mengapa terlambat?" Tanya Guru itu
"A-aku, kesiangan--"
"Mengapa kau tidak dihukum?" Tanya guru itu lagi
"Karena, tadi ada-Sa-sasuke yang--"
"Oh, jadi Sasuke malaikat penyelamatmu hari ini? Tumben dia seperti itu? Baiklah, silahkan masuk!" Perintahnya
"Terimakasih" Ucap Sakura kemudian masuk ke dalam kelas.
Sakura berjalan masuk kedalam kelasnya. Namun dia melihat seseorang sedang membaca buku-yang tampak tak asing dimatanya.
'Bukankah dia itu- Gaara? jadi aku sekelas dengannya ya?' Batin Sakura
"Sakura Haruno! Duduk!" teriak guru tadi yang membuatnya kaget.
"Ehn i-iya" Sakura menuju kebangkunya.
"Haahh" Ucap Sakura sambil duduk dibangkunya
"Kenapa terlambat?" Tanya Hinata sambil mencatat sesuatu dari papantulis
"Biasa, aku kalau sudah tidur, sangat sulit untuk dibangunkan.... jadi kesiangan deh"
"Oh"
"nanti catatanmu aku pinjam ya?"
"Iya, tenang saja"
Sementara Hinata mencatat, Sakura mengalihkan perhatiannya pada satu orang, yaitu.... Gaara- yang juga sedang mencatat.
'Dia, keren juga. Aku tidak pernah melihat manusia sekeren itu' Batin Sakura
"Kau lihat apa?" Tanya Hinata yang rupanya memperhatikan Sakura Dari tadi
"Eh... a-aku cuma lihat-"
"Gaara?"
Sakura tersenyum.
"Ya, ternyata kau bisa membaca fikiran orang ya?"
"Tidak, aku hanya menebaknya saja. Lagian, kau memandang kearah sana terus"
"Begitu ya. Hinata, tolong ceritakan padaku semua hal tentang Gaara, Karena aku ingin mengenalnya lebih dekat"
"Mengapa harus aku?"
"Karena aku yakin, kau tahu banyak tentang dia kan?
Hinata terdiam sejenak.
"Baiklah. Sabaaku no Gaara, merupakan cowok terdingin disekolah ini- ya mungkin bisa kubilang begitu. Dia itu jarang mau bergaul dengan wanita. Dia juga seoarng kapten tim basket FHS, selama setahun ini, Tim Basket FHS selalu memenangkan pertandingan, semenjak dia yang menjadi kaptennya. Oh iya, Fans-nya juga banyak, dia juga termasuk dalam siswa yang berprestasi."
"Hanya itu saja?"
"Apa lagi?"
"Tenatang keluarganya mungkin?"
"sudah kubilang kan, dia itu jarang mau bergaul dengan wanita. Mana ku tahu keluarganya bagaimana?"
"Hnnnn...."
"Kenapa, kau menyukainya?"
"Ya... begitulah..... Ta-tapi, apa aku bisa dekat dengannya?"
"Mungkin kau harus berusaha extra keras!"
"Baiklah aku akan berusaha!"
.
.
"Krriiiinnggg" Bel istirahat berkicau -?-
Guru telah meninggalkan ruang kelas. Anak 2-4 berhamburan keluar kelas. Sakura buru-buru mengemasi buku-bukunya, dia tidak ingin kehilangan jejak gaara yang spertinya akan menuju kesuatu tempat. Tapi terlambat, Gaara sudah pergi entah kemana.
"Yaaahh, dia sudah pergi"
"Siapa? Gaara?" Tanya Hinata "Mungkin dia kekantin"
"Benarkah? Kalau begitu ayo kita kesana!" Ucap Sakura kemudian menarik tangan Hinata untuk bersama-sama pergi kekantin.
.
.
-Dikantin-
Hinata memesan bakso, sedangkan Sakura cuma mau beli makanan ringan.
"Pak, beli waffle!" Ucap Sakura
"Iya tunggu sebentar"
"Aku borong!!" Ucap seseorang disamping Sakura
"Ya udah deh pak, beli gery pasta aja!"
"Aku borong!"
"Cih.... Ya udah ak, beli Richoco aja!"
"Aku borong juga!"
"Hey kau. Mengapa kau terus menghantuiku?" Teriak Sakura
"Hn? Siapa yang menghantuimu? Aku cuma ingin membeli makanan" Ucapnya yang tak lain tak bukan adalah Sasuke
"Iya, tapi mengapa kau memborong semua yang mau aku beli?"
"Karena aku ingin membuatmu marah" Ucapnya Santai
"Kau ini aneh ya!"
"Kau tahu. Jika kau marah akan terlihat sangat mempesona" Ucap Sasuke sambil tersenyum super manis
"Hah sudahlah, jangan sok manis didepanku!"
"Memang aku manis kan?"
"Ih menjijikkan!" Bentak Sakura, kemudian meninggalkan Sasuke menuju Hinata yang Asyik menyantap Baksonya -di jepang ada bakso gak sih?-
"Bagaimana? Ketemu sama Gaara?"
"Huhhh, yang aku cariin malaikat gaara, eh yang ketemu malah si Devil Sasuke!"
Hinata hanya tertawa kecil melihat tingkah temannya ini.
.
.
.
Selesai makan bakso, sakura dan Hinata kembali kekelas mereka.
Ketika sampai dikelas, yang diperhatikan Sakura hanyalah Gaara yang sedang duduk dibangkunya yang berada didekat pintu masuk. Saat itu Gaara juga membalas tatapan Sakura.
"Ya ampun, tatapan matanya.... Tajam sekali-aku menyukainya" Batin Sakura
"Sakura!! Coba lihat ini!" Teriak Hinata
"Ada apa?"
"Mejamu!"
"Aggrhhhhh" Sakura berteriak "si-siapa yang menaruh segitu banyaknya waffle, gery pasta dan Richoco dimejaku?" Tanya Sakura masih dalam keadaan kaget.
"Aku!" ucap seseorang dan tentu saja dia adalah Sasuke.
"A-apa? Jadi kau?"
"Memangnya siapa lagi?" Ucap Sasuke tersenyum
"Kau ini-"
"Hn, aku mau pergi dulu, dimakan ya kuenya, sayang kalau dibuang. Sampai jumpa!" Ucap Sasuke sambil mengacak-acak rambut merah muda Sakura, kemudian pergi.
'Apa sih maunya?' batin Sakura
Kemudian Sakura menuju kemejanya. Mengambil sebungkus waffle dan membawa waffle itu menuju Gaara.
"Ehn Gaara, ini untukmu" Ucap Sakura -masa' cuma dikasih 1 doang-
Gaara sepertinya mau menolak.
"Ayo terimalah, anngap saja ini tanda terimakasihku"
"terimakasih?" Gaara mengangkat sebelah alisnya.
"I-iya, kemarin telah mebantuku berdiri- ditengah jalan"
"Oh, baiklah" Gaara menerima waffle dari tangan Sakura."
"Dan u ntuk kalian semua, silahkan, kalau mau ambil saja dimejaku!" teriak Sakura
"Yeeeeee" Ucap semua siswa-siswi 2-4 kemudian menyerbu meja Sakura.
TBC
---
Haaaa, akhirnya chapter 2 selesai juga.
Gimana? Makin Gaje ya ceritanya..
author minta maap ya kalau ceritanya anchur -sujud sujud-
maap jika masih ada misstypo,,
Oh iya, sekali lagi author harapkan buat meriviu fic ini
apakah fic ini masih LAYAK untuk dilanjutkan?
akhir kata
Arigato
RnR
