Disclimer: I Do Not Own The Story. J.K. Rowling Does. I Only Own The Plot. Enjoy!


Aku Sudah Gila

Chapter 2: Rapat Kegiatan Untuk 1 Tahun

"Harry, aku lapar sekali." Tukas Hermione mendadak setelah pelajaran ramuan selesai. "Kau lapar Hermione? Apa aku salah dengar? Tak biasanya kau lapar. Bahkan kau terlihat kenyang untuk sekedar makan roti" jawab Harry heran. Ron yang tidak mau ambil pusing mendengus sebal dan mereka bergegas menuju kelas selanjutnya. Kelas selanjutnya adalah kelas Transfigurasi bersama Ravenclaw. Mereka akan diajarkan untuk mengubah orang menjadi sesuatu yang lain. Tentu ini merupakan pekerjaan murid tingkat lanjut karena mereka berada di tingkat 7. Hermione lagi-lagi berhasil mengubah dirinya menjadi Veela yang sangat cantik berwarna perak dan dapat mengeluarkan kupu-kupu. Ron mengubah dirinya menjadi mirip angsa dan Harry mengubah dirinya menjadi mirip ikan duyung yang berada di dalam danau hitam. Tentu keberhasilan mereka mendapat tepuk tangan yang lumayan banyak bahkan dari Professor McGonagall. "Wah kau tambah cantik Hermione" puji Ginny yang juga berusaha untuk mengubah dirinya. "Aku berusaha mengubah diriku mirip Dedalu Perkasa!" sahut Neville dari kejauhan. Kelas pagi itu sangat menyenangkan sekaligus melelahkan karena membutuhkan banyak energi untuk mengubah dan mengembalikan dirimu seperti semula. Hermione yang lapar langsung melenggang ke arah great hall langsung duduk di meja Gryffindor menunggu yang lain. "Hey kenapa dia? Kenapa langsung pergi begitu saja?" tanya Ginny dengan nada bingung. "Entahlah hari ini dia terlihat kelaparan" jawab Harry. "Ayo susul dia. Ayam goreng sudah menunggu kita!" sahut Ron bersemangat. Ginny hanya mendengus mendengarkan kakaknya yang tak pernah berubah soal makanan.

Malam pun tiba. Trio Gryffindor + Ginny sedang berbincang hangat di ruang rekreasi Gryffindor. Hari yang menyenangkan pikirnya. Tanpa ferret sialan dan teman-temanya tentunya. Meskipun mereka sekarang terlihat fine tapi kadang mereka masih suka menjahili Gryffindor. Omong-omong dimana ya ferret dan teman-temanya kok sedari tadi aku tidak melihat mereka di great hall? Makan siang dan makan malam. hmmm… sedikit mencurigakan batin Hermione tapi ia hanya melamun menatap jendela besar di Menara Gryffindor. Tiba-tiba ada burung hantu mengetuk jendela dengan sigap Harry mengambil surat dan memberi si burung sedikit roti lalu burung itu pergi. Di surat tersebut tertulis:

Dear Prefect Gryffindor,

Kutunggu kalian di ruang rapat malam ini jam 8. Ada urusan penting mengenai kegiatan kalian 1 tahun kedepan. Selebihnya akan kujelaskan nanti saat rapat.

Minerva McGonagall

Mereka berempat langsung tercengang. "Apa yang begitu mendadak sehingga rapat 1 tahun kedepan dibicarakan semendadak ini. Aku padahal sudah mengantuk" sahut Ron. Memang Prefect Gryffindor ada 4 orang yaitu Hermione Granger, Ron Weasly, Harry Potter, dan Neville Longbottom. Hogwarts menambahkan jumlah Prefect tahun itu agar lebih aman. Mengingat tahun-tahun sebelumnya selalu saja ada masalah meskipun sekarang Voldemort si hidung pesek sudah tiada namun Hogwarts tak segan-segan menambah pengamanan ekstra mereka. Mungkin saja Voldemort 2.0 alias Bellatrix Lestrange yang sekarang statusnya masih buronan karena langsung menghilang ketika Voldemort gugur, kembali dan memperburuk keadaan. Maka Murid kelas 7 yang terlibat dalam perang dari kubu manapun diutamakan menjadi Prefect. Ya guys. Dari kubu manapun.

Disinilah mereka di ruang rapat. Disana ada 12 Prefect dan 1 ketua murid yang sedang menunggu kehadiran kepala sekolahnya. Kriet…. Pintu terbuka. Sosok-sosok ular baru datang tepat jam 7.58 kurang 2 menit sebelum rapat dimulai. Mereka menyeringai khas Slytherin saat memasuki ruangan rapat. Hermione mendengus kesal melihat ular-ular berseragam nuansa hijau tersebut masuk. Inilah mereka. Theodore Nott sebagai ketua murid laki-laki. Blaise Zabini, Daphne Greengrass, Pansy Parkinson dan tak lupa yang paling ganteng, Draco Malfoy memimpin jalan mereka dengan seringai paling lebar dan langsung duduk diseberang Hermione. Mereka ber-5 langsung duduk di bangku tanpa menghiraukan yang lain.

Kriet… pintu dibuka lagi dan sekarang tepat jam 8.00 malam Professor kita masuk dengan wibawa yang tak berkurang."Malam anak-anak maaf untuk memaksa kalian datang mendadak seperti ini. Karena mulai besok lusa dan untuk beberapa hari kedepan aku tidak akan berada di sekolah karena ada keperluan dengan kementrian." Tukasnya dengan 1 tarikan nafas. "Seperti kalian tau, setiap tahun ke-7 mempunyai program berbeda-beda tiap tahun. Aku ingin yang baru untuk kalian. Aku harap kalian bisa menyusunya malam ini dan akan bisa kuresmikan besok sebelum aku pergi. Dan yang paling penting pesta dansa hanya bisa dilaksanakan 2x saja. Aku membuat peraturan ini agar kalian tidak bosan dengan pesta dansa. Buatlah program lain yang belum pernah terfikirkan." Papar Professor McGonagall panjang lebar dan disambut tatapan bingung dari Hufflepuff, berpikir keras dari Ravenclaw, tak acuh dari Slytherin dan tatapan kosong dari Gryffindor. "oke kalian bisa bekerja sekarang… oh aku melupakan sesuatu ada yang tertinggal tunggu sebentar anak-anak. Nott, Patil kalian pimpin dulu rapat ini" jelas Professor McGonagall sambil berlalu keluar.

"Kita adakan pertandingan Quidditch lebih banyak saja!" sambar Blaise sambil melakukan high-5 dengan Draco disambut antusias dari Harry dan yang tak terduga, Ron. Hermione mengeryit melihat Ron setuju dengan Slytherin "Lihat! Potter dan Weasley saja setuju apa kalian tidak?" sahut Blaise lagi dengan senyum puas lalu menyeringai. "Oke kita masukan dalam daftar terlebih dahulu. Ada yang punya usul lain?" sahut Parvati dan Theo bergantian. Ketua murid tahun ini memang seperti tidak memiliki masalah dan bekerja dengan professional. Bahkan Theo menghormati Parvati sebagai partnernya. "Uhh… mungkin ini terdengar sedikit gila. umm.. apa kita tak mencoba bertukar astrama?" jelas Hannah Abbott dari Hufflepuff. Pansy yang dari tadi mengikir kukunya terlonjak kaget. "HAH? Apa yang kau bilang Abbott? Tak kusangka kau lebih bodoh dari Weasley" sambar Pansy memekik seperti orang gila. "Tak usah berlebihan Parkinson! Itu hanya usul. Lebih baik dia mengusulkan sesuatu daripada kau dan kukumu." Sahut Ernie Macmillan sengit. "sudah-sudah jangan bertengkar. Bersikaplah professional Pansy. Kita sedang dalam sebuah rapat" jelas Theo dengan tenang. Pansy mengacuhkanya dan bermain dengan kukunya lagi. "Hei kurasa itu ide yang menyenangkan" jelas Draco singkat. "aku juga berpikir seperti itu. Brillian sekali! Kita akan semakin akrab satu sama lain!" Harry antusias. Ron mengangguk setuju tapi raut mukanya berubah dan berbisik pada Hemione disampingnya "Jangan sampai kita satu asrama dengan Parkinson bodoh itu." Tukas Ron pada Hermione. Sedari tadi Hermione berpikir keras dan menggangguk perlahan dan kembali pada lamunanya.

Professor McGonagall kembali. "Anak-anak apakah kalian sudah menemukan ide?" Theo dan Parvati bertukar pandang lalu bicara "Kami sudah menemukan beberapa ide dan mungkin agak melenceng Professor tapi kedengaranya menyenangkan dan belum pernah dilakukan di Hogwarts" jelas Parvati tenang. "Dan tidak mengandung pelanggaran" jelas Theo singkat dengan penekanan sambil melirik kearah Draco dan Blaise. Daphne menyadarkan Pansy bahwa McGonagall sudah di dalam ruangan dan mereka memasang muka pura-pura serius khususnya Pansy. "Baiklah. Apasaja itu?" tanya Professor McGonagall. "Pesta dansa 2x dalam 1 tahun ajaran, pertandingan Quidditch yang lebih banyak dan ehm…–" Theo berdeham. "Kita akan mencoba untuk bertukar asrama professor. Mungkin akan menyenangkan dan persatuan antar asrama yang diimpikan mendiang Professor Dumbledore. Apa itu dimungkinkan?" sambungnya. Professor McGonagall terlihat terkejut dengan ide gila muridnya lalu memasang tampang serius seperti biasa. "Mungkin itu bisa dipertimbangkan. Tergantung sebanyak apa suara kalian dalam mengambil keputusan. Setengah dari kalian + 1 orang maka itu akan dilaksanakan. Menurutku itu merupakan ide brillian. Siapa yang mengusulkan?" tanya Professor McGonagall. "Hannah Professor" jawab Theo. "Baiklah Hannah kau mengagumkan. 20 Poin untuk Hufflepuff" tutur Professor McGonagall dengan riang. "Baiklah. Mari kita ambil suara sekarang." Sambungnya lagi.

Hermione terlihat berpikir keras sampai dia tak sadar sekarang adalah giliranya untuk mengacungkan tangan memberi pendapat. "Miss Granger? Apa kau akan memberi suara untuk ide ini?" tanya Professor McGonagall tenang tapi membuat Hermione tersentak dan langsung bertemu mata dengan Draco yang berada di seberangnya menyeringai. Raut wajah Hermione langsung cemberut dan berkata "Saya kurang setuju Professor" papar Hermione dengan wajah datar. "Oke. Karena semua disini menyetujui kecuali Miss Parkinson dan Miss Granger maka kunyatakan kegiatan-kegiatan tahun ini sah." Jelas Professor McGonagall dengan ramah. "Sekarang sudah pukul 10. Kalian seharusnya sudah berada dikamar masing-masing. Maaf jika menggangu jam tidur kalian. Selamat malam dan terima kasih kerjasamanya" kata Professor McGonagall. "Rapat Bubar" sambung Theo dan Parvati kompak bersamaan.

Hermione yang melamun dari tadi akhirnya mengakhiri lamunanya dengan terkejut akan perkataan Draco "Hey Granger tak lelahkah kau melamun seperti itu dari tadi?" kata Draco dengan seringainya yang –oh Tuhan– tampan sekali. "Jangan mencampuri urusanku Malfoy" jawab Hermione dengan ketus. "Hey, easy darling. Aku hanya bertanya apakah itu salah?" seringainya mengembang lagi. Hermione mengutuk dirinya sendiri karena bersikap terlalu GR dan sensitif. Dan Ia melotot horror pada Draco karena memanggilnya darling. "ah sudahlah Malfoy aku lelah" jawab Hermione sambil lalu mengikuti Harry dan Ron yang sudah berjalan beberapa feet di depanya. "Lelah? Kau habis ngapain eh, Granger?" tanya Draco dengan manja. "ummm… bukan urusanmu juga Malfoy duhhh apakah kau tidak bisa tidak bertanya lagi?" kata Hermione dengan malas. "Baiklah Granger jika itu maumu." Sambil mengedip mata padanya saat belokan yang membedakan arah Gryffindor dan Slytherin. Hermione mendengus kesal.

"Kau kenapa sih Mione bersikap aneh hari ini. Mulai kau lapar sampai melamun saja saat rapat?" tanya Ron yang sedang mengunyah coklat kodoknya. "aku juga manusia Ron" jawab Hermione menutup matanya dan bersandar di salah satu sofa ruang rekreasi."biarkanlah dia dulu Ron mungkin dia kelelahan belajar" tukas Harry dengan bijak. "Guys aku ke kamar dulu ya aku mengantuk sekali" kata Hermione dengan langkah gontai menuju kamar perempuan. "Baiklah Selamat malam Mione" kata Harry dan Ron. "selamat malam you two" kata Hermione sambil menutup pintu kamarnya.

Sungguh hari yang melelahkan. Tiba-tiba ketika Hermione sudah setengah tertidur, ia mengingat kejadian Hospital Wings. Bodoh sekali dirinya membiarkan orang lain melihatnya seperti itu. Tapi mungkin itu hanya khayalanya saja. Dan Hermione bertingkah tak peduli karena tidak ada CCTV yang merekam di dunia sihir tentu tak jadi masalah karena tak ada barang bukti yang kuat jika ada yang menuduhnya melakukan kegiatan kecil malam itu. Lalu ia pun terlelap karena kelelahan.


-TBC-

Pojok Pesan Author (PPA)

Hehe syukurlah chapter ini sudah ke-update. Hehe aku sengaja ngupdate lumayan cepet karena aku tau rasanya sedih kalo baca fanfic belum selese dan kayak kegantung gitu lol anyway,,

Buat Undhott sama Staecia makasih udah nulis di Review. aku bakal seneng ngupdate karena baca fanfic itu kayak pelarian hidup HUAHAHAHA!

jangan lupa Reviewnya Guys aku butuh sebagai penulis baru berguru pada kalian yang senior. Btw emg kebetulan aku cuman ngeship Draco sama Hermione sih heheh.

Salam, Dramione. THANK YOU SO MUCH! XO