A/N: Wah udah chapter 2 nih.. Bagi para reader, tetap baca & review fic ini ya..

.

.

Lindungi Aku!

.

Kamichama Karin Koge Donbo

.

Warning: OOC, GJ, Typo bertebaran, dll

.

.

Last Story :

"Himeka-chan. Kau kenal laki-laki berleontin di sekolah ini?" Tanyaku pada Himeka-chan.

"Leontin?" Tanya Himeka-chan yang terlihat sedikit kebingungan.

"Iya, bentuknya bulan sabit." Jawabku sambil mengingat-ingat laki-laki yang menyelamatkanku tadi pagi. Laki-laki itu memang memakai kalung berleontin bulan sabit.

"Kenapa? Kau menyukainya, ya?" Tanya Himeka-chan yang membuatku salah tingkah.

"Bu—Bukan begitu!" Jawabku salah tingkah.

.

.

-Skip Time-

"Aku pulang.." Ucapku saat aku tiba di rumah. Tapi.. Kenapa sepi? Ayah dimana?

"Ayah?" Ucapku mencari ayah. Tiba-tiba aku mencium wangi pohon baru..

Aku lalu membuka pintu rumahku dan—

JREEENG

"Apa ini? Ini rumahku?" Teriakku karena terkejut saat kulihat rumahku sudah berubah total.

Eh? Ada sebuah tali yang besar dan bertuliskan 'Tarik!'. Lalu setelah itu aku langsung menarik tali itu dan tiba-tiba—

DOEEENG

Dari atas jatuh kertas bertuliskan 'Selamat Datang!' yang besar. Dan saat kertas itu jatuh, jatuh pula kertas-kertas berukuran kecil yang biasanya sering dipakai untuk merayakan pesta ulang tahun. Dan jumlahnya pun sangat banyak. Sehingga kertas-kertas itu meyelimuti tubuhku.

"Apa ini!" Teriakku terkejut.

SRAK

"Hah.." Seorang laki-laki tiba-tiba muncul dari bawah kertas-kertas tadi.

"Ah! Laki-laki yang tadi siang!" Ternyata laki-laki itu adalah laki-laki yang menyelamatkanku tadi pagi.

Kami bertemu lagi..

"Terima kasih telah menolongku tadi pagi." Aku berterima kasih kepada laki-laki itu. Dan, bukannya membalas kata-kataku , ia malah—

"AHHHH!" Berteriak.

Ya.. Laki-laki itu malah berteriak. Entah karena apa.

"Celanamu kelihatan." Ucapnya sambil menutup mata dengan kedua tangannya.

"Kyaaaa!" Teriakku yang mengetahui bahwa laki-laki itu berteriak karena celanaku kelihatan. Dan sekarang sudah kupastikan pasti wajahku sudah seperti kepiting rebus.

"Tidak sopan." Ucap ayah sambil mencubit pipi laki-laki tadi.

"Ayah! Apa maksud semua ini?" Tanyaku setengah berteriak sambil berdiri.

"Mohon maaf, Princess Karin." Ucap ayah. Dan—ayah memanggilku Princess? "Selama ini aku menyembunyikan rahasia ini darimu. Sebenarnya kau adalah Hanazono Karin, putri mahkota dari kerajaan Bloom." Aku hanya diam mendengar ucapan ayah. "Aku bukan ayahmu, tapi pengurusmu. Namaku Kirika. (A/N: Di fic ini, Kirika adalah laki-laki ya..) Mengemban tugas dari Ratu untuk melindungimu dari musuh kerajaan, aku mengajakmu berpindah-pindah selama 5 tahun" Ucap ayah panjang lebar.

"Lalu.." Laki-laki tadi memegang kedua tanganku. "Aku Kujyo Kazune, bodyguard yang diperintah untuk melindungi putri." Ucap laki-laki tadi santai, ternyata namanya adalah Kazune.

"Eh.. Heh?" Ucapku kebingungan.

"Ayah, ini—"

"Aku Kirika." Belum selesai aku bertanya, ayah sudah memotong kata-kataku.

Aku tidak tahu, apa arti semua ini.. Ini kan bukan ulang tahunku.. Hari ini tanggal 1 April.. Ah! April Mop! Oh, ayah sengaja berakting untuk menipuku! Baiklah, ternyata ayah iseng hari ini.

"Kazune adalah ahli khusus di kerajaan kita, dia akan melindungimu selama 24 jam!" Kata Kirika tegas.

"Baik aku mengerti." Jawabku sambil tersenyum dan pura-pura tertipu.

"Ternyata kau mengerti putri." Kata Kazune.

"Kalau begitu, saatnya ganti baju!" Kata Kazune sambil menggendongku dan berlari.

"Eh? Kenapa aku harus ganti baju?" Tanyaku sambil berteriak.

"Kau harus pakai gaun!" Kata Kazune yang tidak mengubris pertanyaanku. "Lebih manis kalau pakai gaun!" Kata Kazune lagi.

.

.

-Normal POV-

"Nah, ini lebih cocok untuk putri." Kata Kazune setelah Karin memakai gaun yang dipilihnya.

'Ini akting juga, ya?' Tanya Karin dalam hati.

"Gaun yang ini juga bagus." Kata Kazune sambil melihat gaun yang lebih terkesan glamour dan dewasa dibanding gaun yang sekarang dipakai oleh Karin.

"Ahhh! Aku pakai yang ini saja." Kata Karin menolak.

"Baguslah." Kata Kazune sambil tersenyum manis.

Lalu Kazune menarik Karin agar duduk di pangkuannya.

"Nah, ayo dimakan." Kata Kazune hendak menyuapi Karin cake.

"Apa ini?" Tanya Karin terkejut dan wajahnya sudah seperti kepiting rebus.

"Ini saatnya putri minum teh." Jawab Kazune dengan wajah polos tak berdosa. "Aku buat dengan penuh kasih sayang." Lanjut Kazune sambil menunjukkan cake yang ia buat.

'Kazune yang buat?' Tanya Karin dalam hati. "Tunggu! Kenapa bodyguard yang pilihkan baju dan membuat kue?" Lanjut Karin setengah berteriak.

"Kenapa tidak?" Jawab Kazune santai sambil menyentuh pipi kiri Karin dengan tangan kanannya. Dan perlakuan Kazune itu sukses membuat wajah Karin memerah sempurna. "Nyawa putri dalam bahaya." Lanjut Kazune sambil berdiri dan mengambil secangkir teh untuk Karin. Dan wajah Karin masih tetap sama.. Semerah tomat.

"Saat putri mandi dan tidur.. Aku tidak akan meninggalkanmu meski sedetik." Kata Kazune dengan wajah yang datar.

"Sekarang saatnya mandi, lho? Setelah itu langsung tidur." Kata Kazune sambil mendekati Karin dan sedikit tersenyum mesum ke Karin. Dan wajah Karin memerah kembali.

SRAT

"Aku menyerah! Aku tidak mau main lagi!" Kata Karin sambil mengangkat tangan seperti—menyerah?

"Cukup sampai disini aktingnya. Oke?" Tanya Karin.

"…"

Kazune diam. Sepertinya ia tidak mengerti maksud Karin.

"Oh, begitu.." Kazune menunjukkan wajah sedihnya. "Putri malu-malu, ya. Manis sekali!" Lanjut Kazune dengan wajah yang ceria sambil memeluk Karin.

"Sampai kapan kau mau terus berakting mesum seperti ini, bodoh!" Teriak Karin sambil menendang Kazune keluar kamar.

"Apa itu putri dan bodyguard! Skenariomu berlebihan!" Kata Karin marah-marah. Sementara itu kazune di luar kamar hanya diam dengan ekspresi wajah 'ada-apa?'.

WUUUSH

Tiba-tiba seseorang muncul di belakang Karin. Orang itu adalah orang yang mengejar Karin tadi pagi.

"Eh? Kalau peranmu apa?" Tanya Karin dengan wajah polosnya.

"Kyaaa!" Teriak Karin tiba-tiba karena orang itu mendorong Karin hingga jatuh.

"Tadi pagi kau membuatku repot, Putri Karin!" Kata orang itu dengan nada menyeramkan.

'Dia serius! Jadi soal putri ini sungguhan?' Batin Karin ketakutan. 'Kucing! Tolong panggil polisi!' Ucap Karin meminta tolong kepada kucing.

Orang tadi ternyata mengetahui bahwa Karin bisa berbicara dengan hewan dan ia juga mengetahui bahwa Karin baru saja meminta tolong kepada kucing.

"Cih!" Umpat orang itu sambil mengeluarkan senjata sejenis pistol untuk menembak kucing itu.

"Jangan sakiti kucing itu!" Ucap Karin menarik lengan orang itu sambil memohon. "Aku akan patuhi ucapanmu!" Lanjut Karin.

"Seharusnya dari tadi seperti ini." Ucap orang itu sambil memegang kalung berleontin bintang milik Karin dan hendak menariknya.

"Putri." Ucap seseorang dari jendela kamar Karin. "Aku lebih bisa diandalkan disbanding polisi. Aku ini kan bodyguard." Lanjut orang itu. Kalian pasti tahu orang itu adalah siapa..

"Kazune!" Teriak Karin setelah melihat Kazune di jendela. Ya.. Orang tadi adalah Kazune.

"Sial!" Umpat orang yang tadi hendak menarik kalung Karin.

DRAP DRAP DRAP

Kazune berlari kearah orang tadi dengan cepat.

"Ja—Jangan mendekat!" Kata orang itu ketakutan melihat Kazune berlari kearahnya. "Cepat sekali!" Kata orang terkejut karena tiba-tiba Kazune sudah berada di depannya.

"Jangan dekati putri lagi!" Kata Kazune dengan raut wajah terlihat marah. Dengan cepat Kazune langsung mengambil senjata milik orang itu lalu senjata itu dipukulkan ke orang itu juga.

"Ma—Maaf aku curiga kepadamu.." Ucap Karin menyesal.

"Susah juga ya." Kata Kazune sambil menunduk. "Padahal gaunmu sudah rapi!" Lanjut Kazune dengan raut wajah yang sulit diartikan.

"Hah?"

"Ganti dengan gaun yang baru!" Kata Kazune lalu menggendong Karin.

"Tunggu dulu! Tidak usah membesar-membesarkan masalah!" Kata Karin

"Aku tidak ingin melihat putri dilukai lagi.. Karena tugasku adalah melindungi putri.." Kata Kazune lembut.

"Apa maksud ucapanmu?" Tanya Karin kebingungan.

"Begitu ya.. Putri masih belum ingat."

"Model rambut putri harus dibuat ikal!" Ucap Kazune mengalihkan pembicaraan.

"Eh? Kenapa?" Tanya Karin.

"Agar lebih cocok jadi putri!" Jawab Kazune.

.

.

To Be Continued

.

.

Review Please?


Reply to review:

Karin lovers: Makasih^^ Iya.. Tetap review ya.

KarinPinkLoveLy: Makasih.. Aku waktu chapter ini bikinnya keburu-buru. Jadi kependekan. Yang chapter ini gimana? Udah panjang atau belum? Tetap review ya.

Tamae: Makasih.. iya soalnya aku bikinnya keburu-buru. Yang chapter ini udah panjangan atau belum? Tetap review ya.. Makasih atas dukungannya.