"LOVE BEFORE"
Main cast ; Baekhyun, Chanyeol, Sehun, Kyungsoo.
Pairing : ChanBaek, slight HunBaek and other.
Warning : typos.
GS/OOC
ENJOY.
.
.
.
.
.
"A..ahh tentu saja!" jawab Baekhyun dengan tergagap dan tak lupa memberikan senyum manis, namun sedikit canggung.
"Terimakasih" ucap pria tampan dengan senyuman yang meluluhkan hati.
"Ya Tuhan, terimakasih atas nikmat yang engkau berikan hari ini" dalam hati Baekhyun bersorak senang, karena seorang Oh Sehun. Tolong garis bawahi, Oh Sehun. Haruskah aku mengulang nya lagi?
Oke akan kuulangi untuk kalian, O-H S-E-H-U-N, yap benar! Oh Sehun! Seorang yang terkenal dengan kepintarannya, selalu mendapat peringkat satu baik sekolah maupun dalam ajang Olimpiade Matematika maupun Sains.
Duduk disebalah seorang Byun Baekhyun, yang hanya tahu cara membuat ribut dalam kelas. Baekhyun bukan tidak pintar, tetapi ia hanya tidak lebih pintar dari Sehun.
Bahkan mereka berbicara. Singkat sekali, namun efek nya membuat jantung Baekhyun tak berhenti berdebar.
"Kau tidak turun?" Tanya Sehun saat bus yang mereka tumpangi sampai di halte dekat sekolah, membuyarkan lamunan Baekhyun tentang dirinya.
"Eohh, iya, aku turun." Baekhyun tersenyum canggung.
Sehun hanya menanggapi nya dengan senyuman tipis.
_
"Kyung, kau tahu? Aku baru saja duduk bersebelahan dengan Oh Sehun!" Cerita Baekhyun dengan kegirangan.
"Maksudmu Oh Sehun si albino dari kelas sebelah?" Kyungsoo bertanya memastikan.
Baekhyun memutar mata malas,
"Kau pikir di sekolah kita ada berapa banyak Oh Sehun?"
"Mana ku tahu" balas Kyungsoo cuek.
"Kau sudah dengar? Sekolah kita kedatangan siswa baru." Sambung Kyungsoo.
"Benarkah?"
Kyungsoo menganguk sebagai jawaban, "Ku dengar-dengar, dia itu tampan, sangat tampan, mungkin saja dapat menandingi Sehun mu itu."
"Tidak ada yang lebih tampan dari Sehun ku! Camkan itu!" Baekhyun menjawab dengan dingin.
Kyungsoo terkekeh mendengar respon sahabatnya "Iya.. iya... Sehun mu yang terbaik."
_
Kriiingggg...
Bel masuk berbunyi, tanda Baekhyun harus mulai untuk diam, menghadap depan, dan memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh Park sonsaengnim -yang baru saja memasuki kelas.
Pria berumur hampir mendekati kepala
"Selamat pagi anak-anak" Sapa Park sonsaengnim.
"Pagi" jawab seluruh siswa bersamaan.
Park sonsaengnim mengedarkan pandangan nya kepenjuru kelas, "Sebelum memulai pelajaran hari ini, saya akan memperkenalkan murid baru di kelas kita ini"
"Silahkan masuk nak!" Lanjut Park sonsaeng sembari mempersilahkan murid baru itu masuk.
"Hey Baek! Lihat itu si murid baru" bisik Kyungsoo, mendekatkan tubuh nya kepada Baekhyun.
Baekhyun yang sedari tadi tidak tertarik mendengarkan ucapan yang disampaikan oleh Park sonsaeng pun dengan secepat kilat menengok kearah pintu, tepat saat murid baru itu memasuki kelas.
"Tampan bukan?" Goda Kyungsoo.
"Tetap saja, Sehun ku yang terbaik" balas Baekhyun dengan senyum yang dibuat-buat.
"Maribperkenalkan dirimu!" Pinta Park sonsaengnim.
"Baik. Annyeonghaseyo, saya Park Chanyeol. Senang bertemu dengan kalian. Mohon bantuan nya" ucap Chanyeol.
Suara ribut dari murid perempuan pun mulai terdengar memenuhi seisi kelas,
"Oke, baiklah Chanyeol, cukup disini perkenalannya. Silakan tempati bangku yang kosong."
"Terimakasih" Chanyeol membungkuk sedikit. Dan mulai berjalan ke tempat duduknya, yang berada tepat disebelah kiri bangku milik Baekhyun.
"Hai" sapa Chanyeol mencoba untuk mengakrabkan diri,
Baekhyun yang mendengar sapaan; yang sepertinya ditujukan untuk dirinya pun menengok.
Ia hanya tersenyum tipis menanggapi.
"Jaaa... Buka buku kalian," ucap Park sonsaeng menlanjutkan pembelajaraan.
_
Kriiiingggg...
Bel tanda istirahat berbunyi, lorong sekolah mulai dipadati oleh anak-anak yang bosan dengan suasana kelas, dan memilih untuk bersantai di taman sekolah, membeli camilan di kantin, atau bermain basket.
"Kyung," Baekhyun membalik tubuh nya ke belakang, menghadap Kyungsoo.
"Kau tidak ingin ke kantin?" Tanya Baekhyun.
Kyungsoo bangkit dari tempat duduk nya, kemudian menarik tangan Baekhyun, "Kajja! Cacing di perut ku ini sudah memulai demo, meminta diberi makan" canda Kyungsoo sambil menepuk perut nya.
Baekhyun tersenyum manis, hingga membuat matanya menyerupai bulan sabit "Kajja!"
Lelaki yang memperhatikan kedua nya sedari tadi, hanya bisa terkekeh pelan melihat kelakuan mereka yang kekanakan itu.
"Hey bung! Kajja! Kau juga harus ikut kami ke kantin"
_
Baekhyun mulai merapikan buku, dan memasukkan nya kedalam tas Jansport merah miliknya.
Bel baru saja berbunyi tiga menit yang lalu, dan Baekhyun tidak mempunyai rencana apapun hari ini. Dia juga sudah berjanji kepada Ibu nya untuk langsung pulang.
Kyungsoo menepuk pundak Baekhyun, "Baek aku duluan."
"Eoh! Baiklah. Hati-hati Kyung!" Teriak Baekhyun sambil melambaikan tangan nya.
"Ne.." Kyungsoo balas berteriak.
Setelah Kyungsoo tak terlihat, ia pun menggendong ransel di punggung, bersiap untuk pulang.
Namun, langkah nya terhenti saat seseorang menahan lengannya.
"Baek,"
Baekhyun menatap heran lelaki yang berdiri dihadapannya,
"Kau mengenalku?"
Keadaan kelas menjadi hening, ditinggal oleh para penghuninya. Hanya tersisa Baekhyu dan Chanyeol disana.
"Tentu saja aku mengenal mu! Kau kan sahabatku sejak kecil Baek! Mana bisa aku melupakan mu." Chanyeol melepaskan genggaman, bersiap mencubit pipi gembil Baekhyun.
"Sahabat? Kecil? Kau ngelantur ya, aku mana punya sahabat kecil, sahabatku hanya si boncel Kyungsoo saja." Baekhyun menepis tangan Chanyeol.
Ia tahu dirinya memang lah cantik, bahkan terlalu cantik. Ia tidak menyangka pesona nya bahkan sampai memikat Chanyeol, si murid baru.
Dia tidak tahu Chanyeol akan mendekati nya secepat ini, di hari pertamana nya masuk sekolah? Heol, wanjeon, jinjja, daebak.
Apa tadi? Sahabat kecil? Yang benar saja! Pria ini sungguh...
"Serius Baek! Masa kau melupakan ku?" Chanyeol kaget mendengar pernyataan Baekhyun.
"Dengar ya, siapa?"
"Chanyeol"
"Ah, Chaneyol. Aku tahu, dan aku sadar bahwa diriku ini memanglah cantik. Tetapi aku tidak menyangka kau akan mendekati ku dengan cara mengaku-ngaku sebagai sahabat kecil ku." Baekhyun mendekati Chanyeol, mencoba memegang pundak tinggi milik nya, menatap dengan pandangan tak habis pikir.
Chanyeol hanya menunjukan ekspresi terkejut nya, tak menyangka ia akan dilupakan seperti ini. Pada awal nya ia sangat bersyukur dapat bertemu dengan Baekhyun kembali setelah sekian lama.
Namun fakta yang ia dapati sekarang ini sungguh membuat nya terkejut. Tidak dapat berkata apapun. Apakah benar ia sudah dilupakan? Bagaimana bisa? Disaat ia sangat ingin bertemu Baekhyun kembali, Baekhyun malah melupakannya? Ingin rasanya Chanyeol mengeluarkan seluruh perasaan nya, tetapi syok yang membuat nya hanya terdiam tak percaya.
"Baiklah, aku pulang. Sampai nanti." Setelah menepuk pundak Chanyeol, ia pun berlalu meninggalkan kelas, dan Chanyeol yang masih terkejut.
_
"Eomma! Aku pulang!" Teriak Baekhyun sesaat setelah membuka pintu rumah nya.
"Hai sayang." Sapa Eomma Baekhyun dari ruang tengah kediaman Keluarga Byun itu.
Baekhyun menghampiri Eomma nya yang sedang menonton acara Get It Beauty, tak lupa untuk mencium pipi eomma kesayangan nya itu, sebelum naik menuju kamar miliknya.
Setelah berganti pakaian, Baekhyun turun kembali, bergabung dengan sang Eomma tercinta.
Meskipun sering menonton acara seperti ini, Baekhyun tidak memiliki niatan untuk mempraktekan nya. Hanya dengan menggunakan eyeliner; untuk memperbesar mata sipit nya, liptint, BB Cushion dan tambahan sedikit blush di pipi sudah cukup untuk nya. Ia lebih suka tampil dengan make up yang tipis atau natural.
Ting tong... Ting tong...
Bunyi bel terdengar, Baekhyun segara berlari menuju intercom melihat siapa yang datang.
"KAU!"
_
TBC.
Aku gak tau ini bagus atau nggak, maaf jika terdapat typo didalam nya. Jadi,
Mohon tinggalkan jejak dan saran nya kawand hehe...
