UPDATE SETIAP HARI SABTU/MINGGU


14/03/18 & 02.14

All characters' name of Naruto belong to Masashi Kishimoto

"PROFANE"

-Chapter II: Kamu itu Pelajar, bukan Pelacur-

By Kohan44

I don't take any profit for this work.


Haruno Sakura meraih tangan Uchiha Sasuke, menuntunnya dengan cepat bertengger di buah dadanya.

Sebuah profesi bisa menjadi kutukan jika kamu (1) masih muda, di bawah 25 tahun; (2) karakter bertentangan dengan tuntutan profesi; (3) benci apa yang dikerjakan profesi; dan (4) tidak punya pilihan untuk berganti profesi. Belum lagi, gajih menjadi seorang guru membuat Sasuke tidak lagi bisa memenuhi keinginan membeli sepatu dan pakaian bermerk. Sekarang, seringkali Sasuke mengenakan baju yang sama, tapi yah… sekarang Sasuke tidak pergi hang out sesering dulu. Tidak banyak setelan untuk pergi main yang dipakai. Setengah isi lemarinya kini dipenuhi kemeja dan celana bahan, bukan lagi jins dan kaos-kaos bersablon aneh-aneh.

Jika diberi kesempatan beralih profesi, Sasuke bakal memilih menjadi aktor. Bukan karena parasnya ganteng, tapi bersandiwara telah menjadi spesialisasi Sasuke selama diangkat menjadi seorang guru dua tahun lalu.

Sasuke bakal bertanya dengan ramah, "Mana yang belum dimengerti?" kepada murid yang hampir setengah jam pelajaran hanya melamun saja. Padahal dalam hati, Sasuke ingin mencekik murid yang tidak mau memberi perhatian ke papan tulis. Iya, Sasuke memang jahat dan kasar. Sewaktu masih kuliah, seringkali Sasuke terjebak perkelahian antar jurusan (macam anak SMA memang), dan jika bukan karena akal-akalan Shikamaru, Sasuke pasti sudah dikeluarkan pihak kampus.

Dengan watak seperti itu, mudah saja bagi Sasuke berkata "Kamu tahu kan saya ini guru? Saya bisa menjatuhkan nilai pelajaran kamu, atau justru mengeluarkan kamu dari sekolah." Padahal dosen-dosennya melarang keras berbuat ancaman kepada siswa. Tugas guru itu mendidik, bukan menakut-nakuti.

"Aku tahu!" Haruno Sakura menyahut. "Tapi apa salahnya menyukai seseorang?"

"Salah total kalau yang kamu sukai itu guru kamu sendiri."

Shikamaru mungkin khawatir dengan tingkah dingin Sasuke yang tak pernah menganggap serius soal respon anak-anak, tapi itu tidak berarti Sasuke tidak memikirkannya sama sekali. Sebelum menjadi teman sejawat, Sasuke dan Shikamaru telah berteman sejak masa kuliah, menjadi akrab berkat ditempatkan di sekolah yang sama ketika pengenalan pekerjaan lapangan, tapi tidak membuat Shikamaru tahu segalanya. Sasuke telah mengalami hal yang lebih parah dari sekedar dikagumi dan dikenal banyak murid, dan karenanya Sasuke tak bisa membiarkan hal serupa kembali mengobrak-abrik kehidupannya yang kini damai.

Ketika Sasuke membicarakan Haruno Sakura di depan Shikamaru, sebenarnya ada hal lebih dalam dan penting yang Sasuke tidak benar-benar katakan, dan karena itu Sasuke setengah berbohong. Sasuke berkata kepada Shikamaru, "yaa… Cuma pernyataan cinta anak-anak biasa." Pada kenyatannya, setelah menyatakan perasaannya di lampu merah, Haruno Sakura membuat tindakan yang lebih berani. Dia memanggil Sasuke dengan lantang di sekolah, dari lantai dua.

"Huh, kalau udah capek, pasti berhenti juga." Begitu kata Shikamaru saat menyaksikan secara langsung aksi nekat Sakura, dan Sasuke menyetujuinya, tapi bukan soal aksi nekat yang dirahasiakan Sasuke dari Shikamaru, melainkan batas keberanian Haruno Sakura yang Sasuke sendiri tak tahu ada di garis mana.

Sakura meremas genggamanya di tangan Sasuke, dan itu membuat Sasuke secara tidak langsung meremas buah dada Sakura. Bukan sekedar remasan, karena Sasuke bisa merasakan tekstur renda branya. Busanya tidak terlalu tebal sehingga rasa-rasanya Sasuke meremas langsung buah dada itu. Empuk yang khas sekali.

"Aku mau jadi pacar Mister!" kalimat itu dilontarkan dengan jelas dari mulut siswi SMA selagi tangan Sasuke masih menggenggam dadanya.

'Mister,' betapa menggelikannya kata itu disandingkan dalam kalimat "aku mau jadi pacar…." Sambil memaksa Mister ini meremas dadanya.

"Kamu ini siswa teladan." Kata Sasuke lurus.

"Siswa teladan juga manusia! Aku pengen punya pacar! Aku pengen pacaran! Aku peng—"

"Kamu ini pelajar, bukan pelacur!" Sasuke menyela, mengejutkan Sakura, dan kalimat selanjutnya membuat tangan Sakura lemas menjatuhkan genggaman, "lagian, aku ini homo."


Halo!

Saya kembali~

Seperti cerita saya sebelumnya, cerita kali ini pun akan diperbarui satu chapter per minggunya. Makanya, follow ya!