Disclaimer:cuma aku pinjam.

Warning: Banyak typo,bahasa kurang jelas,oc,ooc, mainstream, OverPower Naru!Harem Naru!,dll.

Genre :Adventure,Romace,l(kurasa)

Pair: Naruto x Harem

Penting:Disini aku membuat tidak ada iblis,malaikat,atau'pun malaikat jatuh,aku membuat di sini hanya ada penyihir,Youkai,dan manusia biasa.

Chapter 2.

Ke'esokan hari'nya.

"Engehh,"kini terlihat pria jabrik kuning (yak ni Naruto) tengah meregang'kan badan di atas kasur.

"Dimana aku?"gumam Naruto.

"Dan,apa yang semalam cuma mimpi ya?"lanjut Naruto.

Klek*

Mendengar ada yang membuka pintu, pandangan Naruto langsung tertuju ke pintu,dan dia dapat melihat gadis bob,bermata ungu yang di halangi lensa kaca mata'nya,dan gadis itu memakai baju aneh(menurut Naruto) yaitu baju Kuoh Academy."Aa,kau sudah sadar?"tanya gadis itu.

"Ah,ya,dan kau siapa?"jawab dan tanya Naruto.

"Hee,apa kau tak ingat,aku ini adalah tuan'mu,dan kau adalah familiar'ku"jelas gadis tadi.

"Eehhh, berarti semua itu bukan mimpi?"kejut dan tanya Naruto.

"Um,"dan di balas angguk'kan gadis tadi.

"Tidaaaak-owokk,uhuk,uhuk,"

"APA YANG KAU LAKU'KAN,KAU MAU MEMBUNUH'KU"teriak Naruto dengan jurus bighead'nya.

Kenapa Naruto mengata'kan itu,sebab saat mau berteriak Sona tiba-tiba saja menembak'kan air ke mulut Naruto yang membuat Naruto tersedak.

"Itu karena kau berisik"ucap Sona dengan telunjuk Sona masih mengacung ke arah Naruto.

"Cih, sudah'lah,tapi ternyata kau bisa Ninjutsu ya!"ujar Naruto.

"Hha?,Ninjutsu?"tanya bingung Sona.

"Itu,saat kau mengeluar'kan air"jelas Naruto saat melihat Sona kebingung'an.

"Aaa,ini Sihir ,bukan Ninjutsu seperti yang kau kata'kan,lagian mana ada sihir disebut Ninjutsu,kau ini aneh sekali"ucap Sona panjang lebar.

"Hha?,Sihir?apa itu Sihir?"tanya Naruto kebingungan.

"Sihir adalah kekuatan yang di olah dari Mana,yang ada di tubuh"jelas Sona singkat.

"Mana?apa itu? tanya Naruto lagi.

"Haahh, singkat'nya,Mana adalah energi yang ada dalam tubuh,sudah cepat kau pergi mandi,supaya kita sempat sarapan di kantin"jawab dan suruh Sona,sambil membalik'kan badan.

"Aa,baiklah"balas Naruto berajak memasuki kamar mandi.

Skip Time*

Terlihat kini Naruto dan Sona menjadi objek tatapan para murid,saat menuju ke kantin.

"Ano,Sona, kenapa mereka menatap kita seperti itu?"tanya Naruto bingung.

"Abai'kan saja"balas Sona singkat.

"Um,"Angguk Naruto.

Setelah itu, mereka hanya ditemani keheningan,tak ada yang mau bicara di antara mereka.Tapi sebenar'nya di kepala Naruto,dia kini tengah berkecamuk.

"Sebenar'nya,dunia apa ini?,dan lagi aku tidak merasa'kan keberada'an Chakra disini"batin Naruto.

"Dan lagi,bagai mana keada'an mereka disana ya "lanjut'nya.

Karena terlalu fokus dengan pikiran'nya, Naruto sampai tidak menyadari bahwa Sona telah berhenti.

Brugh*

Ughh, kenapa berhenti Sona?"tanya Naruto sebab Sona yang berhenti tiba-tiba.

"Kita sudah sampai"jawab Sona

"Dan lagi aku ini adalah tuan'mu,lagi'an aku ini adalah keluarga bangsawan jadi panggil aku Hime-Sama"lanjut Sona sambil membuka pintu besar yang ada didepan'nya.

"Ha'i,ha'i,Hime-Sama"ucap Naruto ogah-ogah'han.

Setelah membuka pintu,mereka bisa melihat banyak pasang mata yang melihat mereka, disertai ejekan bagi mereka,tapi karena sudah biasa mendengar'nya,Sona tidak ambil peduli.Sedangkan Naruto jadi teringat saat dia kecil dulu,saat masih di Konoha.

Sreet*

"Ah, akhir'nya,aku bisa makan juga"ucap Naruto setelah dia duduk di bangku yang kosong,dan ada yang membuat Naruto heran,kenapa semua pandangan tertuju pada'nya.

"Naruto,apa yang kau laku'kan?"tanya Sona.

"Hhee,tentu saja aku mau sarapan"balas Naruto.

"Ya,aku tau,tapi bangku disini hanya untuk para bangsawan,jadi kau duduk di bawah"jelas Sona.

"Apa,ini kejam,kenapa aku harus di bawah,dan lagi,kenapa cuma ada roti,hiks,kau,hiks,kejam Hike-Sama"ucap Naruto drama.

"Sudah'lah rakyat jelata,itu memang sudah kelas'mu yang selalu di bawah,jadi cepat kau makan di bawah saja"ejek pemuda keriput bersurai pirang.

Naruto yang mendengar suara langsung melihat sumber'nya.

"Hee,kau ada masalah kriput?"tanya Naruto watados.Dan karena kata-kata Naruto semua murid disitu mati-mati'an menahan tawa.Kecuali Sona dan Riser yang kini muka'nya memerah menahan emosi.

"Naruto apa yang kau kata'kan, kenapa kau menghina Riser seperti itu"ucap Sona.

"Hee,aku bukan menghina'nya Hime-Sama,tapi aku mengata'kan kebenaran,lihat dia itu sudah tua sampai keriputan begitu"tunjuk Naruto pada Riser.

"Pprrhh,BUAHAHAHAHAH..."dan kali ini semua murid(kecuali Sona dan Riser)tertawa dengan keras.

"Teme, berani'nya kau menghina'ku yang dari keluarga bangsawan Phenex,kau sangat berani rakyat jelata,sebagai huku'man atas penghina'an ini aku menantang'mu bertarung"tantang Riser.

"Hee, siapa takut,dan apa taruhan dalam pertarun'gan ini?"terima dan tanya Naruto.

"Sebagai taruhan'nya,jika kau menang aku akan memberi'mu air mata Phenex,dan jika kau kalah kau akan menjadi budak'ku selama 1 tahun,bagai mana apa kau berani!"tantang Riser.

"Tunggu, mana mungkin Naruto bisa menang dari'mu, sedang'kan dia adalah rakyat jelata,aku juga sama sekali tidak bisa merasa'kan Mana di dalam tubuh'nya"bukan'nya Naruto,tapi Sona lah yang angkat bicara.

"Hehe,itu'lah tujuan'ku menang dengan mudah,supaya aku bisa menghajar dia sepuas'ku setelah dia jadi budak'ku"jelas Riser dengan licik.

Memang Riser terkenal akan ke licik'kan dan ke playboy'an diri'nya di kalang'an murid.

"Mana bi-"

*Puk*

Ucapan Sona terputus saat dia merasa ada yang mengelus kepala'nya.

"Kau tenang saja,aku akan menang kok"tenang'kan Naruto masih mengelus kepala Sona.

Sona yang di perlaku'kan begitu memerah.

"Tapi,kau tidak memiliki Mana,sedang'kan dia nemiliki Mana,belum lagi sihir setiap klan phenex memiliki Regernasi yang tinggi"jelas Sona akan ketakutan'nya.

"Hehehe,pertama kali melihat'mu aku mengira kau adalah gadis yang sombong tanpa memikirkan orang lain,tapi ternyata aku salah,kau adalah gadis yang baik Sona,Terima kasih telah menghawatirkan'ku, dan mulai sekarang aku Uzumaki Naruto akan mengapdi'kan hidup'ku pada'mu Hime-sama"ucap Naruto sambil membungkuk ala Anbu.

Semua murid menganga saat melihat perlakuan Naruto pada Sona,yang menunjuk'kan kesetiaan'nya pada Sedang'kan Sona kini terpaku saat melihat perlaku'an Naruto pada'nya.

"Jadi ijin'kan hamba menghajar'nya Hime-sama"lanjut Naruto.

Sona,dan semua murid langsung tersadar saat mendengar suara Naruto lagi.

"Ba-baiklah,a-aku akan mengijinkan'mu bertarung,tapi jangan memaksa'kan di-diri'mu"ucap Sona sambil mengalih'kan pandangan'nya.

"Baiklah kriput,dimana kita akan bertarung?"tanya Naruto.

"Cih,aku akan benar-benar menghajar'mu,ayo ikut aku"ucap Riser sambil beranjak pergi,tidak lupa di ikuti semua murid yang ada di kantin.

Bagai'kan angin,berita pertarung'an Naruto dan Riser beredar dengan cepat.

Dan kini banyak Siswa mau:pun Siswi sudah duduk di bangku penonton(untuk lapangan'nya aku memakai lapangan *IS*(inifite Stratos).

"Baiklah,aku Rias Gremory sebagai wasit kali ini, menyata'kan pertarung'an resmi Riser Phenex melawan Uzumaki Naruto "umum'kan Rias kepada penonton.

"Baiklah,apa kalian sudah siap?"tanya Rias pada Riser dan Naruto.

"Hn/hm"balas Riser dan Naruto dengan angguk'kan.

"Ok,kita mulai saja pertarung'an ini, HAJIME"ucap Rias.

"WOOOO,"teriak para murid.

"Semoga kau tidak memaksa'kan diri"gumam Sona.

"Mari kita lihat,apa yang bisa dilaku'kan oleh familiar Sona"gumam kepala sekolah.

Flashback On.

"Haahh,tidak ada yang lebih nikmat selain minum kopi saat bersantai"ucap pria paruh baya bersurai hitam tapj di poni'nya berwarna pirang.

*Brakk*

Brrushh*

Baru saja akan meminum kopi'nya tiba-tiba saja pintu dibuka dengan keras

"Kouchou,ada berita penting"ucap si pelaku.

"Uhuk,ada apa Michael-sensei?"tanya kepala sekolah.

"Ini tentang familiar Sona Kouchou!"

"Oh,adik Serafal ya, memang'nya ada apa dengan familiar'nya?"tanya Azazel.

"Familiar Sona memiliki tanda ini,setelah dia membuat kontrak dengan Sona"jelas'kan Michael,sambil menunjuk sebuah kanji di buku.

Saat Azazel melihat apa yang di tunjuk Michael,mimik'nya langsung serus.

"Untuk sekarang tolong rahasia'kan ini, sangat berbahaya,kalau sampai ini di ketahui orang lain,dan tolong awasi juga familiar Sona,jangan sampai dia jatuh ketangan musuh,kau paham Michael!"ujar Azazel panjang.

"Ha'i,saya paham Azazel-sama,saya mohon undur diri"ucap Michael sambil melangkah ke pintu.

Setelah Michael pergi,kini Azazel terlihat memikir'kan sesuatu.

"Kalau sampai ada yang mengetahui ini,pasti akan banyak yang mengincar'nya,aku harus waspada"gumam Azazel.

Flashback Of.

"Hehehe,kau akan menerima hukuman dari'ku,karena telah berani menghina bangsawan seperti'ku"ujar Riser.

"Bangsawan,bangsawan, bangsawan,aku mulai bosan mendengar'mu,yang selalu berlindung di balik status'mu,apa kau tidak pernah berpikir berusaha sendiri tanpa mengandal'kan kebangsawanan!"ucap Naruto.

"Aku tidak peduli, karena rakyat jelata seperti'mu tidak akan mengerti betapa berguna'nya status ini, dengan status bangsawan'ku tidak akan ada yang berani menolak apa yang aku pinta,dan karena kau yang pertama berani menghina'ku aku akan menghajar'mu disini"ujar Riser panjang.

"Fire ball"

Tiba-tiba saja di depan Riser ada lingkaran sihir berwarna merah,dan dari dalam lingkaran tersebut, keluar'lah bola api yang tidak terlalu besar setelah dia mengacung'kan tangan'nya kedepan.

Naruto yang melihat bola tersebut mengarah ke dia,hanya santai saja.

*Boomm*

Terjadi ledakan kecil,setelah bola api Riser menghantam tempat Naruto berdiri.

"NARUTOO,"triak Sona khawatir.

"Hahh,aku membuang-buang waktu datang kesini, pertarungan yang singkat"ucap para murid.

"Hahaha,rasakan itu,itu'lah akibat'nya karena kau berani melawan bangsawan seperti'ku"ucap Riser.

Tapi setelah asap menghilang mereka bisa melihat Naruto dengan santai'nya keluar dari kawah kecil hasil ledak'kan tadi.

"Hahh,ternyata kau tidak sabaran ya"ucap Naruto santai.

"Ba-bagai mana bisa,kau ti-tidak terluka sama sekali?"tanya Riser agak shok.Begitu juga para murid mereka juga sama shok'nya.

"Hm,gimana ya?aku cuma menahan bola api'mu itu hehehe,"jelas Naruto disertai tawa bodoh'nya.

"Teme,jadi kau meremeh'kan kekuatan'ku"ujar Riser.

"Hee,siapa yang meremehkan'mu,aku cuma menjawap apa yang kau tanya'kan"ucap Naruto bingung. (hehe,sifat bodoh'mu terkadang membuat orang lain emosi Naruto,di Rasengan author*)

"Kau akan merasa'kan ini"

"Fire Ball"

Riser kembali melontar'kan bola api, tapi kali ini lebih besar.

"TU-TUNGGU,WAAAAA,"teriak Naruto sambil menghindari bola api Riser.

*Booomm*

"Piuhh,hampir saja"ucap Naruto.

"Double Fire Ball*

Lagi-lagi Riser menembak'kan bila api,tapi kali ini dia menembak'kan dua bola api sekali gus.

Dan lagi-lagi,Naruto dapan menghindari'nya.

"Kau,jangan cuma menghindar,ayo serang aku"geram Riser saat dia melihat Naruto,dengan mudah'nya menghindari serangan'nya.

"Baiklah,jika itu mau'mu"

Whuuss*

Bagai'kan jet, Naruto kini sudah ada di depan Riser.

"Ce-cepat sekali"batin Riser dengan mata yang terbuka lebar karena kaget.

Bukan hanya Riser,semua murid juga shok saat melihat kecepatan Naruto.

"Na-Naruto,dia sangat cepat"gumam Sona.

Sedang'kan kepala sekolah, dia hanya tersenyum misterius.

"Rasakan ini"ucap Naruto sambil menyentil kening Riser.

*Tik,Whooss,Braakk,boom*

Kini semua murid benar-benar membuka mulut mereka lebar-lebar,bagai mana tidak,hanya dengan satu sentilan Riser terhempas sampai menhancur'kan pinggiran arena.

"Ba-BAGAI MANA ITU BISA TERJADI,SE-SEKUAT APA DIA ITUUU..."teriak seorang siswa,dan itu membuat semua murid yang shok langsung tersadar.

"Fufufu, kelihatan'nya aku sudah memiliki calon untuk'ku"gumam gadis surai hitam panjang,a.k.a Akeno.

"Hm,bangsawan dan rakyat jelata tidak buruk juga"gumam Rias.

"Ke-kekuatan apa itu?,aku sama sekali tidak melihat dia menguna'kan sihir,tapi kenapa hanya dengan satu sentilan Riser sampai seperti itu?"tanya Sona pada diri'nya sendiri.

*Kembali ke arena*

"Apa,aku berlebih'an ya? padahal aku cuma mengguna'kan sedikit Chakra"gumam Naruto.

"Ughh,akan'ku balas kau bangsat"geram Riser dengan luka dan lebam ditubuh'nya akibat benturan.

Tapi luka dan lebam tersebut,sembuh kembali.

"Jadi itu adalah Regernasi tubuh'mu ya?"tanya Naruto.

"Hahaha,dengan ini aku akan tetap sembuh kembali walau'pun menerima luka yang fatal,karena aku ABADI"ucap Riser dengan teriak'kan di akhir.

"Dragon Fire"

Kini terlihat di atas Riser lingkaran sihir besar,bukan hanya itu tiba-tiba saja terlihat naga api yang keluar dari lingkaran itu,dan naga tersebut terbang meliuk-liuk di atas Raser.

"A-apa Riser berniat membunuh familiar Sona"ucap para siswa,saat mereka melihat Riser mengeluar'kan naga api yang cukup besar.

"Tolong selamat'kan Naruto Kami-sama"do'a Sona.

"RASAKAN INII,"teriak Riser.

*GGRRRHHOOOAARRGGH...*

Naruto yang melihat naga api tersebut terbang kearah'nya dengan cepat, Naruto langsung membuat Handseal.

"Doton:Doryuuheki"

*Kkrraaakkk,"

"BOOMMM,"

Walau'pun sempat membuat tanah pelindung,tapi Naruto tetap terhempas sampai ketepi arena.

*Whussh*

Braakk*

"NARUTOO,"teriak Sona saat dia melihat Naruto terhempas.

"HAHAHAHA, ITU'LAH AKIBAT'NYA JIKA KAU BERANI MELAWAN BANGSAWAN PHENEX!"ujar Riser keras.Tapitawa Riser lenyap,saat asap menipis,dia bisa melihat Naruto yang berusaha keluar dari dalam retak'kan di dinding."Ughh,it-ittai, seharus'nya aku buat dua tadi"rutuk Naruto.

"Tapi aku tidak menyangka, elemen api'nya lumayan kuat"lanjut Naruto.

"Heh,kau hebat juga bisa bertahan dari serangan'ku tadi"pujian yang tidak iklhas meluncur dari Riser.

"Hee,kalau begitu saja aku sudah kalah,mungkin aku sudah lama mati"ujar Naruto.Riser yang mendengar kata-kata Naruto, seperti ledek'kan bagi'nya,seakan serangan'nya tadi tidak ada apa-apa'nya.

"Cih, lebih baik kau menyerah,atau aku akan merubah taruhan kita"ancam Riser.

"Merubah!,apa maksud'mu?"tanya Naruto bingung.

"Hehehe,ya,jika aku menang Sona akan menjadi budak'ku dan kau akan jadi anjing'ku"jelas Riser.

"Ini tidak ada dalam perjanjian,kau mau bermain curang ya"geram Naruto.

Riser yang melihat Naruto terpancing menyeringai licik.

"Khu,khu,khu,kau tidak tau ya?,bangsawan bisa melakukan apapun,termasuk menjadi'kan bangsawan lain jadi budak Sex'nya"jelas Riser,terus memanasi Naruto.

"Ada tiga yang kubenci di dunia ini, satu penghianatan,dua arogan,dan tiga adalah,"jeda Naruto.

"MERENDAH'KAN WANITA"teriak Naruto.

*Srrhinng*

Tiba-tiba saja Naruto menghilang dalam kilatan orange.

Crasshh*

"AGGRRHH,"teriak Riser saat sebelah tangan'nya putus.

Srhiing*

Tak jauh di belakang Riser,kini Naruto berdiri tegak sambil memegang Kunai Hiraishin yang penuh darah.

Semua murid hanya bisa membuka mata mereka lebar-lebar karena shok,bagai mana tidak,belum ada dua detik yang lalu tangan Riser masih utuh,dan kini tangan kanan Riser telah putus.

"NII-SAMAAA,"teriak gadis surai pirang seperti bor, khawatir aoan keada'an Riser.

"A-ap-APA YANG TERJADIII,"teriak para Siswa,shok saat melihat Naruto menghilang,dan lebih parah'nya lagi,kenapa tangan Riser puntung,dan saat mereka melihat ke arah Naruto,mereka bisa melihat Naruto memegang Pisau aneh bercabang tiga.

"Di-dia s-sangat cepat"gumam murid lain.

"Na-Naruto"gumam Sona shok.

"Fufufu,dia sadis"gumam Akeno sambil menjilat bibir'nya.

Rias juga shok,tapi saat dia melihat pisau yang di tangan Naruto dia jadi teringat sesuatu.

"Ah,iya,itu'kan seperti familiar'ku,bagai mana dia memiliki'nya?"gumam Rias bingung sambil melihat pisau bercabang tiga yang ada si tangan'nya.

Sedang'kan kepala sekolah juga tidak kalah shok.

"A-aku baru pertama kali melihat hal yang seperti ini"gumam Azazel masih setengah shok.

Kembali ke arena.

"Aku,akan membuat yang lebih parah dari itu,jika kau berani mengata'kan hal yang menjijik'kan seperti itu"ucap Naruto dengan suara yang berat.

"Ughh,kauhh pi-pikir,aku ak-akan kalah hanya,dengan haahh ini hahh"ujar Riser ngos-ngos'an.

"Aku ini hahh, abadi"lanjut'nya.

Dan benar saja,tangan Riser perlahan mulai pulih lagi.

"Kauh lihat,akuhh ini abadi"sombong Riser walau masih ngos-ngos'an.

"Jadi begitu,setiap kali serang'an yang fatal,regernasi'mu akan melambat!"ucap Naruto.

"Apa'pun yang akan kau laku'kan, tetap saja,aku yang akan menang disini"ujar Riser.

"Dan kali ini,aku akan mengeluar'kan seluruh kekuatan'ku"ucap Riser.

"Kau yang telah diberkaiti api yang suci,tolong'lah berkahi diri'ku ini dengan api'mu yang suci itu,tolong berikan kekuatan pada'ku,supaya aku bisa menyebar'kan api suci'mu kedunia ini"gumam Riser.

Tiba-tiba saja tempat Riser berkobar api yang sangat besar.

"Aku merasa'kan pirasat buruk"gumam Naruto.

"Apa ini tidak keterlalu'an,mereka seakan membunuh satu sama lain!"ucap para murid.

"Semoga pria itu selamat dari Nii-sama" do'a gadis pirang tadi.

"Rias,apa ini tidak bisa di henti'kan saja?"tanya Sona khawatir dan entah sejakl kapan sudah didekat Rias.

"Tidak bisa,kalau di antara mereka belum ada yang pingsan atau menyerah,mereka akan tetap bertarung,sebab itulah aturan sekolah"jelas Rias.

"Tapi ini sudah kelewatan,dan lagi Riser sampai menggunakan kekuatan full'nya"ucap Sona.

"Tetap tidak bisa,kau tenang saja kau harus percaya pada familiar'mu karena kau adalah majikan'nya"tenangkan Rias.Tidak seperti biasa'nya Rias selalu meledek Sona kali ini dia terlihat menyemangati Sona.

Sebenar'nya Sona dan Rias adalah teman yang dekat,tapi kalau disekolah mereka akan sering bertengkar sebab Rias iri akan kehebatan Sona dalam sekolah.

Baiklah kelihatan'nya kita melenceng dari cerita,mari kembali lagi ke arena.

*Bbhoosshh*

Setelah luapan api yang mengelilingi Riser hilang,kini terlihat'lah Riser yang mengguna'kan Armor baja dengan corakan api bergambar burung di dada'nya.Dan terlihat juga di punggung Riser terbentang sayap api yang cukup lebar.

"Dengan Mode:Phenex ini kau akan kalah"ujar Riser setelah semua kobaran api hilang.

"Mari kita mulai ronde ke-2"gumam Riser menyeringai.

Whuss*

Naruto membulat'kan mata'nya saat tiba-tiba saja Riser sudah ada di depan'nya,siap melancar'kan pukulan.

Tapi karena insting Naruto sudah di latih dia masih bisa menghindari'nya,dengan cara melompat ke belakang.

Tidak mau membiar'kan lawan'nya menarmenarik nafas,Riser langsung menerjang Naruto.

Naruto yang melihat Riser sudah di depan'nya,siap memukul diri'nya,hanya bisa menangkis dengan tangan.

Buaggh*

"Ughh,panas sekali"ringis Naruto saat dia berhasil memblock pukulan Riser.

Whuuss*

Lagi-lagi Riser tidak memberi Naruto ruang untuk bernafas.

"Baiklah kalau itu mau'mu"gumam Naruto menyiap'kan kuda-kuda'nya.

"Aku akan meladeni'mu dengan Taijutsu"lanjut'nya.

Buaghh,duuaghh,buaghh*

Buagghh,buaghh,duaghh

Adu pukul dan tendang'an terus berlanjut sampai Riser tiba-tiba terbang ke atas.

"Kuhh,akui kauhh,hebat dahh-dalamhh bertarunghh,tapih,kali ini,kauh akan kahhlah"ucap Riser ngos-ngosan karena kehabisan tenaga.

Sedang'kan Naruto yang ada dibawah Riser terlihat biasa saja,tapi terlihat tangan Naruto memerah karena adu pukul tadi.

"Terima'lah ini jurus pamungkas'ku"ujar Riser.

"Five Fire Drag-"

Tapi belum selesai Riser mengeluar'kan jurus'nya,Naruto terlebih dahulu sudah ada di belakang Raiser.

"Aku akan mengakhiri ini"bisik Naruto pada Riser,dan langsung menendang Riser ke bawah.

*Dhughh*

*Bomm*

Terjadilahledak'kan kecil akibat benturan Riser dengan tanah.

*Tap*

Setelah mendarat sempurna,Naruto langsung membuat handseal favorit'nya, apalagi kalau bukan.

"Kagebunshin no jutsu"

*Phhobh*

Phobhh*

Kini semua murid kembali menjatuhkan rahang mereka kebawah,saat mereka melihat Naruto ada sepuluh orang.

"B-b-bagaimana dia bi-bisa sebanyak itu?"tanya seorang murid entah pada siapa.

"Ak-aku jadi ra-ragu kalau di-dia adalah rakyat biasa"ujar murid lain'nya.

"Na-Naruto"hanya itu'lah yang bisa dikatakan Sona,dia tidak tau harus berkata apa lagi,saat melihat kemampuan familiar'nya ini.

Sedangkan Rias dan Akeno,mereka hanya menjilat bibir mereka sambil mengelus perut mereka.

"Hehe,sebentar Lagi Kau Akan Ada Isi'nya"batin mereka kompak.

Kembali ke arena.

Ughh,akuhh akan benarhh,benar,menghukum'mu, dengan berat"ucap Riser terputus-putus,setelah dia berdiri kembali.

Sedangkan Naruto hanya diam mendengar ucapan Riser.

"Ayo kita akhiri ini"perintah Naruto pada bunshin'nya.

"Ooshhh"teriak para bunshin Naruto langsung menerjang Riser.

Riser yang melihat para Naruto menerjang'nya hanya bisa pasrah,sebab dia sudah kehabisan Mana dan tenaga'nya.

"U-

*Duaggh*

Dua Naruto langsung menendang Riser ke atas.

"Zu-

*Duaghh*

Lagi,dua Naruto menendang Riser ke atas.

"Ma-

*Dhuaggh*

Lagi,lagi seperti tadi dua Naruto menendang Riser ke atas.

"Ki-

*Dughh*

Lagi,lagi dan lagi dua Naruto melaku'kan hal yang sama.

*Whuss*

Kini di atas Riser sudah ada satu Naruto yang menunggu'nya,setelah dekat Bunshin Naruto langsung menendang Riser ke bawah.

"Naruto Rendan"

"Duaghh,"

"Ohhokk"

*Boomm*Terjadi ledak'kan kecil saat Riser sampai ketanah dengan tak mulus'nya.(hehehe :-).

"Uhuk,ghoeek,"terlihat kini Riser memuntah'kan darah.

"Sebaik'nya kau menyerah"ujar Naruto pada Riser.

"Ghhooekk,ja-jangan bercanda!,akuh tidak munhhgkin kalahh,dari'mu"ucap Riser susah payah.

"Baiklah,kalau kau tidak mau menyerah"

Shhiiuu*

Kini terlihat ditangan Naruto sudah ada bola energi dengan putaran yang acak,sebesar bola basket.

"Rasen-"

"HENTIIKAAANN,"triak seorang gadis memasuki arena.

Naruto langsung membatal'kan niat'nya menghanta'kan Rasengan pada Riser,saat mendengar tria'kan tersebut.

*Tap,tap,tap*

"Tolong,hahh,henti'kan ini"ujar gadis tadi setelah dia sampai didepan Naruto,sambil membentang'kan tangan seakan dia menjadi tameng bagi Riser.

Naruto yang melihat kadatang gadis tadi,hanya mengedip'kan mata karena binggung.

"Kau siapa?dan lagi kenapa mengampuni'nya?"tanya Naruto,beruntun.

"Ak-aku adalah Ravel Phenex,dan aku adalah adik dari Riser Phenex,dan jika kau mengampuni Nii-sama,aku kan.. "gantung Ravel.

"Akan" beo Naruto.

"Aku akan menjadi pacar'mu"ujar Ravel dengan tegas.

"He,HEEEEEEEE,"bukan hanya Naruto,semua yang ada disana juga kaget akan pernyata'an Ravel.

"Hahaha,pertunjukan yang menarik"gumam kepala sekolah sebelum dia pergi dari tempat'nya tadi.

BERSAMBUNG.

vvvvvvvvvvvvv

vvvvvvvvvv

vvvvvvv

vvvv

v

Hhaaaahh, akhirnya selesai juga chap 2 nya,maaf ya kalau masih belum seru adegan pertarungan'nya,sebeb ini adalah pertama kali'nya aku membuat adegan pertarungan jadi maaf kalau gak seru,dan maaf juga kalau masih banyak typo.

Dan ada juga yang membilang ini mirip anime, memang aku terinspirasi dari anime itu,tapi aku cuma ngambil konsep pertama'nya aja kok,sebab aku juga belum nonton anime itu sampai tamat,aku cuma nonton saat si familiar menggunakan bazoka. maklum kebatasan kuota hehehe,

Dan lagi Naruto memang sudah di anggap mati di dunia Shinobi,jadi disini hanya Naruto yang dari dunia Shinobi,tapi tenang saja aku juga membuat Karakter di Naruto ada kok,mereka semua sekolah di Konoha Academy.

Ok sampai seni saja dulu,sampai jumpa cgap depan bye...bye.. Dattebayou...

Oh iya,maaf ya kalau Nama-nama jurus'nya salah,maklum aku sangaaaaatt buruk dalam bahasa Inggris hehehe...