Keesokkan harinya, kita berempat berjalan menuju sekolah Kenta. Perasaanku sangat senang, akhirnya aku bisa pulang bareng Noona. Noona pasti cantik sekali hari ini. Semoga perjuanganku untuk meminjam kosmetik Woojin, sepupuku tercinta, tidak sia-sia. Semoga aku tidak ikutan alay seperti dia...
"Muel, gue boleh tanya nggak?" kata Jinyoung
"Apaan?" kata Samuel
"Kok lo bisa kenal Kenta?"
"Oh itu, dulu kan temen gue si Vernon mau masuk sini. Terus ketemu sama dia. Dia yang nunjukkin Marketing Officenya gitu. Dari situ gue kenal dan sering ngobrol juga"
"Lah bukannya si Vernon sekolah di sekolah sebelah kita?" kata Daehwi
"Namanya juga remaja ababil."
"Ketemu Noona dong?" kataku
"Nggak. Bahkan gue nggak kenal sama Noona lu itu. Mukanya aja gue nggak tau" kata Samuel lagi. Ah sekarang aku mengerti kenapa Samuel kenal dengan Kenta. Ah makin sayang aku dengan Samuel.
--Mio POV--
"HAH?! SERIUS KAMU PULANG SAMA SI BOCAH TENGIL ITU?" Kata Seungwoo kaget. Aku mengangguk.
"KOK BISA ?!" teriaknya lagi
"Jangan teriak-teriak. Malu woy!" kata Daniel sambil menyumpal mulut Seungwoo dengan roti.
"Mio... Mio... Katanya males, tapi malah pulang bareng. Jangan-jangan suka lagi. Itu Hyunbin gimana?" goda Daniel
"Ish! Diem kek. Kalau dia tahu gimana?" kataku kesal
"Ntar fansmu pada patah hati deh" kata Seungwoo. Aku menatap mereka kesal
"Jiejie! Anyyeong" teriak Guanlin
"Aih byeongari twinsku datang" kataku senang
"Sunbae, pulang naik apa? Makan yuk. Laper" kata Seonho manja
"Dia lagi ada kencan dengan PARK JIHOON" kata Daniel
"Mwoya? Jadi noona nolak JR sunbae demi dia? Terbaik!" Guanlin bertepuk tangan. Aku menatap mereka tajam dan mengintimidasi.
"Bawel!" kataku. Tiba-tiba Kenta datang menghampiriku
"Neechan, yuk. Mereka sudah datang" kata Kenta. Aku terdiam. Mengapa aku mengajaknya pulang bersama? Kenapa aku tidak mengajak Byeongari twinsku saja? Ahh... Aku kesal! Andai saja Hyunbin membalas perasaanku, aku yakin Jihoon tidak akan menggangguku lagi.
"Mio?" kata Kenta lagi
"Ah ne... Kajja" Aku menggandeng tangan Kenta. Kita berjalan keluar kelas dan aku melihat Hyunbin sedang dikerubutin para wanita yang memujanya. Hyunbin melihat kearahku dan tersenyum. Aku buru-buru membuang muka karena malu..
"HYUNG!!!!" teriak seseorang yang berparas bule. Itu siapa? Temannya Jihoon ya? Oh ya, kan mereka mau belajar bareng. Mereka berempat menghampiri kita.
"Oy! Samuel. Kau sudah besar. Apa kabar? Sudah lama tidak bertemu!" kata Kenta
"Ah... Mian... Aku kira Hyung lupa padaku. Anyway, they are my friends. Jinyoung, Daehwi and Jihoon" mereka semua memberi salam dan membungkuk.
"Noona Anyyeong!" kata Jihoon tersenyum manis
"Oh jadi ini..." aku menginjak kaki Kenta.
"Ah ini kakakku, Mio" aku membungkuk sambil menggandeng Kenta erat. Aku memberikan kode untuk pergi.
Aku melihat kearah Jihoon yang berjalan di belakangku sesekali. Bagaimanapun, aku harus menepati janji. Tapi melihat Byeongari memandang sinis kearah Jihoon, aku merasa bersalah. Hhh, rasanya aku harus mentraktir Beyongariku lagi. Aku melepaskan peganganku dari Kenta dan berjalan lambat hingga sejajar dengan Jihoon. Kulihat pipinya Jihoon memerah. Aigoo!!! Neomu giyeowo. Sepanjang perjalanan, aku melihat Jihoon tersenyum. Ini mengingatkanku saat aku menyukai seseorang dulu. Ah! Percaya atau tidak, Hyunbin bukanlah cinta pertamaku. Tetapi, Longguo dan kami sempat berpacaran hingga dia merenggut semuanya dariku. Itulah mengapa aku menolak semua orang yang menyatakan perasaannya padaku. Karena, aku tidak ingin kecewa untuk yang kedua kalinya.
Aku duduk di samping Jihoon di dalam kereta. Aku dapat merasakan bahwa dia memperhatikanku dan gemetar. Wait! What's that? Dia pakai makeup? Aku dapat melihat foundation yang tidak terbaur dengan sempurna dan lip tint yang berantakan, wajahnya yang memerah membuat penampilannya semakin lucu ditambah dengan rambutnya yang keriting. Aku ingin tertawa melihatnya. Nampaknya Jihoon menyadari bahwa aku tertawa.
--Jihoon POV--Kya!!! Noona duduk disebelahku!!! Omo, apakah ini mimpi? Tapi kenapa noona tertawa? Apa ada yang salah pada diriku? OMO!!! Noona terlihat lelah, tapi hal itu tidak membuat kecantikannya hilang. Noona tetap terlihat manis di depanku. 10 out of 10!!! Apa jangan-jangan, aku terlihat alay? Park Woojin, akan kubunuh kau!
"Noona wae?" aku memulai percakapan. Tawa noona semakin terlihat jelas
"OMO!!! Ige mwoya? Ehm… Ini gunakanlah" kata noona menyodorkan sapu tangannya
"Kamu sangat berkeringat. Pakailah ini" Noona tersenyum dan mencubit pipiku. Ingin rasanya aku berteriak kencang dan memberitahukan kepada dunia bahwa aku sayang noona. Tapi, apa daya aku hanyalah fansnya.
Kita sampai dirumah noona. Kita berempat takjub dengan rumahnya. Designnya yang bernuansa Jepang, mencirikan keanggunan dari keluarga Takada. Tidak heran, mereka sangat dihormati di sekolah. Noona sangatlah anggun, berbeda dengan adik kembarnya yang lebih easy going dan terbuka. Bahkan beberapa temannya memanggil Kenta dengan sebutan Kentalay. Rumor mengatakan, bahwa siapapun yang bias dekat dengan kembar takada ini, maka hidup mereka akan bersinar. Aku tidak mengerti apa maksudnya, tapi aku tahu itu berarti besar bagi keluarga ini.
2 jam berlalu. Aku mulai mengantuk, karena Bahasa Jepang is not my style. Aku belum melihat noona daritadi. Dia kemana ya? Aku rindu dengannya.
"maaf membuat kalian menunggu… Ini mochi khas keluarga Takada. Silahkan dicoba" kata Noona. Kita berempat terperanjat akan kecantikannya. Noona terlihat lebih terbuka dibandingkan di sekolahnya. Kemeja dan short pants yang digunakan sangat sesuai dengan tubuh noona yang mungil. Mulut kita semua ternganga karena melihat bidadari yang baru turun dari surga.
"Ya! Ya! Ya! FOKUS!" Kenta memukul kepala kita semua. Noona hanya tertawa, dan tawanya terlihat lebih santai dibandingkan sebelumnya. Aku ingin tahu kenapa noona terlihat berbeda.
Sehabis makan mochi, kami menyudahi pelajaran bahasa Jepang tersebut. Noona dan Sunbae mengantar kami hingga pintu gerbang dan membawakan mochi. Kita menikmati mochi sambil menunggu bus datang.
"Mio Sunbae emang cantik ya. Pantes lu demen" ejek Daehwi
"Kan udah gue bilang. 10 out of 10" kataku meniru gaya 2PM
"Kok lo bisa cinta mati sama dia?"Tanya Samuel
"Ceritanya panjang."
"Pada jaman dahulu kala…" Celetuk Jinyoung
"Si Baejin ampun!!!" Kata Daehwi kesal
"Serius ini!" kata Samuel
"Jadi cerita nggak nih?" kataku
"Jadi shayangkuhh!!!"kata Daehwi alay
"Jadi gini…"
--TBC--
Thank you for reading this story...
Mau tahu kenapa Jihoon suka sama Mio? Stay tune yaa!!!!
If you have any suggestion and request, please let me now :D
