a/n.

aw~ deela update nih.

tapi mohon maaf, deela dalam berpoet atau puisi nggak ahli.

Jadi kayak drable T^T

selamat menikmati~

.

.


you... [Kuroko Tetsuya]

.

.

Duduk termenung,

Tercenung di tepi lapangan,

Aku melihatmu.

Aku memperhatikanmu.

.

Indah.

Hanya itu yang dapat terucap

Tiap gulir menit detik berputar mencipta waktu,

Tiap luas pandang penyempit menyudut menjadi satu

Tiap aku…

Menelanjangi sosokmu

.

Sosok dengan surai merah menyala

Sosok bermanik ruby bak api membara

Sosok yang menjelma…

Pusat segalanya

Sosok yang menjadi…

Pusat putaran dunia

Sosok yang rupanya…

Pusat jiwaku berada

Sosok yang tak lain halnya…

Dirimu.

.

Kau tahu…

Walau lantai sedingin salju

Walau udara panas memanggang

Walau suara bising membadai

Aku kan di sini

Selalu kan di sini

Memandangmu

.

Gagah

Di tengah lapangan megah

Di inti sebuah kubah

Kau bergelut tanpa lelah

Bergumul meski terengah

Menyongsong serangan membuncah

Tanpa mengalah

Tanpa menyerah

.

Di sini kumelihat

Musuhmu luar biasa kuat

Musuhmu tak terkira hebat

Musuhmu sungguh bersemangat

Tuk membuatmu patah

Hancur dalam resah

Karena akan kalah

.

Namun

Kau tidak

.

Papan yang menggantung berkata

Pautan angka tak seberapa

Papan itu bercerita

Betapa mereka

Lawanmu di sana

Berusaha

Menghancurkan

Kau dan juga mereka

Sosok yang kau sebut nakama

.

Namun

Kau tidak

.

Semakin mereka menyentak

Semakin mereka mendesak

Semakin mereka terlumat

Pikir diri kan sukses melumat

Kau justru mengulas untai

Sejuta seringai

.

Seringai miring

Seringai bermakna ganda

Seringai yang seolah berkata

Oh-I-got-you

Begitu telah kau temukan

Titik dimana kau dapat remukkan

Mereka

.

Menelaah dalam diam

Mengamati dengan tajam

Tersudut seolah kalah

Sebelum melumat

Mencuat tuk menghancurkan

Mereka yang terbuai kepalsuan

Akan kekalahan

Yang kau ciptakan

.

Aku tahu memang itu intensimu

Begitulah dirimu

Itulah tabiatmu

.

Tabiat yang kan selalu melekat

Pada kau,

Sang penyandang nomor empat

.

Di sana

Di bawah siraman kuning

Dalam tekanan lawan yang coba menghadang

Indra ini melihat

Sebuah tipu muslihat

.

Kau buat celah

Kau tarik perhatian mereka

Kau arahkan mereka

Tuk hanya melihatmu

Mengabaikan dia,

Rekanmu

Yang mendekat

.

Hingga dengan mudah

Kau membuat

Bola berpindah

.

Penonton tercekat

Mereka tercicit tertahan

Pada sederet siasat

Yang kau perlihatkan

.

Counter-attack

Adalah dua buah kata

Perwakilan apa yang tengah

Kalian lakukan

.

Mereka segera menghadang

Tangan terulur

Berusaha merebut

Siku bergerak

Bersungut ingin merengut

.

Keras

Tak beretika

Mereka berusaha

Menghentikan

Mereka berusaha

Bertahan

.

Melihat betapa mereka berjuang

Menghentikan apa yang akan kau lakukan

Sebuah senyum

Kau ukir

Senyum kikir

Merendahkan

.

Entah sejak kapan

Di tanganmu kini bola berada

Dalam ayun gelang tanganmu

Bola memantul cepat

Pada telapakmu

Dia melekat kuat

Mengiringi langkah larimu

Yang begitu cepat

Menemani gerakanmu

Yang gesit berkelebat

.

Sekejap

Seiring mata tercengang

Dengan elegan

Kau melompat

.

Tinggi

Tolakan tungkai kuat kakimu

Membawamu terbang mengambang

Melewati mereka

Yang hanya

Terperangah parah

.

Lagi.

Dengan sempurna,

Kau melakukannya!

Sesuatu yang tak semua

Manusia dapat mempraktikannya

.

Dunk

.

Dalam sekali sentak

Tanganmu menggebrak

.

Dunk

.

Dalam sekali hentak

Indah bola itu melesak

.

Dalam sekali gerak

Kau buat dia

Menggesek merangsak

Menggoyang tambang

Yang terjalin

Tersusun rapat

.

Sorak gerap gempita membuncah

Papan hitam di sana

Telah berubah

Angka yang ada di sana

Kini berpindah

.

Dua angka

Telah kau cipta

Dalam tekanan tanpa hela

Dalam berat tensi

Yang kini menganga

.

Dengan langkah

Yang begitu indah

Kau kembali

Tunjukkan pada dunia

Ajang bergengsi

Yang betapa kan lukiskan

Siapa kau sebenarnya.

Sang Almighty

.

Tanpa menunggu

Tak perlu terbuai candu elu

Berlari cepat

Kau kembali

Pada posisi

.

Singkat

Lawan menyerbu

Operan cepat mereka bentukkan

Hanya tuk peroleh

Lagi,

Dengan mudah

Bola berpindah

.

Seru komando kau suarakan

Operan menawan pada kawan kau lakukan

Mata calangmu perintahkan

Ayo-tunjukkan-kemenangan

.

Karena jelas

Gambaran tegas

Gulir apa yang kini terjadi

Tunjukkan bila

Kemenangan mutlak

Telah kau genggam

.

Sungguh,

Kau

Sang cahaya merah

Kau

Akashi Seijuurou

Kau sungguh

Luar biasa.

.

Oh Pangeranku

Tau kah dirimu...

Walau kau tak mengenalku

Walau kau tak mengetahuiku

Walau kau tak menyadariku

Walau kau tak rasakan eksistansiku

.

Aku kan di sini

Selalu kan di sini

.

Mengagumimu

Mengamatimu

Menyorakkan namamu

.

Dengan caraku

Dalam bayangmu

.

.

Kuroko Tetsuya