Title : The Destroyer People's Relationship

Autor : KyungVeeBiii

Main Cast :

Kim Kai (Kim Jongin)

Do KyungSoo (GS)

Support Cast :

Cari aja entar sendiri XDD

Rated : T

.

.

.

.

.

Chapter 1

Seorang gadis cantik nan sexy berjalan memasuki sebuah kantin. Kedatangan gadis itu tentu membuat mayoritas lelaki yang berada disana memperhatikan seluruh geraknya. Namun gadis cantik itu mengabaikan dan hanya memberi senyuman cantiknya yang langsung membuat seluruh pria berteriak layaknya seorang fanboy.

Gadis itu duduk dihadapan pria berwajah kotak yang sedang serius menatap layar leptopnya, bahkan sepertinya lelaki itu tidak memperhatikan si gadis yang duduk dihadapannya.

"Jongdae" sapa gadis itu kepada si pria berwajah kotak. Pria yang namanya dipanggil itu mendongak sambil membenarkan letak kaca mata besarnya.

"Omo! Kau membuatku terkejut Soo" si gadis hanya memutar matanya malas.

"Bahkan aku sedari tadi sudah duduk disini Jongdae, kau saja yang tidak memperhatikan aku datang. Bahkan aku berani bertaruh kau mungkin tidak mendengar jeritan histeris dari para fans setia ku" si lelaki bernama Jongdae hanya bisa tersenyum sambil menggaruk tengkuknya yang kurasa tak gatal.

"Mian Soo ya"

"Hahhhh, sudahlah tidak usah dihabas. Lalu bagaimana? Kau sudah mencaritahu apa aku suruh kemarin" Jongdae mengangguk.

"Bagus, jadi mana beritahu aku sekarang" ucap Kyungsoo tak sabaran.

"Emm, tapi sebelumnya aku ingin bertanya. Apa kau benar-benar yakin mengambil pekerjaan ini Soo?" gadis itu mengangguk.

"Ya! Kenapa aku harus tidak yakin eoh? Bahkan aku sudah profesional dalam bidang ini" ucap Kyungsoo sombong.

"Ck, tapi kau akan benar-benar terkejut setelah ini dengan fakta apa yang ku temukan tentangnya"

Kyungsoo mulai menatap Jongdae jengah. Hehhh, sahabatnya ini kenapa selalu berbelit-belit tanpa langsung to the point saja.

"Sudahlah... aku bosan karena kau selalu berbelit-belit saat mengatakan sesuatu. Jadi cepat katakan apa yang kau dapat dari pria itu" ucap Kyungsoo mulai malas.

"Baiklah aku akan memberitahumu" ucap Jongdae akhirnya. Dan Kyungsoo bersorak dalam hati karena dirinya tidak harus menghadapi lama-lama sifat cerewet lelaki didepannya. Jadi Kyungsoo mengalihkan seluruh perhatiannya kepada Jongdae, dan memasang telingnya baik-baik.

"Ini" Jongdae memutar leptopnya menghadap Kyungsoo. Menampilkan sebuah figur pria dengan tubuh tegap berbalut jas resmi yang terlihat tampan dan berkarisma. Pesonanya pun sangat sulit untuk ditolak meski hanya disebuah gambar.

"Dia Kim Kai" ucap Jongdae mulai menjelaskan.

"Nama aslinya adalah Kim Jongin. Namun dia lebih sering disapa dengan panggilan Kai. Dia besar dan tumbuh di Jepang. Jadi Kai adalah nama Jepangnya sedangkan Jongin adalah nama Koreanya. Dan hanya orang terdekatnya saja yang memanggilnya Kai"

Kyungsoo mengangguk-anggukan kepalanya pertanda dia mengerti arah pembicaraan dari temannya itu.

"Dia berumur 27 tahun. Usia yang bisa dibilang sangat muda untuk ukuran seorang pebisnis kaya raya yang menduduki tingkat pertama dalam pengusaha tersukses saat ini"

"Dia memiliki seribu sifat yang baik menurut karyawannya. Karena menurut survei yang ku lakukan secara diam-diam dua hari yang lalu aku mendapat sebuah fakta, bahwa bukan hanya tampan, tapi dia juga ramah dan tidak pernah membeda-bedakan perlakuannya kepada para karyawannya"

Kyungsoo membelalakkan matanya terkejut. "Mwo? Kau? Kau menyurvei diam-diam? Jangan bilang jika kau..."

"Ya aku menyamar menjadi seorang office boy diperusahaannya, hihi" ucap Jongdae ringan.

"Hahhh, kau benar-benar gila. Ya tuhannnnnnn kenapa kau memberiku dia sebagai seorang teman? Kenapa ya tuhan?" mendengar itu Jongdae hanya memutar bola matanya jengah. Telinganya sudah kebal dengan ocehan-ocehan tidak jelas Kyungsoo tentang dirinya. Bayangkan mereka sudah berteman sejak TK. Jadi itu semua biasa menurut Jongdae.

"Aishhh, sudah tidak usah menyesali takdir hidupmu, seharusnya kau bersyukur memiliki teman sepintar aku" ucap Jongdae kelewat PD. Sementara gadis didepannya hanya membuat gerakan seakan-akan ingin mutah dengan kata-kata Jongdae.

"Sudahkah dramamu nona Do? Jika sudah aku ingin melanjutkan penjelasanku" akhirnya Kyungsoo memilih diam dan kembali memperhatikan penjelasan Jongdae.

"Oke aku mulai lagi. Dan aku juga menemukan sebuah fakta yang benar-benar mengejutkan. Ini benar-benar sangat mengejutkan, bahkan kau mungkin tidak akan mempercayainya. Karena jujur aku juga tak mempercayainya"

"Memang apa? Jangan membuatku penasaran Kim Jongdae"

"Baiklah, kalau begitu siapkan mental dan hatimu karena aku sudah memperingatimu dari awal. Jadi bersiap-siaplah"

Kyungsoo jadi deg-deg'an sendiri melihat Jongdae yang menghirup udara sedalam-dalamnya lalu membuangnya perlahan.

"Kim Jongin adalah seorang duda beranak satu" bisik Jongdae pelan ditelinga Kyungsoo.

Kyungsoo diam tak bergeming ditempatnya. Otaknya masih mencerna apa yang dikatakan Jongdae barusan.

Satu detik...

Dua detik...

Tiga detik...

.

Sepuluh detik...

.

Hingga detik ke-30 otaknya baru paham dengan apa yang diucapkan oleh lelaki didepannya.

"MWO?!" teriak Kyungsoo yang langsung menjadi pusat perhatian, karena kantin itu sekarang benar-benar penuh depan para mahasiswa yang kelihatannya lapar.

Jongdae segera membekap mulut Kyungsoo. "Aishhh, kau bodoh atau apa eoh? Kau membuatku malu" ucap jongdae kesal.

"asnskjafjdfjnvd%#%$ "

"Ha? Kau bicara apa Soo?" tanya Jongdae mendekatkan telinganya. Dan Kyungsoo langsung memukul tangan Jongdae yang membekap mulutnya. Jongdae yang sadar, langsung menarik tangannya dan bergumam maaf.

"Cihhh, kau habis apa sih kenapa tangan bau sekali. Ya Tuhan... apa kau tak pernah mencuci tanganmu itu? Aku benar-benar ingin muntah saat menghirup aromanya, sungguh!"

"Yakkkk!" ucap jongdae tak terima karena tangannya dikatakan bau. Padahal dia selalu memakai anti septik setiap setengah jam sekali, jadi mustahil jika tangannya bau.

"Eh tapi kau tidak bercandakan tentang Jongin yang berstatus duda beranak satu?"

Ucapan Kyungsoo itu mengalihkan perhatian Jongdae yang sedari tadi sibuk mengendus-endus tangannya. Mencoba mencari pembenaran dari pernyataan Kyungsoo tentang tangannya.

"Sungguh, lagi pula untuk apa aku bercanda"

"Aishhh, nenek lampir sialan itu benar-benar menjebakku dengan seorang duda beranak satu. Aku benar-benar akan memberinya pelajaran jika bertemu dengannya" ucap Kyungsoo berapi-api. Lalu gadis itu beralih mengambil ponselnya dan akan membuka kuncinya sebelum Jongdae menghalaunya.

Kyungsoo mendongak menatap Jongdae tak mengerti, karena kenapa lelaki itu malah menghentikannya untuk menelpon si nenek lampir.

"Kenapa?" tanya Kyungsoo tak mengerti.

"Tadi di awal kau sudah bilang bahwa kau tidak akan membatalkannya apapun yang terjadi"

"Tapi ini situasinya berbeda Kim Jongdae" Jongdae tetap menggeleng.

"Tetap saja, kau sudah bilang di awal bahwa kau tidak akan mundur dengan sifat keras kepalamu itu"

Kyungsoo menghembuskan nafasnya kasar, lalu ponsel yang di pegangnya tadi di letakkan begitu saja dimeja. Kini tangan gadis itu beralih menyentuh rambut-rambutnya.

"Hahhhh, aku sungguh benar-benar akan gila" ucap Kyungsoo frustasi sembari mengacak-acak rambut hitamnya.

"Ck, sudahlah ikuti saja jalan permainannya. Lagi pula bukankan itu berita bagus" Jongdae mencoba mengalihkan pembicaraan. Namun yang didapat hanya lirikan mematikan dari Kyungsoo.

"Berita bagus kepalamu. Ya Tuhan... bahkan aku tak pernah sekali pun bermimpi untuk berdekatan dengan seorang duda dan sekarang aku disuruh menggoda seorang duda. Hahhh, seharusnya aku tidak langsung menerima begitu saja penawaran dari nenek lampir sialan itu. Seharusnya aku tak langsung percaya dengan tampang cantiknya, cihh!"

Kyungsoo meracau tidak jelas yang membuat Jongdae lagi-lagi memutar malas matanya. Dia padahal belum sepenuhnya menjelaskan semuanya.

"Yakkk! Diamlah burung hantu. Bahkan aku belum selesai menjelaskan semuanya. Tapi kenapa kau malah meracau sendiri tidak jelas. Dan berhentilah mengacak-ngacak rambutmu, kau terlihat seperti zombie sungguh" ucap Jongdae jengah. Dan akhirnya Kyungsoo berhenti mengacak-acak rambutnya karena perkataan Jongdae yang menyebutnya seperti zombie. What the hell... bisa turun pamornya jika para fansnya melihatnya terlihat menyedihkan.

"Karena kau sudah tenang, jadi aku akan lanjutkan lagi"

"Jongin menikah diusianya yang ke-19 tahun dengan salah satu anak pengusaha paling kaya di Jepang. Keduanya menikah atas dasar perjodohan, namun keduanya memiliki rasa saat mereka dipertemukan dan akhirnya mereka memiliki buah hati diusia mereka yang masih 20 tahun. Istri Jongin dulu, melahirkan seorang anak laki-laki yang 'katanya' sangat tampat seperti jongin. Dia bernama Kim Jongkook. Jadi sekarang anaknya berumur sekitar 7 tahun. Namun anehnya, anaknya tidak pernah di ekspos dengan alasan menjaga kenyamanan anaknya. Jadi sekarang tidak seorang pun yang tau seperti apa si pangeran kecil dari keluarga Kim itu" jelas Jongdae panjang lebar.

"Tunggu! Lalu dimana sekarang mantan istrinya?" tanya Kyungsoo yang merasa janggal karena Jongdae tidak pernah menyinggung tentang mantan istri targetnya.

"Dia meninggal saat melahirkan putra mereka karena pendarahan" ucap Jongdae pelan.

Deg...

Kyungsoo merasa sedikit terkejut dengan ucapan Jongdae. Dia tidak menyangka bahwa kehidupan lelaki itu begitu menyedihkan. Harus membesarkan buah cintanya seorang diri tanpa kehadiran sosok ibu ditengah-tengah keduanya. Kyungsoo menghela nafasnya...

"Kasihan..." ucap Kyungsoo miris sendiri. Dan ucapannya mendapat anggukan dari Jongdae.

"Benar, meraka benar-benar kasihan. Bahkan Jongin tidak pernah membuka hatinya untuk wanita lain setelah 6 tahun kematian istrinya. Itu saja karena desakan orang tuanya yang menyurusnya segera menikah dan memberikan ibu baru untuk anaknya"

"Tunggu, kau bilang 6 tahun setelah kematian istrinya?" Jongdae mengangguk. "tapi kenapa nenek sihir itu bilaang bahwa mereka telah menjalin hubungan selama 3 tahun?"

"Haaa? 3 tahun kepalamu, bahkan mereka baru berkenalan sekitar 5 bulan yang lalu. Itu informasi yang ku dapat dari berbagai sumber terpercaya"

"Mwo?!" Kyungsoo membelalakkan matanya. "Aishhhh, aku benar-benar ditipu habis-habisan oleh nenek sihir sialan itu" ucap Kyungsoo geram sendiri karena dibohongi mentah-mentah oleh klien-nya.

"Cih, dia benar-benar seorang penipu ulung Kyung" ucap Jongdae yang jadi ikut-ikutan sebal dengan si jung sialan. "Lalu dia bilang apa lagi kepadamu?"

"Dia bilang kalau dia bosan karena Jongin jarang memiliki waktu untuknya dan dia memiliki kekasih baru yang lebih perhatian dari Jongin. Dia bilang begitu"

"Yak! Kau dibohongi lagi oleh nenek lampir itu, Jongin tidak segila itu bekerja bahkan dia benar-benar memiliki banyak waktu luang untuk orang terdekatnya. Alasan sebenarnya dia mundur mungkin karena anak Jongin yang katanya tidak menyukai gadis itu. Tapi kalau masalah dia memiliki kekasih baru, dia tidak sepenuhnya berbohong. Karena dia memiliki kekasih baru yang berasal dari China dan dia lebih kaya dari pada Jongin, jadi gadis itu mulai berpaling"

Kyungsoo lagi-lagi dibuat menganga tak percaya dengan segala fakta yang didapatnya. Dia benar-benar merasa dipermainkan oleh kata-kata si gadis yang ditemuinya 4 hari yang lalu itu.

.

Setelah selesai acara shocknya selesai. Akhirnya Kyungsoo sekarang bisa lebih tenang dari pada sebelumnya.

"Jadi rencana apa yang akan kau gunakan sekarang?" mulai Jongdae.

"Molla..." ucapnya sambil mengedikkan bahu sempitnya.

Jongdae mengernyitkan dahinya, merasa aneh dengan gadis didepannya yang terlihat tak seperti biasanya.

"Heiiiiii, kau tidak terhihat seperti Kyungsoo. Biasanya Kyungsoo akan memiliki 1001 ide gila untuk melancarkan aksinya"

"Entahlah... aku belum menemukan suatu cara untuk mendekati duda itu" ucap Kyungsoo acuh. Setelah mengucapkan itu, Kyungsoo bangkit dari duduknya dan mulai beranjak dari tempatnya.

"Kau mau kemana Kyungsoo-ya?"

"Aku butuh udara segar untuk merefresh otakku" ucap Kyungsoo dan berlalu begitu saja. Tanpa mengindahkan panggilan-panggilan Jongdae yang sedari tadi memanggilnya.

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo berjalan menyusuri trotoar pinggir jalan dengan kepala menunduk. Gadis itu tak memperhatikan orang-orang yang sedari tadi berjalan dijalan itu. Sampai dia menabrak seseorang

Dugh!

"Ah maaf, sungguh aku benar-benar minta maaf. Sungguh aku tidak sengaja" ucap Kyungsoo sambil membungkukkan badannya dan membantu mengambilkan belanjaan seseorang yang tadi tidak sengaja ditabraknya.

"Gweanchana-yo, tidak apa-apa sungguh aku pun tadi juga tidak melihat jalan" ucap seseorang itu setelah memungut belanjaannya yang berserakan.

"Tidak-tidak, sungguh ini murni kesalahanku. Jadi, aku benar-benar minta maaf" ucap Kyungsoo yang masih menundukkan kepalanya tak mau menatap lawan bicaranya.

"Kyungsoo? Kau Kyungsoo kan?" merasa namanya dipanggil Kyungsoo mendongakkan kepalanya mencoba melihat siapa yang memanggilnya. Gadis itu sedikit tercengang ketika mendapati seseorang didepannya.

"H-hai Baek" ujar Kyungsoo kikuk.

"Ya Tuhan... kau benar-benar Kyungsoo? Do Kyungsoo?" seru Baekhyun antusias.

...

...

...

Kini kedua pasangan sahabat itu berada didalam sebuah caffe dekat tempat mereka tidak sengaja bertemu tadi. Kedua saling melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu.

"Ya Tuhan... aku benar-benar belum percaya bahwa kau adalah Kyungsoo, Do Kyungsoo sahabatku" Kyungsoo meringis mendengar segala ucapan Baekhyun.

"Sungguh, kau benar-benar terlihat berbeda. Dimana letak kacamata tebal dan kunciranmu? Dan, heiiii lihat! Rokmu benar-benar pendek, sungguh kau Kyungsoo yang berbeda. Lihatlah kau bahkan memperlihatkan seluruh bentuk lekuk tubuhmu yang molek. Daebak, sumpah aku benar-benar tidak percaya"

"Ceritanya panjang Baek, bagaimana aku jadi seperti ini" ucap Kyungsoo sembari tersenyum.

"Kau benar-benar cantik sungguh Soo" ucap baekhyun kagum "Dan bagaimana dengan Jongdae? Ahhh, aku benar-benar merindukan si berisik berwajah kotak itu"

"Jongdae baik-baik saja Baek. Dan kau tau? Lelaki itu bertambah kadar ke-PD'annya. Sungguh aku benar-benar jengah selalu bersama dia. Aku benar-benar merindukanmu Baek"

"Aku juga merindukanmu Soo, sungguh"

"Sebentar, bukan kau seharusnya berada di Jepang? Sejak kapan kau pulang dari Jepang?" tanya Kyungsoo dengan mata penuh selidik.

"Hehe, aku pulang 1 bulan yang lalu Soo. Maaf aku tidak sempat memberitahumu" ujar Baekhyun sambil menyengir kuda.

"Cih, kau memang teman yang sangat baik baek sungguh" sindir Kyungsoo. Baekhyun jadi gelagapan sendiri karena melihat Kyungsoo yang terlihat kesal.

"Soo kau marah kepadaku?" tanya Baekhyun.

"Tidak" jawab Kyungsoo singkat.

"Benar kau marah. Ayolah Soo... aku sudah minta maaf, jadi tolong maafkan aku kali ini yah.. yah... yah..." ucap Baekhyun sembari memperlihatkan puppy eyeas nya yang benar-benar terlihat begitu menggemaskan. Kyungsoo jadi tidak kuasa untuk merah kepada gadis yang duduk didepannya itu.

"Hahhh, baiklah aku memaafkanmu" Baekhyun langsung tersenyum mendengar ucapan Kyungsoo.

"Tapi, sekarang ceritakan kepadaku dan apa yang kau lakukan di Jepang?" tanya Kyungsoo penasaran. Ketika Baekhyun hendak membuka mulutnya, tiba-tiba Kyungsoo lebih dulu memotong.

"Baek, apa hanya aku yang merasa jika kau terlihat lebih berisi sekarang? Dan, heiiii ada apa dengan perutmu? Sepertinya kau memiliki banyak hutang penjelasan kepadaku"

"Baiklah aku akan menjawab seluruh pertanyaanmu satu-satu oke tapi kau harus diam dan dengarkan ceritaku sampai selesai" Kyungsoo menganggukan kepalanya keras, terlalu antusias dengan segala cerita sahabatnya ini.

"Sebenarnya Soo, aku ke Jepang untuk dinikahkan bukan untuk melanjutkan pendidikan"

"MWO?! Menikah? Dan parahnya kau tidak memberitahuku?" cecar Kyungsoo.

"Ish, sudah ku bilang diam dan dengarkan jangan potong ucapanku" kesal Baekhyun.

"Yakkk, aku cukup terlalu shock dengan berita pernikanmu itu"

"Mangkanya dengarkan aku berbicara dulu. Mau diteruskan tidak sih sebenarnya" ucap baekhyun yang langsung dituruti Kyungsoo dengan diam.

"Begini, aku di jodohkan dengan pria yang berumur 7 tahun lebih tua dariku. Awalnya aku tidak mau, karena aku berfikir pasti dia sudah tua seperti om-om. Tapi aku salah, semua persepsiku itu dipatahkan dengan pertemuan pertama kami. Dia begitu tampan Soo, sungguh bahkan aku bagaikan tersihir oleh ketampanannya. Kebetulan sekali, kami berdua langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Dan satu bulan setelahnya kami melangsungkan pernikahan secara tertutup disebuah taman dipinggir danau yang disulap menjadi sebuah altar yang cantik. Disana hanya dihari oleh kerabat dekat Jongin dan kerabat dekat keluargaku" jelas Baekhyun panjang lebar sembari tersenyum jika mengingat moment-moment bahagianya bersama suaminya. Ahhhh, dia jadi merasa pipinya mulai memerah.

"Ahhh jadi seperti itu. Lalu bagaimana dengan perutmu itu?" ucap Kyungsoo sembari menunjuk perut Baekhyun.

"Hmmm ini... ini hasil buah cintaku dengan suami ku Soo" ujar Baekhyun malu-malu.

"Ya ampun Baek, jadi kau hamil? Selamat ya Baek, ya ampun aku masih belum percaya jika gadis manja sepertimu akan menjadi seorang ibu setelah ini. berapa bulan Baek usia kandunganmu?" ucap Kyungsoo kelewat antusias.

"Gomawo Soo-ya. Kandunganku sudah berumur 6 bulan"

"6 bulan? Apa kau sudah memerikasanya? Apa jenis kelaminnya?"

"Aku sudah memeriksakannya, menurut dokter yang memeriksa aku mengandung sepasang bayi kembar. Tapi aku belum tau mereka berkelamin apa, karena setiap diperiksa mereka seolah menyembunyikan dari kami. Jadi kami menyerah dan membiarkan apa jenis kelamin mereka"

"Lalu siapa pria beruntung yang mendapatkan sahabat cantikku ini dan akan menjadi ayah si kembar?" goda Kyungsoo.

"Emm, dia bernama Park Chanyeol. Nanti kapan-kapan aku akan mengenalkannya padamu jika kau main ke rumahku"

Selanjutnya kedua sahabat itu menghabiskan waktu mereka untuk berbincang-bincang didalam caffe itu.

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo kembali menyusuri trotoar dekat taman sendian setelah barusan berpisah dengan Baekhyun di depan caffe. Kedua sahabat itu harus berpisah lantaran hari sudah menjelang sore juga karena Baekhyun yang sudah dicari oleh suaminya yang katanya tadi ijin hanya ke supermarket sebentar ehhh malah kejebat dengan Kyungsoo begitu lama hingga lupa waktu.

Jadi beginilah Kyungsoo sekarang, berjalan sendirian ditrotoar yang sedikit ramai sambil memikirkan cara apa yang akan digunakan oleh gadis itu untuk menggoda targetnya yang selanjutnya si duda beranak satu.

Kyungsoo begitu sibuk dengan fikirannya sendiri sampai saat dia melewati sebuah bangku pinggir taman, telinganya menangkap sebuah suara tangisan dari seseorang. Jadi Kyungsoo menuruti feelingnya untuk mendekat kearah suara tersebut.

Sampai di pinggir bangku taman. Gadis cantik nan sexy itu menangkap sesosok anak kecil yang sedang menangis sambil menenggelamkan kepalanya dikakinya sambil memeluknya.

"Hiks... hiks... Appa... dimana hiks..."

Kyungsoo yang melihat itu merasa tak tega sendiri, sedari tadi orang-orang yang lewat hanya diam melihat dan berlalu begitu saja. Jadi Kyungsoo mencoba mendekat kearah anak kecil itu. Ikut menjongkokkan badannya bermaksud agar sama tingginya dengan anak itu.

"Hei adik kecil kau sedang apa? Kenapa menangis disini? Dimana orang tuamu hmmm?" tanya Kyungsoo sehalus mungkin. Mencoba membuat anak kecil itu tidak kaget dengan kedatangannya tiba-tiba.

Anak kecil itu berhenti menangis. Kepala yang tadi ditenggelamkan mulai diangkatnya untuk melihat siapa yang mengajaknya berbicara.

"Nonna hiks.. siapa?" tanya anak kecil itu sembari melihat Kyungsoo.

Kyungsoo tersenyum, refleks tangannya diarahkan ke pipi anak kecil itu. Menghapus sisa-sisa air mata yang mengalir.

"Nonna bukan siapa-siapa, hanya orang yang tak sengaja lewat dan melihatmu menangis. Jadi nonna mencoba bertanya kenapa kau ada disini sendiri?" ucap Kyungsoo yang masih dengan mempertahankan senyum diwajah cantiknya.

"Kookie tadi terpisah dengan papa. Kookie tidak tau papa dimana hiks" ucap anak kecil itu terbata-bata karena suaranya yang tersa serak sehabis menangis.

"Terpisah? Memang papa Kookie kemana?" anak kecil itu menggeleng pelan.

"Lalu bagaimana Kookie berpisah dengan papa Kookie?" tanya Kyungsoo lagi.

"Tadi papa bilang mau ke toilet lalu Kookie disuruh menunggu dibangku taman sebentar"

"Lalu kenapa Kookie tidak menunggu papa Kookie?"

"Papa Kookie lama dan Kookie mulai bosan. Lalu tidak sengaja Kookie melihat ada nonna-nonna cantik yang lewat, jadi Kookie mengikutinya sampai akhirnya Kookie tersesat disini" aku anak kecil itu.

Kyungsoo tersenyum lalu menyentil pelan hidung anak kecil itu yang terlihat memerah karena terlalu lama menangis.

"Kenapa kau begitu genit sampai mengikuti nonna-nonna yang tidak kau kenal? Siapa yang mengajarimu seperti itu hmmm?"

"Papa yang mengajari Kookie" ucapan polos anak kecil itu membuat Kyungsoo ingin tertawa. Bayangkan anak sekecil itu bisa segenit itu dengan wanita cantik.

"Baiklah, Kookie mau nonna bantu mencari papa Kookie?" tanya Kyungsoo akhirnya yang mendapat anggukan dari anak kecil itu.

Kyungsoo kembali tersenyum. "Ne, kajja kita cari papa Kookie"

...

...

...

Kedua orang itu sudah berputar-putar mengelilingi taman itu. Namun nihil, keduanya tidak menemukan keberadaan orang yang dicari sedari tadi. Sementara matahari sebentar lagi akan benar-benar tenggelam untuk kembali ke peraduan. Yang berarti malam menjelang datang.

"Kookie-ya~ kau yakin tadi berpisah disini dengan papa mu?" tanya Kyungsoo yang mulai lelah karena semdari tadi dia berjalan mengelilingi taman yang tidak bisa dibilang kecil itu.

Anak kecil itu mengangguk. "Iya nonna, Kookie ingat tadi Kookie berpisah dengan papa bangku ini"

"Bagaimana ini? hari sudah mulai petang tapi papamu belum juga ditemukan" Kyungsoo mulai cemas karena kasihan.

"Nonna kita duduk sebentar ya, Kookie capet jalan terus dari tadi" rajuk anak kecil itu.

"Hm, kita duduk dulu. Nonna juga lelah Kookie-ya..."

Keduanya beristirahat dibangku taman itu. Bangku itu menghadap sebelah barat jadi bangku itu dengan jelas menghadapkan keduanya pada pemandangan langit senja yang berwarna keorange-orange'an. Belum lagi matahari yang akan tenggelam itu menambah kesan sempurna dilangit sore itu.

Hingga 15 menit berlalu keduanya dikejutkan dengan suara dari belakang mereka. Keduanya langsung menengok kebelakang secara serempak.

"Papa~" teriak anak kecil itu kelewat senang. Sementara lelaki yang dipanggil papa itu menambah kecepatan berlarinya begitu menyadari bahwa itu benar-benar anaknya yang sedari tadi dicari.

Setelah sampai dihapannya, lelaki itu langsung memeluk erat anaknya yang tadi menghilang dari pengawasannya.

"Kookie-ya~ kau tau, papa benar-benar khawatir dengan mu. Kau dari mana saja sayang?" ucap lelaki itu dengan suara yang jelas terdengar sangat khawatir.

"Tadi Kookie jalan-jalan mengikuti nonna-nonna cantik yang lewat" ucap anak kecil itu polos.

"Hishhh, berapa kali papa bilang jangan mengikuti nonna-nonna cantik lagi"

"Papa marah sama Kookie?" tanya anak kecil itu sembari matanya yang terlihat mulai berkaca-kaca.

"Aniyo~ papa tidak marah, papa hanya khawatir. Jadi jangan diulangi lagi ya?" anak kecil itu mengangguk semangat.

"Oh iya papa, kenalkan ini noona yang tadi membantu Kookie mencari papa" lelaki itu mengalihkan antensinya kesamping. Melihat kearah yang ditunjukkan oleh anaknya. Lalu dia tersenyum kearah Kyungsoo.

"Emm, terima kasih karena membantu anakku. Sungguh jika anda tidak membantunya aku tidak tau apa yang akan terjadi dengannya jika seorang diri" ucap lelaki itu.

Kyungsoo tetap terpaku ditempatnya, kata-kata yang diucapkan oleh lelaki didepannya seolah menguah milang entah kemana tanpa masuk otaknya. Otaknya terlalu sibuk mendeskripsikan seseorang yang ada didepannya ini.

'ya tuhannnnnn... bagaimana bisa kau membuat lelaki setampan dia. Padahal lihat lah, baju dan rambutnya berantakan. Tapi kenapa itu tambah membuatnya terlihat lebih tampan dan... sexy? Oh tuhannnn, dan kenapa jantungku ini tidak mau diam? Ya tuhan ya tuhan ya tuhan..." jerit Kyungsoo dalam hati.

"Oh iya perkenalkan nama saya Kim Jongin" ucap pria itu sembari mengulurkan tangannya kearah Kyungsoo.

Otak Kyungsoo seolah blank, mengingat nama yang diucapkan lelaki tampan dihadapannya itu.

'tunggu! Apa dia bilang dia Kim Jongin? J-jadi d-dia...'

"oh, engh salam kenal juga perkenalkan nama saya Do Kyungsoo" ucap kyungsoo menutupi kegugupannya sembari menerima uluran tangan Jongin.

"Sekali lagi saya terima kasih Kyungsoo-ssi untuk bantuannya"

"Tidak masalah saya hanya membantu" ucap Kyungsoo sembari mencoba untuk membalas untuk ikut tersenyum.

"sebagai rasa terima kasih saya maukah anda saya antar untuk pulang? Jika anda mau, mobil saya ada disebelah sana"

"Ah tidak-tidak saya tidak mau merepotkan lagi pula saya masih ada urusan lain"

"Ahhh sayang sekali, kalau begitu saya permisi dulu. Mari Kyungsoo-ssi"

Kyungsoo membalas pamitan Jongin dengan senyuman. Lalu atensi Kyungsoo beralih pada anak kecil yang menarik-narik rok pendeknya.

Kyungsoo berjongkok menyamakan tinggi dengan anak kecil itu.

"Waeyo Kookie-ya~?"

Cup~

Anak kecil itu mencium pipi Kyungsoo. "Gomawo noona, Kookie berharap nanti Kookie akan bertemu dengan Noona cantik lagi" ucap anak itu dengan senyum. Kyungsoo mau tidak mau ikut tersenyum dengan ucapan Jongkook. Lalu tangannya beralih mengusak rambut anak itu.

"Hm, noona juga berharap demikian"

Lalu setelah acara berpamitan itu, kedua pasangan ayah dan anak itu berlalu meninggalkan Kyungsoo yang masih melambai sembari tersenyum dibangku itu.

Setelah keduanya tak terlihat baru tubuh Kyungsoo langsung ambruk diatas bangku itu.

"Ya Tuhan... jadi dia lelaki yang bernama Kim Jongin? Jadi dia targetku selanjutnya? Oh astaga aku benar-benar gila jika berfikir menyukai seorang duda beranak satu"

.

.

.

.

.

.

~TBC~

Haiiii readersnim yang terhormat, baby vee balik nih dengan chap 1 nya The Destroyer People's Relationship.

Pasti pada ngerasa aneh, gak greget, gak jelas n gak banget yaaaa. Jujur baby vee juga ngerasa gitu waktu nulis ff ini.

Gini, sebenernya baby vee niatnya gak buat kayak gini cuman waktu ngetik tadi tiba-tiba berubah gitu ajahhhh, entahlah baby vee juga kagak ngerti ada apa dengan otak baby vee.

So, kalo ada yang minat baby vee bakalan terusin dan kalo gak ada yang minat ya udah baby vee delet entar. Jadi plissss reviewnya...

Dan buat yang udah review, follow, favorit bahkan silent readers this story terima kasih sebanyak-banyaknya :*

See you next chap (kalo ada yang minat tapeee) Pay-payyyyyyy...

.

.

.

.

.

.

.

*note : buat yang nanyain kapan ff baby vee yang such a dillema love up, sabar yehhhh. Masih dalam pengerjaan soalnya. Insyaallah besok baby vee mau up bareng sama all of sudden. Udah jelaskan?