Title : Gakko e Ikimashou !!!
Pairing: SasuNaru and mungkin ga ada Pairing lain di Next Chapter, hehehe...
Rating: T (Aman... Aman... hehehe...)
Genre: Humor / Romance
Language: Indonesian
Warning: Shounen Ai (Fluff), Boy X Boy, DON"T LIKE DON"T READ !!!
Disclaimer: Naruto CS punya Masashi Kishimoto-sensei, Let's Go To School punya Aya Kanno, Gakko e Ikimashou punya Yuuya, ehehehe XP XP
A/N : Gomen kelamaan lagi Update-nya (Gomen De' (Mendokusei), Gomen Raika-chan T.T) kalau tak ada Mood untuk melanjutkan bakal jadi aneh ini fic, Hohoho XDD. Kisah ini berdasarkan kisah Let's Go To School yang merupakan cerita tambahan di Manga Heart Blossoms dari Aya Kanno jadi jangan heran kalau ada peristiwa ataupun dialog yang sama persis, walaupun 'ga semuanya, hehehe... AU, OOC.
Sankyuu~ buat 10 pe-Review pertama (Dani Scarlet , Light-Sapphire-chan, Nazuki Kyouru, Jahwa, Ai Hanabisi *Nyaa~ peluk-peluk* *Ditendang*, , Rizda jaejoong, .kurukaemo, Luki Kyoshi, and Chiaki Megumi-chan Nyaa~) Omedettou!! anda berhak mendapatkan tiket gratis wisata ke Sheisun Konoha High School untuk melihat para bishounen kita tersayang, Nyoo~hohohohow~ *digetok*
Berikut penjelasan mengenai umur mereka :
Uchiha Sasuke dtt (dan teman-temannya): 18 tahun
Uzumaki Naruto-sensei: 23 tahun
Hatake Kakashi-senpai: 28 tahun O.o *Hee?? Masih muda ya?*
Namikaze Minato: 33 tahun
Sa~ Minna-san! Have a Nice Read, Dattebayo~!!!
************************************************************************
Gakko e Ikimashou!!!
************************************************************************
Phase 2
Boyz be Ambitious !!!
Istirahat siang itu.
Kelas tampak sepi karena semua murid lebih memilih pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Namun beberapa diantaranya lebih memilih bermalas-malasan di koridor sambil memandang halaman sekolah dari jendela besar di sana.
"Hei hei Sai, apa kau tahu gosip tentang Guru baru itu?"
Seorang murid yang memiliki tato berbentuk segitiga di pipi itu tampang menyengir lebar pada seseorang yang bernama Sai.
"Heee??? Gosip apa?" tanya Sai yang penasaran.
Siapa yang tak kenal Inuzuka Kiba, bisa dibilang Pria bergigi taring panjang dan penyuka anjing ini adalah 'Ratu gosip'nya Seishun Konoha High School. Hampir tak ada info yang lepas darinya, dari kabar kabur, info kematian bahkan gosip perselingkuhan. Lah??!
"Kabarnya dia dipecat dari sekolahnya yang dulu karena berkelahi dengan murid, dan hanya sekolah ini saja yang mau menerimanya itupun karena rekomendasi dari salah satu temannya yang bekerja di ini," jelas Kiba dengan antusias. Rasanya senang kalau bahan gosip kita didengar orang. Hehehe...
"Eh, teman?"
"Iyah, Kakashi-sensei... guru kesehatan itu lo, dia kan cukup disegani disekolah ini,"
"Sou ka~ rasanya tak dapat dipercaya Guru dengan tampang bodoh seperti dia bisa berkelahi, bagaimana bi-"
BAAMMMPPPP!!!!
Belum saja Sai selesai berbicara, seseorang menabraknya dari belakang, Sai yang kehilangan keseimbangan itu terdorong jatuh ke depan, untung saja Kiba segera memeganginya erat sebelum sempat tersungkur ke lantai.
"Oi! Hati-hati kalau jalan donk!" teriak Sai pada orang yang baru saja menabraknya.
"Hn..."
Hanya itu yang diucapkan orang itu dan diapun langsung menghilang di balik Koridor tanpa meminta maaf.
"Cih, sombong sekali Uchiha itu, mentang-mentang dia itu terkenal apa?!" umpat Sai kesal. Dia lalu membetulkan bajunya yang sedikit berantakan. Perhatiannya kembali tertuju ke Kiba. Alisnya berkerut ketika melihat temannya itu.
"Kiba, kenapa wajahmu merah?" tanya Sai.
Mata Kiba tampak sedikit melebar namun dengan cepat dia memasang cengiran khasnya seolah tak terjadi apa-apa.
"Ahahahaha... Nande mo nai, Nande mo nai~ ahahahahahahaha...,"
Entah kenapa Sai sedikit 'takut' pada Kiba yang tak bisa berhenti tertawa itu.
Ck, Hen na hito.
BANG...!!! BANG...!!! BANG...!!!
Suara benturan yang cukup keras itu terdengar sampai keluar ruangan kesehatan.
"Ma~ ma~, Naruto-sensei! Jangan menyakiti dirimu sendiri..."
"Urusai, Kakashi-senpai!" seru Naruto sambil merengut kesal.
Semenjak jam istirahat tadi, guru muda itu terus saja membenturkan kepalanya di meja. Terkadang mimik mukanya terlihat begitu kesal sampai-sampai asap muncul dari ubun-ubunnya, terkadang berubah menjadi menyedihkan, bisa-bisa banjir kalau sampai air matanya terus mengucur. Terkadang mata biru yang cantik itu kembali bersinar, bahkan tampak membara sepertinya. Namun kemudian meredup dan sang pemiliknya hanya menghela nafas panjang.
'Yare-yare~ benar-benar bocah yang aneh,' pikir Kakashi.
Kalau saja tak tertutupi oleh masker kesayangannya, pastilah ketahuan bibir pria berambut silver itu kini telah membentuk huruf 'U'. Kalau tak mengingat Seorang Hatake Kakashi itu orang yang Cool (?) pasti sekarang ini dia sudah tertawa guling-guling melihat tingkah Kouhainya itu.
"Hhhhh... Sepertinya aku gagal jadi guru," ujar Naruto dengan nada lemas.
"Hmmm... Naze?" tanya Kakashi.
Keningnya berkerut, dia tahu Naruto tak sungguh-sungguh mengucapkannya. Mantan adik kelasnya ini bukanlah orang yang begitu cepat menyerah. Hal inilah yang membuat Minato-sensei begitu tertarik dengan bocah blonde yang dulu terkenal urakan itu.
"Ugh! Ne~ Senpai, entah kelas apa 3-A itu... bayangkan saja murid 'cantik' itu hampir saja telanjang di depanku,"
'Cantik?' O.o pikir Kakashi dalam hati, entah kenapa dia langsung teringat Icha Icha Paradise versi BL miliknya dimana salah satu tokohnya adalah seorang Bisshie.
"Lalu lalu... si Teme itu juga, masa dia tidur di kelas sambil memasang earphonenya,"
'Haa??? Teme???' o.O 'Siapa lagi itu?' pikir Kakashi lagi, kali ini dia hanya bisa menghela nafas panjang mendengar Curhatan adik kelasnya ini.
"Hhhh... mengertilah sedikit Naruto, mereka itu anak-anak orang kaya dan terkenal wajar kalau mereka bersikap seenaknya. Itulah kenapa kau memperoleh pekerjaan ini sebab banyak guru yang tak tahan akan kelakuan mereka," jelas Kakashi panjang lebar mencoba memberikan pengertian pada Naruto.
"Hmmm..." Naruto hanya menggumam tak jelas.
"Dakara... itu artinya hanya kau yang mampu melakukannya, karena itu tetaplah bersemangat Naruto-sensei!"
Kakashi memberikan 'Two Thumb' pada Naruto. Entah kenapa kata-kata yang 'manis' selalu mempan pada Kouhainya itu. Dan kali inipun prediksinya tak salah.
Kilatan cahaya dimata biru itu kembali terang.
"Sou ka~ Sou ka~ baiklah aku mengerti, Ore wa Naruto-sensei datte ba yo~... Naruto-sensei~ ahaha... ahahahahahahaha..."
'Cepat sekali dia sembuh dari depresinya???' batin Kakashi yang hanya bisa sweatdrop melihat tingkah unik 'bocah' blonde itu.
"Lagipula kau ini terlalu berlebihan, kenakalan anak muda seperti mereka bukankah itu sama seperti dirimu dulu, Na~ KI-TSU-NE-kun?!" ujar Kakashi sambil tersenyum lebar dari balik maskernya.
Twitch! Twitch!
"Ugh! Kakashiiiiii~" Naruto mengeram pelan, dari nadanya tampaknya berbahaya.
"Yabai~" bisik Kakashi pelan.
"Jangan panggil aku Kitsuneeeee~ ~ ~ Uuuuurrryaaaa!!!"
Entah kenapa nama panggilan itu membuat Naruto kesal. Bahkan dia tak lagi memanggil Kakashi dengan 'Embel-embel'. Dengan cepat Naruto menghambur kearah Kakashi dan hendak menyerangnya. Tapi...
"Shitsureshimasu~"
Sebuah suara mengejutkan mereka.
'Tasukata~' batin Kakashi. Dia lalu menoleh ke arah suara itu dan kembali tersenyum.
Salah satu keturunan Uchiha yang selalu menjadi 'Langganannya' itu tampak berdiri di depan pintu Ruang kesehatan.
"Owh! Uchiha-kun, kau kemari lagi?" ujar Kakashi.
Naruto sendiri sedikit terkejut ketika mengetahui siapa yang datang 'mengganggunya'. si Teme yang memanggilnya Dobe.
'Ugh!'
Sejenak Naruto melupakan 'masalahnya' dengan Kakashi, tapi sepertinya tak semudah itu.
'Kakashi-senpai, bisa tidak dia berhenti memanggilku, Kitsune! Awas saja nanti, akan kubakar Icha-Icha berharganya itu, kukukukukukuku...," batin Naruto sembari memikirkan rencana Evilnya. Entah kenapa saat itu juga perasaan Kakashi sedikit tak enak.
Perhatian mereka berdua kembali tertuju pada Sasuke yang tanpa ba-bi-bu langsung masuk dan berbaring di tempat tidur yang ada di ruangan itu.
"Hari ini perutku sakit, aku mau tidur!" katanya singkat sembari menyembunyikan dirinya di balik selimut.
"Apa perlu ku periksa? Mungkin kau salah makan tadi?" tawar Kakashi.
"Ck, tidak usah!"
"Loh loh kenapa denganmu Uchiha-kun? Kau sakit ya?" tanya Naruto yang mau tak mau sedikit khawatir terhadap keadaan salah satu muridnya itu. Dia menghampiri Sasuke dan duduk di sebelah tempat tidurnya.
"Urusai, Dobe! Suaramu membuatku tambah sakit, aku mau tidur!" bentak Sasuke.
"Teme~ berapa kali aku bilang, aku ini Sensei mu tahu! Hormat sedikit donk. Lagipula tadi kau baik-baik saja, jangan-jangan kau pura-pura sakit ya?"
"..."
Sasuke hanya diam, mungkin benar-benar sudah tertidur. Sementara itu Kakashi hanya mengangguk-anggukan kepalanya.
'Owh, jadi ini si Teme, ya?' pikirnya.
"Ne~ Ne~ Daripada tidur, lebih baik kau ikut berpartisipasi di festival olahraga antarkelas buat minggu depan, kau bisa ikut sepakbola, tenis meja, basket, bad-"
"Aku tak peduli!" potong Sasuke sebelum Naruto melanjutkan ocehannya.
'Grrrrrrrrrr...... bisa habis kesabaranku,' batin Naruto.
"Lagipula...."
"He?"
"Lagipula setelah festival berakhir nanti, aku akan berhenti dari sekolah." ujar Sasuke dingin.
"EH??"
Entah kenapa kata-kata barusan terus saja menggema di telinga Naruto.
Setelah festival berakhir aku akan berhenti sekolah.
Festival berakhir... berhenti sekolah.
Berakhir... berhenti sekolah.
Berhenti Sekolah.
Berhenti sekolah????!!!!
Na-Naniiiiiiiiiiiiii????? O.O
"A-Apa?? Kenapa?? Ada apa?? Ba-bagaimana bisa?? Kenapa??" tanya Naruto yang terlihat panik.
Dia langsung mendekati Sasuke dan menyingkirkan selimut yang menutupinya. Tanpa Naruto sadari tubuhnya kini berada di atas Sasuke, kedua lengannya berada di sisi kanan dan kiri kepala Sasuke, menjaganya agar tak terlalu 'lebih' dekat lagi.
Sasuke sedikit terkejut ketika meyadari dia begitu dekat dengan Sensei barunya. Dia terpaksa menyembunyikan semburat merah yang bisa muncul kapan saja. Sementara itu Kakashi tampak menyeringai lebar dibalik maskernya melihat posisi kedua orang itu sekarang.
Diam-diam Sasuke memperhatikan wajah Naruto. Mata biru Senseinya itu sedikit membulat lebar, begitu jernih seperti birunya lautan. Terlebih lagi ada tiga pasang goresan samar di masing-masing pipi si Blonde ini, membuatnya nampak seperti...
'Rubah?' batin Sasuke dalam hati.
"Memangnya kenapa kau mau berhenti? Kau dikerjai temanmu ya? Atau kau dihukum oleh guru? Atau jangan-jangan nilaimu hancur ya?" Naruto kembali memberondongi Sasuke dengan pertanyaannya. Membuat Sasuke kembali dari pikirannya yang entah kenapa jadi melayang-layang sampai kemana-mana.
"Ck, kau terlalu merendahkanku...,"
"Lalu kenapa? Kenapa?"
"Aku hanya tidak suka sekolah, sekarang biarkan aku sendiri, Dobe!" Sasuke kembali menarik selimutnya. Menghindari dari tatapan Naruto yang dia yakin masih terus memandanginya.
"Ugh!"
Entah kenapa Naruto tak rela kalau salah satu muridnya ini tak lagi ada di sekolah. Yeah, walaupun seberapa mengesalkan sekalipun, Sasuke-teme ini kan muridnya juga. Murid yang seharusnya dia sayangi dan lindungi. Begitu pikirnya.
"Ma-masih ada beberapa hari sebelum Festival dimulai,"
"Selama waktu itu, kalau aku berhasil membuatmu menyukai sekolah lagi, apa kau akan kembali?" tanya Naruto yang membuat Sasuke terkejut.
'Ngapain sih ini guru susah-susah begitu?' pikir Sasuke.
"Tidak mungkin," kata Sasuke yang memang masih meragukan ucapan Naruto tadi. Rasanya memang mustahil untuk membuat Sasuke menyukai Sekolah yang sudah lama dia benci.
"Hei! Aku belum mencobanya Teme~ bagaimana bisa kau bilang tidak mungkin? Kalau begitu ini sudah jadi kesepakan kita ya?"
...
Hening. Sasuke belum juga merespon. Hingga akhirnya...
"Terserah,"
Seketika itu juga senyum lebar mengembang di wajah tan milik Naruto. Tangannya mengepal membumbung keangkasa dan mata biru yang jernih itupun semakin berbinar cerah.
"Yoooossssshhhh!!!!! Misi kali ini adalah membuat Uchiha-teme menyukai sekolah lagi! Oooouuuugggghhhhh!!!"
-membara-
'Entah kenapa hawa di ruangan ini tiba-tiba panas ya?' pikir Kakashi yang hanya bisa menghela nafas pelan melihat polah Naruto.
Yare-yare~
TBC
A Little Notes :
Dakara... : Karena itu...
Hen na hito : Orang aneh
Kouhai : Junior
Nande mo nai : Bukan apa-apa
Nani? : Apa?
Naze? : Kenapa?
Shitsureishimasu : Permisi
Sou ka~ : Oh begitu ya~
Tasukata~ : Tertolong~
Urusai! : Berisik!
Yabai~ : Gawat/Bahaya
Yare-yare~ : Wah wah~, Ya Ampun~
(Kalau artinya ada yang salah atau kurang tepat, tolong beritahu sayah yeah, hohoh XDD)
Short...??? Haik, wakatta yo~ Ahahahaha XDD Hontou ni Gomen nasai ne~ *bows*
Yosh! Mind to Review ???!!! Please ^^
