Author : park richan (anaknya Chanbaek) :'V

Tittle : Prez or Maid (Vers. ChanBaek) REMAKE dari komik jepang "kaichou wa maid sama"

Main Cast : Park Chanyeol, Byun Baekhyun a.k.a baekkie (GS for Uke)

Other Cast : tentuin sendiri yes, soalnya banyak banget..

Ada sedikit perubahan marga.. kayak do kyungsoo jadi byun kyungsoo..

Genre : romance, comedy (gak yakin sih), drama

Length : chapter

Rating : T+

A/N: hollaaaaaa yeorobun! Eyaakk balik lagi ama owe author acakadul park richan anaknya daddy chanyeol sama mommy baekhyun.:'V author pngen ngucapin terima kasih sebanyak-banyaknya buat kalian para readers yg udah meluangkan waktunya buat baca FF yg ngebosenin ini T^T owe terharu bngt sama review kalian.. makasih yang udah tinggalin jejak di comenant/review.. Ok daripada author ngebacot melulu mendingan cuusss aja ke next chapternya ^^. Yang udah baca tolong tinggalin jejak seperti biasa. Soalnya saya masih butuh kritik dan saran dari para readers sekalian.. ^^ okay, let's get started. Cekidot

WARNING

GENDERSWITCH (GS), GAJE, TYPO(S) bertebaran, feel ga dapet, ga seseru komik aslinya, OOC, tulisan gak sesuai EYD, Bad Summary, yang gak suka ceritanya silahkan gak usah dibaca

DON'T BE SILENT READER!

Desclaimer

Chanyeol hanya milik baekhyun, dan baekhyun hanya milik chanyeol.. dan chanbaek milik CBHS, dan saya milik orang tua saya :'V semua makhluk milik allah ^^

summary:

Byun Baekhyun berhasil menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai dewan perwakilan sekolah di SMA seika, selama dia diposisi ini, dia tidak akan membiarkan siswa laki-laki berbuat seenaknya. Namun, bagaimana jadinya ketika salah satu siswa SMA seika mengetahui rahasia terbesarnya? Dan ternyata siswa itu adalah Park Chanyeol seorang siswa terpopuler di Sma seika..

"chanyeol melihat kemari" ucap luhan ketika ia melihat chanyeol sedang memperhatikan mereka.

"apa yang ia lihat?" ucap baekhyun heboh..

"puufftt" chanyeol menahan tawa, kemudian ia pergi meninggalkan ketiga wanita tersebut.

"apa maksudnya itu, aku tidak mengerti?" ucap baekhyun jengkel..

"chanyeol benar-benar keren." Tiba-tiba luhan mulai membicarakan chanyeol dengan semangat 45 nya *eh -_-

"kudengar ia belajar kempo semasa junior high school, orang-orang berkata ia sungguh kuat. Selain itu, nilai sekolahnya juga bagus. Sempurna dalam segala hal. Ia adalah cahaya sekolah kita berbeda dengan laki-laki lain." Luhan berkata dengan tatapan berbunga-bunga, dia sungguh mengidolakan chanyeol.

"tapi kudengar dia sulit tertarik pada wanita, karena terlalu populer."

"tapi masih banyak wanita yang menyatakan cintanya." Timpal xiumin tak mau kalah.

"apa ia sepopuler itu? Aku tidak mengerti apa yang wanita ini pikirkan" ucap baekhyun dalam hatinya, ia benar-benar dibuat bingun oleh seorang park chanyeol.

"oh iya, mungkin ia tidak begitu tertarik tentang maid." Fikir baekhyun dalam hati..

.

.

Chapter 2

*MAID LATTE

Baekhyun berdiri didepan pintu masuk maid cafe, ia bertugas untuk menyambut pelanggan cafe yang datang dan melayaninya dengan baik. Saat lonceng pintu berbunyi maka ia harus segera menyambut pelanggan yang datang. Namun, ia sungguh terkejut. Ia melebarkan kedua matanya, memastikan bahwa ia sedang berhalusinasi. Namun, sepertinya ini bukan hanya halusinasinya saja. Ini sungguh nyata, orang yang saat ini berada dihadapannya benar-benar nyata adanya.

"aku benar-benar tidak mengerti, kenapa bisa dia muncul disini?" keluh baekhyun frustasi dalam hati setelah tau siapa pelanggan cafe yang datang.

"uuwwaahh, dia benar-benar keren" ucap salah satu maid saat ia melihat pelanggan yang baru datang tersebut.

"ah, ketemu" ucap pelanggan tersebut dengan wajah dinginnya, yang tak lain adalah chanyeol.

"apa ia bermaksud mempermainkanku? Apa ini pernyataan perangnya? Ya ini perang, pasti begitu" masih dalam kondisi terkejutnya baekhyun berujar dalam hati, pikiran-pikiran tentang chanyeol mulai menghantui otaknya saat ini. Dan pikiran itu tidak ada satu pun yang menjurus pada hal yang positif.

"baiklah akan aku terima, kau sebaiknya bersiap-siap park chanyeol." Ucapnya mantap di dalam hati dengan semangatnya yang berkobar-kobar.

"selamat datang, tuan" baekhyun membungkuk sopan dan menyambut chanyeol dengan ramah disertai senyuman manisnya saat ini, namun yang disambut hanya bisa terdiam memperhatikan sikap baekhyun yang menurutnya unik ini.

"puuffttt" chanyeol menutup mulut dengan tangannya untuk menahan tawanya agar tidak meledak.

"huft, sungguh menyebalkan" gumam baekhyun dalam hati.

.

.

"maaf menunggu lama, tuan" setelah baekhyun mengantarkan pesanan chanyeol dan membungkuk sopan dia pun melanjutkan pekerjaannya.

Namun, tatapan chanyeol membuatnya begitu risih. Bagaimana tidak, chanyeol hanya duduk diam disudut ruangan cafe dengan secangkir kopi, namun tatapannya terus mengikuti gerak-gerik baekhyun. Chanyeol menatap baekhyun dengan intens seakan-akan jika dia mengalihkan pandangannya kearah lain maka baekhyun akan menghilang dari dunia ini.

"hei, hei apa itu namjachingumu baekkie, dari tadi dia memandangimu terus?" tanya jesicca dengan tatapan berbunga-bunga kepada baekhyun yang baru saja mengantarkan pesanan chanyeol tadi.

"ah, aniyo." Ucap baekhyun langsung mengelak pemikiran managernya itu.

"mwo?" managernya begitu terkejut dengan pernyataan baekhyun yang singkat padat dan tidak sesuai dengan keinginannya itu.

.

.

*Keesokkan harinya di SMA seika

"ia mempermainkan mentalku, dia itu.." baekhyun sedang berada di belakang sekolah, dia meratapi nasibnya yang terus dibayang-bayangi tingkah chanyeol yang aneh. Dia memikirkan kejadian kemarin saat chanyeol yang tiba-tiba datang ke cafe.

"ia berjam-jam duduk, tapi hanya memesan secangkir kopi." Keluh baekhyun, dia benar-benar bingung dengan chanyeol.

"huuhhh, aku mulai lelah ingin istirahat" baekhyun menghembuskan nafasnya, sungguh hari ini dia lelah.

.

Sedangkan ditempat lain chanyeol sedang duduk sambil menatap kosong ruangan kelasnya yang telah ditinggalkan teman-teman kelasnya pulang.

"oh, chanyeol kau masih disini?" ucap salah satu teman sekelas chanyeol lee sanha.

"emm" chanyeol hanya membalas dengan gumaman, saat ini chanyeol sedang duduk dikursinya tepat dipinggir jendela dengan meminum susu vanilla favoritnya.

"sanha-si, dulu saat junior high school kau satu sekolah dengan ketua, bukan?" tanya chanyeol masih dengan meminum susu vanillanya plus masih dengan menampilkan wajah dinginnya.

"nde" ucap sanha, dia sedang membereskan buku-bukunya karena bel pulang sudah berbunyi cukup lama.

"apa ia selalu begitu?"

"tidak selalu seperti 'itu'menurutku ia mulai seperti itu sejak tingkat 2 di junior high school. Kudengar ada masalah dirumahnya dan sejak saat itu.." sanha berhenti sejenak, dia bingung dengan sikap chanyeol yang sepertinya ingin tahu tentang baekhyun, ini seperti bukan chanyeol yang dingin dan chanyeol yang tidak pernah memperdulikan makhluk yang disebut dengan wanita.

"tunggu, sejak kapan kau membicarakan wanita, dan lagi kau membicarakan ketua?" tanya sanha dengan tatapan penasarannya, chanyeol cukup terkejut dengan pertanyaan sanha. Namun, dia langsung mengubah ekspresinya. Dia tak menjawab pertanyaan sanha, yang dilakukannya kini hanyalah memalingkan wajahnya kearah luar jendela dengan tatapan yang sulit diartikan.

.

.

*MAID LATTE

"ia datang lagi" keluh baekhyun, ya sepulang sekolah tadi baekhyun langsung datang ke maid latte untuk bekerja. Namun, apa yang terjadi? Chanyeol kembali mendatangi maid latte. Dia memesan satu cup es krim ukuran besar dan duduk disudut ruangan dengan terus menatap baekhyun intens.

"apa ia tidak menyadari, orang mulai membicarakannya." Ntahlah baekhyun sudah lelah dengan sikap chanyeol yang aneh ini.

"ia terus melihat ke arah baekkie." Ucap yoona, salah satu maid yang bekerja di maid latte. Saat ini yoona dan jessica sedang melihat baekhyun dan chanyeol dari pintu dapur.

"sudah kuduga, ia menyukai baekkie" ucap jessica sang manager dengan tatapan seperti biasanya yaitu tatapan berbinar- binar dan hatinya begitu senang melihat interaksi antara baekhyun dan chanyeol.

"hah" baekhyun sangat terkejut dengan pernyataan managernya itu.

"matanya melihatmu penuh dengan kekhawatiran baekkie." Ucap jessica masih dengan mata berbinar-binarnya.

"hah? Khawatir?" baekhyun bingung dengan ucapan jessica, disaat ia melihat kearah chanyeol saat itu pula chanyeol melihatnya. Ntah kenapa baekhyun merasakan pipinya memanas saat ini, mukanya pun sudah memerah.

.

.

*keesokan harinya di SMA seika

Baekhyun sedang berjalan dikoridor sekolah, ia masih memikirkan perkataan managernya saat di cafe kemarin..

"ia memperhatikanku hanya untuk mempermainkan saja" ucapnya dalam hati

"tidak mungkin karena khawatir." yakinnya dalam hati, dia masih terus berjalan dikoridor sekolah dengan pemikiran-pemikirannya yang tak berujung itu.

"oh baekhyunie, daeebbaakk.. kau dapat peringkat ke-2 di ujian tengah semester." Ujar luhan heboh saat ia melihat baekhyun dikoridor.

"dua?" ucap baekhyun bingung.

"siapa yang pertama?" tanya baekhyun penasaran, akhirnya ia pun menghampiri segerombolan siswa yang sedang melihat kearah papan pengumuman.

"park chanyeol" ucap xiumin saat baekhyun sudah berada didepan papan pengumuman yang terdapat deretan nama-nama siswa yang mendapatkan peringkat.

"yang benar saja." Ujar baekhyun sedikit terkejut, tanpa berkata apapun lagi baekhyun pergi meninggalkan luhan dan xiumin.

"eh.."

"ia pasti tidak puas" ucap xiumin yang melihat baekhyun pergi begitu saja.

Ya baekhyun pergi tanpa berkata apapun pada luhan dan xiumin, ia menelusuri koridor sekolah. Entah kenapa saat ini ia merasa kesal, ia merasa dibohongi dan dimanfaatkan oleh seseorang. Pikirannya begitu kacau.

"ia pasti sedang mempermainkanku karena aku tidak ada waktu senggang." Ujarnya dalam hati, dia benar-benar kesal.

"jangan memandang rendah aku!" ucapnya dalam hati dengan penuh emosi, saat ia membuka pintu ruang kelasnya baekhyun melihat 3 siswa laki-laki sedang membaca majalah.

"majalah-majalah apa itu?" tanya baekhyun dengan tatapan dinginnya.

"ini hanya komik. Apa karena ini sedikit berbahaya maka dilarang?" ucap salah satu siswa yang sedang memegang majalah.

Baekhyun pun langsung menghampiri ketiganya dan menarik majalah itu dengan paksa.

"DILARANG!" ucap baekhyun dengan tegas

"apa-apaan ini? selain itu, kenapa hanya laki-laki yang diperiksa majalahnya?" protes siswa laki-laki yang lainnya.

"kau terlalu keras, aku rasa kau tidak selalu benar" ujar siswa yang satunya. Mereka kesal dengan sikap baekhyun ini.

"jika kau ingin menerapkan peraturan kau juga harus menerapkannya pada wanita juga!" protes siswa laki-laki yang tadi memegang majalah. Tanpa sengaja, chanyeol lewat didepan kelas baekhyun. Ia melihat baekhyun sedang diprotes oleh tiga siswa laki-laki dikelas baekhyun.

"arraseo, aku akan memilih majalah yang boleh dibaca disekolah. Jika ada yang tidak sesuai, maka tidak akan diperbolehkan dibaca disekolah. Berikan aku daftar majalah yang biasa kalian bawa ke sekolah oleh laki-laki dan perempuan." Ujar baekhyun dengan tegas, semua siswa yang berada didalam kelas begitu terkejut dengan keputusan sang ketua dewan. Ini sungguh tidak masuk akal. Baekhyun harus memeriksa daftar majalah yang jumlahnya bukan hanya satu atau dua namun puluhan.

"tapi majalahnya pasti banyak, baekhyun sudah sangat sibuk kan" ucap salah satu siswa perempuan yang berada dikelas.

"gwenchana, sebagai ketua ini sudah menjadi tugasku." Ujar baekhyun meyakinkan. Mereka tak menyadari jika ada seseorang yang sedang mendengarkan percakapan itu dari balik dinding ruang kelas, iya orang itu adalah chanyeol. Ia berdiri sambil bersandar di dinding luar kelas, dengan tatapan sendu, setelah itu ia pergi meninggalkan ruangan kelas baekhyun.

.

.

*diruang konseling siswa

"huuhh" baekhyun menghembuskan nafasnya lelah, saat ini ia sedang memeriksa majalah-majalah yang diperbolehkan untuk dibaca di sekolah.

"ketua" panggil choi minho tiba-tiba dengan suara bergetar menahan takut. Choi minho adalah salah satu anggota dewan perwakilan sekolah yang menjabat sebagai anggota bagian akuntansi SMA seika.

"hm" balas baekhyun dengan gumaman.

"be.. begini. Se.. sebenarnya jurnal bulan lalu ada yang salah." Ujar minho takut-takut, ia sudah mengeluarkan keringat dingin takut-takut ketua nya akan mengeluarkan api yang akan membakar dirinya hingga menjadi abu.

"HAAAHH" teriak baekhyun, minho yang mendengar baekhyun berteriak dan berdiri dari posisi duduknya langsung menjauhkan dirinya dari amukan sang ketua.

"kyaaaa mianhae jeongmal mianhae, mianhae mianhae mianhae" ucap minho sedikit berteriak karena ketakutan dengan amukan baekhyun. Saat ini baekhyun sudah menjelma menjadi iblis yang akan membunuh siapa pun yang telah berbuat kesalahan.

"KURANG AJAR, SUDAH KUPERINGATKAN UNTUK LEBIH TELITI" teriak baekhyun dengan aura hitam disekelilingnya.

"sudahlah, biar aku yang urus.. uhukkss uhukkss (suara batuk)" pasrah baekhyun, dia sungguh lelah hanya untuk memarahi anggotanya itu. Akhirnya ia putuskan untuk mengurusnya sendiri, namun ia merasa badannya benar-benar tidak sehat saat ini. namun, ia harus bisa bertahan. Sedangkan minho sudah pergi entah kemana.

Jam sudah menunjukkan pukul 16.00, namun baekhyun masih berkutat dengan majalah-majalah yang telah menumpuk di mejanya. Ia harus segera menyelesaikannya hari ini.

"sepertinya aku terlalu sibuk." Keluh baekhyun masih dengan memeriksa majalah-majalah itu, namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara seseorang.

"ketua, apa kau hobi sibuk?" tanya chanyeol yang tiba-tiba sudah bersender dipinggiran pintu ruang konseling siswa dengan ekspresi wajahnya yang datar.

"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI?" teriak baekhyun terkejut karena chanyeol yang tiba-tiba sudah berada diruangan itu.

"sepertinya kau sangat menikmati kesibukanmu." Ucap chanyeol lalu memalingkan wajahnya dari baekhyun.

"oh atau mungkin kau itu adalah seseorang dengan tipe S" ucap chanyeol masih dengan tatapan lurus kedepan.

"HAH?!"

"menurutku kau harus sedikit beristirahat." Chanyeol mulai berjalan kearah baekhyun yang sedang melamun ah lebih tepatnya saat ini baekhyun sedang menahan rasa pusing dikepalanya

"melihatmu yang sekarang..." saat itu juga baekhyun limbung kearah belakang. Namun, dengan sigap chanyeol menopang tubuh baekhyun dari belakang.

"buat khawatir saja.." ucap chanyeol masih dengan posisi chanyeol menopang tubuh baekhyun dan menatapnya dengan tatapan lembut.

Saat baekhyun mendengar ucapan chanyeol, dia begitu terkejut, pipinya memerah ntah karena badannya yang kelewat panas atau memang pipinya memerah dengan sendirinya. Namun, ia segera sadar dan mendorong chanyeol dengan kasar.

"MINGGIIIRR" bentak baekhyun pada chanyeol.

"Aku tidak memerlukan rasa kasihan darimu!" ucap baekhyun sinis dengan tatapannya yang berubah dingin. Sedangkan chanyeol hanya mampu memperhatikan baekhyun dengan tatapan yang sulit diartikan.

"ah, begitu ya?" ucapnya dingin. Baekhyun hanya mampu menundukkan kepalanya, dan setelah itu chanyeol pergi meninggalkan baekhyun diruangan itu sendirian.

.

.

*MAID LATTE

Saat mulai bekerja baekhyun merasakan badannya benar-benar tidak enak. Dia ingin sekali beristirahat namun ia tak ingin menunda-nunda pekerjaannya ini.

"uhukss, uhhuuks, uhukss." Baekhyun terus batuk saat ia membuat sampah dibelakang cafe.

"aku tidak boleh lelah, huuhh." Baekhyun menyemangati dirinya sendiri lalu menghambuskan nafasnya panjang.

"jurnal masih belum selesai, aku juga masih harus menentukan majalah mana yang boleh dibaca, aku juga belum belajar." Keluh baekhyun sambil menyenderkan kepalanya pada dinding. Ia teringat ucapan chanyeol saat diruangan tadi.

*Flashback

"menurutku kau harus sedikit beristirahat." Chanyeol mulai berjalan kearah baekhyun yang sedang melamun ah lebih tepatnya saat ini baekhyun sedang menahan rasa pusing dikepalanya

"Aku tidak memerlukan rasa kasihan darimu!" ucap baekhyun sinis dengan tatapannya yang berubah dingin.

*Flashback end

Baekhyun masih memikirkan kata-kata chanyeol sambil menatap kosong kearah depan.

"apa aku terlalu memaksakan diri?" ucapnya bingung

"itu tidak benar" baekhyun kembali termenung, namun tiba-tiba sebuah suara mengejutkannya.l

"yak, bukankah itu ketua?" ucap salah seorang laki-laki yang diketahui adalah suho (kim junmyeon).

"waahh, ternyata benar ketua!" ucap lelaki yang bernama lee sungjae dengan seringaiannya.

"heh yang benar saja? Maid?" ujar chen (kim jongdae) dengan sinis.

"ini konyol"

"oi panggil yang lainnya, telingaku masih sakit" Chen menyeringai dan mulai mendekati baekhyun.

"waktunya mengambil gambar." Sungjae mengeluarkan handphonenya dari dalam saku kemudian ia memfoto baekhyun.

"menyebalkan" gerutu baekhyun dalam hati. Baekhyun tak dapat berkata apa-apa lagi saat ini. kemudian diberbalik untuk meninggalkan ketiga bocah tengik ini, namun langkahnya terhenti.

"kau mau lari ya?" chen menahan lengan baekhyun dengan kuat.

"tidak apa kan ketua?" dia menarik lengan baekhyun, lalu menampilkan smirknya..

"kau menyiksa siswa-siswa disekolah, tapi ternyata kau hanyalah seorang maid?" ucap chen sinis, baekhyun berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman chen. Namun, ia lemah saat ini.

"lepaskan" ucap baekhyun, masih terus berusaha menghempaskan tangannya dari chen, namun cengkraman chen begitu kuat.

"kalau begitu kami mau pelayanan khusus!" ucap chen dengan seringaiannya.

"aku foto ya?"

"panggil kami tuan"

"tidak kusangka kau seorang maid"

"tubuhku melemah" gumam baekhyun dalam hati

"tidak terpikir kau ini wanita," chen melepaskan cengkraman tangannya.

"memakai pakaian seperti itu kau terlihat..." saat chen hendak menyentuh pundak baekhyun yang terekspos. Namun, tangannya ditepis oleh seseorang.

"jangan sentuh dia, menyingkirlah." Dengan suara dinginnya chanyeol menepis tangan chen yang hendak menyentuh baekhyun. Chanyeol memeluk baekhyun.

Saat itu juga, baekhyun tersadar, dia begitu terkejut dengan ucapan chanyeol, pipinya memanas jantungnya berdetak cepat, mukanya memerah.

"chan.. chanyeol" ketiga lelaki itu terkejut dan langsung mundur beberapa langkah kebelakang. Mereka begitu terkejut dengan kehadiran chanyeol.

"neo gwenchana?" tanya chanyeol masih dalam posisi tangan satunya menahan tubuh baekhyun lalu tangan satunya lagi memegang kening baekhyun lembut. Pipi baekhyun makin memerah, hawa disekitarnya begitu panas. Saat itu pula chanyeol menatap ketiga lelaki yang telah membuat baekhyun takut dengan tatapan menusuknya. Seketika , ketiga lelaki itu langsung berlari ketakutan meninggalkan baekhyun dan chanyeol disana.

"huuh, mianhae" ucap baekhyun lemah, chanyeol yang mendengarnya cukup terkejut dengan ucapan baekhyun. Namun baekhyun, ia benar-benar sudah tidak kuat lagi. Kepalanya sangat pusing saat ini. ia memejamkan matanya..

"mianhae, chanyeol" saat itulah baekhyun memejamkan matanya dipelukan chanyeol. Chanyeol tersenyum mendengar baekhyun berucap begitu lembut. Ia sadar bahwa baekhyun begitu manis saat ini.

"gwenchana, kau istirahat saja." Ucap chanyeol masih tetap memeluk baekhyun yang telah pingsan.

Akhirnya chanyeol pun menyuruh manager baekhyun menghubungi keluarganya baekhyun, sebelumnya chanyeol memakaikan syal yang ia kenakan pada baekhyun. Setelah itu chanyeol pergi.

.

.

.

Baekhyun saat ini masih tertidur dikamarnya dengan keadaan keningnya terdapat kain kompresan. Perlahan-lahan matanya terbuka.

"baekhyunie" panggil ibu baekhyun sambil memegang mangkuk yang berisi air kompresan baekhyun.

"eomma sangat terkejut saat managermu menelpon" ujar ibu baekhyun dengan raut wajah khawatir.

"mianhae, ini" ucap baekhyun lembut, ia pun segera bangun dan duduk dikasurnya, ia melepaskan kain yang tertempel dikeningnya.

"hari ini istirahat ya" ujar ibunya, kemudia berdiri dan mengambil kain yang digunakan untuk mengompres baekhyun tadi.

Baekhyun melihat sebuah syal yang berada disamping bantalnya, ia mengambilnya lalu mengeluskan tangannya pada syal. Ia tersenyum tipis melihat syal itu, ya dia sudah tau pemilik syal itu adalah chanyeol. Hatinya begitu hangat jika mengingat chanyeol.

"berkat dia , aku dapat beristirahat meskipun hanya satu hari." Gumam baekhyun sambil tersenyum.

.

.

.

*keesokkan harinya di SMA seika

Saat ini baekhyun sedang mencari chanyeol, dia berniat untuk mengembalikan syal itu dan mengucapkan terima kasih. Ia dia berpikir jika dia harus mengatakan itu. Akhirnya, ia memutuskan untuk pergi keatas gedung sekolah ini.

Baekhyun bisa melihat chanyeol sedang duduk dipinggir atap gedung sambil menghadap kedepan memperhatikan taman belakang gedung SMA seika, ia pun menghampiri chanyeol.

"kau tau, mereka tidak bilang siapa-siapa kalau kau adalah seorang maid" ujar chanyeol tiba-tiba, masih dengan tatapannya lurus kearah depan memandang taman membelakangi baekhyun.

"oh iya, padahal aku sudah siap." Ucap baekhyun pelan

"apa yang kau lakukan pada mereka?" tanya baekhyun penasaran. Tatapannya tidak lepas dari chanyeol.

"tidak ada, aku hanya meminta mereka agar tidak menyebarkannya. Jadikan sebagai rahasia saja"

"jadi kau mempermainkanku dengan itu?" ucap baekhyun dingin, dia menatap chanyeol tajam. Chanyeol menoleh kebelakang dimana tempat baekhyun berdiri, dia hanya menunjukkan smirknya.

"maksudku, kau akan marah jika aku berkata, aku benar-benar khawatir, kan?" ujar chanyeol masih dengan senyuman anehnya itu. Lalu ia mengalihkan pandangannya kedepan.

Baekhyun benar-benar kesal dibuatnya, akhirnya baekhyun pun melangkahkan kakinya mendekati chanyeol.

"secara pribadi, aku pikir tidak masalah jika sekolah tau tentang hal itu." Chanyeol terus berbicara tanpa menoleh kearah baekhyun yang kini sudah berdiri disampingnya.

"lagipula memiliki job part time tidak dilarangkan? Walau kau berpakaian maid, tapi kenyataannya kau itu kuat dan tidak pernah ragu untuk melakukan yang kau anggap benar. Kurasa kau seharusnya bangga akan hal itu" ujar chanyeol sambil menatap langit, baekhyun yang mendengarnya pun hanya mampu terdiam menatap chanyeol yang berbicara. Ia memikirkan segala hal yang diucapkan chanyeol pada dirinya. Ia mencerna maksud dari perkataan yang chanyeol ucapkan saat ini.

"kemarin menghabiskan waktu sepanjang hari, aku berpikir kenapa chanyeol begitu menyebalkan." Ucap baekhyun masih dengan terus menatap chanyeol. Chanyeol pun mengernyitkan dahinya untuk mencerna kata-kata baekhyun itu.

"bukankah aku baru saja mengatakan sesuatu yang sangat baik?" ujar chanyeol pada baekhyun yang masih berdiri disampingnya.

"mungkin seperti kau ada didepanku dan berlari jauh di depan, dan kemudian kau mulai berjalan mundur tepat diwajahku, dan mengatakan banyak hal seperti 'apa kau baik-baik saja?'." Ucap baekhyun yang kini tengah memandang langit.

"aku terlalu peka, sehingga membuatku benar-benar marah.. tapi kali ini aku ucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkanku" ucapnya baekhyun tulus, ia pun menoleh kearah chanyeol yang kini tengah menatapnya. Baekhyun tersenyum manis kearah chanyeol.

"lihatlah, aku akan segera menyusulmu chanyeol, dan nanti aku yang akan mengkhawatirkanmu." Baekhyun berucap begitu semangat pada chanyeol sambil memberikan senyumannya, sedangkan chanyeol hanya mampu menatap baekhyun dengan tatapan yang benar-benar sulit diartikan.

"oh iya, gomawo sudah meminjamkan syalmu dan hal yang lainnya." Baekhyun memberikan jinjingan yang berisi syal itu pada chanyeol.

"aku berpikir tentang bagaimana aku bisa membalasnya. Karena aku benci berhitung pada seseorang. Ada sesuatu yang dapat ku bantu?"ucap baekhyun sambil menyerahkan jinjingan itu kehadapan chanyeol. Chanyeol yang mendengar hal itu hanya memasang wajah datarnya.

"kalau begitu.."

"ada yang kau inginkan." Baekhyun cukup terkejut dengan suara chanyeol yang terlihat begitu serius.

"akau mau kau jadi maid pribadiku selama satu hari" ucap chanyeol sambil menopang dagunya dan menyeringai kearah baekhyun.

"HAH?!" baekhyun berteriak terkejut mendengar perkataan chanyeol itu.

.

.

.

TBC

Aaaaaaaaaaaaaaa akhirnya chapter 2 udh di next, untung aj hari ini gak ada ujian, jadi semaleman ngebut ngetik chapter 2 ini.. :'D tapi kyaknya ini ceritanya lebih pendek dari chapt 1 nya ya? -_- mianhae readernim :'( moment chanbaeknya udh mulai tuh.. naah kira-kira gimana baekhyun mau gak jadi maid pribadinya chanyeol selama sehari :'V jawabannya di chapter selanjutnya ok ok :'D ini belum seberapa sih momentnya nanti di next chapter bkalan lebih banyak lagi moment chanbaeknya. Apalagi pas chanyeol ikut job part time juga jadi koki hohoho :'D ehh tapi itu nanti di chapter-chapter berikutnya...

Maaf kalau cerita chapter 2 ini jauh dari harapan para readernim semua.. untuk chapter selanjutnya richan bakalan berusaha bikin ceritanya lebih seru sama lebih panjang ok ok..

Untuk yang udah baca makasih banget huhu tolong tinggalin jejak yeth, soalnya author baru ini masih butuh kritik dan saran..

Sampai ketemu dichapter selanjutnya... ^^

pai pai..