Chapter 2?
Masih adakah yang mau baca fanfic Tiny?#lirik-lirik cemas
Disclaimer:
BTS member and all cast milik orangtua mereka masing-masing, agensi dan Tuhan YME,..
Couple:
HopeV/VHope (Jung Hoseok Kim Taehyung)
Kid!Kim (Jeon) Jungkook
Slight/
Vmin
Namjin
Minyoon dll.
Warning: (Don't Like Don't Read)
Yaoi, MPreg, OOC
Happy reading guys ~
Suara burung hantu yang bertengger di salah satu pohon di taman kota dan kerlap-kerlipnya bintang di angkasa menambah semarak dan indahnya malam kota Seol pada hari itu. Membuat Taehyung yang saat itu dalam perjalanan menjemput anaknya Kim Jungkook yang saat ini berada di rumah kakaknya Kim Namjoon ingin sedikit berlama-lama menikmati malam yang sangat jarang tersebut sendirian. Namun, dia harus sesegera mungkin sampai ke rumah kakaknya itu jika tidak ingin terlalu lama merepotkan kakaknya dalam menjaga Jungkook dan jika tidak mengingat bahwa kakaknya pasti juga ingin menikmati waktu hanya berdua dengan 'suaminya' Kim Seokjin.
Ting Tong ~
Terdengar suara bel pintu dari depan rumah yang cukup sederhana itu membuat seseorang yang saat itu sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk suami dan keponakannya itu bergegas untuk mencari tau siapa yang saat ini memencet bel rumahnya, dan saat dia mendengar suara yang sudah sangat familiar untuknya dan suaminya itu, sosok itu Kim Seokjin segera membukakan pintu rumahnya untuk tamunya tersebut.
Cklek~
"Hai Jin Hyung,…aku mau menjemput my Kookie's..hehe" sapa seseorang yang saat ini sudah ada di depan rumahnya tersebut.
"Masuklah dulu Taetae, aku sedang menyiapkan makan malam dan sebentar lagi selesai jadi ikutlah makan dengan kami dulu" balas Jin kepada Taehyung dan mempersilahkannya untuk masuk ke dalam rumah.
"Mana Kookie Hyung?" Tanya Taehyung saat dia tidak melihat tanda-tanda adanya bocah cilik hyperaktif yang sangat dia sayangi itu.
"Itu …lagi main game sama Hyungmu di ruang keluarga!" seru Seokjin yang saat itu sudah kembali ke dapur dan sesegera mungkin menyiapkan makan malamnya.
"Yeyy…..aku menang lagi…yeyy...paman kalah…wekk!" seru senang Jungkook sambil melompat-lompat di atas sofa yang dia duduki dan meleletkan lidahnya karena bisa mengalahkan pamannya bermain game kesukaanya.
"Ahhh…aku kalah lagi dari bocah ini.."Frustasi Namjoon melihat ponakannya yang senang karena berhasil mengalahkannya empat kali dalam lima ronde yang mereka mainkan.
Melihat hal itu membuat Taehyung yang notabene appa Jungkook dan dongsaeng dari Namjoon tersenyum geli melihat tingkah polah dari anak dan Hyungnya tersebut.
"Kau memang selalu kalah jika bermain game Hyung!"Seru Taehyung dibelakang Namjoon, membuat Namjoon saat itu langsung menengok ke arah suara tersebut dan tersenyum saat melihat dongsaeng yang dia sayangi ada disana.
"Appaaa~…"Seru Jungkook senang melihat appanya ada disana dan menerjang Taehyung untuk dipeluknya. Melihat itu Taehyung dengan senang membalas pelukan hangat putranya tersebut dan menggendongnya dengan hug koala serta mencium pipi tembem putranya itu.
"Aigooo…aigooo…my Kookie's…kau tidak nakal dan merepotkan pamanmu kan sayang?"tanya Taehyung kepada Jungkook
"Anii…Kookie tidak nakal appaa…Kookie anak baik…paman Jooni aja yang celalu kalah melawan Kookie..hehe"balas bocah berumur empat tahun itu dengan senyum gigi kelincinya yang lucu.
"Bagaimana Tae?Apa kau sudah mendapatkan kerja?"Tanya Namjoon kepada Taehyung sambil berdiri menghampirinya.
"Belum Hyung,…sulit sekali mencari pekerjaan di zaman sekarang ini Hyung, padahal aku ingin sesegera mungkin mendapatkan pekerjaan dan tidak akan merepotkanmu lagi dan juga Jin Hyung hanya untuk menjemput dan menjaga Jungkooki terus-terussan, apalagi disaat seperti ini,..huff…tapi tadi, di tengah jalan aku bertemu dengan seseorang yang mengaku pencari bakat Hyung, dia.. menawariku untuk ikut audisi tapi entahlah, aku… ragu?."Jelas Taehyung
"Kau ini bicara apa Tae. Kau dan Jungkooki adalah keluarga kami. Kau adikku, dan Jungkookie adalah keponakanku, kalian tidak mungkin merepotkan kami sama sekali, malahan ada Kookie membuat Jin akhirnya tidak merasa kesepian lagi saat aku harus pergi kerja ke luar kota atau waktu aku harus terlambat untuk ini. Oh ya, Lagian pencari bakat apa Tae?" jelas dan bingung Namjoon bersamaan saat mendengar penjelasan dari dongsaengnya itu
"Hmm... makasih Hyung..,mungkin jika tidak ada kalian aku tidak akan bisa sampai sejauh ini, dan membesarkan Jungkooki sendirian"senyum Taehyung antara sedih dan lega mendengar penjelasan Hyungnya itu kepadanya. "Dan, Entahlah Hyung. Aktor mungkin..!?"ragu Taehyung
"Hmm…Coba saja Tae, siapa tau itu rejekimu!"Bukan, bukan Namjoon yang menjawab melainkan Hyungnya yang lain yang menjadi 'suami' kakaknya tersebut, Seokjin yang sudah keluar dari dapur sambil tersenyum itu ikut nimbrung pembicaraan di antara keduanya." Dan, Oh ya, kau, Tae dan juga Kookie tidak merepotkan sama sekali dan kalian mempunyai kami, jadi jika kalian membutuhkan bantuan, panggil saja kami, kami ini adalah keluargamu!" Jelas Jin. Jeda sebentar hingga Jin mengingat sesuatu kenapa dia ada disana"Oh iya, Ayo makan dulu sebelum kalian pulang,kau tidak mau kan, membuat Kookie kelaparan? makanannya sudah siap, dan lanjutkan pembicaraan ini nanti sehabis makan" tambah Jin dengan nada yang tidak akan bisa untuk dibantah oleh Taehyung.
"Hmm..baiklah Hyung"balas Taehyung tersenyum dengan bibir kotaknya
"Yeey makannn,….Kookie cudah cangat lapal~"seru senang bocah satu-satunya yang ada di ruangan itu membuat Taehyung serta para pamannya terkekeh gemas.
Di Apartemen Mewah XXX
"Hyu…"
"Hyung…?"
"Hyuunggg…!" teriak Park Jimin kesal terhadap seseorang yang daritadi dia panggil namun tidak segera direspon oleh orang tersebut.
Orang yang merasa dipanggil dengan keras oleh Jimin, akhirnya mengakhiri acara mari melamunnya dan menatap malas ke arah sepupunya tersebut.
"Ada apa Jim…?"Tanya sosok itu, Hoseok akhirnya saat melihat tatapan garang seorang Park Jimin yang kesal terhadapnya karena tidak ditanggapi.
"Kau ini kenapa sih Hyung?...sudahlah, langsung saja, besok adalah kerja pertamamu kan di Jung Entertainmen?! Nah, aku diminta oleh paman untuk mengatakan padamu besok kau, akan langsung ikut ayahmu untuk rapat bersama para staf direksi dan pemegang saham, sekalian ayahmu akan memperkenalkanmu kepada mereka bahwa kau akan menjadi CEO yang baru di Jung Entertainment menggantikan ayahmu, sementara ayahmu akan focus untuk memimpin perusahaan Jung Corporation serta bagian Elektronik, dan nanti jika kau masih bingung, kau bisa bertanya lebih detilnya kepada sekertarismu yang baru " Jelas Jimin kepada sepupunya itu
"Dan Kau?"tanya Hoseok kepada Jimin bingung, pasalnya dia ingin setidaknya sementara Jimin menemaninya dulu untuk adaptasi dengan suasana perusahaan yang baru. Ayolah,..bukannya dia takut, dia bukan anak kecil lagi, tapi ini memang waktu pertama kalinya Hoseok masuk lebih jelas ke perusahaan ayahnya itu dan langsung menjadi CEO setelah sekian lama dia menyelesaikan studinya di Amerika, yah…meskipun dia adalah anak pemilik Jung Corporation, dia tidak pernah diajak sama sekali oleh ayahnya ke perusahaan sejak dia masih kecil.
"Mian Hyung,..aku ada pekerjaan,..salah satu artismu ini, masih harus menjadi salah satu juri untuk audisi mencari artis baru di perusahaanmu dan setelah selesai aku masih harus melakukan jadwal pemotretan dengan salah satu majalah,..jadi, aku tidak akan mungkin bisa menemanimu saat ini" jelas Jimin tersenyum mengerti ke arah Hoseok dengan wajahnya yang tanpa merasa bersalah sedikitpun
"Hahhh..baiklah kalau begitu" Hela pasrah seorang Jung Hoseok
Di Jung Entertainment, tepatnya di depan perusahaan itu, berdiri seseorang yang memiliki wajah yang cukup untuk membuat beberapa pria normal lainnya menyimpang dan ingin mendapatkan sosoknya tengah berdiri canggung ragu untuk masuk atau tidak ke dalam. Setelah peperangan batin di dalam otaknya selesai, akhirnya dia memutuskan untuk masuk dan bertanya kepada receptionist dimana tempat untuk audisi sambil menunjukkan kartu nama pencari bakat tersebut 'Kim Heechul', yang kemudian oleh receptionist dipanggilkan staff yang ada disana untuk mengantar Taehyung ke tempat audisi. 'Demi Jungkookie…fighting!' batin sosok itu yang ternyata salah satu tokoh utama kita, Kim Taehyung.
Di saat menunggu audisi dimulai yang ternyata masih kurang beberapa menit lagi, Taehyung merasa ingin pergi ke kamar kecil. Dia sedikit berlari kecil untuk ke kamar mandi yang ada di belokan koridor tanpa menyadari bahwa dari arah berlawanan ada seseorang yang berjalan kearahnya dan kemudian, yang mungkin juga adalah rencana dari Tuhan, tanpa disengaja tubuh Taehyung menabrak sosok itu dan kemudian jatuh dengan posisi pantatnya yang terlebih dahulu menyentuh lantai.
"Auchh.."Pekik kesakitan Taehyung.
"Gwanchena?Mian…"seru sosok yang ditabraknya itu dan mencoba untuk memberikan uluran tangannya ke Taehyung bermaksud menolongnya.
"Gwanchena,…permisi, aku sudah tidak tahan, aku harus ke kamar kecil,..terimakasih!"seru Taehyung berdiri menerima uluran tersebut, dan kemudian langsung berlari tanpa melihat wajah sosok yang menabraknya itu, karena ketidaktahanannya untuk segera melepaskan hasratnya yaitu buang air kecil.
'Cantik…menarik..'batin sosok tersebut tersenyum memandang penuh arti sosok Kim Taehyung yan sudah menghilang di tempat yang dia yakini kamar kecil. Benar, sosok itu adalah artis terkenal yang digilai oleh banyak wanita maupun lelaki saat ini yaitu, Park Jimin.
Di waktu dan tempat yang sama namun di ruangan yang terlihat luas dan hanya ada sedikit perabotan-perabotan yang menunjang pekerjaan seperti meja dan kursi dikarenakan memang tempat itu baru akan ditempati oleh pemiliknya, tampak seseorang dengan wajahnya yang tampan memakai stelan kemeja berwarna merah maroon dipadukan dengan dasi dan jas berwarna hitam tampak sedang duduk di kursi singgasananya yang baru mendengarkan penjelasan tentang rapat yang akan diikutinya sebentar lagi dari sekertaris pribadinya yang baru. Jung Hoseok, yang sudah mengerti akhirnya menyuruh sekertarisnya itu untuk menyiapkan segalanya yang diperlukan, dan dia mulai berjalan dengan wibawanya keluar ruangannya untuk menuju ke tempat rapat. Dia tidak sabar ingin bertemu dengan ayahnya setelah sekian lamanya, karena kemarin saat dia baru sampai ke Seol, dia tidak langsung pulang ke rumahnya untuk bertemu dengan ayah dan ibunya dulu, melainkan lebih memilih untuk langsung tinggal di apartemen pribadinya dan sepupunya Park Jimin. Namun, mengingat ini adalah rapat yang penting, dia akan mencoba untuk bersikap profesional, dan baru akan menyapa ayahnya nanti saat rapat sudah selesai.
Di saat perjalanan menuju ke tempat rapat, Hoseok tiba-tiba menghentikan jalannya dan mengernyitkan kepalanya tidak yakin, saat dia seperti melihat seseorang yang selama ini telah dia tunggu dan cari-cari sedang memasuki salah satu ruangan yang entah itu ruangan apa di perusahaannya tersebut bersama dengan salah satu staff yang ada di perusahaannya.
'Taehyung?Kim Taehyung?...tidak-tidak,mungkin aku salah lihat, lagian untuk apa dia ada di sini? Ini mungkin karena aku yang terlalu sering memikirkannya hingga aku sampai berhalusinasi'batin Hoseok sambil menggelengkan kepalanya kekiri dan ke kanan. Kemudian saat Hoseok sudah mulai dapat menenangkan dirinya, dia melanjutkan lagi perjalanannya yang sempat terhenti itu dan sesegera mungkin menuju ke ruang rapat, dan memulai rapat pertamanya.
"Ah …kau lagi? Aku tidak menyangka ternyata kau juga ikut audisi ini?" seru senang Jimin saat melihat sosok Taehyung yang baru saja memasuki ruang audisi
Taehyung yang tidak mengerti, hanya mengernyitkan dahinya dan mulai bertanya ke seseorang yang mungkin akan menilainya saat audisi itu nanti hati-hati "Mian,..Nugu…?"
"Kau tidak mengenalku? Daebak,…!Aku semakin tertarik saja denganmu,…Hmm…"Jimin sambil melihat formulir milik Taehyung "Kim Taehyung?" lanjutnya kemudian melihat lagi ke wajah cantik Taehyung senang, "Kau bisa langsung mulai…!"tambah Jimin
Mendengar itu, Taehyung yang sedikit kaget akhirnya mulai menunjukkan kemampuannya dalam berakting di depan para juri tanpa gugup sedikitpun dan mulai melupakan kenapa salah satu jurinya saat itu tampak tertarik dengannya.
Skip~
Hening,…semua yang ada di ruang audisi itu entah hanya staff yang merekam atau yang hanya mencatat jalannya audisi tersebut, tak lupa pula para juri tercengang setelah melihat kemampuan acting seorang Kim Taehyung. Mereka tampak takjub dan bertanya-tanya benarkah sosok tersebut baru pertama kalinya dalam berakting. Jimin yang tampak mulai sadar terlebih dahulu tersenyum dan memberikan applaus kepada Taehyung yang kemudian akhirnya diikuti oleh orang-orang yang juga ada di ruangan itu.
"Daebak…! Kau benar-benar…wahh…aku sampai tidak bisa bicara… Kim Taehyung, kelihatannya kami tidak perlu untuk berdiskusi lagi untuk menentukan apakah kamu lolos atau tidak. Benarkan para juri?"jelas dan tanya Jimin kepada juri yang lain, yang tak disangka ternyata juga mengangguk setuju atas apa yang diucapkan oleh Jimin. Dan tanpa banyak kata Jimin melanjutkan "Kau Lolos Kim Taehyung,..dan aku, kami berharap kau dapat memenuhi harapan kami setelah kau mulai bekerja nanti" senyum Jimin ke arah Kim Taehyung.
"Jinjaa..?"seru Taehyung tak percaya, Jeda, tampak ragu hingga akhirnya Taehyung memutuskan untuk jujur "Tapi,..apakah,..tidak apa-apa? Aku…aku..aku sudah mempunyai seorang anak, aku seorang single parents, aku..tidak mau jika aku harus berbohong kepada kalian dan juga public nantinya,..aku,.. beneran tidak akan apa-apa jika kalian tidak jadi menerimaku setelah mendengar ini,..lebih baik aku jujur daripada aku harus membohongi diriku sendiri hanya untuk menjadi seorang artis" jelas Taehyung dengan air yang mulai sedikit menggenangi matanya dan siap akan tumpah kapanpun itu.
Jimin yang mulanya terkejut mendengar penjelasan Taehyung, akhirnya angkat suara dan tersenyum ke arah Taehyung, yang kemudian dia mulai berbicara menanggapi "Hei..kau tau..ini bukan audisi untuk mencari idol muda yang masih single dan hanya melihat tampangnya saja…ini audisi untuk mencari artis-artis dengan bakatnya yang diutamakan terutama dalam berakting, jadi tak masalah Taehyung jika kau memang sudah mempunyai seorang anak,..aku mungkin secara pribadi hanya sedikit kaget saja, kau tau saat kau menjelaskannya kepada kami, mengingat kau lebih muda beberapa bulan saja dariku, namun kau sudah memiliki seorang anak,… lagian, kami tidak akan menyia-nyiakanmu hanya karena kau seorang single parents Tae, aktingmu benar-benar sangat bagus" jelas panjang kali lebar Park Jimin kepada Taehyung yang diiyakan oleh para juri lain yang juga ada disana.
"Benarkah? Sungguh? Terima kasih..Terima kasih banyak, aku benar-benar tidak tau harus berucap apa lagi…terima kasih, sungguh.." seru senang Taehyung sambil membungkukkan badannya beberapa kali satu-persatu ke arah para juri.
TBC ?
Kabuurr…
Review dan Kritiknya ?#kedip-kedip
