MASASHI KISHIMOTO
.
.
Sasuke's POV
Aku mempercepat langkahku saat melewati koridor sekolah yang hampir dipenuhi banyak siswi gila. Aku benci saat mereka meneriaki namaku. Aku tahu kalau aku itu tampan, jadi jelas saja banyak gadis-gadis yang menyukai diriku. Narsis? cih tidak, tapi itulah kenyataannya.
.
.
Langkahku terhenti saat berpapasan dengan gadis yang akhri-akhir ini selalu memenuhi pikiranku, dialah Haruno Sakura. Gadis musim semi yang telah membuat ku jatuh cinta- lagi.
"Sasuke-kun, jadi bagaimana? jadi tidak kita pergi sepulang sekolah nanti?" Sakura bertanya sambil bergelayut manja padaku, tapi sungguh aku menyukainya.
"tentu saja" jawabku jawabku sambil menyentil pelan keningnya.
"huh, sakit tahu" rengek Sakura dengan bibir yang mengerucut, lebih tepatnya dia sedang cemberut. Aku hanya terkekeh dan itu membuat dirinya semakin cemberut.
"Tapi bagaimana dengan Hinata? aku takut dia melihat kita" ucapnya lirih, Sakura mulai mencengkram kuat lengan kananku.
"Aku sudah berkali-kali, jangan sebut namanya saat kita sedang bersama" kataku dengan nada dingin.
"Tapi Sa-..."
"Cukup Sakura! jangan sebut nama gadis bodoh itu lagi" aku sedikit membentaknya, itu langsung membuat Sakuta terdiam. Aku tidak suka saat Sakura menunduk seperti itu, dengan cepat aku memeluknya, merengkuh tubuh yang beraroma strawberry ini.
"Maaf" ucapnya lirih, dia langsung memeluk ku.
Mungkin kalian akan beranggapan kalau aku selingkuh, baiklah aku akui itu. Aku sudah tidak betah dan bosan pada gadis bermarga Hyuuga tersebut. Aku sudah tidak mencintai Hinata lagi semenjak aku mengenal Sakura. Aku dan Sakura baru 1 bulan menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih. Awalnya Sakura selalu menolak diriku karena perasaan tidak enak kepada Hinata, tapi akhirnya Sakura menerimaku.
Dan soal Hinata, aku memutuskan berselingkuh karena aku merasa terlalu 'monoton' jika bersamanya. Sebenarnya sejak aku jadian dengan Sakura, aku berencana memutuskan hubunganku dengan Hinata, tapi Sakura selalu melarangku. Sakura merasa kasihan pada Hinata, baiklah aku tidak masalah dengan itu. Tapi sungguh, aku sudah muak jika bersama Hinata.
.
.
.
Hinata's POV
'Akhirnya selesai juga piket hari ini' aku bersorak riang dalam hati. Dengan segera aku meraih tas hitam milikku kemudian melangkah berlalu meninggalkan kelas. Aku bersenandung kecil, sesekali terlintas dipikiran ku tentang Sasuke. Kadang terasa begitu sakit, kadang terasa membahagiakan.
Langkah riangku tiba-tiba berhenti setelah mata amethyst ku menangkap sosok sepasang manusia yang sedang berjalan bergandengan.
'Sasuke'
Hatiku terasa sesak, sangat sangat sangat sesak. Melihat seorang pria yang sangat ku cintai tengah menggandeng gadis lain, dan dia adalah Sakura. Airmata ku mulsi menetes, kakiku terasa lemah, jantung seakan berhenti berdetak saat melihat Sasuke mengecup lembut kening Sakura. Aku segera membalikkan tubuhku, berusaha melangkah menjauh dari sana, isak tangisku mulai terdengar kencang. Hatiku, benar-benar telah hancur.
.
.
.
Sasuke's POV
Ku buka perlahan pintu apartemen milikku. Sesekali aku tersenyum karena mengingat keseruan dan kesenangan hari ini yang kulakukan bersama Sakura. Kami bersenang-senang ditaman hiburan Konoha, disana terdapat banyak wahana dan segala permainan seru. Aku benar-benar bahagia bersamanya.
Ponselku berdering, itu menandakan ada pesan masuk.
'Ck, pasti Hinata' pikirku, dengan cepat ku raih iPhone ku dan membukanya.
'Dobe'
Aku menyerengit, ternyata dari si bodoh Naruto. Aku memeriksa baik-baik semua pesan masuk, tidak ada satupun pesan masuk dari Hinata. Aku sedih? Haha! Tentu saja tidak, aku senang dia tidak menggangguku.
.
.
.
Hinata's POV
Aku berpikir untuk tidak sekolah hari ini, tapi Neji-Nissan terus saja memaksaku. Aku melangkah lemas ke gerbang sekolah, memasuki sekolah dengan keputus-asaan.
Hatiku masih terasa sakit atas kejadian kemarin, mataku menjadi sedikit bengkak karena terlalu banyak menangis semalam. Aku tidak bisa berhenti memikirkannya, kadang aku merasa bahwa aku adalah gadis bodoh yang terlalu mencintai seorang pria yang mungkin sudah tidak mencintaiku lagi.
Aku langsung dudu manis dibangku pojok kelas, itu adalah mejaku. Seorang pria berambut kuning menghampiriku.
"Pagi Hinata-chan" sapa Naruto dengan senyuman lebar khas nya.
"P-pagi Naruto-kun" sahutku seraya mencoba ikut tersenyum.
"Kau baik-baik saja Hinata-chan?" wajah Naruto memperlihatkan kekhawatirannya padaku.
"Aku baik-baik saja Naruto-kun" tentu saja aku berbohong, mana mungkin aku mengatakan yang sebenarnya.
Tak lama kemudian, bel pertanda masuk berdering. Siswa-siswi mulai memasuki kelasnya masing-masing. Pelajaran pertama dikelasku hari ini adalah pelajaran biologi, yang diajarkan oleh Orochimaru-Sensei. Biasanya aku sangat menyukai pelajaran ini, tapi entah kenapa aku begitu tak bersemangat.
"Sasuke-kun" gumamku lirih.
.
.
.
Sasuke's POV
Bel istirahat berbunyi, teman-teman sekelasku mulai berhamburan keluar, menyisakan diriku berdua dengan Sakura. Ya, kami memang sekelas.
.
.
.
TBC
^^ RnR ^^
Review kalian adalah motivasiku
