Perumpamaan
Siang hari di musim panas kali ini kegiatan kelas berada di luar ruangan. Karena hari ini pun hari Jum'at sudah seharusnya sekolah mengadakan hari kebersihan sebelum hari libur besok.
"Dan kenapa kelas kita malah tanam bunga sementara kelas yang lain bersih-bersih kelas?" gerutu Kyuubi seraya menggali tanah dengan beringasnya.
"Jadi lo lebih suka sapu-sapu dan ngepel? Wow, bener-bener calon istri yang sempurna," lagi, dengan cengiran licik yang Kyuubi benci itu muncul dihadapannya.
Kyuubi tak membalas, hanya melemparkan segenggam tanah ke wajah Itachi.
"Kyuubi emang mirip bunga mawar," ucap Itachi dengan santainya seraya membersihkan tanah dari wajahnya. "rambut merah lo mirip kelopak mawar, dan duri mawarnya itu mirip kayak sikap lo, nyakitin," lanjutnya.
"Tapi sikap 'nyakitin' lo gue terima kok, gue gak masalah dengan itu," sambung Itachi membuat beberapa siswa disekelilingnya menegaskan pikiran mereka bahwa Itachi Uchiha adalah seorang masokis sialan yang senang dengan kekerasan yang Kyuubi Uzumaki lakukan pada dirinya.
Twitch.
Kyuubi bangkit dan berdiri tepat dihadapan Itachi, tangan kirinya mengepal kuat, siap melayangkan tonjokan spesial turun temurun dari Keluarga Uzumaki.
Mengangkat tangannya dan Kyuubi mengambil ancang-ancang…
"Oh tunggu," mengingat sesuatu Kyuubi menurunkan tonjokannya dan menatap Itachi. "gue juga punya satu bunga yang ngegambarin lo,"
Itachi yang tadi menutup matanya langsung membuka matanya dan menatap Kyuubi berbinar-binar. Apakah ini tandanya Kyuubi mulai memperhatikannya?
"Lo mirip bunga rafflesia," ucap Kyuubi datar.
"Keberadaan lo bikin udara sekitar gue jadi gak nyaman dan bau," sambungnya masih dengan nada yang datar.
"Gue harap lo dipindah ke taman nasional supaya nggak ngeganggu udara yang bersih dan sejuk disini." Begitu selesai dengan pernyataannya, Kyuubi meninggalkan Itachi yang masih menatap Kyuubi dengan mata yang berbinar-binar. Mungkin sekarang sudah tak berbinar-binar lagi. Itachi lebih terlihat syok dan terlihat seperti membatu.
Lidah tajam seorang Kyuubi membuat luka yang lebih serius daripada tonjokan mautnya.
[a/n]: Sebenernya saya niru gaya men-drabble pendek-pendek ini dari fanfic luar. Saya juga suka baca drabble pendek tapi ceritanya dapet.
Apa drabbles saya ini ceritanya kena? :a
Ohiya, review sudah saya bales lewat PM ya~ sankyu~
