KATEKYO HITMAN REBORN

Akira Amano

Donna kisu ga hoshii?

Story by Reni-is-Ishida

Pair : D69

Warning : AU, lil bit OOC, geje, beberapa kata umpatan yang tidak sopan, et cetera

Summary: Drabbles. Ciuman bagaimana yang kau inginkan? CRACK pair. Chapter 2: French (fries) kiss. D69. Shounen-ai

Here we go..

Chapter 2: French (fries) kiss

"Hngg," Dino menghembuskan napasnya. Bosan. Hal itu yang dirasakannya saat ini juga. Entah kenapa perasaan itu datang lebih sering akhir-akhir ini.

"Kyouya pasti akan marah kalau aku mendatanginya lagi untuk ke 5 kalinya untuk minggu ini," gumamnya pelan sambil menatap langit. "Apa yang harus kulakukan sekarang? Kyouya lagi? Pasti dia akan menolak mentah-mentah, beruntung kemarin aku masih bisa lolos dari serangan 'kamikorosu'nya. Hngghh," dengusnya untuk kedua kalinya.

Don Cavallone itupun akhirnya mengambil ponsel dari saku jaketnya. Memencet dan menahan tombol '1', lalu keluarlah nama Kyouya di layer ponselnya.

"Tut.. tut.."

"Yappari, Kyouya sedang sibuk. Sampai-sampai dia malas untuk menerima teleponku. Ah, bagaimana kalau berkunjung ke rumah Tsuna. Aku akan telepon dia," gumamnya.

Dino kembali memencet tombol ponselnya, dan memposisikan ponsel di telingaya.

"Ah, Halo? Tsuna?"

"Halo? Dino-kun, kah? Maaf, Tsunayoshi sedang tidak ada di rumah. Reborn mengajaknya latihan dari kemarin. Apa ada perlu? Mungkin nanti kalau pulang, bisa disampaikan," terdengar suara ibu Tsuna dari ponsel Dino.

"Ah, maaf. Ti-tidak usah, ini bukan hal yang penting, kok! Hanya mau mampir saja ke sana, tapi karena Tsuna tidak ada mungkin lain waktu aku berkunjung ke sana" jawab Dino sambil mengacak-acak tatanan rambutnya.

"Sayang sekali."

"Hmm, baiklah, Tante (bener gak Dino manggil ibunya Tsuna, tante?) maaf mengganggu. Lain waktu aku akan mencicipi makanan Tante lagi, selamat siang."

"Siang."

Dino memutus teleponnya, untuk ketiga kalinya dia menghembuskan napasnya. "Hngg, apa yang harus kulakukan?"

== D69 ==

Dengan putus asa, akhirnya Dino memutuskan pergi ke restoran cepat saji terdekat dengan tempatnya saat ini. Restoran itu berada di seberang jalan, otomatis Dino harus menyebrang jalan untuk menuju restoran itu.

Dengan langkah malas-malasan, didorongnya pintu restoran itu.

"Irasshaimase," sambut pegawainya.

Dino hanya memberikan senyum singkatnya, lalu mulai memesan sesuatu untuk mengganjal perutnya.

"Tolong burger sata, cola satu, -" Dino melihat sekeliling restoran, mencari tempat duduk kosong untuknya. Akhirnya dia menemukan tempat duduk kosong di samping jendela restoran.

"Diantar ke sana, ya!" kata Dino sambil menunjuk tempat duduk kosong.

Sang pegawaipun mengangguk, "Silahkan menunggu, tuan."

"Terima kasih," jawab Dino sambil tersenyum.

Dino melihat sekeliling restoran, sekali lagi. Dinopun tersenyum, tapi ketika dia melihat di samping meja kosong temuannya itu senyumnya makin lebar. Seseorang yang dikenalnya sedang asyik menikmati kentang gorengnya sambil mendengarkan musik lewat headphone-nya.

"Akhirnya, rasa bosanku terobati," ujar Dino senang, langsung berjalan menuju meja seseorang yang dikenalnya itu.

Dua langkah terakhir, Dino menggapaikan tangannya menyetuh pundak pemuda yang dikenalnya itu. Sontak membuat sang empu pemilik pundak itu kaget, dan menoleh ke belakang.

"Mukuro?"

"Oya oya, Cavallone? Kau merusak siangku yang damai," ujarnya sambil tersenyum penuh arti.

"Mukuro, jangan seperti itu. Aku hanya ingin menyapamu, sebagai sesama mafia," kata Dino setengah berbisik ketika menyebutkan 'mafia'.

"Kufufu, jangan seenaknya kau bilang aku ini mafia. Kau memang mafia, tapi aku bukan, Cavallone," bantah Mukuro.

"Baiklah, baiklah," Dino mengalah dan segera mengambil kursi di hadapan Mukuro.

"Oya? Aku tidak ingat mempersilahkan dirimu untuk duduk semeja denganku," masih dengan senyum sinisnya, Mukuro menatap Dino tajam.

"Kau tahu? Melihat kentang gorengmu aku jadi lapar," ujar Dino berusaha membelokkan pembicaraan.

"Kau punya mulut untuk memesannya, kan?"

"Tapi, aku mau punyamu," jawab Dino sambil menunjukkan telunjuknya pada kentang goring Mukuro.

"Bisakah kau tidak bertingkah seperti anak kecil? Oya oya, aku bukan pengasuhmu yang harus berbagi kentang goreng denganmu, Cavallone."

"O, ayolah!"

Mukuro's pov –

'Oya oya, kenapa kuda jingkrak ini mendatangi mejaku. Sepertinya aku harus segera pergi dari sini daripada harus berurusan dengannya,' batinku.

Akupun segera mengambil posisi untuk berdiri meninggalkan meja, namun tangan Dino menekan pundakku. Memaksaku untuk kembali duduk.

"Ayolah, Mukuro. Jangan pergi! Tolong temani aku, aku cuma iseng kok!" rengeknya seperti anak kecil.

Aku hanya memberikan tatapan sinis padanya, "Kau benar-benar anak kecil yang merepotkan."

Itu adalah suatu ejekan menurutku, tapi Dino hanya tersenyum menganggapnya sebagai pujian.

"Hehehe," senyumnya sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.

"Sepertinya kau salah merayuku dengan cara seperti yang kau lakukan pada Kyouya," kataku memotong senyumnya.

"E-eh? Kau tahu bagaimana aku merayu Kyouya? Kau stalker?" katanya heran.

"Hng, kurasa kau harus hari-hati kalau berkencan di tempat umum. Semua orang bisa melihatmu."

"E-eh? Jadi waktu aku makan siang bersama Kyouya itu kau juga ada di sana? Kenapa kau tidak menyapa kita?"

"Jangan bercanda, Cavallone! Untuk apa aku menyapa kalian, tidak ada untungnya buatku," kataku sambil tersenyun sinis.

"Mungkin kau cemburu?"

"Maaf? Jangan besar kepala, Cavallone."

"Kau menyukai Kyouya?"

"Tentu saja tidak, hentikan pertanyaan konyolmu itu!" desisku pelan, sambil mengambil softdrink di sebelah bungkusan kentang goreng.

"Lalu, berarti kau menyukaiku?

"Uh-huk," aku tersedak.

"Benar, kan?"

Aku hanya memalingkan wajahku yang memerah, menatap ke luar jendela.

'Kuso! Kenapa kuda bodoh itu menyimpulkan hal seperti itu,' batinku geram.

end of Mukuro's pov –

"Kenapa kau memalingkan wajahmu? Apa kau malu?" goda Dino.

Mukuro kembali menatap Dino, langsug memberikan senyuman sinisnya. "Kufufu, kau terlalu besar kepala."

Mukuro mengambil sebatang kentang goreng, dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Tak menghiraukan Dino yang sedari tadi menatapnya. Kembali dia menutup matanya menikmati musik dari headphone-nya. Tak menyadari Dino sudah bergerak maju ke arahnya, mendekatkan bibirnya pada bibir Mukuro yang sedang mengunyah kentang goreng.

Mukuro kaget dan membuka matanya, kesempatan itu digunakan Dino untuk memasukkan lidahnya ke dalam mulut Mukuro. Mengambil jatah kentang goreng yang dimakan Mukuro.

Setelah berhasil mengambil jatah, Dino melepaskan ciumannya. Dino mengunyah kentang goreng sebentar lalu menelannya. Berbisik di telinga Mukuro, "Trims. Kentang gorengnya enak sekali, Mukuro."

Sontak hal itu membuat wajah Mukuro menjadi merah padam, sesegera mungkin diapun memalingkan wajahnya.

"Ahaha, kau imut sekali kalau malu-malu seperti itu. Ah, itu makananku datang. Aku tidak akan mengganggumu lagi. Trims sudah mengobati kebosananku, Mukuro," kata Dino sambil memamerkan senyumannya.

"Kuso!" gerutu Mukuro pelan.

== D69 ==

Garing?

Trims buat uke saya si Natsume yang udah nyumbang ide buat inspirasi *hagu* gara-gara ngomongin french kiss jadi nyambung ke kentang goreng.

Review's Reply :

Sad Ending Lover : Hehe.. mereka tukang selingkuh! *dilempar marshmallow ama Byakuran* Gomen, D18-nya belum bisa diwujud-in disini. Lain kali mungkin, tapi ini D69 request-anmu. Silahkan dinikmati! XD

Ninja-edit : Ano, XanLan ya? Lan itu Lansia? Yosh! Next chapter mungkin dikabulin. 100Dae masih crack juga kayanya, tapi saya udah pernah nulis 100Dae, mungkin lain kali nulis lagi.

RadioBrain Walker: Haha, keliatan kayak nangis ya? Soalnya gak ngerti bunyi cegukan kalo dalam tulisan kaya gimana, sih.. . *curhat* Rikues-nya crack bener. Tapi, karena gak baca manganya jadi saya gak tau perwatakan Enma. Mungkin untuk pair yang G51 atau ColloHiba bisa ditampung. ^^

Rst : Haha.. iya Bayakuran emang tukang selingkuh. Selingkuhannya bejibun. TENG KYUU *inggrisan ancur*. Ryokai! Tunggu aja, chapter-chapter selanjutnya!

Heartless Lotus: Trims. ^^ Wah, plotnya juga makasih. IemitsuDino patut dicoba.. dan sangat sangat CRACK! LOL

Yap, minna mind to review? Ato rikues?