What It's True Love ?
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Genre : Drama, friendship, romance
Rate : T
Pairing : NaruHina
Warning : Gaje, OOC, TYPO
"ini.." ujar Hinata setelah melihat layar laptop Kiba
"yeah,,, sepertinya ada orang yang ingin sekali mengetahui data pribadimu Hinata-chan. sampai-sampai nekat mencoba meretas keaman sistem kita." Ujar Kiba
"Kau sudah tau siapa pelakunya? Apa tujuannya?"
" menurutmu apa aku sudah terlihat mengetahui pelakunya,heh?" ujar Kiba menatap wajah sepupu kesayangannya. Hinata memandang wajah sepupunya dengan tatapan datar.
"Kau tangani masalah ini, aku sedang sibuk. Terserah mau kau apakan orang itu" ujar Hinata menatap Kiba serius.
"Baiklah. Tenang saja takkan kubiarkan ia mendapatkan secuil informasi apapun, keamanan sistem kita begitu kuat dan jangan lupa akan pertahanan rumit yang kita buat. Khukhukhu... akan ku beri dia hadiah karena telah mencoba meretas data sepupuku" ujar Kiba dengan seringai berbahaya diwajahnya.
"hn. Terserah kau saja."ujar Hinata kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Kiba menatap layar laptop dengan serius jari-jarinya dengan lincah menekan tombol-tombol keyboard, senyuman kesenangan tidak lepas dari wajahnya.
Ditempat Naruto
Naruto masih berada dibalkon kamarnya, ia masih menikmati angin malam walau ia tahu angin malam tidak baik untuk kesehatan. Hingga alarm peringatan komputernya berbunyi menyadarkan dirinya untuk kembali masuk kedalam kamarnya ia pun segera melihat kearah komputernya dan alangkah terkejutnya ia melihat sederet bahasa program, ia menerjemahkan bahasa program tersebut dan berhasil.
'Cih orang ini boleh juga dia, baiklah kita lihat siapa yang paling hebat disini'. Batin Naruto jari-jarinya dengan lincah menekan tombol-tombol keyboard matanya menatap layar dengan penuh minat. Otaknya bekerja dengan cepat. Ia terlihat sedikit kewalahan akibat dari serangan yang ia dapat dari seseorang karna ia tengah mencoba meretas data seseorang ia tak menyangka akan mendapat serangan balasan. Dan malah berbalik orang itu mengambil data-data pribadinya. Tak kan ia biarkan orang itu megambil datanya.
Sementara itu Kiba tersenyum bahagia karena berhasil mendapatkan informasi dari lawannya. Benar-benar pertahanan sisitem yang lemah. Dasar payah. Dan ia pun mengirim sesuatu kepada orang tersebut, dan tampilan layar laptopnya "SUCCES SENDING" dan tawa kemenangan pun terdengar diruangan itu ketika melihat ia telah berhasil mengirim hadiah kepada orang itu.
Sementara itu Naruto tampak kewalahan mendapat hadiah tak terduga dari orang itu. dan tiba-tiba saja seluruh layar komputernya menjadi tulisan tulisan aneh yang muncul dan tidak dapat digerakan sama sekali, ia pun menghentakan tangannya diatas keyboard. 'sial, siapa orang itu' batin Naruto geram menatap seluruh komputernya telah terinfeksi virus.
Ditempat Hinata
"hahahahha" Kiba masih tertawa melihat lawannya tidak sebanding dengan dirinya. Benar-benar payah.
Ia berhasil mengambil data-data yang berasal dari orang itu. ia pun segera membuka data tersebut, alangkah terkejutnya ia melihat data profil orang tersebut yang mencoba meretas data sepupunya.
"Ada apa Kiba? Siapa orangnya?" tanya Hinata penasaran melihat ekspresi Kiba yang tiba-tiba terdiam bergantikan wajah serius. Ia pun beranjak dari kursinya dan menuju dimana Kiba berada. Saat disamping Kiba iapun membaca sederet tulisan yang berupa data-data pribadi milik orang yang ingin mengambil data pribadinya.
"Dia?" ujar Hinata heran
" Namikaze Naruto. Tak kusangka orang yang mencoba meretas data pribadi kau adalah seorang pangeran sekolah yang terkenal dingin terhadap semua orang. Benar-benar mengejutkan. Heh, apa yang telah kau lakukan hingga membuat pangeran sekolah ini menjadi tertarik padamu hmm Hinata-chan." ujar Kiba melipat tangannya dan menatap penasaran kearah Hinata.
Sementara itu Hinata masih membaca data-data pribadi milik Namikaze Naruto ia langsung mengingatnya didalam otaknya dalam sekali lihat dan sekali baca. Hinata menatap tajam kearah Kiba.
"wow wow wow jangan menatap ku dengan pandangan seperti itu Hinata-chan sepupuku... aku hanya bercanda peace peace" ujar Kiba dengar senyuman lebar kearah Hinata dan mengelak dari tatapan menusuk Hinata.
"Aku tidak melakukan apa-apa. Cih merepotkan saja. Aku yakin ia pasti akan mencoba meretas lagi data pribadiku, tolong tingkatkan keamanan data pribadiku lagi Kiba. Orang seperti dirinya tidak akan menyerah dalam sekali coba ia pasti akan membalas dendam. Sungguh benar-benar merepotkan. Aku akan membuat sistem baru untuk mencegah orang sepertinya meretas dataku lagi tapi mungkin setelah aku menyelesaikan perkerjaanku. Kau bisa mengurusnya terlebih dahulu kan" ujar Hinata panjang lebar.
"yeah. Tenang saja akan kulakukan. Anggap saja pengemar dirimu bertambah satu orang lagi. hahahaha" ujar Kiba sambil menutup laptonya kembali. ia langsung bergegas pergi sebelum Hinata mengamuk kepadanya.
"cih dasar" guman Hinata melihat kepergian Kiba dari ruang kerjanya.
Beberapa saat kemudian
'Cklek'
pintu kembali terbuka lagi menampakkan sosok Kiba.
"uummmmm,,, Hinata-chan ,Hanabi-chan kemana ya? " tanya Kiba dari balik pintu.
"dia menginap dirumah Amaru " Ujar Hinata.
"oohh, pantas rumah jadi sepi seperti ini. " ujar Kiba duduk kembali di sofa sambil bermain game.
"hn." guman Hinata matanya masih fokus terhadap dokumen serta berkas-berkas yang ada di hadapannya.
"Oh iya, kau liat Tenten nee-chan ? " tanya Hinata tanpa mengalihkan perhatiannya pada dokumen-dokumennya.
"Tenten nee-chan? uumm tadi kulihat sedang bersama Neji nii-san di dapur" ujar Kiba santai.
Lain halnya dengan Hinata yang telah mendengus. 'Dasar nii-san' batin Hinata. tidak tau kah dia bahwa ia sedang membutuhkan Asistennya untuk membantunya memeriksa dokumen-dokumen laknat ini. 'hah' Hinata menghela napas. Biarlah, mereka berduaan dulu.
'Hening' itulah yang tergambar didalam ruangan itu. tak ada yang berbicara, masing-masing sibuk dengan kesibukan sendiri.
'Deg'
Hinata tanpa sengaja menjatuhkan beberapa dokumen membuat Kiba yang sedari tadi asyik main game diponselnya mengalihkan perhatiannya menuju HInata.
"ada apa Hinata-chan?" tanya Kiba sambil mengambil kertas-kertas yang berjatuhan dilantai, sementara Hinata masih terdiam dengan ekspresi datar.
"Entahlah, tiba-tiba perasaanku tidak enak" ujar Hinata.
"umm, mungkin karena kau kelelahan Sebaiknya kau beristirahat dulu besok baru lanjut lagi." Ujar Kiba sambil merapikan kertas-kertas dokumen itu.
"Tidak. Ini hanya tinggal beberapa berkas lagi semua akan selesai setelah ini. setidaknya aku harus menyelesaikannya hari ini juga." Ujar Hinanta kembali melanjutkan memeriksa dokumen-dokumen itu.
"haahh, baiklah aku akan membantumu. Kalau begitu. " ujar Kiba mengambil beberapa berkas untuk ia analisis. Mungkin membantu sepupunya sebentar tidak masalah, ia juga khawatir jika terjadi sesuatu kepada sepupu kesayangannya ini.
" tidak dari tadi sih. Dasar" ujar Hinata pura-pura kesal
"hahaha...yeaahh tadi aku lagi nyelesaikan pekerjaanku hehe" ujar Kiba tersenyum lebar kearah Hinata.
"pekerjaan heh, aku baru tau kalau bermain game termasuk pekerjaan. thanks Kiba" ujar Hinata sarkastik sambil mengucapkan terima kasih dengan tulus.
"hehe yaahh termasuk haha ,yeah no problem" ujar Kiba nyengir .
Mereka pun berkutat dengan beberapa dokumen hingga larut malam.
Dilain tempat
"Bagaimana? sudah ditemukan?" Tanya gadis berambut jingga dengan nada cemas kepada sahabatnya yang masih berkutat dengan beberapa komputer yang menyala dihadapannya.
"Masih belum, Kuharap tidak terjadi apa-apa padanya" ujarnya khawatir dengan jari-jari lentiknya menari diatas tombol-tombol keyboard dengan lincah.
Bersambung…
Sampai ketemu di chapter selanjutnya…
