Mister Naruto

By : 12 senpai 12

Disclaimer : Saya tidak memiliki apapun dari fict ini

Summary : Dia sudah lelah akan keberadaannya, segala cara telah dia lakukan untuk mendapatkan rasa damai itu. Tapi semuanya gagal, sekarang dia datang membawanya ke dunia baru dan bertemu mereka. Saat itu dia sadar bahwa akhir dari dunia itu adalah akhir darinya, tapi bagaimana dengan mereka

Warning : OOC, Typo, dan lain – lain, (perhatian tokoh dalam fic ini dapat berubah wataknya seiring dengan kejadian yang dialami tokoh)

Pairing : issei x harem, Naruto x ?

Sesosok pemuda berambut coklat tengah tertidur dengan lelap diatas kasurnya meskipun hari sudah sangat terang.

" Bangun !Bangun! kalau kamu tidak bangun, nanti …. Aku … cium lho"

Suara jam weker dengan suara seorang tsundere berdering keras tapi tak dapat membangunkan pemuda tersebut. Sesaat kemudian pemuda tersebut membuka matanya dan berguling jatuh dari kasurnya. Pemuda itu pun terengah – engah sambil melihat beberapa pisau telah menancap di kasurnya. Belum sempat pemuda itu mengeluarkan sumpah serapah dia mengambil kertas yang menempel di salah satu pisau tersebut.

" Toping ramen sialan. " Itulah yang dikatakannya sesudah membaca isi dari kertas tersebut. Isi dari kertas itu adalah

' Jika kau membaca surat ini berarti kau selamat dari jebakan yang aku buat. Oh iya ! Hari ini kau mulai sekolah jadi aku menyita harta karunmu. Sarapan tinggal kau panas kan. '

p.s : Aku harap kau berlatih jika punya waktu

Di bawahnya ada gambar kepala Chibi Naruto dengan tangan membentuk tanda peace.

Menghela nafas akan kelakuan kakaknya, isse mulai mencabut pisau yang menancap di kasurnya dan tanpa lupa mematikan alarm yang masih berdering. Setelah keluar dari kamarnya isse pun melakukan ritual paginya.

" Tunggu!... " Ucap isse saat mengingat surat yang ditinggalkan kakaknya tadi. '…. Jika dia menyita harta karunku itu berarti …. ! ' Dengan cepat isse kembali ke kamarnya mengambil koper di bawah kasur kemudian memasukan kombinasi angka dan membukanya menampakan koper yang masih kosong. Pandangan isse kemudian menjadi kosong dengan langkah gontai isse keluar kamar dan berhenti menatap foto kakaknya yang sedang menyeringai.

" SIALAN KAU NARUTOOOOO! "

.

.

.

Di suatu kedai daerah sekitar Kyoto duduk seorang pemuda berambut duduk jabrik sambil menikmati secangkir kopi. Menghela nafas atas aroma kopi yang di hirupnya Naruto menoleh ke arah dimana kota kuoh berada. Tak lama kemudian dia terkekeh. '… lama juga dia menyadarinya. ' Batin pemuda itu setelah menghabiskan kopinya Naruto berdiri meninggalkan kedai itu.

"…. Kalau gak salah malam ini ada festival. Tapi festival apa ya ? "

.

.

.

Setelah dua setengah jam latihan kini isse sudah berpakaian seragam kuoh. Akademi Kuoh merupakan sekolah khusus perempuan yang kini menjadi campuran. Meskipun begitu bukan karena jumlah perempuan yang lebih banyak dari lelaki yang membuat Isse masuk ke sekolah itu, melainkan selain sekolah yang dekat dengan rumahnya sekolah itu juga termasuk sekolah elit. Melirik jam yang sudah menunjukan enam lewat empat puluh lima menit. Isse mengangguk kemudian mengunci pintu dan berangkat ke sekolah menggunakan sepedanya. Selama perjalanannya ke sekolah Isse bertanya – tanya bagaimana kakaknya itu bisa menemukan angka kombinasi kopernya padahal setiap minggu kombinasi itu selalu di gantinya. Tak terasa dirinya sudah sampai di gerbang Akademu Kuoh karena membayangkan kemungkinan bagaimana kakaknya bisa membuka koper dan menyita harta karunnya.

Kyaa…!

Itu Kiba – kun !

Terdengar teriakan para siswi membuat isse menglihkan perhatiannya. Kemudian memandang iri kepada lelaki berambut pirang pucat yang di kelilingi gadis - gadis. Nama lelaki itu adalah Kiba Yuuto memiliki wajah cantik berambut pirang pucat dan bermata biru. Jika dikatakan benci Isse tidak membecinya malahan dia adalah orang yang cukup menyenangkan. Yah Kiba sering berkunjung ke kedai kakaknya jadi pertemanan pun tak terelakkan. '… Kapan aku bisa kayak gitu ? ' Batin Isse yang melihat Kiba menolak halus tawaran dari para siswi.

Kyaa…!

Rias – onee – sama…. !

Akeno – one – sama …!

Sangat elegan…. !

Benar – benar cantik … !

Seperti bidadari turun dari surga … !

Teriakan dan pujian kembali terlontar dari para siswa maupun siswi. Bagaimana tidak dua siswi cantik berambut merah darah bemata hijau kebiruan bernama Rias Gremory dan siswi berambut hitam panjang dengan mata berwarna vilolet bernama Akeno Himejima. Tunggu ?! Rias – senpai tadi memandangnya ?! Ah, ternyata tidak hanya kesialan saja yang menimpanya hari ini.

" Jangan bermimpi untuk bisa mendapatkanya. " Sebuah suara mengejutkam Isse. Isse kemudian berbalik dan melihat Matsuda salah satu temannya. Matsuda memiliki rambut sangat tipis alias botak. Dulu dia merupakan seorang atlit namun dia masuk klub fotografi supaya dia bisa terus mengambil foto perempuan dari berbagai sudut.

" Perbedaan kau dan dia itu bagaikan langit dan bumi, jadi lupakan dia dan cari gadis biasa saja. " Tambah seseorang. Isse menengok dan melihat Mohotama. Mohotama lelaki berkacamata yang merupakan salah satu teman Isse dan juga seorang yang mendapatkan julukan 'Kalkulator BWH'.

' Darimana datangnya nih bocah ?! tiba – tiba muncul seperti ini. ' Batin Isse sambil menatap datar kedua orang yang mengaku temannya ini yang tengah melakukan perdebatan panas tentang suatu topic. '…. Yang pastinya tentang porno lah ... sigh ' Desah batin Isse. Tapi tidak mencegahnya untuk masuk keperdebatan itu.

.

Skip Time

.

"Hoam …. "

Isse menguap sambil memberesi peralatan sekolahnya. Untuk berpikir sekolah usai menjadi secepat ini. Baru saja Isse ingin berdiri dan keluar kelas dirinya tengah di cegat Casanova Kuoh.

"Kiba ?" Tanya Isse bingung kenapa Casanova itu bertemu dengannya saat ini." Hari ini kedai tidak buka, Naruto sedang mengisi persediaan. " Ucap Isse menjelaskan kalau Kiba nanti datang ke kedainya.

" Begitunya ? sayang sekali. Tapi aku kesini tidak untuk menanyakan tentang itu … " Kiba menjawab sambil tersenyum. "… Aku diminta Rias Gremory untuk menjeputmu ke Ruang Penelitian Ilmu Gaib." Lanjut Kiba dengan mata setengah menutup.

" Rias – senpai … ?" Tanyaku sambil mengedipkan mata dan dibalas anggukan oleh Kiba. Nah semuanya makin aneh dari senpai yang melihatku tadi pagi dan sekarang ini ? apa yang terjadi ?. " Uhm, ok. Jadi apa yang harus aku lakukan. " Tanya Isse lagi.

" Ikuti aku. " Setelah mengatakan itu Kiba mulai berjalan keluar kelas dan diikuti Isse beberapa saat kemudian.

"… Baiklah."

.

.

.

Issei mengikuti Kiba ke gedung di belakang sekolah, sebuah bangunan lama yang banyak dikelilingi pepohonan sehingga membuat tempat ini seakan mencekam. Dalam perjalanan menuju gedung ini tak banyak percakapan yang di lakukan Isse dengan Kiba.

Kami pun sudah sampai di sebuah pintu dan diatas pintu itu ada tulisan ' Klub Penelitian Ilmu Gaib'. Tak disangka klub seperti itu ada juga di sekolah elit macam Kuoh.

"Buchou, saya sudah menjemputnya. "

Setelah Kiba mengatakan itu ada balasan dari dalam

"Silahkan masuk."

Isse mengikuti Kiba menasuki ruangan itu. Setelah masuk isse melihat tulisan dan symbol aneh di seluruh ruangan. '… wow, mereka benar – benar serius. 'Pikir Isse, kemudian dia melihat benda – benda di dalam ruangan itu dan melihat perempuan dengan perawakan kecil berambut putih. Dia adalah mascot Kuoh Touju Koneko. Adik kelas Isse. Dia sedang memakan Youkan, sesaat pandangan mereka bertemu.

"Dia adalah Uzumaki Issei – kun"

Kiba mengenalkan Isse kepada Koneko. Dia hanya mengangguk sebagai balasan. Isse sweatdrop. Kiba pun tersenyum miring.

"Maaf Isse – kun, dia memang begitu. Dia adalah Touju Koneko." Kiba mengenalkannya kepada Isse. Isse hanya mengibaskan tangannya.

"Tak apa, reputasiku di sekolah ini juga tidak begitu bagus ." Ucap Isse sambil membalas anggukan Koneko.

Telinga Isse berdiri saat mendengar gemericik air di belakang ruangan. Mungkinkah itu ?! ada kamar mandi di dalam Klub ini ?! Issei memfokuskan matanya pada sosok yang tengah mandi itu. 'Tidak salah lagi ! yang mandi di dalam sana adalah seorang perempuan!' Batin Issei sambil merekam setiap lekuk tubuh yang dapat dilihatnya. Sesaat kemudian suara pancuran air pun berhenti.

"Dasar bejat"

Sebuah suara datar menusuk keluar dari Koneko setelah melihat ekspresi Isse. Isse terhonyok. Kemudian wajahnya jadi malu – malu. ' Satu ruangan dengan orang terkenal Kuoh dan itulah yang menjadi julukanku. 'Batin miris Isse.

.

Skip

.

Isse sekarang duduk di sofa di sebelah Kiba dan bersebrangan dengan Koneko. Sedangkan Rias duduk disebelah Koneko. Sedangkan wanita berambut hitam dan bermata biru itu berdiri disamping Rias.

" Ara. Maaf atas kelancanganku, namaku Himejima Akeno salam kenal".

Wanita berambut hitam panjang itu mengenalkan dirinya, meskipun Isse sudah tau siapa dia.

"Ah… Uzumaki Issei. Salam kenal" Balas Isse sedikit grogi.

"Baiklah, kami sebagai anggota klub penelitian ilmu gaib menyambutmu sebagai Iblis. "Ucap Rias sambil tersenyum teman – temannya memandang terkejut ke arah Rias terutama Isse.

"Uhm…. Maaf, kayaknya aku salah dengar deh." Ucap Isse sambil mengorek telinganya mencoba mengeluarkan sesuatu yang menggangu pendegarannya. Rias – senpai hanya tersenyum.

"Tidak Isse – kun. Boleh aku memanggilmu seperti itu… " Tanya Rias yang dijjawab anggukan oleh Isse. "… Kami semua disini adalah Iblis, dan Aku ingin kau menjadi pelayanku sebagai iblis." Lanjut Rias.

Isse terdiam sejenak begitu juga orang – orang yang ada ruangan itu. Kemudian Isse mendengus, reaksi itu membuat semua orang di sana terkejut kecuali Rias.

"Kau pikir aku akan percaya akan hal – hal begitu ? Jangan membuatku tertawa. Dan aku tidak tau kalau Rias Gremory merupakan orang yang menyimpang seperti itu ." Ucap Isse sambil tersenyum mengejek. Rias kehilangan posturnya saat di cap wanita yang seperti 'itu' sedangkan Akeno hanya terkikik kecil.

"Tapi semua itu kebenaran Uzumaki – kun." Ucap Akeno dengan nada serius tapi tetap belum cukup menyakinkan pemuda berambut coklat itu. Kiba dan Akeno ingin melakukan sesuatu agar Isse mempercayainya tapi sedikit gerakan tangan Rias menghentikan mereka berdua. Saat Rias ingin berbicara Isse sudah mendahulinya.

"Lupakan masalah tadi sebentar dan sebelum aku pergi dari sini… " Raut muka Isse mulai berubah serius membuat Rias dan pelayannya memperhatikan pemuda itu. "… Kenapa harus aku? Kenapa tidak orang lain ?" Tanya Isse dengan nada penasaran.

"Karena kau pengguna Sacred Gear Isse." Jawab Rias sambil mengesap teh. Tunggu ?! darimana datangnya teh itu?! Kemudian Isse melihat nampan di tangan Akeno. Mungkin saat dia memikirkan reaksi yang akan dikeluarkannya tadi.

"Sacred Gear ?" Tanya Isse bingung. Selama hidup bersama kakak enigmatic bernama Naruto, Isse sudah mengalami banyak hal dan melihat berbagai macam barang namun baru kali ini dia mendengar istilah 'sacred gear'

"[Sacred Gear] adalah kekuatan tidak alami yang diberikan kepada manusia tertentu. Misalnya adalah kebanyakan orang yang namanya ditulis dalam sejarah katanya adalah pemilik dari [Sacred Gear]. Mereka menggunakan kekuatan [Sacred Gear] mereka untuk mencatat nama mereka dalam sejarah." Kiba lah yang menjelaskan arti Sacred gear. Rias mengangguk terima kasih ke Kiba.

"Sacred gear dapat mempermudah kehidupan manusia. Tapi ada juga yang akan menjadi jerat bagi iblis dan malaikat jatuh. Dan aku yakin milikmu salah satunya."Rias melanjutkan penjelasan Kiba.

"Malaikat jatuh? Mahkluk apa lagi itu ?"

"Malaikat jatuh adalah malaikat yang membangkang dari Tuhan sehingga dia diusir dari surga. Kau dapat mengenali mereka dengan sayap hitamnya." Terang Rias, lalu ia melanjutkan. "Kami, para iblis, telah berperang melawan Malaikat Jatuh sejak jaman dahulu kala. Kami berperang memperbutkan kepemilikan kekuasaan dunia-bawah, atau di dunia manusia dikenal juga sebagai neraka. Jadi dunia-bawah terbagi menjadi dua daerah yaitu daerah para iblis, dan malaikat jatuh. Para iblis mengadakan perjanjian dengan manusia dan menerima korban mereka untuk meningkatkan kekuatan. Sebaliknya malaikat jatuh mengendalikan manusia untuk membasmi iblis. Dan kemudian ada para malaikat yang ingin menghancurkan kedua pihak atas perintah Tuhan. Jadi perang ini terbagi dalam tiga kelompok : iblis, malaikat jatuh, dan malaikat. Dan ini telah berlangsung sejak jaman purba." Isse kembali memasang wajah tak percaya akan penjelasan Rias. Meskipun begitu dia benar – benar mendengarkan penjelasan itu.

"Malaikat jatuh mengincar orang – orang yang memiliki Sacred gear untuk di bunuh atau di jadikan bahan percobaan." Akeno – senpai mengatakan itu dengan wajah seram yang serius. Isse pun berdiri dan berjalan menuju pintu.

"Setelah aku mendengar itu aku tak tau harus bereaksi seperti apa. Tapi terima kasih." Ucap Isse sambil menengok ke belakang. Koneko, Kiba, dan Akeno memandang Rias untuk menanyakan apa yang mereka lakukan selanjutnya sedangkan Rias hanya tersenyum. Sebelum Isse membuka pintu Rias berkata

"Jika kau berubah pikiran Isse – kun, kau tau dimana aku."

Cklekk

Pintu pun di tutup. Keheningan terjadi di dalam ruangan klub yang meneliti ilmu gaib ini. Hanya terdengar suara hisapan dan desahan Rias yang sedang meminum tehnya sambil menutup matanya. Saat dia membuka mata Rias terhenyak dan hampir menjatuhkan cangkir yang di pegangnya. Bagaimana tidak para pelayannya memutuskan ide bagus untuk memperhatikan 'raja' mereka dengan begitu dekat.

"Rias kenapa kamu melarang kami memperlihatkan sayap kami? Dengan begitu Isse – kun akan percaya kalau kita ini iblis sungguhan." Tanya Akeno yang disertai anggukan dari Kiba. Ternyata gerakan tangan yang dilakukan Rias tadi adalah untuk menghentikan Akeno dan Kiba untuk mengeluarkan sayap iblisnya." Dan kenapa kau tidak memberikannya selembaran dan menunggu Isse memanggil salah satu dari kita? " Tanya Akeno lagi. Jujur dia saat ini cukup bingung apa yang di pikirkan oleh sahabatnya ini. Padahal dengan menjajikan kalau Isse dapat membangun haremnya dia sudah bisa membujuk pemuda berambut coklat itu masuk ke keluarganya ini. Seluruh Kuoh tau kalau impian Uzumaki Issei adalah menjadi harem king. Kiba mengernyitkan dahinya saat mendengar saran kedua dari Akeno. Bagaimana pun juga Isse adalah temannya.

" Maksudmu memberikan selembar itu dan menunggu malaikat jatuh membunuhnya ?!" Kiba berkata sengit, Akeno berjengit mendengar nada itu. Koneko memandang senpainya dengan tatapan mengerti. Lagi pula dalam kelompok ini mereka semua telah mengetahui apa itu di buang keluarga sendiri, dikhianati apa yang dipercayai selama ini, dan disalahkan atas apa yang tidak dilakukannya dan keluarga Gremorylah yang menyelamatkan dan memerlakukan mereka tidak seperti budak melainkan seperti keluarga mereka sendiri. Meskipun mereka adalah iblis sekarang, namun mengorbankan nyawa seseorang yang tidak bersalah meninggalkan rasa hambar di mulut mereka.

Prok!

Suara tepukan mengalihkan mereka dari renungan masa lalu. Rias menadahkan tangannya keatas dan terciptalah lingkaran berwarna merah dengan symbol aneh. Dari lingkaran itu keluar seekor kelelawar yang memandang Rias penuh tanya. Rias mengeluarkan dua buah kertas, sebuah foto dan berupa selemabaran dengan tulisan 'Kami akan mengabulkan keinginanmu!'

"Aku ingin kau mengawasi pemuda ini dan jika sempat berikan brosur ini padanya" perintah Rias kepada kelelawar itu. Setelah menjepit kedua kertas itu dengan ainya kelelawar itu pun terbang keluar jendela. Rias memandang para pelayannya. "Koneko bisakah kau mengawasi Uzumaki Isse – kun untukku?" Pinta Rias kepada perempuan berawakan pendek tersebut. Mengangguk Koneko menghilang dengan cahaya merah di kakinya.

"Aku sengaja untuk tidak menunjukan bukti bahwa kita ini adalah iblis karena aku belum memastikan sacred gear apa yang dimiliki Isse – kun."Jelas Rias kini menatap Kiba dan Akeno.

"Kau ingin mengurangi kerugian jika sacred gear Isse merupakan sacred gear yang kurang berguna dalam pertempuran." Tebak Kiba, Rias memasang wajah malu – malu. Wajah Kiba mulai menunjukan ketidaksukaan terhadap apa yang dilakukan rajanya. Rias berdehem

"Lagipula Aku melakukan ini agar Aku tidak memiliki keluarga yang terpaksa menjadi keluargaku" Ucap Rias tersenyum kearah dua 'keluarganya'. Akeno tersenyum sedangkan Kiba mendengus dan berdiri untuk keluar. " Bagaimana dengan kontrakmu Kiba?" Tanya Rias. Kiba tak menjawab, saat dia berada di depan pintu ia berbalik dan menjawab

"Akan ku lakukan nanti. Aku ingin beli bahan makanan untuk bulan depan." Kemudian ia lansung pergi. Akeno mendekati sahabatnya

"Apa kau yakin Rias? Kau yakin kalau Sona tidak akan merekrut Isse – kun terlebih dahulu? "Tanya Akeno. Itu benar disekolah ini tidak hanya Rias saja yang merupakan iblis. Namun penjelasan itu dibahas lain waktu.

"Aku yakin. "Jawab Rias mantap. " Walaupun baru kali ini Aku melakukan pembicaraan dengan Isse – kun. Aku kenal tipe orang seperti apa dia itu." Lanjut Rias, saat Akeno ingin membuka mulutnya Rias kembali berkata. "Tenang saja aku masih memiliki itu sebagai kartu As ku" Akeno berkedip kemudian terkikik.

"Ufufufufu. Aku tak tau kau bisa selicik itu rias."

"Yah…. Mau bagaimana lagi ? aku kan Akuma."

.

.

.

Naruto kini tengah berjalan dikerumunan orang sambil menikmati festival yang di adakan malam ini di Kyoto. Naruto berjalan dari toko ke toko mencoba apa yang ditawarkan dari festival itu.

"Hmm… apakah aku harus membawa oleh – oleh untuk Isse nanti? "

Mengangguk atas pilihan yang dibuatnya, Naruto kemudian mempercepat jalanya untuk membelikan barang yang akan dibawa pulang ke Kuoh.

Kini dia tengah berdiri di tengah kerumunan orang memutuskan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Sebuah gumpalan berwarna pirang berjalan tanpa arah yang akhirnya menabrak Naruto. Naruto menengok ke bawah dan melihat seorang gadis kecil yang terduduk sambil mengelus pantatnya. Naruto pun menyamakan tubuhnya dan bertanya

"Kau tidak apa – apa ? Sini biar kubantu." Tanya Naruto sambil mengulurkan tangan. Gadis itu menerima uluran tangan Naruto dan berdiri.

"Uhm… ma-maaf. Tapi aku harus pergi. " Ujar gadis itu sambil melepas tangan Naruto.

"Kau yakin ?" Tanya Naruto memastikan dan dijawab anggukan." Kalau begitu hati – hatinya jalanya" Nasihat Naruto dan memandang gadis kecil itu pergi. Sekarang apa yang harus dilakukannya? Ah, sial dia lupa.

.

Kini Naruto tengah memandang serius kedai ramen yang ada didepannya. Dia kesini ingin membuktikan kenikmatan dari Kitsune – ramen. Naruto mengambil satu langkah mantap ke kedai itu tapi –

Bukh

Dirinya ditabrak lagi oleh gumpalan pirang yang sama. Setelah membatu gadis itu berdiri Naruto bertanya

"Apa kau yakin tidak apa – apa ?"tanya Naruto untuk memastikan. Gadis itu mengangguk. "Baiklah kalau begitu. Sekali lagi hati – hatinya "Naruto pun melanjutkan langkahnya ke kedai ramen itu. Sesaat dirinya berbalik melihat gadis itu tengah kebingungan mencari arah. Menghela nafas Naruto kembali dan menepuk pundak gadis itu

"Apakah kau tersesat ?" tanya Naruto kepada gadis yang tengah terkejut tersebut

" Tidak." Kata gadis itu keras kepala. Naruto kembali menghela nafasnya.

"Berarti bukan kebetulan kita bertemu lagi kan?" Goda Naruto terhadap gadis itu. Gadis itu memalingkan wajah nya karena malu. "Jadi siapa namamu ? Namaku Uzumaki Naruto." Tanya Naruto sambil tersenyum kecil.

" … Kunou"gumam gadis yang bernama Kunou itu sambil melirik kiri dan kanan mencari polisi. Kata ibunya jangan percaya pada orang asing, apa lagi yang memiliki wajah seorang pedofil. Naruto sweatdrop melihat ekspresi Kunou. '… sekarang aku di cap pedofil… hah.'

Setelah berbagai macam pembuktian kalau dirinya bukan pedofil akhirnya Kunou mau di antar Naruto ke tempat panitia festival. Tapi sebelum itu Naruto mengajak Kunou ke toko yakonaki yang kebetulan kedai langganannya. Naruto sempat tersedak saat Endo – san, chef kedai itu mengatakan kalau Kunou merupakan anaknya yang mewarisi rambut pirang ibunya.

.

"Bagaimana rambut bisa jabrik Naruto – san ?!" Tanya Kunou sambil mengunyah takoyaki." Aku tidak mencium gel atau apapun di rambutmu."

"…. Memangnya aku bau apa?"Naruto sweatdrop

"Hmmm….. Ramen dimanapun."Gumam Kunou tak sadar. Naruto menghela nafas hanya itu yang dicium gadis berambut pirang itu. 'Untuk berpikir dia akan cepat terbuka kepadaku… ' Batin Naruto

"… Ruto!" Naruto berkedip

"Eh….maaf apa yang tadi kau bilang?" Naruto bertanya cangung. Kunou mengembungkan pipinya.

"Aku tanya kenapa kau punya kumis kucing?"

"Ah ini? Ini bukan kumis kucing ini adalah tanda lahir" Jawan Naruto dengan seringai

" Benarkah ?! Boleh aku menyentuhnya?" Pinta Kunou sambil menjangkau menyentuh pipi Naruto. Naruto kembali mengedipkan matanya

"silahkan saja" Jawan Naruto saat merasakan tangan mungil itu mengelus wajahnya.

"Uwah… Benar – benar asli! "Ujar Kunou girang tiba – tiba wajahnya menjadi murung.

"Naruto – san ….. apakah kau membenci rubah?" Tanya Kunou tiba – tiba dengan suara kecil. Naruto paham maksud dari pertanyaan itu.

" Eh…. Tidak. Malahan Aku pernah bertemu rubah yang tidak mau meninggalkanku." Kata Naruto.

"Terus?" Tanya Kunou yang sudah sangat dekat di sampingnya. Naruto sweatdrop. ' Apa perlu aku menceritakanya?'Batin Naruto, dia lalu mengangkat bahunya.

"Hmmm…. Aku pernah bertemu dengan seekor rubah, rubah itu mempunyai bulu berwarna merah dan sangat cantik. Saat itu Aku tak sengaja menemukannya, tapi tak kusangka dia sangat tertarik kepadaku dan tidak mau meninggalkanku. Kami mempunyai saat – saat yang menyenangkan." Ucap Naruto sambil mengingat bagaimana telinga rubah itu berkedut saat mendengar ramen.

"Apa yang terjadi dengannya?" Tanya Kunou yang sekarang perhatiannya tertuju pada cerita.

"Saat aku tiba kesini kami terpisah… tapi aku yakin kami pasti bisa bertemu lagi!" Ucap Naruto dengan nada sedih di awal dan di akhiri dengan optimis di akhir. ' Tunggulah Aku yakin kita pasti bisa bersama lagi!' Batin Naruto mantap.

"Kau sangat keren N-Naruto – san!" Ucap Kunou dengan suara gemetar. Naruto terkejut melihat air mata di pipi gadis itu. Naruto tersenyum kemudian mengusap air mata itu.

"Maa, maa, Kunou – chan. Tidak ada yang perlu ditangiskan" Kata Naruto.

"Kunou!" Terdengar suara wanita di belakang mereka. Naruto berbalik dan melihat wanita cantik mirip dengan Kunou berpakaian miko tengah terengah – engah di depan pintu kedai takoyaki.

"Kaa – san!" Teriak Kunou kemudian meloncat kepelukan ibunya. Naruto tersenyum melihat interaksi ibu dan anak itu. Naruto mengeluarkan uang untuk membayar takoyaki yang mereka pesan.

"Endo – san, uangnya saya taruh meja." Kata Naruto kemudian berdiri dan mendekati pasangan ibu dan anak itu. Sesat pandangan wanita itu menajam memandang Naruto sedangkan si empunya hanya tersenyum kikuk sambil mengelus belakang lehernya.

'… Orang ini tidak memiliki keberadaan'

Batin wanita itu, kemudian ia menurunkan Kunou dan berdehem." Saya berterima kasih karena kau telah menjaga Kunou." Ucapnya sambil menunduk. Naruto jadi salah tingkah. Yasaka nama wanita itu tengah melakukan ritual untuk menstabilkan energi di Kyoto. Karena itulah dia bisa kehilangan anaknya. Betapa terkejutnya dia saat melihat anaknya itu sangat terbuka pada orang yang baru ditemuinya.

"Nah, tidak masalah. Lagipula aku menikmati waktuku disini." Jawab Naruto masih tersenyum kikuk. Naruto kemudian melihat jam dan panik. " Maaf aku harus pergi, ada keperluan yang harus kulakukan. Dan Kunou – chan jangan lagi melarikan diri dari ibumunya" Ucap Naruto kemudian langsung pergi. Yasaka mencoba memanggil untuk menayakan namanya namun sosok itu telah hilang entah kemana. Kunou memandang kepergian Naruto dengan tersenyum.

'… Aku harap dia bisa jadi ayahku…" Kata suara kecil di kepala Kunou.

"Kunou kau tau siapa nama pemuda tadi ?" Tanya Yasaka pada putrinya. Dengan senyuman lebar Kunou menjawab.

"Namanya Uzumaki Naruto!" mata Yasaka membelalak lebar mendengar nama itu. ' Untuk berpikir dia ada di sini, kira – kira apa tujuannya ?' Batin Yasaka

.

.

.

"Perhatian kereta yang akan menuju Tokyo akan berangkat 5 menit lagi."

Naruto mengecek tiketnya lagi setelah mendengar pengunguman itu lalu melangkah masuk ke kereta dan duduk sambil melihat keluar jendela.

"Waktunya bisnis, kalau begitu… Tokyo aku datang." Dengan begitu Kereta pun mulai berangkat.

.

.

.

Bersambung

Bukan maksud ku ingin Update panjang seperti ini, Tapi memang itulah yang ada di kepalaku saat menuli chapter2 ini.

Soal jawabannya terimakasi banyak.

Soal Pair? Tenang saja pasti kalian akan sangat sangat terkejut saat tau pair Naruto nanti

Sekian dan terima kasih sudah baca