Hey, princess!

By CHANINE

Warning : typo, EYD berantakan, gaje

Pairs : Sulay, Baekyeol, and others

Disclaimer : semua cast milik Tuhan YME, seperti biasa, story is mine.

GS FOR ALL UKE

Don't like don't read

RnR please~

HAPPY READING

.

.

.

Chapter 2

Sebuah keluarga sedang sarapan dengan sangat damai. Tidak ada percakapan antara mereka karena sibuk dengan makanannya.

Tetapi ada satu anggota yang terlihat tidak menikmati makanannya.

Putri tunggal dari keluarga itu memainkan sendoknya, mengaduk-aduk makanan yang tersaji di depannya.

Menyadari itu, orangtua dari putri tersebut memandang heran pada anak mereka.

"kau kenapa, Xing? Masakan eomma tidak enak?" Tanya sang eomma pada Yixing, anak mereka.

Yixing mendongak melihat orangtuanya lalu kembali memainkan sendoknya.

"tidak, bukan begitu. Tapi apa eomma harus menyuruhku berangkat dan pulang sekolah dengannya?" Yixing mengerucutkan bibirnya kesal. Yesung, appa Yixing tidak menggubris dan tetap makan. Ryeowook, eomma Yixing mengelus rambut anak kesayangannya.

"Xing, eomma tidak mau kau pulang sendiri, atau bersama Baekhyun naik bus mulai sekarang. Kau tahu, jaman sekarang ini banyak yang berniat jahat, Xing. Apalagi kau kan mudah dibohongi dan pemikiranmu masih pendek. Pokoknya pulang dan berangkat dengan Chanyeol." Ujar Ryeowook tegas. Yixing tambah manyun mendengarnya karena secara tidak langsung, eommanya menyebutnya belum dewasa dan tidak bisa menjaga diri.

"hhh eomma aku bukan anak SD lagi." Protes Yixing. Ryeowook sudah tidak peduli dan melanjutkan makan, membuat Yixing tambah kesal.

TIN TIN.

Suara klakson mobil terdengar sampai ruang makan keluarga Zhang. Yixing sudah tahu itu siapa, makanya ia mengambil tas selempangnya dan cepat-cepat memakan sarapannya sedikit.

"eomma appa, aku berangkat dulu. Annyeong" Yixing langsung melesat keluar setelah berpamitan dengan kedua orangtuanya.

.

.

.

TIN TIN

Chanyeol menekan klakson mobilnya dua kali. Setelah itu ia menyandar pada kursinya, menunggu Yixing keluar.

Tidak lama kemudian, Yixing menampakkan dirinya, dengan wajah masamnya seperti biasa.

Chanyeol tersenyum melihat Yixing. Menurutnya, ekspresi malas dan masam Yixing kelihatan sangat cocok dengan wajahnya. Chanyeol berniat memuji atau meledek sebenarnya?

Yixing membuka pintu mobil Chanyeol dan duduk di sebelahnya.

"apa? Kenapa kau memandangiku dengan tampang seperti itu?" Yixing bergidik ngeri melihat Chanyeol yang menatapnya dengan senyum-senyum.

"hehehe tidak apa-apa, memangnya tidak boleh tersenyum di pagi hari? Itu bisa membuatmu ceria sepanjang hari, Xingie!" Chanyeol berujar semangat.

"whatever." Yixing membalas ketus, lalu Chanyeol segera melajukan mobilnya agar mereka bisa sampai lebih awal di sekolah…

.

.

.

Chanyeol memarkirkan mobilnya di tempat yang cukup teduh. Kemudian Yixing dan Chanyeol keluar dari mobil dan berjalan beriringan menuju kelas. Sesekali mereka mengobrol ringan dan berbicara tentang pengalaman-pengalaman yang mereka alami sebelumnya.

Saat melewati tempat favorit Yixing, di lorong yang lumayan sepi karena memang jarang dilewati orang, mereka berdua bertemu seseorang yang membuat muka Yixing yang tadinya lumayan ceria kembali tertekuk.

"annyeong Yixing, Chanyeol…" Suho, namja yang berpapasan dengan Yixing dan Chanyeol menyapa duluan. Yixing memaksakan senyum yang berakhir dengan senyuman kecut.

Chanyeol tersenyum sumringah melihat Suho. Ia mendapat ide licik.

"annyeong Suho Hyung!senang bertemu Hyung lagi… ah iya, itu data-data OSIS ya, Hyung?" Chanyeol bertanya pada Suho yang membawa berkas-berkas yang lumayan banyak.

"ne, aku harus membawa berkas ini ke ruang OSIS, aku pamit dulu, annyeo-"

"tunggu dulu, Hyung!" Chanyeol memotong perkataan Suho yang membuat senyum angel Suho pudar berganti raut wajah bingung. Chanyeol ber-smirk sebentar.

"anu, bagaimana jika Yixing membantu Hyung membawa berkas ini? Maafkan aku Hyung, aku bukannya tidak ingin membantu, tapi aku baru ingat ada sesuatu yang tertinggal di mobil. Aku harus mengambilnya…" Chanyeol menatap Suho yakin. Yixing mendeathglare Chanyeol dengan tatapannya yang paling mematikan.

"YA! PARK CHANYEOL KAU— isafbwkjbveukabefgikgb!" makian Yixing ke Chanyeol terhenti begitu Chanyeol membekap mulut Yixing. Chanyeol menatap Suho dengan senyum.

"sudah Hyung, Yixing akan sangat senang jika membantu ketua OSIS paling tampan di sekolah ini. Baiklah aku harus pergi, BYE!" Chanyeol mengambil sebagian berkas yang dibawa Suho, lalu menyerahkannya ke Yixing. Kemudian ia kabur sebelum Yixing mencakarnya.

Yixing menghela nafas sabar, lalu berjalan duluan menuju ruang OSIS yang sebenarnya sudah dekat itu.

Suho langsung mensejajarkan langkahnya dengan Yixing.

"kalau kau tidak mau, tidak apa Yixing, aku bisa menaruhnya sendiri" Suho tersenyum lembut pada Yixing yang berjalan disebelahnya.

"diam saja dan jangan memperburuk moodku." Yixing berkata dengan dingin tanpa menatap Suho.

Suho sebenarnya agak ngeri merasakan aura-aura hitam di sekitar Yixing, tapi overall, ia senang akhirnya ia bisa berjalan beriringan dengan pujaan hatinya.

Terlihat sebuah pintu dengan tulisan 'Ruang OSIS' menggantung di pintunya. Suho membuka kuncinya kemudian mempersilahkan Yixing masuk terlebih dahulu.

Suho meletakkan berkas yang ia bawa di meja melingkar yang terdapat di tengah-tengah ruang. di ruang OSIS sekolah mereka terdapat meja melingkar dengan kursi yang mengikuti arah lingkaran meja tersebut. Sehingga sewaktu rapat wajah setiap orang dapat terlihat dan itu memudahkan mereka.

Yixing ikut meletakkan berkas yang dibawanya di meja melingkar. Ia mengamati setiap sudut ruang OSIS karena ia juga belum pernah masuk kesitu sebelumnya.

"Suho, ruangan ini bagus." Yixing berujar tanpa sadar. Suho yang sedang membuka-buka berkas yang tadi ia bawa seketika menoleh dan menatap pujaan hatinya dengan senyum merekah.

"ne, aku juga menyukai tempat ini. Sangat nyaman." Yixing menatap langsung Suho yang sedang tersenyum kearahnya.

Ditatap Yixing langsung, membuat debaran jantung Suho berdetak 5 kali lebih cepat seperti biasanya. Tapi ia tetap berusaha bersikap biasa saja.

Suho lalu mendapat ide. Ia lalu berjalan menuju rak buku-buku yang ada di ruang OSIS. Ia lalu menggapai sebuah buku yang bisa ditebak Yixing adalah sebuah novel.

Setelah mengambilnya, ia menyerahkan buku tersebut pada Yixing. Yixing hanya menerima buku itu dengan alis berkerut.

"ini novel kesukaan para pengurus OSIS, jadi kami sepakat menaruhnya disini. sebenarnya buku ini hadiah dari adik sepupuku, tapi ternyata pengurus OSIS lain menyukainya. hanya anggota OSIS saja yang boleh meminjamnya. Tapi aku mau meminjamkannya padamu. Bagaimana? Kau menyukai cerita-cerita tentang kerajaan, kan? Novel ini bercerita tentang sebuah negeri es, dan cerita cinta sang pangeran dan seorang gadis biasa yang menjual pakaian hangat. Sangat mengharukan.." Suho menjelaskan sembari menunjuk novel yang ada ditangan Yixing. Cover buku tersebut menggambarkan seorang pangeran ditengah badai salju yang sedang mendekap seorang gadis biasa yang dapat diyakini gadis itu sedang tak sadarkan diri. Melihat cover novel tersebut saja, Yixing sudah tertarik dengan novel itu.

Ya, Yixing memang menyukai cerita-cerita fiksi.

"baiklah, aku pinjam ini, Suho. Aku kembali ke kelas dulu." Yixing tidak memasukkan novel tersebut ke tasnya dan hanya menentengnya dan langsung pergi. Suho tersenyum lebar lalu berjalan masuk ke kelasnya karena bel masuk berbunyi 5 menit lagi…

.

.

.

TENG!

Yixing tepat sampai di kelas pada saat bel berbunyi. Yixing mencibir saat melihat Chanyeol yang sedang tertawa bersama Kai dimejanya dan sesekali Baekhyun nimbrung.

"AH! Yixing, kau lama sekali. Masa' Cuma membantu Suho Hyung saja lama sekali… jangan-jangan kau ngapa-ngapain dulu sama Suho, iye gak, Kai?" Chanyeol yang menyadari Yixing sudah sampai di kelas langsung berniat menggoda sepupunya itu. Salah Yixing juga yang berlama-lama sehingga mendapat godaan yang tidak mengenakkan.

Kai yang mempunyai sifat suka menggoda anak orang pun ikut semangat mendukung Chanyeol.

"Iya tuh Yeol, si putri galak Yixing akhirnya luluh di depan Kim Joonmyun… wakakaka" kemudian Kai dan Chanyeol tertawa bersama yang membuat telinga Yixing mengeluarkan asap.

Baru saja Yixing akan memukul Kai dan Chanyeol, si guru Kimia Sungmin seonsaengnim memasuki kelas dan menggagalkan aksi Yixing.

Akhirnya Yixing mengerucutkan bibir kesal sepanjang pelajaran Kimia yang sebenarnya lumayan disukainya…

.

.

.

"HAIH! PARK CHANYEOL GILA! Kau tahu, Baek, tadi Yeol sialan itu berpura-pura ketinggalan sesuatu saat kami berpapasan dengan Suho yang sedang membawa berkas OSIS. Dan aku disuruh Chanyeol membantunya! Ingin sekali ku jemur dia di atap sekolah tengah hari nanti! HUH!" Yixing menggerutu sembari menendang-nendang mejanya kesal.

Baekhyun yang melihatnya terkikik geli mengabaikan Yixing yang bertambah kesal.

"lalu kenapa kau lama sekali Xing? Sampai aku mengira kau akan absen. Apa kalian berciuman dulu atau semacamnya?"

Yixing hampir saja melempar Baekhyun keluar jendela karena Baekhyun malah semakin menggodanya. Tetapi ia tak tega karena Baekhyun itu sahabatnya dan ia tak mungkin melempar Baek keluar jendela beneran. Akhirnya ia mengomeli Baekhyun dengan panjang lebar.

Chanyeol dan Kai sudah keluar dari kelas sedari tadi.

Selain untuk menyalurkan hobi mereka, yaitu basket, juga mereka ingin menghindari amukan Yixing yang sempat tertahankan karena si guru kimia~

.

.

.

"Hosh—Chanyeol, caramu bermain hebat juga. Selamat datang di perkumpulan kecil kami." seorang namja kelewat tinggi yang Chanyeol ketahui bernama Kris, berujar sembari mengatur nafasnya karena mereka baru saja selesai bermain basket. Bukan duel atau apa, hanya bermain biasa.

Chanyeol menenggak air minumnya sekali lagi lalu menatap Kris. "gomawo, Kris Hyung~ kalian sepertinya sangat popular, ya? Sedari tadi aku mendengar nama kalian diteriakkan"

Kris memutar bola matanya. "sebentar lagi kau juga akan popular, Chanyeol. Kau cukup tampan, dan berbakat." Ujar Kris memuji Chanyeol.

Sekarang ini, Kris, Suho, Kai, Chen,Sehun dan Chanyeol, 6 namja popular tengah duduk di tepi lapangan. Mereka sudah saling berkenalan sebelum bermain basket tadi. Mereka berbincang ringan, dan bercerita tentang masa lalu mereka pada anggota baru, yakni Chanyeol.

"oh iya Suho hyung, tadi pagi Yixing membantumu menaruh berkas OSIS, ya? Chukahae Hyung, itu merupakan kemajuan pesat, gyahahaha~" Kai tertawa keras. Suho ingin menjitak Kai, tapi berhubung ia tak tegaan, akhirnya ia mengurungkan niatnya dan hanya tersenyum tipis. Padahal dalam hati ia sujud syukur dan berterimakasih berkali-kali pada Chanyeol dalam hatinya karena berkat Chanyeol-lah, ia bisa berbicara dengan Yixing.

"kemajuan pesat? Apa itu? Apa hubungannya dengan Yixing?" Chanyeol mengerutkan dahi bingung. Kris menepuk jidatnya, ia lupa kalau Chanyeol belum tahu masalah ini.

"karena kau merupakan bagian dari kami sekarang, kami akan memberitahumu. Suho menyukai Yixing sejak MOS hari pertama." Kris menjelaskan singkat. "Suho Hyung jatuh cinta pada pandangan pertama saat menabrak Yixing waktu itu" tambah Chen.

"ooh" Chanyeol merespon singkat. Ia kembali menenggak minumannya. Detik berikutnya ia menyemburkan air yang tadinya sudah hampir ia telan, namun menyadari kata-kata Kris dan Chen membuatnya kaget.

"OMG WHADD?! Serius, Suho Hyung?" chanyeol bertanya heboh. Reaksinya yang telat membuat semua member memasang wajah -_-.

"ne, sebenarnya aku juga tidak mengerti apa yang Suho Hyung sukai dari yeoja sangar itu." Sehun yang sedari tadi diam terkekeh setelah berujar.

"menurutku Yixing manis sih, Cuma dia terlalu galak. Bahkan padaku saja ia tidak pernah berkata halus. Dasar anak itu…" Chanyeol memberikan komentarnya. Semua 'namja populer' sudah mengetahui kalau Chanyeol adalah sepupu Yixing, dan BUKAN pasangan. Bahkan sampai LDR-an seperti kata Kai yang 100% ngasal.

"aku tidak tahu alasannya, tapi kalau dia tak suka padaku, tidak masalah. Melihatnya saja sudah cukup buatku." Suho memberikan senyum terbaiknya setelah berkata. Membuat Chanyeol kasihan dan semakin berambisi untuk membuat Yixing jatuh cinta.

Meski Chanyeol tahu itu sulit, tapi pasti ada jalan kan?

.

.

.

Bersamaan dengan para namja popular yang berbincang di tepi lapangan, Yixing tersenyum-senyum membaca selebaran ditangannya. Senyum pertamanya di hari ini.

Baekhyun pun reaksinya lebih sumringah dari Yixing. Ia sampai memukul-mukul Yixing saking senangnya.

"huahhhhh Baekhyun-ah, selebaran ini benar-benar membuat moodku baik! UUUU Mr. Yunho, I lovee youuuuu!" Yixing berujar senang dan menyebut nama kepala sekolah mereka itu. Baekhyun tertawa karena Yixing memuji Yunho, kepala sekolah mereka. Biasanya kan, Yixing mencela beliau karena ada beberapa peraturan sekolah yang tidak disetujui Yixing.

"yap, aku juga sangat senang! Pasti udaranya sangat sejuk disana, aaa aku tidak sabar!" Baekhyun ikut girang.

Sebenarnya apa yang mereka bicarakan hingga girang seperti ini?

Oh, tentu saja tentang studi wisata yang akan mereka lakukan minggu depan!

Studi wisata merupakan kegiatan yang paling ditunggu murid-murid. Dan kali ini bertempat di daerah pegunungan, yang membuat para siswa tambah semangat. Mereka sudah membayangkan sejuknya udara disana, games yang akan dimainkan bersama, bakar-bakar jagung atau barbeque bersama teman atau kekasih… siapa yang akan murung bila diberi berita seperti itu? Bahkan Yixing yang sangar pun girang membaca kalimat-kalimat yang tertera di selebaran itu.

"ada apa sih? Kalian kelihatan senang sekali?" kepala Chanyeol tiba-tiba muncul di antara kepala Yixing dan Baekhyun.

"kita akan studi wisata, Chanyeol-ah! UUUU nanti pulang sekolah jangan antarkan aku pulang dulu ne, Chanyeol? Biarkan aku bertemu dengan Heechul ahjumma dan mengecup pipinya!" Yixing berujar girang. Saking girangnya, ia sampai menyebut nama eomma Chanyeol yang terkenal cerewet itu.

Chanyeol lalu menoleh kearah Kai. Namja itu juga tidak berbeda jauh dengan Yixing, sangat girang. Chanyeol yang tidak mengetahui seperti apa studi wisatanya hanya tersenyum tipis melihat akhirnya sepupunya itu tersenyum…

.

.

.

Yosh! Akhirnya author berhasil merampungkan chapter 2!~

Eotte? FF ini membosankan kah?

Chapter depan bersiaplah dengan momen-momen manis saat studi tour! Nyiahahahaha

Sorry for typo(s), or kalau ada suatu yang janggal, silahkan Tanya saja, karena saya terlalu malas baca ulang XD

Kalau udah selesai baca, mind to review please? :))