Apa itu cinta? © Hanna Triana

Boboiboy © Animonsta studio

Pairing: Yaya x Fang

Warning: OOC, Romance picisan, Typo (s), dll
.
.
.
.
.
OoO

"Kau kenapa, Fang?" tanya Gopal.
Dan yang ditanya hanya mendengus kesal kala pertanyaan yang sama itu kembali tertangkap oleh indra pendengarannya, dan buruknya pertanyaan itu seakan-akan telah menjadi wajib dilontarkan bagi semua orang yang mengenalnya.
Melihat pipinya yang membengkak dengan warna yang kebiruan.

Sementara Yaya semakin merasa bersalah, meski sejujurnya ia juga merasa puas karena mampu mempertahankan diri.
Tapi ia benar-benar tidak bermaksud untuk memukul Fang.

Lagi pula tidak mungkin'kan ia melakukan kesalahan itu dua kali?
Tentu saat pertama itu ia terlalu kaget hingga tidak mampu mengelak, tapi yang kedua?
Tentu ia bisa bersiap diri, jadi ia mencari alasan untuk menolak Fang dengan halus, tapi lagi-lagi ia membuat alasan yang buruk, dan membuat Fang semakin salah faham dan membuat bayangan kelam itu muncul.

Jadilah ketika pelindung bayang itu menyelimutinya, bogem mentahnya refleks mengenai wajah Fang dengan telak.

Dan ia tidak cukup bodoh untuk memperkirakan seberapa kuat pukulan itu.

Dan Fang, sejak pagi ini masih belum menyapanya.

Yaya menghela nafas, "Yaya?" Seorang pemuda bertopi jingga menyapanya.

"Ya, Boboiboy?"

"Kau melamun sedari tadi" Boboiboy mendudukan dirinya di bangku di samping Yaya.

"Ah, aku tidak-"

"Yaya, Guru matematika memanggilmu.." Fang tiba-tiba muncul membuat percakapan antara dua orang itu terputus.

"Jadi sekarang ikut aku," Fang berjalan lebih dulu dari Yaya. Tapi sebelum itu ia terlebih dulu menyerahkan secarik kertas yang dilipat rapih kepada Boboiboy.

"Aku pergi dulu, Boboiboy" Yaya tersenyum dibalas anggukan dari Boboiboy.

Ketika Yaya menghilang dari pandangannya Boboiboy baru menyadari sesuatu.

"Aih, bukankah guru matematika sedang cuti?"

OoO

"Fang, tunggu.." Fang menghentikan langkahnya, "kenapa kau berbohong kepada Boboiboy tadi? Kau'kan tau guru matematika sedang cuti?"

"Kenapa kau mau mengikutiku kalau kau sudah tau?" Fang berbalik menatap Yaya.

"Ah, itu aku-"

"Maaf" Yaya mendongkak di lihatnya wajah Fang yang penuh dengan keseriusan. "aku benar-benar minta maaf,"

Yaya terdiam.

"Maaf karena perlakuanku yang tidak sopan kemarin.."

Yaya mengangguk, seraya tersenyum.

"Maaf juga karena aku memukulmu" Yaya menunduk.

"Kau boleh memukulku lagi" Fang tersenyum lembut, "aku pantas menerimanya"

Yaya terdiam.

"aku pun telah berjanji kepada diriku sendiri, dan sekarang aku berjanji kepadamu, aku tidak akan melakukannya lagi, terkecuali kau sudah resmi menjadi istriku"
Fang menggenggam kotak kecil ditangannya, "dan akan aku pastikan kau akan menjadi istriku"

"Fang.." Yaya mulai menangis.

"Eh ke-kenapa kau menangis? Ma-maaf, tidak apa jika kau tidak mau memaafkanku.."

Fang terdiam, sungguh ia benar-benar merasa semakin buruk dimata Yaya, sekarang ia merasa bahwa ia tidak pantas berada di samping gadis sebaik gadis di hadapannya, bukankah harusnya si pemuda bertopi dinosaurus itu yang terlihat jauh lebih pantas?
Fang tersenyum kecut.

"Fang.." panggilan itu membuyarkan lamunan Fang.

"Kenapa kau begitu keren!" Fang melongo, "kau membuatku semakin menyukaimu!" lanjut Yaya.

Butuh waktu cukup lama bagi Fang untuk mencerna perkataan Yaya, namun setelah ia mengerti ia pun tersenyum, "Aku juga menyukaimu, Sangat sangat menyukaimu"

Fang menunjukan sebuah kotak berwarna merah kepada Yaya, yang sedari tadi ia genggam, sebuah kalung perak dengan liontin berbentuk hati bertuliskan nama 'Fang' di tengah-tengah liontin.
di serahkannya liontin itu kepada Yaya.

"Liontin itu bisa di buka dengan ini" Fang menunjukan kalung lain dengan bandul berbentuk kunci, yang jarumnya bertuliskan nama 'Yaya'

"Bukalah, Yaya"

Yaya dengan semangat memasukan kunci itu ke lubang disamping liontin. Dan saat liontin itu terbuka, foto mereka berdua terpasang di dalamnya.

"Fang ini.. darimana kau mendapatkan fotoku?"

"Mudah saja, aku punya banyak fotomu di rumah"

"Stalker eh?"

"Bukan, aku lebih suka menyebutnya sebagai Secreat Admirer"

Fang dan Yaya tertawa bersama.

Yaya POV

Jika kau tanyakan kepadaku, apa itu cinta?

Maka aku akan jawab cinta itu adalah kesabaran, kejujuran untuk mengakui kesalahan, dan rasa besar hati untuk saling memaafkan..

Yaya POV end

OoO

"Aih, bukankah guru matematika sedang cuti?" mata Boboiboy tanpa sengaja melihat selembar kertas diatas meja, dengan berlahan ia membukanya.
Dan terpampanglah sebuah kalimat.

'Jangan ganggu pacarku'

review?