My Uke is Tsundere
Cast : Yesung Kyuhyun Donghae Eunhyuk, dll
Pair : Kyusung Haehyuk
Genre : Romance Humor
Rating : T-M
Lenght : Chaptered
Disclaimer : Suju punya orangtua mereka dan ELF
Warning : BoyxBoy, Shounen Ai, Yaoi, OOC
Summary :
Yesung di hari pertama masuk sekolah dijadikan bos geng bernama 'Gae' alias anjing dalam bahasa Korea. Entahlah kenapa disebut seperti itu. Tapi jika diucapkan terdengar seperti Gay. Karena semua anggotanya adalah Gay, entah itu seme atau uke. Sayangnya Yesung belum diketahui apakah dia gay atau masih straight. Besoknya datang murid baru bernama Kyuhyun. Di hari pertama nya dia datang sudah membuat masalah dengan Yesung. Lalu apakah Yesung akan mengakui dia sudah menjadi gay? Lalu bagaimana dengan seme-seme yang mengincarnya dengan tatapan mesum?
Maaf lama banget update nya T^T saya baru selesai uas dan berhubung tinggal skripsi saja, maka waktu luang saya banyak. Saya usahakan maksimal 2 minggu sudah update. Maaf juga kalau feel nya kurang terasa akibat terlalu lama hiatus.
FF ini untuk hadiah ulang tahun saeng saya bernama Yesica :) happy birthday saeng ^^
Enjoy~~
Cerita sebelumnya...
"Silahkan duduk di depan Kim Yesung" tunjuknya pada Yesung yang sedang melamun. "Hei! Angkat tanganmu Kim Yesung!" Kim Yesung terlonjak dan buru-buru berdiri. Onew menggeleng-gelengkan kepalanya. Disuruh angkat tangan kok malah berdiri.
"Oh, di depan anak perempuan yang cantik itu ya guru?" Kyuhyun bersmirk ria. Yesung melotot marah di bilang perempuan. Mana cantik lagi!
"Yah! Aku ini anak laki-laki tahu!" ujar Yesung sewot. Kyuhyun berjalan ke arahnya diikuti belasan pasang mata.
"Oh ya? Apa buktinya?" Kyuhyun berdiri satu langkah di depan Yesung.
"Buktinya—"
"Buktinya ini kan?" Kyuhyun meremas 'adik' Yesung. Semua orang disana minus Kyuhyun melotot horor.
"Kyaaa! Yaoi!" teriak siswi fujoshi disana.
Chapter 2
Setelah kejadian memalukan –bagi Yesung- dan menghibur –bagi Kyuhyun dan para fujoshi- tadi Kyuhyun berakhir dengan bekas tamparan di pipi kirinya. Yesung terus mengomel. Onew yang kesabarannya sudah diambang batas berteriak. "Demi ayam peliharaanku! Berhentilah mengomel Kim Yesung!" guru yang aneh -_-
Yesung langsung diam dengan wajah memerah malu ditegur gurunya. Kyuhyun menoleh ke belakang dan mendengus geli lalu menidurkan kepalanya di atas meja. 'Ck, dasar murid pemalas. Dia pasti masuk ke sini karena jalur sogokan, bukan karena prestasinya' batin Yesung merendahkan.
Malas dengan materi yang diajarkan Onew, Yesung menopang dagunya dan memandang ke arah kiri yaitu jendela kelas. Dilihatnya Kangin sedang melatih murid kelas 2. Yesung tersenyum geli melihat hyungnya yang melatih para murid bak latihan militer. Hyung nya memang hyung yang paling hebat di seluruh dunia. Bagaimana tidak saat umur Yesung 11 tahun dan Kangin 18 keduanya sudah menjadi yatim piatu dan Kangin lah yang bekerja banting tulang untuknya. Yesung yang masih kecil sangat ingin membantu hyungnya, namun Kangin tidak memperbolehkan Yesung bekerja.
"Kau harus belajar yang rajin Sungie. Agar kau menjadi orang yang sukses dan membuat appa dan eomma bahagia"
Sejak saat itu Yesung mati-matian belajar agar masuk ke SMU Suju, sekolah nomor 1 di kota nya. Dia tidak ingin membuat hyung nya sedih. Maka dari itu sifat Yesung agak berubah menjadi pribadi yang dingin, cuek, dan sombong. Dia begitu terobsesi untuk menjadi nomor 1. Tidak ada yang boleh menyainginya. Namun begitu dengan keluarga dan orang terdekatnya dia sangat manja dan ramah. Juga menggemaskan /
Yesung kembali menghadap ke depan dan melihat kalau Kyuhyun masih tertidur di mejanya. Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya. Yah, setidaknya Kyuhyun bukan saingannya di pelajaran. Begitu pikirnya. Semoga pemikiranmu benar nak..
.
.
.
Bar Mamacita malam ini tidak begitu ramai. Hanya beberapa karyawan kantoran dan pengusaha yang sedang mengobrol. Tidak lupa dengan para wanita dan minuman alkohol tentunya. Yesung tidak peduli dengan pandangan untuk 18tahun ke atas di depannya dan tetap meracik minuman pesanan pengunjung.
"Hey, kita bertemu lagi" Yesung menoleh dan tampak Kibum yang memamerkan killer smilenya. 'Aku tidak akan terpengaruh oleh senyumanmu itu' dengus Yesung.
"Kau yang menemuiku. Bukan kita yang bertemu lagi" sinis Yesung sambil tetap meracik minuman.
Kibum tetap tersenyum. Para wanita mendatangi Kibum dan bergelayut di kedua sisinya. Kibum merangkulkan kedua tangannya di bahu kedua wanita itu. Kibum mulai menciumi wanita di sisi kirinya dan tangannya menggerayangi wanita di sisi kanannya. Yesung menatap datar ketiga orang itu.
"Silahkan ke kamar yang ada di atas, Tuan. Ini tempat orang memesan minuman" ujarnya tanpa ekspresi
Kibum melepaskan cumbuannya dan bersmirk pada Yesung. "Kau cemburu?"
Yesung melotot mendnegar ucapan Kibum. "Dengar tuan, masih banyak orang yang ingin duduk di kursi itu untuk memesan minuman. Kalau kau tidak ingin memesan, sebaiknya kau pergi dari situ" usirnya dengan menyindir
Kibum menoleh pada kedua wanita itu. "Baiklah, lain kali saja ya, ladies" Kedua wanita itu kecewa namun tetap pergi juga dan menyempatkan mencium kedua pipi Kibum. Mereka melambai pada Kibum dan kembali 'bekerja' .
"Mereka sudah pergi" ujar Kibum
"Lalu?"
"Aku tertarik padamu, Yesung" Kibum menatap dalam Yesung. Yesung mengernyit darimana dia tahu namanya? Oh, dari nametag di bajunya ini.
"Maaf, aku tidak tertarik padamu"
"Hehe aku tambah tertarik padamu. Belum ada yang menolakku sebelumnya"
"Dan aku orang pertama yang memecahkan rekormu itu"
"Hahaha baiklah Yesung. Kau memang benar-benar menarik. Sampai jumpa besok" Kibum berdiri darisana dan mengedip ke arah Yesung. Yesung bergeser ke arah kiri untuk menghindari kedipan cinta Kibum dan Kibum tertawa lebar.
'Anak itu memang benar-benar menarik. Aku harus mencari tau tentang dia' pikir Kibum bahagia.
.
.
.
Yesung berjalan di jalan kota yang sudah sepi. Diliriknya jam di tangannya yang menujukkan pukul 1 dini hari. Yesung menghela nafas. Lagi-lagi dia terlambat pulang. Gara-gara pengunjung bernama Kibum tadi. Yesung mendengus kesal teringat kelakuan Kibum tadi. 'Seenaknya saja' pikirnya kesal.
Saat sibuk mendumel, Yesung yang melintas di jembatan sungai Han melihat ada siluet seseorang yang sedang memandangi sungai Han. Yesung mengernyit, untuk apa jam segini melihat sungai Han? Setelah didekati ternyata orang itu adalah Kyuhyun, teman sekelasnya yang tadi pagi melecahkannya.
'Sial sekali aku bertemu dengannya' Yesung pura-pura tidak kenal dan tetap melangkah menjauhi Kyuhyun. Tapi Yesung menoleh ke belakang dan terkejut setengah mati melihat Kyuhyun yang memanjat jembatan itu dan berdiri di atasnya.
Tepat saat Kyuhyun hendak melompat Yesung langsung menangkap perut Kyuhyun.
"Hey! Lepaskan aku!" teriak Kyuhyun emosi.
"Tidak akan! Kau mau bunuh diri dan aku tidak mau kau mati!"
Kyuhyun berhenti memberontak dan perasaan hangat melingkupi hatinya saat mendengar Yesung tidak mau dia mati.
Kyuhyun kemudian turun dan Yesung menamparnya.
"Ya! Kau sudah menamparku 2 kali tau!"
Yesung menatap Kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. Kyuhyun langsung merasa bersalah.
"Kenapa kau menangis?" Kyuhyun mensejajarkan wajahnya dengan Yesung.
"Karena kau mengingatkanku pada hyung ku yang mau bunuh diri dulu..." lirih Yesung. "Seberapa besar masalahmu jangan kau selesaikan dengan bunuh diri.. Ceritakan padaku" mata Yesung menatap lembut pada Kyuhyun. Kyuhyun mengangguk dan berkata. "Mau kerumahku?"
.
.
.
Rumah Kyuhyun terletak di tengah kota. Wilayah Gangnam, tempat orang-orang kaya. Yesung mengagumi rumah Kyuhyun yang bak istana. Dengan aksen eropa dan sedikit aksen Korea. Pilar-pilar bak kerajaan Yunani menghiasi setiap sudut rumah itu. Di ruang tamu penuh dengan hiasan keramik porselain China dan karpet beludru yang sangat lembut dan mewah. Setelah ruang tamu ada ruang keluarga yang minimalis namun tetap terkesan luxury. Ruang keluarganya terhubung dengan taman dan kolam renang. Pintu yang menghubungkannya terbuat dari kaca sehingga sinar matahari dan udara segar bisa masuk ke dalam kalau siang hari. Dan dapat melihat bulan yang indah. Tv berukuran super juga ada melengkapi ruang keluarga itu. Namun kelihatannya ruang keluarga yang seharusnya terasa hangat itu entah kenapa Yesung merasa dingin dan sepi. Di belakang sofa-sofa terdapat rak buku yang berisi berbagai macam buku dari seluruh penjuru dunia. Koleksi dari seri pertama sampai terakhir ada, juga buku yang limited edition pun ada.
Di sebelah ruang keluarga ada dapur yang berwarna serba putih. Pelayan dan koki yang bekerja di sana pasti sering sekali membersihkannya inner Yesung. Ruang keluarga dan dapur dipisahkan oleh tangga bak istana kerajaan nya dilapisi karpet merah di anak tangganya. Keduanya menaiki tangga tersebut. Pegangan tangga itu saja terbuat dari kayu aras yang diimpor langsung dari Timur Tengah. Begitu mulus dan bercahaya.
Setelah menaiki tangga ada lorong yang panjang. Di sisi kanan dan kirinya terdapat lukisan mewah. Juga foto keluarga. Yesung berhenti sebentar dan melihat foto keluarga itu. Ada ayah, ibu, Kyuhyun, dan Kibum.
'APA?! KIBUM!' Yesung melotot kaget.
Kyuhyun yang merasa Yesung tidak lagi mengikuti nya menoleh ke belakang. Dia mengernyit melihat Yesung yang menganga lebar sambil melihat foto keluarganya. Diputuskannya untuk menghampiri nya.
"Ada apa?"
"D-dia saudaramu?" tanya Yesung sambil menunjuk wajah Kibum
"Hmm iya. Dia saudara tiriku. Kenapa?"
"Ti-tidak ada apa-apa" Yesung kembali mengikuti Kyuhyun. Di ujung lorong terdapat pertigaan lorong lagi berupa kamar-kamar yang saling berjejer. Kyuhyun merogoh kunci di saku celananya dan memutar kunci itu. Kamar yang sepertinya lebih besar daripada kamar lainnya terbuka lebar. 'Kamar nya bahkan lebih besar daripada rumahku' pikir Yesung lebay.
Kamar itu bernuansa campuran eropa dan korea . Dengan warna dinding baby blue, kasur king size, lemari kaca besar berukir akar-akar pohon, kamar mandi, meja belajar, dan meja serta sofa untuk duduk. Jangan lupa dengan komputer, laptop, playstation, dan tv led untuk bermain games. Juga rak buku yang hampir sama dengan yang di ruang keluarga, hanya lebih sedikit koleksi bukunya. Di samping kasur ada jendela dengan balkon yang menghadap langsung ke taman. Andai kalau ini di pagi hari dan bukan dini hari seperti sekarang, udara nya pasti sangat sejuk.
Yesung melihat-lihat isi kamar itu dan Kyuhyun masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Yesung menghampiri salah satu rak pajangan di sudut kamar. Di rak itu terpajang berbagai prestasi Kyuhyun. Ada piala, medali, sertifikat, dan foto-foto saat dia memenangkan lomba.
Yesung menutup mulutnya tidak percaya. Kyuhyun yang disangkanya pemalas dan bodoh karena tidur saat jam pelajaran, ternyata sangat pintar dan berprestasi. Yesung bahkan melihat plakat Kyuhyun memenangkan olimpiade sains di Amerika Serikat.
Yesung tiba-tiba merasa rendah diri dan takut. Takut kalau beasiswa nya diambil oleh Kyuhyun yang notabene di atas levelnya. Impiannya untuk kuliah di luar negeri pupus sudah kalau dia tidak bisa meraih rangking satu di SMU Suju.
Cklekk. Kyuhyun keluar dari kamar mandi dengan T-shirt warna hitam dan celana training warna biru gelap. Dia menaikkan alisnya heran melihat Yesung berekspresi seperti bertemu hantu.
"Kau kenapa?" tangan Kyuhyun menepuk bahu Yesung. Yesung terlonjak kaget dan menatap Kyuhyun tidak suka.
"Aku tidak tahu kalau kau itu jenius dan memenangkan banyak lomba" ujar Yesung sinis
Kyuhyun menatap sekilas Yesung dan ganti memandang piala-piala itu. "Itu dulu. Sekarang aku tidak jenius lagi"
Yesung mengernyit. "Kenapa?"
"Tidak ada yang memotivasi ku untuk memenangkan lomba-lomba itu sekarang" mata Kyuhyun berubah sendu.
"Apa itu yang membuatmu ingin bunuh diri?" tanya Yesung ingin tahu.
"Tidak juga" Kyuhyun mendudukan diri di sofa dan menepuk tempat di sebelahnya. "Duduklah"
Yesung menurut. Kyuhyun melanjutkan kembali ceritanya. "Selama ini yang memotivasi ku untuk memenangkan lomba-lomba itu adalah ibuku. Tapi 3 tahun yang lalu ibu ku meninggal. Karena penyakit jantung. Lalu sebulan kemudian ayahku menikah lagi dengan seorang janda yang punya satu anak laki-laki. Dia bernama Kibum. Dia lebih tua 4 tahun aku bertemu dengannya, aku merasa aku menyukainya. Dia sangat baik padaku. Aku menyayanginya bukan sebagai adik dan kakak, tapi perasaan yang lebih"
Yesung menatap tidak percaya pada Kyuhyun. 'Incest?' batinnya.
"Saat aku menyatakan aku menyukainya, dia malah menjauhiku. Dan mulai bermain dengan wanita. Ayahku tahu kalau aku mencintai kakak tiriku sendiri dan mengusirku. Tapi karena umurku belum 18 tahun maka aku tidak bisa keluar dari rumah ini. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan setelah umurku 18tahun" Kyuhyun mengutarakan semua masalahnya dan Yesung tidak tahu harus berkata apa. Dia tidak pernah mengalami hal ini. Persamaan keduanya adalah mereka tidak punya ibu lagi. Hanya itu.
Tiba-tiba pintu kamar Kyuhyun terbuka dan tampak Kibum yang masuk dengan wajah yang datar. Ketiga orang disana saling memandang satu sama lain. Yesung yang pertama kali tersadar.
"A-aku harus pulang. Hyung ku mencariku" Yesung berjalan terburu-buru menuju pintu keluar dan melewati Kibum begitu saja. Seusai Yesung pergi, Kibum menatap tajam Kyuhyun.
"Apa hubunganmu dengannya?"
"Dia teman sekelasku" jawab Kyuhyun pendek.
"Jangan sekali-sekali kau dekati dia. Dia kekasihku" aku Kibum meskipun itu tidaklah benar.
Kyuhyun menatap Kibum dengan ekspresi terluka. "Kenapa kau lebih memilih dia daripada aku?!"
"Karena dia lebih baik daripadamu. Dia lebih pintar, manis, dan menarik daripada ADIK TIRI sepertimu" Kibum memandang remeh Kyuhyun. Ya, Kibum tahu kalau Yesung pintar dari informan miliknya.
Mulai sejak itu Kyuhyun bertekat untuk mengalahkan Yesung agar Kibum bisa melihatnya. Tanpa dia sadari kalau dia perlahan akan jatuh cinta pada Yesung.
.
.
.
Yesung sudah ada di depan rumahnya. Dia menggigit bibir bawahnya takut. Ini sudah jam 3 pagi. Sangat terlambat untuk pulang. Setelah mondar-mandir di depan rumahnya dia terkejut begitu Kangin membuka pintu dan memandang nya dengan wajah yang sangat seram.
"Dari mana saja kau?!"
"A-aku tadi lembur hyung. Minimarketnya ramai sekali.." cicit Yesung berbohong
"Mana ada minimarket ramai pukul 3 pagi ha?"
Yesung meringis, Kangin yang marah sangat menakutkan. "Kau berbohong pada hyung kan! Kau bekerja di bar! Bukan di minimarket!"
Yesung bagaikan terkena serangan jantung. "H-hyung bicara apa? Hehhe"
"Jangan tertawa Kim Yesung! Mulai besok kau keluar dari bar itu! Jangan pernah bekerja disana lagi! Sekarang masuk ke dalam kamarmu!" Yesung hanya pasrah mendengar ancaman Kangin. Dia hanya ingin membantu kakak nya tapi kenapa jadi begini? Untung besok hari Sabtu dan sekolah libur jadi dia bisa mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Banyak sekali masalah yang dihadapinya hari ini.
TBC ^^
Aduh kok jadi ngelantur ya ceritanya T^T mana malah jadi kihyun lagi #tepokjidat. Tenang aja ntar endingnya kyusung kok hehehee
Semoga ada yang masih mau baca deh. Terima kasih buat yang sudah membaca, mereview, memfollow author dan ff ini juga menfavoritkan ff dan author pemalas ini #kecupsatusatu
Siapa yang excited sama album SJ yang baru? #Devil *angkat tangan* sumpah itu mv nya ngakak banget Xd ada ayamnya lagi hahahaaaa #authorgila
Habis ini God of 12 zodiack di update ya...
Review lagi please~~
