IF YOU DONT LIKE MY STORY ,DONT READ JUST LEAVE IT !
CAST : JEON JUNGKOOK (BTS)
PARK SANG HYUN (THUNDER MBLAQ)
GENRE : BROMANCE, YAOI , SCHOOL LIVE , T- 15
DISCLAMER : SEMUA TOKOH ADALAH MILIK ORANG TUANYA MASING MASING *PLAK
.
.
.
.
.
.
.
Jungkook terperangah saat melihat wajah seseorang yang menyapa-nya tadi, Sang Hyun ternyata yang menyapanya.
"OMO ! apakah kau Sang Hyun-ssi ?." tanya Jungkook sembari mengamati setiap inchi badan Sang Hyun dari atas hingga bawah.
"Ne, apakah kau lupa padaku? oh iya , bolehkah aku duduk bersamamu?." Tanya Sang Hyun sembari melempar senyum cerahnya.
"Ya tentu silahkan !." Jungkook mempersilahkan Sang Hyun duduk disampingnya dengan senang hati,ia senang bisa mendapat teman mengobrol yang telah ia kenal sebelum ia mati kebosanan.
"Kau membaca buku sejarah joseon? kau terlalu rajin Jungkoook-ssi." Sang Hyun menyikut Jungkook pelan tanda meledek yang tadi terlihat melamun memandangi buku sejarah itu.
"Aniya, tadi aku hanya bosan, Untung kau datang." tawa kdeuanya pun meledak disusul dengan beberapa murid lain yang mulai berdatangan dan bel masuk berbunyi. suasana hening seketika saat seorang wanita paruh baya datang memasuki ruangan itu dan memperkenalkan dirinya sebagai "KIM GEU RAE", dia adalah guru matematika untuk tingkat 9 di sekolah itu, dia terkenal dengan kedisiplinannya hingga banyak yang menujuluki-nya "SI DISIPLIN KIM".
dia adalah guru yang paling dihormati sekaligus ditakuti oleh murid satu sekolah shingu middle school.
"Setelah acara perkenalan diri selesai , guru kim langsung mengadakan sesi pemilihan ketua kelas.
"Siapa yang ingin menjadi ketua kelas ?." tanya Guru Kim tanpa secuil senyum mengembang dari bibirnya.
suasana menjadi sangat hening, beberapa saat kemudian ada seorang anak yang tak pasti Jungkook ingat namanya saat acara pengenalan diri tadi dan seorang wanita cantik maju sebagai kandidat calon ketua kelas, bukan itu yang membuat Jungkook heran mengapa mereka mau menanggung beban susah payah sebagai ketua kelas tetapi teman sebangkunya , Sanghyun juga ikut maju sebagai kandidat , diantara semua calon yang ada didepan, Sang hyun lah yang paling menonjol, baik dari segi fisik maupun mental dan pikiran saat di tes oleh "SI DISIPLIN KIM"
"Semua yang mendukung Park Ji Min ,angkat kertas bertuliskan "JIMIN" sekarang." perintah guru kim datar tanpa ekspressi.
ada sekitar 10 orang yang menuruti perintah-nya, ia sangat hebat bisa menghapal secara cepat dan tepat nama seluruh siswa di kelas itu.
"Semua yang mendukung Tia Hwang, ankat kertas bertuliskan "TIA" sekarang." perintah guru kim sekali lagi, Jungkook berniat untuk mendukung Sang Hyun dan mengangkat kertas-nya saat Guru Kim memerintahkannya.
ada sekitar 5 orang yang mengangkat kertas bertuliskan "TIA" , kasiha atau malah beruntung? MOLLA.
"Semua yang mendukung Park Sang hyun, angkat kertas bertuliskan "SANGHYUN" sekarang." tibalah saat yang paling jungkook tunggu ,ia dengan heboh mengangkat kertasnya dan berkali kali memberikan thumbs up pada Sang Hyun.
kali ini ada sekitar 15 orang yang mendukung Sang hyun, kebanyakan para wanita-lah yang mendukung Sang Hyun , apa apaan ini? apakah para wanita itu mendukung Sang hyun hanya karena ia tampan ? Jungkook tak habis pikir dan menatap sinis para yeoja itu.
"Semuanya , apakah ada yang tidak setuju jika Park Sang hyun menjadi ketua kelas? maju dan berikan alasannya." perintah Guru Kim, sejenak suasana menjadi sangat hening, lagipula siapa yang punya cukup mental untuk beradu argumen dengan "SI DISIPLIN KIM" ?
"Baiklah , tidak ada yang ingin maju , otomatis Park Sang Hyun yang menjadi ketua kelas." ucap guru Kim.
"YEAY !." Jungkook melompat girang dari bangku-nya dan langsung menjadi pusat perhatian saat itu juga.
"Maafkan aku maaf ." Jungkook tersenyum canggung dan langsung membungkukkan badannya setelah ia melihat guru Kim menatapnya sinis. Suatu tindakan yang amat sangat berani sekaligus sangat bodoh yang Jungkook lakukan pagi itu.
Guru kim lalu beranjak pergi tanpa sepatah katapun, Sang Hyun dan semua yang ada didepan lalu kembali ke tempatnya semula.
"Karena kau ketua kelas sekarang , bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan "Cheondung Hyung."? tanya jungkook.
"Ne arraseo tapi apa arti dari "Cheondong" tadi?." Sang hyun berbalik tanya pebasaran apa artinya.
"Cheondung itu berarti malaikat yang dicintai, itu sebagai doa untukmu agar bisa menjadi ketua kelas yang dicintai oleh penghuni kelas ini dan juga oleh "Si disiplin Kim." Jungkook berusaha menjelaskan dengan tampang serius.
"Ah ne, aku suka julukan itu." Sang hyun menaggapi Jungkook dengan senang hati karena ia sudah diberi julukan yang sangat indah.
"Baiklah cheondung Hyung , apa yang akan kita lakukan sekarang?." tanya Jungkook penasaran dengan senyum tetap menempel tapi seketika itu juga senyuman itu hilang saat Sang Hyun mengeluarkan buku sejarah joseon miliknya.
"aku akan membaca buku sejarah sama sepertimu." ledek Sang Hyun sambil mengeluarkan senyum jahil-nya.
"Aku kira kita akan melakukan sesuatu yang menyenangkan." Jungkook langsung mem-Pout-kan bibirnya, Sang hyun yang gemas melihat Jungkook melakukan itu langsung mencubit bibir Jungkook.
"lihatlah , aku bebek kecil yang imut." Sang hyun memainkan bibir Jungkook seolah olah seperti mulut seekor bebek yang sedang berbicara. keduanya pun tertawa dan saling mencubit bibir mereka satu sama lain.
"Kali ini aku punya tebakan." Jungkook mengalihkan pembicaraan saat mereka mulai bosan dengan acara mencubit bibir.
"Apa? sepertinya aku bisa menjawabnya." jawab Sang Hyun antusias mendengar Jungkook akan memberikan tebakan padanya.
"Kenapa bisa ada beruang besar di kelas ini?." ucap Jungkook dengan yakin Sang Hyun tidak akan bisa menjawabnya.
"Apa? apa disini ada beruang?." tanya Sang Hyun penasaran sekaligus bingung pada tebakan Jungkook.
"kenapa kau membalikkan pertanyaanku? apakah kau menyerah tidak bisa menjawab tebakanku?." Jungkook meledek Sang Hyun yang dari tadi memasang wajah innocent-nya menunggu jawaban dari Jungkook.
"Ne , aku menyerah..apa jawabannya?." Sang hyun menatap Jungkook dengan antusias ingin mendengar jawabannya.
"Jawabannya adalah , karena ia ingin menemani bebek kecil ini untuk sekolah." jawab Jungkook sembari mem-pout-kan bibirnya sekali lagi menirukan mulut bebek. Sang hyun yang sadar bahwa beruang besar yang dimaksud adalah dirinya pun terbahak bahak mendengar jawaban Jungkook.
"Hahahahah..beruang besar itu sepertinya sedang duduk bersama dengan bebek kecil itu dan bermain tebak tebakan." Sanghyun meledek Jungkook yang sedari tadi menirukan mulut bebek dengan bibirnya.
"Hahahah sepertinya kau benar." Jungkook ikut tertawa lepas sambil terus menirukan mulut bebek. kali ini Sang Hyun yang ingin memberikan tebakan pada Jungkook.
"Sekarang kita lihat apakah kau bisa menjawab tebakanku dengan benar." Sanghyun menyikut Jungkook yang masih tertawa.
"Tentu saja aku bisa." Jungkook menjawab tantangan dari Sanghyun dengan mantap sembari membalas sikutan Sanghyun.
"Kenapa ada bebek kecil yang menyebrang jalan?." Sanghyun memberikan tebakan yang ia pikir Jungkook tidak akan bisa menjawabnya."
""Aku tidak tahu memangnya kenapa?." Jawab Jungkook dengan tampang tak bersalah-nya , sebenarnya Jungkook mengetahui jawabannya tetapi ia hanya berpura pura tidak mengetahuinya.
"Apakah kau yakin tidak mengetahui jawabannya?." taya Sanghyun memastikan, setelah Jungkook memasang tampang "Tak biasa-nya".
"Ne Sangyun-SSI...bisakah kau memberitahukan ku jawabannya?.' Tanya Jungkook sembari memberi sedikit penekanan dalam menyebut nama Sanghyun.
"Karena bebek kecil itu ingin meminta tambahan nilai pada "Si disiplin Kim" di seberang jalan." Jawaban sanghyun sangat meleset dari perkiraan Jungkook, Tawa keduanya pun meledak lagi dan kali ini lebih keras dari biasanya.
"Hahahah apakah bebek kecil itu mem[unyai cukup keberanian untuk bertemu dengan "Si disiplin Kim." ?." Jungkook bertanya asal sembari tak bisa menahan tawa-nya.
"Mollayo,.." jawab Sanghyun polos.
Waktu berjalan cepat hingga tak terasa saatnya untuk istirahat makan siang. Sanghyun dan Jungkook berjalan beriringan melewati lorong sekolah menuju kantin.
setelah memesan makanan, mereka membawa pesanan mereka dan duduk bersama di meja yang tak jauh dari jendela, Sanghyun sangat suka ketika ia makan, ia bisa menghirup udara segar kota suncheon.
mereka tampak akrab untuk dua orang yang "tak sengaja" bertemu.
berkali kali rambut Jungkook yang sedang menikmati makan siang-nya itu ditampar halus oleh angin yang berhembus tidak terlalu kencang dari jendela, hal itu membuatnya semakin terlihat menarik , Jungkook tak sadar jika ia sedang diperhatikan oleh Sanghyun, Sang hyun yang dari tadi menatap kosong kearah rambut Jungkook yang tertiup angin tersadar dari lamunannya.
"Oh iya Cheondung hyung , bolehkah aku meminta nomer ponsel-mu?.' Jungkook memulai percakapan yang otomatis memcah lamunan Sanghyun sembari memberikan ponsel Touch screen-nya Pada Sanghyun.
"Ah arraseo.." Sanghyun lalu mengetik beberapa digit nomer ponsel-nya di layar ponsel milik Jungkook dan emnyimpannya dengan nama "Beruang besar". Jungkook yang bingung mengapa Sang Hyun menuliskan nama itu lantas menatap kosong layar ponsel-nya.
"Apakah kau tidak menyukai aku menulis nama itu ?." Sanghyun yang sadar dengan sikap Bingung Jungkook yang menggemaskan lantas membuyarkan lamunan Jungkook.
"Ah aniya... aku menyukainya, aku hanya berpikir kadang mengapa aku harus menyimpan nomer ponsel seseorang, sedangkan aku jarang sekali menyentuh ponsel-ku. Jawab Jungkook sambil kembali menatap kosong ponsel-nya.
"Aku akan membuatmu menyentuh ponsel-mu sesering mungkin , percayalah." Sanghyun yang gemas jika melihat Jungkook sudah menatap kosong seuatu dan kebingungan langsung menyubit pipi Jungkook dengan gemas lalu tersenyum jahil pada Jungkook. jungkook yang terlalu polos untuk memahami kalimat yang telah dikatakan Sanghyun hanya diam dan melanjutkan makan siangnya.
