Genre : romantic / hurt comfort (?)

Pair : Kim Taehyung Park Jimin ( Vmin),

Kim Taehyung Kim Seokjin (Taejin),

(xxxxxxxxxx)Park Jimin

and another secret pair hihi^^

cast : Kim Taehyung, Park Jimin, Kim Seokjin , Min Yoongi , Jeon Jungkook, Jung Hoseok.

Hati-hati typo menghantui!. semua cast milik tuhan dan orangtuanya. sedangkan cerita milik saya sendiri. Cerita ngarang! Asli dari benak saye. boys love, yaoi. warning yaoi!

Semua Don't be silent readers! Jangan dibaca kalo gak suka ! do not plagiat! Do not copypaste

Nb : pairnya masih rahasia loh yaaaa

Happy reading

.

.

.

AUTHOR POV

"sayang, maaf ne kau menunggu lama? Dan kenalkan ini Seokjin temanku waktu kuliah dulu dan itu berarti dia sunbaemu"

"Jimin?"

"h—hyuung?" Jimin membulatkan matanya, kaget tentu saja. Ini bukan sesuatu yang diinginkannya, dia fikir teman tunangannya adalah sunbae yang dia tidak kenal, tapi apa? Bahkan dialah salah satu dari penyebab Jimin pindah ke jepang.

"oh, jadi benar ya kalian sudah kenal? Kufikir namja kecil yang dulu pernah terlihat selalu bersamamu itu siapa, memang sih mirip chimchimku, jadi hubungan kalian apa?" Yoongi berkata seakan tidak ada hal aneh dengan tatapan kedua orang ini.

"ah, ehm kami hanya sebatas kenalan saja" itu Jimin, dia berkata lembut sambil tersenyum lalu membungkukkan badannya menyapa Seokjin kecil,

"benarkah itu?hey Seokjin?" Yoongi berekspresi aneh, dia seperti sedang mengetes atauapalah

"ah, ne ,euhm tentu saja." Seokjin gugup, dia bahkan tidak sempat membalas sapaan Jimin, dia bingung, potongan-potongan memori 2tahun lalu kembali bermain dalam otaknya, bagaimana Taehyung menatapnya lembut, bagaimana dia menciumnya mesra, dan bagaimana hancurnya hubungan mereka.

'tidak,aku tidak ingin kehilangannya lagi, syukurlah dia tunangannya Yoongi'

"ehem, jadi dia tunanganmu?" Seokjin memecah keheningan.

"tentu saja bodoh!, lihat dia sangat cantik kan?hehe aku sangat pintar mencari pasangan bukan?"

"hyuung! Aku bukan wanita!" Jimin memukul lengan Yoongi pelan, dia tersenyum lembut, sangat lembut namun , Seokjin seperti sangat mengenal senyumnya, senyumnya sangat familiar, 'seperti Taehyung' tidak, bukan berarti mulutnya kotak seperti Taehyung.

Sangat mirip, seperti sedang memainka peran . palsu.

"tapi kau memang cantik chim, sudahlah menurut saja pada suamimu ini" Yoongi mengusap lembut surai orangenya, ah sejak kapan dia mengganti warna rambutnya? Sangat indah.

"hei hei, jangan bermesraan disini!" sebuah suara mengintrupsi kegiatan mereka, bahkan pikiran melayang Seokjin jadi ikut jatuh.

" Hoseok! Akh, maksudku direktur-nim" Yoongi berpura-pura menjadi kolega yang menghormati rekannya,

"sudahlah, hentikan itu hyung, geli. Dan waah ada siapa disini? Jiminie? Wah oremmanida?" Hoseok mengalihkan pandangannya pada seseorang yang paling kecil diantara mereka dengan memegang kedua pundaknya.

"ah, iya Jhopie hyuung, anyeoong" Jimin tersenyum lalu membungkukkan badannya

"hei, hei lepaskan tangan hinamu dari istriku !" Yoongi dengan posesifnya menarik Jimin menuju pelukannya.

"heool! Bahkan kalian belum menikah!"

"kau sudah tau dengan hubungan mereka Hoseoki?" Seokjin bingung . interaksi mereka seperti sudah tau lama.

"iya kan aku sempat ke jepang 5 bulan lalu? Kau tak ingat? Nah disana awalnya perusahaan kami bekerja sama. Aku lupa memberitahumu, mian hehe" Hoseok tertawa sedikit,

"dan kau tidak tau , Jimin itu anggota club dance di kampus, yaah jadi aku sudah mengenalnya lama" Hoseok melanjutkan penjelasannya, dan menatap Seokjin seperti menelisik, untuk apa Hoseok mengatakan itu tentu saja Seokjin sudah tau. Seokjin tak tau hanya saja ada sesuatu dengan ucapan Hoseok.

"yasudah, aku tidak bisa lama-lama disini, ayo kita adakan pertemuan sekali-sekali karena aku dan Jimin akan pindah kekorea untuk beberapa bulan ini" Yoongi berbicara dngan merangkul posesif bahu Jimin.

"ah baiklah, sampai jumpa. Kutagih janjimu dan kau yang harus traktir hyung!" Hoseok menepuk pundak yang llebih kecil,

"anyeoong, sampai jumpa hyungdeul" Jimin tersenyum dan membungkukkan badannya lalu mengikuti Yoongi keluar.

Setelah mereka pergi, Seokjin kembali mematung, banyak sekali pikiran yang melintas dalam otaknya , sebelum Hoseok menepuk pundaknya.

"hyung, kau lihat senyum Jimin? Mirip dengannya" perkataan Hoseok sperti memelintir hatinya, dia tau dia sudah tau dari awal.

"berhenti seoki,jangan mulai lagi" Seokjin tidak bisa menatap sahabat sekaligus direkturnya ini, entahlah dia sperti memeliki perasaan malu karena suatu kesalahan yang dia lakukan.

"kau yang seharusnya berhenti, lihat kau hanya hidup didalam drama. Dan kau menciptakan dua pemeran yang menyedihkan" dengan kalimat yang cukup membuat Seokjin menangis, Hoseok pergi meninggalkannya, dia cukup tau dia sudah sangat sering mendengar ucapan-ucapan seperti itu dari Hoseok yang sedikit banyak mengetahui kisah Jimin-Taehyung-dan dirinya.

"demi tuhan,hiks—aku tau, lebih dari siapapun. Aku sudah tau dari awal ini palsu" Seokjin berkata lirih entah pada siapa, dan kemudian berlari kecil menuju toilet.

.

.

AUTHOR POV END

.

Jimin pov

Aku kembali melihatnya, sahabatnya—akh maksudku kekasihnya, aku kembali merasakan sesak itu, seperti semua kejadian itu terulang kembali didepan mataku, namun semuanya tidak seperti dulu, aku memang masih sesak, tapi aku sudah tidak merasakan sakitnya, bahkan tidak dengan bahagia juga.

"aku ada rapat setelah ini, aku langsung antar pulang ya? Maafkan hyung ne, akh aku benci dengan rapat sialan ini!" Yoongi menatapku seperti tidak ingin meninggalkanku.

Aku tersenyum kecil padanya "sudahlah hyung, aku juga ingin bertemu Jungkook. Hyung rapat saja"

"aah, apalagi kau ingin bertemu dengannya! bagaimana kalau si sialan jeon itu merebutmu?!" ini yang aku tidak suka, dia sangat posesif dan kata-katanya sangat kasar.

"hyung, dia sahabatku jangan berkata seperti itu. Sudah cukup hyung membuatku tidak dapat menghubunginya beberpa bulan ini" aku memegang tangannya meyakinkan, dia sangat tidak suka aku dengan lelaki manapun, bahkan dengan sahabatku .

"hmm baiklah! Nanti aku jemput! Jika dia sampai macam-macam akan aku bunuh dia!" Yoongi sedikit mencengkram tanganku, matanya menatapku tajam , satu lagi hal yang membuatku sulit mencintainya.

"hyung, sudahlah jangan berlebihan, dia sahabatku hyung"

"hah baiklah , sahabat atau apapun itu, aku pergi dulu." Dia mencium keningku kemudian turun kebawah menuju bibirku, aku sempat menolak sebentar kemudian dia seperti mengencangkan pegangannya pada daguku dan aku hanya bisa diam melihat dia mencium dalam bibirku bukan ciuman hangat dia sperti sedang ingin memangsaku.

.

.

Skip

.

At Jungkook studio

.

.

Aku melihatnya cukup lama, mendengar dia bernyanyi memang mengasikkan sejak dulu, dia sekarang sedang menyiapkan debutnya, dia memang sudah terkenal di Utube sebagai penyanyi cover beberapa lagu terkenal. Suaranya indah sangat aku suka, seperti dapat menenangkan resahku.

PROK PROK PROK! Aku bertepu tangan sesaat setelah dia menyelesaikan lagunya.

Dia langsung memutar badannya dan dapat kulihat dia menjatuhkan micnya dan melihatku tak percaya, hihi seperti melihat hantu saja.

"H—hantuuu?" sialan dia kira aku benar-benar hantu. Memangnya aku sudah mati?

"hei, sebenci itukah kau denganku kawan? Aku bahkan belum mati huh" dan dia langsung saja berlari kecil kemudian memelukku erat sangat, sampai aku merasakan detak jantungnya sangat cepat, aku tak tau tapi rasanya sangat aneh.

"Jimin? Jimin Jimin! Akh astaga aku rindu sekali" dia seperti menangis, aku rasakan sedikit bahunya bergetar.

"hei hei, kenapa? Jangan menangis Jungkook-ah. Aku sudah pulang" aku tak tau mengapa aku mengatakn pulang padahal aku tau aku hanya akan disini beberapa bulan.

"ti-tidak! Hei bodoh! Untuk apa aku menangis" dia masih memelukku sambil menyeka matanya, rupanya tidak ingin aku melihatnya menangis. Ah aku sangat sangat merindukannya. Aku bahkan ingin menangis,hanya saja aku tidak bisa , bukan karena mataku bermasalah, hanya saja aku sudah sangat sulit menangis semenjak itu, 2tahun lalu.

"kenapa kau baru pulang? Ada apa ?aku bahkan tidak bisa menghubungimu semenjak 5bulan lalu. Aku bahkan berfikir untuk menyusulmu kesana, hanya saja maaf. Aku tidak punya uang. hehe" lucu. Baik. Tampan , sahabatku seperti itu, hanya saja ini yang aku tidak suka, sikapnya aku tidak suka, seperti kekasih saja.

"maaf, hapeku hilang saat itu, dan aku kesini menemani tunanganku Yoongi hyung." aku berkata cukup pelan , entah aku merasa aku ingin menyembunyikan saja fakta bahwa aku sudah bertunangan dengannya .

"hah?apa? tunangan? Jangan bercanda minie!" dia mengguncangkan tubuhku cukup keras, matanya , ah matanya sedikit marah.

"tidak,aku tidak bercanda Jungkook, aku memang sudah bertunagan, maaf aku belum sempat memberi tahumu."

"kau mencintainya?" perkataan apa itu. Aku cukup tersentak. Bagaimana bisa pertanyaan itu yang keluar untuk pertama kalinya, dia masih memgang bahuku , dan matanya menyorot mataku tajam.

"te—tentu jeon, tak mungkin aku bertunganan denganny kalau aku tak men—cintainya" aku tersenyum, berharap dia berhenti bertanya hal seperti ini dan memandangku tajam.

"kau—kau sama saja, kau tetap sama. Kau belum kembali. Masih palsu" aku langsung menegang. Ini yang aku tak suka,dia selalu bisa membawaku jauh dari permainanku dan menyeretku cukup dekat dengan kenyataan. Aku tidak suka.

.

.

Jimin Pov End

.

.

Tae Pov

Aku tidak tau rasanya akan seperti ini, dia pembohong, dan aku bodoh. Dia bilang aku tidak mencintainya? Demi tuhan aku sangat sangat dan masih mencintainya, tapi bagaimana ini aku bahkan belum bisa bertemu dengannya? aku bahkan sudah sulit mengingat tawanya.

Dan hubunganku dengan Jin masih tetap sama, namun aku tau beberapa hal semenjak aku menjadi kekasihnya, aku Kim Taehyung tidak mencintainya. Aku terlambat mengetahuinya sangat, bagaimana bisa aku tidak bisa menentukan hatiku dan harus kehilangan duniaku?.

Hubunganku dengan Seokjin persis seperti di drama, dia penulis dramanya dan aku pemerannya, aku bisa apa? Setidaknya aku tidak menyakiti orang lagi, meski aku merasa aku harus menjadi boneka selama bersamanya tidak apa, yang penting aku tidak menyakiti orang lagi.

Tapi bagaimana ini? aku sudah tidak sanggup bertahan, aku rasa aku seperti akan meledak suatu saat, aku sudah sangat merindukannnya, duniaku, matahariku, aku hancur aku benar-benar menginginkannya kembali.

"aah sangat sakit, sakit sekali. Aku rindu padamu Jimin, sangat" aku hanya bisa berbisik kecil pada pohon disampingku, setidaknya dia adalah pendengar setiaku selama 2tahun ini.

Aku dan Jimin sering kesini dulu, menemaninya mengerjakan sesuatu entah itu tugasnya atau hanya mengetik cerita asal-asalan seperti yang selalu dia lakukan saat waktu senggang, dan aku yang ada disampingnya mengelus surainya yang lembut dan sesekali mencuri ciuman kecil darinya,yah—setidaknya sebelum aku sering membatalkan janji dengannya hanya karena aku harus menemani Jin.

"Bodoh, sangat bodoh . aku mencintaimu bukan dia" aku memegang dadaku sangat sakit, tapi mau bagaimana lagi rasanya sangat sakit tapi aku sudah tidak bisa menangis.

KRSSSKSK KRSSSSK

Suara apa itu?

Aku membalikkan badanku, dan yang kulihat apa? Fatamorgana.

Disana aku melihat Jimin dengan balutan baju lengan panjangnya celana hitamnya dan converse birunya, ah rambutnya bahkan berwarna jingga sekarang?wah Imajinasiku sudah mulai berkembang sekarang.

Itu yang aku fikirkan sebelum,

"Ta-Taehyung?" astaga astaga dia nyata .

"Jimin?" aku berjalan mendekatinya aku ingin menyentuhnya namun aku takut, dia tiba-tiba menghilang seperti imajinasiku sebelum-sebelumnya.

Dia masih diam mematung, entahlah matanya sangat kosong, namun aku melihat sedikit kesedihan disana, aku sangat bodoh, bagaimana bisa aku melukainya hingga seperti ini?.

"Jimin? Benarkah itu kau?Jimin?" aku belum menyerah aku dekatkan lagi langkahku menghabpus beberapa meter jarak antar kami.

"y—ya, bagaimana kabarmu?" dia tersenyum , bahkan bisa tersenyum disaat seperti ini. Tapi tunggu dulu—senyum macam apa itu? . aku tidak mengenalnya.

"Jimin? Aku merindukanmu jim, demi tuhan aku sangat merindukanmu" dan disinilah aku dan kebodohanku. Aku langsung mendekapnya erat aku tidak peduli tatapan bingungnya dan tangan yang tidak membalasku bahkan ingin menjauhkan tubuhku, aku tidak peduli. Aku hanya sangat merindukannya.

"ta—tae cukup tae" sangat dingin. Ucapannya sangat dingin. Aku pernah mendengarnya sekali , itu dulu dua tahun lalu saat dia berkata aku dan dia tak akan kembali lagi.

"Jim, aku masih mencintaimu chim, sungguh aku ingin ki-"

"cukup tae—kufikir ini sudah berakhir sangat lama, dan kau sudah dengan Jin hyung" dia menundukkan kepalanya, sungguh aku tak ingin semua jadi seperti ini, ini adalah pertemuan pertama kami selama dua tahun, aku hanya ingin sesuatu yang bahagia dan menyenagkan setidaknya walaupn hanya sebagai teman. Tapi salahkan sifatku, aku hanya terlalu ingin mendapatkannya kembali.

"Jimin, sungguh jim . aku sudah mencobanya, aku sudah mencoba melupakanmu dan mencintainya. Tapi aku tidak bisa jim. Aku mencintaimu, dan aku menyayangi Seokjin sebagai sahabatku tidak pernah lebih"

"Tapi sudah tidak bisa tae, aku—aku sudah memiliki tunangan,maaf" dan seketika itu juga duniaku runtuh untuk kedua kalinya. Aku hanya bisa melihat kepergiannya dan menundukkan kepalaku berat.

"ah kenapa bajuku jadi basah?bodoh." dan disinlah aku menangis meratapi nasib bodohku.

.

.

Aku tau kadang cinta tak bisa begitu memihakku, namun aku tak pernah tau kalau cinta bisa sangat menghancurkanku.

.

Tae Pov End

.

.

"lihat ? Bagaimana hancurnya dia? Bodoh. Kurasa sekarang saatnya bukan?. Maaf Tae aku sungguh jahat"

.

.

TBC

.

.

HUAHAHAHA

.

.

MAAF HUWEEEE

Whoahahaha *ketawajahat #ditendangreader

Maaf lagi udah lama dan malah bkin chap hiks.

Soo keep review and waiting ya yah walaupun menunggu itu menyiksa, hiks,

Dan oh hai hai reader yang udah review thank you sooo much! I LOVE U GAEEES

Babay babay muuah muuaaah

See u next chap!

Saranghae! Jiminie! Saranghae BTS!

Saranghae reader-nim!

REVIEWER CORNER

chapter 1 . Jan 9

hahaha kamu nih satu-satunya yang minta si vmin balik hahaha, ditunggu aja yeees masih secret pair loh hahahay

etsukoyukiai \

eeeuuuuhm gimana yees, kan masih secret pair atuh. Huahahaha *evil. Makassssihhh yaa udah repiuwwww muaah.

Jimingotyesjam

iya aku juga gatau kenapa aku bkin sequel *apaan. makasih yaaaaa udah repiuw dan inilah kelanjutan dari epep gaje saya

jchimchimo

hiks hiks maafkan daku yang tak apdet apdet, banyak tugas dan harus bkin pkm aku mah gak bisa apa-apa huweee. huaaa makasih yaaaaa muaah muaaaah makasih udah repiuw dan inilah kelanjutan dari epep gaje saya

deshintamirna

iya dia mah seterong . sayangku ini udah lanjuuut. Makasih ya udh repiuuu

Iyaa huweeee dia jahat banget sih huweee *strees

chyu

Maaf sayangku ini udah lanjuuut. Makasih ya udh repiuuu

Guest

Maaf sayangku ini udah lanjuuut. Makasih ya udh repiuuu

Nakamichan

Kan belum tentu pairnya masih rahasia looh, heheh. Makasih ya udh repiuuu

imnobody95

Iya ya kaya kampes basah aja gantung huweeeee. Kan belum tentu pairnya masih rahasia looh, heheh. Makasih ya udh repiuuu

rossimarsita03

Iya horroorrr banget sama kayak daku yg lagi bkin pkm huweee malah kabur bkin epep . Makasih ya udh repiuuu

kumiko Ve

iya tuh coba deh kasih tau ke mereka *apaan. Makasih ya udh repiuuu :*

jungie nuna

iya pokoknya chim uke mah unyu, ntar dilihat aja ditunggu aja siapa yang beruntung dapetin si chim #Akuakuaku (ditabok). Makasih ya udh repiuuu

KhoerunNisa259

Iya aku juga berfikir sperti itu kenapa jadi chapter ya (-.- . Makasih ya udh repiuuu

ChimSza95

Iya nih ngebut kayak bemo(apaan). Maapin yaa aku juga lagi bingung huehehe, btwMakasih ya udh repiuuu

vchim

Iya nih gimana nasib Jungkook? Udah sama aku nih huahahaha *strees.

Diikutin aja yaaa hehehe Makasih ya udh repiuuu

ChiminChim

Iya ini udah nexttt huhuhu. Makasih ya udh repiuuu

Soyu567 : iya tuh shock banget atuuuh. Ini udah lanjuuut makasih ya udah repiuw

PikaaChuu : Tenang sabar, aku belum menyiksanya lebih banyak huahahah. *tae: sialannihauthor* iya dilihat aja yaa ntar sama siapa tuh si sexy cute chim