HISTORY OF LUHAN AND SEHUN

Chapter 2

WONDERFUL DAY!

Created by : manlylittledeer

Cast : Ooh Sehoon, Luhan, Kim Jongin, Hyuna

Pairing : HUNHAN /tentuu B)/

Rate : T (aman lah aman)

Length : chaptered

Genre : Drama, Romance

Disclaimer : semua cast milik Tuhan sama orang tuanya, aku cuma minjem nama. dan ini murni hasil imajinasiku bukan plagiat:)

WARNING! BOY X BOY! YAOI!

NO PLAGIARISM!

.

.

Luhan menekan remote televisi berusaha mencari acara yang menarik untuk ditonton, ia membanting remote itu kesofa. Sehun mendatangi Luhan dengan semangkuk ice cream dengan toppingnya, ia duduk disebelah Luhan. Sehun mengernyit melihat raut wajah kekasihnya yang sedang kesal

"Lulu, waeyo?" Luhan hanya menggeleng

"Ani Hunnie, hanya saja aku sangat bosaan!" Sehun tersenyum sambil mengelus pipi Luhan

"Sudah, sudah. Ini aku bawakan semangkuk ice cream untuk Baby Lu tersayang. Bagaimana kalau setelah ini kita ke taman bermain atau Lotte World atau Timezone mungkin? Agar Lulu tidak bosan?" Mata Luhan berbinar-binar saat Sehun menyebutkan semua tempat kesukaan Luhan, Luhan menganggukkan kepalanya dengan semangat sambil memakan es krimnya dengan lahap. Luar biasa, penawaran yang diberikan Sehun benar-benar membuat Luhan semangat. Es krim yang diberikan Sehun dihabiskan hanya dalam waktu sekejap. Sehun mengedipkan matanya tak percaya

"Aish Lulu, bagaimana kalau kau sakit jika makan secepat ini?" Luhan bangkit dari tempat duduknya sambil menggoyangkan badannya, persis seperti anak kecil. Luhan menarik tangan Sehun agar bangkit dari sofa

"Hunniee ayo kita ke Taman Bermain" Sehun menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Luhan, ia mengusak rambut Luhan dengan gemas

"Arraseo mylittledeer, bersiap-siaplah. Kau bahkan belum mandi dari pagi" Sehun menutup hidungnya dan mengernyitkan keningnya saat mencium bau badan Luhan, Luhan langsung mencium badannya

"Hunnie, aku bahkan tetap wangi jika tidak mandi dalam seminggu!"

"Itu tidak akan terjadi karena aku akan langsung memandikanmu, sayang"

"YA! HUNNIE MESUM!" Luhan langsung lari kedalam kamar mandi sedangkan Sehun hanya terkekeh

/SKIP TIME/

"Ayo Hunniee, cepatlah. Aku sudah tidak sabar bermain di taman bermain" Sehun merapikan bajunya dengan terburu-buru, menyisir rambut kesamping kemudian mendatangi Luhan yang sudah menunggunya diruang tamu

"Lulu, kau benar-benar seperti yeoja kecil yang baru pertama kali ketaman bermain." Luhan mem'pout'kan bibirnya mendengar penuturan Sehun, membuka pintu apartement mereka dengan muka ditekuk. Well, sebenarnya Luhan hanya bercanda tidak mungkin ia marah hanya karena hal kecil seperti itu. Sehun merangkul pinggang Luhan posesif

"Ow,ow,ow. Baby Lu jadi suka marah nih, lagi PMS ya?" Luhan mendelik kesal, ini baru benar-benar marah.

"YAK! AKU INI NAMJA OH SEHUN TERHORMAT!" Sehun mendongakkan kepala Luhan, mengamatinya dengan seksama

"Mata ini," Sehun menyentuh mata kiri Luhan dengan lembut, "Terlalu berbinar untuk seorang namja"

"Bibir ini," Sehun mengecup bibir Luhan sebentar, "Terlalu menggoda untuk seorang namja" Timbul semburat merah dipipi Luhan, "Tapi tetap saja Hunnie, aku ini namja!"

"Mungkin Tuhan salah saat memasukkan rohmu kedalam raga seorang namja." Sehun menggandeng tangan Luhan kedalam lift

"Apa-apaan itu. Pemikiran yang aneh." cibir Luhan, Sehun hanya terkekeh melihat tingkah laku Luhan

Ting! Pintu lift terbuka namun belum sempat Sehun dan Luhan keluar dari dalam lift tiba-tiba seorang yeoja dengan penampilan modis dan cukup seksi memeluk Luhan sambil menangis. Luhan yang terkejut hanya bisa terdiam sedangkan Sehun menatap yeoja itu bingung

"Oppa, aku putus asa. Aku bisa gila jika seperti ini terus" Sehun dan Luhan masih saja diam dan terpaku, Sehun yang terlebih dahulu sadar langsung melepaskan pelukan yeoja tersebut dari tubuh Luhan dan menarik mereka berdua keluar dari lift

"Maaf sebelumnya agashi, dia ini namjachinguku. Kau tidak bisa seenaknya memeluk dia tanpa izinku" Yeoja tersebut menatap Sehun dengan tatapan yang sulit diartikan, air mata terus mengalir dari pelupuk matanya. Eyeliner yang ia pakai luntur membuat sekitar matanya menghitam, Luhan yang daritadi terdiam menyentuh wajah yeoja tersebut

"Hyuna?" Yeoja yang ternyata bernama Hyuna itu mengangguk dengan isakan yang setia keluar dari kedua belah bibirnya, "Kau.." Luhan tidak bisa melanjutkan kata-katanya melihat keadaan Hyuna sekarang

"Oppa, tolong aku. Bolehkah aku berkunjung ke apartmentmu?" Hyuna menatap mata Luhan dengan tatapan berharap. Luhan yang mendapat tatapan tersebut terlihat berpikir kemudian menoleh ke arah Sehun yang terlihat kebingungan

"Err, itu," Luhan benar-benar bingung saat ini, "Aku sebenarnya ada rencana dengan Hunnie untuk ke Taman Bermain. Bagaimana kalau kau ikut saja? Tapi sebelumnya bersihkanlah make upmu itu. Seumur-umur baru kali ini aku melihat kau memakai make up?"

Fyi. Disini Hyuna lebih muda 2 tahun dari Luhan

Hyuna terlihat memikirkan tawaran Luhan sambil sesenggukan, "Okay aku ikut tapi aku membersihkan make up ini dulu oppa. Tunggu aku,ne?" Luhan mengangguk, Hyuna langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan makeupnya yang bisa dibilang sangat berantakan. Sehun yang daritadi hanya terdiam akhirnya angkat bicara

"Lu? Bisa kau jelaskan yeoja barusan itu siapa?" Luhan terlihat berpikir, merangkai kata untuk menjelaskan kepada kekasihnya ini agar tidak salah paham

"Dia hoobae ku saat aku berada di Senior High School Hunnie. Dia yeoja yang baik saat itu, aku cukup kaget melihat penampilannya barusan" Sehun mengangguk mengerti, ah hanya hoobae? Kau aman Sehun. Hyuna datang dari arah kamar mandi masih dengan sesenggukan, lipstik Hyuna terlihat sedikit berantakan, mungkin karena ia terlalu buru-buru. Luhan yang melihat hal itu langsung berinisiatif mengusap sudut bibir Hyuna dimana lipstik itu berantakan

Sehun yang melihat hal itu cukup kaget, oh rupanya rusa kecilnya memancing seorang Oh Sehun? Hyuna tersenyum setelah Luhan merapikan lipstiknya, "Gomawo Oppa!" Luhan hanya tersenyum

"Ayo kita berangkat!"

.

.

.

/At Train/

Posisi duduk saat ini benar-benar membuat Sehun gerah, Hyuna berada diantara Luhan dan dirinya. Hey, semestinya Sehunlah yang berada ditengah! Luhan menoleh kearah Hyuna

"Jadi, kenapa kau menangis tadi?" Hyuna menatap Luhan sedih kemudian menyandarkan kepalanya dibahu Luhan yang makin membuat Sehun panas sedangkan Luhan cukup kaget namun hanya membiarkannya saja.

"Hasil karya tulisku ditolak oleh Penerbit Sikwan oppa. Mereka mengatakan bahwa hasil tulisanku sama sekali tidak berbobot dan tidak pantas dibaca oleh masyarakat" Sehun melirik Hyuna, jadi yeoja genit ini seorang penulis?

"Memang hasil tulisanmu itu bercerita tentang apa Hyuna-ah?" Luhan menoleh kearah Hyuna membuat jarak antara bibirnya dengan bibir Hyuna begitu dekat

"Tentangmu Oppa!" Luhan langsung menegakkan badannya membuat Hyuna yang sedang menyenderkan kepalanya terpaksa harus bangun, "Mwo? Tentang aku?" Hyuna mengangguk dengan polos

"Ne oppa. Tentang kau dan Yuna dulu" Luhan menatap Hyuna malas, menggelengkan kepalanya tidak percaya

"Pantas saja penerbit tidak menerima hasil tulisanmu. Inspirasi ceritamu memang tidak berbobot Hyuna-ah"

"Tapi Op—"

"Yuna itu siapa Lu?" Luhan baru ingat bahwa Sehun sama sekali tidak tahu menahu tentang kekasihnya dulu itu

"Ah itu, ho-hoobaeku Hunnie" Hyuna mengangguk

"Dan salah satu kekasih Luhan Oppa dulu" tambah Hyuna yang membuat Luhan dan Sehun memelototinya

"Kekasih? Lu, kau tidak pernah bercerita kau pernah punya kekasih yeoja sebelumnya?" Luhan gelagapan sekarang, aish apa yang harus kukatakan

"Ah i-itu.."

Daegu Station, Daegu Station /author gatau apa kata-kata selanjutnya-_-/

"Ah sudah sampai, ayo keluar Oppa." Ajak Hyuna sambil menarik tangan Luhan, untuk pertamakalinya Luhan sangat bersyukur atas sikap tidak sopan Hyuna. Hyuna menggandeng lengan Luhan dengan erat sambil sesekali tertawa menunjuk pakaian seseorang yang terlihat aneh atau melihat tingkah laku para penumpang kereta bawah tanah lainnya. Sehun hanya mengikuti mereka dari belakang, sibuk memikirkan tentang mantan kekasih Luhan, Yuna.

Setelah keluar dari stasiun bawah tanah mereka harus naik bus sekali lagi baru bisa sampai didepan Taman Bermain. Luhan dan Hyuna duduk berdua didepan Sehun, Luhan menoleh kebelakang

"Hunnie, mianhae kau jadi duduk dibelakang" Sehun memandang Luhan datar

"Aku harap sesampai di apartment nanti setelah bermain kau bisa menjelaskan tentang Yuna" Luhan meneguk ludahnya kasar karena Sehun masih saja mengingat perkataan Hyuna, Luhan dengan terpaksa mengangguk kemudian menghadap kedepan kembali. Luhan agak terlonjak kedepan karena bus yang berhenti untuk menaikkan dan menurunkan penumpang di halte bus selanjutnya, seorang wanita hamil masuk kedalam bus yang mereka naiki dan karena keadaan bus yang penuh membuat wanita tersebut harus berdiri.

Luhan yang melihat hal itu langsung berinisiatif berdiri dan memberikan tempat duduknya kepada wanita itu, wanita itu tersenyum

"Ah kau sungguh namja yang baik, apakah yeoja ini yeojachingumu? Dia pasti sangat bahagia bersamamu" Luhan yang mendengar itu hanya tertawa kaku sedangkan Sehun menatap Luhan tajam. Hyuna terkekeh mendengar penuturan wanita itu

"Ahjumma, dia bukan namjachinguku. Dia sunbaeku" Wanita itu terlihat sedikit kaget

"Ah begitukah? Mian. Karena kalau ahjumma lihat kalian berdua terlihat serasi" Hyuna hanya tertawa mendengar penuturan itu. Ternyata ada Kim Jongin juga didalam bus itu, masuk berbarengan dengan wanita hamil tersebut

"Hoy Sehun-ah!" Sehun menoleh kebelakang dimana Kim Jongin a.k.a Kai sedang berdiri, "Kau sedang apa?" yang sangat bodoh. Sehun memandang Kai dengan malas

"Sedang duduk, apa kau tak lihat?" Kai memutar kedua bolamatanya

"Maksudku, kau ingin kemana naik bus, bodoh?" Sebenarnya yang bodoh disini siapa

"Aku akan ke Taman Bermain bersama Luhan dan hoobaenya" Kai manggut-manggut mengerti namun dia tersadar akan sesuatu

"Hoobae Luhan? Siapa?" Sehun tidak menjawab melainkan langsung menunjuk Hyuna yang duduk didepannya, "Aku boleh ikut? Kebetulan aku merasa terlalu gila karena tugas kuliah." Sehun terdiam mendengar pertanyaan Kai. BINGO! Kalau ada Kai ia bisa meminta tolong Kai agar menjauhkan Hyuna dari Luhan kemudian ia bisa menanyakan hal Yuna kepada Luhan. Kai, kau datang di waktu yang tepat

"Oh tentu saja kau boleh ikut Kai-ah," jawab Sehun, "Tapi bisakah aku meminta tolong kepadamu?"

/

/

/

-At Taman Bermain-

Luhan daritadi sama sekali tidak menyadari keberadaan Kai didalam bus sehingga agak terkejut melihat keberadaan Kai saat ini, "Oh? Kai sejak kapan kau datang?"

"Aku bahkan berada didalam bus daritadi hyung, masa tidak menyadari keberadaanku?" Luhan menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal sambil terkekeh, "kkk~ mianhae Kai-ah. Ayo masuk"

"Aku ingin naik wahana itu" ujar Luhan sambil menunjuk sebuah komidi putar, Hyuna yang berada disebelah Luhan langsung berujar

"Aku juga Op—" Namun kalimat Hyuna terpotong karena Kai langsung menyeretnya menjauhi Luhan dan Sehun, "Yak! Apa-apaan kau!" Kai berhenti menarik Hyuna saat dirasa sudah cukup jauh dari jarak pandang Luhan dan Sehun

"Kau ini. Setahuku yeoja itu adalah manusia yang lebih sensitif akan lingkungan sekitar tapi kau benar-benar tidak bisa menyadari situasi" Hyuna mendelik

"Mworago?!" Kai menghela nafas

"Baiklah, akan kujelaskan. Luhan dan namja yang bersama kalian itu adalah namjachingu Luhan, mereka berniat untuk kencan ke Taman Bermain ini lalu kau tiba-tiba datang begitu saja mengacaukan acara mereka" Kai memperhatikan mimik wajah Hyuna yang terlihat kaget, "Sudah kuduga, kau memang tidak sensitif.. err siapa namamu?"

"Namaku Hyuna. Apa mereka berdua," Hyuna terlihat tidak yakin, "pasangan gay?" Kai menjentikkan jarinya

"Yeoja pintar" Hyuna terlihat sedikit kaget mendengar kenyataan bahwa sunbae yang begitu ia sayangi adalah seorang gay!

"Benarkah?" tanya Hyuna sekali lagi, "Kau tidak bercanda?" Kai memutar bolamatanya malas

"Untuk apa aku berbohong bodoh." Hyuna mencibir mendengar ejekan Kai namun seketika memasang smirk

"Baiklah, aku tidak akan mengganggu mereka. Tapi," Hyuna menatap Kai intens, "Kau harus membantuku" Kai memandang Hyuna malas

"Apa?" Hyuna mendekat dan berbisik ditelinga Kai. Kai terlihat berpikir sejenak

"Itu terlalu berisiko untukku. Sehun bisa membunuhku" Hyuna berusaha membujuk Kai

"Aku akan traktir kau makan siang, bagaimana?" Mengingat keadaan dompet Kai yang bisa dibilang seperti musim kemarau maka Kai menyanggupinya

/

/

-Back to HunHan-

Luhan memandang Hyuna yang diseret Kai dengan cemas, "Sehun-ah mau dibawa kemana Hyuna sama Kai?" Sehun merangkul pinggang Luhan posesif

"Kau tak usah cemaskan hoobaemu itu. Dia aman dengan Kai" Sehun mengecup kening Luhan, "Ayo naik wahana itu" Luhan akhirnya mengangguk walaupun sedikit cemas mengingat Kai itu sangat mesum /._.v maafkan saya Kai/ Luhan memilih sebuah jerapah-jerapahan sedangkan Sehun sebuah macan. Sehun yang melihat hal itu terkekeh

"Baby Lu, wajahmu tak terlihat karena tertutup leher jerapah itu" Posisinya memang Luhan dibelakang Sehun sehingga jika Sehun menoleh kebelakang yang terlihat hanyalah leher jerapah. Luhan yang menyadari hal itu berinisiatif untuk mencari binatang lain namun tanpa diketahui Luhan komidi putar itu sudah mulai berputar, membuat keseimbangan Luhan oleng. Sehun yang melihat hal itu dengan sigap langsung menarik Luhan kearahnya. Sehun memundurkan bokongnya sehingga tersisa sedikit tempat didepannya

"Jja, kau didepanku saja" Luhan menggeleng malu, "Aish Hunnie, orang-orang memperhatikan kita" Sehun yang melihat Luhan hanya berdiri langsung mengangkat Luhan dan mendudukkannya didepan Sehun

"Yayaya! Hunnie, kau membuatku kaget" Sehun memeluk Luhan dari belakang

"Ah, begini lebih baik. Aku bisa menjagamu dengan aman" Luhan menundukkan kepalanya karena banyak pengunjung yang menunjuk kearah mereka sambil tersenyum

"Uh, aku membencimu Hunnie" Sehun memeluk Luhan semakin erat

"Arra,arra aku juga mencintaimu sayang"

Setelah adegan romantis-romantisan di wahana Komidi Putar, Sehun dan Luhan memilih untuk masuk ke dalam Istana Boneka. Luhan dan Sehun menaiki sebuah perahu kecil kemudian masuk kesebuah lorong yang disisi-sisinya terdapat berbagai macam boneka. Luhan terlihat sangat bersemangat

"Hunnie, pasti bonekanya sangat lucu" ujar Luhan, Sehun hanya menggumam membalas perkataan Luhan. Dimulai dari macam-macam boneka berbagai bangsa, Luhan menganga terkagum-kagum sedangkan Sehun bergidik ngeri

"Kau masih menganggap boneka-boneka ini lucu, baby Lu?" Luhan terdiam kemudian menggeleng

"Mereka sangat artistik. Bagaimana bisa dibilang lucu, wajah mereka sangat seram Hunnie," Luhan menoleh kearah Sehun, "Tapi ini keren!" Sehun menggelengkan kepalanya, memang istana boneka ini sangat bagus namun mimik wajah dari boneka tersebut sangat menyeramkan

Akhirnya setelah melihat seluruh koleksi boneka di dalam Istana Boneka, Sehun dan Luhan keluar dari wahana tersebut. Mata Sehun tertuju kepada sebuah wahana air, dimana pengunjung duduk disebuah perahu kemudian perahu itu melaju seperti rollercoaster namun perbedaannya ini melibatkan air juga sehingga pengunjung harus siap dengan baju yang basah

"Lu, ayo kita naik itu." Luhan menoleh kearah wahana yang dimaksud Sehun kemudian menggeleng dengan kecepatan maksimal

"Ani,ani,ani. Aku tidak mau Hunnie," Luhan melihat pengunjung yang sedang menaiki wahana tersebut dengan ngeri, "Itu tidak aman Hunnie" Sehun tertawa melihat Luhan yang ketakutan

"Jadi," Sehun tersenyum evil, "Kau takut Lu?" Luhan mendelik kesal

"Ya! Aku hanya ingin hidup lebih lama, itu saja" Sehun terkekeh

"Baiklah, karena aku masih membutuhkan dan mencintai kekasihku yang imut dan manis ini maka aku tidak akan memaksa. Jadi, kau mau naik wahana apa Lu?" Luhan yang mendengar penuturan Sehun hanya terkekeh dan bersyukur mempunyai kekasih yang begitu melindungi dirinya

"Bagaimana kalau kita beli ice cream?" Sehun terlihat berpikir sejenak

"Tidak, tadi pagi kau sudah cukup banyak memakan ice cream Lu. Aku tidak mau kau sakit" Luhan mendengus dan memalingkan mukanya, tidak mau menatap wajah Sehun. Sehun yang melihat Luhan mulai memasang wajah ngambek-mode-on tersenyum

"Hem, baby Lu merajuk?" Luhan mendelik dan tetap tidak mau memandang wajah Sehun, "Bagaimana dengan permen kapas?" Luhan menggeleng sambil cemberut

"The Chocolate Crepes?" Luhan terlihat berfikir sejenak namun tetap menggeleng, Sehun yang kehabisan akal akhirnya menghela nafas, "Arra,arra. Ayo kita beli es krim, tapi kalau kau sakit kau akan mendapat hukuman dariku Lu. Arraseo?"

Luhan mengangguk dengan gembira. Luhan dan Sehun mendatangi sebuah kedai es krim, Luhan membeli triplescoop with topping sedangkan Sehun hanya sesekali meminta es krim Luhan. Saking bersemangatnya memakan es krim membuat banyak es krim yang yang menempel disekeliling bibir Luhan, Sehun yang melihat hal itu tersenyum kemudian menjilat bibir Luhan

"Eh?" Luhan hanya bisa terdiam menahan malu karena Sehun masih saja menjilat bibirnya, setelah dirasa bersih Sehun menjauhkan wajahnya dari Luhan

"Nah, malaikatku sudah bersih sekarang"

"Aish dasar namja menyebalkan!" Luhan mempoutkan bibirnya malu, sungguh Sehun bisakah tidak melakukan hal-hal seperti itu di tempat umum? Sehun terkekeh

"Menyebalkan tapi kau suka dengan namja tersebut bukan?" Luhan menundukkan wajahnya malu

"Tidak! Siapa bilang aku suka?" Sehun membelalakkan matanya

"Jadi kau tidak menyukaiku Lu?" Sehun mengangkat dagu Luhan dengan mimik pura-pura sedih, "Jinjjayo?" Luhan mengangguk dengan mantap

"Aku tidak menyukaimu tapi aku mencintaimu Hunnie" Sehun tertawa dengan lebar

"Haa arraseo,arraseo sayangku. Ayo kita naik wahana lain"

Setelah itu Luhan dan Sehun menaiki beberapa wahana lain yang tentu saja tidak bermain dengan ketinggian karena Luhan benar-benar phobia dengan ketinggian. Hari semakin sore, sudah banyak wahana yang mulai tutup. Sehun dan Luhan berniat untuk pulang namun Kai dan Hyuna belum muncul sampai saat ini

"Sehunnie, dimana mereka? Tidak mungkin kita meninggalkan mereka pulang" Luhan terlihat cemas, ia menoleh kekanan-kiri berharap Kai dan Hyuna muncul. Sehun berusaha menenangkan kekasihnya tersebut

"Aku sudah menelpon Kai, dia sedang menuju kesini baby Lu. Jangan cemas lagi ne?" Luhan mengangguk pelan . Terlihat dari jauh Kai mati-matian melepaskan Hyuna yang terus menempel dengan dirinya

"YAYAYA! LEPASKAN TANGANKU YEOJA BODOH!" Sehun dan Luhan terkikik melihat Kai yang terus berusaha menjauhkan Hyuna

"Aish Oppa, ternyata kau tampan juga tadi saat menari. Aku akan membuat fans club untukmu!" Kai berjengit

"MWO?! Tidak,tidak,tidak!" Hyuna mengerucutkan bibirnya

"Arraseo, tapi aku tidak mau melepaskanmu sampai aku di rumah!" Kai memandang Hyuna datar sedangkan Hyuna menampilkan senyum kudanya

.

.

.

/skiptime/ /Luhan and Sehun's side apartment/

"Haha tadi lucu sekali Kai, Hunnie" Luhan masih tersenyum sendiri membayangkan wajah Kai

"Jika Kyungsoo melihat hal tersebut bisa kupastikan Kai tidak selamat baby Lu" Luhan tertawa mendengar penuturan Sehun. Luhan menggeliatkan badannya, menguap dengan lebar

"Ah aku sangat lelah Hunnie, aku tidur dulu ne?" Sehun tersenyum, ia menidurkan Luhan diatas ranjang kemudian memeluknya dengan lembut. Namun seketika Sehun teringat akan sesuatu

"Baby Lu?" Tidak ada jawaban dari Luhan

"Luhannie?" Luhan tetap tidak bergeming dari tidurnya

"Luhan" Luhan tetap berpura-pura tidur tanpa mempedulikan panggilan Sehun, ia yakin Sehun pasti ingin menyakan hal Yuna! Sehun tersenyum evil

"Aku tidur dikamar sebelah ne?" Luhan membuka matanya sedikit, ia merasakan pergerakan disampingnya kemudian terdengar pintu yang terbuka kemudian tertutup kembali. Luhan langsung bangkit dari tidurnya

"Uhh Hunnie, aku kan tidak berani sendirian"

"Aku tahu itu baby Lu maka aku harus berpura-pura untuk keluar dari kamar ini baru kau mau bangun dari tidur bohonganmu itu bukan?" Luhan sontak menoleh kearah Sehun yang duduk disofa dalam kamar tersebut

"E-eh Hunnie kau masih disini?" Luhan tersenyum gugup

"Bisa kau lihat sendiri bukan?"Luhan menundukkan wajahnya, malu karena tertangkap basah, "Lu, bisa kau jelaskan tentang Yuna?"

"Aish ne,ne aku akan menjelaskannya" Luhan menatap Sehun dengan sedih, "Yuna adalah mantan kekasihku, aku benar-benar mencintainya" Sehun terlihat tidak suka mendengar Luhan mengatakan hal tersebut

"Tapi aku sekarang mencintaimu Hunnie, wajahmu jangan seperti itu. Menyeramkan" Sehun tertawa kecil

"Baiklah, lanjutkan sayang" Luhan memelintir ujung bajunya

"Saat itu kami berniat untuk kencan berdua" Luhan terdiam sejenak,mengupas kembali lembaran masa lalu, "Namun taksi yang kami naiki terkena kecelakaan beruntun" Sehun yang mendengar hal tersebut terkesiap

"Tenang, Yuna tidak meninggal Hunnie, sungguh wajahmu sangat lucu" Luhan terkekeh walaupun air mata sudah mulai mengalir dipipinya. Sehun yang melihat kekasihnya menangis, langsung mendekat dan memeluknya

"Aku hanya mengalami luka-luka dan benturan dikepala namun Yuna mengalami gegar otak yang sangat parah. Ia melupakan segalanya, kenanganku bersamanya, teman dan keluarga terdekat tak ada yang ia ingat" Luhan terisak kecil, "Akupun saat itu masih tak sadarkan diri saat itu, Yunalah yang duluan tersadar dari tidurnya"

"Ia dirawat oleh seorang perawat tetapi perawat tersebut namja, perlahan Yuna mulai mencintai namja tersebut" Sehun memeluk Luhan dengan erat, "Disaat aku sadarkan diri, dan mengatakan bahwa aku adalah kekasihnya. Ia benar-benar tidak percaya, ia menjauhiku karena mengatakan jika dekat denganku kepalanya akan sakit. Ia berkata bahwa ia lebih nyaman dengan perawat namja tersebut. Sejak saat itu aku berusaha melupakannya dan aku bertemu denganmu Hunnie. Aku sangat bersyukur bertemu denganmu Hunnie" Sehun tersenyum senang

"Luhannieku, baby Lu. Aku lah yang beruntung bertemu denganmu. Aku sungguh mencintaimu sayang" Luhanmengecup bibir Sehun sekilas

"Aku lebih mencintaimu Hunnie"

"Aku lebih baby"

"Aku lebih lebih lebih mencintaimu Hunnie!"

"Hahaha arraseo arraseo. Sekarang tidurlah, kau lelah bukan?" Luhan menganggukkan kepalanya

'Jeongmal saranghae Sehun'

.

.

.

HUAHAHAHA SORRY LAMA APDET reviewnya sedikit sekalihh wkwkwk gapaplaah

udah ah lagi menggila nih liat VCr EXO'LuXion! coba kalian nonton astaga buset xiumin ganteng bangeeeeeettt soksok luka padahal lopelopeee huwaaaaaaa aku gilaaaaaa kawaannnn