Delicious Massage

Park Jimin & Min Yoongi

Other Cast : Kim Namjoon

Rate M

Warning : Boys Love/Yaoi, NC

Ff ini murni bin asli hasil pemikiran saya

Typo dan sebagainya harap menjadi maklum, alur gak jelas, penulisan berantakan juga mohon dimaklumi

Gak suka? Jangan baca yak :D

Enjoy for this story okey^^

Chapter 2

.

.

.

.

.

Ting tong~ Ting tong~ Ting tong~

"Eunggg"

Pemuda tampan itu menggeliat tak nyaman, kesal karena acara tidurnya diganggu oleh salah satu makhluk yang dengan brutalnya menghujami bel apartemennya. Jimin masih setengah sadar membuka matanya, tangannya menggapai jam weker diatas meja nakasnya kalau saja tak ingat dengan seseorang yang kurang ajar mengganggunya sepagi ini Jimin akan kembali menembus alam mimpinya, namun sayang sekali pagi ini ia kena sial. Dengan susah payah ia melangkahkan kakinya menuju depan pintu apartemennya. Tanpa melihat intercom yang terhubung dengan orang diluar Jimin langsung membukakan pintunya.

Cklek

"Yak bocah sialan lama sekali sih kau keluar dari kamarmu, kau tau aku sudah hampir mati kedinginan menunggu kau membukakan pintu sialan ini Aishhhh" jimin yang masih setengah sadar hanya memberengut kesal saat Namjoon bertubi – tubi melayangkan makiannya. "Hyung kau kan bisa ke kantorku nanti, kenapa harus sepagi ini sih kau datang hhhh" Jimin yang kesal karena acara tidurnya di ganggu balas memaki Namjoon. "tadinya memang aku akan membawakannya ke kantormu, tapi Seokjin hyung memintaku mengantarnya ke desa untuk menjenguk neneknya, jadi pagi ini aku harus mengantarnya ke apartemenmu, sudah deh yah aku harus berangkat sekarang, Seokjin hyung menungguku di bawah" Namjoon berbalik pergi saat setelah memberikan sebuah kotak berukuran sedang kepada jimin. Jimin yang sudah sepenuhnya sadar kembali berteriak saat Namjoon hendak memasuki lift "hyung voucher nya" Namjoon seketika mengurungkan niatnya memasuki lift saat jimin berteriak, perlahan ia kembali ke apartement Jimin "Ahh iya hampir saja aku melupakannya haha" Jimin memberikan 2 voucher belanja kepada namjoon "ini hyung dan terima kasih juga telah membawakan pesananku". "sama – sama tuan Park, aku jamin pemijat cantik itu akan memberikan nyanyian merdu untukmu" sebelah mata namjoon berkedip meledek Jimin kemudian ia pergi dari apartement Jimin dan memasuki lift. Jimin kembali masuk ke dalam apartementnya sambil membawa sebuah kotak yang diberikan namjoon untuknya, saat ia membuka penutup kotak tersebut terlihat sebuah botol kaca berukuran kecil berisikan cairan bening layaknya air mineral. Lalu diangkatnya botol itu dari dasar kotak oleh jimin dan teringat pesan Namjoon saat Jimin bertemu dengannya beberapa hari yang lalu.

Flashback

Jimin yang berjanji untuk bertemu dengan Namjoon di salah satu bar langganannya. Namjoon yang saat itu datang bersama kekasihnya Kim Seokjin segera mengahampiri Jimin yang sudah menunggunya di salah satu ruangan private yang Jimin pesan.

"Hyung cepat beritahu aku tentang ramuan ajaibmu itu?" Namjoon dan Seokjin yang baru saja mendaratkan bokongnya di sofa empuk ruangan private itu mendelik sebal ke arah Jimin. "Hey bocah, sabar dulu kenapa sih, kita kan baru aja datang, biarkan kita minum dulu dong" Seokjin yang sebal memarahi Jimin yang tidak sabaran itu, Namjoon tertawa sambil mencubit pipi Seokjin dengan gemas saat memaki jimin. Membuat Jimin memutar bolamatanya malas melihat adegan lebay teman – teman tertuanya itu.

"Begini jim, ramuan ajaib itu semacam obat perangsang namun cara kerjanya lebih dahsyat dari obat perangsang biasa, hanya tersentuh sedikit saja membuatnya panas, tapi efeknya tidak langsung bekerja saat itu juga, butuh waktu 20 menit sampai obat itu bekerja secara sempurna" namjoon menjelaskan panjang lebar dan ditanggapi anggukan mengerti oleh jimin.

Flashback Off

Jimin mengingat penjelasan namjoon dan seringaian maut kembali tercipta di bibir seksi nya.

Ia melihat jam dinding di ruang tamunya, waktunya dia kembali melanjutkan aktifitasnya. Jimin menyambar handuknya lalu memasuki kamar mandi.

Sebagai lajang ia terbiasa melakukan semua pekerjaan rumah sendiri. Dari memasak, merapihkan apartemen, mencuci bajunya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupannya ia kerjakan tanpa campur tangan pembantu, bisa saja Jimin menyewa mereka namun ia tidak suka orang yang tidak dikenalnya masuk menginjakan kakinya bahkan menyentuh barang – barang pribadi miliknya.

Selesai berpakaian rapih Jimin membuat sarapan roti bakar dan moccachino, sarapan yang cukup simple bagi Jimin mengingat dia adalah seorang CEO. Setelah itu ia bersiap menuju kantornya, tak lupa ramuan ajaib dari Namjoon dia masukan ke dalam tasnya.

Jalanan kota Seoul pagi hari memang selalu ramai, menandakan bahwa setiap makhluk yang hidup menjalankan kepentingan mereka masing – masing. Jimin mengendarai mobilnya membelah jalanan kota menuju kantornya, tak henti nya mengingat akan janji kencan(?) nya dengan seorang lelaki yang akhir – akhir ini sukses membuat letupan – letupan di dadanya, yaa si pemijat cantik itu Min Yoongi yang menurutnya masih terlalu dingin kepadanya. Tapi Jimin bersumpah akan membuat Yoongi bernyanyi dibawahnya.

Tidak terasa jimin sampai di depan kantornya, menghilangkan imajinasi liarnya di pagi hari ini, untung saja di jalan dia tidak tertabrak karena melamunkan Yoongi yang hampir saja membuat si adik kecil di balik celananya terdesak karena memikirkannya saja. Jimin pun berlalu memasuki kantornya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Berkas terakhir yang dibawakan oleh sekretarisnya sukses Jimin tanda tangani. Selepas sekretarisnya berlalu dari hadapannya Jimin melirik jam di pergelangan tangan kirinya.

"aku masih punya waktu 10 menit lagi" Jimin tersenyum lalu segera keluar menuju parkiran tempat mobilnya bertengger.

Di sisi lain Min Yoongi yang tidak lupa akan janjinya dengan Jimin, salah satu pelanggan pijatnya. Jika saja ada nominasi dengan lapang dada Yoongi akan menyematkannya kepada Jimin sebagai pelanggan paling sering berkunjung ke tempat pijatnya. Yoongi sudah menunggu Jimin di depan tempat praktek pijatnya, karena hari ini libur sehingga tempat pijatnya Yoongi tutup. Yoongi terlihat gugup, pasalnya semenjak aksi pelukan Jimin yang tiba – tiba kemarin dada Yoongi terus saja berdebar, padahal selama sesi pemijatan Yoongi tidak pernah merasakan dadanya berdebar saat tangannya menyentuh kulit Jimin.

"Sepertinya ada yang salah dengan jantungku" Yoongi memegangi dadanya lalu menggelengkan kepalanya saat merasakan debaran jantungnya.

Tin~ Tin~

Suara klakson mobil sontak membuat Yoongi terlonjak kaget pasalnya jantungnya masih saja berdebar, apa lagi saat ini orang yang baru aja Yoongi ingat sudah muncul di depannya.

"Hai Yoongi, kau sudah lama menunggu?" cengiran khas Jimin menyapanya saat jendela mobilnya terbuka. "Ahh t-tidak kok Jimin" Yoongi benar – benar gugup saat menjawab sapaannya, membuat Jimin gemas dengan tingkah Yoongi. Jimin kemudian keluar dari mobilnya menghampiri Yoongi yang masih berdiri di luar, hari ini Yoongi terlihat sangat manis dengan kemeja kotak – kotak biru dilapisi dengan sweater abu – abu bergambar kepala kelinci ditengahnya dan celana jeans pendek selutut menampilkan kulit kakinya yang mulus dan bersih tanpa noda. Membuat Jimin terus – terusan menelan ludah melihat Yoongi pasalnya penampilan Yoongi sangat berbeda dengan saat dia dalam sesi memijat, saat di dalam ruang pijat Yoongi memakai pakaian seperti kimono khas jepang dengan menutupi seluruh permukaan kulit tubuhnya yang tidak bisa Jimin lihat.

"Ayo masuk Yoongi" Jimin membukakan pintu mobilnya untuk Yoongi membuatnya merona akibat perlakuan Jimin yang menurutnya manis itu. "Terima kasih Jimin" saat yoongi sudah duduk Jimin menutup pintunya dan segera berlari menuju kursi kemudi.

Selama di perjalanan Jimin dan Yoongi tidak banyak bicara. Namun jimin tidak bisa membiarkan suasana diam ini terus melingkupi keduanya, dengan memberanikan diri Jimin membuka suaranya.

"E-em kau sungguh cantik hari ini Yoongi"

"Eh?" Yoongi menoleh ke arah Jimin, pernyataan Jimin semakin membuat jantung yoongi bergemuruh. Harusnya Yoongi marah karena Jimin menyebutnya cantik, Hellow Yoongi itu 100% laki – laki walupun parasnya yang cantik melebihi wanita – wanita lain. /maka dari itu saya juga minder ama yungi -_-/

Namun entah kenapa Yoongi malah suka, lihat saja kedua pipinya yang seudah semerah buah cherry. Membuat Jimin semakin gemas dengan Yoongi, kalau saja Jimin tidak sedang menyetir sudah dikecupin kedua pipi Yoongi. tapi setidaknya Jimin harus bersabar sampai rencananya berhasil.

.

.

.

Mobil Jimin memasuki sebuah restoran khas italia, Yoongi memandang kagum bangunan mewah dihadapannya. Jimin tersenyum melihat Yoongi. "Apa kau suka?" Yoongi menoleh lalu menganggukan kepalanya sambil terseyum. Membuat Jimin semakin terpesona melihatnya.

Jimin dan Yoongi berjalan memasuki restoran disambut oleh salah satu pelayan yang mengantarnya menuju tempat duduk yang kosong, lalu pelayan yang lain datang memberikan sebuah buku yang berisikan menu – menu khas Negara yang terkenal akan spaghetti nya itu. Yoongi membolak balikan buku itu dengan bingung, Jimin yang melihat raut wajah Yoongi bertanya "Ada apa Yoongi?". "Eum i-itu aku bingung memilih menu apa" dengan canggung Yoongi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jimin tersenyum lalu memilihkan menu yang cocok untuk Yoongi "bagaimana dengan Fettucine? Kau pasti suka" sambil memperlihatkan menu yang dipilihkan Yoongi mengangguk "Baiklah" Jimin pun memesan menu yang sama dengan Yoongi.

"Baik 2 porsi Fettucine, silahkan ditunggu pesanannya tuan" pelayan itupun pergi setelah menuliskan menu yang dipesan. Tak lama kemudian pelayan itu datang kembali dengan kedua tanganya yang membawa pesanan Jimin dan Yoongi.

"Silahkan menikmati tuan"

"Terima kasih" jawab jimin dan yoongi berbarengan.

"Em Jimin, aku permisi sebentar ke toilet" Jimin menoleh lalu mengangguk saat yoongi bangun dari tempat duduknya segera menuju toilet yang letaknya tepat di samping kasir restoran. Jimin terus memperhatikan Yoongi sampai menghilang di balik pintu toilet, lalu Jimin mengeluarkan sesuatu dari balik jas yang dipakainya, sesuatu itu adalah botol kaca pemberian Namjoon pagi tadi, Jimin membuka penutupnya lalu menuangkan seluruh isinya kedalam piring Yoongi yang belum sempat tersentuh itu, dari kejauhan Jimin melihat Yoongi keluar dari toilet dengan segera dia memasukan kembali botol kaca itu kedalam jasnya.

"Sudah?" Jimin yang bertanya hanya dibalas dengan senyuman kecil yoongi. Jimin dan yoongi kembali menyantap makan malam mereka. Jimin tertawa saat melihat noda saus krim di ujung bibir Yoongi, Yoongi yang heran melihat tingkah Jimin pun tak segan untuk bertanya "Ada kau menertawakanku?". Jimin seketika menghentikan tawanya lalu memandangi tepat di bagian bibir Yoongi. "Kau ini seperti anak kecil saja Yoongi" sambil tersenyum geli Jimin menghapus jejak saus krim yang menempel di ujung bibirnya, membuat kedua pipi Yoongi kembali memanas dan jantungnya kembali menebar ledakannya. Yoongi tersenyum malu.

Setelah acara makan malam, Jimin membawa Yoongi berkeliling taman kota. Malam itu suasana di taman tidak terlalu ramai pengunjung. Yoongi duduk di salah satu kursi panjang taman, menunggu Jimin yang membelikannya minuman hangat untuknya. Tak lama Jimin datang dengan kedua tangan membawakan cup coffe berukuran sedang.

"Untukmu" Jimin menyodorkan satu cup coffe untuk Yoongi.

"Terima kasih" Yoongi tersenyum sambil mengalihkan kopinya dari tangan Jimin.

Jimin dan yoongi duduk berdampingan sambil menyesap kehangatan coffe itu tanpa banyak bicara. Sesekali Jimin melirik Yoongi yang masih anteng berdiam diri tanpa banyak bicara. Namun saat mata Jimin tidak lagi beralih ke Yoongi, diam – diam Yoongi merasakan sesuatu yang aneh dari balik celananya. Yoongi bergerak gelisah saat dirasa bagian selatan tubuhnya berkedut. Jimin yang melihat efek obatnya mulai bekerja diam – diam tersenyum. Lalu jimin menepuk pundak Yoongi dengan wajah seolah – olah Jimin tidak tau apa – apa "Yoongi kau kenapa?" sontak membuat tubuh yoongi bergetar akibat sentuhan Jimin. "E-engga ada a-apa apa Jimin, a-aku ingin pu-pulang saja" Keringat sudah membanjiri wajah cantik Yoongi, ia merasa sangat kepanasan, padahal cuaca malam itu sangat dingin. Yoongi pun berdiri gugup lalu berjalan mendahului Jimin menuju mobil Jimin yang terpakir di depan gerbang taman. Jimin kembali menampilkan seringaiannya lalu berlari mengejar yoongi didepannya. Jimin menarik tangan yoongi memasuki mobilnya semakin membuat Yoongi bergerak gelisah. Sumpah demi tuhan Yoongi tidak mengerti dengan perubahan tubuhnya, kenapa dia jadi mudah terangsang hanya karena Jimin menyentuhnya?

Sesuatu diselangkangannya semakin berkedut saat dengan sengajanya Jimin memasangkan safety belt pada tubuh Yoongi, tubuhnya bergesekan dengan tubuh Jimin. Jimin tersenyum melihat sesuatu dibalik celana Yoongi mulai mengembung. Tanpa persetujuan Yoongi jimin melesat membawanya ke apartemen miliknya. Setelah sampai diparkiran Jimin memarkiran mobilnya, namun tidak langsung turun.

Yoongi yang bingung Jimin membawanya kemana melayangkan protesnya.

"Ini dimana jim- Mphh…" belum sempat Yoongi meneruskan kalimatnya, Jimin sudah membungkam mulut Yoongi dengan mulutnya, Yoongi mendorong Jimin hingga bibir mereka terlepas, namun Jimin kembali membungkus bibir Yoongi dengan bibirnya. Dan kali ini tidak ada penolakan dari Yoongi. obat perangsang itu sudah mengambil alih tubuh Yoongi, membuat Yoongi ingin mendapatkan perlakuan lebih dari Jimin. Jimin yang sudah mengerti menarik tangan yoongi keluar dari dalam mobilnya menuju apartemennya.

Nafsu sudah membuat mereka lupa diri, bahkan saat didalam lift pun jimin tidak henti – hentinya membungkam bibir Yoongi untung saja keadaan apartement malam itu cukup sepi, sehingga memungkinkan aksi mereka tidak terlihat oleh orang lain. Sesampainya di depan pintu apartemennya Jimin menekan password nya dan-

Cklek

Pintu apartemen terbuka, Jimin kembali menarik tangan yoongi untuk masuk dan kembali menutup pintu apartemennya, lalu ia kembali melancarkan aksinya membungkus bibir yoongi dengan bibirnya, membelitkan lidahnya pada lidah yoongi, mengeksplor langit – langit mulut Yoongi, dan kembali menghisap mulutnya "Hngg" terdengar bunyi erangan merdu dari mulut Yoongi, membuat Jimin semakin bersemangat berbuat lebih. Tanpa sadar tangan Yoongi menarik kedua tangan Jimin beralih pada selangkangannya yang masih terbungkus celana. lalu Jimin menurunkan ristleting celana Yoongi dan mengambil posisi berjongkok dihadapan selangkangan Yoongi, dengan perlahan Jimin menurunkan kain yang tersisa untuk menutupi daerah kejantanan Yoongi, Jimin menenggak ludahnya saat kejantanan Yoongi menampar wajahnya, membuat Yoongi merona akibat tatapan Jimin yang tidak berkedip melihatnya. Jimin meraih batang Yoongi lalu mengulumnya tanpa aba – aba terlebih dahulu. Yoongi yang berdiri meremas rambut Jimin dibawahnya melampiaskan kenikmatan akibat sentuhan mulut Jimin pada batangnya.

"Ahh~ Ahh.. Ahh..~ Nghhh…" Yoongi mendesah nikmat saat Jimin mempercepat tempo kulumannya, Jimin menyeringai saat memperhatikan wajah Yoongi diatasnya. Jimin terus mengulum batang Yoongi sesekali menggigitnya membuat yoongi memekik nyeri karena gigitannya.

"Jimh~ Cum Cum Ahh~" Yoongi mendorong kepala Jimin saat klimaks pertamanya datang. Jimin berdiri lalu menekan tubuh Yoongi kebawah menghadap selangkangannya.

"Giliranmu baby~" Yoongi yang mengerti langsung menurunkan celana jimin dan mengulum batangnya seperti yang Jimin lakukan. Mulut kecil Yoongi tidak mampu menampung seluruh batang Jimin yang besar itu, membuatnya hampir saja tersedak.

"Ouhhh" Jimin melolong layaknya serigala saat merasakan kenikmatan menjalar pada batangnya didalam mulut Yoongi.

"Eumhh Eumh" Yoongi mengerang sambil mempercepat tempo kulumannya pda batang Jimin.

"Cum baby~ Ahhh~" Yoongi berhenti dan menjauhkan mulutnya dari batang Jimin saat klimaks pertama Jimin juga datang. Jimin lalu menarik tangan Yoongi membawanya ke dalam kamar.

Bughh

"Ackk" Yoongi memekik saat tubuhnya didorong oleh Jimin ke atas ranjang berukuran king itu. Keadaan tubuh Jimin sudah naked entah kapan dia melepas bajunya, kemudian ia merangkak menaiki ranjangnya dan membuka semua helaian kain yang membungkus tubuh Yoongi. lalu membalikan tubuh Yoongi agar berbaring terbalik.

"Kali ini aku yang akan memijatmu Yoongi" Jimin berbisik tepat ditelinga Yoongi, membuat Yoongi merinding mendengarnya. Jimin kembali menuruni ranjangnya mengambil sebuah botol berwarna biru yang berisi minyak beraroma anggur, lalu kembali ke ranjang dimana Yoongi telah berbaring. Jimin membuka penutupnya dan menuangkan isinya pada punggung Yoongi.

"A-apa itu jimin?" Yoongi yang merasa sesuatu yang dingin menyentuh permukaan kulit punggunnya.

"Kan sudah aku bilang, aku akan memijatmu Yoongi" Jimin kembali mendekatkan bibirnya pada bibir Yoongi, menghisapnya, membasahi kembali bibir Yoongi yang sudah kering. Lalu jimin beralih ke punggung Yoongi, meratakan minyak yang dituangnya tadi hingga memenuhi tubuh Yoongi, Jimin memijat bahu Yoongi, meremasnya seperti yang sering Yoongi lakukan untuknya.

"Ahhh~" Yoongi mendesah nikmat saat Jimin meremas bokongnya. Tidak hanya meremasnya Jimin juga menjilati hole Yoongi yang berwarna merah muda itu, sungguh sangat menggoda bagi Jimin.

Kemudian Jimin kembali merubah posisi Yoongi, kini Yoongi berbaring terlentang di bawahnya dengan keadaan batang yang menjulang keatas. Jimin kembali menuangkan minyak beraroma anggur itu ke tubuh Yoongi, meratakannya hingga ke seluruh permukaan kulit Yoongi. Jimin meremas bagian nipple Yoongi kemudian menghisapnya. Yoongi meremas kembali rambut Jimin yang bermain – main pada nipple nya.

Puas dengan pijat memijat tubuh Yoongi, Jimin kemblai menuangkan minyaknya pada batang kemaluannya. Dan segera menerobos masuk hole Yoongi tanpa penetrasi terlebih dahulu.

"Arghhhhh"

Yoongi memekik saat batang Jimin yang besar itu mencabik – cabik dinding terdalamnya. Tanpa terasa darah segar mengalir dari hole Yoongi, membuat bibir Jimin melengkungkan senyumnya. Ternyata Yoongi masih perawan /Perjaka ketang -_-/. Jimin semakin bangga karena dia satu – satunya yang menerobos pertama lubang kenikmatan Yoongi. Jimin membelai rambut Yoongi yang telah basah oleh keringat padahal mereka belum memulai inti permainan, mungkin efek obat perangsangnya yang membuat Yoongi kepanasan, pikir Jimin.

"Tenang Baby, bernyanyilah untukku" Jimin kembali mengecup bibir Yoongi menenangkannya. Yoongi yang mulai merasa tidak nyaman karena batang Jimin yang sudah menembus lubangnya tidak bergerak. "Hngg bergeraklah Jimin" Yoongi dengan canggung memberikan lampu hijau agar Jimin segera bergerak di dalamnya. Jimin pun tersenyum seraya mengangguk "Baiklah baby~ gigit pundakku jika kau merasakan sakit" Jimin mulai bergerak mendorong batangnya di dalam lubang Yoongi sambil memeluk erat Yoongi dibawahnya.

"Ahhh~ Ahh~ Hnggg…" Yoongi mendesah saat Jimin berhasil menemukan titik sensitive didalamnya membuatnya semakin mempererat pelukannya agar jimin mempercepat tempo dorongannya.

"Ahhh~ Jimhh Fasterhh… Nghhhh"

Desahan merdu yang keluar dari mulut Yoongi semakin membuat Jimin terus melajukan batangnya menerobos prostat Yoongi. "Eunghhhh" Jimin menggeram saat lubang Yoongi menghimpit batangnya membuatnya ngilu tak tertahankan.

"Jimhh Cum" Yoongi merasakan klimaks keduanya datang, membuat Jimin terus menggenjot Yoongi dengan cepat. "Sebentar lagi baby~ Unghh" Jimin kembali mengerang saat dirinya belum mencapai klimaksnya, keringat penuh serta minyak bersatu membanjiri tubuh keduanya.

"Cepathh Jimhh Ahh~"

"Ahhhhh~" Jimin dan Yoongi berhasil pada klimaks kedua mereka. Belum puas Jimin kembali membalikan badan Yoongi berbaring. Membuat Yoongi yang menutup matanya lelah akibat klimaks keduanya kembali memekik kaget.

"Yak hentikan Jimin aku lelah"

"Tapi aku tidak baby~" Jimin membalikan kepala Yoongi menghadapnya dan kembali menghujami bibirnya dengan bibir Yoongi, Yoongi yang kembali terbawa nafsu membalas ciuman Jimin yang nakal itu. Beralih ke pundaknya dan membuatkan satu tanda pada tubuh Yoongi.

"Ahhh~" Lolosan desahan kembali terdengar saat jimin mulai memasukan lagi batangnya pada lubang Yoongi. Jimin mengangkat tubuh Yoongi agar menungging. Ceritanya Jimin ingin mencoba gaya doggy style yang terkenal itu. /ini jimin yang mesum apa gue yak? Haha/

Jimin terus menggenjot batangnya pada Yoongi hingga kembali menemukan titik sensitive Yoongi yang mulai bersahabat dengan Jimin. *Eakkk*

"Unghhhh Ahhh~ Hnnn" Yoongi terus mendesah membuat Jimin mempercepat genjotannya.

"Jimhh Ahh~ Cum Cum" klimaks ketiga Yoongi pun sampai namun jimin masih terus menggenjotnya hingga–

"Ahhhhh" Jimin ambruk menindih tubuh mungil Yoongi saat dirinya juga mencapai klimaks ketiganya. Tanpa mengeluarkan batangnya dari lubang Yoongi, Jimin memeluk Yoongi yang mulai terlelap karena kelelahan seusai pertempuran panas sampai membuatnya klimaks tiga kali. Jimin mengecup puncak kepala belakang Yoongi "Kau milikku sekarang Yoongi" kemudian Jimin menyusul Yoongi terlelap.

.

.

.

.

.

"Eunghhh" pagi itu Yoongi bangun dan menggeliat tak nyaman saat sesuatu menghimpit tubuhnya. Namun bukan hanya itu, batang Yoongi kembali mengeras akibat pergerakannya kecil yang dia lakukan, karena batang milik Jimin masih menancap dengan sempurna pada lubang Yoongi. Yoongi melepaskan tangan Jimin yang memeluknya dan hendak mengeluarkan batang jimin pada lubangnya namun tertahan oleh tangan Jimin, Yoongi waspada.

"Selamat Pagi Yoongi, apa tidurmu nyenyak hmm?" Jimin menyapa Yoongi dengan mata yang masih terpejam "Lepashh Jimin uhh sesakk" Yoongi yang merasa sesak kembali menggeliat di dalam pelukan Jimin. Namun Jimin semakin mempererat pelukannya. "Ssttt.. tetaplah seperti ini" Jimin kembali memeluk Yoongi namun kali ini tubuh Yoongi berhadapan dengan Jimin, membuatnya merona melihat wajah tampan Jimin. Apalagi tubuh mereka masih dalam keadaan naked. Jimin membuka matanya menatap Yoongi didepannya dengan senyuman tampannya, membuat Yoongi berkedip lucu dan merasakan kedua pipinya kembali merona melihatnya. Dengan gemas Jimin kembali mempertemukan bibirnya pada bibir Yoongi yang manis, membelitkan lidahnya pada lidah Yoongi, Mencampurkan kembali air liurnya dengan air liur Yoongi. Lagi – lagi sesuatu milik Yoongi mengeras kembali, dan batang Jimin yang masih berada didalam lubang Yoongi terasa membesar didalamnya. Jimin kembali memposisikan tubuhnya diatas Yoongi dan segera menggenjot kembali batangnya didalam Yoongi.

"Ahhh~ Ahh Jimhh inih masih pagih Ahh~" Yoongi meracau dibarengin oleh desahannya dari suaranya yang serak khas orang bangun tidur. "Itu lebih baik baby~ anggap saja kita olahraga hmm" Jimin menyibakan rambut Yoongi yang menutupi keningnya dan menciumnya.

"Ahhh~ Ohhhh Jiminhhh.. Hnghh~…" Yoongi terus mendesah memanggil nama Jimin.

"Unghhhh Cum Jimh Hnn…."

"Ahhhhhh~" Jimin dan Yoongi mendesah berbarengan saat mendapatkan klimaks pertama mereka di pagi hari. "Olahraga pagi seperti itu bukankah lebih menyenangkan hmm?" pernyataan Jimin sontak membuat pipi Yoongi kembali merona dan dengan malu – malu Yoongi pun mengangguk mengiyakan. Membuat Jimin mencubit pipinya gemas lalu Jimin kembali mengecup bibir Yoongi dan memeluknya.

"Saranghae Min Yoongi" Jimin berbisik di telinga Yoongi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

END ehhh Masih TBC ketang /ditimpuk/ Haha

Holla lagih yahh~ Gimana? Masih kurang panas juga? duh saya bener – bener kepanasan loh ngetiknya juga Wkwk

Oya kecepetan kagak updatenya? Takutnya kalian bosan karena terlalu cepat menunggu Haha

Ceritanya kagak nyambung yah? Haha maklum lah yah saya emang gg bakat nulis sih T.T

Dan tak lupa rasa terima kasih sebanyak – banyaknya kepada para Readers sekalian yang sudi membaca hasil tulisan saya ini, meramaikan kotak Reviews saya, bahkan jikalau ada Siders yang membaca tulisan ini saya ucapkan terima kasih juga sedalam – dalamnya. *Bow*

Cucur *ehh Jujur saya terharu bingits melihat review – review manis kalian, jadi gini yah rasanya membuat fanfict Hahahaii :D

Terima Kasih juga atas saran – sarannya, saya akan berusaha lebih baik lagi memperbaiki tulisan – tulisan yang akan datang Hehehe

Mohon mangapps saya gak bisa menghadirkan orang ketiga keempat dan seterusnya yang pada dasarnya mengganggu hubungan manis Jimin dan Yoongi, tadinya sih pengen gitu ada slide JiKook atau TaeGi but kalo JiKook jujur sih saya baper,baca aja udah baper apalagi nulis dan satu lagi saya juga takut ama emaknya Kookie *Tunjuk Phyl* Wkwkwk

Tapi Insya Allah saya akan coba nulis Genre – genre yang baperin gitu Haha

Sekali lagi terima kasih banyak atas semangat yang kalian berikan /tebar dollar/ :p

Dan juga teman – teman satu perjuangan(?) MinYoon Shipper yang berteman dengan saya di manapun Socmednya Haha Kalian luar binasaaa *ehh Biasa kamsudnya :D *Luv u beibeh*

Ahh ya ampun kebanyakan ngemeng nih saya.. maafkeun *bow* hehehe

Oke deh See U next Chap~

Paipai

Salam Manis semanis diriku Hoho

Dyah Cho