Falling U
By Rajabmaulan
Disclaimer: Naruto and its contents only belong to Masashi Kishimoto.
Rate ® T
Cast © Sasuke Uchiha x Hinata Hyuuga x Kakashi Hatake
Warning OOC, AU, TYPO,
DON'T LIKE DON'T READ!
.
.
Hinata tersenyum maklum jika ada yang bertanya pada dirinya kenapa ia dan Sasuke putus. Karena mereka tidak berani langsung bertanya pada Sasuke. Jangankan bertanya, mereka saja tidak pernah bicara dengan Sasuke sebab Sasuke tidak pernah menghiraukan mereka.
Sasuke type pria pendiam, meski termasuk dalam mahasiswa populer. Sasuke jarang punya teman, temannya bisa dihitung dengan jari. Yang paling sering berbicara dengan Sasuke hanya Naruto dan Sakura jadi wajar saja jika mereka takut untuk berbicara dengannya.
Semenjak ia putus dengan Sasuke, ia sering sekali mendengar kabar burung tentang Sasuke, salah satunya tentang Sasuke yang selalu menerima permintaan gadis-gadis yang ingin berkencan dengannya. Hinata senang mendengarnya namun sebagian dari hatinya berharap Sasuke belum melupakannya.
Hinata menggelengkan kepalanya berusaha membuang pemikiran itu. Ia tidak boleh egois, ia harus senang karena Sasuke sudah melupakannya dan memulai lembaran baru bersama dengan gadis lain. Benar, Sasuke berhak bahagia meski tidak bersama dirinya.
Hinata tersenyum manis dan berjalan menyelusuri koridor kampus. Tanpa sengaja ia berpapasan dengan Sasuke. Ia terkejut melihat Sasuke menggandeng seorang gadis bersamanya. Matanya tak bisa lepas dari Sasuke dan gadis itu. Hinata mencengkeram dadanya yang tiba-tiba terasa sakit, Hinata memegang pipinya yang basah oleh air mata.
"Kenapa aku menangis?" Ujarnya terkekeh pelan. Hatinya terasa semakin sakit melihat Sasuke membiarkan gadis itu memeluk erat pergelangan tangannya.
***T- ® ***
Sasuke menatap datar dan menulikan telinganya mendengar ocehan gadis disampingnya, Sasuke tidak peduli, ia bahkan tidak mengetahui nama gadis yang sedang bersamanya. Sasuke menarik ujung bibirnya, menyeringai menanggapi perubahan signifikan pada dirinya semenjak putus dari Hinata.
Dia berubah. Dirinya bukan lagi Sasuke yang dulu lagi.
Mati itulah kata yang tepat untuk menggambarkannya sekarang.
Dia sudah mati semenjak Hinata memilih Kakashi dibandingkan dirinya. Dia terpuruk, terluka, langit seolah runtuh menimpanya dan membuat dunianya hancur, hidupnya berantakan tanpa Hinata disampingnya, dia pergi, Hinata meninggalkannya dengan memberi luka yang sangat dalam sehingga Sasuke tidak bisa bertahan.
Goodbye, adalah kalimat yang selalu mengganggunya, ia tidak sanggup mengatakan salam perpisahan pada gadisnya. Bahkan saat Hinata meminta maaf dan mengakui kesalahannya, Sasuke tak sanggup melihatnya. Ia lebih memilih pergi tanpa mengatakan apapun pada Hinata dan terus menghindari sang gadis. ia tak sanggup bertemu dengan Hinata, setiap melihat Hinata, Sasuke akan selalu teringat penghianatan yang Hinata lakukan dan Sasuke membenci itu. Sasuke mencintainya, ia terlalu mencintai Hinata dan hampir gila karenanya dan berharap siapa pun bisa menolongnya dari perasaan yang sangat menyakitkan dan menyesakkan ini.
Dan mungkin menerima ajakkan dari gadis-gadis yang mengejarnya akan membuatnya bisa melupakan Hinata tapi yang terjadi malah sebaliknya, dia malah semakin merindukan kehadiran Hinata disisinya.
Sasuke sedikit terkejut saat berpapasan dengan Hinata, dia alihkan pandangannya melihat gadis disampingnya. Sasuke tersenyum ke gadis itu dan berjalan mengabaikan Hinata. Dia berusaha keras tidak memperdulikan Hinata namun tubuhnya mengkhianatinya. Ia berhenti dan menengok kebelakang.
Sasuke terdiam tidak bergerak, luka yang berusaha ia obati kini terbuka kembali melihat Kakashi membelai pipi Hinata. Sasuke mengepalkan tangannya menahan rasa sesak dan sakit bersamaan. Hatinya semakin perih menyadari Hinata terlihat sangat bahagia bersama Kakashi, dadanya sangat sesak hingga membuatnya kesulitan bernafas, ia butuh udara, sangat membutuhkan udara untuk bernafas.
Sasuke menghempaskan tangan gadis itu dan pergi menjauh dari sana sehingga membuat gadis disebelahnya berteriak namun Sasuke tidak memperdulikannya. Dia terus berjalan menjauh dari pemandangan yang menyakitkan itu.
***T- ® ***
Kakashi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Hinata, Kakashi tersenyum senang melihat Hinata berada diujung sana. Ia mendekat menghampiri gadisnya. Ia menepuk pelan bahu sang gadis namun tidak ada reaksi apa-apa dari Hinata.
Kakashi menaikan alisnya bingung dan mengarahkan pandangan memandang apa yang sedang Hinata lihat. Kakashi mendecih melihatnya, ia menatap tajam kearah Sasuke dan berbalik menatap Hinata. Kakashi tersenyum manis mencoba mengalihkan Hinata dari Sasuke.
Hinata tersentak melihat Kakashi sudah ada didepannya, ia pun langsung menghapus air matanya namun Kakashi memegang pipinya terlebih dahulu. Ia membelai wajah Hinata, dan menghapus bekas air mata dipipi.
"Kau menangis?"
"Tidak, tadi ada debu masuk kedalam mataku." Dusta Hinata menggeleng pelan. Kakashi mengangguk mengerti, dia pun mendekat dan menium mata Hinata.
Hinata memerah, ia tersipu malu melihat banyak orang memperhatikan mereka berdua. "Kakashi," tegur Hinata merah padam. Kakashi terkekeh pelan, ia tidak tahan melihat wajah imut Hinata, ia pun mencubit gemas pipi chubby gadisnya hingga membuat Hinata mengembungkan pipi. Lantas Kakashi pun tertawa melihat wajah Hinata. Segera saja Hinata mendelik melihat Kakashi. Hinata mendengus kesal dan mengerucutkan bibir, ia pun langsung mencubit pinggang sang pria dan membuat Kakashi mengaduh kesakitan.
Hinata terkikik pelan mendengarnya. Ia tertawa pelan mendengar suara Kakashi.
Kakashi tersenyum lega memperhatikan Hinata yang tengah tertawa pelan. Setidaknya Hinata sudah tidak memikirkan Sasuke, pikir Kakashi. Ia menggenggam tangan Hinata dan membawa sang gadis pergi.
***T- ® ***
