kmldr100 's present

krisho/fanmyun/leadercouple-My girlfriend is Hapkido Atlet Chapter 2

warn exofic/krisho-fanmyun/genderswitch uke/typo's!

©All cast belong to themself, and this fic purely belong to my self

for beloved 100's couples shipper!

.

.

Enjoy!

.

.

"Ugh!"

Kris terpaksa pulang kerumah orangtuanya, sebab ibunya yang tiba-tiba ngomel karena mendengar puteranya ini tidak berbicara dengan baik saat ditelepon dan banyak mengerang kesakitan.

"Kamu ini bagaimana? Belajar yang benar, bukannya tawuran!" Kesal perempuan paruh baya ini, sambil mengoleskan krim dipipi lebam puteranya.

Kris hanya sweatdrop mendengar 'tawuran' terlontar dari bibir ibunya. Entah kenapa, ia jadi heran sendiri. Mengapa para perempuan suka sekali menuduh semau mereka?

"Aku bukannya tawuran, Ma!" Kesal lelaki itu, mengundang cibiran dibibir nyonya besar Wu.

"Apanya? Kamu mau bilang kalau kamu pergi kekampus naik sepeda terus tertabrak tiang listrik? Begitu? Alasan basi.."

Kris lagi-lagi sweatdrop mendengar perkataan ibunya barusan. Sejak kapan ibunya jadi gaul begini? Dan sejak kapan orang naik sepeda bisa tertabrak tiang listrik? Bukankah yang benar menabrak, bukannya tertabrak?

Sejak kapan tiang listrik bisa menabrak sepeda dan manusia?

"Mama ini ngomong apa sih? Siapa yang bilang kalau alasanku begitu," Kris merengut sambil bercermin, memperhatikan lebam dipipi kanannya makin menjadi-jadi. Padahal yang tiga hari lalu saja belum sembuh.

"Terus kenapa? Ada apa dengan putera kecil mama ini?"

Kris langsung menjulurkan lidahnya begitu mendengar perkataan wanita ini.

"Berhenti memanggilku begitu ma!"

Nyonya Wu terkekeh pelan, lalu mengusap pundak puteranya dengan sayang.

"Baiklah-baiklah. Jadi.. Ada apa denganmu, hm?"

Kris tersenyum kecil. Setidaknya itu lebih baik.

"Aku... Jatuh cinta ma," Kris malu-malu, dan ibunya langsung melotot kearahnya.

"Apa kamu bertengkar dengan pacar dari orang yang kamu suka untuk merebut perempuan itu?!" Ibunya langsung heboh.

'Ck. Mama kebanyakan nonton drama korea'

"Bukan maaaa! Dia itu atlet hapkido, jadi tiap Kris mau coba dekat dengannya dia malah menghajar Kris begini!"

Nyonya Wu langsung nyengir tanpa dosa saat mendengar penjelasan anaknya.

"Kejar dia Kris, jangan menyerah kalau kamu benar-benar mencintai perempuan itu!" Ibunya memberi pertuah, membuat Kris langsung memeluk ibunya terharu.

"Mama kira kamu nekat mencari orangtua perempuan itu dan meminta restu dari mereka. Tapi, karena mereka tidak menyukaimu, kamu jadi habis babak belur." Nyonya Wu kembali mengoceh, dan Kris hanya terdiam ditempatnya.

'Benar kataku kan? Semenjak pindah ke Korea, Mama pasti jadi maniak Drama!'

.

.

Pluk

Sudah dua belas batu yang habis terlempar kedalam kolam, mengundang riak-riak kecil timbul disana. Dan si pelaku hanya menghembuskan nafasnya berat dan dalam-dalam. Terus begitu, sampai seluruh batu yang dikumpulkannya hampir habis masuk kedalam kolam yang tidak terdosa.

"Hey Kim Junmyeon!"

Sampai-sampai kesunyian itu akhirnya terganggu akibat ulah seorang laki-laki yang tiba-tiba muncul dan duduk tepat disebelahnya.

"Mau apa kamu! Menjauhlah, dasar mesum!"

Junmyeon malah menyahut dengan galaknya, padahal lelaki itu –Kris datang dengan damai. Kris hanya mendecak kesal, lagi-lagi dia dikatai mesum oleh perempuan ini.

"Psst. Diamlah, kamu hanya membuat ikan-ikan itu menjauh, tau!" Kris memberi kode seraya berbisik dan menunjuk kearah ikan-ikan yang berenang jauh ke tengah kolam.

Junmyeon mengikuti arah pandangan lelaki disebelahnya, dan benar saja ikan-ikan itu berenang menjauh.

"Tapi semenjak kamu datang mereka menjauh! Tadi mereka ada didekat kakiku, tau!" Junmyeon lagi-lagi terpekik, membuat Kris hanya mengerang frustasi.

"Oke, aku menjauh. Jangan cerewet!" Dan lelaki itu menggeser posisi duduknya sekitar tiga puluh senti dari Junmyeon.

"Masih dekat!" Kesal Junmyeon.

"Jangan cerewet ah!" Junmyeon langsung diam, saat melihat lelaki yang bahkan belum ia tahu namanya ini tampak dalam mood yang buruk.

Kris langsung menatap kosong kearah kolam didepannya, lalu mengambil semua kerikil yang tersisa disebelah Junmyeon. Batu-batu itu langsung dilemparnya bersamaan, bukannya satu-satu dan membuat perempuan cantik itu mengernyit heran.

"Kenapa kamu melempar semuanya langsung?" Junmyeon membuka suara, ia benci suasana canggung.

"Hmm... Siapa tahu ikan-ikan itu mendekat lagi kalau mereka kira batu-batu ini pelet ikan, iya kan?" Balas lelaki itu sambil tersenyum jenaka.

"Tapi itu batu!" Junmyeon mengelak.

"Sesuka hatiku lah!"

"Kamu konyol. Hahaha!" Junmyeon terkekeh, dan Kris hanya terperangah tidak percaya. Gadis ini tertawa dan dia penyebabnya.

"Kamu sudah baikkan? Tidak sedih lagi, kan?" Giliran Junmyeon yang terperangah, jadi lelaki ini datang hanya untuk membuatnya tertawa dan melupakan sejenak masalahnya?

Gadis itu langsung berhenti tertawa lalu menatap lelaki disebelahnya.

"Aku Kim Junmyeon, Sastra Inggris. Siapa kamu, mesum?"

"Aku Kris wu, kedokteran. Dan aku tidak mesum." Kris mengulurkan tangan kanannya, dan langsung disambut oleh tangan Junmyeon.

'Oh mama! Rencanaku berhasil!'

.

.

Kris mengerang kegirangan setelah menelepon ibunya akan keberhasilannya. Sepulang dari rumah orangtuanya dua hari lalu, ibunya memberinya sedikit petuah tentang bagaimana cara untuk mendekati perempuan yang galak macam Kim Junmyeon.

"Kamu harus pura-pura memasang wajah sedih, jadi saat ia ingin memarahimu atau mau memukuli kamu lagi, ia tidak akan sampai hati. Coba juga berkata-kata yang sedikit dramatis, mama yakin ia pasti akan terpesona padamu!"

Pada awalnya, dirinya kembali mengira kalau itu hanya pemikiran konyol tentang seorang penggila drama Korea. Jadi, pikiran ibunya sudah terlanjur terkontaminasi dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan drama korea.

Tapi, pada akhirnya ia menurut juga. Saat ia melintas ditaman belakang fakultasnya, ada Kim Junmyeon yang sedang merenung seorang diri. Dia sempat berpikir keras dan mondar-mandir ditempat kebingungan. Walaupun ujung-ujungnya ia menghampiri perempuan itu.

'Oh mama, banyak-banyaklah nonton Drama Korea!'

.

.

Kris duduk depan lab Kimia sambil menikmati angin musim semi dan se-cup penuh greentea latte.

"Woy bro! Kau kena banting Kim Junmyeon lagi, ya?!" Chanyeol yang baru datang tiba-tiba duduk disebelahnya dan menyeruput minuman ditangannya.

"Bra bro bra bro! Beli sendiri sana!" Kris sewot sambil merebut minuman miliknya lagi, dan Chanyeol hanya cengengesan.

"Ngomong-ngomong, kau tau dari mana? Aku kan tak pernah memberitaumu?" Kris merespon pertanyaan temannya.

"Sebenarnya aku melihat waktu kau dipukuli," Chanyeol nyengir lebar, dan mendapat pelototan kesal dari Kris.

"Kau lihat?! Bukannya bantu aku! Dasar keparat! Teman macam apa kau!" Kesal lelaki itu sedangkan Chanyeol sendiri sudah lari terbirit-birit.

"AMPUN HHEHEHE!" Chanyeol sibuk berlari dan tak fokus dengan pandangannya hingga menabrak perempuan didepan.

Bruak!

Bunyi buku-buku yang berjatuhan terdengar bergema, karena ia berlari melintasi lorong yang sepi. Kris yang penasaran, langsung berlari mencari sumber keributan.

"Kalau jalan lihat-lihat dong! Badanmu saja tinggi, masa tak bisa melihat dengan benar?!"

Chanyeol mengangkat kepalanya dan menghentikan usapan dibokongnya yang mendarat secara tidak manusiawi.

Glek

Kim Junmyeon berkacak pinggang didepannya. Lagi.

"Ampun! Aku tak lihat ada kamu tadi! Maafkan aku!" Chanyeol memelas sambil berjongkok dan menangkupkan kedua tangannya diatas kepala.

Konyol memang melihat lelaki berbadan besar seperti Chanyeol berlutut ketakutan didepan perempuan berbadan kecil seperti Junmyeon.

"Tak ada ampun bagimu!" Dan Junmyeon bersiap melayangkan tempeleng dikepala Chanyeol.

Srat

"Junmyeon-ah!"

Percobaan pemberian sebuah hukuman itu terhenti saat Kris mencekal pergelangan tangan Junmyeon.

"Kris?! Apa yang kamu lakukan, hah?!" Junmyeon menyahut galak, seperti biasa.

"Tidak baik harus menyiksa orang terus, tau! Kamu perempuan!" Kris mencoba menjelaskan, tapi perempuan itu tidak mau mendengar.

Chanyeol sendiri hanya bingung ditempat, karena tubuhnya tidak merasakan apapun. Dan dirinya juga heran kenapa Kris dan perempuan galak ini saling mengenal.

"Tidak ada hubungannya denganmu! Lepaskan aku!" Junmyeon mengelak, tapi Kris juga tetap bertahan.

"JUNMYEON!"

Baekhyun berlari menghampiri temannya dengan nafas tersengal. Gadis berambut purple haze itu memandang temannya resah.

"Kamu tak apa-apa? Apa yang terjadi?!" Baekhyun heran temannya dicekal oleh Kris, dan matanya beralih pada Park Chanyeol yang tersungkur dilantai.

"Nothing yet. Aku baik," Junmyeon menghempaskan tangan Kris dan berlalu begitu saja. Baekhyun hanya memandang temannya heran, lalu menyusul Junmyeon setelah memungut buku-buku Junmyeon yang berjatuhan.

Kris memandang punggung gadis itu yang makin menghilang diujung lorong.

.

.

"Hot chocolate sudah.."

"Roti sudah, selada sudah.."

"Greentea, pasta gigi, sabun mandi sudah.."

Kris menggumam sambil memberi centang dinotes kecil miliknya, dia tengah berada di supermarket dekat apartemennya. Dia sedang belanja bulanan sekarang.

Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, ia takut tiba lebih larut di apartemennya. Kris memutuskan mengambil 'jalan tikus' lewat gang sempit.

"Akh.."

Bulu kuduknya langsung meremang saat mendengar suara itu, membuatnya langsung ketakutan sekaligus waspada.

Ia mendekat ke sumber suara, walaupun batinnya menolak keras-keras.

'Bagaimana kalau itu preman? Kau bahkan sangat payah dalam beladiri?!'

Persetan dengan segala itu. Rasa penasaran mengalahkan segalanya.

Ia semakin mendekat, terlihat seorang perempuan menyeka pelipisnya sambil meringis.

Hah?

Perempuan?

Bola matanya melebar. Ia kaget setengah mati.

"KIM JUNMYEON!"

.

.

Junmyeon akhirnya menurut walaupun harus dipaksa menuju ke apartemen milik Kris. Lagipula, laki-laki itu tidak akan tega membiarkan 'gebetannya' pulang dalam keadaan begitu.

Kris mengambil baskom kecil dengan air hangat, handuk dan kotak obat lalu menghampiri Junmyeon diruang televisi.

"Sudah kubilang aku baik-baik saja!" Junmyeon mengelak saat lelaki ini mencoba menyentuh pelipisnya.

"Apanya yang baik-baik saja?! Bahkan pelipismu hampir robek begitu!" Kris kesal, dan spontan berteriak. Salahkan Kim Junmyeon yang keras kepala.

Pada akhirnya perempuan itu mengalah dan membiarkan Kris mengobatinya.

"Akh!" Junmyeon sedikit terpekik saat dingin alkohol menyentuh luka dipelipisnya.

"Maafkan aku, ini memang sakit. Tapi lebih baik daripada kamu membiarkannya hingga infeksi," Kris agak bersalah saat perempuan ini kesakitan.

Junmyeon langsung tercenung mendengarnya. Laki-laki ini bahkan meminta maaf, padahal ia tidak salah apapun.

"Sedikit lagi, sebentar.." Kris mengusap wajah Junmyeon menggunakan handuk yang sudah dicelupkan kedalam air yang berisi cairan antiseptik.

"Selesai!" Kris tersenyum puas melihat Junmyeon. Sedangkan perempuan itu masih tidak bergeming.

"Kamu mau minum apa?" Lamunan Junmyeon langsung buyar saat laki-laki itu berbicara.

"Oh? Terserahmu saja," Kris hanya mengangguk lalu tersenyum dan beranjak menuju dapur. Junmyeon mengedarkan pandangannya, melihat properti di sekeliling apartemen mewah milik Kris.

Sebenarnya ia sedikit kagum dengan lelaki ini. Sepertinya Kris berasal dari kalangan atas dan berkecukupan, tapi saat di kampus laki-laki ini berpenampilan sangat sederhana.

Pandangannya juga beralih menuju bungkusan berlabel mall yang dibawa Kris saat 'menemukannya' tadi.

'Bahkan dia berbelanja sendiri..'

"Kamu suka hot chocolate? Aku cuma punya ini dan ini," Kris menyodorkan cangkir untuk Junmyeon sambil menunjuk cangkir berisi Greentea miliknya.

"Tak apa. Terimakasih," Junmyeon mengambil cangkir miliknya, Kris duduk disebelahnya dan menyalakan televisi.

"Apa.. Kamu tinggal sendiri?" Junmyeon membuka suara.

"Begitulah, memangnya kenapa?"

"Tidak. Hanya saja.. Disini terasa sepi," Junmyeon mengedarkan pandangannya lagi, dan Kris hanya terkekeh.

"Apa begitu terlihat, ya? Hahaha." Junmyeon hanya mengangguk mendengarnya.

"Sebenarnya orangtuaku tinggal di beberapa tempat yang berbeda. Karena aku kuliah disini, jadi aku tinggal sendiri.." Kris menjawab sambil menatap lurus kearah televisi.

"Apa orangtuamu tidak cemas? Apa mereka juga tinggal di Seoul?" Junmyeon bertanya sambil menghirup aroma hot chocolate miliknya.

"Mereka punya beberapa rumah dinegara yang berbeda, dan salah satunya di Seoul."

Junmyeon mengerutkan dahinya heran.

"Kenapa malah menyewa apartemen dan tidak tinggal dirumah orangtuamu?"

Kris menyenderkan bahu lelahnya di sofa lalu meneguk sedikit greentea miliknya.

"Aku tidak suka keramaian. Dirumah orangtuaku banyak maid, aku tidak nyaman."

Junmyeon terdiam. Lelaki ini persis sepertinya.

"Kenapa? Apa yang sebenarnya terjadi tadi? Kenapa kamu babak belur begitu?"

Kris menatap gadis yang tengah mengaduk cokelat miliknya.

"Orang-orang suruhan ayah tadi menggeretku paksa ke rumah, aku jelas tidak mau dan malah kabur ke gang tadi. Tapi ada banyak preman disana, dan mengambil barang-barangku." Junmyeon menjelaskan, dan lelaki ini langsung tersentak kaget.

"Kamu bercanda?! Apa yang kamu lakukan?! Kamu membalas mereka?"

"Tentu saja, tapi aku kalah telak. Mereka ada sepuluh orang lebih, walaupun aku membanting sebagian dari mereka, sebagiannya lagi juga menyerangku." Junmyeon menjawab sambil menunjuk ke tempat luka yang sudah diobati Kris tadi.

"Ngomong-ngomong terimakasih ya.. Kamu sudah membantuku tadi," Junmyeon berucap pelan, sedangkan Kris hanya tersenyum senang. Padahal dalam hatinya ia ingin meloncat-loncat kegirangan.

"It's nothing. Manusia hidup harus saling tolong kan?" Lelaki itu tersenyum sambil mengusap kepala Junmyeon. Gadis itu hanya tersentak.

"Padahal aku sering bersikap buruk padamu,"

Kris terkekeh kecil.

"Sudahlah, yang penting kamu tidak akan mengulangi hal itu lagi,"

Junmyeon hanya mengangguk.

"Lihat, wajah cantikmu jadi penuh lebam begini, kan?" Kris berujar tulus sambil mengusap pipi Junmyeon.

Kim Junmyeon hanya terpaku ditempatnya sambil merasakan keanehan yang menggelitik perut dan jantungnya yang berdebar kencang.

.

.

Tbc

.

.

Haiiii! Chapter 2 nih^^ hope this fic gain some good and positive appreciate yet responses too!

Special thanks to: whirlwind27 ruixi1 Lika Like919 JunmaWu Arcan'sGirl LuHanBin kiutemy Ginnyeh peblish nonagrice jimae407203 muniyaaa honeykkamjong afnikimni001 HamsterXiumin wu hana Raemyoon Emmasuho

Serius aku ngakak baca review kalian xD maaf yaa kalau nggak aku bales, tapi aku serius kok! Aku baca satu-satu!

Enjoy ya^^ review please~

Ppyong!

Kmldr100