"hei cobalah untuk mencari cinta baru. Jangan hanya kehilangan satu gadis saja kau jadi sangat kacau seperti ini. Di luar masih banyak gadis cantik dan dapat mencintaimu dengan tulus"

.

. Diclaimer : Naruto belong to Masashi Kishimoto

Warning : Abal, romance, friendship

.

.

New Love

.

.

Chapter 2

"I-ino kau yakin mau membelikanku ba-barang banyak kayak gini?" Tanya Sakura sambil melihat baju-baju yang di pilihkan Ino untuknya.

"ya! Dan sekarang tinggal waktunya kita pergi ke salon, trus pergi ke tempat jual lensa mata" jawab Ino sambil pergi ke kasir dan membayar semuanya.

Sebenarnya Sakura merasa tidak enak pada Ino yang harus repot-repot membelikannya baju. Sungguh Sakura merasa Ino adalah teman yang sangat baik padanya. Jika ia menjadi sukses nanti, ia janji akan mengganti semua apa yang telah Ino berikan padanya.

"hei… kita sudah sampai di salon! Ayo masuk!" kata Ino sambil menyeret tangan Sakura. Sakura yang di perlakukan begitu hanya pasrah saja.

Sakura kemudian di silahkan duduk di kursi yang memang sudah tersedia, dia merasa seperti seorang putri hari ini berkat Ino.

.

.

Sakura melihat pantulan dirinya, hm seperti bukan dia saja… rambut yang tergerai indah, mata emeraldnya yang terlihat bersinar, serta baju yang Ino pilihkan untuknya. Benar-benar menakjubkan.

"hei Sakura ayo kita pulang nanti di marahin Tsunade-sensei" seri Ino membuat Sakura menghentikan lamuannya.

"ia" kata Sakura sambil mengikuti Ino dari belakang.

'sudah kuduga Sakura sangat cantik. Bahkan shion lewat dengan kecantikanmu! Hanya saja kau yang selalu menutupinya.' Batin Ino sambil senyum-senyum.

.

.

Sesampainya Sakura dan Ino, mereka langsung menghamburkan diri ke kasur. Siap untuk menanti mimpi yang akan datang. Hari yang sangat melelahkan!

'seperti apa ya ekspresi gank Princess melihat Sakura nanti? Aku sudah tidak sabar besok. Aku akan mengajarimu cara menjadi seorang gadis' kata Ino dalam Hati.

Sementara Sakura yang sudah tertidur lelap, Ino belum bisa tidur Karena dari tadi dia belum mendapat kabar dari Shika. Kepalanya terus menerus membuat pertanyaan, bahkan sampai yang aneh-aneh 'shika-kun lupa padaku? Sakit? Punya cewek baru lagi? Atau jatuh dari tangga? Atau lahgi ngelakuin 'itu' sama cewek lain? Ah ga mungkin, kan shika-kun di asrama putara, tidak mungkin asrama putri di beri masuk. Ah sudahla! Aku mau tidur'

.

.

"Sakura…" panggil Ino

"Nngg..ng" jawab Sakura sambil menggeliat

"bangun!" sruh Ino sambil berkacak pinggang

"masih jam 5! Masih ngantuk" kata Sakura sambil menutup dirinya dengan blangket.

"kalau tidak mau bangun aku tidak mau jadi sahabatmu lagi…" kata Ino sambil menyerinagi licik.

Sakura yang mendengarnya langsung bangun. Ya dia memang tidak mau Ino menjauhinya, karena hanya Ino teman baiknya.

"baiklah..HOAEM" kata Sakura sambil bangun dari tempat tidur.

Acara dandan-dandanan pun terjadi, yang kadang membuat Sakura mengucapkan "jangan terlalu tebal" trus "ah.. apa ini? Geli" hah.. dasar Sakura. Beberapa menitpun terlewati membuat Ino senang setengah mati.

Akhirnya perjuangan Ino untuk membuat Sakura cantik tidak sia-sia, karena penampilan sakura kari ini sangat –PERFECT– mulai dari roknya yang sudah sampai di atas lutut, bajunya yang sangat pas, rambut yang biasa di ikat sekarang di urai, dan yang paling penting, kacamata yang setiap saat terpampang di wajah seorang Sakura Haruno, kini telah tiada. Menampilkan mata hijau emerald yang dapat membuat siapa saja yang melihatnya akan terkagum-kagum.

"SAKURAAA… aku tak percaya ini kau! " kata Ino sambil memeluk erat Sakura. Membuat Sakura agak sulit bernafas.

"i-ino uhuk… a-aku su-sulit uhuk ber-bernafas uhuk…" mendengar hal itu Ino langsung melepaskan pelukan mautnya.

"eeh… go-gomen!" katanya sambil menggaruk-garuk tengkuknya yang tak gatal.

"hm.. takapa!" eh ini sudah jam 06.35 ayo berangkat sekolah!" kata Sakura

"ah ia…" sahut Ino ' kita lihat, sebentar gank Princess apa yang akan kalian lakukan?'

Saat Sakura dan Ino keluar dari asrama putri semua orang Nampak terkejut melihat Ino dan gadis di dekatnya yang mereka ketehui adalah -sakura- mereka tidak menyangka sosok yang terlihat cupu bisa jadi secantik itu.

Akhirnya Sakura dan Ino keluar dari asrama putri dan pergi ke gedung utama, tempat belajarnya murid-murid. Di gedung utama, Putra dan Putri belajar bersama-sama, jadi kalau Sakura lewat pasti ada tuh yang ngelihatin dia terus. Semua orang menatap Sakura dengan pandangan kagum tarmasuk gank Princcess yang masih melongo di buat Sakura, namun memandangnya dengan tatapan tidak suka.

"shion kau kalah cantik darinya" ujar Karin

"diam Karin!" suruh shion.

"Hm… anak itu harus kita beri pelajaran. Tapi selama ada si Yamanaka kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita tunggu waktu yang tepat." Kata Konan terkesan Serius.

"hm… idemu bagus juga Konan, menurutku kita harus membututi mereka. Tapi ingat jangan sampai ketahuan!" kata Shion sambil tersenyum licik

^_^BlueCherry^_^

(Naruto)

Sampai sekarang aku belum juga mendapat pengganti Hinata. Kami-sama tolong kirimkan aku seorang cewek baik, pintar, cantik, dan manis, terlebih mencintaiku.

"hei Naruto…" panggil seseorang, yang kutahu dia adalah temanku

"hhei.. Kiba, ada apa?" Tanya Naruto sambil menampakan seyum lebarnya.

"tidak. Hanya ingin memanggilmu bergabung saja dengan yang lainnya." Jawab Kiba

"o.. di mana?" Tanya Naruto

"di atap… mau tidak?" Tanya Kiba.

"hm.. baiklah. Di sini juga sangat sepi." Kata Naruto sambil berjalan mengikuti Kiba dari belakang.

.

.

Dari atap Naruto dapat melihat seorang cewek berambut Pink terurai, dengan mata emerald berjalan menuju ke gedung musik. Kesan pertama Naruto melihat gadis itu adalah CANTIK, bahkan dia lebih cantik dari Hinata. Naruto terus menerus memperhatikan gadis itu hingga masuk ke dalam ruang music.

"hei.. kalian lihat gadis pingky Sakura tadi?" Tanya Garra pada teman-temannya.

"hn" jawab Shino

"ya aku tahu dia berubah ya. Dia jadi cantik!" seru Kiba

"maksud kalian?!" Tanya Naruto bingung dengan apa yang di katakan Kiba 'Dia jadi cantik'

"dwia kriuk… ituw gwadis yang kriuk… swelalwu kriuk… di jwahilwi gank princess kriuk…" udah tau lah siapa…

"Choji bicara-mu di perbaiki lagi!" kata Gaara jengkel

"twidak bwisa kriuk…" kali ini Choji benar-benar membuat Gaara muak.

"hah… dia itu gadis cupu yang selalu di jahili gank Princess" kata Lee sambil menunjuk kearah tiga orang berambut, pirang, merah, dan ungu. "namanya Sakura Haruno, dia sudah berubah menjadi gadis yang cantik. Huh… andai saja kau tahu dia itu murid paling kuper dulu di sekolah. Tapi aku bangga padanya karena dia punya jiwa masa muda bisa menjadi cantik begitu." Sambung Lee membuat Naruto dan lain-nya swetdroop, kecuali Shikamaru yang sudah tertidur.

"oh…" gumam Naruto pelan mengerti dengan apa yang di katakan Lee

^_^BlueCherry^_^

"hah… Ino lagi di panggil Tsunade-sensei, jadinya aku harus sendiri lagi…" gumam Sakura pelan

Sakura suka sekali main piano, tiap hari pasti dia selalu datang ke sini. Dan lagu yang ia mainkanpun sangat indah membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan kagum.

Sakura berjalan kearah Piano berwarna putih, dan duduk di kursi yang senada dengan warna piano tersebut. Belum sempat Sakura menjatuhkan jarinya pada tuts piano, sebuah suara mengagetkannya.

"wah… coba lihat siapa di sini?" seperti suara Konan.

"ahh… seorang gadis cantik" sambung gadis berambut pirang.

Seketika Sakura mematung mendengar suara tersebut. Ia takut. Apabila mereka akan mengerjainya lagi. Apalagi sekarang tidak ada Ino. Sakura segera berdiri dan mundur selangkah.

"jangan takut. Pinky." Sedikit penekanan di kata terakhir, membuat Sakura makin merinding.

"kami hanya ingin memberitahumu sesuatu!" kata Konan dengan nada sinis.

"a-apa yang ka-kalian ma-mau?" Tanya Sakura gugup

"mumpung Ino akan berangkat ke kampung halamannya sebentar, kau harus mau mengambil gelangku yang tertinggal di gedung 'asrama putra' nanti malam" kata Karin sambil menyeringai licik.

Kalimat Karin membuat Sakura bingung, Ino mau pergi ke kampung halamannya? Jangan bercanda! Dan kalimat terakhir membuatnya takut.

"a-aku tidak mau!" sanggah Sakura lantang.

" oh… kalau begitu bersiap-siap saja, setiap hari kami akan mengganggumu!" tantang Karin di ikuti serinai licik dari bibir Shion dan Konan.

Bagaimana ini? Apa yang akan ia lakukan? Kalau ia menuruti kata Karin, ia akan berada di gedung putra, dan sampai ketahuan, ia bisa celaka. Tapi kalau ia tidak mau, ia akan di bully setiap hari? Yang baik yang mana? Em.. asalkan ia bisa bebas dari gank princess, tak apalah ia terima. Ya sudah di pikirkan matang-matang, ia akan terima. Dan Ino tak mungkin pergi jadi ia bisa minta bantuan.

"ba-baiklah aku mau!" jawab Sakura membuat ketiga orang itu tersenyum mengerikan.

"ok. Datanglah pada jam 09.00 malam nanti di tempat ini! Kami tunggu!" jawab Konan sambil berlalu pergi bersama dua temannya.

^_^BlueCherry^_^

Terdengar bunyi getaran dari saku celana milik Pemuda berambut pirang yang sedang tidur-tidur di dalam kamarnya.

Trrtt… trrtt…

From : Kiba Nak anjing =_=

Subjek : hei sbntar dtng di sni ya.. aku tnggu!

Naruto menghela nafas membaca pesan dari sahabat dekatnya, kemudian langsung segera membalas pesan tersebut.

To : Kiba Nak anjing =_=

Subjek : jam brapa? Kmrmu no brapa?

Dengan cepat Naruto mengklik tombol Send pada hanphone Blackberry miliknya. Kemudian segera bersiap-siap.

Trrtt… trrtt…

Bunyi hanphone terdengar lagi. Setelah NAruto memakai T shirt biru dengan celana jins panjang di adukan dengan sepatu kets hitam miliknya. Tiga kata buat penampilan Naruto malam ini 'Simpel and Cool'. Segera mungkin Naruto membaca pesan tersebut.

'hah… jam delapan aku segera ke sana.' Batinnya sambil berjalan turun ke bawah.

.

.

Terlihat seorang gadis berambut pink berjalan menuju ruang kelas music dengan gontai…

"huh… kenapa Ino tak ada? Habislah nasibku!" batinnya sambil terus berjalan

FLASHBACK ON

Seorang gadis berambut Pink berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai dua gedung asrama putri. Ia terlihat sangat kelelahan hari ini, bagaimana tidak? Ia baru saja membersihkan taman belakang sekolah walaupun tidak ada yang menyuruhnya. Aneh? Memang. Dia terlalu rajin.

"mudah-mudahan Ino ada, biar bisa membantuku! Mana mungkin Ino pergi?" gumam Sakura sambil melangkah ke lantai dua di mana kamarnya berada.

CLEK

Pintu kamar terbuka menandakan bahwa sang pemilik kamar baru saja masuk ke dalam.

"Ino.." panggil Sakura sambil mentup pintu yang tadi di bukanya.

"…"

"Ino.." panggil Sakura sekali lagi

"…"

Merasa tak ada yang menjawabnya Sakura segera melihat kesekelilingnya dan di sana ternyata Ino tidak ada, dan hanya… putih. Oh itu kertas di atas meja belajarnya. Melihat kertas itu Sakura segera melangkah menuju kertas tersebut dan segera mengambil dan membacanya.

To. Sakura

Sakura.. gomen-ne aku tidak sempat memberitahukan secara lanngsung kalau aku pergi ke kampung halamanku, karena kakekku sakit parah, dan di sana hanya ada nenek yang menjaganya, jadinya aku pulang dulu deh..

Skali lagi maaf ya… umm, tak apakan aku tinggal sendiri? Pasti gank Princcess juga tak bisa mengganggumu, nanti aku bawa oleh-oleh deh kalau pulang. Akku agak sedikit khawatir denganmu. Tapi kau pasti akan baik-baik saja, aku harap kau tak kenapa-napa.

Hei… samapi sini dulu yah.. bye!

By. Yamanaka Ino ratu paling cantik seantero dunia, kwkwkwk ^_^

Sakura hanya menghela nafas membaca pesan singkat dari Ino. Sepertinya ini akan jadi hal yang buruk.

FLASHBACK OFF

.

.

AKHIRNYA Sakura sampai juga di ruang music, yang ternyata di sana gank Princcess sudah ada menunggu.

"lama sekali" gerutu Shion

"Gomen.." jawab Sakura berjalan masuk ke dalam.

"jadi, sekarang bagaimana yah?" Tanya Karin dengan suara yang di buat-buat

"jadi bentuk gelang yang harus ku cari bentuknya bagaimana?" Tanya Sakura to the point dan sudah tak segugup biasanya.

"Umm… bentuknya sih lumaian, warna keemasan, dengan beberapa berlian di sampingnya, dan tentu saja berwarna bulat" jawab Konan dengan tampang datar

"jadi kau harus mencarinya di lantai dua nomor….." kata Shion sambil berlalu pergi dengan kedua sahabatnya.

^_^BlueCherry^_^

'Di mana sih Kiba? Katanya tadi dia memanggilku ke sini! Tapi dia di mana sekarang? Dasar Kiba' batin Naruto kesal sambil melirik jam. 'hah.. sudah jam 11 dua jam sudah aku tunggu tu anak!'

"mungkin beli minuman di bawah sedikit lebih baik.." kata Naruto lalu beranjak pergi.

Sementara di tempat lain Sakura sedang mengendap-ngendap, yah sengaja ia pergi jam begini.. karena mungkin mereka sudah tidur. Bisa jadi kesempatan nih buat Sakura.

Segera ia melankahkan kakinya kearah pintu kamar nomor 663.

660

661

662

Dan akhirnya sampai juga dia di nomor 663. Ternyata aman. Di sana sama sekali tidak ada orang. Sepertinya ia sangat beruntung hari ini, 'gelang itu di mana yah?' batin Sakura sambil mencari-cari gelang yang di maksud gank Princcess.

.

.

Trrtt.. trrtt..

'cih.. siapa lagi sih?' gerutu Naruto kesal segera ia mengambil blackberry hitam miliknya.

From : Kiba Nak Anjing =_=

Subjek : maaf ya.. aku gak bsa dtang. Hehe pintu masuk sdah di ttup, jadinya gak bisa masuk deh.. hhehe kau tidur di kamarku saja ya! Ok bye..

Naruto menghela nafas setelah membaca pesan tersebut. Sungguh ia tak mau datang lagi kalau Kiba yang memanggilnya.

Setelah mengambil minuman, Naruto segera pergi kembali ke kamar Kiba yang berada di nomor 663, dan perasaan tadi pintunya tidak di tutup, tapi sekarang kok ditutup? Tanpa membuang banyak waktu Naruto segera meraih gagang pintu…

'mati aku…' batin Sakura yang mendengar suara langkah kaki seseorang yang berhenti di depan pindu kamar ini.

'kami-sama help me..' mohon Sakura dan tanpa pikir panjang langsung pergi ke kolong meja belajar, berharap seseorang tidak bisa melihatnya.

CLEEKK

Pintu berhasil Naruto buka, da n betapa kagetnya ia setelah masuk, tadinya tempat ini tidak seberantakan sekarang. Tapi kenapa jadi seperti ini? Apa jangan-jangan ia salah masuk?

Naruto segera keluar kamar untuk melihat nomor pintu, tapi tetap saja nomor pintunya sama. Naruto melangkahkan kakinya kembali kedalam kamar berusaha melihat sekelilingnya siapa tahu ada pencuri yang masuk.

"sipa sih yang berani masuk kesini?" teriak Naruto yang membuat Sakura menelan ludah.

"akan ku beri hukuman jika aku tahu siapa dia!" teriak Naruto kembali yang membuat Sakura merinding..

. . .OWARI. . .

Yeah akhirnya selesai juga chapter dua! Huh Poppi cape banget ngetiknya! Butuh enam jam karena kehabisan ide. Tapi dengan berjuang keras akhirnya selesai juga ^_^

Gimana nanti ya? Lanjutanya? Kasih sarannya yeah,, (lewat REVIEW^_^)