"Sakura… Kau Kuat… akupercaya padamu. Aku yakin kau bisa! Bunuhlah mereka pada tanggal. Dan bulan yang sama pada kematian kaa-chan, tou-chan, dan… Aku… demi, DENDAM KITA…"

.

. YOSH akhirnya chapter dua bisa di publish juga, Gomen Poppi gak sempet publish sesuai janji hhehe itu karena tugas sekolah banyak yang menumpuk, jadinya update telat deh... Arigatou ya buat yang udah nge-REVIEW. Nanti balasan Reviewnya paling bawah. Sekali lagi Arigatou ^_^

.

.

Revenge Is Shortchanged

.

Disclaimer : R.I.S udah pasti punya saya, dan Tasya-chan my senpai ^_^

When Naruto belong to Masashi Kishimoto

Warning : OOC, tragedy, adeventure, and mistery

Rated : T

.

Chapter 2. Early

Sakura berjalan pelan menuju ke sekolahnya Konoha Academy Schooll seperti biasa di perempatan pasti ketemu sama…

"SAKURAA…" teriak seorang gadis berambut blondie di ikat kuda, sambil melambai-lambaikan tangannya.

"YO!" balas Sakura sambil tersenyum

Dua puluh lima langkah terlewati akhirnya Sakura sampai juga di hadapan Ino yang lagi senyam-senyom sendiri dan kadang-kadang menapilkan semburat merah di kedua pipinya, membuat Sakura bingung melihatnya.

"ada apa Ino? Kau sakit ya?" Tanya Sakura bingung sambil menaikan sebelah alisnya

Ino hanya diam, seperti tak mendengar perkataan Sakura. Membuat Sakura makin bingung.

"ada apa Pig?" Tanya Sakura lagi.

Masih tak bergeming. Kali ini Sakura mulai marah.

"kenapa PIIIIIGGG?" Tanya Sakura lagi.

Masih diam tak bergeming sedikitpun, dan kedua pipinya makin merah. Membuat Sakura juga memerah mukanya karena kesal dan marah.

"PIIIIIIIIIGGGGGGG!" teriak Sakura sangat-sangat marah. (jangan dekat-dekat nanti SHANAROOnya keluar)

Mendengar teriakan tersebut reflex Ino tersentak kaget dari lamuannya, membuat Sakura bangga tapi masih marah (?) karena berhasil membuat Ino sadar kembali dari masa-masa kritis (?).

"Forehead… bisa tidakkecilkan volume suaramu itu? Bicara pelan-pelankan bisa!" ujar Ino sambil memasang ekspresi cemberut.

Apa-apan Ino? Sepertinya dia tidak menyadari kalau Sakura sudah memanggilnya dua kali dengan suara lembut bak bidadari surge yang turun dari khayangannya (ok. Kali ini authornya lebay *BUGH… di SHANAROO Sakura, dan terlempar sejauh 10 km dengan wajah yang benyok)

"hei… kau tak tahu aku sudah memanggilmu berapa kali? Huh? Lagian kenapa mukamu memerah seperti itu? Kau sakit ya?" Tanya Sakura bertubi-tubi yang entah kenapa wajah Ino memerah lagi.

"huh… na-nanti saja a-aku cer-ceritakan!" kata Ino gelagapan sambil menarik tangan Sakura.

'sabar sakura.. sabar… biarkan saja si Pig ini kesetanan sendiri' batin Sakura dalam hati.

^_^P.O.P.P.I^_^

Hiruk piruk kegiatan di kelas XII-A KAS membahana, ada yang tidur (shikamaru) ada yang makan (choji), ada yang bergosip ria, ada yang main lempar-lemparaan kertas, yang membuat gadis bersurai merah muda sebahu Nampak terganggu, (membaca novel). 'cih berisik sekali' gerutu Sakura

"FOREHEAD" baiklah,, sekarang pengganggunya bertambah lagi… huh, bisa tidak sehari saja tak sekacau ini?

"uugh… Ada apa pig?" Tanya Sakura malas sambil menghentikan kegiatannya, dan melihat kearah sahabatnya yang sudah di beri julukan sebagai 'Ratu gossip Konoha academy school'

"kau tahu tidak tentang gossip terbaru?" Tanya Ino semangat sekali sambil nyengir pula.

Sakura memutar bola matanya, bosan. Sudah menjadi resikonya jika berteman dengan si 'Ratu Gosip'.

"Gosip apa?" jawab Sakura ketus sambil melanjutkan kegiatannya yang sempat terganggu.

"beritanya…" jedanya dengan wajah serious "SAI-KUN MENEMBAKKUUU… KKYAAAA…"kata Ino, lebih tepatnya teriakan histeris.

Sakura menutup kedua telinganya, menghindari infeksi dari teriakan Ino yang bisa saja membuat telinganya tuli, atau kanker.

"bisa tidak kalau bicara tidak berteriak-teriak histeris seperti tadi? Huh?" Tanya Sakura jengkel.

"hhehe… gomen. Aku terlalu gembira. Dan kau tahu tidak kabar buruknya apa lagi?" Tanya Ino antusias.

"tidak-apa?" Tanya Sakura sambil mentup kedua telinganya berjaga-jaga siapa tahu Ino teriak lagi.

"tadi malam" oh Sakura harus bersyukur karena Ino tidak berteriak lagi. Dan sakura segera menurunkan tangannya dari telinganya "terjadi pembunuhan. Seorang gadis dan seorang cowok. Di temukan tewas di gedung, Suna High Schooll. Kalau tidak salah nama mereka… Hotaru dan Rinzu, pada saat itu menurut saksi mereka sedang pacaran, terus insiden pembunuhan itu terjadi." kata Ino panjang lebar, tetap dengan wajah seriusnya.

"hn." Respon Sakura

Merasa tidak di hiraukan, Ino segera mengambil buku sakura dan langsung menjitak kepala Sakura.

"I-ittai… apa-apaan sih?!" seru Sakura kesal sambil mengelus kepalanya yang menjadi sasaran pukulan Ino.

"kau ini aku sudah panjang-pangjang menceritakan, reaksimu hanya hn, begitu" Seru Ino jengkel, perempatan siku-siku sudah berada di dahinya

"Jadi?! Aku harus bilang seperti! 'APA?' atau 'Kasihan sekali mereka'… begitu hah?!" seru Sakura yang emosinya kini meledak-ledak yang membuatsiapa saja yang melihatnya akan melarikan diri dari tempat itu.

Melihat Sakura marah-marah begitu akhirnya membuat nyali Ino menciut seketika "ya-ya tidak be-begitu juga ka-kali…! Sudahlah ber-berbicara denganmu me-memang tidak me-mengasikan!" kata Ino sambil berlalu pergi menjauhi Sakura yang kelihatannya masih err.. gitu deh!

Sakura mengangkat kedua bahunya, tidak peduli dengan perkataan ino dan tatapan dari beberapa siswa sekelasnya yang memandang aneh dirinya. Lalu kemudian kembali melanjutkan aktivitasnya yang sudah terganggu.

^_^P.O.P.P.I^_^

"FOREHEAAD..! Hari ini kau pulang sendiri ne. aku mau kencan dengan Sai-kun tersayang… Mata Ashite~" Kata Ino yang sudah selesai membereskan bukunya dan beqrsiap keluar kelas.

"Hm.. dasar Ino" gumam Sakura pelan sambil berjalan keluar kelas yang sekarang tinggal dia penghuninya.

SAKURA POV ^_^

Akhirnya aku keluar juga dari halaman sekolahku. Sungguh hari yang sangat melelahkan, tadi aku sempat berlatih judo dan basket. Ya aku memang di juluki sebagai murid wanita konoha academy school terkuat. Yang membuat semua siswi bahkan ada juga siswa yang tak berani berkelahi denganku.

Aku rasa ada yang mengikutiku, tapi ketika aku menengok kebelakang tidak ada seorangpun. Aneh. Oh ya… aku kan takut banget sama yang berhubungan dengan 'Hantu'… segera ku percepat langkah kakiku, takut kalau ada hantu yang mengikutiku.

Segera aku menengok lagi ke belakang. Dan mataku membelalak tidak percaya dengan apa yang kulihat saat ini. Aku melihat gadis berambut indigo yang memakai mahkota bunga, rambut panjangnya yang tergerai acak-acakan dengan poni yang menutup mata kirinya. Baju putih yang penuh dengan bercak bercak merah yang kutahu itu adalah darah, dan matanya… Astaga! Ia seperti tidak mempunyai pupil mata. Putih keabu-abuan –Lavender

Ingin rasanya aku bertanya 'siapa kau?' pada dia namun rasanya sulit. Lidahku kelu untuk berbicara. Gadis itu tersenyum padaku, lalu merentangkan tangannya dan berlari kerahku, dan hendak memeluku.

Ingin rasanya aku berlari, tapi kenapa kakiku susah di gerakan. Ia semakin mendekat. Ia membuka mulutnya, hendak memberitahukan sesuatu.

"Sakura Nee-chan" katanya hantu gadis itu.

Nee-chan katanya? Suara yang begitu familiar di telingaku. Aku sepertinya pernah melihatnya, tapi di mana?

Dia terus berlari dengan kaki telanjangnya, hingga dia melewati tubuhku… Oo… kakiku sudah tidak mampu menahan tubuhku, hingga aku terhuyung jatuh ke tanah, dan… kehilangan kesadaranku.

NORMAL POV ^_^

"Enghh!" suara leguhan Sakura yang sadar dari pingsannya terdengar 'di mana ini?' ia melihat kesekelilingnya dan menyadari bahwa ini bukan kamarnya. Lalu sekarang ia ada di mana?

Mendengar suara leguhan Sakura, Ino segera beranjak dari sofa orange miliknya kenuju ke kasur singgel size miliknya yang sekarang sedang di tempati Sakura.

"ka-kau sudah sadar?" Tanya ino kemudian langsung memeluk Sakura

"I-ino.." kata Sakura tanpa membalas pelukan Ino karena ia masih bingung dengan apa yang terjadi.

"hiks… ka-kau tidak apa-apa?" Tanya Ino sambil melepas pelukannya.

"Eh?! Ia.. aku tdak apa-apa!" jawab sakura

Masih menagis Ino kembali bertanya "Trus kenapa kau pingsan?"

Sakura mencoba mengingat kembali apa penyebab ia pingsan, tapi semakin ia berusa kepalanya makin pening saja. Namun setelah beberapa lama mencoba mengingat-ngingat kembali, akhirnya ia ingat semuanya. Kemudian langsung menceritakannya kepada sahabatnya Ino.

.

"A-apa?! Aku tidak pe-percaya itu!" seri Ino tak percaya

"tapi Ino… aku tidak berbohong!" elak Sakura sambil memandang Ino dengan serius

" jangan bercanda Forehead! Aku tidak percaya hal itu! Atau jangan-jangan kau sakit,, kedokter saja Sakura.."

Merasa temannya ini tidak percaya dengan apa yang di katakannya, akhirnya Sakura berusaha berdiri di bantu Ino, "Hn, terserah kau saja Pig… aku tidak memaksa agar kau percaya tapi sungguh aku melihatnya tadi. Ya sudah kalau begitu aku pamit pulang dulu.. jaa~" pamit Sakura sambil pergi keluar rumah Ino

^_^P.O.P.P.I^_^

"Tadaima!" seru Sakura saat memasuki rumahnya. Tidak ada balasan. 'mungkin Kakashi ji-san sedang pergi' batin Sakura, lalu berjalan masuk ke dalam rumahnya.

Saat melewati ruang tamu, Sakura di kejutkan oleh tiga sosok manusia- ralat lebih tepatnya hantu di ruang itu.

"ka-kalian siapa?" Tanya Sakura ketakutan sambil mundur beberapa langkah.

Seorang pria paruh baya denagn mata lavender tersenyum padanya dan juga seorang wantita paruh baya yang memiliki rambut panjang berwarna sama dengan Sakura juga tersenyum, dan… seorang gadis yang tadi siang menemuinya juga ada di sana sama seperti pria dan wanita tersebut –tersenyum

"Sakura-chan.. sudah pulang ya? Okaeri.." kata wanita itu yang sukses besar membuat Sakura kaget.

'bagaimana dia tahu namaku?!' batin Sakura shok.

Angin berhembus kencang membuat Sakura menutup matanya. Saat ia merasa, angin itu sudah tidak kencang lagi, Sakura segera membuka matanya, dia kaget melihat ketiga –ralat, dua orang itu menghilang, menyisakan seorang gadis berambut indigo itu.

"ke-kenapa? Tanya Sakura pada gadis itu "ke-kenapa ka-kau me-mengikutiku?! Apa a-aku mengganggumu? Sungguh aku tak mengenalimu! A-aku mo-mohon jangan ga-ganggu aku!" teriak Sakura histeris.

Gadis itu tidak membalas ucapan Sakura, ia hanya tersenyum sambil berdiri dari sofa cokelat yang di dudukinya. Dan seperti tadi siang, gadis itu merentangkan kedua tangannya lalu berlari hendak memeluk Sakura.

'kami-sama help me.. please!' batin Sakura takut jika terjadi apa-apa dengannya.

Sakura hanya bisa membatu, kaku, menurutnya hal ini sama seperti kejadian tadi siang. Tapi yang anehnya tubuh gadis itu lama kelamaan mulai menghilang, hingga sebelum sampai memeluk Sakura gadis itu sudah hilang di iringi dengan angin yang berhembus sangat kencang menerbangkan heaian rambut pink Sakura, bersamaan dengan itu, terdengar suara

"Sakura Nee-chan…"

.

. . .OWARI. . .

Akhirnya selesai juga. Ok langsung aja balasan reviewnya! ^_^

Gitsuki Raymo : mkasih buat pujiannya! Arigatou udah mau baca… ^_^

Hanazono yuri : yap! Ini udah di lanjutin,, Arigatou ^_^ sering-sering Review ya!

Sherly : ya. Arigatou ^_^

Cindy : Arigatou^_^.. wah belum ada kepastian nih aku jga masih

Mau berunding sama kak Tasya-chan^_^

NaruSaku : Yap! Ini udah di lnjutn. Tapi kalau soal Sakura jdian sma siapa blm kpkiran,, soalnya aku pnggemar NaruSaku tapi kak Tasya-chan pnggear SasuSaku, jadi nungguh aja deh! Arigatou^_^

Thazya Otaku Kaz : mkasih buat pjiannya itu Tasya-chan my senpaii.. ini jga kan karya kaka,, Arigatou^_^

Jangan Lupa REVIEW minna^_^…

Mudah-mudahan chapter kali ini kalian suka ya! Dan please jagan bosan baca ni cerita.. Arigatou^_^

R
E
V
I
E
W