Rate: T
Genre: ?
Disclaimer: Semua yang ada di dalam Detective Conan selamanya punya Aoyama Gosho
Warning: OOC, abal, gaje, typo, dll
Chapter 2: A new Teacher
Pagi itu seperti biasa. Aku berangkat ke sekolah. Di jalan persimpangan sudah ada Sonoko yang menungguku. Melewati tempat ini membuat pikiranku kembali melayang pada kejadian kemarin lusa, bertemu dengan seseorang tak dikenal yang kutemui itu membuatku badmood. Jika saja aku tak ditolong orang itu, maka aku sudah tertabrak, tapi jika aku ditolong orang itu... arhg, menyebalkan!
" Ohayou," sapaku dingin.
" Ohayou, Shiho~" ujar Sonoko dengan senyum cerianya.
" Shiho? Kau terlihat murung dan sedikit kesal, apa kau tidak apa-apa?" tanya Sonoko.
" Tidak apa-apa kok, kau tak usah khawatir, Sonoko. Ayo kita ke atas, Ran pasti sudah menunggu," ujarku mengalihkan perhatiannya.
" Baiklah,"
Aku lalu mengetuk pintu apartemen keluarga Mouri. Pintupun terbuka.
" Eh, Shiho, Sonoko, kalian sudah datang rupannya. Ayo masuk dulu," ucap bibi Eri ramah.
" Baik, Bi, permisi." Ucap Sonoko.
" Ran, temanmu sudah datang," kata bibi Eri.
" Iya, tunggu sebentar," teriak Ran dari arah kamarnya. " Nah, aku sudah siap," lanjut Ran keluar dari kamarnya.
" Ayah, ibu, aku berangkat dulu," pamit Ran pada Paman dan Bibi.
" Kami permisi dulu, paman, bibi." Ujarku dan Sonoko sambil membungkukan badan.
" Hati-hati di jalan,"
" Iya!"
Aku tertegun melihat keluarga Mouri. Ran. Aku sangat iri padamu, banyak orang yang menyayangimu, orang tuamu masih lengkap. Andai saja aku bisa sepertimu, Ran
" Shiho, kau tak apa-apa?" tanya Ran khawatir.
" Tidak, aku tidak apa-apa kok,"
" Benarkah?"
" Tentu saja,"
" Ng, yasudah kalau begitu, kalau kau ada masalah ceritakan saja pada kami, kami akan mendengarkan kok, dan jika kami mampu kami akan membantumu. Kami ini kan temanmu, ok?"
" Hm, kau tenang saja."
Suasana SMU Teitan sudah cukup ramai saat kami sampai. Seperti biasa, banyak anak perempuan yang sedang bergosip ria di taman sekolah. Sama halnya dengan kelas XI-3 ini.
" Ran, Sonoko, Miyano, kalian sudah dengar kabar belum?" kata salah seorang temanku, Natsuki Koshimizu.
" Kabar? Sudah tuh," jawab Sonoko asal sambil menaruh tasnya.
" Yang benar?" responya.
" Bukanya tadi kau bilang?"
" Yaah, bukan kabar itu yang aku maksud,"
" Lalu?"
" Tentang Sensei baru," ujar Natsuki ceria.
" Memang ada masalah apa?" tanya Ran heran.
" Kata anak-anak dia laki-laki dan masih muda~"
" Wah! Benarkah!" seru Sonoko berapi-api.
" Yup~"
" Ran~!" Ujar suara dari belakang.
" Eh, ternyata ada suamimu, Ran." goda Sonoko.
" A-apa sih! Dia bukan suamiku!" sangkal Ran dengan wajah memerah.
" Ehem! Kalian semua, aku ingin mengajak Ran pergi sebentar, bolehkan?" tanya Shinichi.
" Baiklah, tentu saja boleh. Asal jangan lupa tentang kissu kissu-nya, ok?" goda Sonoko lagi. Hal ini tentu saja membuat Ran dan Shinichi makin memerah.
Aku hanya diam. Sejujurnya aku merasa cemburu, tapi.. dia sudah bersama Ran, tidak mungkin aku mencuri pacar sahabatku sendiri kan? Tapi untung saja tidak ada satupun orang yang tahu kalau aku menyukai Shinichi.
" Ba-baiklah kalau begitu, ayo Ran," kata Shinichi sambil menarik Ran.
" Ecie~ yang lagi gandengan tangan~!" seru Natsuki.
" Natsuki!" panggil temanku yang lain.
" Em, aku pergi dulu ya, Sonoko, Shiho." Pamit Natsuki.
" Ya."
.
.
.
" Shiho, menurutmu bagaimana?"
" Apanya?" aku balas bertanya pada Sonoko.
" Mengenai guru baru yang sedang ramai dibicarakan,"
" Entahlah, tak tahu."
" Shiho! Sonoko!" seru Ran. Pucuk dicinta ulampun tiba. Tampaknya Ran benar-benar panjang umur. " Dengar," ujarnya menuju ke arah kami.
" Ada apa?" tanyaku.
" Aku sudah bertemu dengan guru baru tersebut," ujarnya ceria.
" Oh ya? Bagaimana wajahnya?" seru Sonoko semangat.
" Tunggu, sebaiknya kita biarkan dia menceritakan secara detail," ujarku menahan Sonoko.
" Baiklah, kuceritakan detailnya," kata Ran. " Ehem, ehem. Shinichi secara tidak sengaja pernah bertemu dengan Sensei itu, jadi dia mengajakku untuk melihatnya, aku tak menyangka kalau Sensei baru itu lumayan tampan,"
" Apa? Benarkah? Setampan apa?" jerit Sonoko histeris.
" Mana yang lebih tampan, Shinichi atau Sensei baru itu?" tanyaku dingin.
"Ba-baka! Mana bisa dibandingkan seperti itu," jawab Ran dengan wajah merah padam.
" Bisa kau jelaskan ciri-cirinya?" pinta Sonoko dengan puppy eyesnya.
" Ng... warna matanya biru, tinggi, rambutnya berwarna coklat dan modelnya sama dengan rambut Shiho,"
" Eh? Rambut Sensei baru itu panjang?" tanya Sonoko heran.
" Bukan, maksudku, model rambut Sensei itu sama seperti bagian atas rambut Shiho, seperti ini," ujar Ran sambil menyentuh rambutku. Aku merasakan firasat yang tidak enak, semoga saja firasatku tidak benar.
Teng teng teng teng
Bel masuk berbunyi, sontak semua murid yang berkumpul kembali ke bangkunya masing-masing. Tak lama kemudian Kobayashi-Sensei masuk.
'' Ohayou Minna,"
" Ohayou, Sensei," koor anak-anak
" Baiklah, kalian tahu kan kalau hari ini adalah hari terakhir ibu bekerja di sini. Karena itu, ibu ingin memperkenalkan guru pengganti yang akan mengajar musik dan juga akan menjadi wali kelas kalian." Terang Kobayashi-Sensei, " Silahkan masuk,"
" Waaaaaaahhhhh" seru para siswi di kelasku dengan mata lovey-dovey-nya. Bising sekali. Aku memperhatikan sosok yang berdiri di samping Kobayashi-Sensei. Ya Tuhan. Pantas saja aku punya firasat tak enak. Dia... dia.. dia orang aneh itu, bagaimana mungkin menjadi guruku?
" Salam kenal semuanya, perkenalkan, namaku Saguru Hakuba, aku akan menjadi guru musik serta wali kelas kalian menggantikan Kobayashi-San, mohon bantuannya," ucapnya ramah.
Tidak, ini idak mungkin 'kan? Apa aku sedang bermimpi? Oh, Ya Tuhan...
Normal POV
" A-a...," rintih Shiho tertahan. Sontak semua anak melihat ke arah sumber suara.
" Miyano. Apa ada masalah?" tanya Kobayashi-Sensei.
" Tidak,"
" Baiklah, kalau begitu ku tinggal dulu, ya." Kata Kobayashi-Sensei berjalan ke arah pintu sambil mengedipkan matanya.
" Karena ini hari pertama kita bertemu, bagaimana kalau kita bermain-main di ruang musik saja?" ajak Saguru.
" Setuju, Sensei!" Seru Natsuki. Berdiri dari duduknya. Saguru hanya tersenyum kecil dan pergi dari ruang kelas. Semua murid berdiri dari duduknya dan pergi mengikuti Saguru kecuali Shiho.
" Shiho, ayo." Ajak Ran begitu berada di depan pintu
" Aku tidak ikut," tolak Shiho.
" Kau tidak apa-apa? Kau sakit?" tanya Ran menghampiri Shiho.
" Tidak, hanya sedikit... pusing, sudah, kau pergilah dulu."
" Baiklah, jika kau merasa makin pusing sebaiknya ke UKS saja, aku pergi dulu ya~"
" Ran Mouri." seru Saguru yang sedang mengabsen murid satu persatu.
" Hadir."
" Shiho Miyano."
" Dia tidak masuk, Sensei," ucap Sonoko.
" Bukankah tadi dia ada di kelas, kenapa tidak ikut ke sini?" tanya Saguru.
" Dia bilang dia tidak enak badan, Sensei," Kata Ran.
" Baiklah, aku akan cek kondisinya, Kudo, kau ketua kelas 'kan? Tolong tenangkan para murid," perintah Saguru sambil keluar dari ruang musik. Pemuda itu berlari menuju ke arah kelas XI-3
" Kosong," gumam Saguru saat sampai di kelas XI-3. Pemuda itu langsung pergi lagi dan berlari menuju ke ruang UKS.
" Saguru-San?" Sapa Araide begitu Saguru memasuki ruang UKS.
" Ah, Araide-San..." balas Saguru.
" Kenapa kau ke UKS? Bukankah tadi Kobayashi-San mengajakmu ke kelas XI-3? Kau ada kelas, bukan?" tanya Araide.
" Aku... mencari seseorang, sepertinya dia idak ada di sini," kata Saguru.
" Siapa?"
" Hanya seorang siswa yang membolos," ujar Saguru.
" Eh?"
" Aku pergi dulu," pamit guru baru tersebut dan pergi begitu saja.
' Shiho Miyano, sebenarnya kemana dia? Kelas kosong, UKS maupun perpustakaan tak ada seorang siswa, tak mungkin dia pergi ke kantin...' batin Saguru.
" Pintu apa itu?" gumam Saguru saat melihat sebuah pintu di pojok koridor kelas X. Karena penasaran guru itu membukanya dan mengikuti tangga yang berada di balik pintu tersebut.
" Dia..."
Shiho bersandar pada dinding pembatas atap sekolah. Menikmati hembusan angin yang menerpa dirinya, suasana yang cukup tenang.
" Shiho Miyano!" panggil Saguru membuyarkan lamunan Shiho.
" Eh?" ujar Shiho, " Oh, ternyata kau, Sensei..." ujarnya begitu tahu siapa yang datang.
" Kenapa kau membolos?" tanya Saguru.
"Aku merasa pusing dan ingin menikmati suasana yang tenang sebentar saja," Balas Shiho.
" Sekarang jam pelajaran, bukan jam istirahat." Ujar Saguru tenang.
" Lalu?"
" Ikut aku kembali ke kelas," ujar Saguru.
" Bagaimana kalau aku tidak mau?"
" Tidak mau? Ya sudah kalau begitu," ujar Saguru tenang. Pemuda itu lalu berjalan ke arah Shiho dan mengunci gadis itu ke pojok dinding.
" Hei!" seru Shiho. Saguru hanya diam dan mendekatkan wajahnya ke Shiho. " Kau..." geram Shiho. Saguru hanya menyeringai.
" Sebaiknya kau tidak usah banyak bicara dan ikut aku ke ruang musik. Jika tidak.. kau tahu apa yang akan kulakukan," ucap Saguru tepat di samping telinga Shiho. Pemuda itu lalu berbalik dan berjalan menuju ruang musik.
" Ck," decak Shiho. Mau tak mau ia harus mengikuti ucapan Sensei yang ia benci itu. Yah, 1-0 untuk Saguru
Orosife: Makasih udah mau review. Ahahaha, judulnya nipu, ya? xD
Roxifoxi: Thank you for your review. Your favor? Yes, you can, thank you.^^ But... i'm sorry i can't traduce this fic to Spanish. English? I don't know too, maybe yes, maybe no, sorry :'( *sorry for bad English*
Mikyal IR: Hehe, iya mba. Makasih reviewnya
Siska Ayu J: Makasih, Siska. Kenapa kau tahu soal fic ini? Perasaan aku ga cerita ama kamu tentang fic ini, deh, hehehehe. Soal buat perpisahan kelas 7.5, oke deh, chapini khusus buat semua anak di 7.5
Lydia Tjia: Thank you for your review, but why you cry?
c.c: Ini udah dilanjutin 'kan? Iya, pair ini emang sedikit di FDCI ToT.. soal peminat.. Summer rasa sebenarnya banyak yang suka sama SaguShi kok, tapi mereka jarang-jarang mau bikin pair ini T_T
Iya bener, mereka lucu n keren banget, nilai plus buat pair ini ya di banyaknya persamaan mereka xD
Spajableh: Aku tahu kalau fic ini memang aneh, alurnya terlalu cepat, ide pasaran dan terlalu OOC, aku sadar akan itu kok... Soal ciuman yang bukan muhrim.. aku tahu kalau hal itu dilarang oleh Agama, aku kan muslim, tapi tak apa kan? Toh Aoyama-Sensei membuat agama para chara di DC non-muslim xD
Kudo kun: Maaf, maksudnya apa ya?
Oke... ada banyak hal yang ingin Summer sampaikan, pertama soal Shiho yang terlihat OOC di ff ini. Summer paham. Shiho memang sangat OOC di ff ini. Summer harap para readers sekalian mau memaafkan Summer, ini pertama kalinya Summer membuat fict, Summer masih harus belajar lebih banyak lagi untuk bisa membuat fic yang bagus, bagi para reader yang sudah membaca di chap pertama dan merasa kecewa dengan fic ini sekali lagi Summer mohon maaf.
Untuk semua anak di kelas 7.5, Summer ingin berterima kasih pada kalian semua, Summer ga tahu kenapa kalian bisa nemuin fic ini tapi makasih banyak atas dukungan dari kalian semua.
