Jaejoong tersenyum tulus melihat kelakuan polos anaknya. Ia bersyukur kepada Tuhan karena telah meng—anugrahkan seorang putra yang telah menjadi penuntunnya dalam melangkahkan kedua kakinya kedepan. Ia bersyukur ia dapat hidup dan melihat senyum tulus yang terukir di wajah putranya itu.
Tak perlu orang lain. Cukup Kim Jaejoong dan Kim Changmin. Semua akan baik – baik saja.
.
.
.
Chapter 2
Disclaimer : Milik Tuhan, agensi, diri sendiri dan Orang tua mereka.
Rate : T
Genre : Romance / Drama / Family.
SEQUEL ONE THING (DIHARAPKAN MEMBACA ONE THING TERLEBIH DAHULU)
Warning : BOYLOVE that mean Boy x Boy, YAOI. M–PREG, typo(s) bertebaran, penggunaan EYD yang kurang tepat dan hal – hal tidak jelas lainnya. Banyak hal yang kurang masuk akal di Fic ini. Bagi yang TIDAK suka YAOI atau BOYLOVE atau SESAMANAMJA diharapkan untuk tidak membaca dari pada anda membuat keonaran(?). Jika tak suka dengan Couplenya dimohon untuk tidak membaca pula ya. DON'T LIKE DON'T READ.
Pairing Utama:
YUNJAE
YOOSU
CANGKYU
.
.
.
My Son © fanboyHAE
.
.
.
#Rumah Kyuhyun
"Kyu chagi... Kami datang..." Panggil Changmin saat berada didepan rumah Kyu dengan suaranya yang Khas.
Hari ini Changmin bersama Jaejoong bermaksud mengajak Kyuhyun untuk menikmati waktu senggang mereka dengan memakan Es Krim kesukaan mereka. Ya, dua keluarga ini memang sangat dekat apalagi akan ada ikatan di keluarga mereka kelak.
"Kalian sudah datang..." jawab seorang Namja dengan suara lumba – lumbanya yang sangat menggemaskan, menyambut kedatangan Jaejoong dan Putranya. Changmin.
"Ne, Su-ie kami baru saja datang..." Jawab Jaejoong pada namja yang bernama Su-ie atau Park Junsu, sahabat Jaejoong.
"Kyu mana Ahjumma?" Tanya Changmin pada Ahjumma?
Wait a minute? Ahjumma? Su-ie Namja kan? Kenapa Changmin memanggilnya seperti itu? Harusnya Ahjussi bukan?
Jawabannya sama. Kim Junsu atau sekarang bernama Park Junsu, Namja berumur 25 tahun, namun lebih muda dari pada Jaejoong, Namja dengan senyuman yang sangat manis sehingga membuat suaminya tergila – gila padanya, kulit putih bersih tanpa noda sedikitpun namun tak pucat seperti kulit Jaejoong, bibir sedikit tebal yang akan sangat manis mungkin apabila 'merasakannya' , mata coklat yang lumayan besar, pipi yang sedikitt chabi, yang mengundang orang untuk mencubitnya serta suara yang mirip lumba – lumba yang membuat orang di sekitarnya gemas, memiliki kelebihan sama seperti Jaejoong, Namja Pregnan yang dapat hamil dan melahirkan pula.
Eomma dari Park Kyuhyun, Namja berumur enam tahun. Kyuhyun mempunyai kulit putih pucat yang anehnya persis seperti kulit Jaejoong, rambutnya sekelam malam, sangat hitam, matanya berwarna coklat dan dibilang sangat indah, bibirnya semerah delima dan itu belum termasuk hidungnya yang mancung, serta bulu matanya yang lentik.
Satu kata yang yang tepat untuk mendiskripsikan Kyuhyun. Cantik. Orang – orang yang tak mengenal mereka pasti mengira Kyuhyun adalah anak dari Kim Jaejoong karena cirri – ciri meraka yang hampir sama kecuali bentuk mata. Namja imut itulah dengan senyumannya yang sangat manis membuat Changmin mengalihkan dunianya.
Sedangkan sang Appa yang belum tampak(?) batang hidungnya sedari tadi, bernama Park Yoochun. Berumur 25 tahun juga namun lebih muda sedikit dari pada Jaejoong dan lebih tua dari pada Junsu. Seorang Namja tampan dengan senyuman maut yang membuat Yeoja atau Namja manapun kecuali Jaejoong akan bertekuk lutut(?) di hadapannya termasuk Kim Junsu yang sekarang menyandang gelar Nyonya Park.
Mata yang tak jauh berbeda dari kebayakan orang korea lainnya, agak sipit. Bibir mungil yang sangat menggoda iman serta hidung yang sangat mancung. Kini ia bekerja di perusahaannya sendiri sebagai direkur, walau termasuk perusahaan kecil namun perusahaan itu yang terbaik dikota ini, disana ia bekerja bersama Kim Jaejoong sebagai Wakil direkturnya.
Oya, kalian pasti bertanya – tanya kenapa memperkenalkan ayah Kyuhyun, sedangkan Changmin tidak. Simple, ayahnya tak bersama mereka sekarang, biarlah orang itu datang dengan sendiri seiringnya waktu berjalan.
.
fanboyHAE
.
"BABY KYU~~~" Pekik Changmin girang saat melimat Kyuhyun menghampiri mereka.
"Aish... Changminie panggil aku Hyung, bagaimana pun aku lebih tua beberapa bulan dari mu..." jawab Kyu dengan muka yang dibuat sok sebal khas anak seusianya. Namun terlihat sangat manis dan menggemaskan untuk Changmin.
"Aniyo, Changmin–kan Semenya Kyu, jadi ya tak apa – apa dong" jawab Changmin dengan wajah sedikit inconnect. Kyuhyun yang mendengar itu langsung dari mulut Changmin sontak merona, wajahnya terasa panas, dan jantungnya berdebar kencang. Wah padahal mereka masih kecil, tapi sudah merasakan getaran – getaran cinta.
"Hahahaha" Kedua Eomma mereka hanya tertawa mendengar perbincangan kilat anak – anak mereka.
"Aishhh... Kau sangat imut Kyu, kalau sedang malu-malu seperti itu" Kata Jaejoong sambil mencubiti pipi Kyuhyun dengan gemas.
"Appo, Ahjumma" Kata Kyuhyun sambil memajukan bibirnya. Ah, hampir lupa, tentang panggilan Ahjumma sebenarnya Jaejoong dan Junsu sudah memerintah mereka untuk memanggil mereka dengan Ahjussi, namun dengan tegas di tolak kedua bocah itu.
"Hahaham, anakmu juga sangat menggemaskan Hyung..." Kata Junsu saat melihat muka inconnect Changmin yang menurut Junsu sangat Lucu.
"Eomma, jangan cubit pipi Baby Kyu, dia itu milik Changminnie~~" Kata Changmin sambil memeluk Kyuhyun. Orang – orang disana hanya tertawa bahagia saat melihat adegan 'cinta' itu sedangkan Kyuhyun, wajahnya semakin merona mendapat pelukan dari Changmin.
.
fanboyHAE
.
#Ditoko eskrim
"Hyung, aku tak sabar untuk segera menikahkan mereka berdua" Kata Junsu dengan mata yang berbinar – binar saat mereka sedang menikmati Es Krim yang telah mereka pesan sebelumnya.
PLETAK!
Junsu meringis kesakitan, saat kepalanya menjadi tempat tanda cinta jitakan Jaejoong. Sedangkan Jaejoong sendiri berdecih sebal, "Kau pikir Kyuhyun dan Changmin umurnya berapa Su-ie... Changmin saja belum genap enam tahun! Kau mau mereka menikah di usianya yang sekarang Eoh" Ujar Jaejoong sambil mengusap rambut Junsu yang terkena tanda cintanya tadi.
Kyuhyun dan Changmin adalah dua Namja yang sangat pintar dikelasnya. Kyuhyun berumur enam tahun lebih dan Changmin akan berumur enam tahun satu bulan lagi. Mereka berdua hanya beda tiga bulan saja. Saat ini Kyuhyun dan Changmin adalah seorang siswa sekolah dasar kelas dua. Jangan Tanya kenapa di usia mereka yang terbilang belum pantas masuk Selolah dasar itu sudah menduduki kelas dua. Seperti kata author tadi, mereka mempunyai otak yang sangat jenius.
"Appo Hyung... tapi benar juga sih, memang mereka masih anak – anak, tapi aku tak sabar melihat mereka tumbuh menjadi Namja dewasa. Jika mereka menikah pasti mereka akan menjadi pasangan yanga sangat serasi..." Kata Junsu sambil tersenyum, mencoba membayangkan wajah kedua anak itu saat dewasa. Pasti sangat mengagumkan. Sosok pemuda yang Tampan yang akan berpasangan dengan Namja yang cantik.
"Dan Hyung, aku ingatkan Changmin itu hanya untuk Kyuhyun, jadi jangan pernah berpikir menjodohkan dia dengan orang lain, apalagi menikahkannya dengan orang lain, karena aku tak akan membiarkannya, Arra! Selamanya mereka berdua akan menjadi pasangan. Aku akan memastikan itu." Lanjut Junsu dengan nada serius sambil memandang Jaejoong yang sedang menyendok(?) es krim rasa Vanilanya.
"Arraseo..." tanggap Jaejoong tersenyum.
Disebelah meraka, Changmin yang mendengar pembicaraan Eomma dan 'calon' Eommanya itu tersenyum cengar cengir sambil memandang wajah imut Kyuhyun–nya itu.
"Kau dengar sendirikan Baby Kyu... Kau itu milik Changminnie, hanya milik Kim Changmin, jadi jangan melirik Namja atau Yeoja lain, Arra... Ahjumma saja sudah menyetujuinya, bahkan Ahjumma yang paling semangat" Kata Changmin pada Kyuhyun sambil memegang kedua tangan Kyuhyun.
"Ne, arraseo" Jawab Kyuhyun malu – malu. Ahm sungguh menggemaskan Namja bernama Park Kyuhyun itu.
"Hehehe, Kyu lucu kalau sedang malu – malu" Ucap Changmin sambil tersenyum manis.
"Sini Changmin pengen peluk Baby Kyu..." Lanjut Changmin bersemangat.
Kyuhyun hanya bisa menyembunyikan rona merah saat mendengar perkataan orang dewasa tadi. Dan ditambah ucapan Changmin barusan. Merah padam sudah wajah Kyu saat ini.
.
.
.
"Eomma, Ahjumma, kita ketaman sebentar ya" Ajak Changmin saat mereka telah selesai menikmati momen(?) Es Krim tadi . "Changminnie mau bermain Sama Baby Kyu..." Lanjutnya sambil meng—genggam tangan kecil Kyuhyun saat mereka berjalan.
"Ne, Kajja, kita kesana sekarang" Jawab Jaejoong dan Junsu kompak.
"ASIKKKKKK" Teriak Changmin saking senangnya. Sedangkan Kyu hanya bisa pasrah saat Changmin menyeretnya ke taman dengan paksa.
.
.
.
#Di taman
"Baby Kyu, Changminnie mau ke toilet, Baby mau ikut" Kata Changmin pada Kyuhyun saat mereka beristirahat setelah bermain beberapa saat.
"Tidak, Minnie sendiri saja, Kyu tunggu di sini... Tapi jangan lama – lama" Balas Kyuhyun sambil memandang Changmin.
"Arraseo... Jangan selingkuh ya, Minnie tak akan lama.." Kata Changmin sambil menggoda Kyuhyun. Kemudian ia mencium pipi Kyuhyun dan berlari menuju toilet terdekat.
Kyuhyun yang meresa di goda dan mendapat ciuman mendadak di pipinya hanya memalingkan wajahnya karena malu dan kemudian menyibukkan dirinya dengan bermain PSP. Berharap rona merah yang jelas ketara itu segera hilang.
Beberapa saat kemudian.
"Kyuhyun-ah…" Panggil seorang Namja dengan 'gigi' kelinci yang sepertinya lebih tua darinya dengan lembut.
Kyuhyun yang sedang asyik memainkan PSP karena bosan karena di tinggal Changmin pergi ke toliet umum, jadi harus mem-pause gamenya sejenak. Kemudian menoleh dengan wajah super kesal karena waktu 'ngegame' PSPnya diganggu.
"Sungmin–sunbae? Sedang apa Sunbae disini!" tanyanya pada Namja imut yang memanggilnya tadi, Sungmin, sambil tersenyum manis tentunya.
Sungmin kelihatan salah tingkah saat melihat melihat senyum Kyuhyun yang menurutnya sangat manis itu. Tapi Sungmin sudah membulatkan tekadnya, ia akan menahan diri untuk tidak memangsa pipi Namja kecil itu. Sunbae Kyuhyun itu menghela nafas dalam – dalam, mencoba menstabilkan detak jantungnya. Sedangkan Kyu malah terlihat bingung saat melihat Sungmin menatapnya dengan heran.
Sungmin menggenggam salah satu tangan kecil Kyuhyun yang sangat lembut, kemudian mengeluarkan sebatang bunga mawar berwana kuning yang cukup banyak dari balik tubuhnya. Ah, sepertinya itu bunga yang di ambil dari taman ini.
"Park Kyuhyun. Saranghae! Maukah kau jagi NamjachinguHyung, Kyu!" ujar Sungmin mantap sambil mengulurkan bunga tadi.
"Mwo? apa maksud Sunbae... Shiro, aku tak mau!" ucap Kyuhyun cepat dan tentu saja tanpa pikir panjang.
"Eh? Wae? Waeyo Kyu?" tanya Sungmin sedih, matanya saai ini sangat jelas menunjukkan pancaran memelas layaknya 'pupy eyes'. Hatinya remuk berkeping – keping, apalagi mendengar jawaban Kyuhyun yang begitu cepat dan tanpa berpikir panjang seperti itu.
Kyuhyun kembali mendongakkan kepalanya, manatap wajah Sungmin yang sedih dan hampir saja menangis.
"Sungmin–sunbae, kau ingat umurku berapa kan? Aku ini baru enam tahun... jadi mana boleh pacar – pacaran" Ujar Kyuhyun menjelaskan dengan sangat lembut. Padahal ia sedang berpikir tentang ucapan Changmin tadi jika ia tak boleh selingkuh.
"Tapi Kyu... aku pasti bisa jadi Namjachingu yang baik buatmu walau umur kita masih kecil!" ujar Sungmin masih ngotot, ia tak ingin mendengar alasan apapun dari Kyuhyun, ia hanya ingin Kyuhyun menjadi Namjacingunya, tak lebih.
Kyuhyun menatap Sungmin dengan pandangan kesal. Sungguh ia ingin sekali menendang Namja didepannya itu, tapi mengingat ia adalah Subaenya di sekolah, jadi ia urungkan niatnya.
"Sunbae, aku tak mau pacaran sebelum dewasa, aku masih ingin bermain, aku saja belum tau arti cinta itu apa, lagi pula akan ada yang marah jika aku berpacaran dengan Sunbae...!" ucapan itu membuat Sungmin menjadi sagat sedih.
Tangan mungilnya menjatuhkan bunga matahari yang tadinya ingin sekali diberikan pada Kyuhyun. Sungmin menundukkan wajahnya lemas.
Melihat wajah Sungmin yang begitu kusut, mau tidak mau Kyuhyun juga jadi merasa bersalah, karena kata – katanya yang sangat kasar barusan.
"Jangan sedih, Sunbae! Lagipula Sungmin itu manis kok, ya walaupun kata Changmin aku paling manis sihhh!" ujar Namja berambut hitam itu lembut dengan sedikit narsis, dan mengambil bunga mawar kuning dari Sungmin yang sudah jatuh ke atas tanah. Kyu tersenyum.
"Bunga ini buat ku, 'kan? Gomawo Sunbae... kau yang terbaik" lanjut Kyu sambil memberikan dua jempol tangannya.
Sungmin kembali melengkungkan senyumaan di bibirnya yang merah, "Jadi, kau mau menjadi Namjachinguku, Kyu?" tanyanya memastikan saat Kyu menerima bunga pemberiannya tadi. 'Semoga masih ada harapan untuk menjadi Namjachingunya Kyuhyun', batin Sungmin sambil berharap.
"Sudah aku bilang Sungmin–sunbae, aku masih terlalu kecill untuk berpacaran, lagipula aku juga tak menyukai Sunbae kok, aku hanya menganggap mu sebagai temanku yang sangat perhatian, itu saja, tak lebih" ujarnya dengan wajah jutek. Padahal ia sedang bekutat dengan pikirannya, ia tak ingin Changmin marah padanya, jika ia melihat adegan ini.
Saat mereka berbicara dengan tema 'cinta – cintaan' seperti itu dengan wajah masih polos khas anak sekolah dasar, Changmin yang dari dari di pirkan Kyuhyun telah kembali dari kamar mandi dan menghampiri mereka. 'Akhirnya kau datang juga Minnie...', batin Kyuhyun lega. Jadi ia tak perlu memikirkan apa-apa lagi sekarang.
"Sungmin Sunbae?" panggilnya saat melihat Sungmin kakak kelasnya di Sekolah Dasar sedang beduaan dengan Kyuhyun-nya. Jelas ia merasa cemburu.
"Kau sedang apa disini" lanjutnya dengan nada yang jelas tidak suka... Kekasih mana yang suka jika Namjacingunya berduaan dengan orang lain. Memang benar sih Kyuhyun belum jadi Namjachingunya Changmin, tapi setidaknya ia mempunyai hubungan yang lebih, ia calon pendamping hidupnya.
"Itu... aku menyatakan cintaku pada Kyu... Tapi Kyu belum menerima ku dan aku akan berusaha menjadikannya sebagai Namjachingu ku" Jawab Sungmin sambil memandang Kyuhyun penuh harap.
"MWO?? Apa Sunbae bilang? Menyatakan cinta pada Baby Kyu? Tak akan kubiarkan..." kata Changmin galak ala anak seumurannya. Ia merasa tak terima. Kyuhyun itu hanya milik Changmin.
"Wae, Changmin-ah? Memangnya kenapa? Memang kalian punya hubungan apa? Bukannya kalin hanya sahabat dekat saja ya, aku rasa tak masalah jika aku menjadi Namjachingunya Kyuhyun." ujar Sungmin panjang lebar dan cuek dengan Changmin yang tak terima itu.
"KAMI INI LEBIH DARI TEMAN SUNBAE...KYUHYUN ITU MILIKKU, KARENA KYUHYUN CALON ISTRIKU, INGAT ITU SUNBAE" jawab Changmin yakin. Kemudian menarik tangan Kyu lalu meninggalkan Sungmin yang masih shock dengan jawabannya tadi.
Akh, sepertinya mereka bertiga terlalu sering menonton senetron televisi yang isinya cinta – cintaan, hingga merekapun saling memperebutkan cinta. Padahal mereka masih bocah yang tidur sendiri saja belum berani *ehhhhhh.
.
fanboyHAE
.
#Di tempat lain
"Aigoo... Mereka lama sekali Su–ie..." kata Jaejoong dengan muka ditekuk. Saat ini kedua 'Eomma' itu sedang menghabiskan waktu di café dekat taman untuk menunggu anak – anak mereka yang dari tadi bermain.
"Namanya juga anak – anak Hyung, pasti lupa waktu kalau sudah berhubungan dengan kata bermain" Jawab Junsu santai sambil menikmati minumannya.
"Tapi ini sudah terlalu lama Su–ie... Aishh anak – anak itu, tak pernah ingat waktu..." Kata Jaejoong saat berdiri dari tempat duduk semula. "Kajja, kita susul mereka... Kita ajak mereka pulang, lagi pula ini sudah hampir sore.." ajak Jejoong pada Junsu.
"Ne, Kajja" jawab Junsu kemuidian menyusul Jejoong yang sudah meninggalkan café duluan.
.
.
.
"HUWAAA... Eomma cakit" tangis gadis yang berusia sekitar 3 tahun menghentikan jalan duo JJ itu (Jaejoong dan Junsu).
"Adik manis, kenapa kau menangis nak? Mana Eomma mu?" Tanya Jaejoong sambil membantu anak itu berdiri.
"Aigoo, bajumu kotor, sini Ahjussi bersihkan" Kata Jaejoong kemudian membersihkan baju anak manis itu.
"Tangannya terluka Su-ie" kata Jaejoong kepada Junsu saat melihat tangan anak itu lecet.
"Tenang Hyung, aku bawa obat kok ditas. Ayo kita obati lukanya di tempat duduk itu" Junsu menunjuk tempat duduk yang kosong dekat pohon.
"Kau memang yang terbaik Su-ie... Kajja.."
Dengan cepat mereka berdua membersihkan luka pada Yeoja kecil itu. Kemudian mengobatinya dan memplesternya dengan rapi.
"Nah adik kecil, Lukamu sudah kami obati.. Jangan menagis lagi ne... Oya, siapa namamu adik kecil?" Tanya Junsu.
"Luna imnida" jawab Gadis bernama Luna.
"Annyeong Luna" sapa Duo JJ kompak. Dengan kadar keimutan yang tak berkurang sedikitpun.
"Nama Ahjumma ciapa" Tanya anak itu. Ya, Ahjumma, mereka sudah terlalu terbiasa di panggil Ahjumma oleh anak – anak, jadi mereka tak terlalu kaget. Walaupun sebenarnya mereka merutuki basibnya karena selalau di panggil Ahjumma. Padahal mereka adalah Namja.
"Ohh... Park Junsu imnida, kalau yang ini Kim Jaejoong" jawb Junsu akhirnya. Walau bagaimana pun juga mereka yang memanggilnya Ahjumma masih anak – anak, jadi dia sama sekali tak tega memarahi mereka.
"Salam kenal ya Adik manis..." kata mereka berbarengan lagi.
"Ne... Ahjumma itu Eomma Luna..." kata anak itu sambil menunjuk seorang Yeoja yang kelihatan sangat kuatir.
"Umma... Luna di sini Eomma..." teriaknya dengan girang.
"Aigoo... Chagi kau dari mana saja? Kenapa menghilang begitu saja, kau membuat Eomma sangat mencemaskan–mu nak..." kata wanita yang lumayan cantik itu.
Tunggu, rasa – rasanya wajah gadis itu tak asing lagi buat Jaejoong. Sepertinya pernah bertemu dengannya disuatu tempat, tapi dimana?
"Eomma, Ahjumma – Ahjumma itu yang menolong Luna..." kata anak itu sambil menunjuk Duo JJ. Jaejoong dan Junsu menghela nafas karena Yeoja kecil itu menyebutnya Ahjumma di depan Yeoja dewasa.
"Jinja... Ahjumma? Mereka Ahjussi sayang... Walau mereka terlihat sangat cantik tapi tetap saja mereka Namja. Gomawo sudah menolong anakku ini tuan— Oppa" tiba – tiba Yeoja itu tak melanjutkan perkataannya malah mengatakan 'OPPA'. Kepada personil(?) duo JJ itu.
"Kau Kim Jaejoong kan? Kau Jae Oppa kan?" Tanya Yeoja itu sambil menunjuk Jaejoong yang berdiri disamping Junsu. Ternyata yang di maksud Oppa disini adalah Jaejoong.
"Ne, benar, aku Kim Jaejoong dan ini Park Junsu... Apakah kita pernah bertemu sebelumnya di suatu tempat? Sepertinya wajahmu tak asing lagi buatku" jawab Jaejoong sedikit heran. Bagaimana mungkin Yeoja itu mengetahui namanya. Walaupun sepertinya ia merasa pernah melihat Yeoja itu sebelumnya. Namun sayang ia tak bisa mengingat kapan dan dimana ia pernah bertemu dengan Yeoja ini.
"Omo... Aku ini Yoona, Oppa... Adiknya Yunho Oppa"
Jeder(?).
.
.
—TBC—
Jangan Timpuk saya dengan dalam JJ setelah membaca Chapter ini #plak XD lol
Follow me on twitter : fanboyHAE or arriedonghae
Jika misalnya fanboyHAE tidak ditemukan maka cari yang arriedonghae.. begitupula sebaliknya… Alasan? Karena saya sering mengganti nama akun twitter saya, tapi hanya menggunakan kedua uname tadi.
Yang minta FB bisa lihat Profil saya.
So, Wanna Gimme your review? What do you think abaou this chapter? ^^
LOVE!
